Thursday, September 10, 2026
HomeAnalisa Angkutan7 KRL Buatan INKA Dipaksa Berhenti Beroperasi, Bagaimana Efek Kepada Penumpang?

7 KRL Buatan INKA Dipaksa Berhenti Beroperasi, Bagaimana Efek Kepada Penumpang?

Transportasi Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di wilayah Jabodetabek memang menjadi sarana yang sangat dibutuhkan masyarakat. Terlebih lagi transportasi tersebut memang dibutuhkan untuk aktivitas keseharian. Namun, jika terjadi masalah teknis baik dilintas maupun adanya pengurangan jadwal, tentu saja terjadi penumpukan penumpang.

Hal tersebut dialami rangkaian KRL yang terjadi anjlok beberapa hari lalu. Perjalanan Commuter Line lintas Bogor-Jakarta Kota terganggu pada Jumat (4/9/2026) pagi. Gangguan tersebut akibat anjlokan salah satu rangkaian KRL di Stasiun Jakarta Kota maupun di Stasiun Manggarai. Dua insiden itu dialami oleh rangkaian KRL yang sama.

Hal tersebut tentu saja PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA turun tangan dalam proses perawatan rangkaian KRL yang digunakan KAI Commuter. Perawatan dan General Check Up tersebut dilakukan untuk memastikan komponen sarana, termasuk bogie dan sistem propulsi, tetap berfungsi optimal dan memenuhi aspek keselamatan perjalanan.

pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap rangkaian KRL seri iE305 produksi INKA. Sebagai produsen sarana KRL, INKA terlibat langsung bersama KAI Commuter dan pemangku kepentingan terkait dalam proses perawatan rangkaian. Pemeriksaan mencakup berbagai komponen penting yang berkaitan dengan performa dan keselamatan perjalanan. Di antaranya sistem bogie, sistem propulsi, serta komponen lainnya yang harus dipastikan bekerja dengan baik.

Sangat disayangkan, KRL baru tersebut dengan nomor seri EA-207 CLI-225 atau seri iE305, untuk sementara berhenti beroperasi. Sebanyak tujuh train set KRL tersebut kini menjalani general check up yang dilakukan KAI Commuter bersama INKA sejak 7 September hingga 30 September 2026. Adapun KRL CLI-225 bukan sepenuhnya dikembangkan dengan teknologi lokal. Dalam proses produksinya, INKA berkolaborasi dengan teknologi Jepang dari J-TREC serta menggandeng Toyo Denki untuk sejumlah komponen utama.

Toyo Denki memasok berbagai komponen penting, di antaranya pantograph, pintu, passenger information display, master control, inverter, twin disk, power supply, motor traksi, hingga driving gear. Tentunya, Sebelum digunakan untuk melayani penumpang, KRL CLI-225 juga telah menjalani serangkaian pengujian. INKA sebelumnya melakukan pengujian keseluruhan pada 16-20 Maret 2025.

Pengujian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari setting parameter hingga uji jalan atau uji dinamis. Salah satu rute pengujiannya adalah Stasiun Solo Jebres-Stasiun Lempuyangan pulang pergi. Dalam uji dinamis tersebut, sejumlah aspek performa KRL diuji, termasuk akselerasi, kecepatan maksimum, hingga kemampuan pengereman.

Dalam satu rangkaian, KRL EA-207 CLI-225 terdiri dari 12 gerbong. Kereta ini menggunakan bodi berbahan baja nirkarat dengan empat pintu di setiap sisi. Dari sisi performa, KRL ini memiliki kecepatan maksimum hingga 120 kilometer per jam. Sistem traksinya menggunakan VVVF-IGBT RG6061-A-M buatan Toyo Denki. KRL tersebut menggunakan sistem elektrifikasi 1.500 V DC dengan listrik aliran atas dan dilengkapi pantograf sebagai penangkap arus.

Untuk bogie, INKA menggunakan jenis baru yang dikembangkan dari bogie KRL sebelumnya serta bogie kereta produksi INKA yang digunakan untuk KTMB Malaysia. KRL ini menggunakan bogie INKA MB1122 dan INKA TB1622. Sementara untuk kenyamanan penumpang, KRL CLI-225 dilengkapi sistem pemanas, ventilasi, dan penyejuk udara atau HVAC INKA I-Cond dengan dua unit.

Pemeriksaan terhadap tujuh train set tersebut memang telah dijadwalkan berlangsung hampir sepanjang September 2026. Maka dari kebijakan tersebut, penumpang Commuter Line selama periode pemeriksaan perlu menyesuaikan diri dengan perubahan pola perjalanan. Sebab, dibandingkan kondisi normal pada hari kerja, terdapat 17 perjalanan lebih sedikit yang dioperasikan KCI setiap harinya.

Dari hal tersebut yang terjadi, pihak KAI Commuter menyampaikan permintaan maaf atas kendala yang terjadi. Saat ini masih terus fokus untuk menekan keterlambatan perjalanan Commuter Line imbas kendala tersebut. Imbas kejadian tersebut sebanyak 21 perjalanan Commuter Line Bogor yang mengalami keterlambatan.

12 Perjalanan KRL Dibatalkan Hingga Akhir September 2026, KAI Commuter Ungkap Penyebabnya

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru