Waduh! Berat Badan Berlebih Tak Bisa Duduk di Kelas Bisnis Thai Airways

Kursi kelas bisnis Thai Airways

Memiliki badan dengan bobot yang lebih besar dan ibu muda yang membawa bayi bersamanya dilarang memesan kursi bisnis pada pesawat milik maskapai Thai Airways. Larangan ini hanya ditujukan untuk naik ke kelas bisnis pesawat Thai Airways Boeing 787-9 Dreamliner terbaru.

Baca juga: Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas

KabarPenumpang.com melansir dari laman traveller.com.au (20/3/2018), bahwa larangan ini di sampaikan dan di jelaskan pada Jumat lalu (16/3/2018) oleh director of security and flight standard division, Penerbangan Letnan Pratthana Pattanasirim. Diketahui Thai Airways baru saja menerima dua 787-9 Dreamliner-nya pada September 2017 kemarin.

Dalam Boeing 787-9 Dreamliner ini sudah dilengkapi dengan kursi Cirrus Zodiac terbaru untuk kelas bisnis Royal Silk dalam konfigurasi 1-2-1 yang lebih luas. Kursi ini bisa dirubah menjadi tempat tidur datar dan memberikan privasi dan akses lorong kabin langsung pada penumpang.

Kursi pada kabin bisnis Thai Airways sendiri dipasang dengan sistem airbag yang baru dan sabuk pengaman dimana tidak bisa mengakomodasi penumpang yang memliki besar lebih dari 56 inci atau 142,24 cm. Sebab, ukuran kursi tersebut sudah disesuaikan dengan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat.

Kursi ini juga mengesampingkan penumpang yang membawa anak dalam pangkuan mereka dan kini dipaksa harus menggunakan kelas ekonomi dari Bangkok ke Auckland dan Taipei. Pesawat Boeing 87-9 terbaru ini sendiri diperkenalkan memiliki teknologi yang lebih maju untuk kenyamanan penumpang dan membuka peluang untuk terbang dengan rute jarak jauh nonstop ke Amerika Utara.

Armada Boeing 787-9 ini merupakan armada tambahan dari Boeing 787-8 dan Airbus A350 yang sudah ada. Dua tipe armada milik Thai Airways ini sendiri beroperasi pada rute penerbangan Eropa, Melbourne dan Singapura.

Namun,Thai Airways bukanlah maskpai pertama yang mempermasalahkan berat badan. Tahun 2013 lalu Samoa Air adalah maskapai pertama yag di dunia yang membuat penumpang harus menyesuaikan berat badan mereka.

Maskapai yang kini sudah tak beroperasi tersebut dulu menambahkan 50 sen bagi setiap penumpang yang kelebihan satu kilogram dari bobot tubuh pada peraturan mereka. Ini juga termasuk dengan barang bawaan yang dimiliki.

Di Samoa sendiri menjadi negara dengan penduduk yang memiliki obesitas tertinggi di dunia dan hampir tiga perempat dari populasi dewasanya di anggap obesitas. Hawaiian Airlines juga mengenalkan kebijakan baru bagi penumpang yang akan terbang dari dan ke Pago-Pago, ibu kota Samoa.

Dimana penumpang tidak lagi diperbolehkan memilih tempat duduk secara online dan harus ditimbang sebelum naik pesawat. Ini dilakukan agar maskapai bisa melihat bobot kelebihan di dalam kabin.

Akhir 2017 lalu, Finnair juga mulai menimbang penumpang mereka karena mengikuti perkiraan berat rata-rata European Aviation Safety Agency (EASA). Dimana EASA memperkirakan rata-rata berat pria 84,6 kg dan perempuan 66,5 kg.

Baca juga: Kartu Kredit Bantu Prediksi Ukuran Tubuh Penumpang Pesawat, Kok Bisa?

Namun berat badan orang Finlandia sendiri cenderung lebih tinggi dimana pria 85 kg dan perempuan 70 kg. Pihak Finnair mensurvei dua ribu penumpang secara sukarela untuk mendapatkan lebih banyak data tentang berat penumpang.

Hal ini dilakukan untuk memperkirakan berapa banyak bahan bakar yang diperlukan untuk penerbangan. Sebab, semakin berat pesawat, semakin mahal biaya terbangnya dan keselamatan adalah faktor terpenting karena pesawat memiliki berat lepas landas yang maksimal.