Tekan Delayed Baggage Rate, Siemens Pasok Sistem Penanganan Bagasi di Bandara Incheon

Sumber: logistics-airports-solutions.siemens.com

Sepertinya, kepuasan konsumen dalam menerima layanan merupakan hal utama yang selalu diprioritaskan oleh para penyedia jasa, tidak terkecuali bandara. Belakangan ini, sudah marak kita dengar pemasangan beragam teknologi mutakhir di salah satu gerbang masuk ke suatu negara ini hanya demi meningkatkan pelayanan kepada para penumpangnya.

Baca Juga: Jelang Olimpiade Musim Dingin 2018, Bandara Incheon Buka Terminal 2

Mulai dari penggunaan robot yang mampu menunjang aksesibilitas penumpang, teknologi pemindai yang mampu memangkas antrean di bagian imigrasi, hingga yang paling baru adalah sistem penanganan bagasi teranyar dari salah satu perusahaan raksasa yang bergerak di bidang teknologi asal Jerman. Diketahui, perusahaan yang bermarkas di Munich, Jerman ini baru saja memasang high-performance baggage handling systems di Terminal 2 Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman stattimes.com (16/2/2018), sistem penanganan bagasi berteknologi tinggi ini menggabungkan konveyor dan teknologi penyortiran yang inovatif dengan perangkat lunak cerdas. Penggunaan teknologi ini memungkinkan pihak bandara mengelola kurang lebih 20.000 bagasi penumpang setiap harinya.

Tidak berdiri sendiri, dalam mengeluarkan teknologi ini, Siemens bertindak sebagai kepala konsorsium dengan perusahaan asal Korea Selatan, Posco. Melalui perjanjian layanan multi-tahun, Siemens akan menyediakan operasi tanpa batas dari sistem konveyor sepanjang 40 kilometer. Selain itu, konsep terpadu dari penyediaan dan pemeliharaan sistem ini akan memperkuat upaya bandara untuk meningkatkan kapasitas penumpang, yang semula hanya 58 juta penumpang naik ke angka 72 juta penumpang setiap tahunnya.

“Sistem penanganan bagasi berorientasi masa depan kami akan memainkan peran dominan untuk Terminal 2 yang baru di Bandara Incheon,” kata Michael Reichle, CEO Siemens Postal, Parcel & Airport Logistics. “Dengan sistem inovatif yang kami miliki, ditambah dengan teknologi, keahlian, dan keandalan TI yang canggih, kami akan memberi dukungan jangka panjang kepada pelanggan kami yang akan membantu mendorong pertumbuhan yang menguntungkan,” imbuhnya.

Di sisi lain, wakil presiden operasi Incheon International Airport Corporation, Jong-Seo Kim mengatakan bahwa fokus utama dari bandara yang baru saja diinjeksi sistem robotika oleh LG ini adalah penumpang. “Sistem penanganan bagasi baru di Bandara Internasional Incheon akan memberikan kontribusi realistis untuk memastikan tingkat kenyamanan dan kenyamanan penumpang berada dalam standar tertingginya,” tutur Jong-Seo Kim.

Baca Juga: Sambut Olimpiade Musim Dingin, LG Hadirkan Dua Robot Canggih di Bandara Incheon

Sistem canggih milik Siemens ini memiliki proses penanganan bagasi ultra modern yang akan memberikan waktu lebih kepada para pelancong untuk bersantai di lounge keberangkatan. Sistem ini juga dilengkapi dengan kapasitas bagasi yang besar, sehingga mampu memanfaatkan celah fleksibilitas dalam pengoperasiannya. Jika ada bagian atau komponen yang tetinggal, bagasi dapat dialihkan ke destinasi tujuan pada waktunya.

Jika dibandingkan dengan sistem penanganan bagasi di bandara lain, Bandara Internasional Incheon termasuk salah satu bandara dengan tingkat delayed baggage rate paling rendah, yaitu hanya 0,3 dari 100.000 bagasi. Sedangkan rata-rata global menunjukkan angka 11,5 dari 100.000 bagasi. Dengan begitu, pihak bandara berharap setiap penumpang di Bandara Internasional Incheon akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan dalam hal keamanan dan kehandalan.