Redam Lonjakan Penumpang KA Argo Parahyangan, PT KAI Hadirkan Empat Rangkaian yang Serba Baru!

KA Argo Parahyangan Baru. Sumber: Antara

Meningkatnya permintaan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dengan menggunakan kereta belakangan ini merupakan imbas dari sejumlah pembangunan yang tersebar di sepanjang tol Jakarta – Cikampek. Tak ayal, para pelancong  yang hendak pergi dari dan ke Jakarta berbondong-bondong untuk sesegera mungkin mendapatkan tiket kereta, ketimbang mereka harus bermacet-macet ria di jalan tol. Guna meminimalisir penumpang yang tidak kebagian tiket perjalanan, PT KAI pun mengambil langkah untuk meningkatkan jumlah armada mereka.

Baca Juga: Pensiunkan Gerbong Berusia 30 Tahun, PT KAI Pesan 438 Gerbong Baru dari PT INKA

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, PT KAI telah menambah jadwal pemberangkatan Kereta Api (KA) Argo Parahyangan rute Bandung-Jakarta dengan empat rangkaian baru yang sudah beroperasi sejak 27 Februari 2018. Kendati sudah mulai beroperasi sejak tanggal 27 Februari, namun rangkaian kereta baru ini baru secara resmi diluncurkan oleh Direktur Keselamatan merangkap Direktur Komersial PT KAI, Apriyono W. pada Kamis (1/3/2018).

“Sebelumnya, rata-rata 18 perjalanan sehari di weekday naik menjadi 22 perjalanan. Dan 24 perjalanan PP (pulang-pergi) sehari pada weekend naik menjadi 28 perjalanan,” kata Apriyono, dikutip dari laman bisnis.tempo.co (2/3/2018). Dengan penambahan jadwal ini, volume rata-rata penumpang KA Argo Parahyangan naik 15,3 persen, dari yang semula 10.432 orang menjadi 12.032 orang per hari.

Menyinggung soal armada teranyarnya, Apriyono sedikit membocorkan spesifikasi dari kereta baru layanan Agro Parahyangan atau yang akrab disingkat GoPar ini. “Kereta ini berkapasitas penumpang sebanyak 400 tempat duduk per rangkaian (trainset), yang terdiri dari delapan kereta eksekutif, satu kereta makan (restorasi), dan satu kereta pembangkit,” paparnya.

Sedangkan dikutip dari sumber lain, adapun sejumlah kelebihan yang dapat penumpang rasakan di armada terbaru GoPar ini. Pertama adalah penggunaan material stainless steel sebagai bahan dari bodi kereta ini, yang membuatnya lebih tahan karat. Kereta baru ini semakin menarik dengan cat stripping yang lebih minimalis sehingga meningkatkan kesan elegan dari bagian luarnya.

Armada ini juga memiliki jumlah toilet yang lebih banyak ketimbang kereta-kereta sebelumnya. Jika di kereta versi lama Anda menemukan hanya ada dua toilet di masing-masing gerbong, di rangkaian baru ini Anda akan menemukan empat toilet di setiap gerbongnya (bersebelahan di setiap sisinya).

Belum lagi eksistensi dari sandaran kaki yang lebih fleksibel, lampu tidur dan baca, meja mini yang bisa dilipat di sandaran tangan, serta bagasi kabin yang ada pembatasnya untuk tiap-tiap penumpang kini tersedia di armada anyar GoPar ini.

Jika selama ini Anda tidak bisa mendengarkan suara dari TV yang ada di KA GoPar, kini PT KAI telah membenahi bagian itu dengan cara membubuhi audio jack di setiap kursi penumpang. Jadi Anda cukup mencolokkan headset ke audio jack tersebut dan Anda bisa mendengarkan siaran TV tersebut.

Tidak lupa, PT KAI juga menambahkan fasilitas Musholla yang terdapat di gerbong restorasi, lengkap dengan cermin dan rak berisikan sarung dan mukena.

Nah, untuk mengingkatkan keamanan dan keselamatan selama perjalanan, kini PT KAI telah memasang sejumlah CCTV di dalam setiap rangkaian tersebut. Terdapat pula dua buah tangga yang menempel di masing-masing kereta atau gerbong untuk pijakan keluar kereta jika diperlukan dalam kondisi darurat. Meniru lantai pesawat, PT KAI membubuhkan penanda jalur evakuasi yang dapat berpendar ketika gerbong berada dalam kondisi gelap.

Mengingat semua perjalanan dengan menggunakan kereta api kini sudah berstatus bebas asap rokok, maka PT KAI melengkapi setiap gerbongnya dengan smoke detector, dimana alarm dari detector tesebut akan berbunyi ketika sensor menangkap eksistensi asap.

Terakhir, penumpang KA GoPar kelas Eksekutif bisa naik dan turun dari Stasiun Kiaracondong, padahal sebelumnya, stasiun ini digunakan untuk kereta kelas ekonomi.

Baca Juga: PT KAI Bocorkan Sejumlah Rencana Strategi Bisnisnya di Tahun 2018!

Sebelumnya, PT KAI telah memberlakukan sejumlah langkah strategis untuk meredam tingginya permintaan perjalanan antara Jakarta – Bandung dan sebaliknya, diantaranya adalah dengan menggunakan kereta yang berstatus idle.

“Misalnya kereta dari Yogyakarta sampai ke sini pagi, lalu berangkat lagi ke Yogyakarta malamnya. Selama kereta menunggu, bisa kita pakai untuk jarak dekat PP misalnya ke Bandung. Jadi tidak ada kereta yang terparkir lama,” tutur Executive Vice President KAI Daop I Jakarta, Dadan Rudiansyah.