Tap Ponsel Pintar, Satu Detik Masuk Stasiun Tanpa Antri Tiket

Ponsel pintar di tap dengan kode QR di stasiun Beijing (the Beijinger)

Ponsel pintar yang dimiliki masyarakat saat ini tak hanya bisa digunakan untuk berbisnis, bermain, membeli tiket hingga memesan kamar hotel. Tetapi dengan ponsel pintar tersebut kini Anda yang merupakan seorang penumpang, khususnya masyarakat Cina bisa membayar tiket kereta bawah tanah.

Baca juga: Inilah 10 Stasiun Bawah Tanah Terpadat di Dunia

KabarPenumpang.com melansir dari laman ecns.cn (27/3/2018), bahwa dengan ponsel pintar penumpang, mereka hanya memindai kode QR untuk membayar tiket kereta bawah tanah di Beijing. Layanan ini akan berlaku di semua jalur kereta bawah tanah Beijing sebelum bulan Juni 2018 mendatang.

Untungnya, layanan ini tak memerlukan ponsel dengan penambahan fungsi Near Field Communication atau NFC. Kode QR ini bisa digunakan oleh semua ponsel pintar dengan aplikasi Yitongxing. Dengan layanan ini, penumpang bisa menkmati keuntungan seperti diskon 20 persen setelah menghabiskan 100 yuan atau sekitar Rp219 ribu selama satu bulan. Tak hanya itu diskon sebesar 50 persen juga bisa didapatkan penumpang ketika menghabiskan 150 yuan atau sekitar Rp328 ribu.

Akhir tahun lalu, diketahui pengguna aplikasi Yitongxing sebanyak 1,8 juta orang terdaftar membeli tiket kereta bawah tanah secara online di 19 jalur kereta Beijing. Kemudian selain itu, lebih dari 80 ribu tiket kereta bawah tanah telah terjual secara online setiap harinya.

Sebenarnya, pembayaran dengan sistem kode QR tersebut pertama kali digunakan di jalur menuju bandara sejak September 2017 kemarin. Hingga kini diketahui sudah sekitar 800 penumpang menggesekkan atau menempelkan ponselnya di gate stasiun kereta bawah tanah Beijing.

Baca juga: Cina Adaptasi Sistem Pembayaran Tiket Kereta Bawah Via Smartphone Android

Ketika penumpang menempelkan ponsel mereka di gerbang masuk karena menggunakan kode QR, maka hanya memerlukan waktu satu detik untuk masuk ke peron. Hal ini membuat penumpang tidak mengantri mengular dan membuat kepadatan hanya untuk membeli tiket apalagi di jam sibuk.

Data yang didapat, sebanyak 15 persen dari sepuluh juta penumpang kereta bawah tanah Beijing membeli tiket untuk satu arah. Pada hari kerja ada 11 juta penumpang yang menggunakan kereta bawah tersebut.