“Si Gombar” yang Tak Lagi Menghembuskan Uapnya

Ilustrasi lokomotif uap si Gombar

Lokomotif uap saat ini lebih banyak menjadi wahana wisata seperti di Sumatera Barat, Ambarawa, bahkan Solo. Salah satu lokomotif uap yang pernah melintasi rel di Tanah Air adalah si Gombar yang ada di jalur Priangan (Jawa Barat).

Baca juga: Stasiun Cibatu, Nuansa Vintage Yang Tak Lekang Ditelan Zaman

Lokomotif DD52 seri SS1200 atau si Gombar ini awalnya digunakan untuk menarik kereta barang melalui jalur Priangan yang terkenal ekstrem dan berbukit. Hingga akhirnya juga digunakan untuk menarik kereta penumpang yang juga mengangkut barang.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa si Gombar sendiri identik dengan Garut. Nama si Gombar sendiri juga pemberian masyarakat Jawa Barat yang daerahnya dilalui oleh lokomotif uap DD52 tersebut.

Jika dilihat dari dalam kamus bahasa Sunda, Gombar berasal dari manusia jahat pada tahun 1911 yang ada di film Amerika dengan badan besar dan tenaga kuat. Sehingga digunakan masyarakat Jawa Barat untuk menggambarkan hal-hal yang besar dan bertenaga besar pula salah satunya kereta api.

Adapun rute-rute yang pernah di lalu si Gombar di tanah Priangan adalah berikut ini.

– Jalur Bandung-Cianjur-Bogor
– Jalur Bandung-Purwakarta-Cikampek
– Jalur Bandung-Cibatu-Tasikmalaya-Ciamisn
– Jalur Ciamis-Pangandaran
– Jalur Bandung-Dayeuhkolot-Ciwidey
– Jalur Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari
– Jalur Dayeuhkolot-Majalaya
– Jalur Cibatu-Garut-Cikajang

Tetapi, sebelum menghembuskan uap terakhirnya karena penggantian lokomotif uap ke diesel, si Gombar pernah mengangkut kayu dan mengalami kecelakaan tertabrak truk hingga terguling keluar dari rel. Kejadian ini membuat jalur Soreang-Ciwidey di matikan dan stasiun Ciwidey juga ikut tutup tahun 1975.

Namun, selain itu, jalur-jalur yang pernah di lalui si Gombar kini hanya tinggal kenangan. Sebab si Gombar menghembuskan uap terakhirnya di rute Cibatu-Garut-Cikajang pada pertengahan 1983. Kemudian si Gombar dan lokomotif uap lainnya digantikan lokomotif diesel CC200. Lokomotif diesel tersebut melaju melalui jalur yang masih aktif hingga kini yakni jalur selatan yang menghubungkan Jakarta, Cikampek, Purwakarta, Bandung, Cibatu (Garut), Tasik hingga ke Jawa tengah dan Jawa Timur.

Baca juga: KA “Simandra,” Kereta Api Ekonomi Lokal Tanpa Sensasi Mandra

Diketahui, awalnya lokomotif si Gombar tipenya DD52 seri SS1200 didatangkan dari tiga pabrikan berbeda yakni Hanomag (Jerman), Werkspoor (Belanda), dan Hartmaan (Jerman) sebanyak 10 unit. Kini jejak lokomotif si Gombar tipe DD52 seri SS1200 sudah tak lagi ada karena dua unit terakhir dilebur.