Pownis, Mobil Kayu Berbahan Bakar Solar dan Bensin

Pownis, angkutan kota Panggkalpinang-Sungailiat (KabarPenumpang.com)

Jika Bandung punya Bandros, Bangka juga tak mau kalah dengan memiliki Pownis yang sempat menjadi moda transportasi dari Pangkalpinang menuju Sungailiat a (Pinkong-Liatkong). Oto Pownis ini sendiri hadir di Pangkalpinang karena kondisi jalan dan jembatan yang ada di Bangka cukup memadai untuk perjalanan transportasi.

Baca juga: Keliling Bandung Naik Bus Bandros Yuk!

Di tahun 1970, 1980 hingga 1990 Pownis sendiri beroperasi sekitar 53 unit. Pownis ini sebelum mengangkut penumpang dan barang biasanya mengantri sesuai dengan nomor lambung masing-masing baik di terminal Pangkalpinang maupun di Sungailiat. Uniknya mobil ini sama seperti angkutan daerah lainnya yang tidak mengharuskan penumpang turun di terminal melainkan bisa turun di jalan dan kampung sepanjang rute Pangkalpinang-Sungailiat.

Tak hanya sebagai angkutan penumpang dan barang pada masa jayanya, Pownis sendiri bisa di sewa untuk acara keluarga atau kegiatan lainnya. Dari fakta yang didapatkan KabarPenumpang.com saat pameran angkutan masa lampau, Pownis merupakan kendaraan paling unik dimana hampir keseluruhannya terbuat dari bahan kayu seperti tempat duduk, jendela hingga pintunya.

Pownis kini jadi angkutan City Tour Pangkal Pinang (KabarPenumpang.com)

Biasanya kayu yang digunakan adalah kayu Ubak atau Medang, Mentangir dan Menggris. Kaca jendela mobil ini bisa dinaik turunkan sesuai kondisi dan cuaca. Bagasi penumpang ada di bagian atas mobil. Pownis sendiri secara umum dicat warna merah untuk kepala mobil dan warna kuning gading untuk badan mobil. Pownis ini sendiri menggunakan bahan bakar solar dan bensin.

“Pintunya saja berat, ini dibuat dari kayu juga. Tapi untuk bagian luar dari besi seperti mobil lainnya hanya lantai, pintu, kursi dan jendelanya yang kayu. Itu di jendela ada tralis seperti di rumah,” ujar Dista, staff museum Timah Bangka di pameran bus antik JI Expo yang ditemui KabarPenumpang.com, Jumat (23/3/2018).

Sayangnya seiring masuknya kendaraan penumpang ukuran minibus sperti L-3000, Pownis pun perlahan tersisihkan sampai tahun 2000. Namun, Pownis sendiri masih beroperasi hingga tahun 2012 sekitar tujuh unit dan setelah itu hilang seperti ditelan bumi.

Tetapi, Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, pada April 2016 lalu kembali memperkenalkan Pownis untuk kegiatan City Tour Pangkalpinang. Kini ada dua Pownis yang digunakan untuk City Tour supaya membangkitkan memori kolektif masyarakat Bangka akan masa lalu.

“Kita sediakan mobil ini di museum Timah yang ada di kota Pangkalpinang. Gratis dan biasanya beroperasi pada Sabtu-Minggu atau saat liburan. Kita pernah bawa anak PAUD dan TK berkeliling dengan mobil ini. Pembiayaan operasional langsung dari PT Timah, sehingga bagi pengunjung yang ingin menikmati Pownis bisa langsung ke museum dan menikmati keliling Pangkalpinang secara gratis,” Jelas Dista.

Baca juga: Sulap Bus Reyot, Ecotact Hadirkan Bus Toilet Berfasilitas Lengkap!

Rute operasional Pownis dimulai dari museum Timah, masjid Jamik, rumah residen, taman sari, menara air, panti Wangka, RS Bakti Timah, Europeesce Lagere School dan Hollandisch Chineesche School. Kemudian berlanjut melalui GPIB Maranatha, pemakaman Belanda, House of Lay Nam Sen, Gereja Katedral St Yosef, wisma Timah Satoe, Resident Cantoor dan kembali ke museum Timah.