Rollercoaster Mati di Ketinggian 4,8 Meter, Penumpang Minta Tolong Polisi

Rollercoaster mati di taman hiburan Jepang (www.newsweek.com)

Naik rollercoaster di taman hiburan merupakan salah satu permainan ekstrim. Biasanya pengunjung yang menaiki wahana tersebut untuk menguji adrenalin dan keberanian seseorang. Namun, apa daya ketika sebuah rollercoaster tiba-tiba harus berhenti di tengah-tengah permainan?

KabarPenumpang.com melansir dari laman newsweek.com (26/3/2018), bahwa wahana rollercoaster di taman hiburan Arakawa di Arakawa Ward, Tokyo berjalan sangat lambat. Ini berbeda dari rollercoaster lainnya yang berjalan lebih cepat untuk menantang adrenalin.

Baca juga: Priiit..! Dilarang Selfie di Tempat-Tempat Berikut Ini

Saking lambatnya, penumpang yang menaiki rollercoaster tersebut tidak menyadari ketika wahana itu berhenti tiba-tiba. Kejadian ini membuat tujuh orang penumpang dewasa dan 12 anak-anak harus berada di ketinggian 16 kaki atau sekitar 4,8 meter di atas permukaan tanah sekitar setengah hari pada Jumat (23/3/2018).

“Rollercoaster tersebut bergerak sangat lamban. Saya bahkan tidak menyadari bila wahana ini berhenti,” ujar seorang penumpang yang terjebak dalam rollercoaster bersama anaknya.

Wanita yang tidak disebutkan namanya tersebut mengatakan, adanya insiden ini menjadi sangat menakutkan ketika staf wahana memukul bagian belakang kereta dengan palu. Sayangnya, saat itu tidak ada penumpang rollercoaster yang diberitahu bahwa wahana tersebut rusak.

Adanya insiden ini, kemudian membuat beberapa orang berpikir untuk menelpon 110 yang merupakan nomor darurat untuk memanggil polisi. Lalu beberapa memberitahu kepada pihak berwajib masalah yang mereka hadapi saat itu.

Setelah ada yang menghubungi, sekitar satu jam kemudian, pihak kepolisian tiba ditaman hiburan tersebut dan membantu menyelamatkan pengunjung dan semuanya dalam keadaan selamat. Selain itu untungnya, para penumpang permaianan tersebut juga tidak ada yang mengalami luka sedikit pun.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian Ogaki melakukan penyelidikan dan media setempat mengatakan, insiden itu terjadi ketika roda di gerbong pertama terlepas dari rel. Sebenarnya, jika ditelisik lebih jauh, kecelakaan pada rollercoaster sendiri terbilang cukup jarang di taman hiburan seluruh dunia. Pada Kamis (22/3/2018) kemarin, penumpang di roller skater Buzzsaw di Dreamworld, Australia tepatnya di Gold Coast menggantung terbalik dalam perjalanannya yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan.

“The BuzzSaw dikendalikan sensor berhenti diaktifkan hari ini di sekitar 1,40 pm membawa tumpangan untuk segera berhenti,” kata juru bicara Dreamworld.

Kecelakaan itu terjadi kurang dari 18 bulan setelah empat orang tewas dalam perjalanan air di taman hiburan yang sama. Diketahui, taman hiburan Arakawa sendiri dibuka tahun 1950 dan menjadi salah satu taman hiburan yang dioperasikan di Tokyo.