Setelah 45 Tahun, Jalur Kereta Api Kamboja-Thailand Dibuka dengan Sejumlah Syarat

Jalur kereta api di Kamboja (The Cambodia Daily)

Perang Sipil yang meletus di Kamboja pada 1970 membawa dampak besar, selain puluhan ribu nyawa melayang, infrastruktur transportasi pun ikut  menjadi korban, seperti jalur kereta yang menghubungkan antara ibu kota Kamboja Phnom Penh dan Bangkok sebagai ibu kota Thailand. Dan setelah 45 tahun berlalu, jalur kereta sepanjang 48 kilometer tersebut dibangun kembali dan beroperasi pada Rabu (4/4/2018) melewati kota di perbatasan Kamboja, Poipet dan Sisophon.

Baca juga: Gunakan Armada ‘Sementara’, Menteri Transportasi Kamboja Resmikan Layanan Kereta Bandara

KabarPenumpang.com melansir dari laman scmp.com (4/4/2018), sayangnya beberapa bagian dari rel kereta antara Sisophon dan Phnom Penh masih dalam tahap renovasi dan pekerjaan tersebut diharapkan selesai akhir tahun 2018 ini. Sebenarnya renovasi ini juga dilakukan untuk membuka kembali jaringan kereta api dari ibu kota Phom Penh di Kamboja dengan Bangkok di Thailand.

Namun, hal tersebut belum bisa dipastikan kapan akan kembali beroperasi secara utuh. Sebab, Menteri Transportasi Kamboja, Sun Chantol mengatakan, pihaknya masih melakukan negosiasi dengan Thailand terkait masalah perbatasan yang belum selesai.

Diketahui, jalur kereta api yang selesai pada Februari 2018 lalu ini, menambahkan rute transportasi baru ke Southern Economic Corridor serta memiliki jalur yang akan menghubungkan Bangkok melalu iPhnom Penh ke kota Ho Chi Minh di Vietnam Selatan.

Sebenarnya panjang bentang rel antara kota Phom Penh dan Poipet adalah 386 km yang selesai pada 1942 silam dengan waktu pengerjaan 13 tahun. Namun tahun 1973 lalu sekitar 48 km rel tersebut rusak berat yang menghubungkan Sisophon dan kota perbatasan Poipet karena perang sipil di Kamboja.

Untungnya tahun 2009 lalu, Asian Development Bank memberikan US$13 juta atau sekitar Rp179 miliar untuk membangun kembali jalur sepanjang 42 km. Hal ini menyisakan enam kilometer, agar pemerintah Kamboja yang meneruskan pembangunan jalur tersebut.

Baca juga: Museum Kereta Api Bondowoso, Saksi Sejarah Gerbong Maut Pengangkut 100 Pejuang Kemerdekaan

Awalnya segmen ini akan selesai pada pertengahan 2016 lalu, tetapi di tunda beberapa kali karena masalah hukum dan sengketa tanah. Menurut Direktur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi Kamboja, Vasim Soraya, sengketa tersebut bermasalah dengan penduduk yang tinggal di sepanjang rel kereta api itu.