Remajakan Armada, MRT Singapura Adopsi Kursi Lipat Guna Antisipasi Lonjakan Penumpang

Sumber: channelnewsasia.com

Jika Indonesia masih disibukkan dengan proses pembangunan jaringan Mass Rapid Transit (MRT) pertamanya, berbeda dengan negara lain yang sudah melakukan beberapa inovasi terharap moda transportasi berbasis massal ini. Sebut saja salah satu negara yang menjadi pionir hadirnya MRT, Singapura kini tengah mengakali bagaimana caranya untuk mengatasi lonjakan penumpang ketika peak hours. Karena tidak bisa dipungkiri, MRT menjadi moda andalan warga Singapura untuk mobilisasi.

Baca Juga: Versi Terbaru SMRConnect, Mampu Informasikan Kepadatan Penumpang di Jalur MRT Singapura

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (28/2/2018), sebanyak 12 rangkaian tengah disiapkan oleh pihak SMRT sebagai armada pertama yang memiliki kursi lipat. Adapun tujuan dari pengadaan moda ini adalah untuk menciptakan lebih banyak ruang untuk berdiri ketika kereta tengah mengular di jam sibuk. Dengan begitu, masalah terkait kepadatan penumpang di jam-jam khusus diharapkan dapat diatasi.

Diketahui, kereta yang nantinya akan beroperasi di North-South dan East-West Lines (NSEWL) ini memiliki empat deret kursi lipat berkapasitas tiga penumpang. Tentu tidak semua kursi di dalam gerbong SMRT bisa dilipat, dengan eksistensi penumpang prioritas padajam sibuk sebagai pertimbangan utamanya. Jika semua kursi di desain dapat dilipat, dapat dibayangkan jika ada seorang tua renta atau ibu hamil yang dipaksa berdiri berdesak-desakan selama perjalanan. Tentu hal tersebut akan menurunkan ‘nilai’ dari SMRT itu sendiri.

Kursi inovatif ini pun hanya akan dilipat pada periode puncak jam sibuk, yaitu pagi  dan sore. Sebagai penumpang, Anda tidak bisa sembarangan melipat atau menurunkan kursi ini, hanya orang-orang tertentu seperti masinislah yang dapat mengubah mode dari kursi ini.

Tidak hanya itu, SMRT juga kini akan dilengkapi dengan logo Land Transport Authority (LTA) untuk pertama kalinya, dimana kereta ini akan dihiasi oleh garis merah dan hijau yang selama ini menjadi  warna identitas dari NSEWL, dengan latar belakang warna putih.

Adapun ke 12 rangkaian kereta baru ini tengah dirakit oleh Kawasaki Sifang Consortium yang ada di Cina. Pihak LTA sendiri mengatakan telah menempatkan sejumlah insinyurnya di pabrik di Qingdao untuk memastikan apakah produkyang mereka hasilkan telah memenuhi tingginya kriteria standar secara konsisten selama masa perakitan dan pengujian kereta api.

Baca juga: Muat Lebih Banyak Penumpang di Jam Sibuk, Kereta Komuter di New York Adopsi Kursi Lipat

Menurut informasi dari laman sumber, kereta tersebut telah dikirim ke Singapura untuk dilakukan uji coba lanjutan. Jika tak ada aral melintang, kereta ini akan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun 2018 ini. Tidak hanya mendatangkan kereta baru, LTA juga akan menarik sejumlah kereta yang sudah beroperasi lebih dari 30 tahun, guna melakukan  peremajaan.