‘Ojek Sepeda’ Kembali Hidup, Grab Menjadi Yang Kedua Beredar

GrabCycle diluncurkan pertama kali di Singapura (Channel News Asia)

Meski kini tergerus zaman dan lebih banyak terlupakan, sepeda sebagai alat transportasi pribadi atau sebagai ojek seperti di kawasan Kota Tua masih digunakan oleh beberapa pecinta sepeda. Bahkan, kini sepeda lebih banyak sebagai penunjang olah raga bukannya untuk transportasi dan menjadi minoritas dibandingkan angkutan umum lainnya yang membuat udara kota menjadi buruk karena polusi hasil dari knalpot kendaraan.

Baca juga: Populasi Ojek Online Meroket, Apakah ini Pertanda Bagus Untuk Ibu Kota?

Namun, seperti bangkit dari mati surinya, kini ojek sepeda mulai kembali merajai dunia dan berkembang kembali melalui platform ride sharing. Seperti Uber yang sudah memulainnya di San Francissco, Amerika Serikat dan bekerja sama dengan JUMP melalui layanan bike sharingnya.

Hal tersebut kemudian diikuti oleh Grab yang menghadirkan layanan GrabCycle baru-baru ini. KabarPenumpang.com melansir dari laman channelnewsasia.com (9/3/2018), hadirnya GrabCycle ini adalah jasa yang diluncurkan GrabVentures sebagai proyek pertamanya.

GrabVentures sendiri difokuskan menangani proyek vertikal diluar taksi seperti pembayaran dan transportasi. Sebenarnya dinamakan GrabCycle, karena menawarkan berbagai layanan mulai dari bike sharing sampai sekuter listrik.

Penyewaan sepeda ini Grab akan memanfaatkan GrabPay, layanan uang elektronik atau sistem pembayaranan non tunai untuk memudahkan transaksi. Head of GrabVentures Reuben Lai mengatakan, layanan GrabCycle tersebut akan dimulai pada negara Singapura untuk kawasan Asia Tenggara.

Tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan akan menyasar semua negara di Asia Tenggara dan tak terkecuali di Indonesia.

“Fokus kami adalah mengujinya untuk memastikan kami mendapatkan konsumen di sini menyukainya. Apabila konsumen menyukainya, maka tidak ada yang menghentikan kami untuk terus mengembangkannya di seluruh Asia Tenggara,” ujar Lai.

Baca juga: Yakin, Uber Mau Rajai Operasional Bus Inggris?

Diketahui, saat ini GrabCycle di Singapura bermitra dengan empat operator yakni oBike, GBikes, Anywheel dan PopScoot. Lai mengkali, dengan GrabCycle ini bisa menjadi pelengkap jaringan transportasi umum yang telah disediakan. Adanya penyewaan sepeda juga bisa membantu penghijauan kota yang lebih asri, ramah lingkungan dan layak untuk dihuni.

“Dengan GrabCycle, kita melangkah lebih dekat ke arah visi menjadi platform dengan pilihan transportasi yang sesuai dengan kebutuhan,” tuturnya.