Lanjutkan Asa N250 yang Tenggelam, Ini Dia R80 Besutan B.J. Habibie

Sumber: brilio.net

Siapa yang tidak kenal B.J. Habibie? Mantan Presiden Indonesia ke-3 ini memang terkenal akan kepintarannya, terutama di dunia industri dirgantara. Mimpi pria pemilik nama asli Bacharuddin Jusuf Habibie di dunia penerbangan seakan tidak pernah ada habisnya.

Baca Juga: Singapore AirShow 2018: Airbus Perkenalkan A350-1000 Untuk Pasar Trans-Pasifik

Seolah tidak puas dengan hanya mendirikan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) – yang kini berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia – suksesor Presiden Soeharto ini membangun perusahaan keduanya yang masih terkait  dengan dunia aviasi yang diberi nama PT Regio Aviasi Industri.

Melalui perusahaan keduanya tersebut, Habibie memprakarsai sebuah proyek pembangunan pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop bernama R80. Sesungguhnya, R80 merupakan kembangan dari N250 yang pernah diciptakan Habibie pada era 90-an.

Kala itu, pesawat yang melakukan penerbangan perdananya pada Agustus 1995 ini sempat dielu-elukan dan menyandang gelar sebagai pesawat kebanggaan Indonesia.

Namun sayang, lansiran KabarPenumpang.com dari laman detik.com menyebutkan bahwa proyek N250 yang belum masih menjalani proses sertifikasi dari Kementerian Perhubungan terpaksa ‘dimatikan’ pada tahun 1998. Kala itu, Presiden Soeharto atas rekomendasi lembaga kreditor International Monetary Fund/IMF meminta proyek N250 dihentikan.

Walaupun asa untuk mengudara dari pesawat yang mampu mengangkut 50 penumpang ini pernah kandas, namun semangat Habibie untuk membangkitkan kembali industri dirgantara di Indonesia tidaklah padam sampai di situ. Berkolaborasi dengan anaknya, Ilham Akbar, mereka berdua lalu melanjutkan misi untuk mengembangkan R80.

Dilansir dari TheJakartaPost.com (8/1/2018), sejumlah perusahaan seperti ceknricek.com mendukung penuh langkah Habibie ini. Adapun langkah yang ditempuh oleh anak perusahaan Bintang Group ini adalah dengan cara mengumulkan dana melalui metode crowdfunding. Tidak hanya ceknricek.com, platform digital lain, kitabisa.com pun sebelumnya telah menerapkan dukungannya dengan metode serupa.

Untuk membangun prototipe R80 yang memiliki kapasitas 80 hingga 92 kursi ini, PT Regio Aviasi Industri membutuhkan dana sekitar US$1,5 miliar atau yang setara dengan Rp20,5 triliun. Dengan dukungan dari sejumlah pihak tersebut, diharapkan pesawat ini bisa mulai dipasarkan pada tahun 2024 mendatang.

Baca Juga: Kebanjiran Pesanan, Boeing 737 MAX Toreh Sejarah Penjualan Pesawat Tercepat di Dunia

Adapun panjang dari pesawat yang prototipenya diluncurkan pada tahun 2017 kemarin ini mencapai angka 32,42m. Dengan bentang sayap 28,82m, pesawat ini mampu menempuh kecepatan maksimum hingga 330 knots atau sekitar 611 km per jam. Pesawat yang digadang mampu menyaingi kedigdayaan dari Airbus dan Boeing ini mampu mengarungi jarak tempuh hingga 800 nautical miles, dengan ketinggian jelajah 17.500 kaki.

R80 dilengkapi dengan teknologi fly by wire, yaitu sebuah sistem kendali yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah. Selain itu, pesawat ini juga dilengkapi teknologi yang mampu meminimalisir suara kebisingan yang dihasilkan oleh baling-baling pada sisi kanan dan kiri sayap pesawat.