Ini Dia! Tips Mengemudi Aman ala National Advanced Driving Simulator Laboratories

ilustrasi mengemudi. sumber: tribun

Apakah Anda pernah mengalami gangguan ketika sedang berkendara? Nampaknya hampir semua pengendara tidak dapat menampik pertanyaan tersebut. Semua pengendara pasti pernah mengalami gangguan selama mereka tengah berkonsentrasi untuk mengemudikan kendaraannya. Tapi sepertinya pertanyaan kedua ini nampaknya akan menimbulkan banyak varian jawaban. Apa yang Anda lakukan untuk mengatasi gangguan yang datang ketika Anda tengah berkendara? Tentu setiap jawaban yang terlontar memiliki pembelaannya masing-masing.

Baca Juga: Duh! Terlalu Sering Gunakan GPS Bisa Turunkan Kinerja Otak

Ya, gangguan yang datang ketika Anda tengah berkendara bisa datang dari mana saja. Mulai dari pesan yang masuk ke ponsel Anda, mengatur ulang GPS Anda, hingga tangisan si kecil yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Bagi sebagian dari Anda yang memanfaatkan keterampilan Multi-Tasking ketika berkendara, tentu hal tersebut akan sangat berbahaya bagi keselamatan Anda sendiri.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman thegazette.com, Direktur National Advanced Driving Simulator Laboratories, Dr. Daniel McGehee menyebutkan bahwa ada tiga jenis gangguan yang datang ketika Anda tengah berkendara: visual, manual, dan kognitif.

Segala macam gangguan yang memaksa Anda untuk memalingkan pandangan dari jalan disebut gangguan visual. Baik itu Anda mengecek ponsel untuk memperbaiki GPS, atau menenangkan si kecil yang menangis di bangku belakang.

Sementara itu, Dr. Daniel menyebutkan bahwa gangguan manual dimulai ketika Anda mulai melepaskan kemudi dari tangan Anda, untuk apapun itu masalahnya. Mulai dari memasukkan ulang koordinat GPS di ponsel hingga menggunakan make up ketika sedang terjebak macet atau berhenti di lampu lalu lintas.

Lebih lanjut, Dr. Daniel mendeskripsikan gangguan kognitif sebagai gangguan yang berasal dari pemikiran si pengemudi, seperti melamun, atau penggunaan aplikasi text-to-type dimana ponsel akan mengetik secara otomatis sesuai dengan kalimat yang Anda sebutkan. Namun menurutnya, gangguan semacam ini terbukti meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas.

“Dengan Anda berbicara selama berkendara, itu secara tidak langsung akan memecahkan konsentrasi Anda,” tutur Dr. Daniel. “Mungkin kebanyakan dari Anda merasa percaya diri ketika melakukan segala sesuatunya secara berbarengan, namun secara tidak disadari, hal tersebut memaksa otak kita untuk mengalihkan fokus secara cepat dan lama kelamaan itu akan membuyarkan konsentrasi otak yang dampaknya akan sangat berbahaya,” imbuhnya.

Berlandaskan pada penjelasannya, Dr. Daniel mengatakan bahwa ada baiknya untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum kita mulai berkendara, mulai dari mempertimbangkan untuk menggunakan kacamata hitam, menyetel posisi bangku senyaman mungkin, memasukkan koordinat GPS dengan benar, atau bahkan mematikan ponsel Anda ketika hendak berkendara. Semua itu dilakukan semata-mata untuk mengingkatkan konsentrasi selama berkendara.

Baca Juga: Penggunaan GPS Diperdebatkan, Inilah Tips Aman Menggunakannya!

Untuk gangguan dari si buah hati yang duduk dengan kursi khusus di jok belakang, persiapkanlah hal-hal yang dapat mencegah si kecil menangis selama kita sedang berkendara. “Karena dengan kesadaran akan keselamatan dan persiapan yang matang sebelum berkendara akan meningkatkan peluang Anda untuk tiba di tujuan dengan selamat.” Tutupnya.