Finlandia Rangkul Rusia Garap Kereta Cepat Rute Helsinki-Moskow

Belum lama ini, Finlandia dikabarkan telah menyatakan minatnya terhadap proyek kereta cepat Rusia. Nantinya, proyek tersebut akan menghubungkan ibukota Finlandia, Helsinki, dengan Moskow hanya dalam waktu enam jam, jauh lebih cepat dibanding kereta saat ini yang membutuhkan waktu hingga 8 jam. Jarak antara Moskow dan Helsinki terpaut sekitar 900 km.

Baca juga: Buktikan Kemandirian Rusia, Putin Resmikan Jembatan Kereta yang Hubungkan Rusia-Crimea

Selain untuk mempersingkat waktu, proyek kereta cepat tersebut digadang-gadang dapat meningkatkan arus wisatawan antar kota-kota di Finlandia dan Rusia.

Proyek ini (kereta cepat Helsinki-Moskow) sebetulnya adalah pengembangan dari proyek sebelumnya yang lebih dahulu dicanangkan, yakni kereta cepat antara Moskow dan St. Petersburg yang diperkirakan akan mulai dibangun pada tahun 2026. Pemerintah Rusia memperkirakan proyek tersebut akan memakan biaya sebesar 1,5 triliun rubel atau 24 miliar dolar AS.

Seperti dikutip dari laman themoscowtimes.com, Rabu (22/1), dalam rangka merealisasikan rencana tersebut, Menteri Perdagangan Luar Negeri Finlandia, Ville Skinnari, dikabarkan sudah melakukan pertemuan perdana dengan kepala Kereta Api Rusia, Oleg Belozerov, dalam kunjungan resminya ke ibukota Rusia, pekan lalu.

“Finlandia tertarik pada proyek semacam itu yang akan membantu meningkatkan arus wisatawan di kedua arah, dan kami siap untuk terus membahas (proyek ini) dengan pemerintah Anda,” kata Skinnari, seperti dilaporkan kantor berita RBC.

Baca juga: ARJ Holding, Investor Eksternal Pertama Untuk Proyek Terowongan Kereta Bawah Laut Terpanjang di Dunia

Selain bertemu dengan Oleg, Menteri Perdagangan Luar Negeri Finlandia dan rombongan juga bertemu dengan pelaksana tugas (plt) wakil perdana menteri sementara Rusia, Dmitry Kozak, dan plt menteri pembangunan ekonomi, Maxim Oreshkin, selama dua hari melakukan kunjungan.

“Kami membahas prospek kerja sama di bidang perdagangan, bisnis, dan digitalisasi – bidang di mana Rusia menunjukkan kemajuan yang kuat,” pungkasnya.

Antisipasi Coronavirus, Cathay Pacific Izinkan Pramugari Kenakan Masker

Maskapai Cathay Pacific secara resmi mengizinkan awak kabin untuk mengenakan masker bedah saat bertugas dalam penerbangan dari dan ke China daratan. Hal itu dilakukan akibat kekhawatiran terhadap coronavirus jenis baru yang semakin memuncak. Selain itu, maskapai pelat merah Hong Kong tersebut juga memberi pilihan kepada penumpang untuk membatalkan atau mengubah jadwal perjalanan mereka ke Wuhan (pusat penyebaran virus), tanpa dikenakan potongan hingga 15 Februari mendatang.

Baca juga: Coronavirus Menyebar! Air China Cek Langsung Kesehatan Penumpang di Dalam Kabin

Munculnya keputusan Cathay untuk memberikan izin kepada para awak kabin agar dapat mengenakan masker tak lepas dari desakan yang terjadi di tubuh internal mereka. Sejak Selasa lalu, serikat pramugari Cathay, memang telah menyerukan izin untuk penggunaan masker di semua penerbangan secara global, karena kasus juga telah dikonfirmasi di Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Desakan dari para serikat pramugari Cathay tersebut bisa dibilang sangat wajar. Mengingat, mereka (serikat pramugari) juga didesak oleh para anggota yang merasakan ancaman dari sekitar 300 penumpang dalam setiap penerbangan ke seluruh dunia sejak coronavirus pertama kali merebak.

“Semua dari mereka khawatir tentang risiko yang mereka ambil setiap kali mereka pergi bekerja,” kata serikat pekerja di halaman Facebook-nya, seperti dikutip laman japantimes.co, (Kamis, 23/1) . “Sudah waktunya bagi perusahaan untuk mengatasi kekhawatiran mereka dengan benar dan memungkinkan kru kabin memakai masker di semua penerbangan,” tulisnya.

Masih dalam kaitannya dengan pencegahan coronavirus, belum lama ini, Cathay juga mengatakan bahwa atas perintah dari otoritas kesehatan Hong Kong, pihaknya akan memperketat pengecekan kesehatan penumpang. Di samping itu, mereka juga akan menyediakan masker dan tisu antiseptik di gerbang keberangkatan dalam penerbangan dari Wuhan ke Hong Kong.

“Staf kami yang berhubungan langsung dengan penumpang diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, serta tetap siaga dan waspada saat sedang melayani penumpang yang mengalami gejala penyakit menular,” kata Cathay.

Seperti yang telah diketahui, wabah coronavirus, yang dimulai di kota Wuhan di Cina tengah, merebak ketika jutaan orang Cina bersiap untuk ‘pulang kampung’ dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek. Hal itu dikhawatirkan akan memperbesar risiko penularan. Sebab, dikabarkan, coronavirus sudah pada tahap penyebaran kepada sesama manusia.

Pihak berwenang di China sendiri telah melaporkan, pada Senin malam jumlah total infeksi coronavirus di China telah meningkat menjadi 217, termasuk 198 di Wuhan, 14 di Guangdong, dan 5 di Beijing. Tak lama setelah laporan itu dirilis, Komisi Kesehatan Nasional China mengkonfirmasi kasus pertama di Shanghai. Kemudian, pada Selasa lalu juga dikabarkan bahwa enam orang dinyatakan telah meninggal akibat virus corona jenis baru tersebut.

Cepatnya penyebaran coronavirus, tentu saja membuat langkah Cathay untuk bangkit dari keterpurukan semakin berat. Sejak protes anti-pemerintah dimulai Juni tahun lalu, maskapai tersebut telah merasakan dampak langsung anjloknya perjalanan dari dan ke Hong Kong; yang memaksa mereka mengurangi kapasitas dan menunda pengiriman empat pesawat. Bahkan, pada periode Januari ini, saham Cathay juga tengah anjlok sebesar 10 persen.

Baca juga: Cegah Coronavirus, Angkasa Pura I Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Asal Cina

Analis Jefferies mengatakan, bila situasi ini kasus terus meningkat dan wabah coronavirus menyerupai wabah sindrom pernapasan akut 2003 (SARS), saham Cathay dan operator China daratan lainnya kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan dalam beberapa waktu mendatang,.

“Selama SARS pada 2003, harga saham mencapai titik terendah hanya tempo dua bulan setelah virus tersebut pertama kali dikonfirmasi oleh WTO pada 26 Februari 2003 dan membuat total perjalanan wisatawan ke China menurun hingga Juni 2003,” katanya.

Viral, Surat Pelancong untuk Manajer Bandara Soekarno-Hatta

Hal unik dan mengesankan baru saja menjadi viral yakni sebuah surat dalam secarik kertas kecil yang ditulis tangan oleh seorang pelancong Jepang ketika berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mungkin orang-orang berpikir itu adalah surat cinta untuk kekasihnya.

Baca juga: Trafik Padat di Bandara Halim, Boeing 737 NG Batik Air Terpaksa ‘Divert’ ke Bandara Soetta

Namun ternyata surat itu ditujukan kepada manager pengelola Bandara Soetta. Isinya bahkan tidak diduga yakni ucapan terimakasih sekaligus takjub dengan para petugas kebersihan bandara.

KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, surat yang berbahasa Inggris tersebut ditulis oleh pelancong Jepang bernama Noriyuki N. Dalam surat itu dia menjelaskan bahwa petugas kebersihan Bandara Soetta patut mendapatkan apresiasi atas pekerjaan mereka.

Penasaran dengan surat Noriyuki? Berikut isi suratnya setelah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

“Dear manager,
Saya Noriyuki N. Ini adalah kedua kalinya saya berkunjung ke Bandara kamu. Bandara ini sangat bersih! Staf yang ada di sini sungguh luar biasa. Pagi ini saya melihat perempuan muda sedang membersihkan karpet yang ada di ruang lounge. Saya tahu apa yang dia lakukan adalah suatu rutinitas. Bagaimana pun, saya terkesima dengan cara dia membersihkan tempat sampah. Bagian atas tempat sampah itu terbuat dari besi dan saya tahu itu berat. Dia mengelap bagian atas dan dalam tempat sampah tersebut. Dia pun mengecek lagi apakah masih ada sampah di dalamnya atau tidak. Tidak ada satu orang pun di Jepang yang bisa melakukan hal ini. Saya ingin tahu apakah dia memiliki pelatihan khusus.
Bandara ini begitu besar. Banyak yang bisa dilihat di sini. Tapi saya pikir pegawai kalian memberi pesan pada kita semua (pengunjung); Selalu jaga kebersihan dan bersikap ramah” .

“Kamu harus sangat bangga dengan apa yang dilakukan pegawaimu sebagai aset terbaik” .

Viralnya potongan surat ini karena akun @mantriss yang membagikan nya ke Twitter. Akun tersebut memberi caption, “ Surat yang ditulis WN Jepang yang terkesan oleh kerja seorang tenaga kebersihan di bandara Soekarno Hatta. Ikut bangga,” tulisnya akun @mantriss.

Baca juga: Geger Video Menu dengan Tulisan Tangan, Garuda Indonesia Keluarkan Surat Larangan Ambil Gambar di Kabin!

Bila di telisik lebih lagi, sepertinya ini ungkapan pertama dan menjadi satu-satunya surat cinta tentang kebersihan untuk manajer pengelola bandara dari pelancong mancanegara. Mungkin saja setelah ini akan ada Noriyuki lain yang memuji pekerja bandara.

Ada Batu di Dalam Salad Dibilang ‘Kacang Kering,’ Air Canada Kena Semprot Penumpang!

Seorang pria asal Toronto, Kanada, marah dalam sebuah penerbangan yang dinaikinya bersama istri dan anaknya dalam tujuan kembali ke Toronto dari Zurich menggunakan Air Canada. Pria bernama Ayman Amer tersebut marah-marah lantaran ada batu di dalam makanan yang diberikan kepada istrinya.

Baca juga: Kali Ini Gigi Manusia Ditemukan di Dalam Makanan Singapore Airlines

Dia mengatakan tak lama setelah pesawat mengudara, awak kabin membagikan makanan kepada penumpang. Ayman mengaku makanan yang dibuka istrinya adalah salad yang berisikan buncis dan kacang-kacangan.

“Saat itu istri saya menjerit ‘Ahh..’ dan mengeluarkan sesuatu yang tampak seperti batu,” ujar Ayman yang dikutip KabarPenumpang.com dari ctvnews.com (22/1/2020).

Karena hal tersebut dirinya memanggil awak kabin dan mengadukan apa yang ada dalam makanannya.

“Awak kabin itu mengambil salad dan kemudian pergi,” kata Ayman.

Dia kemudian meminta salad itu kembali untuk mengambil gambar batu dalam makanan tersebut. Namun awak kabin itu menolak dan awak kabin senior kembali dan mengklaim batu itu adalah kacang yang kering

Merasa tak setuju, Ayman meminta untuk memeriksa kacang kering dan melihatnya dibawah cahaya. Setelah memeriksa lebih lanjut, Ayman menegaskan benda itu adalah batu.

“Istri saya bisa saja tersedak atau giginya patah. Belum lagi putra saya yang berusia sepuluh tahun,” kata Ayman.

Ayman karena masalah ini mengajukan laporan dan Air Canada akan menghubungi tetapi tidak pernah menerima tanggapan. Hari-hari berikutnya dia mengatakan melakukan beberapa upaya agar bisa berhubungan dengan Air Canada tetapi tetap sulit.

Ayman mengatakan, akhirnya pihak Air Canada menghubungi dirinya dan menawari voucher $100 untuk digunakan pada perjalanan mendatang.

“Saya tidak percaya bagaimana mereka menanganinya. Itu konyol. Ini tidak pernah terjadi pada maskapai lain,” kata Ayman.

Ayman mengatakan situasi tersebut adalah “bencana” dan berharap bahwa tidak ada penumpang lain yang akan mengalami hal serupa. Pendukung hak penumpang udara Gabor Lukacs mengatakan bahwa insiden itu ‘disayangkan.’

Baca juga: Sempat Termakan Penumpang, Ternyata Ada Jamur di Dalam Saus Hummus

“Di bawah Konvensi Montreal, tidak jelas apakah penumpang berhutang apa-apa (selama mereka akhirnya mendapatkan makanan mereka). Jadi, saya akan mengambil $ 100 dan melanjutkan jika saya berada dalam posisi penumpang,” kata Gabor.

Gabor mengatakan, bahwa insiden itu kedengarannya seperti sebuah kelalaian, yang tidak menguntungkan Air Canada.

 

 

‘Move on’ dari Kasus 737 MAX, Boeing Siap Uji Terbang Perdana Seri 777X

Serangkaian kecelakaan dan kerusakan sistem pada Boeing 737 MAX sontak membuat nama besar Boeing terpuruk hingga titik nadir. Namun, produk Boeing yang lain rupanya masih dapat memberi harapan cerah, pabrikan asal negeri Paman Sam itu akhirnya mulai move on secara perlahan. Seperti baru-baru ini, pengembangan Boeing 777X, pesawat baru pertama sejak seri 737 MAX diluncurkan, dikabarkan akan segera melakukan penerbangan perdananya pada akhir pekan ini.

Baca juga: Qatar Airways Umumkan Jadi Maskapai Pertama yang Operasikan Boeing 777X

Sebagai pesawat hasil pengembangan terbaru, tentu saja pesawat tersebut memiliki sejumlah keunggulan. Pesawat 777X dilaporkan mampu menampung hingga 425 penumpang dengan kabin lebih luas dan jendela lebih besar. Model terbaru 777X ini juga memiliki panjang bodi 76,8 meter dan lebar sayap 71,6 meter. Cukup besar dikelasnya.

Tak hanya itu, Boeing juga mengklaim pesawat terbarunya itu sebagai yang terbesar dan pesawat dengan dua mesin jet paling efisien pertama yang mampu mengangkut lebih dari 400 orang. Bila dibandingkan dengan Airbus A350, pesawat ini dinilai lebih hemat bahan bakar hingga 12 persen.

Dilansir dari aerotime.aero, Rabu (22/1), rencananya, uji terbang pertama 777X akan dilakukan di Seattle. Belum jelas kapan waktu pastinya pesawat tersebut akan mengudara. Segalanya masih tergantung pada cuaca. Menurut laporan Reuters, bila cuaca mendukung, uji terbang perdana mungkin dilakukan pada hari Kamis atau Jumat pekan ini.

Tersiarnya kabar Boeing ingin melakukan uji terbang sebetulnya cukup mengangetkan, bahkan mengarah pada tindakan untuk mempercepat proses pengembangan, mengingat mereka membutuhkan terobosan baru untuk mengangkat kembali kepercayaan publik.

Sebelumnya, pesawat ini digadang untuk pertama kali akan melakukan uji terbang perdana pada pertengahan tahun 2019, berbarengan dengan event Paris AirShow 2019 (17-23 Juni 2019). Namun, masalah dalam pengembangan mesin GE9X, yang dirancang khusus untuk jet baru, membuat jadwal molor dari yang sudah ditetapkan. Pada akhirnya, masalah tersebut bisa terselesaikan dengan baik menjelang pergantian tahun, yang ditandai dengan pemasangan proses instalasi kelistrikan pada pesawat.

Pada bulan September 2019, masalah lainnya juga sempat terjadi. Kala itu, pintu kargo saat pesawat menjalani uji statik Boeing 777X “meledak” selama uji tegangan darat. Badan pesawat mengalami kerusakan tekanan tinggi tepat saat mendekati tes terberat yang harus dilewati untuk mendapatkan sertifikasi mesin jet. Pada akhirnya, insiden itu tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jadwal uji terbang perdana.

Baca juga: Gunakan Sayap Lipat nan Unik, Akankah Boeing 777X Jadi Pesawat Paling Efisien?

Meskipun demikian, berbagai kekurangan yang dapat membuat jadwal uji terbang perdana gagal mungkin masih bisa terjadi. Setelah dua kecelakaan fatal yang terjadi di seluruh dunia dari seri Boeing 737 MAX, Boeing memang selalu menjadi sorotan. Belum jelas bagaimana kekurangan yang terdeteksi selama pengembangan MAX akan mempengaruhi program pengembangan pesawat lainnya di masa mendatang.

Boeing 777X, sendiri adalah penerus model pesawat Triple Seven sebelumnya, memiliki karakteristik yang spektakuler. Desain sayap lipat milik 777X mengingatkan pada pesawat tempur F/A-18 milik militer AS. Fitur baru ini disebut memudahkan proses mendarat dan lepas landas. Selain itu,. Dengan berbagai kelebihan tersebut, diharapkan, seri 777X dapat melayani penumpang secara komersial pada tahun 2021.

Cegah Coronavirus, Angkasa Pura I Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Asal Cina

Belum ditemukannya vaksi untuk Coronavirus menyebabkan penyebaran virus ini begitu menakutkan. Bukan hanya telah menjadi wabah di wilayah Cina, Coronavirus dilaporkan kini telah menyebar ke Korea Selatan, Hong Kong, Vietnam dan Singapura. Dan, guna mencegah wabah Coronavirus, pintu kedatangan internasional di bandara-bandara mulai dilakukan pengetatan, terutama untuk memantau kondisi kesehatan penumpang yang baru turun dari pesawat.

Baca juga: Coronavirus Menyebar! Air China Cek Langsung Kesehatan Penumpang di Dalam Kabin

Seperti PT Angkasa Pura I (Persero) diwartakan melakukan pengetatan pemeriksaan kesehatan penumpang internasional di seluruh bandara yang dikelola untuk mencegah penyebaran Coronavirus di Indonesia.

Pengetatan pengawasan dilakukan Angkasa Pura I bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melalui pengoptimalan penggunaan thermal scanner untuk mendeteksi peningkatan suhu tubuh penumpang yang dipasang pada area kedatangan dan menerbitkan Kartu Kewaspadaan Kesehatan untuk memonitor kesehatan penumpang.

“Sebagai pengelola bandara internasional yang menjadi gerbang utama masuknya wisatawan ke Indonesia, kami menyadari potensi ancaman Coronavirus masuk ke Indonesia. Pengetatan pemeriksaan kesehatan penumpang ini merupakan langkah kami untuk mencegah masuknya virus Korona melalui wisatawan yang masuk ke Tanah Air, khususnya dari beberapa negara-negara yang telah terjangkit,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam pesan tertulis (22/1/2020).

Bali dan Manado merupakan tujuan destinasi wisatawan terbesar asal Cina yang datang melalui bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I. Sepanjang tahun 2019 lalu, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dilewati lebih dari dari 1,19 juta penumpang asal Cina. Sedangkan Bandara Sam Ratulangi Manado dilewati lebih dari 116 ribu penumpang asal Cina. “Memasuki libur Tahun Baru Imlek ini, Bali dan Manado berpotensi mengalami peningkatan kunjungan wisatawan asal Cina sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaannya,” kata Faik Fahmi.

Baca juga: Dalam Sosis yang Dibawa Penumpang, Virus Flu Babi Afrika Ditemukan di Bandara Hokkaido

Jika terdapat penumpang yang teridentifikasi memiliki kondisi suhu tubuhnya di atas 38 derajat serta memiliki gejala umum batuk, demam, sesak napas, dan memiliki riwayat perjalanan penerbangan dari Cina; Angkasa Pura I akan langsung berkordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk selanjutnya penumpang tersebut akan dilakukan penanganan khusus.

Pisah dari Garuda Indonesia, Sriwijaya Air Buka Rute Lama yang Tak Beroperasi

Setelah pisah alias pecah kongsi dengan PT Garuda Indonesia, Sriwijaya Air mulai fokus memulihkan operasional penerbangannya. Direktur Operasional Sriwijaya Air Didi Iswandy mengatakan, ada kemungkinan pihak maskapai membuka sejumlah rute yang sempat tak lagi diterbangi ketika bersama Garuda Indonesia.

Baca juga: Setelah Sempat Rujuk, Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Resmi Pecah Kongsi

Dia mengatakan, polemik yang terjadi dengan Garuda Indonesia November 2018 kemarin membuat mereka tak lagi menerbangi rute Jakarta – Malang, Jakarta – Tanjung Karang dan Jakarta – Banyuwangi.

“Kami masih mengantongi izin rute dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk tiga destinasi tersebut,” ujar Didi yang dikutip KabarPenumpang.com dari tempo.co (21/1/2020).

Dia mengatakan, jika sewaktu-waktu Sriwijaya akan menerbangkan pesawat mereka kembali ke rute-rute itu, pihak regulator telah memberikan keleluasaan. Namun saat ini dikatakan Didi, rute tersebut masih ditutup untuk sementara dan Sriwijaya Air perlu mengaktifkan kembali pesawat-pesawat milik mereka.

Didi menambahkan, saat ini ada sepuluh dari 24 pesawat yang mandek beroperasi karena dalam perawatan. Secara bertahap nantinya, Sriwijaya akan kembali mengaktifkan seluruh armada mereka pada akhir 2020 sehingga rute-rute lama serta frekuensi penerbangan bisa pulih kembali.

“Pada 2020 nanti, frekuensi kami kembali ke angka 140 penerbangan. Saat kisruh dengan Garuda Indonesia pada November lalu kan tinggal 30 penerbangan,” tuturnya.

Saat ini, Sriwijaya Air sudah berhasil mengembalikan frekuensi penerbangan ke angka 71. Diketahui, awal mula Sriwijaya Air bekerja sama dengan Garuda pada 16 Desember 2018 lalu.

Sriwijaya Air memutuskan mengakhiri kerja sama manajemen dengan Garuda Indonesia pada November 2019 lantaran alasan ekonomi. Saat pisah dengan Garuda Indonesia, jumlah armada Sriwijaya yang siap melayani penumpang melorot 60 persen. Market share atau pangsa pasar mereka pun turun dari sepuluh persen menjadi tujuh persen.

Baca juga: Damai! Sriwijaya Rujuk Dengan Garuda Untuk Tiga Bulan ke Depan

Sebagai langkah untuk membenahi kondisi manajemen, Sriwijaya Air lalu menggandeng bengkel pesawat dari enam perusahaan untuk memulihkan beberapa armadanya. Pada Januari awal, perusahaan milik keluarga Chandra Lie itu berhasil memulihkan lima pesawat sehingga total pesawat Sriwijaya Air yang beroperasi per awal Januari menjadi 14 unit.

Irfan Setiaputra Kini Jabat Posisi Direktur Utama Garuda Indonesia

Pernah menjadi Country Manager Cisco Indonesia dan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI, hari ini, Irfan Setiaputra resmi ditetapkan sebagai pejabat baru Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Penetapan tersebut dilakukan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia Tbk yang berlangsung Auditorium Gedung Manajemen Garuda City Center, Cengkareng.

Baca juga: Gantikan Ari Askhara, Fuad Rizal Resmi Menjabat Plt Direktur Utama Garuda Indonesia 

Mengutip dari siaran pers Garuda Indonesia, disebutkan RUPSLB ini dihadiri/diwakili oleh pemegang 23.386.793301 lembar saham atau 90,34 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia. Dengan demikian, susunan direksi terbaru Garuda Indonesia saat ini adalah sebagai berikut :

1. Direktur Utama : Irfan Setiaputra
2. Wakil Direktur Utama : Dony Oskaria
3. Direktur Layanan, Pengembangan Usaha dan Teknologi Informasi : Ade R. Susardi
4. Direktur Niaga dan Kargo : M. Rizal Pahlevi
5. Direktur Keuangan & Manajemen Resiko : Fuad Rizal
6. Direktur Human Capital : Aryaperwira Adileksana
7. Direktur Operasi : Tumpal Manumpak Hutapea
8. Direktur Teknik : Rahmat Hanafi

RUPSLB ini juga memperkuat keputusan Dewan Komisaris perihal pemberhentian sementara Direktur Utama dan beberapa jajaran Direksi. Dengan demikian RUPSLB ini memberhentikan secara resmi jajaran direksi tersebut, yaitu:

1. Direktur Utama : I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra
2. Direktur Human Capital : Heri Akhyar
3. Direktur Teknik & Layanan : Iwan Joeniarto
4. Direktur Operasi : Bambang Adisurya Angkasa
5. Direktur Kargo & Pengembangan Usaha : Mohammad Iqbal

Selanjutnya RUPSLB 2020 turut memberhentikan dengan hormat Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah. Lebih lanjut, RUPSLB 2020 ini juga memberhentikan dengan hormat Sahala Lumban Gaol sebagai Komisaris Utama dan menunjuk Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama Garuda Indonesia yang baru.

RUPSLB ini juga telah menunjuk jajaran direksi dan dewan komisaris baru Garuda Indonesia.

Sementara susunan Komisaris yang baru adalah :
1. Komisaris Utama : Triawan Munaf
2. Wakil Komisaris : Chairal Tanjung
3. Komisaris Independen : Elisa Lumbantoruan
4. Komisaris Independen : Yenny Wahid
5. Komisaris : Peter F. Gontha

Anies: Integrasi MRT ASEAN-Halte TransJakarta di CSW Jadi Monumen Penting dalam Sejarah

Gubernur Jakarta Anies Baswedan resmi membuka proses pembangunan jembatan layang atau sky bridge MRT ASEAN-Halte Transjakarta di Centrale Stichting Wederopbouw (CSW), Jakarta Selatan. Dalam momen peresmian tersebut, Anies menyebut bahwa pembangunan kawasan terintegrasi dua moda transportasi yang masih di bawah Pemprov DKI Jakarta tersebut sebaga suatu sejarah yang monumental.

Baca juga: 2019 Jadi Tahun Integrasi untuk TransJakarta

“Tantangan berikutnya adalah satu tempat yang cukup monumental, saya sering menyebutkan ini sebagai monumen penting dalam sejarah kita,” katanya dihadapan awak media, Selasa (22/1/).

Sebagai sebuah moda transportasi massal, lanjutnya, sudah sepatutnya MRT-TransJakarta membangun sebagai satu kesatuan yang utuh. Oleh karenanya, ia kemudian mengingatkan terhadap seluruh pembangunan moda transportasi massal dimanapun di Indonesia, agar tidak mengulangi hal serupa (tidak terintegrasi).

“Ini (terintegrasinya dua moda transportasi massal) harus direkam baik. Untuk apa? Untuk pelajaran, jangan lagi dimanapun di Indonesia, kalau kita membangun, membangun sendiri-sendiri. Harus membangun sebagai satu kesatuan. Dan tempat ini insyaAllah akan menjadi sejarah,” ujarnya.

“Bulan Agustus sudah bisa dibuka dan dirasakan warga Jakarta. Ketika sudah integrasi, mindset warga akan mulai berubah, karena sadari bahwa kendaraan umum bukan satu moda tapi seluruh moda,” tambahnya.

Desain jembatan layang adalah hasil sayembara yang diadakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Peserta atas nama Patrisius Marvin Dalimartha terpilih dengan desain bernama Cakra Selaras Wahana (CSW) sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah sebesar Rp160 juta.

Baca juga: Perusahaan Patungan PT MRT Jakarta dan PT KAI Buat Empat Stasiun Integrasi

Fase pertama pembangunan jembatan integrasi itu ditargetkan selesai pada Agustus 2020 mendatang. Sementara, untuk fase ke dua ditarget selesai akhir tahun ini.

“Dua fase biaya Rp 55 miliar. Kita upayakan, anggaran disiapkan tahun ini juga. Kita upayakan di Desember tahun ini selesai,” ucap Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono.

Akhiri Kasus Koosmariam, Hakim PN Jakarta Pusat Ganjar Garuda Indonesia Rp200 Juta!

Kasus penumpang Garuda Indonesia, BRA Koosmariam Djatikusumo akhirnya selesai dengan Garuda dihukum oleh hakim dengan membayar denda Rp200 juta. Denda ini diputus hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas gugatan yang dilakukan Koosmariam setelah dirinya tersiram air panas ketika terbang dengan maskapai plat merah tersebut.

Baca juga: Belum Ada Kesepakatan, Garuda Indonesia dan Koosmariam Lanjutkan Permasalahan di Pengadilan

Uang senilai Rp200 juta tersebut dibayarkan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No.92/2011. Pada awal tuntutannya, wanita berusia 69 tahun itu menggugat Garuda Indonesia membayar ganti rugi secara materiil dan immateriil senilai Rp11,25 miliar.

Ini dilakukan karena setelah 1,5 bulan pasca kejadian pihak Garuda tak lagi menanyakan kabar dirinya yang terkena air panas itu. Gugatan tersebut diajukan ke pengadilan pada 11 April 2018 yang mengacu pada ketentuan Pasal 1 angka 14 Permenhub No.77/2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Udara.

Diketahui, sebelum hakim mengetok palu menyatakan Garuda harus membayar denda Rp200 juta, kasus ini bermula ketika Koosmariam pada 29 Desember 2017 lalu menggunakan pesawat Garuda Indonesia pukul 13.30 WIB menuju Banyuwangi. Setelah lepas landas sekitar 30 menit seorang pramugari menawarkan minuman dan makanan ringan kepada semua penumpang.

Saat itu teman Koosmariam meminta teh panas untuk mereka berdua. Naas, ketika akan memberikannya, melewati belakang Koosmariam, gelas teh panas tersebut jatuh dan mengguyur kepala, tangan, payudara dan bagian bawah ketiak dirinya. Dia kemudian sontak terbangun dan berteriak karena panas dari air teh yang tumpah.

Karena hal ini, pramugari itu langsung meminta maaf serta membantu Koosmariam melap bagian tubuh yang terkena siraman teh panas tersebut sembari menangis.
Tak hanya itu, Koosmariam juga diberi salep luka bakar tetapi tidak bekerja maksimal karena dia harus kembali mengenakan pakaiannya. Setibanya di Banyuwangi, setelah satu jam kejadian Koosmariam turun paling akhir dan dipapah oleh staf Garuda ke rumah sakit.

Baca juga: Perjalanan Kasus Koosmariam Djatikusumo Hingga Gugatan ke Garuda Indonesia

Saat kejadian Garuda Indonesia juga menanggung biaya rumah sakit Koosmariam hingga Februari 2018. Sayangnya ternyata luka bakar yang dialami Koosmariam setelah melakukan pengobatan beberapa kali dan opersai gagal dan ada bekas luka permanen di bagian lingkar dadanya.