Mudahkan Penumpang Kapal Pesiar, Emirates Hadirkan Konter Check In di Port Rashid

Emirates baru saja membuka konter check in jarak jauh pertamanya di Port Rashid. Kehadiran konter ini untuk memudahkan penumpang kapal pesiar yang juga penumpang pesawat Emirates untuk check in bagasi mereka empat jam sebelum keberangkatan.

Baca juga: 65 Persen Makanan untuk Emirates Dibuat di Dubai

Nantinya barang-barang penumpang kapal pesiar akan diangkut dari kapal pesiar menuju bandara dan menjadi prospek yang menarik bagi penumpang. Selain memudahkan penumpang, konter check in di Port Rashid juga membuat penumpang tak perlu membawa-bawa bagasi mereka ketika berkeliling menikmati kota Dubai sembari menunggu penerbangan lanjutan.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan perjalanan yang mulus dan bebas gangguan bagi pelanggan kami. Dengan semakin populernya Dubai, kami telah keluar dari dunia perjalanan ini,” kata wakil presiden senior divisi Emirates Airport Services, Mohammed Mattar yang dikutip KabarPenumpang.com dari emirates.com (11/12/2019).

Nah, bagaimana cara kerja check ini konter ini? Penumpang yang tiba di terminal Port Rashid bisa menurunkan bagasi mereka di delapan konter yang terdapat di dalam pelabuhan. Konter ini akan dijaga oleh para staf Emirates yang akan memproses boarding pass para penumpang empat jam sebelum penerbangan sama dengan yang dilakukan di bandara.

Prosesnya mudah dan gratis untuk penumpang Emirates yang akan melakukan perjalanan transit dari kapal pesiar ke pesawat. Layanan ini pun hanya tersedia selama musim berlayar lokal yang berlangsung dari Oktober hingga April.

Sehingga, selama musim berlayar, Port Rashid akan menyambut 198 kapal pesiar dengan sekitar 280 ribu penumpang. Dengan demikian, layanan check in jarak jauh baru akan membuat perjalanan ribuan penumpang Emirates jauh lebih mudah musim ini. Selain menawarkan layanan yang lebih baik kepada penumpang Emirates, terminal check in jarak jauh yang baru harus memainkan peran penting dalam pengembangan UEA yang lebih luas.

“Dengan semakin populernya Dubai sebagai tujuan wisata pelayaran, kami telah memastikan bahwa setiap titik sentuhan dalam perjalanan pelanggan kami untuk segmen wisatawan penting ini dilayani dengan sungguh-sungguh,” kata Mohammed Mattar.

Industri penerbangan penumpang di Timur Tengah menjadi semakin kompetitif, yang berarti bahwa sentuhan kecil pun dapat membantu membedakan maskapai dari saingan mereka. Apa pun yang membuat pengalaman penumpang kapal pesiar lebih mudah cenderung menjadi kemenangan bagi perekonomian lokal, perusahaan pelayaran, dan maskapai penerbangan.

Baca juga: Polemik Status “Shower Suite Attendant,” Inggris Larang Emirates Operasikan Shower Suite di A380

Dalam hal ini, membantu membuat Emirates menjadi prospek yang jauh lebih menarik bagi penumpang kapal pesiar yang turun di Port Rashid. Emirates juga menawarkan layanan check in rumah, yang berarti bahwa, dengan biaya penumpang dapat check in bagasi mereka dari mana saja di UEA. Di sisi lain, maskapai ini juga menawarkan layanan pengiriman ke rumah yang memeriksa bagasi melalui bea cukai dan mengirimkannya kepada penumpang di akomodasi mereka.

Mendarat di Bandara Yangon, Singapore Airlines Terkena “Tail Strike”

Pada 25 November 2019, pesawat milik maskapai Singapore Airlines mengalami tail strike ketika melakukan pendaratan di Yangon, Myanmar. Karena insiden ini, pesawat Airbus A330-300 tersebut mengalami kerusakan dan harus menjalani perbaikan sebelum kembali lepas landas.

Baca juga: Mesin Keluarkan Lidah Api Karena Bird Strike, Penumpang Swoop Sampai Tulis ‘Pesan Terakhir’

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, insiden itu menimpa pesawat milik Negeri Singa dengan nomor penerbangan SQ998 yang terbang dari Singapura menuju ke Myanmar. Juru bicara Singapore Airlines yang tak disebutkan namanya mengatakan, pesawat meluncur dan tiba di terminal tanpa gangguan dan seluruh penumpang diturunkan secara normal.

“Karena insiden ini, para teknisi sudah menaksir kerusakan pada pesawat itu dan membuat Singapore Airlines mengirim pesawat pengganti ke Yangon dengan nomor SQ997 untuk penerbangan lanjutan,” kata juru bicara itu.

Dia menambahkan, insiden ini tidak menghambat penerbangan Singapore Airlines dan tetap ada penerbangan rute Singapore menuju ke Yangon sesuai dengan jadwal. Pihak maskapai SIA menambahkan bahwa insiden ini sedang diselidiki lebih lanjut oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Myanmar (AAIB).

“Singapore Airlines akan bekerja sama secara erat dengan AAIB dan juga melakukan penyelidikan internal sendiri,” kata juru bicara itu.

Nah, biasanya kita lebih sering mendengar pesawat terkena bird strike, namun kali ini tail strike. Apa sih sebenarnya tail strike? Tail strike merupakan kondisi saat bagian ekor pesawat menyentuh landasan baik ketika lepas landas atau mendarat.

Tail strike ini bahkan lebih banyak terjadi ketika dalam proses pendaratan, meski juga sering terjadi ketika lepas landas. Biasanya tail strike terjadi karena kesalahan manusia. Di mana ketika mendarat pilot mengangkat hidung pesawat terlalu tajam.

Bahkan ini juga terjadi ketika mencoba mendarat terlalu dekat dengan landasan pacu di ambang batasnya. Meski insiden tail strike tidak terlalu berbahaya dalam penerbangan, tetapi pesawat akan bermasalah dan harus diperiksa untuk diperbaiki secara menyeluruh. Dalam skenario paling ekstrim, tail strike dapat menyebabkan kegagalan sekat tekanan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kegagalan struktural.

Baca juga: Mesin Dihantam Bird Strike, Airbus A321 Ural Airlines Hard Landing di Ladang Jagung

Sebenarnya insiden tail strike bisa dihindari jika awak pesawat memahami sebelum ekor terkena landasan dan mengikuti prosedur standar tertentu. Dua kunci penting untuk pencegahan adalah meningkatkan kesadaran tentang tail strike diantara penerbang.

Puluhan Ribu Kali Lakukan Panggilan ke Call Center, Pria Tua ini Diciduk Polisi

Seorang pria tua asal Jepang diamankan setelah selama delapan hari mengajukan keluhan tentang KDDI Corporation dengan panggilan sebanyak 24 ribu kali. Pria bernama Akitoshi Okamoto dituduh telah membuat panggilan bebas pulsa untuk mengeluh bahwa perusahaan telah melanggar kontraknya.

Baca juga: Promosi Layanan di Kabin, LCC Asal Perancis Sajikan Pengalaman Virtual Tour 3D di A350

Selain itu, pria 71 tahun tersebut bahkan menelpon dengan telepon biasa ribuan kali. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (3/12/2019), polisi metropolitan Tokyo mengatakan, dia menelpon KDDI untuk menyuarakan keprihatinannya.

Namun ternyata Okamoto juga menghina staf layanan pelanggan di perusahaan tersebut melalui telepon. Terkadang bahkan dirinya menelpon saluran layanan pelanggan dan segera menutup telepon.

“Dia meminta staf KDDI datang kepadanya untuk meminta maaf karena melanggar kontraknya. Dia juga mengulangi panggilannya segera setelah menempatkannya,” kata seorang wakil polisi.

Juru bicara KDDI Corporation mengatakan, Okamoto yang kini diamankan polisi tersebut ditangkap atas dugaan penyumbatan bisnis yang curang.Tak hanya itu, tuduhan yang dapat diajukan terhadap orang-orang di Jepang yang membuat bisnis tidak mungkin berjalan normal. KDDI sendiri sebenarnya pada awal ulah Okamoto ini, tidak ingin mengajukan tuntutan.

Namun karena panggilan terjadi sangat sering, ini mengakibatkan adanya pengaruh pada kemampuan untuk membantu masalah pelanggan lainnya. Orang-Orang Jepang di tengah memiliki julukan untuk orang seperti ini sebagai epidemi kesepian.

Padahal sejumlah teknologi telah muncul di negara ini untuk melawan rasa kesepian yang meningkat. Mereka dirancang untuk memberikan penemanan.

Diketahui, pensiunan Jepang tersebut dilaporkan melakukan panggilan telepon ke perusahaan telekomunikasi itu rata-rata 33 kali sehari. Dia menggunakan panggilan ke nomor 411 ke layanan pelanggan KDDI untuk memprotes pelanggaran kontrak kerjanya.

Baca juga: Hari Pelanggan Nasional, Maskapai Indonesia Beri Diskon, Sapa Penumpang Hingga Ganti Logo Boarding Pass

Jepang memiliki populasi terbesar di dunia, dan diperkirakan memiliki 6,24 juta orang di atas usia 65, dan total 18,4 juta orang dewasa, hidup sendiri. Diyakini bahwa pada tahun 2040, 40 persen dari negara ini akan hidup sendiri.

Gantikan Ari Askhara, Fuad Rizal Resmi Menjabat Plt Direktur Utama Garuda Indonesia

Setelah Menteri BUMN Erick Thohir membebastugaskan Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia, maka per 5 Desember 2019, Dewan Komirasi maskapai plat merah ini telah menunjuk Fuad Rizal sebagai Plt Direktur Utama Garuda Indonesia disamping melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia.

Baca juga: Garuda Indonesia Berencana Jual CRJ1000, Ternyata Ini Alasannya

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan dalam pesan tertulis menyebutkan, bahwa penetapan Fuad Rizal Sebagai Plt Direktur Utama Garuda Indonesia akan berlaku hingga dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia dalam waktu dekat. Plt Direktur Utama memastikan bahwa kegiatan bisnis dan operasional akan tetap berjalan sesuai dengan rencana kerja Perseroan.

Selanjutnya Garuda Indonesia akan melaksanakan hal-hal terkait dengan pelaksanaan RUPSLB sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan terkait lainnya.

Pada kesempatan ini, Garuda Indonesia turut menegaskan bahwa Perseroan akan melakukan evaluasi secara berkesinambungan dalam proses bisnis yang berjalan serta berkomitmen untuk terus mengedepankan dan melaksanakan prinsip tata kelola Perusahaan yang baik dengan mematuhi aturan yang berlaku.

Garuda Indonesia Berencana Jual CRJ1000, Ternyata Ini Alasannya

Garuda Indonesia dikabarkan punya rencana untuk menjual semua armada Bombardier CRJ1000 yang dipesan pada 2012 lalu yang berasal dari pabrikan Bombardier di Kanada. Dijualnya Bombardier CRJ1000, dikatakan seorang senior Garuda Indonesia yang tak mau disebutkan namanya tersebut karena tipe itu kurang sesuai dengan kondisi wilayah di Asia Tenggara.

Baca juga: Garuda Indonesia Perkenalkan “Explore Business Class” di Armada Bombardier CRJ1000

Sebab pesawat Bombardier CRJ1000 membutuhkan runway atau landasan pacu dengan panjang sekitar 2000 meter. Namun strategi yang awalnya dibuat Garuda Indonesia untuk ekspansi ke wilayah Timur Indonesia seperti tertahan karena tidak banyak bandara dengan panjang runway 2000 meter dan lebih cocok untuk pasar Amerika Utara,.

Padahal pesawat kecil seperti ATR dengan kapasitas yang sama bisa mendarat ataupun lepas landas dari bandara dengan panjang kurang dari 2000 meter. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pesawat Bombardier CRJ1000 ini resmi diluncurkan pertama kali di Makassar pada 12 Oktober 2012.

Pesawat yang dipersiapkan untuk penerbangan jarak pendek ini datang sesuai jadwal ke Indonesia hingga akhir 2012 sebanyak 5 dari 18 pesawat yang dipesan. Harga satu pesawat ini ditaksir sekitar US$20 juta- US$25 juta.

Garuda Indonesia menggunakan CRJ1000 untuk melayani penerbangan regional yang meliputi Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan. Tak hanya itu, pesawat ini dikenal ramah lingkungan dan irit bahan bakar.

Bahkan pada saat pertama kali Garuda Indonesia memiliki pesawat Bombardier CRJ1000 sampai merekrut pilot asal Spanyol. Perekrutan dilakukan karena saat itu belum ada pilot di Asia yang memiliki tipe rating CRJ1000 tersebut.

CRJ1000 merupakan versi super stretch dari jet regional buatan Kanada yang mampu menampung 97-104 penumpang. Model ini juga menjadi yang terakhir dikembangkan dalam keluarga CRJ.

Baca juga: Layani Penerbangan Silangit-Singapura, Garuda Indonesia Gunakan Bombardier CRJ1000

Diketahui, model ini hanya 63 armada yang diproduksi dan operator untuk model terbesar pesawat ini ada di Spanyol. CRJ1000 sendiri dirakit di Kanada pada 19 Februari 2007 dan sukses menyelesaikan penerbangan perdana tahun 2008. Namun, penerbangan komersial pertama pesawat ini ditunda hingga kuartal pertama 2010.

Warga Singapura Sebentar Lagi Bisa Lintasi Imigrasi Tanpa Perlu Bertemu Petugas

Melewati imigrasi ketika akan bertandang ke luar negeri baik untuk berlibur maupun urusan bisnis pasti dilakukan setiap penumpang. Ketika melewati bagian imigrasi ini, maka paspor pelancong akan diperiksa dan dicek oleh petugas.

Baca juga: Senyum Anda Tak Dibutuhkan Saat Pemindaian Wajah di Bandara

Namun, sebentar lagi warga Singapura tidak akan melakukan pengecekan dengan petugas dan hanya melewati mesin. Pasalnya di terminal Bandara Changi akan ada mesin yang bisa membaca data penumpang asal Singapura.

Dilansir dari beberapa laman sumber oleh KabarPenumpang.com, pada 4 Desember 2019 kemarin Immigration and Checkpoints Authority (ICA) Singapura mengumumkan bahwa warga Singapura tak lagi perlu memindai paspor dan scan sidik jari ketika ke Singapura. Mereka hanya perlu memindai iris mata saja.

Dengan mesin ini, maka akan membaca data penumpang dan mengeluarkan data imigrasi dari warga Singapura. Adanya mesin untuk pengecekan imigrasi ini tercetus untuk membantu menghindari masalah veirifikasi karena sidik jari yang memudar karena penuaan ataupun rusak.

Bahkan di awal mula ini, warga Singapura yang berusia enam tahun keatas dan memiliki nama berawalan huruf K serta memegang paspor sejak 1 Desember 2018 sudah bisa melalui proses ini. Sebab warga dengan paspor baru sudah memiliki informasi biometrik yag disimpan di database nasional.

Sehingga warga Singapura tidak perlu lagi mendaftar. Cara kerja mesin ini ialah dengan penumpang masuk ke gate pemeriksaan. Nantinya ada dua gerbang yang harus dilewati yakni gerbang pertama untuk memindai iris mata dan wajah.

Jika dikenali gate pertama akan terbuka dan lanjut ke gate kedua yang akan memeriksa identitas pelancong secara pasti hingga proses selesai. Jika orang yang sama melintas maka gate pasti akan terbuka. Sistem pemeriksaan otomatis ini akan diterapkan pada tahun 2022 di Terminal 4 Changi Airport. Ini hanya berlaku untuk warga Singapura, dan pelancong mancanegara tetap melewati proses pemeriksaan petugas.

Mengingat ini, mulai 28 Agustus 2019 kemarin pihak Singapore’s Immigration and Checkpoints Authority (ICA) meluncurkan layanan yang disebut automated immigration gate. Ya, sesuai namanya yang berlebel otomatis, pelancong saat memasuki gerbang imigrasi tak perlu bertatap muka dengan petugas yang judes dan kadang wawancara singkat.

Baca juga: Bandara Changi Resmikan Layanan Automated Immigration Gate

Tapi pelancong cukup melakukan scan paspor di gerbang, bila semua clear, proses imigrasi otomatis ini hanya butuh waktu yang sangat cepat. Alhasil tidak perlu antre yang panjang. Sayangnya layanan imigrasi otomatis ini baru berlaku untuk pemegang paspor Jepang dan Korea Selatan. Sebenarnya layanan ini ditujukan untuk frequent traveler yang sering bolak balik ke Singapura.

Untuk mendapatkan fasilitas yang juga disebut Enhanced Immigration Automated Clearance System (eIACS) tidak diperlukan biaya tambahan. Hanya saja pelancong perlu mengajukan permohonan. Masih dari sumber yang sama, disebut konter pendaftaran ada di Pusat Pelayanan ICA yang berada di Terminal 3.

Duduk di Kursi Lorong Ternyata Punya Banyak Kemudahan

Apakah ada aturan resmi ketika duduk di kursi pesawat? Sepertinya tidak, apalagi untuk duduk di kursi dekat lorong. Bahkan bisa dikatakan bila dalam urutan keluarga kursi di lorong adalah anak tertua. Kursi ini adalah tempat untuk pelancong yang fokus masuk dan keluar seefisien mungkin.

Baca juga: (Video) Kursi Pesawat Dekat Jendela Paling Kotor Diantara yang Lainnya

Karena duduk di kursi dekat lorong, bisa merasa lebih bebas dan bergerak lebih leluasa ketika ke toilet atau lavatory dalam pesawat. KabarPenumpang.com merangkum laman washingtonpost.com, selain bisa masuk dan keluar kursi seenaknya, penumpang yang duduk di kursi lorong juga bebas menyelonjorkan kaki ke lorong untuk sesaat.

Sebab jika lebih lama dari itu berisiko kaki tersenggol troli yang dibawa awak kabin. Dengan duduk dilorong juga dengan mudah membantu penumpang lain yang kesulitan meletakkan barang bawaan mereka di kabin atas.

Anda yang duduk di kursi lorong menjadi pemisah antar tetangga baris dan lorong dan menjadi pintu bagi penumpang di kursi tengah serta dekat jendela. Berkat posisi ini, Anda terjebak di antara penumpang dan pramugari. Secara default, petugas dapat meminta bantuan Anda untuk melakukan penawaran mereka.

Mereka mungkin perlu bantuan untuk menyerahkan barang ke tetangga Anda, membangunkannya dari tidur nyenyak atau mengusir dari pengasingan yang dibuat oleh headphone mereka. Mereka yang ingin sesedikit mungkin gangguan selama pengalaman mereka harus memesan kursi jendela saja.

Nah bagaimana ketika pesawat sudah mendarat dan penumpang di sebelah Anda ingin berdiri serta keluar lebih dahulu? Anda tidak dapat mengontrol bagaimana penumpang lain keluar, tetapi dapat memilih untuk terburu-buru atau bersantai sendiri. Jika tetangga di barisan Anda meminta dengan baik agar Anda pindah untuk mereka, jangan ragu untuk memenuhi permintaan mereka.

Baca juga: Kurangi Efek Turbulensi, Sebaiknya Pilih Kursi di Dekat Sayap

Tetapi bila mereka memaksa Anda secara non-verbal dengan berdiri di atas kursi, jangan merasa bersalah, sebab penumpang itu seharusnya sudah memesan kursi di lorong jika mereka merasa sangat kuat tentang kapan harus turun pesawat. Nantinya ketika terjadi sesuatu pada pesawat, sebagai penghuni kursi lorong, Anda bertugas untuk tetap bersama dan tenang serta mengikuti instruksi staf penerbangan untuk perintah selanjutnya.

AirAsia Buka Restoran Darat di Mall Kuala Lumpur dengan Menu di Penerbangan

Makanan pesawat yang biasanya hanya bisa di pesan ketika penerbangan untuk dinikmati dalam perjalanan kini bisa dinikmati di darat. Sebab maskapai asal Malaysia yakni AirAsia telah membuka sebuah restoran yang menjual makanan yang sama dengan penerbangan mereka.

Baca juga: Dengan Santan, AirAsia Tawarkan ‘Restoran’ Cepat Saji dalam Penerbangan

KabarPenumpang.com melansir laman news.com.au (5/12/2019), restoran ini berada dalam sebuah mall di Kuala Lumpur yang dibuka pada hari Senin (2/12/2019) kemarin. Kehadiran restoran ini di klaim AirAsia karena makanan dalam penerbangannya begitu dicintai oleh penumpang sehingga ide ini tercetus dari situ.

Nantinya restoran AirAsia menawarkan hidangan seperti ayam panggang dengan saus teriyaki dan berbagai makanan lainnya yang ada dalam menu pesawat. Perwakilan perusahaan maskapai berbiaya hemat (LCC) ini mengatakan dari kabin ke food court bukan hanya tipu muslihat tetapi kenyataan. Bahkan 2025 mendatang, AirAsia berencana membuka 100 restoran seperti ini di seluruh dunia.

“Kami telah melihat selera besar untuk penawaran menu dalam penerbangan kami di luar penerbangan kami di seluruh kawasan, dan ini adalah jawaban kami untuk permintaan itu,” ujar manajer umum perusahaan AirAsia Catherine Goh.

Restoran darat ini bahkan dinamakan sama dengan menu yang ada di pesawat AirAsia yakni Santan. Restoran akan menjual beberapa makanan dengan harga $3 atau sekitar Rp45 ribu per pop (porsi pesawat). Makanan pembuka termasuk hidangan nasi lemak khas Pak Nasser yang disertai nasi dengan saus cabe hadir di restoran ini. Tak hanya itu ada kopi, teh dan makanan penutup yang bersumber dari daerah lokal (Kuala Lumpur).

“AirAsia honchos berharap kualitas makanan perusahaan, dan rencananya yang lebih besar untuk menjadi “merek gaya hidup,” memikat pelanggan dari pesaing barat,” ujar CEO AirAsia Tony Fernandes.

Baca juga: Jadwal Perjalanan Terencana, Pesan Makanan Pun via Online

Belum lama ini, KabarPenumpang.com yang bepergian menggunakan maskapai AirAsia juga menikmati makanan dalam penerbangan menuju ke Bangkok ataupun ketika kembali ke Jakarta. Beberapa penumpang pun yang di wawancarai mengatakan, makanan dari AirAsia selain mengenyangkan rasa dan porsinya pun pas.

KA Dharmawangsa Mulai Mengular di Relasi Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi

Mengular mulai 1 Desember 2019 kemarin sesuai dengan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2019, kereta api Dharmawangsa melintas di relasi Stasiun Pasar Senen ke Surabaya Pasar Turi. KA Dhramawangsa merupakan kereta penumpang kelas eksekutif dan ekonomi AC yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 7 Surbaya.

Baca juga: Mulai 1 Desember, KA Kalijaga Berhenti Beroperasi Setelah Penetapan Gapeka 2019

Nama KA ini diambil dari nama salah satu tokoh kerajaan Airlangga yakni Dharmawangsa Teguh yang memiliki karakter tubuh tinggi besar, kukuh, kekar, kuat dan pemberani. Karakter ini dilekatkan pada KA Dharmawangsa untuk menggambarkan keandalan perjalanan dan kualitas pelayanan yang selalu siap dalam berbagai keadaan.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, pihaknya berharap kehadiran KA Dharmawangsa bisa mengakomodir kebutuhan perjalanan KA para pelanggan yang ingin ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dia mengatakan KA Dharmawangsa berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 08.25 WIB dan berhenti di beberapa stasiun seperti Pegadenbaru – Cirebon Perujakan – Brebes – Tegal – Pekalongan – Waleri – Semarang Tawang – Ngrombo – Randublatung – Cepu – Bojonegoro – Babat – Lamongan hingga berhenti di stasiun akhir yakni Surabaya Pasar Turi pukul 19.30 WIB.

“KA Dharmawangsa akan menempuh waktu selama 11 jam lima menit dengan tiga kereta eksekutif yang berkapasitas 150 tempat duduk, enam kereta ekenomi dengan kapasitas 636 tempat duduk. Sehingga bila di total ada 786 tempat duduk dalam satu rangkaian,” kata Edi.

Edi mengatakan, tarif tiket KA Dharmawangsa mengacu pada tarif batas atas dan tarif batas bawah. Seperti dari Stasiun Pasar Senen menuju ke Stasiun Surabaya Pasar Turi untuk hari biasa atau weekday kelas eksekutif sekitar Rp350 ribu sampai Rp390 ribu dan kelas ekonomi Rp150 ribu.

Sedangkan untuk akhir pekan atau weekend, kelas eksekutif sekitar Rp350 ribu hingga Rp480 ribu dan kelas ekonomi Rp150 ribu hingga Rp160 ribu. Pembelian tiket KA Dharmawangsa sudah bisa dipesan sejak 1 November 2019 untuk keberangkatan 1 Desember dan seterusnya, melalui aplikasi KAI Access, Website KAI, dan seluruh channel penjualan resmi KAI lainnya.

Baca juga: Waspadai Perubahan Jadwal Kereta! Mulai 1 Desember PT KAI Gunakan Gapeka 2019

“Diharapkan dengan diluncurkannya KA Dharmawangsa ini, KAI ke depannya semakin besar, jaya dan terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.

Barang Bagasi Penumpang Umrah Hilang? Jangan Khawatir Ada yang Siap Ganti dengan US$1000

Risiko bagasi tertukar, tiba tidak bersamaan dengan sang pemilik, sampai kehilangan bagasi dalam penerbangan acap kali menghantui para calon pemumpang. Nah, guna meningkatkan rasa aman dalam penerbangan, belum lama ini DCNLINK bekerja sama dengan Blue Ribbon Bags (BRB) menawarkan jaminan dan klaim bagasi penumpang yang hilang atau tidak ditemukan.

Baca juga: Ingat! Anda Berhak Peroleh Kompensasi Setelah Lapor Kehilangan Bagasi di Bandara

DCNLINK adalah kanal distribusi digital untuk airlines ticket group pertama di Indonesia. Sedangkan BRB adalah penyedia layanan ancillary untuk jaminan dan klaim bagasi penumpang dengan kantor pusat di New York, USA yang sedang mengembangkan pasar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Tawaran ini membuka kesempatan bagi tour operator dan penyelenggara umrah untuk lebih mudah mendapatkan layanan ancillary sebagaimana visi IATA yang tertuang dalam NDC (New Distribution Capability) Initiative. Di masa depan, penumpang maupun tour operator dapat menikmati layanan ancillary dari airlines maupun mitranya melalui kanal digital seperti DCNLINK.

Untuk menikmati produk BRB, tour operator dapat dipesan melalui kanal DCNLINK. BRB menjamin bagasi penumpang. Jika bagasi tidak tiba bersama kedatangan penumpang, BRB bertanggung jawab untuk menemukan. Jika dalam 96 jam bagasi tidak ditemukan atau hilang, BRB mengganti US$1.000 untuk satu bagasi yang hilang.

“Kalau bagasi ditemukan setelah 48 jam, bagasi diserahkan dan jaminan US$1.000 per bagasi tetap dibayarkan,” kata Presiden Direktur PT Gensag Aeroprtama, Andri Bermawi. PT Gensang Aeropratam adalah perwakilan BRB di Indonesia.

Baca juga: Hanya dari Biaya Bagasi, Maskapai Global Raup Untung Hingga Ratusan Triliun Rupiah

Untuk pertama kali BRB mendapatkan partner yang berfokus pada penerbangan group antara, terutama untuk umrah dan halal trip. BRB sudah bekerjasama dengan 250 Online Travel Agent (OTA) di seluruh dunia dan sekitar 40 ribu penumpang pesawat menggunakan produk BRB per hari. BRB juga menjalin kerjasama dengan 13 maskapai penerbangan internasional.