Tidur di Lantai Ruang Tunggu Bandara, Wanita ini Bikin Penumpang Lain Tak Bisa Duduk di Kursi Kosong

Kelakuan penumpang aneh tak hanya ada dalam sebuah kabin pesawat saja. Nyatanya di bandara pun juga ada yang sering melakukan hal tersebut. Bukan hanya mementingkan dirinya, tapi mengambil hak-hak penumpang lainnya.

Baca juga: Makan Seledri Sambil Berjoget, Video Penumpang Wanita Viral di Instagram

Seperti seorang wanita ini yang melakukan tindakan egois karena berbaring di depan dua kursi kosong yang seharusnya bisa di duduki penumpang lainnya. Memang perjalanan jauh cukup melelahkan, tapi bila sadar harusnya tidaklah melakukan tindakan egois.

Penumpang yang tidur di lantai tepat di depan dua kursi kosong tersebut bernama Becky seorang influencer. Foto wanita 24 tahun ini viral di sebuah akun Instagram Travel Creeps.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nine.com.au (26/2/2020), karena viral, akun Travel Creeps dibanjiri komentar para warganet yang mengekspresikan rasa jijik mereka karena Becky dengan egois mengambil dua kursi tanpa diduduki.

“Ada banyak yang salah dengan gambar ini,” komentar seorang warganet.

Yang lain menambahkan sambil bercanda bahwa dia mengambil dua kursi tanpa benar-benar menggunakan keduanya dan mereka mungkin bisa menggunakan Becky sebagai sandaran kaki.

“Dua kursi dan dia dapat menempati ruang bersama yang diperlukan untuk bernavigasi di antara barisan tempat duduk yang berbeda,” tulis warganet lain.

“Aku hanya bisa berharap, seseorang membuat pergelangan kakinya dengan barang-barang berat dan atau tajam yang mencoba berjalan dengan tampilan pencarian perhatian,” tulis yang lainnya.

Ini bukan pertama kalinya penumpang memanggil sesama pelancong secara online. Tahun lalu, seorang penumpang maskapai dipermalukan karena tidur di lantai pesawat sementara rekan perjalanan prianya menempati tiga kursi.

Pasangan itu terlihat dalam sebuah gambar, diambil oleh seorang rekan selebaran, setelah itu muncul memperlihatkan wanita itu mencari tempat tidur di lantai di antara dua baris kursi.

Banyak yang marah karena pria itu tidak menawarkan tempat duduknya kepada wanita itu, sementara selebaran lain ‘jijik’ karena hal-hal ‘kotor’ yang mereka lihat mengenai karpet. Insiden yang mempermalukan penumpang lainnya termasuk penumpang maskapai yang dipermalukan karena ‘kasar’ menggantung rambut pirangnya di bagian belakang kursinya dan memblokir seluruh layar orang di belakangnya.

Baca juga: Kisruh di Kabin, Penumpang Kursi Belakang Kesal Pukul Kursi Depan Karena Bersandar

Seorang pria Australia, yang hanya dikenal sebagai David, berbagi foto penumpang wanita di Facebook, mengungkapkan bagaimana rambutnya disisir ke belakang di sandaran kepala saat menonton film dalam penerbangan.

PT MRT Jakarta Canangkan Integrasi Ticketing dengan TransJakarta dan PT KCI

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, mulai melanjutkan integrasi layanannya dengan TransJakarta dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Dalam integrasi ini tak hanya layanan yang akan dikedepankan melainkan beberapa fasilitas juga akan dikembangkan.

Baca juga: Tempuh Jalur 6 Km, Pekerjaaan Konstruksi MRT Jakarta Fase 2A Dimulai Maret 2020

Salah satunya yang kini sudah berjalan yakni dengan TransJakarta membuat jembatan dari Stasiun MRT Asean menuju ke Halte CSW yang melayani koridor 13. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, penghubung MRT dengan TransJakarta ini akan mulai bisa digunakan pada Agustus 2020 mendatang.

William mengatakan selain moda, pihaknya juga berintegrasi melalui sarana dan prasarana seperti fasilitas pejalan kaki. Kemudian pihaknya juga akan melakukan pengembangan jalur pesepeda.

“Kita juga akan tingkatkan pelayanan pada pejalan kaki dan pesepeda dengan menambahkan bike rack di beberapa titik di sepanjang jalur MRT,” kata William yang ditemui di kantornya, Kamis (27/2/2020).

Bahkan kini, juga melakukan penambahan park and ride untuk kendaraan seperti mobil dan sepeda motor. Hal ini dilakukan juga karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai menaikkan tarif parkir yang cukup tinggi.

“Untuk antisipasi ini kita akan perbaiki koneksi dan interkoneksi. Kita akan tambah juga layanan kawasan parkir di daerah luar,” ujar William.

Dia menyebutkan park and ride yang akan ditambah yakni di Ragunan. Di mana akan ada shuttle service dari TransJakarta untuk mencapai stasiun MRT.

William menambahkan, saat ini transit plaza yang ada di Lebak Bulus dengan Point Square sudah mulai terlihat lebih bagus. Di mana Point Square mulai di tata dan skybridge yang menghubungkan dengan Stasiun MRT Lebak Bulus Grab sudah mulai terlihat pembangunannya.

Ternyata bukan hanya dengan TransJakarta adanya integrasi dilakukan. PT MRT Jakarta juga melakukan integrasi dengan PT KCI dan TransJakarta terkait masalah ticketing.

William menjelaskan, pihaknya tetap mengikuti peraturan dari Bank Indonesia terkait penerbitan card issuer. Dalam satu hal MRT dan KCI harus melakukan interoperability operating pada Januari 2022.

Sehingga Multi Trip (MTT) milik MRT Jakarta dan Kartu Multi Trip (KMT) milik KCI bisa dipakai di dua mesin tap masing-masing moda ini.

“Kita lakukan upaya. Task force dan instrumen disesuaikan dengan mengurus ini agar bisa dipakai semua. Windownya Desember 2021 dan bisa selesai serta digunakan pada Januari 2022,” kata William kepada KabarPenumpang.com.

Sedangkan dengan TransJakarta, William menambahkan, bahwa pihaknya juga akan gunakan satu kartu dan bekerja sama dengan JakLingko agar 2022 mendatang bisa terintegrasi semuanya serta nantinya akan dipersatukan oleh Bank Indonesia. Tak hanya kartu pembayar yang akan terintegrasi, MRT Jakarta juga akan terintegrasi dengan pembayaran melalui QR code baik dengan TransJakarta ataupun LRT Jakarta.

Baca juga: Capaian Melebihi Ekspektasi 2019, MRT Jakarta Akan Mulai Fase 2

“QR code diharapkan akan bisa lebih cepat dari kartu. Kita belum buka ke publik untuk saat ini karena masih terus uji coba untuk mendapat hasil terbaik. Kita juga mau tahu pengalam penumpang nantinya jika menggunakan QR code karena biasanya yang menggunakan teknologi ini skillnya berbeda-beda,” tutup William.

AeroFarms Punya 800 Varietas Tanaman, Singapore Airlines Bisa Sajikan Salad Segar Setiap Hari

Sejak Oktober 2019, Singapore Airlines sudah mulai menggunakan sayuran segar sebagai bahan makanan untuk penumpang. Sayur-sayur ini dihasilkan di fasilitas AeroFarms Newark yang disebut sebagai pertanian vertikal indoor terbesar di dunia.

Baca juga: Singapore Airlines Datangkan Sayur Segar dari AeroFarms di New Jersey

Startup agtech yang sudah berusia 16 tahun tersebut membawa sistem penanaman aeroponik ke skala industri dan menanam sekitar 800 varietas sayuran berdaun hijau, umbi-umbian, tanaman anggur hingga buah beri. Cara penanaman aeroponik ini tanpa air dan sinar matahari serta pestisida.

Sayangnya Marc Oshima, salah satu pendiri AeroFarms mengatakan, mereka tidak bisa mengasilkan buah yang ditanam di pohon. Pertanian aeroponik ini sendiri 300 persen lebih efisien dibandingkan dengan pertanian tradisional dalam hal hasil panen.

Namun, meski begitu cara penanaman yang dilakukan AeroFarms ini dikritik karena penggunaan listrik yang besar untuk menyalakan komputer, lampu, katup tekanan tinggi dan alat penyiraman sepanjang waktu. Meski ada kritik terkait listrik yang digunakan untuk penanaman, Restoran Momofuku’s David Chang, Red Rooster’s Marcus Samuelsson dan koki eksekutif Anthony Moraes memuji tentang kepadatan rasa dari produk yang dikembangkan oleh AeroFamrs.

Ini karena faktor lingkungan yang bisa diubah selama proses pertumbuhan tanaman di mana koki bisa meminta kangkung yang lebih manis dan arugula pedas yang sesuai resep. Oshima menjelaskan saat ini mereka telah berlomba untuk memenuhi permintaan karena proses AeroFarms tidak tergantung pada kondisi cuaca alami. Bahkan mereka bisa menghasilkan sayuran musim dingin di separuh waktu pertanian tradisional. Antony McNeil, direktur makanan dan minuman Global Singapore Airlines mengaku aneh ketika pertama kali mendengar selada dihasilkan di sebuah rak dengan penyinaran menggunakan lampu LED.

“Saya tidak yakin tentang itu. Tapi AeroFarms memiliki kemampuan untuk membantu Singapore Airlines melayani penumpang dengan menyediakan produk terlezat dan tersegar,” kata McNeil.

KabarPenumpang.com melansir laman qz.com (22/2/2020), bisa dikatakan faktor kesegaran menjadi hal yang menarik. Sebab sebagian besar maskapai penerbangan komersial menggunakan sayuran untuk salad yang dipanen tiga hingga lima minggu sebelum mereka hadir di nampan makanan dalam penerbangan.

Singapore Airlines adalah maskapai besar pertama yang melayani hasil panen hanya beberapa jam sebelum penerbangan. JetBlue memiliki program “pertanian-ke-udara” yang serupa, tetapi menggunakan pertanian tradisional di taman atap di bandara John F. Kennedy, New York.

“Kami sekarang memiliki peluang terbaik untuk melayani produk segar, dan tidak perlu terbang dua ribu mil,” McNeil menjelaskan.

Tetapi apakah koki yang terlatih secara klasik memiliki keraguan tentang sayuran yang ditanam di laboratorium, seperti yang dilakukan oleh banyak orang ketika datang ke produk daging yang dimodifikasi secara genetik? Betapapun anehnya kekuatan untuk mengkalibrasi warna, rasa, dan tekstur produk berdasarkan keinginan koki. Namun, McNeil tampaknya tidak peduli.

“Saya tidak punya masalah dengan itu karena itu tidak tercemar. Menurut saya, ini hanya produk segar dan cantik,” katanya.

AeroFarms menyesuaikan pesanan dengan mengubah kondisi pertumbuhan lingkungan dengan meningkatkan kecepatan angin di tambak menghasilkan kangkung yang lebih kencang, misalnya.

“Ini memperluas imajinasi kita,” kata McNeil.

Di luar faktor kualitas, McNeil mengatakan memiliki data yang melacak di mana dan bagaimana sayuran ditanam adalah penghemat waktu terutama untuk maskapai penerbangan, di mana keamanan pangan adalah yang terpenting. Seperti yang dia catat, makanan yang disajikan di pesawat harus melewati sepuluh hingga 12 titik kontrol kritis dalam transit dari panen hingga saat disajikan.

Baca juga: 65 Persen Makanan untuk Emirates Dibuat di Dubai

Singapore Airlines saat ini melayani produk yang dikembangkan AeroFarms pada penerbangan yang berasal dari bandara Newark dan JFK. McNeil mengatakan rencananya adalah untuk memperluas jaringan perusahaan petani berkelanjutan untuk melayani lebih banyak rute di seluruh dunia.

Pramugari Mulai Terinfeksi Virus Corona, Lantas Pilih Tetap Pakai Masker atau Tidak?

Belum lama ini, seorang pramugari Korean Air dinyatakan positif virus corona. Akibatnya, ketakutan traveler untuk datang ke Korea Selatan pun memuncak, terlihat dari ramainya netizen yang menginginkan rencananya ke Negeri Ginseng tersebut ditunda. Sementara itu, Korean Air sendiri telah membentuk sistem khusus bekerja sama dengan Centers for Disease Control and Prevention Korea (CDCK) untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Baca juga: Ahli: Penggunaan Masker yang keliru Justru Dapat Sebarkan Virus Corona

Dengan terjangkitnya pramugari Korean Air tersebut, pembahasan terkait mekanisme pencegahan terbaik bagi awak kabin (pramugari) pun kembali menarik untuk diperbincangkan.

Pasalnya, sebelum pramugarinya terjangkit virus corona atau Covid-19, maskapai memang belum mengeluarkan peraturan yang mengharuskan pramugari memakai masker selama bertugas. Padahal, penasehat medis di dunia tidak merekomendasikan para awak kabin untuk mengenakan masker selama bertugas. Bahkan, menggunakan masker justru malah dapat menjadi penyebab terinfeksi virus corona.

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, sebelumnya, menurut penasihat medis untuk penerbangan dunia atau International Air Transport Association (IATA), David Powell, cara terbaik dalam menghindari virus corona, termasuk virus-virus berat atau ringan lainnya, dengan sering-sering mencuci tangan. Pendapat ini tentu saja sangat bertentangan dengan pengetahuan dan stigma masyarakat luas tentang penggunaan masker dan sarung tangan karet, yang notabene justru dapat melindungi mereka.

“Virus tidak dapat bertahan lama di kursi atau sandaran tangan, sehingga kontak fisik dengan orang lain memiliki risiko infeksi terbesar dalam penerbangan. Bahkan, masker dan sarung tangan melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menyebarkan virus daripada menghentikannya,” ujarnya.

Selain itu, menggunakan masker bukanlah cara yang direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk mencegah infeksi pada orang yang sehat.

“Tidak ada banyak data untuk mendukung klaim ada manfaat menggunakan masker di tempat umum,” kata Dr. Jonathan Grein, dokter penyakit menular profesional dan Direktur Rumah Sakit Epidemiologi di Pusat Medis Cedars-Sinai di Los Angeles.

Masker digunakan, lanjutnya, oleh dokter dan perawat ketika berhadapan langsung dengan orang sakit. Selain itu, mereka (dokter dan perawat) karena dua alasan utama, yakni untuk menstimulus sekresi individu yang memiliki infeksi pernapasan dan untuk melindungi petugas kesehatan yang memberikan perawatan langsung kepada pasien.

Lantas, dengan banyaknya para ahli medis di dunia yang tidak merekomendasikan pramugari untuk mengenakan masker, baik selama bertugas maupun tidak, masihkah pendapat tersebut relevan untuk menangkal serangan virus corona? Mungkin saja iya, mungkin juga tidak. Hal itu karena hingga kini belum ada keterangan lanjutan bagaimana dan dimana pramugari tersebut terinfeksi, apakah di pesawat atau di kehidupan sehari-hari, di luar jam kerja?

Meski demikian, bila langkah-langkah dari ahli kesehatan medis dunia seperti menghindari kontak dengan orang sakit, menghindari pasar hewan (hidup atau mati), pasar hewan, dan produk yang berasal dari hewan (seperti daging mentah), hingga cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik, bahkan menjaga kebersihan masker (jika memakainya) seluruhnya sudah dilakukan, mungkin satu hal ini juga patut diperhatikan.

Baca juga: Hindari Virus Corona, Penumpang ini Kenakan Helm di Kabin Pesawat!

Menurut dr. Ratna Kumalasari, Medical & Scientific Information Manager Industri Farmasi pernah berujar bahwa menjaga sistem imun tubuh tetap prima juga jadi salah satu langkah penting dalam menghindari virus corona. Menurutnya, saat sistem ketahanan tubuh (immune system) kuat, virus tidak mudah masuk ke tubuh kita, hanya saat kondisi tubuh lemah, kita mudah terinfeksi virus.

Senada dengan Ratna, Menteri Kesehatan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) juga pernah menjadi bahan perbincangan di media sosial akibat statement-nya yang menyatakan virus corona dapat ditangkal dengan terus berdoa dan menjaga imunitas tubuh.

Dampak Lanjutan Wabah Corona, Arab Saudi Larang Masuk Jamaah Umrah dari Indonesia

Dampak virus corona kembali membuat geger, setelah industri maskapai yang dibuat lunglai akibat rute dan frekuensi penerbangan yang berkurang drastis, kini dampak virus corona mungkin akan dirasakan oleh industri travel Haji/Umrah, pasalnya tanpa pemberitahuan dan sosialisasi, Pemerintah Arab Saudi melarang masuk untuk sementara jamaah Umrah dari 22 negara, yang di dalamnya termasuk Indonesia.

Baca juga: Virus Corona Bikin Singapore Airlines Turun Kelas Jadi Maskapai LCC? 

Dikutip dari Liputan6.com (27/2/2020), Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Haji Umrah Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi tidak membantah bahwa dirinya dan asosiasi lain merasa panik akan hal ini. “Awalnya dapat kabar ini, itu pukul 5 subuh waktu Indonesia, saat mau cek status umrah, tiba-tiba visa enggak keluar, dan bahkan aplikasi visa terhapus. Tentu kita panik dan ada pengumuman bahwa tiket ditunda,” ujar Syam. Mendadaknya pemberitahuan dari pihak Arab Saudi juga berdampak tidak menyenangkan bagi calon jamaah Umrah yang telah mengudara. “Ini memang baru diterapkan dan tiba-tiba sekali, tanpa sosialisasi dan tanpa memikirkan dampaknya ke tiket dan ke hotel,” imbuh Syam.

Kemungkinan uang yang sudah masuk ke kantong maskapai untuk pembelian tiket dan pihak hotel untuk tempat menginap calon jemaah selama di Arab Saudi, akan tetap mengendap di sana untuk digunakan ketika calon jemaah sudah bisa berangkat.

Dari beberapa sumber, disebutkan pesawat Garuda Indonesia yang telah tiba di Jeddah pagi ini, diminta kembali ke Indonesia tanpa menurunkan penumpang. Sejauh ini belum ada informasi tentang larangan penerbangan ke Arab Saudi. Seperti Lion Air yang melayani penerbangan Umrah menyatakan pihaknya masih mengoperasikan layanan penerbangan Umrah atau belum mengalami pembatalan. “Lion Air berkoordinasi dengan otoritas penerbangan setempat di Arab Saudi (kota tujuan) serta akan terus mengumpulkan data dan berbagai keterangan,” ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air Group dalam pesan tertulis (27/2/2020).

Baca juga: Hindari Virus Corona, Penumpang ini Kenakan Helm di Kabin Pesawat!

Sebagai informasi, operasional Lion Air di Arab Saudi meliputi Madinah – Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (MED) dan Jeddah – Bandar Udara Internasional King Abdulaziz (JED).

Jadi Heboh Setelah Serangan Virus Corona, Inilah Sosok Kapal Pesiar “World Dream”

World Dream Cruise, baru-baru ini menjadi perbincangan publik karena 1814 awak kapalnya tak bisa turun dari kapal persiar tersebut sejak 9 Februari 2020 kemarin, penyebabnya karena masalah virus corona yang menginfeksi tiga penumpangnya. Bahkan kapal pesiar ini sudah melepas jangkar di perairan internasional dekat dengan Kepulauan Bintan, Indonesia dan sebanyak 188 awak kapalnya berkewarganegaraan Indonesia.

Baca juga: Jepang Karantina Kapal Pesiar Diamond Princess Gara-gara Satu Penumpang Terinveksi Virus Corona

Sebanyak 188 awak kapal berkebangsaan Indonesia ini kemudian dipindahkan ke kapal rumah sakit TNI AL, KRI dr. Soeharso 990. Para awak ini akan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan prosedur observasi di pulau tak berpenghuni di sekitaran Kepulauan Seribu padahal awalnya yang akan dipindahkan adalah awak kapal dari Diamond Princess di Jepang.

Nah karena menjadi perbincangan publik, sebenarnya kapal pesiar World Dream ini punya siapa dan bagaimana spesifikasinya? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, World Dream merupakan kapal pesiar terbaru dari Dream Cruise Line. Kapal pesiar ini mulai resmi berlayar dari Hong Kong dan mengarungi Laut Cina Selatan pada 17 November 2017 lalu.

Kapal ini pertama kali mengembangkan layarnya di lautan melintasi rute Hong Kong – Manila – Boracay – Ho Cgi Minh City – Nha Trang – Hong Kong selama enam hari lima malam. Ternyata uniknya kapal pesiar World Dream memiliki saudara kembar yakni Genting Dream yang mulai berlayar setahun sebelumnya yakni 2016.

Kenapa dibilang kembar? Keduanya memiliki bentuk, desain interior hingga fasilitas yang sama. Namun bedanya adalah rute perjalanan mereka. World Dream juga menghadirkan banyak kamar mewah, fasilitas eksklusif seperti dek privat untuk berjemur, kasino, gym dan beragam restoran mewah.

World Dream sendiri memiliki berat 150.695 ton dengan panjang 335 meter dan lebar 40 meter. Kapal pesiar tersebut memiliki 18 level (tingkat) yang mampu menampung hingga 3377 penumpang.

Diketahui, Dream Cruises yang mengoperasikan kapal pesiar ini telah mengambil keputusan untuk menghentikan sementara kegiatan operasional kapal pesiar World Dream dari Hong Kong sejak 9 Februari 2020 karena penyebaran virus corona di beberapa negara. Departemen Kesehatan (Depkes) Hong Kong juga mengonfirmasi bahwa sebelumnya seluruh kru dan penumpang telah melalui pemeriksaan kesehatan dan semua sampel yang diambil dinyatakan negatif virus corona.

Baca juga: Terjebak Karantina Virus Corona di Kapal Pesiar, Pasangan ini Pesan Anggur via Drone

Tak hanya itu, Depkes Hong Kong juga memberikan sertifikasi bebas virus corona untuk kapal pesiar tersebut. Sejak pelayaran terakhir pada 9 Februari 2020 hingga saat ini, seluruh kru dan penumpang tidak menunjukkan gejala-gejala dari virus corona.

President of Dream Cruises, Michael Goh menegaskan, “Perusahaan kami telah memelihara standar kebersihan dan sanitasi tertinggi bagi armada perusahaan dan berkomitmen.”

Mewahnya Airbus A380, Sampai Punya Dua Lift untuk Manjakan Penumpang

Maskapai di seluruh dunia pada umumnya memiliki kecenderungan atau ciri khas masing-masing. Hal itulah yang kemudian dijual dan menjadi senjata andalan mereka dalam menggaet pelanggan. Bahkan, bukan sekedar menggaet pelanggan, melainkan membuat mereka tidak berpindah ke lain hati. Hal itu bisa saja selama keinginan atau konsep interior pesawat didukung oleh pabrikan pesawat.

Baca juga: Lebih Elegan dan Nyaman, Qantas Rombak Interior Airbus A380 Besar-Besaran

Lazimnya, dalam mendesain pesawat, maskapai mengikuti luas dari pesawat itu sendiri. Semakin kecil pesawat, maka ruang kreasi maskapai menjadi lebih sempit. Sebaliknya, semakin besar pesawat, maka ruang kreasi maskapai untuk memanjakan pelanggannya menjadi lebih besar. Seperti pada pesawat Airbus A380, yang notabene saat ini menyandang status sebagai pesawat komersial terbesar di dunia.

Seperti dikutip KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com, Selasa, (26/2), sebagai pesawat terbear di dunia yang mampu menampung maksimal 830 penumpang dalam sekali angkut, Airbus A380 bukan hanya sekedar besar melainkan juga memiliki fasilitas ‘wah’ di dalamnya. Tak hanya canggih di ruang navigasinya, melainkan terdapat banyak fitur di dalam kabinnya yang luas.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) pada

Berbeda dengan pesawat berbadan kecil (narrow body) yang biasa dimiliki maskapai dalam negeri, Airbus A380 memiliki layout kursi yang lebih lebar dan besar dengan interior yang berbeda pula. Interior yang ada juga berbeda-beda di setiap kelasnya, bergantung pada maskapai masing-masing. Selain itu, karena A380 memiliki dua lantai, pesawat superjumbo, dengan mesin Rolls Royce dengan 4 turbin jet dengan kapasitas bahan bakar 320 ribu liter tersebut juga menyediakan fasilitas lift atau elevator. Luar biasa bukan?

Tak hanya itu, berbagai fasilitas mewah lainnya juga dijamin bakal memanjakan pelanggan, seperti Lavish Bar yang sangat mewah layaknya hotel, double bed (first class), ada pula revamped suit yang menyediakan satu buah ranjang, sofa dengan sandaran tangan dan kaki yang dijahit oleh pengrajin Italia serta fasilitas TV berukuran 23 inch.

Baca juga: Emirates Operasikan A380 dengan Rute Terpendek di Dunia, Jaraknya Setara Jakarta – Pangandaran!

Pada kelas first class disediakan pula fasilitas private suite dan shower room. Berbeda dengan lavatory pada pesawat komersil biasa, di sini penumpang bisa menggunakan shower dan berbagai macam fasilitas toilet dengan ukuran yang luas.

Satu kelas di bawahnya yakni kelas bisnis pun tak kalah mewahnya dengan first class. Tersedia recycling seat yang bisa direbahkan hingga menjadi kasur untuk ditiduri para penumpang. Fasilitas ini dikhususkan bagi traveler kelas menengah yang menginginkan pengalaman terbang yang menyenangkan. Jadi, bagaimana, berminat untuk mencoba terbang menggunakan pesawat superjumbo terbesar di dunia?

“Wakame Beef,” Menu Baru Jiwa Toast Hasil Kolaborasi dengan Chef Willgoz

Melengkapi kesuksesan brand kopi janji jiwa yang saat ini digandrungi hampir di semua kalangan di Indonesia, Jiwa Toast, member of Jiwa Group, pun menggandeng pemenang MasterChef Indonesia Season 3, chef William Gozali atau akrab disapa Willgoz untuk menciptakan menu unik. Hasil dari kolaborasi keduanya, varian baru pun lahir, dengan nama Wakame Beef.

“Sejauh ini hasil kolaborasi kita (Jiwa Toast dan chef Willgoz) baru menghasilkan satu menu varian, yakni Wakame Beff,” kata Director of Jiwa Group William Susanto di outlet Jiwa Toast Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).

“Jiwa Toast itu dilahirkan setelah Kopi Janji Jiwa, karena kita merasa marketnya untuk menemani produk kita yang awal, yaitu Kopi Janji Jiwa. Jadi untuk memberikan satu konsep makanan dan minuman dengan harga yang kalau di-combine harga kisaran Rp30 ribu, jadi dengan harga segitu kita udah kenyang karena bisa makan dan juga minum. Karena orang Indonesia kan gitu maunya kenyang,” tambahnya.

Wakame Beef sendiri adalah sajian unik perpaduan roti, keju, ham, telur, dan rumput laut atau wakame, ditambah dengan toping saus serta mayonaise sehingga menciptakan rasa yang unik.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) pada

“Wakame adalah seaweed (rumput laut), rasanya lebih lembut, dibilang amis, nggak. Tapi ada aroma laut. Wakame salah satunya disajikan secara dingin, jadi ketika cobain ini akan berbeda dengan yang biasa kalian makan,” kata Chef Willgoz.

Selain Wakame Beef, Jiwa Toast juga menawarkan beberapa varian lainnya, di antaranya creamy shroom, crispy chicken, egg and cheese, curry tuna, thai sweet chili, spicy bulgogi, ham and cheese, tuna mayo, dan wakame beef.

Hingga kini, sudah ada sebanyak 105 outlet yang dimiliki Jiwa Toast di seluruh Indonesia. Sejak berdiri pada Oktober 2019, Jiwa Toast memang dikenal sebagai tempat berkumpul dan bertemu anak muda, mencari inspirasi dan berdiskusi. Jadi perpaduan toast dan kopi jadi perpaduan tidak terkalahkan.

Pantas Banyak ‘Skandal,’ Ternyata Pramugari Punya ‘Ruang’ Tersembunyi Bak Hotel di Pesawat

Collins Aerospace mungkin patut berbangga dengan inovasi Zero G-Attendant Seat yang disebut-sebut sebagai desain kursi paling nyaman untuk pramugari dalam gelaran Crystal Cabin Awards tahun ini. Namun, siapa sangka, di balik sudut-sudut pesawat, terdapat ‘ruang’ tersembunyi khusus untuk para awak kabin dan pilot yang tak kalah dengan hotel berbintang.

Baca juga: Inilah 20 Syarat ‘Tak Resmi’ untuk Jadi Pramugari, Nomor Dua Agak Aneh

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mirror.co.uk, Selasa, (26/2), belum lama ini seorang pramugara atau awak kabin bernama Blair, telah membuat netizen terkejut akibat sebuah postingan di laman Instagram milik Virgin Australia. Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak sang pramugara tengah berada di ruangan ‘asing’ di dalam sebuah pesawat dan berlagak seperti sedang mengintip dengan membuka sebuah tirai hitam yang menutupinya ruangan atau kamar tersebut. Sekilas, hampir tak ada bedanya dengan hotel kapsul.

Di video lainnya yang lebih lengkap, Blair tampak sedang menuju ke sebuah pintu yang hampir mirip seperti pintu toilet. Ketika ia membukannya, bukan toilet yang didapat, melainkan sebuah anak tangga untuk mengantarkan ke sebuah ruang rahasia.

Ruang rahasia itu diketahui tepat berada di atas kursi kabin kelas ekonomi dan kelas bisnis pada bagian sebelah kiri. Ia tidak menjelaskan secara detail apakah ruang atau kamar tersembunyi itu tersedia di semua jenis pesawat. Namun, pada video tersebut, ruang rahasia itu berada di pesawat Boeing 777-300ER yang notabene tergolong sebagai pesawat berbadan lebar atau widebody, dengan durasi terbang berkisar 7-15 jam lamanya. Jadi, wajar saja bila terdapat kamar tersembunyi seperti itu.

“Ada dua tempat istirahat di pesawat Boeing 777-300ER kami, yang terletak di atas kabin kelas bisnis dan ekonomi di kedua ujung pesawat dan digunakan setelah layanan makanan utama. Istirahat dialokasikan untuk memastikan bahwa jumlah kru yang tepat selalu tetap bawah (kabin) untuk membantu para tamu,” katanya dalam video tersebut.

“Area istirahat untuk awak kabin kami berada di atas kabin ekonomi, dan memiliki delapan tempat tidur (single) dengan seprai, selimut, dan bantal yang nyaman untuk memastikan awak beristirahat dengan baik begitu mereka kembali ke kabin” tambahnya.

Meskipun ada dua tempat (di atas kursi kabin kelas ekonomi dan kelas bisnis), ia menjelaskan, lazimnya, kamar rahasia di atas kabin kelas ekonomi tersebut digunakan untuk para awak kabin. Sedangkan kamar tersembunyi di atas kelas bisnis dikhususkan untuk pilot dan kru dengan fasilitas yang nyaris serupa dengan kamar tersembunyi peruntukan awak kabin.

Pramugari keluar dari ruang rahasia. Foto: Twitter @jong_pj

Baca juga: Sederet Bintang K-Pop Ini ‘Banting Setir’ jadi Pramugari dan Pramugara

Berbeda dengan cara naiknya yang harus menggunakan tangga dan melewati pintu atau lorong sempit, jalan keluar dari kamar atau ruang tersembunyi bagi para awak kabin tersebut sangat mudah. Terlebih dalam keadaan darurat. Cukup dengan membuka handel di bawah tempat tidur, maka sebuah tangga darurat akan mengantarkan awak kabin langsung ke kabin kelas ekonomi untuk segera melanjutkan tugas-tugas lainnya saat keadaaan darurat terjadi, tanpa harus repot-repot kembali ke jalur seperti saat menuju ruangan tersebut.

Ruang tersembunyi itu pun kembali mengingatkan kita dengan mindset negatif terhadap sisi lain profesi pramugari terhadap skandal percumbuan di udara entah lewat film di televisi ataupun media lainnya, baik antar awak kabin, pramugari dengan pilot, atau bahkan pramugari dengan penumpang. Terlebih setelah mengetahui adanya ruang rahasia yang hampir tak tersentuh atau terjamah oleh penumpang awam pada umumnya.

Hindari Kontak Langsung, Robot Bantu Layani Pasien Terinfeksi Virus Corona

Virus corona yang sudah menginfeksi sekitar 80 ribu orang dan hampir 2500 diantaranya meninggal dunia. Virus ini pun juga menginfeksi 1700 petugas medis di Cina. Karena hal tersebut, ada inovasi baru yang bisa membantu memerangi penyebaran virus corona yang mematikan ini.

Baca juga: Bandara Hong Kong Kucurkan Rp2,8 Triliun Guna Hadapi ‘Serangan’ Virus Corona

Dalam upaya meminimalkan kontak ke pasien terinfeksi, perangkat bertenaga kecerdasan buatan yang dilengkapi dengan termometer dan kamera mengambil tanda vital pasien dan membantu dokter mendiagnosis orang dengan penyakit dari jarak yang aman telah dibuat.

Salah satu perangkat tersebut adalah robot Temi yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan Israel, Temi tingginya tiga kaki dan memiliki layar sentuh. Dilengkapi dengan teknologi Alexa dari Amazon, Temi menghadirkan sistem suara bawaan, baki untuk mengisi baterai telepon dan sistem navigasi otonom yang memungkinkannya bergerak sendiri-sendiri sambil menghindari rintangan.

“Banyak orang di karantina. Dokter perlu mengunjungi mereka dan butuh petugas membawakan mereka makanan dan seseorang perlu mengukur suhunya semua hal ini dapat dilakukan robot. Maka Anda dapat menahan diri dari kontak dengan orang yang terinfeksi,” kata Yaron Yoels, CMO dari Robotemi yang dikutip KabarPenumpang.com dari jpost.com (24/2/2020).

Temi dianggap sebagai robot pribadi pertama yang terjangkau di dunia dengan harga pasarannya $1999. Saat ini Temi beroperasi di sejumlah sektor seperti layanan kesehatan, perusahaan, ritel hingga pendidikan.

Yoels menjelaskan, ketika berita virus corona pertama kali muncul, Robot Temi yang kini bermarkas di Shenzhen, Cina memutuskan menambah aksesoris khusus seperti termometer dan baki untuk membawa makanan serta minuman kepada pasien yang dikarantina. Tak hanya itu, Temi juga memungkinkan pasien untuk berkomunikasi dengan orang yang dicintai.

“Kami mulai memasarkannya ke rumah sakit, bandara, dan tempat lain. Segera, kami mendapat banyak permintaan dan sudah dikerahkan di beberapa rumah sakit di Hong Kong, Korea Selatan dan Cina. Ini memungkinkan dokter untuk mengunjungi pasien ini tanpa harus menghubungi mereka,” kata Yoels.

Sejauh ini, ratusan robot Temi telah dirancang untuk bekerja di rumah sakit, bandara dan rumah perawatan lansia. Menurut Yoels, robot itu juga digunakan di kantor-kantor di seluruh China untuk memeriksa kedatangan karyawan untuk demam salah satu gejala COVID-19 yang paling menonjol.

Jika masalah kesehatan terdeteksi, Temi mengarahkan karyawan ke dokter untuk menghindari infeksi pada kolega. Selain robot telepresence, yang memungkinkan komunikasi video, pemantauan dan pengiriman makanan dan obat-obatan yang aman, robot meningkatkan perjuangan melawan COVID-19 dengan mendisinfeksi sedikit pun mungkin ruang yang terkontaminasi.

Bukan hanya robot Temi, layanan Desinfeksi Xenex dari San Antonio, Texas, telah menciptakan robot UV yang digunakan di lebih dari 500 fasilitas perawatan kesehatan di seluruh Amerika Serikat.

“Studi menunjukkan bahwa kurang dari setengah permukaan di ruang rumah sakit, tempat tidur, meja nampan, kenop pintu, batang pegangan dan lainnya. Ini semua didesinfeksi dengan benar ketika ruangan sedang dibersihkan dan disiapkan untuk pasien berikutnya,” kata Melinda Hart, direktur hubungan media di Xenex.

Dia mengatakan, menggunakan robot LightStrike sebagai bagian dari program pencegahan infeksi komprehensif memungkinkan rumah sakit dengan cepat menyingkirkan patogen itu sebelum mereka dapat membahayakan pasien dan staf. Robot LightStrike menggunakan xenon (gas stabil tidak berbau) untuk membuat sinar UV yang intens yang menghancurkan bakteri, virus, jamur dan jamur pada permukaan rumah sakit. Rumah sakit menggunakan robot telah menunjukkan penurunan 50-100 persen pada bakteri Clostridium difficile, Staphylococcus aureus (MRSA) super-resistant bugis Methicillin dan tingkat infeksi situs bedah (SSI).

Robot tersebut portabel, mereka dapat digunakan di seluruh rumah sakit, termasuk kamar kecil, laboratorium, dan ruang tunggu, dan bahkan di ambulans. Kamar pasien dapat didisinfeksi hanya dalam 10-15 menit.

“Kami menganggap robot kami sebagai bagian dari tim pembersih rumah sakit dan mereka tidak mengganti karyawan. Pertama-tama, ruangan harus dibersihkan dan semua kotoran atau cairan yang terlihat dibuang, sampah dikosongkan, linen diangkat pembersihan normal. Kemudian, begitu ruangan itu bersih secara visual, robot tersebut dibawa oleh anggota tim EVS dan dengan cepat menghancurkan mikroorganisme yang mungkin terlewatkan selama proses pembersihan manual,” tegasnya.

Baca juga: Hindari Virus Corona, Penumpang ini Kenakan Helm di Kabin Pesawat!

Adapula perusahaan robotik Dimer UVC Innovations yang berbasis di California telah mengembangkan GermFalcon, robot yang dirancang untuk mendisinfeksi kabin pesawat terbang.

“Kuman bertahan selama beberapa hari di permukaan pesawat, dan maskapai saat ini tidak memiliki standar untuk kebersihan di atas kapal. Pesawat-pesawat yang berpotensi terkontaminasi yang tiba dari Tiongkok didesinfeksi sehingga penerbangan dari China ditangguhkan,” kata Elliot M. Kreitenberg, presiden dan co-founder Dimer UVC Innovations.