Imbas Virus Corona, KLM Pensiunkan Boeing 747-400 Lebih Cepat, Salah Satunya “City of Jakarta”?

Koninklijke Luchtvaart Maatschappij atau yang akrab disingkat KLM dilaporkan akan mempensiunkan armada Boeing 747-400 pada bulan April mendatang. Pesawat yang biasa disebut “Queen of The Skies” tersebut semula dijadwalkan baru akan pensiun pada tahun 2021. Namun, akibat sepinya penerbangan, pesawat legendaris tersebut harus pensiun lebih awal dari jadwal semula.

Baca juga: Boeing 747-400 Eks KLM “City of Bangkok” Bakal Menjadi Daya Tarik Hotel di Amsterdam

Dikutip dari laman aviation24.be, Senin, (16/3), maskapai tertua di dunia yang didirikan pada 7 Oktober 1919 oleh seorang letnan aviasi muda bernama Albert Plesman tersebut diprediksi akan mempensiunkan enam dari 11 armada Boeing 747-400-nya. Meskipun pihak maskapai belum mengumumkan pesawat mana saja yang akan dipensiunkan, namun, beberapa sumber menyebut bahwa “Queen of The Skies” yang dipensiunkan, mungkin salah satunya adalah “City of Jakarta”.

Sebagaimana yang umum diketahui, Royal Dutch Airlines atau KLM semula mempunyai 12 armada Boeing 747-400, mulai dari City of Guayaquil, City of Lima, City of Nairobi, City of Hongkong, City of Jakarta, City of Seoul, City of Tokyo, City of Beijing, City of Vancouver, City of Shanghai, City of Johannesburg, dan City of Bangkok. Pada tahun 2019, satu dari 12 fleet KLM tersebut, City of Bangkok terlebih dahulu dipensiunkan dan dialihfungsikan oleh Corendon Village Hotel, Amsterdam, menjadi penghias mata untuk pemikat para pelanggannya.

Bila melihat dari tahun operasionalnya, dari 11 armada “Queen of The Skies”, maka besar kemungkinan, enam pesawat yang akan dipensiunkan adalah City of Guayaquil, City of Lima, City of Nairobi, City of Hongkong, City of Jakarta, dan City of Seoul. Pasalnya, pesawat-pesawat tersebut sudah mulai dioperasikan pada rentang waktu antara April 1990 dan Oktober 1996, lebih tua dibanding lima Boeing 747-400 lainnya yang datang lebih akhir.

Selain mengumumkan kebijakan mempensiunkan Boeing 747-400 , KLM juga mengumumkan beberapa kebijakan lainnya, sehubungan dengan banyaknya negara yang memutuskan untuk lockdown seiring wabah virus corona atau Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, baik lockdown negara atau bandaranya saja.

Di antaranya, penangguhan perjalan dari dan ke Curacao, sebuah pulau di Laut Karibia sebelah selatan, dekat pesisir Venezuela (mulai 13 Maret 2020), Istanbul, Turki (mulai 14 Maret 2020), Buenos Aires dan Santiago de Chile (mulai 15 Maret hingga 28 Maret 2020), Kuwait dan Bahrain (mulai 13 Maret 2020), India (Bangalore mulai16 Maret), (Mumbai mulai 17 dan 19 Maret), dan (New Delhi mulai 18 Maret), serta Hong Kong, Korea Selatan, dan Italia (mulai 14 hingga 28 Maret mendatang).

Baca juga: Ternyata, Jakarta Merupakan Destinasi Penerbangan Antar Benua Perdana KLM!

Keputusan tersebut merupakan bagian dari rencana perusahaan untuk mengurangi kapasitas penerbangannya sebesar 25 persen di bulan Maret dan 30 dan 40 persen di bulan April hingga Juni. Tentu saja kebijakan tersebut berdampak pada pengurangan 30 persen karyawan atau sekitar 1.500-2.000 karyawannya di seluruh dunia.

Tak hanya itu, kebijakan lainnya untuk menekan efisiensi juga terpaksa diambil perusahaan yang berbasis di Bandara Amsterdam Schiphol tersebut, seperti menunda semua investasi di masa depan sebesar Rp6,6 triliun hingga akan mengambil serangkaian langkah pemotongan biaya lainnya.

Tekan Penyebaran Virus Corona, Social Distancing di Transportasi Umum Harusnya Pikirkan Soal Jarak Antrian

Dalam usahanya menekan penyebaran wabah virus corona (covid-19), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Minggu, 15 Maret 2020, telah mengumumkan sejumlah pembatasan pada layanan transportasi massa yang dibawah naungan Pemprov DKI Jakarta, yaitu dengan dikurangi layanan pada TransJakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta.

Pembatasan layanan pada ketiga moda tulang punggung transportasi warga DKI tersebut, dimaksudkan Anies sebagai langkah untuk mengurangi social distancing bagi para pengguna moda, dimana diharapkan potensi penyebaran virus corona dapat ditekan.

Meski punya tujuan mulia, namun dari pantauan di lapangan pada Senin pagi (16/3/2020), justru yang terjadi adalah antrian parah dan mengular di beberapa halte dan stasiun MRT. Pemandangan yang paling heboh terjadi kawasan halte Puri Beta 2, Ciledug, Tangerang, Banten. Begitu pula antrian panjang juga terjadi di akses masuk Stasiun MRT Lebak Bulus, Stasiun MRT Fatmawati dan Stasiun MRT Dukuh Atas.

Disini yang menjadi tantangan dari kebijakan Anies adalah mayoritas perkantoran dan usaha di DKI Jakarta masih berjalan normal, meski sekolah dan perkuliahan diluburkan, tapi rupanya itu tak mampu menekan tujuan untuk mengurangi social distancing.

Berkaca pada kebijakan yang diambil di beberapa kota dan negara di luar negeri untuk menekan penyebaran corona, social distancing memang telah diambil sebagai langkah taktis. Seperti di Singapura, setiap prasarana transportasi yang memaksa penumpang antri, maka diwajibkan jarak antar pengantri satu sama lain adalah satu meter.

Meski begitu, netizen di Singapura kebijakan pada pemberian jarak antian sangat sulit diterapkan pada jam-jam sibuk di stasiun SMRT, seperti contohnya saat berangkat dan pulang kantor.

Nah, melihat hari pertama penerapan pembatasan layanan transportasi di DKI Jakarta, apakah kebijakan Gubernur Anies dapat diteruskan di hari-hari mendatang? Mengingat jika terjadi penumpukan calon penumpang di luar halte dan stasiun, dikhawatirkan justru akan mempersubur penyebaran virus corona.

Pembatasan Layanan Transportasi di DKI Jakarta

MRT Jakarta
Jadwal MRT akan berubah, dari yang semula beroperasi pukul 05.00 hingga 24.00 WIB, mulai Senin (16/3/2020) akan beroperasi dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.

Perjalanan MRT dari yang sebelumnya setiap 5 dan 10 menit, mulai Senin juga akan diubah menjadi setiap 20 menit. Rangkaian MRT juga akan dikurangi menjadi empat rangkaian, dari yang sebelumnya 16 rangkaian.
Kapasitas gerbong dari 300 orang akan disusutkan menjadi hanya 60 orang untuk menghindari berdesakan dan interaksi dekat.

LRT Jakarta
Jadwal LRT akan berubah, dari yang semula beroperasi pukul 05.30 hingga 23.00 WIB, mulai Senin akan beroperasi dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.

Perjalanan LRT dari yang sebelumnya setiap 10 menit, mulai Senin akan diubah menjadi setiap 30 menit.

TransJakarta
Jadwal TransJakarta akan berubah, dari yang semula beroperasi 24 jam, mulai Senin akan beroperasi dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Rute TransJakarta juga akan dikurangi menjadi hanya 13 rute dari 248 rute yang ada. Keberangkatan akan dilakukan setiap 20 menit sekali.

Pramugari EasyJet Bikin Tubuh Penumpang Melepuh Akibat Ketumpahan Mie

EasyJet belakangan kerap disebut-sebut warganet di media sosial Facebook. Hanya saja, bukan karena sebuah prestasi atau layanan yang memuaskan. Justru sebaliknya, maskapai asal Inggris tersebut mendadak jadi bahan perbincangan setelah seorang warganet memposting bagian bahu belakang yang melepuh akibat ketumpahan mie instan panas yang baru diseduh oleh pramugari.

Baca juga: Akhiri Kasus Koosmariam, Hakim PN Jakarta Pusat Ganjar Garuda Indonesia Rp200 Juta!

Dikutip dari travelweekly.com.au, Jumat, (13/3), warganet bernama Debby Rogers, kala itu hendak pulang dari Tenerife, Spanyol, menuju Norfolk, Inggris. Awalnya, penerbangan tampak biasa-biasa saja baginya sampai akhirnya seorang pramugari secara tidak sengaja menumpahkan mie instan yang baru disaja diseduh sebelum disuguhkan kepada penumpang lainnya.

Saat insiden ketumpahan tersebut, Debby yang kala itu menggunakan cardigan tebal dan blouse pendek tidak menjelaskan bagaimana responnya. Hanya saja, ia kemudian menyertakan sebuah foto yang menunjukkan bahwa dirinya mengalami luka bakar serius. Di samping itu, ia juga menyertakan caption atas unggahannya tersebut yang bernada kecaman dan kekecewaan dirinya akibat respon yang lamban. Pasalnya, insiden tersebut sudah terjadi dua pekan yang lalu.

“Akan sangat senang jika seseorang menjawab keluhan yang saya ajukan melalui formulir di website tentang luka bakar yang saya terima pada 19 Februari 2020 saat kembali dari Tenerife. Luka bakar itu disebabkan oleh air panas mendidih dalam wadah mie yang tak sengaja dijatuhkan oleh pramugari,” tulis Debby Rogers.

“Foto ini diambil oleh seorang kru kabin saat masih dalam penerbangan. Sama sekali tidak menyenangkan dengan kurangnya respon dan layanan customer care,” tutupnya, dalam caption atas unggahan tersebut.

Tentu saja postingan tersebut mengundang simpati dari para warganet, terutama kerabat Debby. “Ya Tuhan itu sangat mengerikan dan mengejutkan mereka (pihak EasyJet) tidak merespon keluhan,” kata Tanya Dagger, salah seorang rekan Debby.

Meskipun sempat dikecewakan oleh pihak maskapai dilayanan customer care, Debby yang mengunggah langsung foto beserta caption tersebut di laman Facebook milik EasyJet akhirnya mendapat respon cepat. Dalam balasan pada unggahan Debby, EasyJet mengaku menyesal atas lambannya respon mereka akibat beberapa gangguan yang disebabkan oleh virus corona.

“Kami sangat menyesal tentang apa yang terjadi padamu Debby. Akan membutuhkan waktu selama 28 hari untuk menanggapi keluhan dari website. Waktu tersebut bisa lebih lama karena musibah virus corona yang masih berlangsung. Sesorang akan menghubungimu,” bunyi balasan pihak EasyJet.

Baca juga: Inilah 20 Syarat ‘Tak Resmi’ untuk Jadi Pramugari, Nomor Dua Agak Aneh

Kemudian, dalam sebuah pernyataan kepada media Inggris, maskapai yang berhasil lolos dari ancaman kebangkrutan pada 2014 lalu tersebut mengklaim, saat insiden itu terjadi, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah pertolongan pertama.

“Keselamatan penumpang selalu menjadi prioritas tertinggi kami dan kami menanggapi laporan apapun dengan serius. Kami menerima laporan keselamatan dan akan tetap saling berhubungan dengan Nyonya Rogers,” jelasnya.

Meski Jaya di Udara, Rupanya Airbus Andalkan Jalur Laut dalam Proses Perakitan Pesawat

Meskipun memproduksi pesawat, Airbus rupanya tak terlepas dari ketergantungan laut untuk lalu lintas komponen pesawat dari fasilitas produksi ke fasilitas perakitan akhirnya yang tersebar di seluruh dunia. Setidaknya, saat ini Airbus memiliki 11 fasilitas-fasilitas tersebut, seperti Broughton, Wales; Mobile, Amerika; Cadiz, Spanyol; Toulouse, Prancis; Hamburg, Jerman; dan Tianjin, Cina.

Baca juga: Unik! Di Polandia Ada Kapal Laut ‘Berjalan’ Di Atas Daratan

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman Simple Flying, kamis, (12/3), dari tempat-tempat tersebut, ada jutaan komponen pesawat yang harus disatukan sebelum terbang. Sekalipun Airbus telah memiliki pesawat kargo anyarnya, Airbus Beluga XL, untuk mobilitas pengirimam komponen pesawat ke seluruh dunia dengan lebih cepat, dibanding kapal laut, hanya saja, tonasenya tak lebih besar dari kapal laut, maksimal hanya 51 ton. Setiap kali perjalanan tersebut mengangkut dua sayap pesawat A350. Tak heran, bila laut masih menjadi andalan Airbus, meskipun secara durasi jauh lebih lambat dibanding pesawat. Namun, melihat bobot yang sanggup dibawa, bila dikalkulasi, moda laut jauh lebih efektif ketimbang moda udara.

Kapal Ville de Bordeaux, misalnya, kapal roll-on dan roll-off (ro-ro), dengan dimensi panjang kapal 154,15 meter, lebar 24 meter, dan kedalaman 21,85 meter, yang setia menjadi bagian dari kesuksesan Airbus menjadi salah satu produsen pesawat terbesar di dunia tersebut dalam sekali jalan mampu mengangkut total 5.200 ton, hampir 100 kali lipat lebih besar dibanding muatan yang sanggup dibawa Airbus Beluga XL.

Tak hanya itu, selain kemampuannya mengangkut bobot seberat itu, kapal ro-ro yang dibuat secara khusus oleh Airbus di Cina tersebut juga miliki fitur khusus dalam membantu proses keluar masuk komponen pesawat, seperti a stern mooring system, cargo hold environment control, lashing arrangements. Meskipun sanggup membawa beragam komponen pesawat Airbus, umumnya, kapal tersebut hanya digunakan untuk mengangkut bagian dari Airbus A380.

Sebagai pesawat terbesar di dunia, proses perakitan Airbus A380 memang tidak mudah. Setidaknya ada 4 juta bagian pesawat Airbus A380 yang mesti disatukan sebelum bisa terbang. Misalnya, sayapnya dibangun di Broughton, Wales, bagian badan pesawat berasal dari Hamburg, Jerman dan Saint-Nazaire, Perancis, sirip ekor horisontal diproduksi di Cadiz, Spanyol, dan sirip ekor vertikal di Hamburg. Dari baut hingga mesin A380 terdiri dari sekitar 4 juta bagian yang diproduksi oleh 1.500 perusahaan dari 30 negara di seluruh dunia.

Selain tiga kapal Ville de Bordeaux, Airbus juga mengandalkan kapal yang juga dirancang khusus untuk mobilitas pengangkutan komponen pesawat, yakni Mobile Express. Kapal yang dibuat di Italia tersebut, sekalipun mengangkut komponen milik pesawat yang lebih kecil dari Airbus A380, secara dimensi dan kemampuan, justru malah lebih besar. Dengan panjang 180 meter, kapal ini mampu mengangkut 5.600 ton dengan kecepatan jelajah 19 knot atau 35 km per jam.

Baca juga: Tahun 2020, Roller Coaster Hadir di Kapal Pesiar Untuk Jelajahi Laut

Mobile Express beroperasi melintasi Samudra Atlantik sekali dalam sebulan, membawa komponen Keluarga A320 utama termasuk bagian badan pesawat, sayap dan tiang, serta stabilisator vertikal dan horizontal.

Selain kedua kapal tersebut, Airbus juga mengandalkan kapal laut lainnya yang lebih kecil, sejenis kapal tongkang. Sama seperti dua kapal sebelumnya, kapal tersebut juga dirancang khusus oleh Airbus untuk memudahkan mobilitas bongkar muat komponen pesawat.

Kereta “Maiko” dengan Geisha Kembali Mengular Setelah Dua Tahun Vakum

Banyak hal yang khas dari kereta api di Jepang, selain bicara teknologi yang mumpuni, kereta di Jepang juga sarat dengan kandungan budata, seperti dicontohkan dengan hadirnya kereta Maiko, yang merupakan kereta layanan khusus yang menampilkan geisha magang atau Maiko. Nantinya maiko ini akan menghibur penumpang dengan pertunjukan tarian. Layanan kereta ini langka karena hanya ada setiap musim dingin.

Baca juga: Tujuan Hello Kitty Land, Kereta di Tokyo Dibalut Livery dan Interior Hello Kitty

Sayangnya selama dua tahun sejak 2017 layanan kereta ini vakum karena tidak adanya Maiko yang akan menghibur penumpang. Tetapi, musim dingin ini, layanan kereta itu akan kembali dihadirkan oleh Nagaragawa Railway Company pada Maret 2020.

Geisha dan Obento plan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman asahi.com (9/3/2020), hadirnya layanan kereta ini kemabli karena Nagaragawa Railway mendapatkan Maiko pemula bernama Kirin untuk layanan khususnya pertama kali setelah dua tahun. Kirin sendiri adalah anggota Hosen Giren, agen geisha yang berbasis di Gifu.

Wanita 20 tahun ini mulai berlatih menjadi Maiko sejak September tahun lalu dan bersiap untuk melakukan debut resminya. Kirin sendiri lahir di prefektur Aichi dan merupakan mahasiswa tahun kedua di sebuah perguruan tinggi di prefektur Gifu.

“Saya ingin memberi tahu banyak orang tentang Gifu ketika prefektur ditampilkan dalam drama periode Taiga,” kata Kirin, merujuk pada seri drama sejarah tahunan tahunan di Japan Broadcasting Corp (NHK).

Kereta Maiko akan beroperasi pada 1, 15, 20 dan 25 Maret. Tak hanya itu ada paket Obento Plan ditawarkan di kereta yang berangkat dari Stasiun Seki dan tiba di Stasiun Gujo-Hachiman. Paket ini sendiri adalah kotak makan siang kaiseki disiapkan oleh sebuah restoran tradisional Jepang di Mino dan berisi bahan-bahan dari daerah di sepanjang garis.

Paket Horoyoi Plan, disajikan di kereta yang berangkat dari Stasiun Gujo-Hachiman dan tiba di Stasiun Seki, termasuk dua botol sake dan makanan ringan yang diseduh secara lokal. Kedua paket tersebut dihargai ¥1300 ($84,80), termasuk pajak, untuk orang dewasa. Penumpang juga dapat memilih pulang pergi untuk menikmati kedua paket seharga 15.900 yen.

Proyek ini dimungkinkan melalui kolaborasi dengan organisasi nirlaba berbasis Gifu yang mendukung pengembangan masyarakat, sebuah asosiasi pemerintah daerah yang didirikan untuk mempromosikan daerah-daerah di sepanjang sungai Nagaragawa, dan Hosen Giren.

“Kami benar-benar ingin orang-orang belajar tentang kereta wisata ketika Gifu mendapat sorotan dengan drama periode Taiga. Hiburan geisha itu mahal, tapi kereta Maiko harganya terjangkau. Kami berharap para wanita dan remaja juga menggunakan layanan ini,” kata Yasunobu Iwata, kepala bagian yang bertugas menarik wisatawan di departemen transportasi Kereta Api Nagaragawa.

Baca juga: Naik Kereta Shinkansen, Jangan Lupa Beli Ekiben di Kios Stasiun untuk Bekal Makanan

Kereta memiliki kapasitas maksimum 25 penumpang. Setiap paket dilengkapi dengan pass satu hari yang memungkinkan penumpang untuk pindah ke kereta reguler yang berjalan antara stasiun Mino-Ota dan Seki.

Sebagai informasi, Geisha sendiri adalah seniman atau penghibur tradisional Jepang dan sangat umum pada abad ke-18 dan ke-19 serta masih ada hingga saat ini meski tak banyak lagi jumlahnya. Geisha pemula atau disebut Maiko biasanya istilah ini digunakan di Kyoto. Dulunya di masa pendudukan Amerika Serikat di Jepang, kata Geisha mengandung konotasi prostitusi

Geisha belajar banyak bentuk seni dalam hidup mereka, tidak hanya untuk menghibur pelanggan tetapi juga untuk kehidupan mereka. Rumah-rumah geisha (“Okiya”) membawa gadis-gadis yang kebanyakan berasal dari keluarga miskin dan kemudian melatih mereka. Semasa kanak-kanak, geisha seringkali bekerja sebagai pembantu, kemudian sebagai geisha pemula (Maiko) selama masa pelatihan.

Suhu Tubuh Tinggi Saat Dicek Masuk Stasiun? PT KAI Siap Kembalikan Tiket Anda

PT Kereta Api Indonesia (KAI) turut mengambil langkah preventif dengan memberlakukan larangan naik kereta api (KA) bagi calon penumpang yang terindetifikasi suspect virus Covid-19, saat melakukan proses boarding atau pengecekan tiket dan kartu identitas.

Baca juga: Area Dekat Pintu Kereta Komuter, Jadi Lokasi Potensi Terbesar Penularan Virus Corona

Pasalnya, saat ini KAI sudah menempatkan petugas khusus pengecekan suhu badan calon penumpang yang terdapat di depan meja cek boarding pass. Jika pada saat pengecekan suhu badan ditemukan panas suhu badan calon penumpang mencapai 38 derajat celcius ke atas, dan atas rekomendasi petugas kesehatan, maka calon penumpang dilarang untuk melakukan perjalanan KA. Dan, KAI akan mengembalikan penuh bea pemesanan tiket.

Tidak hanya itu, bagi penumpang suspect corona yang membawa pendamping, maka tiket dapat dikembalikan penuh juga, untuk maksimal empat orang dalam satu kode booking. Jika berbeda kode booking, maka bea tiket yang dikembalikan maksimal hanya untuk 2 orang sebagai pendamping.

Khusus di Daop 1 Jakarta, pemeriksaan suhu badan pada calon penumpang KA Jarak Jauh akan dilakukan di area pintu cek boarding pass Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Tidak hanya terdapat petugas pengecek suhu badan saja, namun juga masih disediakan hand sanitizer di area meja boarding pass.

Kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona terus dintingkatkan dengan melakukan pemeriksaan suhu badan calon penumpang. PT KAI Daop 1 Jakarta sudah menurunkan petugas khusus pengecekan suhu badan calon penumpang di area pemeriksaan boarding pass. Tim medis yang bertugas di pos kesehatan stasiun juga telah siap membantu proses rujukan ke sejumlah rumah sakit jika dibutuhkan.

Tindakan pengecekan suhu badan ini merupakan langkah kongkrit KAI Daop 1 mencegah penyebaran virus Corona, terutama karena kereta api merupakan transportasi publik andalan masyarakat. Tidak hanya melakukan pencegahan lewat pengguna saja, namun kebersihan terhadap sarana dan fasilitas di stasiun pun selalu di jaga.

Seperti yang sudah dilakukan di dua stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh wilayah Daop 1 Jakarta, yaitu Stasiun Gambir dan Pasarsenen telah dilakukan penyemprotan disinfektan menggunakan Biosanitizer yang disemprotkan ke kursi, pagar dan perangkay fasilitas penumpang serta sudut ruangan stasiun lainnya.

Dalam hal kebersihan sarana kereta, KAI melakukan pencucian interior dan eksterior kereta secara rutin setiap sebelum perjalanan dengan menggunakan bahan kimia untuk sterilisasi. KAI juga menyiagakan petugas kebersihan baik di stasiun maupun selama perjalanan. Bantal yang disediakan di kereta pun selalu dalam kondisi baru tercuci bersih setiap pergantian penumpang.

Baca juga: Prank Virus Corona di Kereta Bawah Tanah Rusia, Karomatullo Dzhaborov Didakwa 5 Tahun Penjara

Sebagai upaya pencegahan yang harus dilakukan bersama, PT KAI Daop 1 Jakarta juga melakukan edukasi di stasiun dan sarana kereta melalui berbagai cara dan media informasi terkait bahaya virus corona dan cara pencegahan baik untuk KA Jarak Jauh dan KRL.

Stasiun Kereta New Delhi dan Mumbai Bakal Berstandar Kelas Dunia

India merupakan salah satu negara yang memiliki jaringan kereta api terbesar di dunia. Tak hanya itu karena destinasi yang menarik, India kemudian berbenah diri dengan memantaskan moda transportasinya yang banyak di gunakan yakni kereta.

Baca juga: Stasiun di India Punya Ruang Tunggu Megah yang Mampu Tampung 500 Penumpang

Hal tersebut terlihat di mana India tengah membangun beberapa stasiun di seluruh jaringan. Salah satunya adalah menjadikan Stasiun New Delhi dan Mumbai dengan standar kelas dunia.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman financialexpress.com (9/3/2020), Menteri Perkeretaapian India, Piyush Goyal mengatakan kedua stasiun tersebut dibuat dengan standar kelas dunia untuk mengubah pengalaman penumpang. Adanya pembangunan ini, dewan kereta api India mengundang tawaran atau dilelang pada investor pada bulan April 2020 untuk membangun Stasiun New Delhi dan Mumbai.

VLK Yadav, ketua dewan kereta api mengatakan bahwa sistem modernisasi akan memberikan pendekatan terpadu untuk meningkatkan kapasitas ekosistem kereta api India melalui konektivitas jalur kereta api multi pelacakan di seluruh negara. Stasiun New Delhi direncanakan akan diubah dengan perkiraan biaya sekitar Rs6500 crore.

Nantinya stasiun-stasiun tersebut dalam pembangunannya juga akan dibuat jalan akses yang mirip dengan bandara. Fase pertama perbaikan meliputi pengembangan 110 hektar tanah. Di stasiun tersebut juga akan dibangun fasilitas lain. Bahkan concourse baru akan ditinggikan, perbaikan 16 platform dan pembangunan kembali bangunan stasiun yang sudah ada.

“Pembangunan kembali stasiun, targetnya adalah membangun tanpa menginvestasikan uang sumber dari pemerintah. Stasiun yang sedang dikembangkan dengan standar kelas dunia beberapa tawaran sudah diselesaikan dan tawaran atau lelang untuk pembangunan Stasiun New Delhi dan Mumbai pada April 2020,” kata Yadav.

Dia menambahkan, untuk mencapai target yang ditetapkan , prioritas proyek adalah elemen kuncinya sehingga sudah bisa mulai beroperasi dengan standar dunia pada 2022-2023. Faggan Zingh Kultase, menteri negara di kementerian baja mengatakan, bahwa jaringan kereta api India memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di seluruh negeri.

Dia menambahkan, kereta api India adalah jaringan terbesar kedua di dunia dan sektor ini menuju pengembangan dan pertumbuhan lebih lanjut. Sebagai bagian dari rencana kementerian perkeretaapian untuk membangun kembali stasiun dengan standar kelas dunia seperti bandara, akan ada kendaraan khusus (SPV) yang sudah dipercayakan dengan tugas ini.

Baca juga: Laksana Bandara Internasional, Ternyata ini Sebuah Stasiun di India

IRSDC atau perusahaan pengembangan stasiun kereta api India adalah SPV yang bertanggung jawab untuk membangun kembali stasiun dalam hal ini dan beberapa diantaranya dalam perubahan infrastrukur besar. Diketahui, beberapa stasiun dijadwalkan akan dibangun kembali dengan partisipasi sektor swasta. Stasiun Habubganj dan Gandhinagar akan menjadi stasiu kereta api India pertama yang memiliki fasilitas seperti di bandara untuk kenyamanan penumpang.

Seorang Penumpang Pesawat Dinyatakan Positif Virus Corona Saat di Udara

Maskapai berbiaya rendah (LCC) asal Amerika Serikat (AS), JetBlue, mengkonfirmasi bahwa salah satu penumpangnya positif terpapar virus corona saat pesawat berada di udara. Hal itu diketahui usai yang bersangkutan mengatakan langsung kepada awak kabin yang bertugas. Dengan cepat, captain pilot segera berkomunikasi dengan petugas di darat untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Hindari Virus Corona, Penumpang ini Kenakan Helm di Kabin Pesawat!

Dilansir dari laman nytimes.com, Jumat, (13/3), kasus tersebut bermula saat pesawat yang mengangkut 114, termasuk kru kabin dan kru kokpit, berangkat dari Bandara J.F.K, New York ke Bandara West Palm Beach, Florida pada Rabu malam waktu setempat. Pihak maskapai melaporkan, penumpang yang tak diungkap identitasnya tersebut sebelumnya sudah melalui beberapa pengecekan. Hasilnya, penumpang tersebut tidak ada tanda-tanda terjangkit Covid-19.

“JetBlue tidak memiliki indikasi sebelumnya bahwa pelanggan ini memiliki atau mungkin terdapat tanda-tanda (terjangkit) virus corona,” kata maskapai , dalam sebuah pernyataan.

Menjelang tiba di Florida, penumpang yang bersangkutan kemudian melapor ke petugas bahwa dirinya dinyatakan positif mengidap virus corona. Hal itu diketahui setelah penumpang tersebut mendapat pesan singkat dari seseorang mengenani hasil tes virus corona yang dilakukan beberapa hari sebelum dirinya terbang bersama JetBlue. Celakanya, penumpang tersebut tidak memberitahukan perihal pengecekan tersebut kepada pihak maskapai sebelum pesawat lepas landas atau saat boarding check.

Alhasil, petugas di udara langsung mengontak petugas di darat untuk dilakukan penanganan dengan tepat. Setelah pesawat mendarat sempurna, seorang penumpang, Scott Rodman, mengatakan kepada CNBC bahwa pesawat sempat tertahan sekitar dua jam di apron bandara. Saat itu, dirinya dan juga penumpang lain tidak diberitahu dengan jelas oleh pihak maskapai terkait terpaparnya seorang penumpang di dalam penerbangan tersebut.

Setelah tim medis datang, ia pun diberitahu bahwa seorang penumpang yang duduk di dekat dirinya positif mengidap Covid-19. “Dari apa yang kami diberitahu, dia telah diuji untuk virus dua hari yang lalu dan mendapat pesan teks saat dia berada di pesawat,” katanya, yang terbang ke Florida untuk mengunjungi orang tuanya.

Usai diberitahu, ia pun sempat mengungkapkan kekecewaannya serta menyayangkan bahwa penumpang tersebut masih memberanikan dirinya untuk bepergian saat masih dalam posisi menunggu hasil tes keluar. “Agak liar. Jika Anda telah diuji dan Anda berpikir mungkin ada sesuatu yang salah dan tetap naik pesawat terbang itu gila,” tambahnya.

Menariknya, sekalipun seorang penumpang telah dinyatakan positif, penumpang lain, termasuk Scott Rodman, tidak sampai dikarantina. Penumpang yang berjarak tiga atau empat bangku ke depan, belakang, samping kanan dan kiri, serta penumpang lainnya di dalam penerbangan tersebut hanya sebatas dipesan untuk segera melapor jika ada gejala-gejala aneh sesampainya di tempat tujuan masing-masing. Adapun penumpang yang dinyatakan positif tersebut langsung dikarantina dan mendapat penanganan serius dari otoritas setempat.

Baca juga: Inilah GermFalcon, Robot Pembasmi Virus Corona di Kabin Pesawat dengan Teknologi UV

Pasca penumpang virus corona dan penumpang lainnya berlalu, otoritas Palm Beach International Airport pun langsung menutup bandara. Belum jelas berapa lama durasi penutupan tersebut. Hal itu dilakukan untuk melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan disinfektan ke seluruh area, khususnya area-area yang dilalui para penumpang. Namun, saat ini, bandara tersebut dilaporkan sudah dibuka kembali dan berjalan seperti biasa.

Begitu juga dengan bandara keberangkatan, Bandara J.F.K, New York. Petugas di sana juga disibukkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan usai kabar adanya penumpang terpapar virus corona yang melewati bandara tersebut tersiar. Otoritas bandara J.F.K menyisir seluruh area yang dilalui penumpang yang positif tersebut dan juga penumpang lainnya berkat bantuan rekaman CCTV.

Area Dekat Pintu Kereta Komuter, Jadi Lokasi Potensi Terbesar Penularan Virus Corona

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan KRL (Kereta Rel Listrik) relasi tertentu jadi tempat paling berisiko terkontaminasi virus corona. Di saat yang bersamaan, penumpang setia KRL tak punya pilihan moda transportasi lain yang memudahkannya sampai ke tempat tujuan. Lantas, penumpang harus bagaimana?

Baca juga: Anies: KRL Berpotensi Jadi Tempat Kontaminasi Virus Corona, Ini Kata KCI

Dilansir asahi.com, Jumat, (13/3), penumpang yang tak punya pilihan lain kecuali tetap menggunakan KRL mungkin dapat sedikit bernapas lega. Pasalnya, menurut Masashi Yamakawa, profesor di Kyoto Institute of Technology, meskipun kereta penuh sesak, penumpang tetap bisa terhindar dari virus corona dengan menghindari tempat-tempat tertentu.

Dalam simulasi penelitian tentang penyebaran influenza pada 2013 lalu, Yamakawa menemukan bahwa penumpang yang berada di dekat pintu kereta lebih besar terpapar virus tersebut. Kesimpulan tersebut didapat setidaknya dengan melakukan dua skenario simulasi. Pertama, penumpang bersin di dekat pintu kereta. Kedua, penumpang bersin yang duduk di antara pintu kereta.

Setelah memeriksa proses penyebaran virus selama beberapa detik, profesor tersebut menyimpulkan bahwa partikel (aerosol) yang dikeluarkan dari seseorang yang bersin di dekat pintu saat kereta tengah berjalan tersebar dengan lebih luas, menyebar ke langit-langit atau terhirup penumpang lain, dan membuat lebih banyak penumpang dalam bahaya terpapar infeksi. Adapun skenario simulasi kedua, Yamakawa mendapati bahwa partikel yang dikeluarkan dari penumpang yang bersin saat di duduk di antara pintu kereta cenderung jatuh ke lantai.

Ilustrasi tempat-tempat rawan sebaran virus corona di kereta. Foto: Business Insider

Sebetulnya penelitian tersebut memang tak tendensius terkait virus corona. Hanya saja, bila (penelitian dari Profesor Yamakawa) disandingkan dengan laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, yang menyatakan virus corona dapat menular dari partikel (aerosol) yang berada di udara, maka penelitian tersebut bisa menjadi acuan untuk penumpang yang masih menggunakan kereta di tengah mewabahnya Covid-19.

“Jika transmisi (sebaran) aerosol memungkinkan (sebagaimana laporan WHO), maka kemungkinan infeksi akan lebih besar di dekat pintu,” kata Yamakawa.

Selain itu, ia juga menegaskan, meskipun penelitiannya (tahun 2013 silam) tak berkenaan dengan virus corona, namun, jika Covid-19 tersebut menyebar dengan cara yang mirip dengan influenza, maka penumpang akan sangat mungkin terinfeksi dengan berbagai cara, mulai dari menghirup partikel yang dikeluarkan dari seseorang yang bersin atau batuk, hingga menyentuh tangan, mata, mulut dan hidung dengan tangan yang digunakan untuk memegang tali, besi, atau apapun dari orang yang terpapar (Covid-19).

Penelitian dari Masashi Yamakawa pun kemudian juga dilengkapi dengan rekomendasi oleh Yoshiaki Katsuda, profesor dari Kansai University of Social Welfare yang mengambil spesialisasi pada hubungan kesehatan dan perjalanan. Ia mengatakan bahwa kereta yang lebih sering berhenti, layaknya kereta commuter line relasi Jabodetabek, kemungkinan lebih kecil terpapar virus corona, dibanding kereta jarak jauh seperti Shinkansen di Jepang atau KAI di Indonesia.

Baca juga: Para Ahli Sebut Penumpang Lansia Buat Penularan Virus Corona Jadi Lebih Cepat

Sebab, jarak dari satu stasiun dengan stasiun lainnya tak terlalu jauh. Ketika kereta berhenti dan pintu terbuka, udara segar mungkin masuk dan menggantikan partikel udara tak sehat di dalam kereta. Adapun partikel tak sehat tersebut sangat dimungkinkan untuk keluar dan memuai di udara.

Oleh karenanya, Shinji Yamasaki, profesor dari Universitas Prefektur Osaka yang mengambil spesialisasi penyakit menular mengingatkan pentingnya mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Selain itu, Asosiasi Kesehatan untuk Penyakit Menular dan Pencegahan serta Pengendalian Infeksi di Jepang menyarankan supaya individu yang menggunakan transportasi umum agar tak menyentuh hidung, mulut, atau mata dengan tangan yang digunakan untuk bersentuhan dengan hal-hal yang disentuh oleh orang lain, seperti tali pegangan di kereta dan sejenisnya.

Setelah Gaji Senior Manajemen Dipotong, Kini Malaysia Airlines Minta 13 Ribu Karyawan Cuti Tak Dibayar

Malaysia Airlines (MAS) mulai bulan Maret 2020 akan mulai memotong gaji senior manajemennya sepuluh persen. Selain itu para senior manajemen ini juga tidak akan mendapatkan tunjangan apapun. Namun ternyata tak hanya para senior manajemen, MAS juga menawarkan cuti tanpa dibayar alias sukarela untuk semua karyawannya yang berjumlah 13 ribu orang mulai bulan ini.

Baca juga: Malaysia Airlines Potong Gaji Senior Manajemen 10 Persen dan Tak Ada Tunjangan

Maskapai nasional milik Malaysia mengatakan, skema ini juga ditawarkan kepada staf induknya Malaysia Aviation Group (MAG) dan anak perusahaan termasuk MAB Kargo, MAB Engineering, Fireflu dan MASwings. KabarPenumpang.com melansir laman nst.com.my (12/3/2020), Manajemen tertinggi MAS mengonfirmasi bahwa karyawan bisa memilih untuk mengambil cuti yang tidak dibayar selama tiga bulan atau lima hari cuti tidak dibayar perbulannya.

“Kami mengonfirmasi bahwa MAG telah memberi stafnya opsi untuk secara sukarela mengambil cuti tak berbayar lima hari per bulan setidaknya selama tiga bulan, atau antara satu dan tiga bulan mulai April 2020,” ujar juru bicara MAS.

Dia mengatakan langkah itu sejalan dengan pengurangan operasi maskapai karena pandemi virus corona atau Covid-19. Juru bicara itu mengatakan, hingga saat ini MAS telah membatalkan lebih dari dua ribu penerbangan hingga April karena pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh negara-negara dalam jaringan mereka.

Pada 9 Maret, MAG telah mengumumkan pengurangan 10 persen dari gaji manajemen senior termasuk tunjangan mereka. Kepala eksekutif kelompok, Kapten Izham Ismail mengatakan pemotongan biaya adalah untuk mengatasi permintaan yang lebih lemah untuk perjalanan udara karena pandemi.

“Sayangnya, Covid-19 telah menghambat momentum pertumbuhan kami. Kita harus bersatu untuk memerangi krisis ini. Sudah sembilan minggu, arus kas tidak hanya mempengaruhi MAG tetapi juga totalitas industri (penerbangan),” katanya dalam video tujuh menit kepada karyawan MAG baru-baru ini.

“Karena itu, tindakan drastis harus dilakukan oleh kita semua. Saya akan menghubungi Anda lebih banyak di hari-hari dan minggu-minggu berikutnya, apa yang perlu kita lakukan. Ini tidak hanya mempengaruhi maskapai penerbangan, tetapi juga hotel, pengecer, pasar dan pusat perbelanjaan,” tambahnya.

Baca juga: Punya Standar Tinggi, Malaysia Airlines Pecat Pramugari yang Kelebihan Berat Badan Meski 1 Kg

Izham mengatakan maskapai global terpaksa melakukan langkah-langkah pemotongan biaya untuk menjaga arus kas. Ini termasuk Emirates, Cathay Pacific, Singapore Airlines dan Malindo Air. Para ahli penerbangan mengatakan, penangguhan perjalanan secara keseluruhan dari atau ke China yang disebabkan oleh pandemi telah berdampak buruk pada hasil dan profitabilitas maskapai Asia, yang sudah tertekan. Beberapa pasar di Asia menderita tingkat kelebihan kapasitas dan kompetisi “irasional”, tambah mereka.