Bill Gates Ramai Disebut Telah Beli Kapal Pesiar Mewah Seharga Rp8,8 Triliun, Ini Faktanya!

Bill Gates belakangan ramai jadi bahan perbincangan setelah diisukan telah membeli kapal pesiar super mewah seharga Rp8,8 triliun. Hal tersebut menjadi isu hangat mengingat orang terkaya nomor dua di dunia dengan kekayaan bersih mencapai Rp1.612 triliun tersebut memiliki rekam jejak cukup bagus di bidang sosial (melalui dua yayasannya, The Gates Foundation dan Gates Ventures).

Baca juga: FB277 – Superyacht Serba Komplit yang Siap Disewakan Per Juni 2019

Dengan beredarnya kabar bahwa pendiri Microsoft membeli kapal pesiar Superyacht Aqua  berbahan bakar hidrogen pertama di dunia sepanjang 112 meter tentu membuat sebagian kalangan angkat bicara. Mereka bergeming, dengan uang sebesar itu (Rp8,8 triliun untuk membeli sebuah kapal pesiar mewah), harusnya Bill Gates bisa menggunakannya dengan lebih bijak, seperti mendanai riset proyek-proyek kendaraan listrik dan hidrogen yang dinilai menghasilkan dampak yang jauh lebih besar ketimbang sebuah kapal pesiar mewah untuk bersenang-senang.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman engadget.com, Rabu, (12/2), kabar tentang pembelian kapal pesir mewah Superyacht Aqua awalnya beredar dari laporan Sinot, firma arsitektur asal Belanda yang berada di balik desain kapal pesiar bertenaga hidrogen tersebut.

Dalam laporannya, perusahaan yang bermarkas di Eemnes, Utrecht, Belanda tersebut menyatakan bahwa pihaknya telah melaporkan penjualan Aqua ke Gates. Namun, belakangan laporan penjualan Superyacht Aqua ke orang terkaya nomor dua di dunia adalah salah. Mereka pun mengkonfirmasi ulang dengan menyatakan bahwa antara Sinot dan Bill Gates belum memiliki kesepakatan apapun, termasuk pembelian superyacht Aqua.

“Aqua adalah konsep yang sedang dikembangkan dan belum dijual kepada Gates. Sinot tidak memiliki hubungan bisnis dengan Gates. Konsep Aqua tidak terkait dengan Gates atau perwakilannya dalam bentuk apapun, semua informasi (terkait pembelian Aqua oleh Bill Gates) yang beredar adalah tidak benar,” bunyi keterangan tertulis Sinot dalam laman resminya, seperti dilihat KabarPenumpang.com.

Meskipun demikian, sebagian kalangan menilai, hal tersebut (bantahan oleh Sinot) sangat wajar mengingat belakangan pemberitaan mengenai dirinya dan Bill Gates menjadi gaduh, sehingga wajar bila perusahaan mengambil langkah seperti itu.

Baca juga: Kenali 10 Rute Kapal Ferry Terindah di Dunia

Di samping itu, sebetulnya, identitas pembeli memang berhak untuk disembunyikan, sebagai bagian dari privasi dan keamanan pembeli. Dengan harga sebesar itu (Rp8,8 triliun), memang tidak ada yang sanggup membeli kecuali triliunen tajir melitir seperti Gates.

Sinot Yacht Architecture and Design atau Sinot Exclusive Yacht Design sendiri adalah perusahaan arsitektur asal Belanda yang mengkhususkan diri dalam desain Superyacht eksterior dan interior. Salah satu produknya yang disebut “Aqua Concept” yang memiliki banyak fitur seperti helipad dan infinity pool, fasilitas spa, pintu kaca yang mencapai langit-langit, dan bahkan air terjun di dek kapal, desain kapal ini pertama kali dipresentasikan pada ajang Monaco Yacht Show 2019.

Cegah Virus Corona, Otoritas Angkutan Darat Singapura Bagikan 300 Ribu Masker ke Sopir Taksi

Semakin merebaknya kasus orang terinveksi virus corona di Singapura membuat para pengemudi taksi dan kendaraan sewaan harus mendapatkan perlakuan ekstra, wujudnya berupa pemberian masker yang nantinya akan diberikan kepada penumpang yang dalam kondisi tidak sehat.

Baca juga: Pendapatan Turun, Pengemudi Taksi Singapura Tetap Bekerja dan Semprotkan Desinfektan serta Gunakan Masker

Otoritas Angkutan Darat (LTA) Singapura mengatakan, mulai Selasa (11/2/2/2020), sebanyak 300 ribu masker akan dibagikan kepada pengemudi melalui perusahaan taksi. Pihak LTA mengatakan, bahwa penumpang yang sakit juga harus bisa memainkan peran mereka dengan menggunakan masker sebelum naik taksi atau menyewa mobil pribadi.

Bahkan para pengemudi pun juga diminta untuk mengukur suhu tubuh mereka sebanyak dua kali dalam sehari. LTA menyebutkan ada delapan lokasi untuk pengecekan suhu yang didirikan oleh tujuh perusahaan Singapura.

Dilansir KabarPenumpang.com dari channelnewsasia.com (10/2/2020), pengemudi taksi yang suhu tubuhnya dalam kisaran normal akan menerima stiker pada hari itu. Stiker ini menunjukkan bahwa pengemudi sehat dan sedangkan pengemudi persewaan swasta diminta mengukur suhu tubuh mereka sendiri dan mengirimkan hasilnya melalui aplikasi.

LTA bersama Asosiasi Taksi Nasional (NTA) dan Asosiasi Kendaraan Perekrutan Pribadi Nasional (NPHVA) akan meningkatkan jumlah stasiun pengecekan suhu di Singapura agar semua pengemudi terjangkau. Langkah tersebut diambil setelah seorang pengemudi taksi dan mobil sewaan terkena virus corona dari tujuh kasus baru yang diumumkan pada Sabtu kemarin.

“Kami sedang bekerja dengan operator untuk meningkatkan langkah-langkah pembersihan. Pengemudi kami sarankan untuk menurunkan jendela setelah perjalanan untuk kebersihan udara dalam kendaraan dan menyemprotkan desinfektan ke mobil lebih teratur,” kata LTA.

LTA menyebutkan, pengemudi taksi dan mobil sewaan yang terkena virus corona harus dikarantina akan diberi tunjangan S$100 atau Rp985 ribu per hari dari pemerintah. Pengemudi bisa mendapatkannya jika memenuhi syarat untuk tunjangan tersebut.

Semua operator taksi, serta perusahaan persewaan swasta GoJek, Grab dan Ryde, mengatakan mereka akan menghapuskan biaya sewa kendaraan untuk pengemudi yang dikarantina. Tak hanya itu, mereka juga berkomitmen untuk memberi tunjangan yang bisa digunakan satu kali sebanyak S$100.

Sedangkan pengemudi yang menjadi anggota NTA atau NPHVA juga berhak mendapat tunjangan sekali pakai sebesar S$200 atau sekitar Rp1,9 juta. Menteri Senior Transportasi Janil Puthucheary bertemu dengan sekitar 60 supir taksi dan swasta di Institut Devan Nair untuk membahas kekhawatiran mereka atas berita dua pengemudi yang terinfeksi,

Dia mengatakan, langkah yang diumumkannya pada hari itu bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan pada industri.  Janil mengatakan, bahwa banyak penumpang yang sulit naik ride hailing di lokasi-lokasi seperti rumah sakit. Menurutnya ini karena pengemudi merasa cemas bila mengangkut penumpang dari rumah sakit dan baiknya pengemudi tidak ragu-ragu karena menggunakan masker.

Janil juga membantah laporan yang menyatakan bahwa virus corona baru itu mengudara, mencatat bahwa pemerintah Cina sendiri mengatakan virus itu tidak ada di udara. Sebab semua bukti saat ini menunjukkan bahwa virus ini disebarkan oleh tetesan, bukan udara.

Dia mengakui bahwa tindakan yang diumumkan dapat disalahgunakan, misalnya oleh pengemudi yang mengklaim masker untuk diri mereka sendiri daripada memberikannya kepada penumpang yang sakit.

Baca juga: Di Tengah Ancaman Virus Corona dan Pembatalan Peserta, Singapore AirShow 2020 Jalan Terus

“Saya pikir kita harus menerima dengan itikad baik bahwa (pengemudi) akan menjaga diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.”

 

Pentagon Umumkan Desain “Air Force One” Terbaru, Identik dengan Maskapai Trump Shuttle

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon, Senin lalu mengumumkan rencana perubahan pesawat Kepresidenan AS (Air Force One). Salah satu yang menarik dari rencana perubahan tersebut adalah warna pada pada pesawat, yakni merah, putih, dan biru, yang mengingatkan kita pada Trump Shuttle, maskapai milik pesawat Presiden AS ke-45 tersebut.

Baca juga: “Trump Shuttle,” Maskapai Milik Donald Trump yang Hanya Berusia 18 Bulan!

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman thehill.com, Rabu, (12/2), dalam rincian anggarannya, Pentagon mengajukan anggaran sebesar US$800,9 juta atau sekitar Rp11 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) AS untuk program Rekapitalisasi pesawat VC-25B atau program rekapitasisasi pesawat Air Force One. Hal ini dimaksudkan untuk menggantikan pesawat Air Force One saat ini dengan dua pesawat Boeing 747-8 yang baru sekaligus dimodifikasi, sesuai dengan pengajuan anggaran pertahanan administrasi Trump.

Nantinya, pesawat yang digambarkan setengahnya (bagian atas) berwarna putih, garis merah di tengah, dan biru di bagian bawah pesawat, akan membantu tugas-tugas kenegaraan presiden AS mendatang (yang akan melalui pemilihan umum pada tahun ini) serta menjamin kemanan, akses komunikasi dengan Gedung Putih, serta kenyamanan tingkat tinggi terhadap presiden, staf, dan tamu.

Bila ditarik ke belakang, Presiden Trump memang sudah sejak 2018 lalu ingin mengubah warna pesawat kepresidenan Air Force One yang baru. Entah apa yang mendasarinya, yang jelas, ia hanya ingin mengganti warna pesawat warisan dari mantan Presiden AS Presiden Kennedy dan ibu negara Jacqueline Kennedy, dari semula biru dan putih muda, menjadi merah, putih, dan biru tua.

Setelah lama tak terdengar, pada Juni 2019 Trump pun membocorkan desain awal pesawat baru kepresidenan tersebut mirip seperti warna yang sudah resmi diajukan dalam anggaran. Kala itu, para pengamat mencatat bahwa warna baru ini mirip dengan pesawat ulang-alik Trump sebelumnya beberapa dekade lalu sebelum menjadi Presiden AS.

Menanggapi rencana Trump terkait pesawat Air Force One, Komite Angkatan Bersenjata AS mengaku khawatir bahwa Trump akan melakukan perubahan yang sebetulnya tidak perlu dan mahal untuk sekedar pembaruan pesawat. Namun, jalan Trump untuk merealisasikan keinginannya tersebut bukannya tanpa halangan. Tahun lalu, Trump sudah berusaha meminta persetujuan kongres untuk perubahan skema cat pesawat kepresidenan dan desain interior. Namun ditolak dan masih menggantung hingga RAPBN AS 2021 mendatang.

Baca juga: Pensiun Angkut Penumpang, Boeing 747-400 Dikonversi Jadi Pesawat Pemadam!

Oleh karenanya, rencana Trump untuk “menghidupkan” kembali Shuttle Trump melalui pesawat Air Force One masih bisa dibatalkan bila Trump tidak terpilih kembali pada pemilu tahun ini. Sebaliknya, jika ia terpilih kembali, maka, pesawat baru kepresidenan tersebut dijadwalkan akan mulai membatu tugas-tugas kepresidenan pada akhir masa jabatan Trump dan memaksa presiden selanjutnya menggunakan karya monumental darinya.

Sebelumnya, Angkatan Udara AS pada Juli 2018 telah menandatangani kontrak senilai $ 3,9 miliar dengan Boeing untuk merancang, memodifikasi, menguji, menyempurnakan, dan mengirimkan dua pesawat 747 untuk menggantikan pesawat yang lebih tua pada akhir 2024.

Di Singapore AirShow 2020, Airbus Pamerkan MAVERIC, Desain Pesawat yang Mampu Hemat 20 Persen Bahan Bakar

Singapore AirShow 2020 yang dihelat mulai 11 – 16 Feb mendatang rupanya jadi ajang unjuk gigi Airbus. Dalam ajang tersebut, raksasa pabrikan pesawat asal Perancis telah memamerkan inovasi model pesawat terbarunya yang disebut MAVERIC (Model Aircraft for Validation and Experimentation of Robust Innovative Controls) sebagai prototipe teknologi model “Blended Wing Body”.

Baca juga: Evolusi Sayap Pesawat dari Waktu ke Waktu – Mulai dari Kayu Hingga Material Komposit

Dengan panjang 2 meter dan lebar 3,2 meter, serta luas permukaan sekitar 2,25 m², MAVERIC memiliki desain pesawat yang dinilai dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 20 persen dibandingkan dengan pesawat satu lorong yang beredar saat ini. Konfigurasi “blended wing body” juga membuka kemungkinan baru untuk tipe dan sistem sistem propulsi, serta kabin serbaguna untuk pengalaman penumpang yang sepenuhnya baru.

Diluncurkan pada 2017, MAVERIC pertama kali mengudara pada Juni 2019. Sejak saat itu, serangkaian uji terbang terus berlangsung dan akan berlanjut hingga akhir kuartal kedua tahun 2020 atau pada bulan April hingga Juni mendatang.

“Airbus memanfaatkan teknologi yang muncul untuk merintis masa depan penerbangan. Dengan menguji konfigurasi pesawat yang disruptif, Airbus dapat mengevaluasi potensi mereka sebagai produk masa depan yang layak,” kata Jean-Brice Dumont, EVP Engineering Airbus, seperti dikutip KabarPenumpang.com dari situs resmi perusahaan, Rabu, (12/2).

“Meskipun tidak ada garis waktu khusus untuk masuk ke layanan, demonstrasi teknologi ini dapat berperan dalam membawa perubahan dalam arsitektur pesawat komersial untuk masa depan yang berkelanjutan secara lingkungan untuk industri penerbangan,” tambahnya.

Baca juga: KLM Gandeng TU Delft Kembangkan Pesawat Hemat Energi “Flying-V”

Di samping tengah mengejar target pengembangan MAVERIC, melalui sebuah ekosistem penelitian yang disebut AirbusUpNext, Airbus saat ini juga sedang mengerjakan sejumlah proyek demonstran secara paralel, mulai dari E-FAN X (penggerak hybrid-electric), fello’fly (penerbangan “formasi” berbentuk v) dan ATTOL (Autonomous Take-Off & Landing) yang telah berhasil menerbangkan pesawat dengan otomatis awal Januari lalu.

Akan tetapi, terkait konsep “Blended Wing Body”, sebetulnya Airbus bukanlah satu-satunya. Selalu ada pesaing abadi mereka, Boeing dalam urusan inovasi pesawat. Jauh sebelum Airbus meluncurkan pesawat MAVERIC pada 2017 silam, pesawat riset Boeing X-48C melakukan uji terbang untuk kesekian kalinya pada 9 April 2013. Dalam uji terbang kala itu, Boeing mengklaim telah mengunci keberhasilan penyelesaian program uji terbang delapan bulan untuk mengeksplorasi dan lebih memvalidasi karakteristik aerodinamis dari konsep desain Blended Wing Body.

14 Februari, PT KAI Mulai Jual Tiket Angkutan Lebaran 2020

Kalau biasanya tiket kereta api jarak jauh hanya bisa dibeli 30 hari atau satu bulan sebelum keberangkatan, kali ini khusus untuk tiket Lebaran 2020 KAI membuka dari H-90. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai melakukan penjualan tiket KA Reguler masa Angkutan Lebaran (Angleb) 14 Februari 2020.

Baca juga: Perusahaan Patungan PT MRT Jakarta dan PT KAI Buat Empat Stasiun Integrasi

“Tiket KA Reguler masa Angkutan Lebaran 1441 H akan dijual mulai 14 Februari 2020 pukul 00.00 WIB untuk keberangkatan H-10 Lebaran atau 14 Mei 2020 dan seterusnya,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro yang dikutip KabarPenumpang.com dari kai.id (12/2/2020).

Edi mengatakan, tiket ini bisa dibeli melalui website KAI, aplikasi KAI Access dan seluruh channel penjualan resmi tiket KAI. Dia mengingatkan agar calon penumpang untuk lebih teliti ketika mengimput tanggal, rute atau data diri ketika melakukan pemesanan tiket.

“Rencanakan perjalanan sebaik mungkin termasuk estimasi perjalanan ke stasiun, jangan sampai keliru dan akhirnya tidak bisa berangkat mudik Lebaran,” tambah Edi.

Sebagai langkah antisipasi meningkatnya jumlah pengunjung channel penjualan tiket, KAI telah mengoptimalkan sistem penjualan tiket serta menambah kapasitas server dan bandwidth sebanyak dua kali lipat dari hari biasa. Hal ini bertujuan agar proses pemesanan tiket di seluruh channel dapat berjalan dengan lancar.

Baca juga: Tak Ada Bantal di Kereta Eksekutif, PT KAI: Ini Masih Kajian dan Tengah Dievaluasi

“Pastikan pemesanan tiket Lebaran melalui channel resmi KAI atau mitra resmi yang telah bekerjasama dengan KAI. Tujuannya untuk menghindari penipuan, gangguan sistem, atau adanya biaya jasa yang tidak wajar. Lalu, saat akan memesan tiket Lebaran, pastikan koneksi internet stabil, siapkan juga rute atau tanggal alternatif perjalanan, serta cek ketersediaan tiket secara berkala,” tutup Edi.

Berikut ini tanggal pembelian tiket untuk Angkutan Lebaran 2020 dari H-10 hingga H+10.

14 Februari 2020 H-10 14 Mei 2020

15 Februari 2020 H-9 15 Mei 2020

16 Februari 2020 H-8 16 Mei 2020

17 Februari 2020 H-7 17 Mei 2020

18 Februari 2020 H-6 18 Mei 2020

19 Februari 2020 H-5 19 Mei 2020

20 Februari 2020 H-4 20 Mei 2020

21 Februari 2020 H-3 21 Mei 2020

22 Februari 2020 H-2 22 Mei 2020

23 Februari 2020 H-1 23 Mei 2020

24 Februari 2020 H1 24 Mei 2020

25 Februari 2020 H2 25 Mei 2020

26 Februari 2020 H+1 26 Mei 2020

27 Februari 2020 H+2 27 Mei 2020

28 Februari 2020 H+3 28 Mei 2020

29 Februari 2020 H+4 29 Mei 2020

1 Maret 2020 H+5 30 Mei 2020

2 Maret 2020 H+6 31 Mei 2020

3 Maret 2020 H+7 1 Juni 2020

4 Maret 2020 H+8 2 Juni 2020

5 Maret 2020 H+9 3 Juni 2020

6 Maret 2020 H+10 4 Juni 2020

Ada Pergantian Wesel, PT KCI dan PT TransJakarta Berkolaborasi Angkut Penumpang yang Terkena Imbas Rekayasa Jadwal KRL

Selama sebelas hari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan rekayasa jadwal kereta rel listrik (KRL). Hal ini dilakukan karena adanya penggantian wesel di Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Gambir. Revitalisasi prasarana perkeretaapian tersebut akan berlangsung sejak tanggal 13-23 Februari 2020 mendatang. Pergantian wesel merupakan bagian penting dalam meningkatkan keandalan prasarana perkeretaapian yang fokus pada keselamatan dan kelancaran pelayanan perjalanan kereta di masa akan datang.

Baca juga: Mulai 1 Agustus, KCI Terapkan Penggunaan KMT dan Hapus THB di Lima Stasiun

KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, dengan adanya revitalisasi tersebut akan ada 45 jadwal kereta dari Bogor/Depok atau Cikarang/Bekasi yang menuju ke Stasiun Jakarta Kota hanya sampai ke Stasiun Manggarai. VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan hal ini juga berlaku untuk relasi sebaliknya dengan berangkat dari Stasiun Manggarai.

“Dari total 281 perjalanan kereta Depok/Bogor dan Cikarang/Bekasi dengan tujuan Jakarta Kota maupun sebaliknya, terdapat 45 perjalanan yang akan mengalami rekayasa pola operasi dan satu KA dibatalkan,” kata Anne.

Adapun, satu perjalanan yang dibatalkan adalah KA 1348 yang bertugas sebagai feeder atau pengumpan Stasiun Jakarta Kota-Stasiun Manggarai dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Jakarta Kota pukul 09.29 WIB. Selain lintas Depok/Bogor-Jakarta Kota dan Bekasi/Cikarang-Jakarta Kota, menurut Anne operasional perjalanan kereta di lintas lainnya berjalan seperti biasa.

Untuk mengatasi penumpukan penumpang di Stasiun Manggarai, PT KCI telah berkoordinasi dengan PT TransJakarta untuk menambah jumlah armada yang diberangkatkan dari Manggarai. PT TransJakarta akan mulai menambah layanannya sebanyak 20 armada yang akan mulai pada pukul 06.00 pagi.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT TransJakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan penambahan jumlah armada ini akan diberlakukan pada jam sibuk, sehingga headway atau masa tunggu frekuensinya per lima menit interval kedatangan.

Dia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan KCI dan mempelajari rencana rekayasa yang diberlakukan KCI selama masa perawatan, dan untuk tetap dapat mengantarkan pelanggan KCI yang ingin memenuhi keperluan perjalanannya akan dilakukan penjemputan dan lanjutkan sesuai dengan tujuan masing masing penumpang. Adapun pola yang diterapkan oleh Transjakarta adalah dengan menambah jumlah armada pada jam sibuk agar laju perpindahan penumpang dapat terakomodir dengan baik dan tidak mengganggu lalu lintas di sekitar stasiun kereta

“Jadi pelanggan KCI tidak perlu khawatir. TransJakarta sudah siapkan rencana operasi antar – jemput pelanggan KCI untuk tetap sampai ke tujuannya dari stasiun stasiun pemberhentian yang telah ditentukan KCI selama masa perawatan berlangsung. Bukan hanya layanan rute saja, untuk antisipasi pelanggan KRL kami juga menambah Unit Armada dari stasiun Manggarai dan rute perbatasan seperti bekasi timur,” kata Nadia yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Rabu (12/2/2020).

Terkait penemambahan armada ini lanjut Nadia, nantinya akan ada sebanyak 20 unit bus lagi yang diturunkan selama pola operasi berlangsung. Semua bus tambahan ini merupakan tipe bus single Highdeck berkapasitas 29 orang duduk dan 36 berdiri dan satu kursi roda guna memudahkan integrasi dengan halte Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta.

Baca juga: 2019 Jadi Tahun Integrasi untuk TransJakarta

“Kami akan menambah bus mulai pukul 06.00-09.00 WIB dan Pukul 17.00-20.00 WIB selama 11 Hari kedepan. Evaluasi akan kami lakukan setiap hari apabila diperlukan pola operasi berbeda tentunya akan kami berlakukan sesuai dengan ritme pelanggan yang ada di setiap stasiun selama masa perawatan berlangsung hingga selesai” tutup Nadia.

Berikut rute-rute yang melintas di Stasiun Manggarai:
1. Layanan 4 rute Pulogadung – Tosari
2. Layanan 4B rute Stasiun Manggarai – Universitas Indonesia.
3. Layanan 4D rute Pulogadung – Patra Kuningan
4. Layanan 4H rute Pulogadung – Ragunan
5. Layanan Layanan 6F rute Ragunan – Stasiun Manggarai
6. Layanan 6M rute Stasiun Manggarai – Blok M
7. Layanan B23 rute Bekasi Timur – Manggarai
8. Layanan M4 rute Pulogadung – Dukuh Atas

Tiga Klasifikasi Nilai di India, Bisa Bikin Penumpang Masuk Daftar Larangan Terbang

Setiap negara memiliki aturan masing-masing terkait larangan terbang untuk penumpang. Aturan ini sudah ditetapkan sejak tahun 2017 lalu oleh regulator penerbangan India, Directorate General of Civil Aviation (DGCA). Penetapan aturan ini untuk menempatkan penumpang dalam daftar larangan terbang.

Baca juga: Serbu Kokpit, Wanita Muda ini Tak Boleh Terbang dengan Jet2.com Seumur Hidup

Apa saja yang bisa membuat seorang penumpang dilarang terbang di India? KabarPenumpang.com merangkum dari cntraveller.in (29/1/2020), norma-norma larangan tersebut mendefinisikan seorang penumpang yang tidak patuh sebagai, “Seorang penumpang yang gagal untuk menghormati aturan perilaku di bandara atau di atas pesawat terbang atau untuk mengikuti instruksi dari staf bandara atau anggota kru dan dengan demikian mengganggu ketertiban dan disiplin di bandara, atau di atas pesawat.”

Bahkan ada tiga klasifikasi nilai yang berbeda untuk setiap pelanggaran. Level 1, perilaku nakal seperti gerakan fisik, pelecehan verbal, inebriasi dan lainnya. Level 2, perilaku kasar secara fisik seperti mendorong, menendang, memukul, meraih atau menyentuh secara tidak pantas serta pelecehan seksual dan lainnya. Pada level 3 yakni perilaku yang mengancam jiwa seperti merusakkan sistem operasi pesawat terbang, kekerasan fisik, upaya pembunuhan hingga pelanggaran lainnya yang membuat awak kabin terkena imbas.

Ketika ada insiden di kabin, kru pesawat adalah pertahanan garis depan dan diminta untuk meredakan situasi melalui komunikasi verbal. Kemudian mereka juga bisa memberikan pemberitahuan tertulis jika diperlukan. Jika awak kabin juga tak mampu menangani maka perangkat penahanan bisa diterapkan. Yang terakhir bila semuanya gagal, pilot in command dapat menentukan dengan berkonsultasi pada ruang kontrol maskapai untuk mengalihkan penerbangan dan menurunkan penumpang.

Selanjutnya maskapai mengajukan FIR kepada penumpang yang berbuat ulah tersebut. Sebelum seseorang masuk dalam daftar larangan terbang, insiden tersebut harus didaftarkan terlebih dahulu pada komite internal maskapai penerbangan atas inisiatif pilot yang mengajukan pengaduan.

Kemudian komite ini yang akan memutuskan dalam 30 hari dari tuntutan terhadap penumpang dan larangan yang akan dikenakan pada mereka. Pelanggaran Level 1 menarik hingga tiga bulan pada daftar larangan terbang, Level 2 hingga enam bulan dan Level 3 setidaknya selama dua tahun atau lebih.

Namun, penumpang juga dapat dilarang sementara panitia meninjau masalah ini, tetapi tidak lebih dari 30 hari. Setelah penumpang masuk dalam daftar larangan terbang, maskapai lain juga memiliki opsi untuk melarangnya dari penerbangan mereka, bahkan jika penumpang tersebut memiliki tiket yang dikonfirmasi.

Pelanggaran selanjutnya menyebabkan penggandaan periode larangan. Jalan lain bagi penumpang adalah untuk mengajukan banding atas larangan tersebut dengan komite Banding yang dibentuk oleh Kementerian Penerbangan Sipil, dan selanjutnya mengajukan banding di pengadilan tinggi. Ternyata daftar larangan terbang sendiri bukanlah hal yang baru, sebab Amerika Serikat mengeluarkan satu basis penilaian keamanan mereka setelah kejadian 9/11.

Tetapi daftar larangan terbang publik, bersama dengan aturan untuk daftar seperti itu keluar untuk pertama kalinya di India saja. Maskapai membuat kontrak dengan Anda sebagai penumpang, yang dikenal sebagai kontrak pengangkutan, yang mengatur perlakuan mereka terhadap penumpang.

Baca juga: Empat Jam Tertahan di Kabin, Penumpang Coba Dobrak Pintu Kokpit dan Buka Pintu Darurat!

Maskapai penerbangan, atas kebijakannya sendiri, dapat menolak atau mengeluarkan penumpang jika mereka merasa bahwa perilaku, status, usia, kondisi fisik atau mental orang tersebut membahayakan keselamatan atau pesanan penerbangan. Berperilaku tidak pantas dengan kru atau tidak mengikuti instruksi juga merupakan alasan untuk ditolak naik.

ANA Bagikan Dua Macam Cokelat Ke Penumpang di Hari Valentine

Hari Valentine atau di kenal dengan Hari Kasih Sayang yang selalu diperingati pada 14 Februari membuat kebahagiaan buat semua orang. Apalagi pasangan kekasih yang selalu membagikan cokelat kepada pasangan mereka.

Baca juga: Punya Nama Valentine? Bisa Terbang Gratis ke Islandia Lho!

Tapi nyatanya tak hanya pasangan kekasih yang membagikan cokelat. Sebab All Nippon Airways atau ANA juga membagikan cokelat pada par penumpangnya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman businesstraveler.com (10/2/2020), maskapai Jepang ini akan membagikan cokelat di semua penerbangan pada Hari Valentine.

Pada Jumat (14/2/2020) mendatang, cokelat yang dibagikan ANA ini gratis baik untuk penumpang kelas satu, bisnis maupun ekonomi. Saat Hari Valentine, penumpang kelas satu dan bisnis dalam penerbangan internasional ke Amerika Serikat, Eropa dan India akan mendapat cokelat dari cokelat Perancis yakni Pierre Herme.

Menurut pihak ANA, cokelat ini disebut “Ispahan” dan dibuat khusus untuk maskapai. Mereka mengatakan, ada dua tekstur berbeda serta empat jenis berry yang ada di dalamnya yakni cranberry, raspberry, blueberry dan stroberi.

Tak hanya itu, cokelat Ispahan ini pun dilapisi dengan tambahan cokelat putih dan ada aroma leci serta stroberi yang halus. Untuk penumpang internasional dan domestik lainnya juga akan mendapatkan cokelat.

Cokelat yang diberikan adalah Meiji The Chocolate “Comfort Butter” yang merupakan merek lokal dan dibungkus khusus untuk maskapai. ANA mengatakan, cokelat ini terbuat dari biji kakao Venezuela premium yang telah dipanggang pada suhu tinggi untuk menghasilkan rasa yang kuat.

Bahkan cokelat ini dipanggang pada suhu tinggi untuk menghasilkan rasa yang kuat. Selain itu ada sensasi rasa pedas yang unik untuk biji dari wilayah Selatan Amerika ini.

“Di ANA, kami melakukan segala upaya untuk meningkatkan perjalanan bagi penumpang kami dan itu termasuk memfokuskan pada detail paling kecil sekalipun,” kata Wakil Presiden Eksekutif ANA, Hideki Kunugi.

ANA mengatakan, mereka sudah membagikan cokelat pada Hari Valentine sejak 2014 lalu. Mereka menambahkan bahwa layanan distribusi bisa dibatalkan pada beberapa penerbangan karena kondisi penerbangan tersebut.

Baca juga: Sambut Hari Valentine, Bandara Athena Tampilkan Tarian Bollywood

Tak hanya ANA, Japan Airlines juga memberikan cokelat susu Lotte Ghana pada Hari Valentine tahun ini. Sedangkan Emirates menawarkan penumpang berbagai makanan penutup bertema Hari Valentine dan camilan di dalam kabin di seluruh jaringan lounge mulai 13 sampai 15 Februari 2020.

Telur dan Tuna Berada di Urutan Teratas Daftar Makanan yang Tidak Boleh Dimakan di Dalam Kabin!

Pramugari pesawat baru-baru ini membagikan daftar makanan yang tidak boleh dimakan penumpang di dalam kabin. Mereka menyebutkan telur dan tuna menjadi daftar teratas yang tidak boleh dimakan. Ini karena hal terburuk terjadi dan bisa mengganggu penumpang lainnya.

Baca juga: Inilah 11 Anggapan yang Keliru Seputar Makanan di Pesawat

Dilansir KabarPenumpang.com dari thesun.co.uk (10/2/2020), mungkin Anda bertanya-tanya kenapa telur dan tuna bisa menjadi daftar teratas makanan yang dilarang. Shanie Peralta, seorang pramugari dan anggota Association of Flight Attendants-CWA menjelaskan berbagai hal terkait makanan tersebut.

“Sebagian besar orang tidak berpikir mereka melakukan kesalahan ketika membawa makanan yang menyinggung penumpang lain,” ujar Shanie.

Nah berikut ini beberapa makanan yang baiknya tidak di bawa dan harus ditinggalkan di rumah.

1. Makanan berbau
Meski sepertinya masuk akal, telur dan tuna tidak di bawa ke kabin karena bau yang dihasilkan bisa langsung menyebar dan menyulitkan semua penumpang. Seorang penulis bernama Natalie Compton bercerita dirinya pernah membawa ayam yang dibungkus sederhana. Kemudian aroma bawang putih yang kuat langsung menyebar ke seluruh kabin dan membuat penumpang lain terganggu.

2.  Makanan berantakan
Makanan ringan tidak disarankan untuk dibawa karena remahannya bisa berserakan kemana-mana. Ini bisa membuat penumpang di penerbangan setelahnya marah karena kursi mereka kotor.

“Baiknya orang tua yang membawa anak tidak membawa biskuit agar remahan tidak berserakan dan cokelat yang dilap ke kursi,” kata Shanie.

Shanie juga tidak menyarankan membawa minuman bersoda karena bisa tumpah ketika di buka. Baiknya tunggu troli minuman dan awak kabin menuangkannya kepada Anda agar tidak membuat kekacauan.

3. Makanan alergi
Kacang-kacangan tidak disarankan dalam maskapai easyJet untuk membantu penumpang yang memiliki alergi. Sebab dengan ruangan yang kering seperti kabin pesawat bisa membuat penderita alergi berdampak fatal. Kerang juga menjadi makanan yang tidak disarankan.

“Bukan hanya menghindari alergi pada penumpang tetapi juga bau masakan kerang terlalu menyengat di kabin,” kata Shanie.

4. Minuman alkohol
Di Inggris membawa minuman alkohol sendiri dalam penerbangan baik itu bir ataupun wine adalah hal yang ilegal. Bila minuman alkohol dari troli yang di bawa awak kabin di perbolehkan.

Tak hanya itu, minuman alkohol yang dibeli dari Duty Free atau di bawah 100ml tidak ada yang boleh dikonsumsi. Shanie menjelaskan agar penumpang minum dalam jumlah sedang meskipun gratis.

Baca juga: [Galeri Foto] Deretan Makanan di Pesawat ini Mampu Menjatuhkan Selera Makan Anda!

“Jika Anda memengaruhi keamanan dan keselamatan penumpang, maka harus kami harus turun tangan dan mengatakan kepada pilot,” jelasnya.

Akibat Virus Corona, Tiada Lagi Handuk, Makanan Panas, Selimut, Bantal, dan Majalah dalam Penerbangan

Maskapai Cina dan Hong Kong memutuskan untuk menghentikan layanan makanan panas, selimut, bantal, handuk, majalah, dan koran di dalam pesawat. Dengan begitu, dalam setiap penerbangan dari dan ke Cina Daratan, pelanggan tidak disuguhkan apa-apa kecuali mendapatkan layanan headphone serta minuman sekali pakai jika ada permintaan. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk melindungi awak kabin serta pelanggan dan mencegah penyebaran virus corona.

Baca juga: Lupakan Masker dan Sarung Tangan Karet! Ini Cara Hindari Virus Corona Versi Penasehat Medis Penerbangan Dunia

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com, Selasa, (11/2), maskapai Cina dan Hong Kong yang dimaksud adalah China Airlines, Mandarin Airlines, dan Cathay Pacific Airways. China Airlines sendiri adalah maskapai yang memulai langkah tersebut hingga kemudian diikuti oleh anak perusahaannya (Mandarin Airlines) dan Cathay Pacific.

Langkah dari ketiga maskapai tersebut belakangan dinilai tepat oleh beberapa pakar medis di dunia. Pasalnya, di awal serangan virus corona, maskapai di dunia ramai-ramai membagikan masker kepada pelanggan bahkan meminta awak kabin memakai masker saat sedang bertugas. Hal tersebut belakangan justru dinilai keliru. Sebab kecil kemungkinan masker dapat mencegah seseorang terhindar dari virus corona.

Sebagai gantinya, para ahli medis menyarankan untuk mengurangi kontak langsung dan sering-sering mencuci tangan sehabis menyentuh benda apalagi manusia, di samping membuat semacam mekanisme penanganan baru serta perlengkapan pedukungnya bila sewaktu-waktu terdapat pasien yang terindikasi tertular virus corona.

Berbeda dengan China Airlines, Mandarin Airlines, dan Cathay Pacific, Thai Airways mengambil langkah yang berbeda, yakni menyemprotkan disinfektan di kabin penumpang dan kokpit pada semua penerbangan kembali dari China dan tujuan berisiko tinggi. Cara yang hampir sama saat Batik Air selesai beroperasi dalam upaya misi kemanusiaan pemulangan WNI di Wuhan.

“Karena kami memiliki hiburan di penerbangan yang berarti layar LCD disentuh sepanjang waktu, jadi kami membersihkan setiap penerbangan sebelum berangkat,” kata eksekutif Thai Airways.

Baca juga: Ahli: Penggunaan Masker yang keliru Justru Dapat Sebarkan Virus Corona

Virus corona sendiri hingga kini dilaporkan telah merenggut lebih dari 800 jiwa, dengan ribuan orang lainnya diduga telah terjangkit virus corona jenis baru yang lebih mematikan (dibanding MERS, SARS, bahkan Ebola) tersebut.

Meskipun demikian, tepat hari ini, masyarakat di beberapa tempat di Cina sudah mulai beraktivitas seperti biasa, seperti Shanghai dan Beijing. Adapun kota-kota di Provinsi Hubei masih dalam isolasi berkepanjangan.