Parade Pesawat Trijet yang Pernah Beroperasi di Indonesia, Anda Pernah Coba?

Sejarah dunia penerbangan Indonesia mungkin tak se-kaya negara lainnya yang pernah dihiasi oleh pesawat-pesawat legend macam Concorde dan Tupolev Tu-144 serta pesawat lainnya dari pabrikan kawakan macam de Havilland Comet dan Hawker Siddeley.

Baca juga: DC-10 30, Kenangan Pesawat Trijet Jarak Jauh di Era Keemasan Garuda Indonesia

Meski demikian, dunia penerbangan Indonesia –dalam hal ini maskapai Indonesia- masih cukup beruntung karena sempat mengoperasikan berbagai jenis pesawat, mulai dari Convair 990, Lockheed L-118 Electra, DC-9, Fokker F28, Airbus A300, Boeing 747-400, Boeing 737, dan McDonnell Douglas MD-11.

Terkait MD-11, pesawat yang terbang perdana pada awal Januari 1990 menjadi salah satu dari tiga pesawat trijet yang pernah menghiasi langit Indonesia selama beberapa waktu. Sekalipun keberadannya kini hanya berupa tinta emas saja di buku sejarah penerbangan Indonesia, bersama dua sejawatnya, DC-10-30 dan Boeing 727, maskapai pelat merah, Garuda Indonesia, punya cerita kenangan manis bersama ketiganya.

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, era pesawat trijet mulai hadir di Indonesia berkat ambisi Garuda Indonesia pada tahun 1973. Kala itu, guna memenuhi penerbangan internasional, seperti tujuan Eropa, Asia, dan Australia, Garuda mendatangkan pesawat McDonnell Douglas DC-10-30.

Dengan jumlah kepemilikan DC-10-30 sebanyak 28 unit, Garuda Indonesia menjadi operator DC-10 terbanyak di kawasan Asia Tenggara. Menariknya, dimasa pemerintahan Presiden Soeharto, DC-10 Garuda kerap ‘disulap’ sebagai pesawat kepresidenan. Usai mengabdi selama belasan tahun, pesawat ini pun harus mengakhiri ‘karirnya’ di Indonesia sampai pertengahan tahun 90-an.

Patuh tumbuh, hilang berganti, mati satu tumbuh seribu, kepergian DC-10-30 pun digantikan oleh MD-11, sebagai suksesor trijet di Indonesia. Lagi pula, secara fisik, sekilas wujud MD-11 ini memang hampir mirip dengan DC-10, hanya panjangnya saja yang beda 18 kaki 6 inchi, serta ada winglet pada sayapnya.

Walaupun proses pesanannya sempat kontroversial dan sepak terjangnya sempat terganggu akibat performa kurang memuaskan dari segi konsumsi bahan bakar, namun, posisinya sebagai pengganti armada DC-10 yang sudah mulai termakan usia untuk melayani rute penerbangan Denpasar – Jakarta – Hong Kong PP tetap harum untuk terus dikenang.

Baca juga: MD-11, Tak Berusia Panjang, Inilah Kado Ulang Tahun Garuda Indonesia Ke-43

Ada pertemuan ada pula perpisahan, tak terkecuali dengan MD-11. Seperti tidak diijinkan untuk mengoperasikan MD-11, krisis finansial di negara-negara Asia Pasifik pada waktu itu berimbas kepada industri penerbangan. Hasilnya, rasionalisasi terhadap keenam unit MD-11 pun dilakukan dan berbuntut pada dikembalikannya semua armada MD-11 Garuda Indonesia ke sebuah perusahaan leasing bernama Boeing Capital Corporation pada bulan Juni dan Juli 1998. Dengan begitu, padam pula karir MD-11 di industri kedirgantaraan Tanah Air.

Pesawat trijet atau dibekali tiga mesin lainnya yang juga pernah menghiasi langit Indonesia selama beberapa waktu adalah Boeing 727. Tak seperti MD-11 dan DC-10-30 yang hanya dioperasikan maskapai Garuda Indonesia, Boeing 727 pernah dioperasikan oleh beberapa maskapai, mulai dari Jatayu Airlines, Indonesian Airlines, Merpati Nusantara Airlines, hingga Mandala Airlines atau biasa juga disebut Tigerair Mandala. Selain bermesin tiga, ciri khas Boeing 727 yakni tersedianya fasilitas tangga di bagian ekor pesawat, mengingatkan pada tangga di ekor yang ada di pesawat Douglas DC-9.

Keren, Dubai Gunakan Teknologi Kecerdasan Buatan, Pastikan Sopir dan Penumpang Pakai Masker

Kementerian Perhubungan (RTA) Dubai mengumumkan pihaknya mulai melibatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menekan penyebaran Covid-19 di taksi. Nantinya teknologi tersebut akan mendeteksi pengemudi dan penumpang apakah sudah menggunakan masker atau tidak.

Baca juga: Dubai Pasang ‘Mata-mata’ Canggih untuk Monitor Suhu dan Physical Distancing

Dilansir taxi-point.co.uk, teknologi AI yang dimaksud dalam pelaksanaannya diwakili oleh sistem hardware (komputer) yang dilengkapi kamera pengenal wajah berteknologi AI. Bila terdeteksi tidak menggunakan masker atau tidak menjalankan physical distancing, maka sistem akan memperingatkan sekaligus memberikan warning ke pusat data yang dikelola otoritas untuk ditindak sesuai prosedur.

“Teknik kecerdasan buatan telah digunakan untuk memantau sejauh mana kepatuhan terhadap berbagai prosedur untuk mencegah penyebaran virus Corona sekaligus memonitor pelanggaran, selain jumlah penumpang yang diizinkan di setiap perjalanan, dimana teknologi ini diterapkan,” kata Ahmed Mahboub, Direktur Departemen Smart Services Executive Otoritas Perhubungan Dubai.

“Eksperimen menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan mampu menangani dan memproses file video (di seluruh taksi) yang isinya sekitar 200 ribu jam per hari. Ini mengurangi kebutuhan untuk petugas secara langsung (mengecek) dan menghemat waktu serta upaya untuk menganalisis video ini,” lanjutnya.

“Dua model kecerdasan buatan telah diprogram untuk mengidentifikasi dan mendeteksi wajah dalam tayangan video dan mendeteksi penggunaan masker dengan benar, di samping model matematika untuk menghitung jarak antara penumpang dan pengemudi,” tambahnya.

Akan tetapi, terlepas dari dari upaya-upaya untuk menekan penyebaran virus corona, penerapan teknologi AI di taksi sebetulnya merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam mendukung upaya inovasi dan penggunaan teknologi terkini di era revolusi industri 4.0. Adapun manfaat dari penggunaan teknologi itu pada akhirnya akan dapat dirasakan langsung untuk melayani masyarakat.

Selain itu, diterapkannya teknologi AI di taksi untuk memastikan seluruh pengemudi dan penumpang menggunakan masker dan patuh menerapkan aturan physical distancing juga melengkapi aturan lainnya yang telah lebih dahulu diterapkan.

Sebelumnya, salah satu dari tujuh emirat dan kota terpadat di Uni Emirat Arab itu disebut akan memasang kamera CCTV canggih di seluruh sudut kota untuk mendeteksi suhu warga sekaligus membantu otoritas keamanan setempat menemukan titik-titik pelanggaran physical distancing.

Penggunaan kamera CCTV canggih berteknologi Artificial Intelligence (AI) tersebut saat ini prosesnya sudah memasuki tahap uji coba di beberapa titik. Bila berhasil dan tak ada kendala teknologi apapun, maka penggunaan kamera canggih dalam proyek ‘Oyoon’ ini akan bisa segera terlaksana setelah proses evaluasi (pasca masa ujicoba berhasil) selesai.

Baca juga: [Video] Detik-detik “Motor Terbang” Kepolisian Dubai Jatuh dari Ketinggian 30 Meter

“Polisi Dubai menggunakan AI melalui proyek ‘Oyoon’ (yang berarti ‘mata’ dalam bahasa Arab) untuk memantau suhu orang selama wabah,” kata Brigaider Al Razooqi dalam sebuah konferensi virtual yang diadakan oleh Polisi Dubai beberapa waktu lalu, sebagaimana dikutip dari laman gulfnews.com.

“Proyek ini awalnya digunakan untuk mendeteksi seseorang yang tengah kami cari melalui pengenalan wajah dan analisis perilaku, tetapi karena penyebaran virus, kami memperbarui sistem kamera untuk memantau suhu juga,” tambahnya.

Breyah Pruden, Pramugari United Airlines yang Hilang Sejak 10 Juni

Seorang wanita berusia 24 tahun di Newark hilang dan polisi pada hari Selasa (16/6/2020) meminta bantuan publik untuk mencarinya. Wanita tersebut diketahui bernama Breyah Pruden dan pihak keluarga mengatakan bahwa dia seorang pramugari.

Baca juga: American dan United Airlines Rugi Rp59 Triliun, Ratusan Ribu Karyawan Menanti Giliran PHK

Pruden merupakan pramugari United Airlines dan tidak pernah hilang sebelumnya. Ini terlihat dari foto-fotonya yang dibagikan di media sosial yang menunjukkan Pruden menggunakan seragam serta identitas United Airlines.

Breyah Pruden ketika menggunakan seragam pramugari United Airlines (nj.com)

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman abc7ny.com (17/6/2020), Pruden terakhir terlihat di 300 blok Chestnus Street di bagaian Ironbound kota sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Pihak kepolisian yang menangani kasus ini mengatakan, Pruden terakhir kali terlihat mengenakan tank top burgundy dengan celana pendek jeans.

Dia juga membawa sebuah tas koper Tumi berwarna hitam. Kakak dari Pruden mengaku bahwa adiknya untuk sementara istirahat dari dunia media sosial. Namun, dirinya memberitahu keluarga sebelumnya dan mereka khawatir karena teleponnya mati.

Pruden memiliki tinggi sekitar 167 cm dan berat badan sekitar 54 kg dengan mata berwarna coklat dan rambut berwarna hitam. Seorang juru bicara kepolisian Newark mengatakan Pruden dilaporkan hilang sejak 10 Juni 2020.

Baca juga: United Airlines Larang Awak Kabinnya ikut #OverheadBinChallenge

Namun pihak kepolisian tidak memiliki rincian lebih lanjut untuk dirilis dan tidak jelas apakah simpatisan mencurigai adanya pelanggaran. Pihak kepolisian mengatakan, jika memiliki informasi tentang Pruden bisa menghubungi saluran tip 24 jam Crime Stopper Divisi Newark di 1-877-NWK-TIPS (1-877-695-8477) atau 973-733-6000.

Hilangnya Pruden pun di sebar di Instagram dengan kata kunci pencarian #breyahpruden dan ada sekitar 100 postingan poster kehilangan pramugari United Airlines tersebut.

Catat, Ini 4 Stasiun di Jakarta yang Terintegrasi dengan 6 Moda, Lima lainnya Nyusul

Setelah sempat tertunda akibat wabah Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya meresmikan stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman sebagai stasiun terpadu. Tak hanya itu, Anies juga menyebut bahwa lima stasiun lainnya akan segera menyusul untuk dijadikan stasiun terpadu atau transit oriented development (TOD).

Baca juga: PT MRT Jakarta Siap Lakukan Groundbreaking Kawasan Transit Terpadu di Dukuh Atas

“Saat ini, sudah empat stasiun (yang terintegrasi), (stasiun) Tanah Abang, Senen, Sudirman, dan Juanda. Ke depan akan ada 4 lagi (stasiun terpadu). Tambahannya (stasiun) Manggarai, Tebet, Gondangdia, dan Palmerah. Kalau boleh usul tambah lagi Kota Tua. Jadi lima (lagi stasiun terpadu),” katanya dalam Peresmian Stasiun Terpadu di kawasan TOD Stasiun Sudriman, Jakarta Pusat, Rabu (17/6).

Dalam peresmian yang juga dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi tersebut, Anies menyebut, kawasan TOD di Jakarta ini nantinya bukan terintegrasi dengan satu, dua, atau tiga moda transportasi saja, melainkan ada tujuh moda.

“Di kawasan TOD, akan ada KRL, Kereta Bandara, MRT, TransJakarta, LRT Bodebek, bus umum, dan LRT Jakarta,” tambahnya. Di luar itu, empat stasiun terpadu di Jakarta ini juga akan terintegrasi dengan ojek daring, seperti Gojek (Goride Instan) dan ojek daring lainnya.

Selain menjadi kawasan terpadu atau terintegrasi di Jakarta, stasiun-stasiun tersebut juga akan dilengkapi dengan prasarana berstandar internasional, seperti way finding dan signage. Anies mengungkap, selama ini penumpang diasumsikan tahu segalanya.

“Selama ini kendaraan umum selalu mengasumsikan penggunanya sudah hafal jalan. Makanya tidak ada way finding dan signage,” terangnya. Padahal, menurut Anies, Jakarta adalah gerbangnya dunia. Banyak orang dari luar Jakarta bahkan luar negeri berlalu-lalang, sehingga dibutuhkan informasi semacam itu. Dengan begitu, menurutnya, Jakarta akan lebih siap jadi bagian perekonomian global.

Agar memudahkan proses pengelolaan yang berujung pada kenyamanan penumpang, nantinya, kawasan tersebut akan dikelola oleh perusahaan patungan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroan), dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), yakni PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Ke depan, PT MITJ ini juga akan mengelola 72 stasiun lainnya di Jabodetabek. Tak hanya itu, MITJ juga akan membuat sistem kartu perjalanan yang mengintegrasikan KRL, MRT, LRT, dan Transjakarta. Dengan begitu, calon penumpang cukup menggunakan satu kartu saja untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi tersebut.

Sementara itu Menteri BUMN, Erick Thohir, menyampaikan penataan kawasan stasiun terpadu ini merupakan kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) dan PT MRT Jakarta (Perseroda).

Baca juga: Indonesia Ferry Property Langsungkan Penyelesaian Konstruksi Area Komersial Tahap I Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo

“Saya gembira kita bisa memberi inspirasi dan bisa membuktikan bahwa sebagai bangsa itu kita bisa, yang selama ini bangsa Indonesia dibilang hanya bangsa wacana hari ini terbukti (berjalan rencananya),” ujarnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan TOD harus diterapkan agar masyarakat bisa memanfaatkan moda transportasi umum secara maksimal. “Saya apresiasi, apa yang sudah kita bicarakan jadi suatu kenyataan. Presiden selalu mengimbau untuk merapatkan semua agar TOD ini menjadi keniscayaan, keharusan, karena itulah cermin antar moda yang baik. Ini selama ini belum maksimal,” jelasnya.

Beroperasi dengan Kapasitas Angkut 70 Persen, PT KAI Naikkan Tarif 30-40 Persen

Kereta api jarak jauh saat ini sudah mulai kembali dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dari Pasar Senen saat ini sudah ada tiga kereta jarak jauh yakni KA Serayu, KA Bengawan dan KA Tegal Ekspress yang sudah mulai beroperasi. Selain itu dari Stasiun Gambir saat ini kereta luar biasa (KLB) juga sudah dioperasikan untuk masyarakat umum.

Baca juga: PT KAI Operasikan “Kereta Luar Biasa,” Ini Dia Aturannya

Meski sudah beroperasi, kereta api jarak jauh ini hanya bisa mengangkut penumpang maksimal 70 persen dari total ketersediaan kursi. Hal ini kemudian membuat PT KAI menyatakan menaikkan harga tiket kereta api jarak jauh sebesar 30 sampai 40 persen sejak Jumat (12/6/2020).

“Ada kenaikan 30-40 persen untuk penyesuaian tarif yang berlaku pada kereta api jarak jauh komersial,” kata VP Public Relation PT KAI Joni Martik kepada KabarPenumpang.com, Rabu (17/6/2020).

Joni menyebutkan, kenaikan ini tidak untuk semua kereta api, sebab untuk KA PSO tarif tetap atau tidak ada kenaikan. Dia mengatakan tarif KA dengan PSO (Public Service Obligation) sendiri sesuai kontrak dengan Kementerian Perhubungan.

Joni menambahkan, untuk KA Komersial mengikuti tarif batas bawah dan tarif batas atas yang berlaku di mana penyesuaian tarif dilakukan dengan mengakomodir pembatasan kapasitas angkut maksimal 70 persen tersebut. Namun dia mengatakan harga tiket ini akan bersifat dinamis.

Di mana perusahaan akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah terkait kapasitas penumpang kereta api. Dengan kenaikan ini juga, pihak KAI dikatakan Joni akan terus mengevaluasi dampak kenaikan harga tiket terhadap penjualan secara berkala.

Karena, jika aturan pemerintah berubah, maka pihak KAI akan kembali menyesuaikan kebijakan itu. Selain itu Joni juga mengatakan, akan mengkaji evaluasi ulang untuk tahap berikutnya.

“Jika berubah tentu akan evaluasi lagi , kaji ulang lagi,” kata Joni.

Joni menambahkan, dengan kenaikan harga, KAI berharap keuangan perusahaan tetap terjaga meski kapasitas tak bisa diisi 100 persen. Diketahui sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan pemerintah akan menaikkan kapasitas penumpang secara bertahap.

Baca juga: Beberapa Kali Ganti Nama, Kereta Serayu Kembali Beroperasi

Pada tahap awal, pemerintah mengerek kapasitas menjadi 70 persen. Zulfikri mengatakan kenaikan kapasitas akan dievaluasi secara berkala. Jika efektif, pemerintah akan kembali menaikkan kapasitas maksimal menjadi 80 persen.

 

Airbus dan M1 Singapura Uji Coba Jaringan 5G untuk Drone

Airbus dan M1 Singapura dikabarkan bakal segera melakukan uji coba keselamatan dan efisiensi teknologi 5G untuk mendukung penggunaan kendaraan udara tanpa awak (UAV) di Singapura dan mungkin juga di dunia.

Baca juga: Jaringan 5G Untuk Sistem Transportasi, Dianggap Masih Terlalu Mahal

Guna memuluskan proses pengujian, keduanya akan bekerjasama dengan perwakilan otoritas Singapura, dalam hal ini Direktorat Pengembangan Media, Komunikasi, dan Informasi (di bawah IMDA atau Kementerian Komunikasi dan Informasi) serta Direktorat Maritim dan Pelabuhan (di bawah MPA atau KementerianTransportasi).

Kepala manajemen lalu lintas kendaraan tanpa awak Airbus, Isabel Del Pozo De Poza, mengatakan uji coba mendatang bertujuan untuk memungkinkan sistem pesawat tanpa awak agar dapat terbang dengan aman karena keberadannya terintegrasi dengan sistem ruang udara nasional.

“Uji coba nanti akan menetapkan metrik kinerja dan persyaratan seluler 5G untuk memungkinkan sistem pesawat tak berawak untuk secara aman terbang dan terintegrasi dengan sistem ruang udara nasional,” katanya, sebagaimana dilansir rcrwireless.com.

Sementara itu, CEO M1, Manjot Singh Mann menyebut kolaborasi antara keduanya akan berandil besar untuk membetuk ekosistem serta masa depan teknologi mobilitas udara di perkotaan (UAM) dengan memanfaatkan jaringan atau teknologi 5G.

“Dengan menyatukan keahlian domain yang kuat dari M1 dan Airbus, kemitraan ini berfungsi sebagai test bed untuk membentuk masa depan teknologi Urban Air Mobility dengan memanfaatkan jaringan 5G SA canggih,” katanya.

Selama proses uji coba nanti, teknologi 4G dan 5G akan dievaluasi untuk meningkatkan penentuan lokasi geografis dengan akurat di seluruh tahapan penerbangan sistem pesawat tanpa awak dengan menggunakan data berbasis jaringan. M1 mengklaim, ke depan teknologi seluler akan lebih tepat (menetukan lokasi geografis) daripada teknologi Sistem Navigasi Satelit Global seperti yang saat ini banyak dipalikasikan di dunia.

Adapun pembagian tugasnya, disebutkan Airbus akan berkontribusi dalam memastikan ketersediaan pesawat tanpa awak atau drone untuk melakukan uji terbang dengan aman. Selain itu, dengan pengalaman selama puluhan tahun di bidang aeronautika, Airbus juga diberi mandat untuk membuat SOP agar memastikan penerbangan pesawat tanpa awak memenuhi peraturan dan keselamatan terbang.

Sedangkan M1, mereka bertugas mengumpulkan data-data selama proses pengujian untuk menilai kinerja dan jangkauan jaringan seluler di area pengujian, serta melakukan optimasi parameter jaringan dan penerapan metode minimisasi interferensi.

Baca juga: Birmingham New Street, Stasiun Kereta Pertama di Inggris yang Adopsi Jaringan 5G

Sadar kemampuan mereka terbatas, Airbus dan M1 nantinya juga akan menggandeng salah satu perusahaan lokal, Team One Technologies, untuk merancang dan membuat modem 5G bersertifikat aeronautika guna mendukung pengoperasian mobilitas udara di perkotaan. Modem buatan perusahaan tersebut juga akan diuji serta dioptimalisasikan dalam uji coba mendatang.

“IMDA senang melihat minat yang luar biasa dari perusahaan untuk mengembangkan angka penggunaan 5G yang inovatif. Sangat menggembirakan melihat perusahaan lokal seperti Tim One berperan dalam inovasi 5G, dan saya ingin mendorong perusahaan lain, besar dan kecil, untuk bergabung dengan kami dalam membangun ekosistem 5G yang terbuka dan inklusif, “kata Tan Kiat How, kepala eksekutif IMDA.

Sebelum Terbang dengan Kapsul Boeing CST-100 Starliner, Astronot Berlatih dengan VR

Sebelum para astronot naik ke pesawat ruang angkasa generasi terbaru milik Boeing, mereka akan mendapatkan beberapa pelatihan. Para anggota astronot tersebut yang bersiap terbang ke luar angkasa dengan kapsul Boeing CST-100 Starliner akan berlatih menggunakan perangkat virtual reality (VR) .

Baca juga: Gandeng Boeing, NASA Siap Luncurkan Penerbangan Orbital Nirawak Perdana

VR ini disediakan oleh Varjo yang berbasis di Finlandia yang diumumkan kedua perusahaan beberapa hari yang lalu. Perangkat VR-2 Varjo sendiri memungkinkan astronot untuk mensimulasikan setiap aspek dari misi Starliner ke Stasiun Luar Angkasa Internasional ISS dalam resolusi tinggi.

“Kami bangga dapat menghadirkan teknologi yang mendorong aplikasi pelatihan industri ke jangkauan terjauh mereka bahkan ke ruang angkasa. Dengan perangkat kami, para astronot dapat melihat dan secara virtual berinteraksi dengan sakelar dan panel kontrol di dalam kapsul Starliner mereka dan membaca data real-time pada layar kru mereka. Kemajuan seperti ini berpotensi mengubah cara pilot dilatih,” kata pendiri dan CEO Varjo Niko Eiden dalam sebuah pernyataan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari space.com (11/6/2020), dalam mengembangkan Starliner ini, Boeing menggunakan dana dari Commercial Crew Program Nasa yang memiliki kontrak senilai $4,2 miliar yang ditandatangani pada tahun 2014 yang juga mencakup enam misi kru operasional ke dan dari ISS. SpaceX memiliki kesepakatan serupa, yang akan dipenuhi perusahaan Elon Musk dengan kapsul Crew Dragon-nya.

SpaceX baru saja meluncurkan misi kru pertamanya, mengirim astronot NASA Bob Behnken dan Doug Hurley ke ISS pada penerbangan uji coba yang disebut Demo-2. Hal ini kemudian membuat Starliner harus segera menyusul di mana Boeing berencana untuk meluncurkan versi Demo-2, yang disebut Crew Flight Test (CFT), awal tahun depan.

Para astronot yang akan terbang dengan CFT Boeing, Chris Ferguson, Mike Fincke dan Nicole Mann dari NASA telah berlatih untuk misi mereka saat ini dengan menggunakan maket Starliner di Houston dan alat-alat lainnya. Headset VR akan menambah kerja seperti itu.

“Kami tidak mencari untuk menggantikan simulator fisik di Houston. Tapi itu pasti akan meningkatkan pelatihan itu, untuk dapat melakukannya dari lokasi terpencil,” kata Connie Miller, seorang insinyur perangkat lunak Boeing Starliner.

Salah satu “lokasi terpencil” tersebut adalah situs peluncuran itu sendiri, Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida. Astronot akan menghabiskan dua minggu sebelum lepas landas di karantina di Kennedy Space Center NASA terdekat, memastikan bahwa mereka diluncurkan dalam kondisi sehat dan tidak membawa kuman penyebab penyakit ke ISS.

Miller mengatakan, dengan alat VR baru, anggota kru Starliner dapat melanjutkan pelatihan mendalam untuk misi mereka. Dalam beberapa minggu ke depan, Boeing berencana untuk mengirimkan perangkat keras VR ke Florida, tempat Ferguson, komandan CFT, dapat mulai bekerja dengannya.

“Roda untuk langkah ini pertama kali digerakkan beberapa bulan yang lalu, tetapi peluncuran dihentikan oleh langkah-langkah yang diambil untuk memerangi penyebaran virus corona baru. Kemunculan pandemi ini menyoroti perlunya teknologi VR. Kami memiliki visi dan Kami tidak menyadari itu akan menjadi hal wajib secepat itu,” kata Miller.

Astronot telah menggunakan alat VR sebelumnya yang mana astronot NASA biasanya menggunakan teknologi semacam itu untuk mempersiapkan perjalanan ruang angkasa. Tetapi pelatihan Starliner akan membuka jalan baru dalam penggunaan yang luas dari peralatan VR, yang akan membantu mempersiapkan astronot untuk setiap aspek misi mereka, dari lepas landas hingga mendarat.

Baca juga: SpaceX Sebut Pemilik Situs Belanja Online Terbesar di Jepang Jadi Orang Pertama Kunjungi Bulan di 2023

Eiden menambahkan, Varjo, pada bagiannya, akan menerapkan pelajaran yang dipetik dari pekerjaan Starliner untuk aspek-aspek lain dari bisnisnya, seperti pelatihan pilot. Tetapi perusahaan juga mendapatkan sesuatu yang lain dari kemitraan yang baru diumumkan.

“Ini adalah salah satu dari hal-hal yang menarik, kami juga mengalami sedikit demam luar angkasa di Varjo saat ini. Jadi, memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari program Boeing ini sungguh luar biasa kata Eiden.

Tak Kalah Beresiko dengan Pilot, Namun Gaji Masinis Terpaut Jauh, Yuk Simak Rinciannya!

Ketika pilot memiliki gaji yang fantastis, bagaimana dengan gaji masinis kereta api yang juga sama-sama mengangkut penumpang banyak? Sepertinya tak sama dengan pilot bahkan lebih sedikit meski banyak tunjangan yang didapatkan para masinis. Nah penasaran dengan gaji para masinis kereta api di Indonesia? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, kenyataannya gaji masinis bisa mencapai Rp12 juta per bulannya.

Baca juga: (1) Hidup Bak ‘Raja’, Inilah Rincian Umum Sistem Gaji Pilot! Pantas Saja Bergelimang Harta

Angka Rp12 juta ini dikatakan cukup tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Edi Sukmoro ketika masih menjadi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengatakan, dulunya gaji seorang masinis paling tinggi hanya menyentuh tiga juta rupiah per bulannya.

Bahkan dia menyebutkan untuk rincian gajinya tak jauh berbeda dengan rincian gaji pegawai negeri sipil (PNS) pada umumnya. Dimana mereka diberi tunjangan istri dan dua anak yang mencapai sepuluh persen dari gaji pokok.

Bila mengikuti PNS, maka dengan pendidikan setingkat SMA akan mendapat tunjangan Rp200 ribu dan Sarjana (S1) sebanyak Rp600 ribu per bulannya. Dengan penghasilan seperti ini, juga diimbangi dengan tanggung jawab yang besar karena bertugas sebagai pengemudi kereta yang membawa banyak penumpang.

Selain tunjangan pendidikan, ternyata juga ada tunjangan untuk mencover risiko spesial sebanyak satu juta rupuah setiap bulan. Mereka juga mendapat tunjangan prestasi kerja, uang jaminan premi awak kereta api, tunjangan tempat tinggal hingga transportasi.

Meski terbilang lebih kecil dari pilot, para masinis ini akan menerima 15 kali pembayaran untuk setahun yang termasuk juga adanya tunjangan hari raya dan bonus hari ulang tahun sebanyak 100 persen gaji dan penambahan fasilitas uang pensiun.

Hal yang paling utama untuk menjadi seorang masinis adalah kesehatan fisik dan mental. Seorang masinis tentunya harus memiliki konsentrasi 100 persen setiap mengemudikan kereta api. Itu sebabnya dibutuhkan kekuatan fisik yang tinggi.

Setelah semuanya lolos, Anda akan masuk ke pelatihan masinis selama satu tahun. Setelah itu, Anda belum langsung memegang kendali kereta api. Anda akan diposisikan dulu sebagai masinis muda. Kinerja Anda di posisi tersebut akan dipantau selama 2 tahun masa bakti.

Baca juga: (2) Hidup Bak ‘Sultan,’ Inilah Rincian Umum Sistem Gaji Pilot! Pantas Saja Bergelimang Harta

Lepas fase tersebut, Anda akan diangkat sebagai asisten masinis. Dibutuhkan waktu sekitar enam bulan sampai satu tahun Anda menjadi wakil masinis, baru akhirnya Anda akan secara resmi menjadi masinis utama atau masinis senior.

Pesawat Mendarat Tanpa Roda? Mengapa Tidak, Berikut Ulasannya

Pada umumnya, sebelum diputuskan beroperasi, sebuah pesawat pasti telah melalui proses pengecekan panjang dan ketat. Namun, ketika mengudara, siapa sangka, faktanya selalu ada insiden yang terjadi. Salah satunya roda pendaratan atau landing gear yang enggan muncul untuk mendukung proses pendaratan.

Baca juga: Hard Landing Vs Soft Landing, Mana Lebih Baik?

Di Indonesia, maskapai dengan market share terbesar, Lion Air pernah merasakannya. Tahun 2009 silam, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 972 mendarat darurat di Bandara Hang Nadim tanpa roda depan. Beruntung, kala itu, Captain Anwar Haryanto berhasil mendaratkan pesawat dengan baik tanpa adanya korban jiwa. Atas keberhasilannya itu, ia pun diapresasi sejumlah pihak.

Secara teori pesawat mendarat tanpa roda sangat mungkin terjadi. Sejak pertama kali era pesawat terbang jet komersial mengudara, pendaratan darurat tanpa roda pesawat atau landing gear bukan satu dua kali terjadi. Dari ke semua itu, tak sedikit yang berujung manis dengan mencatat tak ada satu pun korban jiwa hingga sedikit kerusakan. Hal itu setidaknya cukup untuk menjadi bukti betapa sangat dimungkinkan sebuah pesawat mendarat tanpa roda sekalipun.

Meski demikian, keberhasilan pendaratan darurat tanpa roda bukan sekonyong-konyong datang begitu saja mengandalkan keberuntungan. Dalam kajian ilmiah, tentu keberuntungan tak masuk dalam salah satu aspek atau objek kajian; tak terkecuali dalam mendaratkan pesawat tanpa roda, bisa dibilang hal itu tak boleh diharapkan untuk datang.

Dilansir The Telegraph, Patrick Smith, seorang pilot AS, dalam bukunya “Cockpit Confidential” coba mengesampingkan faktor keberuntungan ketika mendaratkan pesawat tanpa roda, baik roda depan atau bahkan tanpa roda sama sekali.

Secara teknis, proses pendaratan pesawat tanpa roda nyaris sama dengan proses pendaratan pesawat dengan roda, mulai dari landing approach altitude dan landing approach angle yang sesuai, manuver pesawat yang masih masuk kategori stabilize approach, dan turun mengikuti glideslop semua tetap harus dilakukan.

Bahkan, saat hendak memasuki zona touchdown atau titik pendaratan pesawat, pendekatan yang dilakukan tetap sama. Pun demikian ketika bagian ekor pesawat mulai menyentuh runway, disusul bagian perut pesawat, dan mesin bagian bawah, semua pendekatan yang dilakukan tetap sama seperti seolah mendaratkan pesawat dengan landing gear.

Hanya saja, sebelum semua itu dilakukan, syarat pendaratan tanpa roda harus terlebih dahulu dipenuhi. Mulai dari bobot maksimum atau bobot aman yang sudah ditentukan (bergantung pada jenis pesawat, landasan tempat mendarat, dan berbagai faktor lainnya) sampai panjang runway. Terkait besaran bobot maksimum pesawat saat mendarat tanpa roda, sebetulnya tidak disebutkan secara rinci.

Baca juga: Intip Cara Qantas Rawat Komponen Landing Gear System Tanpa Harus Terbang

Namun, Patrick Smith mengungkap, bila pesawat masih memiliki berat melebihi ambang batas maksimum, tak ada pilihan lain kecuali berputar-putar di udara sampai menyentuh angka di bawah bobot maksimum. Tetapi, hal itu tak perlu dilakukan bila pesawat memiliki fitur pembuangan bahan bakar saat di udara. Setelah itu terpenuhi, tinggal kemudian mencari runway yang agak panjang lebih dari biasanya untuk mencegah overrun atau keluar dari landasan.

Bila hal itu dilakukan, didukung dengan kondisi pesawat dalam keadaan prima atau tak terlalu tua untuk melakukan pendaratan tanpa roda hingga cuaca plus pengetahuan dan ketenangan awak kokpit, maka, besar kemungkinan pesawat bisa mendarat dengan selamat sekalipun mengalami kerusakan substansial dan berpotensi kebakaran.

Orang Gunakan Kostum Unicorn Terlihat di Google Street View, Dikira Makhluk Mitos

Ketika masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan penguncian terjadi di banyak negara, sulit untuk orang-orang bepergian dan mau tak mau harus di rumah saja untuk mencegah penyebarluasan virus corona (Covid-19). Meski begitu banyak pelancong yang tak kehabisan akal, mereka berkeliling dunia atau pun jalan-jalan lainnya dengan menggunakan Google Maps Street View.

Baca juga: Melihat Pemetaan Street View Google Maps dari Kursi Penumpang

Dengan menggunakanGoogle Maps Street View ini, tak hanya tempat-tempat indah, tetapi berbagai kejadian unik hingga yang tak terbayangkan bisa terlihat. Bahkan dengan mengklik di sekitaran peta interaktif akan ada hal-hal yang mungkin tidak pernah terlihat.

Penampakan orang di belakang pohon dari Google Maps Street View (express.co.uk)

KabarPenumpang.com melansir dari laman express.co.uk (14/6/2020), seperti belum lama seorang pengguna Google Maps menemukan pemandangan yang ajaib terjadi di Salem, Massachusetts di Amerika Serikat. Salem sendiri sebenarnya sudah lama dikenal karena hubungannnya denga dunia lain terutama dengan penyihir.

Bahkan tahun 1692 silam, Salem merupakan rumah bagi pengadilan penyihir dan itu menarik pelancong yang ingin menjelajahi jalan-jalan yang menyeramkan. Namun ternyata penyihir bukanlah satu-satunya makhluk mistis yang menghuni wilayah tersebut.

Sebab seorang pengguna Google Maps membagikan temuan tak terduganya di Reddit. Dia melihat pemandangan pantai yang terbentang di daerah itu dan langitnya tengah mendung dan kelabu. Di tepi pantai terlihat ada tiga orang tidak terlihat terlalu aneh.

Dua diantaranya orang dewasa dengan menggunakan jaket hitam serta celana jeans biru dan yang lainnya menggunakan pakaian pelangi. Sedangkan gadis kecil yang bersama mereka menggunakan rok tutu pelangi.

Bila dari jauh dekat dengan gadis kecil itu tampak seperti unicorn berwarna putih lengkap dengan tanduk khas dan surai berwarna pelangi. Di Reddit, pengguna Google Maps tersebut memposting dan menulis keterangan, “Wild unicorn terlihat di Salem, MA.”

Seperti tidak terganggu dua orang tersebut berlaku seperti biasa dan gadis kecil mengambil foto samudera yang keruh bukan kuda mitos yang ada di sampingnya. Seorang warganet yang melihat foto tersebut mengatakan bahwa mungkin unicorn tersebut berkorelasi dengan fakta bahwa itu berada di kota yang penuh dengan sejarah magis.

“Mungkin para penyihir memanggilnya,” komentar seorang warganet.

Namun setelah dilihat lebih jelas lagi, unicorn tersebut merupakan kostum yang digunakan oleh seseorang. Di mana terlihat sepasang lengan manusia yang keluar dari kostum dan ada ritsleting dibagian depan kostum tersebut. Meskipun penampakan ini memiliki logika yang jelas di baliknya, pengguna Google Maps lain telah melihat kejadian aneh yang masih kurang jelas.

Baca juga: Google Maps Hadirkan Fitur Info ‘Kepadatan Penumpang’ di Moda Transportasi Umum

Salah satu kejadian seperti itu terjadi di kuburan di Texas ketika seorang tokoh berwajah hantu terlihat mengintip dari balik pohon. Meskipun ada kemungkinan penjelasan, seperti kesalahan atau resolusi rendah kamera, penampakan seram seperti ini menyebabkan banyak kesenangan dan spekulasi di antara pengguna.