India Punya Mobil Uji Covid-19, Indonesia Juga Punya di Mamuju

Mumbai menjadi salah satu kota terparah di India yang tekena pandemi virus corona atau Covid-19. Karena hal ini, Mumbai mendapatkan Bus Uji Covid-19 yang unik dan akan berkeliling kota mengumpulkan sampel uji untuk pengujian cepat.

Baca juga: WHO Setujui Rencana Peluncuran 120 Juta Tes Diagnostik Cepat Covid-19

Bus ini diluncurkan pada Hari Maharashtra di Mumbai pada 1 Mei oleh Dewan Alumni Institut Teknologi India (IIT). Dilansir KabarPenumpang.com dari businessinsider.in (8/5/2020), kehadiran bus ini untuk mengurangi biaya hingga 80 persen seperti yang diklaim oleh pihak berwenang.

“Dewan Alumni IIT telah mengambil pendekatan proaktif untuk mendukung upaya pemerintah dalam memerangi tantangan Covid-19. Kami telah bertindak cepat dan membentuk Satuan Tugas IIT C19 untuk menyalurkan energi Alumni IIT global untuk perjuangan ini,” kata Ravi Sharma, Presiden, Dewan Alumni IIT.

“Bus Uji Covid-19 didasarkan pada teknologi asli dan sejauh pengetahuan terbaik kami, adalah kendaraan pertama dari jenisnya di dunia dengan pengujian genetik onboard, teleradiologi berbasis AI dan pengumpulan sampel tanpa kontak. Kami memilih Mumbai sebagai lokasi peluncuran mengingat jumlah kasus yang relatif tinggi di kota tersebut,” tambahnya.

Bus Tes IIT C19 didasarkan pada Tumpukan Teknologi Kodoy asli dan dijalankan oleh organisasi mitra yang dipimpin oleh alumni IIT. Arsitektur Kodoy melibatkan e-kendaraan untuk pemilihan sampel dan telemedicine, pengujian genetika berbasis algoritma dan megalab asli yang mampu melakukan hingga lima juta pengujian per bulan per lab.

Mobil tes PCR di Mamuju (kabarpenumpang.com)

Sedangkan bus uji memiliki kapasitas untuk mengumpulkan 10-15 sampel uji per jam. Peralatan medis di pesawat terdiri dari Xray digital dosis rendah, teleradiologi waktu nyata, pengumpulan swab tanpa kontak, dan pengujian RNA instan. Bus tersebut telah dikonfigurasi untuk menahan hujan lebat dan memiliki ruang laboratorium seluas 384 kaki persegi.

Baca juga: Alat Tes Corona Supercepat Buatan Israel Jadi Senjata Baru Bandara Eropa Cegah Covid-19

Bus juga dilengkapi probe paru-paru ultrasound yang dioperasikan dengan tele robotik dan sekuenser gen nanopore. Tak hanya India, Indonesia juga kini menghadirkan bus untuk pemeriksaan Covid-19 dan sudah di launching di Mamuju, Sulawesi Barat.

Uji lab dengan mobil ini, alat yang digunakan adalah My Go PCR, dan bisa menguji sebanyak 32 sample dalam tiga hingga lima jam. Dalam mobil Elf ini hanya akan ada empat orang penguji lab yang berada di dalamnya.

Pilot Panik Ada Objek Asing Melintas di Ketinggian 6.000 Kaki, Ternyata Orang Pakai Jetpack

Pilot pesawat China Airlines terkejut usai melihat objek asing melintas di ketinggian 6 ribu kaki. Padahal, pesawat sebelumnya sudah mendapat clearance dari ATC. Sontak, insiden yang terjadi sekitar 11 km dari Los Angeles itu sempat membuat geger kokpit dan petugas.

Baca juga: Semburan “Water Salute,” Penanda Tibanya Penerbangan Perdana

Dilansir The Australian, objek yang dinilai terlalu kecil dan cepat di ketinggian 6 ribu kaki itu langsung dilaporkan pilot ke ATC. Petugas ATC awalnya sempat tak percaya dengan laporan itu. Karenanya, ia meminta pilot untuk mengulang laporannya. Sebab, bisa saja objek kecil tersebut ialah unidentified flying object disingkat (UFO), piring terbang yang sampai saat ini keberadaannya masih menjadi misteri, sekalipun kerap muncul di seluruh dunia, baik siang maupun malam.

Perkiraan terburuk, objek kecil dan cepat tersebut bukan tak mungkin merupakan sebuah pesawat latih yang melenceng jauh dari jalurnya, sehingga mengacaukan airways yang telah diatur ATC. Pasalnya, kejadian seperti ini (objek asing yang ternyata pesawat latih) pernah terjadi di dunia, tepatnya tak jauh dari Bandara San Diego, AS. Kala itu, pesawat Pacific Southwest Airlines (PSA) flight 182 bertabrakan dengan objek asing yang setelah itu dikonfirmasi merupakan pesawat Cessna 172 Skyhawk.

Usai diperjelas oleh pilot terkait objek asing yang melintas di ketinggian 6 ribu kaki, ATC merespon dengan balik bertanya terkait dua kemungkinan, apakah yang pilot lihat itu merupakan UFO atau sebuah jetpack? Dan pilot menduga bahwa itu jetpack. Asumsinya, objek tersebut terlalu kecil dan cepat.

Pemerintah federal sendiri tak mau berasumsi mengingat tak ada petunjuk otentik yang mengarahkan dugaan kepada jetpack. Otoritas lebih memilih untuk menyelidiki laporan yang masuk pada Kamis kemarin itu, sekalipun sekilas, kronologinya mirip dengan kejadian enam pekan lalu.

Sekitar pukul 6.45 malam, tepatnya pada 29 Agustus 2020, pilot pesawat American Airlines melaporkan objek asing yang nampaknya seperti seorang pria terbang dengan jetpack di ketinggian sekitar 3.000 kaki. ATC Bandara Internasional Los Angeles lalu memperingatkan penerbangan Jet Blue terdekat agar “Berhati-hati, seseorang dengan jetpack-nya dilaporkan 300 yard ke selatan.”

Selain mengundang perhatian pemerintah federal, FAA juga dibuat pusing dengan laporan tersebut. Sejauh ini, belum ada kesimpulan apapun dari regulator penerbangan sipil AS ini, kendati kuat diduga objek itu merupakan jetpack.

Jetpack umumnya tidak terbang cukup tinggi atau lebih dari beberapa menit. Namun, teknologi terus berkembang. Jetpack, pada Februari lalu, dilaporkan sudah bisa mencapai ketinggian 6 ribu kaki dan terbang lebih dari tiga menit.

Baca juga: UFO Kembali Muncul di Siang Bolong, Kali Ini Gemparkan AS

Pilot jetpack dari Jetman Dubai ini bahkan bisa terbang di kecepatan 241 km per jam dengan modal empat mesin mini. Pilot dengan jetpack itu berhasil mendarat dengan selamat menggunakan parasut saat jetpacknya kehabisan tenaga karena sudah mencapai limit.

Tak cukup 6 ribu kaki, di Los Angeles, Jetpack Aviation bahkan telah memproduksi jetpack yang dapat mencapai ketinggian 15.000 kaki dan terbang selama sekitar sepuluh menit. Hanya saja, jetpack ini tak dijual secara bebas melainkan dijual dengan syarat, yakni mengikuti pelatihan selama tiga pekan dan menerbangkannya di tempat yang aman, bukan di jalur sibuk.

NASA Luncurkan Toilet Khusus Astronot Wanita, Bekas Urine Bisa Buat Minum dan Masak

NASA dikabarkan sukses membuat toilet khusus astronot wanita. Hal itu merupakan jawaban atas berbagai keluhan mereka. Selama ini, dilihat dari bentuknya, toilet yang ada diketahui lebih ramah bagi astronot laki-laki.

Baca juga: NASA Luncurkan Aplikasi untuk Teliti Kelelahan dalam Penerbangan, FAA: Cocok untuk Pilot

Meskipun sebetulnya desain lama tidak terlalu sulit digunakan, perubahan desain yang halus dapat membuat perbedaan besar bagi para astronaut wanita. Setidaknya, itulah menurut astronot wanita NASA, Shannon Walker, yang pernah tinggal di stasiun luar angkasa.

Dikutip dari theatlantic.com, toilet senilai US$23 juta setara Rp342 triliun itu memiliki bobot hampir 100 pon dan tinggi 28 inci, kira-kira setengah dari dua toilet buatan Rusia di ISS. Dengan budget semahal itu, bukan tak mungkin toilet tersebut menjadi toilet termahal sejagat, sekalipun butuh riset lebih lanjut terkait hal ini.

Sekalipun dimensi toilet khusus astronot wanita lansiran NASA ini tergolong kecil dibanding toilet di bumi, rupanya toilet tersebut tak lebih besar dan berat dibanding toilet NASA terdahulu atau versi lama. Selain itu, toilet baru yang terbuat dari titanium ini juga dinilai lebih mudah dirawat dan kokoh. Dua hal tersebut merupakan harga mati dari toilet luar angkasa.

Astronot Kate Rubins (tengah) dan para personel pendukung misi luar angkasa NASA tengah mereview Universal Waste Management System, sebuah toilet khusus untuk kondisi gravitasi rendah. Foto: AP via New York Post

Sebab, bila sedikit saja terdapat kebocoran, tentu astronot tak bisa memanggil tukang ledeng untuk memperbaikinya, kecuali melihat kotoran mereka melayang-layang di dalam stasiun luar angkasa internasional (ISS).

Pipa untuk menyalurkan kotoran para astronot juga terbuat dari logam kokoh tahan asam yang pada prosesnya diproduksi dengan cara cetak 3-D agar lebih presisi. Tahan asam ini cukup penting dalam proses reuse limbah urine.

Selain memikirkan toilet untuk buang hajat para astronaut, NASA sudah sejak lama juga mempertimbangkan soal Urine. Urine yang dikumpulkan di toilet baru akan dialihkan ke sistem daur ulang NASA yang sudah lama ada untuk menghasilkan air dan untuk meminum atau pun memasak sehari setelah urine dibuang.

Sedangkan untuk kotoran lain, itu lebih dahulu dikompres di-removable container atau sejenis tempat khusus untuk kemudian dikirim ke pesawat luar angkasa dan dibawa ke bumi atau diangkut ke pesawat luar angkasa khusus sampah dan dibiarkan jatuh serta terbakar di atmosfer bumi bak bintang jatuh.

Baca juga: Mengulang 45 Tahun Lalu, Dua Astronaut NASA Mendarat di Laut dengan Kapsul SpaceX

Toilet khusus astonot wanita NASA seharusnya sudah dikemas di dalam kapal kargo yang semestinya diluncurkan Kamis malam dari Pulau Wallops, Virginia. Namun, beberapa sumber menyebut toilet NASA itu sudah dikirim bersamaan dengan pesawat ulang alik pertama dalam sejarah yang berhasil mencapai ISS dalam waktu tiga jam, Rabu pagi, dari fasilitas peluncuran antariksa Baikonur di Kazakhstan. Sebelum itu, pesawat ulang alik membutuhkan waktu setidaknya enam jam untuk sampai ke ISS.

Sebelum benar-benar digunakan secara massif, para astronot di ISS bakal mengujinya selama beberapa bulan. Jika berjalan lancar, toilet disiapkan untuk keperluan bisnis, mengingat SpaceX bakal meluncurkan astronot ke luar angkasa. Juga Boeing, kurang dari setahun sejak mengirimkan awak pertamanya. Sehingga akan lebih banyak toilet dibutuhkan.

Demi Bertahan Hidup, Qantas Jualan Sweater Cashmere dan Tas Pantai

Beragam cara maskapai bertahan di tengah krisis akibat pandemi virus Corona. Bila sebelumnya Thai Airways dilaporkan banting setir jualan gorengan, kali ini giliran Qantas Airways terang-terangan menjual sweater cashmere, hoody, dan tas pantai dengan harga bervariasi. Tentu saja, maskapai yang akan menginjak usia ke-100 tahun pada 16 November mendatang ini terpaksa menjual entitas tersebut semata untuk bertahan hidup.

Baca juga: Foto-foto Menakjubkan Penerbangan Tanpa Tujuan Boeing 787 Qantas Selama 8,5 Jam

Dilansir marketwatch.com, rangkaian produk-produk mewah Qantas tersebut sejatinya cukup matching dengan perpaduan logo vintage maskapai, menandai seratus tahun kanguru terbang Australia.

Dikatakan produk mewah, sebab, sudah menjadi rahasia umum bahwa sweater cashmere -yang terbuat dari wol cashmere berkualitas- lama dikenal sebagai bahan mewah yang mendapat julukan permata serat karena sangat berharga, nyaman, lembut, dan ringan dipakai.

Wol cashmere sendiri merupakan serat yang diperoleh dari kambing kasmir, kambing pashmina, dan beberapa jenis kambing lainnya di dataran tinggi Ladakh (yang tengah disengketakan oleh Cina), Jammu, dan Kashmir, India. Wool tersebut telah digunakan untuk membuat benang, tekstil, dan pakaian selama ratusan tahun. Sekali lagi, ini sangat senada dengan sejarah Qantas yang sudah mau menginjak usia ke-100.

Selain itu, desain sweater cashmere, hoody, dan tas pantai Qantas menjadi mewah juga karena didesain oleh perancang busana kenamaan Australia, Martin Grant. Tak heran bila harga yang ditawarkan cukup berbanding lurus dengan kualitas serta momentum dari produk itu sendiri, dimana sweater cashmere dibanderol senilai $305, hoody $197, dan tas pantai $251.

Namun, sudah pasti harga-harga tersebut bukanlah yang tertinggi. Sweater cashmere, misalnya, masih jauh lebih tinggi produk serupa buatan Loro Piana, Italia, yang membanderol paling murah $2.000.

“Koleksi ini adalah tentang bentuk klasik, gaya nyaman, dan bahan yang ramah lingkungan. Tapi nilai dari desainnya adalah logo ikonik (kanguru) yang membangkitkan begitu banyak kenangan indah bagi warga Australia,” kata Grant. Peluncuran bisnis baru Qantas itu sendiri tak berjarak lama dengan peluncuran waiting list makan siang mewah di pesawat Airbus A380 pada 12 Oktober lalu oleh Singapore Airlines.

Kendati harga yang dipatok cukup tinggi mencapai $600 atau sekitar Rp9 juta (kurs 14.800), rupanya cukup diminati. Faktanya, tempat untuk dua hari pertama yang ditawarkan habis dipesan dalam waktu setengah jam. Makan siang itu sendiri rencananya bakal dihelat pada 24-25 Oktober mendatang di A380 yang terparkir di Bandara Changi.

Baca juga: Penerbangan ‘Tanpa Tujuan’ Qantas Diserbu Traveller, 10 Menit Ludes Terjual

Di masa pandemi Covid-19 ini, Qantas setidaknya telah mem-PHK sebanyak 26 ribu karyawan dan mengalami kerugian hingga triliunan rupiah. Kepala Eksekutif maskapai nasional Australia itu, Alan Joyce, mengatakan enam bulan pertama tahun 2020 adalah kondisi terberat dalam sejarah 100 tahun Qantas.

Namun, maskapai tak menyerah begitu saja. Selain menjual sweater cashmere, hoody, dan tas pantai, Qantas juga mengadakan flight to nowhere yang disambut antusias publik Negeri Kanguru. Bila makan siang mewah Singapore Airlines tanpa terbang di Airbus A380 ludes terjual dalam 30 menit, slot terbang tanpa tujuan Qantas untuk penerbangan 12 Oktober lalu ludes terjual hanya dalam 10 menit.

16 Maskapai Kini Layani 21 Rute Penerbangan Internasional dari Bandara Soekarno-Hatta

Bagaimana rute penerbangan internasional dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di masa pandemi saat ini? Apakah masih banyak maskapai yang melayani rute internasional? Ternyata meski banyak negara yang membatasi kedatangan pelancong dari luar negeri, Bandara Soetta masih membuka banyak rute penerbangan internasional.

Baca juga: Rute Domestik Tersibuk di Dunia Ternyata Hanya 400 Km, Setara Jakarta-Semarang

Saat ini ada sebanyak 21 rute yakni Abu Dhabi, Bangkok, Guangzhou, Chengdu Airport Cina, Doha, Hang Zhou, Hong Kong, Tokyo Haneda, Seoul. Selain itu juga ada Istanbul, Kuala Lumpur, Melbourne, Nanning, Tokyo, Penang, Ho Chi Minh City di Vietnam, Singapore, Subang di Malaysia, Shenzhen dan terakhir Taipei di Taiwan.

Penerbangan 21 rute internasional ini dilayani oleh 33 maskapai. Namun perlu dicatat, dari 33 maskapai, hanya 16 maskapai yang melayani penumpang, sisanya adalah penerbangan kargo. Manager of Branch Communication Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II Haerul Anwar menjelaskan bahwa penerbangan internasional dilakukan sesuai dengan prosedur di masing-masing negara.

“Kalau ada penumpang mau terbang ke sana (luar negeri-red) , coba kroscek ke negara tujuan kebijakannya dibolehkan apa enggak dari Indonesia bisa ke sana. Kalau misalkan dari sana membolehkan terus cek ke maskapai-maskapainya buka apa nggak. Kalau misalnya ada penerbangannya ya berarti bisa ke sana,” ujar Haerul yang dikutip KabarPenumpang.com dari cnbc.com (16/10/2020).

Saat ini trafik penerbangan terbanyak adalah rute menuju ke Singapura dan ini terlihat dari realisasi bulanan sepanjang September 2020. Pada periode tersebut, penerbangan dari dan ke Singapura mencapai 318 kali.

Adapun dari dan ke Taipei sebanyak 129 penerbangan, Hong Kong 127 penerbangan, Incheon Korsel 119 penerbangan, dan Kuala Lumpur 104 penerbangan. Haerul mengatakan, sementara ini lebih banyak penerbangan kargo dibandingkan dengan penumpang. Sehingga bisa dikatakan penumpang sebenarnya masih terbatas.

Rincinya, pada periode 1-14 Oktober 2020 total penumpang di rute internasional dari dan ke Soetta, sebanyak 31.347 orang. Angka itu terdiri dari 17.558 penumpang datang dan 13.790 penumpang keluar Indonesia.

“Yang keluar WNI ada juga, penumpang warga asing ada juga yang kembali ke negaranya. Kalau yang masuk relatif sama, masih banyak repatriasi,” kata dia.

Berikut ini terminal baik domestik dan internasional di Bandara Soetta yang beroperasi yakni Terminal 2D ada Airfast (FS), Lion Air (JT), NAM Air (IN), Indonesia AirAsia (QZ), Express Air (XN). Sedangkan untuk Terminal 2E ada Batik Air (ID) dan Lion Air (JT). Di Terminal 3 internasional ada Eva Air (BR), China Airlines (CI), Cathay (CX), Etihad Airways (EY), Garuda Indonesia (GA), Batik Air (ID), Japan Airlines (JL), Qatar Airways (QR) dan Korean Air (KE).

Baca juga: Pandemi Tak Kunjung Berakhir, Bandara Changi Mulai Hadapi Masa Sulit

Selain itu juga ada All Nippon (NH), Malindo (OD), Asiana (OZ), Qatar Airways (QR), Sriwijaya (SJ), Singapore Airlines (SQ), Turkish Airlines (TK) dan Shenzhen Airlines (ZH). Untuk kargo internasional ada My Indo Airlines (2Y), K-Mile (8K), China Airlines (CI), Cathay (CX), Fedex (FX), Korean Air (KE), Raya Airways (TH) dan VietJet Aviation (VJ).

Doraemon Ulang Tahun Ke-50, Seibu Railway Hadirkan Kereta Bertema Robot Kucing Ikon Budaya Jepang

Setiap orang pasti kenal kucing bulat berwarna biru dan sering wara-wiri di televisi mengisi liburan di hari Minggu. Ya kucing biru bernama Doraemon ini merupakan kucing robotik dari serial komik dan kartun populer yang kini tengah merayakan ulang tahun ke-50.

Baca juga: Shinkansen Hello Kitty Resmi Mengular, Penggemar dan Penumpang Riuh Ramai Berselfie Ria

Untuk memperingati ulang tahun Doeraemon, Seibu Railway Company meluncurkan kereta “Doraemon-Go!” dengan satu rangkaian berisikan delapan gerbong. Kereta yang bertema ikon budaya Jepang tersebut berisi gambar yang terinspirasi dari karakter dan gadget rahasia yang digunakannya.

pintu kemana saja menjadi penghubung antar gerbong (kyodonews.net)

“Kami ingin memberikan mimpi kepada penumpang kami dengan bantuan Doraemon,” kata Kimio Kitamura, direktur perusahaan Seibu Holdings yang dikutip KabarPenumpang.com dari kyodonews.net (8/10/2020).

(kyodonews.net)

Kereta ini berwarna sesuai dengan Doraemon yakni biru dan putih. Di mana wajahnya digambarkan di bagian depan kereta serta di setiap pintu masuk. Sedangkan gambar saku atau kantong ajaib empat dimensi Doraemon yang menyimpan semua gadget rahasianya tercetak di kursi.

Sedangkan ikon pintu ke mana saja yang akan membawa orang pergi ke tempat yang ingin mereka tuju tergambar pada pintu penghubung antar gerbong. Kereta ini dijadwalkan akan beroperasi di jalur Seibu Railways, Shinjuku, Hajima dan Tamako.

Zensho Ito, presiden perusahaan produksi Fujiko Pro Co., mengatakan almarhum Fujiko F. Fujio, salah satu dari dua pencipta seri manga asli tempat Doraemon pertama kali muncul, adalah “penggemar berat” kereta api.

“Dia akan tersenyum jika melihat ini,” kata Ito.

Baca juga: Pixar’s Toy Story Akan Hiasi Kereta Peluru Jepang yang Melintasi Pulau Kyushu

Doraemon sendiri diketahui merupakan sebuah robot kucing yang datang dari abad ke-22 untuk membantu seorang anak sekolah dasar yakni Nobita. Mengingat Doraemon, Indonesia baru kehilangan pengisi suara karakter animasi Doraemon, Nurhasanah Iskandar yang meninggal dunia pada Minggu, (12/7/2020) diusia 62 tahun.

Nurhasanah mengisi suara Doraemon sejak 1998. Setelah tiga belas tahun, ia sempat vakum dari Doraemon karena diganti orang lain.

Mobil Nyusruk ke Rel Stasiun, Dua Orang Dibawa ke Rumah Sakit dan Dua Platform Terganggu Perjalanannya

Sebuah mobil mendarat di rel di Stasiun Striling, Inggris, dan akibatnya dua orang dibawa ke rumah sakit. Insiden ini terjadi saat sebuah mobil Renault Clio tengah mengantre di Striling pada Rabu Sore. Kemudian mobil tersebut menabrak pagar kawat stasiun sebelum berhenti di rel sekitar pukul 12:15 waktu setempat.

Baca juga: Mobile Broadband di Atas Rel Kereta

Dilansir KabarPenumpang.com dari helensburghadvertiser.co.uk (14/10/2020), beberapa menit kemudian, mobil turun dari tanggul dan berhenti di dekat jalur Corpach, sebelah barat Fort William. Saat insiden itu juga layanan darurat tak lama datang dan mengangkut dua orang ke RUmah Sakit Kerajaan Forth Valley di Larbert.

Seorang juru bicara layanan ambulans Skotlandia mengatakan, pihaknya menerima panggilan untuk datang ke lokasi insiden tepatnya di Stasiun Striling.

“Kami mengirim kru ambulans ke tempat kejadian dan membawa dua pasien ke Rumah Sakit Kerajaan Forth Valley,” kata juru bicara itu.

Juru bicara kepolisiaan Transportasi Inggris menambahkan, bahwa para petugas dipanggil ke Stasiun Striling pukul 12.17 waktu setempat setelah ada laporan mobil berada di rel kereta api.

“Mobil itu diyakini telah berakhir di rel dari tempat parkir stasiun. Petugas masih menentukan bagaimana mobil itu bisa sampai di trek. Syukurlah, mereka yang berada di dalam mobil tidak mengalami cedera serius,“ kata polisi tersebut.

Insiden tersebut membuat layanan platform dua dan tiga menuju ke Perth, Aberdeen, Glasgow dan Edinburgh terpengaruh. Dalam tweet yang dibuat ScotRail, operator kereta ini menuliskan yang mana mereka menyarankan penumpang yang berada di stasiun bisa pindah ke platform lainnya.

“Sebuah mobil telah melanggar batas rel di Stirling. Kami bekerja sama dengan layanan darurat. Kami dapat mengalihkan kereta api di sekitar penghalang ini dengan menggunakan Peron enam dan sembilan di stasiun. Gunakan P6 jika Anda menuju Perth / Aberdeen dan P9 ke Glasgow / Edinburgh,” isi tweet ScotRail.

Kemudian pada Rabu sore, Network Rail men-tweet, “Untuk memungkinkan pemulihan kendaraan yang aman, kita perlu mematikan saluran udara melalui Stirling sekitar 1630.
“Ini akan memengaruhi kereta listrik, tetapi kereta diesel masih dapat beroperasi melalui Platform 6 dan Platform 9.”

Baca juga: Teror di Stasiun Adelaide, Dua Pria Dorong Mobil ke Lintasan Kereta

Dalam insiden terpisah, sebuah mobil di jalur di Fort William menyebabkan layanan ditunda selama sekitar satu jam antara Glasgow Queen Street dan Mallaig.

Usai Keliling Dunia, Bagaimanakah Nasib Ed Force One Boeing 747 Iron Maiden?

Sejak 2008, grup band rock kenamaan dunia, Iron Maiden berhasil menggelar tur keliling dunia dengan dukungan dari pesawat charter Boeing 757. Dinilai terlalu kecil, vokalis grup band tersebut yang juga memiliki lisensi pilot komersial, Bruce Dickinson, mengaku ingin didukung oleh pesawat yang lebih besar dan Boeing 747-400 Ed Force One Iron Maiden pun jadi jawaban.

Baca juga: Bruce Dickinson, Pentolan Iron Maiden yang Menyandang Lisensi Pilot Pesawat Komersial

Sayangnya, usai dipakai keliling dunia, nasib pesawat tersebut jadi abu-abu. Apalagi usai pandemi Corona menghantam, nasib pesawat kian tak jelas.

Queen of the Skies Ed Force One Iron Maiden, dengan nomor registrasi TF-AAK, diketahui ikut menyukseskan band tersebut dalam world tour ‘Book Of Souls’. Namun, sebelum Boeing 747 Ed Force One menarik hati sang vokalis -yang notabene kerap menerbangkan sendiri pesawat saat tur dunia- Boeing 757 dengan nomor registrasi G-OJIB terlebih dahulu melayani band itu pada 2008-2009.

Pada tur dunia The Final Frontier tahun 2011, Iron Maiden keliling dunia bersama Boeing 757 sewaan lain, sebelum akhirnya pesawat dengan nomor registrasi G-STRX itu diparkir dan digantikan dengan Queen of the Skies pada tur dunia 2016.

“(757) tidak cukup besar untuk apa yang kami pikirkan tentang sebuah pertunjukan. Jadi yang kami hadapi saat ini adalah pertunjukan panggung. Semua yang kami butuhkan ada di pesawat, dan semua teknisi, bagasi, dan yang lainnya. Kami berkeliling dunia (dari) Perth, Australia hingga Cape Town, Shanghai hingga Selandia Baru. Kami benar-benar akan mengelilingi planet ini,” kata Dickinson saat ditanyai pergantian pesawat Iron Maiden ke Boeing 747-400, sebagaimana dilansir Simple Flying.

Usai bergabung, sebagaimana ucapan Dickinson, Ed Force One Iron Maiden benar-benar keliling dunia. Memulai perjalanan dari Cardiff, pesawat tersebut bergegas menuju Barat, berhenti di berbagai titik di seluruh Amerika untuk mengantar Iron Maiden konser, hingga kemudian bergerak ke Meksiko, untuk konser di Amerika Tengah dan bergeser ke Amerika Selatan.

Di Santiago, Chili, pesawat sempat dilaporkan rusak akibat berbenturan dengan pushback truck saat tengah mengisi bahan bakar. Tetapi, tak lama kemudian, usai diperbaiki Boeing 747 Ed Force One Iron Maiden yang dipiloti oleh sang vokalis, Bruce Dickinson, diperbolehkan kembali beroperasi.

Pesawat kemudian melanjutkan tur dunia, keliling Amerika Utara, dan menggelar konser di berbagai wilayah AS dan Kanada. Lepas itu, Ed Force One terbang ke Asia untuk konser Iron Maiden di Jepang dan Cina, sebelum menuju ke Selandia Baru dan Australia di sebelah selatan.

Dari Selatan, pesawat bergerak horizontal ke Afrika Selatan sebelum kembali menuju utara untuk melakukan tidak kurang dari 51 konser di seluruh Eropa. Sebelum berakhir, pesawat kembali diterbangkan Bruce Dickinson untuk mengantar Iron Maiden menggelar konser tambahan di AS.

Saat tampil untuk terakhir kalinya di Brooklyn, AS, pada Juli 2017 lalu, Iron Maiden tercatat telah tampil sebanyak 117 kali di 36 negara dihadapan lebih dari 1,3 juta penggemar. Dengan itu, mereka berhasil mengantongi lebih dari $91 juta dan semakin mengukuhkannya sebagai salah satu band rock paling fenomenal di dunia. Namun, apa yang terjadi dengan 747-400 Ed Force One?

Baca juga: Naik Kelas, Vokalis Iron Maiden Didapuk Jadi Kapten di AU Kerajaan Inggris

Usai menemani Iron Maiden tur keliling dunia, Boeing 747 TF-AAK diketahui sempat melanglang buana ke berbagai negara, seperti Islandia, Perancis, dan Hungaria. Setelahnya, pesawat menggunakan livery Saudi Arabian Airlines, melahap rute-rute reguler maskapai seperti ke Jeddah, Surabaya, Addis Ababa, dan Dhaka.

Maret lalu, pesawat berusia 17,5 tahun ini sepat digrounded berkepanjangan akibat pandemi Corona. Pantauan FlightRadar24, pesawat sempat mengudara kembali selama belasan menit di bulan Juni. Diperkirakan itu merupakan penerbangan pemerliharaan. Sekalipun tak ada kejelasan lebih lanjut, hal itu setidaknya menjadi tanda bahwa pesawat akan kembali mengudara saat pandemi Corona sirna.

Generasi Baru Metro Bombardier Movia Meluncur di Jalur MRT Terpanjang Singapura

Bombardier Transportation meluncurkan desain generasi terbaru metro Bombardier Movia di dua jalur Mass Rapid Transit (SMRT) terpanjang di Singapura. Generasi baru tersebut dibuat dengan inspirasi karena pesona kota yang semarak dan terlihat dari garis denyut merah serta hijau di sepanjang carbody eksterior.

Baca juga: Genjot Pendapatan di Masa Pandemi, MRT Jakarta Ingin Bangun Coworking Space dan Perbanyak Ruang Iklan

Sehingga ini memberikan penekanan visual kontemporer untuk titik masuk penumpang. Kendaraan ini mengintegrasikan teknologi mobilitas paling canggih di dunia untuk meningkatkan transportasi umum Singapura. Dilansir KabarPenumpang.com dari globenewswire.com (8/10/2020), ada 106 kereta metro Movia dengan satu rangkaian ada enam mobil baru untuk Jalur Utara-Selatan dan Timur-Barat (NSEWL).

Kereta Movia tersebut akan beroperasi dengan jalur sepanjang 102 km dan akan melayani 59 stasiun. Bisa dikatakan ini akan menghubungkan penumpang di seluruh Singapura.

“Bersama dengan LTA, Bombardier dengan senang hati memamerkan desain kami untuk kereta NSEWL. Selama tujuh tahun terakhir, kinerja metro Movia kami telah terbukti bisa menggerakkan jutaan penumpang di Jalur Pusat Kota, membuat perjalanan harian mereka lebih hijau, lebih tenang, dan lebih aman daripada sebelumnya,” kata Jayaram Naidu, Presiden Asia Tenggara, Bombardier Transportation.

Naidu menambahkan, pihaknya ingin berkolaborasi lebih lanjut dengan Otoritas Transportasi Darat (LTA) untuk memperkenalkan kereta metro mereka yang mengubah permainan secara global untuk membantu meningkatkan pengalaman perjalanan, mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan keandalan kereta di Singapura. Dengan 636 mobil metro yang dipesan untuk proyek tersebut, maka akan menambah jumlah kendaraan Movia di Singapura menjadi 912.

Sehingga hal ini menjadikannya salah satu armada metro terbesar Bombardier di dunia. Kendaraan metro Movia sendiri telah terbukti mengintegrasikan solusi mobilitas berperforma tinggi termasuk metro bogie Bombardier FLEXX dan sistem propulsi Bombardier MITRAC untuk mengurangi biaya perawatan dan meningkatkan efisiensi energi serta memenuhi standar lingkungan tertinggi.

Teknologi Train Control Monitoring System (TCMS) yang inovatif, serta fitur pemantauan berdasarkan kondisi dan prediktifnya akan meningkatkan efisiensi operasi armada dengan menyediakan diagnostik kereta api yang ekstensif dan mengoptimalkan perawatan track dengan menganalisis kondisi track. Interior kendaraan baru menampilkan lebih banyak ruang terbuka untuk kursi roda dan kereta bayi, mendukung visi LTA tentang sistem transportasi umum yang lebih inklusif.

Baca juga: Di 2030, MRT Singapura Perpanjang Jaringan Hingga 360 Km, Bagaimana dengan MRT Jakarta?

Bombardier bertanggung jawab atas desain, teknik, manufaktur, perakitan, pengujian, komisioning, dan pengiriman kereta metro Movia untuk sistem NSEWL. Kereta baru generasi mendatang ini dijadwalkan memasuki layanan penumpang mulai 2022 untuk meningkatkan keandalan dan kinerja sistem.

Hilangkan Kepenatan Karena Pandemi, Kereta Komuter Seoul Hadirkan Festival Film Kereta Bawah Tanah Internasional

Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat orang masih terus dan harus menjaga jarak sosial mereka. Ini bisa membuat tekanan mental bagi banyak orang dan hal tersebut kemudian berbagai pihak menghadirkan solusi untuk membantu meringankan beban di masa pandemi.

Baca juga: Bioskop Drive-In Solusi Hiburan di Era Covid-19, Mungkinkah Bakal Hadir Lagi di Indonesia?

Seperti yang dilakukan jaringan kereta komuter bawah tanah Seoul untuk para penumpangnya. Dilansir KabarPenumpang.com dari ajudaily.com (24/8/2020), jaringan kereta bawah tanah tersebut membuat festival film kereta bawah tanah internasional untuk meringkankan kepenatan penumpang.

Operator kerta bawah tanah Seoul mengatakan bahwa mereka telah membuka “Festival Film Kereta Bawah Tanah Internasional Seoul ke-11”. Dalam festival ini akan ada 55 film indie yang diputar. Film indie pendek tersebut berdurasi sekitar 90 detik dan diputar di layar digital yang dipasang di kereta dan peron stasiun.

Pemutaran film ini berakhir pada 17 September kemarin. Kereta bawah tanah yang berjalan di bawah ibukota Korea Selatan tersebut setidaknya menghadirkan delapan tampilan digital yang menunjukkan tujuan dan nama stasiun yang akan datang.

Untuk diketahui, adanya pandemi ini, festival dan pameran film telah memilih metode non kotak untuk mengundang dan berkomunikasi dengan penggemar. Salah satunya Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN), sebuah festival film tahunan, diadakan sebagai acara online pada bulan Juli untuk memutar sekitar 190 film dari 40 negara.

Sebuah gedung bioskop tunggal yang dilengkapi dengan kamera pencitraan termal, termometer dan semprotan disinfektan digunakan untuk pemutaran offline. Museum juga menarik generasi muda yang paham teknologi menggunakan realitas virtual (VR).

Museum Nasional Sejarah Kontemporer Korea dan Museum Istana Nasional Korea, keduanya terletak di pusat kota Seoul, membuat museum virtual 3D untuk memungkinkan warga berjalan-jalan di dalam menggunakan komputer, smartphone, atau headset VR.

Baca juga: Isolasi Diri dari Pandemi Covid-19, Seorang Pria Tinggal di Stasiun Kereta Api

Seoul dan kota-kota lainnya memiliki jaringan rel kereta bawah tanah yang luas dengan 331 stasiun yang membentang dalam jarak total 353,2 kilometer (219,4 mil). Sekitar 7,4 juta orang menggunakan kereta subway setiap hari. Seorang komuter yang tinggal di Seoul atau kota-kota sekitarnya biasanya menghabiskan waktu sekitar tiga jam untuk perjalanan sehari-hari.