Inilah CNSA, NASA-nya Cina Pemilik Puing Roket di Kalteng! Sudah Tiga Roket Cina Jatuh di Indonesia

Teka-teki puing logam yang sebelumnya diduga badan pesawat berakhir sudah. Puing logam yang ditemukan pada Senin (4/1) sore oleh seorang warga bernama M Yusuf itu dikonfirmasi merupakan serpihan roket milik CNSA atau China National Space Administration.

Baca juga: Wahana Antariksa Cina Bawa Pulang 2 Kg Tanah dan Bebatuan dari Bulan ke Bumi

Sebelumnya, pada 18 Juli 2018, roket tingkat 3 CZ-3A milik Cina juga pernah menimpa Indonesia, tepatnya di Maninjau, Sumatera Barat, melengkapi temuan roket Cina lainnya, CZ-3A, yang juga pernah jatuh di Indonesia pada 14 Oktober 2003 di Bengkulu.

“Diperkirakan bahwa serpihan benda yang menyerupai badan pesawat tersebut merupakan bagian dari badan roket milik China yang meledak di angkasa dan jatuh di perairan Laut Jawa dan terbawa ombak terdampar di Teluk Ranggau, Desa Sei Cabang Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar,” kata Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Devy Firmansyah kepada wartawan, Rabu (6/1).

Lebih lanjut, polisi mengungkapkan bahwa puing yang tertulis CNSA itu bagian dari badan roket yang meledak April silam. Kala itu, CNSA meluncurkan roket Long March-5B yang membawa versi uji coba dari pesawat luar angkasa berawak generasi baru Cina, untuk memulai misi pembangunan stasiun antariksa Cina.

CNSA atau Badan Antariksa Nasional Cina saat ini memang belum mempunyai stasiun antariksa atau stasiun luar angkasa internasional. Sejauh ini, stasiun antariksa masih dimonopoli oleh teknologi dan investasi gabungan NASA (AS), Rusia, dan Eropa.

Meski demikian, sepak terjang Badan Antariksa Cina tak bisa dipandang remeh. Selain sudah memulai proyek prestisius, menjelajah Mars serta membangun stasiun luar angkasa internasional dengan teknologi dan biaya sendiri, tak seperti stasiun antariksa milik NASA, Rusia, dan Eropa, belum lama ini Cina untuk pertama kalinya berhasil terbang dan lepas landas dari bulan.

Dilansir The New York Times, wahana antariksa Cina, Chang’e 5, dikabarkan berhasil lepas landas dari bulan untuk memulai misi kembali ke bumi dengan membawa pulang bebatuan dan tanah seberat 2kg. Sampel tersebut nantinya akan diteliti lebih jauh untuk mengungkap berbagai fakta, termasuk awal mula terbentuknya bulan, kepercayaan bahwa bulan pernah terbelah, hingga asal mula penciptaan tata surya.

Bila tak ada aral melintang, ini merupakan pengembalian sampel pertama sejak 40 tahun terakhir, dimana pesawat ruang angkasa Soviet melakukannya pada 1970-an. Sebelumnya, astronaut Apollo AS membawa kembali ratusan pon batuan bulan di tahun 1960-an.

Wahan antariksa Cina Chang’e 5 jelas telah menghidupkan kembali wacana tentang Cina suatu hari akan mengirim astronaut ke Bulan, menjadi negara ketiga yang berhasil mengirim astronot ke bulan, dan mungkin membangun pangkalan ilmiah di sana. Meskipun tidak ada jadwal yang jelas terkait proyek itu. Cina sudah meluncurkan laboratorium pengorbit sementara pertamanya pada 2011 dan yang kedua pada 2016.

Badan Antariksa Nasional Cina sendiri didirikan pada 22 April 1993, jauh dibanding NASA yang sudah berdiri sejak 1 Oktober 1958. Setelah lama berproses, 10 tahun kemudian, CNSA akhirnya berhasil menyelesaikan misi antariksa berawak pertama mereka bersama roket Shenzhou 5 yang diluncurkan pada 15 Oktober 2003. Pesawat antariksa Shenzhou tersebut diluncurkan dari wahana peluncuran Long March 2F.

Baca juga: Selain Biak, Wilayah Ini Juga Potensial untuk Luncurkan Roket SpaceX di Indonesia

Ke depan, dengan perkembangan teknologi di Negeri Panda itu, misi penjelajahan Mars CNSA bukan tak mungkin akan melampaui NASA.

Sebagai informasi, terkait temuan serpihan logam roket CNSA di Kalteng, sebelumnya, kejadian serupa juga pernah terjadi pada 2016 lalu. Kala itu, empat Bagian Roket Falcon 9 milik SpaceX dengan nomer seri 41730, jatuh dan ditemukan di Kecamatan Gili Raja dan Giligenting, Sumenep, Jawa Timur.

4 Januari 2011, Ford Motor Tutup Divisi Mobil Mewah Mercury

Pada 4 Januari 2011, Ford Motor Company menutup divisi mobil mewahnya Mecury. Penutupan terjadi karena persaingan yang kian ketat dengan kecenderungan pasar yang lebih menyukai jenis SUV dan seperti memaksa produsen mobil Amerika Serikat ini menutup divisi yang kian hari kian tak menguntungkan tersebut.

Baca juga: 107 Tahun Lalu, Ford Mulai Rakit Mobil Model T Secara Massal dengan Moving Assembly Line

Ini terlihat dari penjualan Mercury terus mengalami penurunan yang puncaknya terjadi pada 1970an. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, awal kehadiran Mercury karena Ford Motor Company mendirikan sebuah divisi baru.

Divisi ini dibuat pada 1935 silam oleh Edsel Ford putra dari Hendry Ford dan nama Mercury diambil dari nama dewa kurir Romawi yang memiliki armada. Saat itu, kehadiran Mercury sendiri untuk menjembatani antara merek Ford lain dengan merek mewah Lincoln.

Bahkan sepuluh tahun setelah kehadirannya yakni pada 1945, Mercury berjaya dan membentuk jaringan penjualan gabungan yang berbeda dari Ford. Namun, produksinya sempat terganggu ketika Perang Dunia II, tapi kemudian bangkit tahun 1949, ketika model Merkurius pertama pasca perang berhasil dipamerkan.

Bahkan tahun 1950an, Mercury pernah disandingkan sebagai tunggangan ikon anak muda kala itu. Selain itu pada akhir tahun 1990an, Mercury memiliki produk terlarisnya yakni Grand Marquis dengan konsumen dari kalangan yang lebih tua.

Karena juga akan menarik pembeli yang lebih muda, sehinga pada dekade berikutnya perusahaan memperkenalkan kendaraan untuk pangsa tersebut. Maka saat itu hadir Cougar dari jenis sport couple yang menciptakan Marauder dan menawarkan sedan ukuran penuh serta menengah yang mulai memproduksi minivan dan SUV.

Dari 2003 hingga 2005, Lincoln-Mercury mengembangkan merek ‘M’ dengan Monterey, Montego, Milan dan Mariner. Sayangnya, Ford memutuskan untuk meningkatkan kemewahan mobil-mobil besutan Mercury, yang membuat identitas Mercury yang sudah ambigu semakin terpotong.

Pada 2010, setelah 20 tahun spekulasi pasar, Ford secara resmi mengumumkan penutupan Mercury. Satu Grand Marquis putih 2011 yang terakhir diluncurkan pada 4 Januari 2011 menandai berakhirnya divisi mewah Ford. Yang mana kemudian Ford memfokuskan sumber daya mereka pada divisi inti serta Lincoln.

Baca juga: Bus Antar Jemput Ford E-Series ‘Disulap’ Jadi Rumah Mewah

Meski saat itu ditutup, Ford tetap menjamin pengguna Mercury dengan memberikan support mereka di dealer Ford maupun Lincoln. Selain itu, para pemilik Mercury akan diberikan informasi ditel mengenai transisi perawatan mobil dari dealer Mercury ke Ford atau Lincoln, seperti penggantian suku cadang atau service kendaraan.

Empat Alasan Mengapa Sebuah Kota Miliki Lebih dari Satu Bandara

Banyak kota-kota besar di seluruh dunia memiliki lebih dari satu bandara. Meski terkadang membuat traveler dihadapkan dengan pilihan sulit, keberadaan lebih dari satu bandara di sebuah kota diyakini memiliki sejumlah keuntungan. Keuntungan-keuntungan tersebutlah yang pada akhirnya menjadi dasar kehadiran satu kota memiliki lebih dari satu bandara.

Baca juga: Trump Ingin Ganti Nama Bandara Ini Jadi Bandara Internasional Donald J. Trump

Kentungan terbesar yakni mengurangi kepadatan lalu lintas udara, di samping berbagai kendala teknis semisal keterbatasan lahan. Agar lebih lengkapnya, dikutip dari Simple Flying, berikut empat alasan atau keuntungan mengapa satu kota memiliki lebih dari satu bandara.

1. Membagi Lalu Lintas Udara

Beberapa kota-kota besar di dunia, seperti London, Paris, New York, Chicago, Washington DC, Tokyo, Shanghai, Beijing, Istanbul, dan Moskow, memiliki lebih dari satu bandara. Ambil contoh Washington DC. Di sini, ada dua bandara yang aktif melayani penerbangan, Bandara Washington-Dulles (IAD) dan Bandara Washington-National (DCA).

Sebelum IAD dibangun, Washington-National terlebih dahulu eksis. Seiring berjalannya waktu, kepadatan lalu lintas meningkat dan bandara perlu diperluas. Sayangnya, keterbatasan lahan menghalangi keinginan itu. Sehingga Bandara Washington-Dulles pun didirikan untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Agar tak membingungkan, keduanya berbagi tugas, IAD melayani penerbangan internasional dan DCA untuk penerbangan domestik.

2. Mengurai Kemacetan

Bandara di kota-kota besar yang jadi tujuan favorit, seperti London, Paris, dan New York, dan Tokyo, hampir selalu dipenuhi penumpang di musim-musim libur panjang. Jika wisatawan internasional saja sudah cukup membludak dan membuat macet area di sekitar bandara, apalagi ditambah penumpang domestik.

Oleh karenanya, arus penumpang di bandara perlu dipecah agar tak terkonsentrasi ke satu titik. Dengan begitu, volume kendaraan di sekitar bandara akan tetap terkontrol dan macet pun terhindar.

3. Banyak Bandara Bagus untuk Bisnis

Membiarkan sebuah maskapai memonopoli slot keluar-masuk di jam-jam sibuk salah satu bandara tentu tidak baik untuk bisnis. Karenanya, diperlukan kehadiran bandara lain untuk membuatnya tetap kompetitif.

Baca juga: Mengapa Slot Bandara Bisa Sangat Mahal? Inilah Jawabannya

Di Houston, AS, misalnya, United Airlines hampir memonopoli slot keberangkatan dari Bush Intercontinental (IAH) yang lebih besar, sedangkan Southwest Airlines juga berlaku demikian di Houston-Hobby (HOU) yang lebih kecil. Bila satu bandara sudah hampir pasti dimonopoli, maskapai masih bisa bersaing di bandara lain, dan tetap memberikan penumpang pilihan penerbangan.

4. Banyak Bandara Bagus untuk Penumpang

Banyak bandara dipercaya memberikan banyak manfaat bagi penumpang. Pertama dan terpenting, memiliki banyak bandara berarti lebih banyak ruang bagi maskapai untuk mengoperasikan lebih banyak penerbangan. Itu berarti akan lebih banyak penerbangan, lebih banyak persaingan, dan lebih banyak opsi untuk menemukan tarif yang lebih rendah guna menyesuaikan kebutuhan penumpang.

Jepang Gelontorkan Rp135 Triliun Bangun Terowongan Bawah Laut Sepanjang 31Km, Bisa Dilewati Kereta hingga Truk

Jepang dikabarkan akan segera membangun terowongan bawah laut sepanjang 31km, yang menghubungkan Honshu dengan Hokkaido. Berbeda dengan salah satu terowongan bawah laut terpanjang dan terdalam di dunia (53,85 km), Terowongan Seikan, yang hanya bisa dilalui kereta cepat Shinkansen itu, terowongan baru dengan investasi senilai US$ 9,7 miliar atau sekitar Rp135 triliun (kurs 14.041) ini nantinya juga bisa dilalui berbagai jenis kendaraan, seperti truk, mobil pribadi, dan mobil otonom.

Baca juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia

Ide pembuatan terowongan kedua di bawah Selat Tsugaru yang membelah Honshu dan Hokkaido ini muncul di pertengahan tahun 2020 silam. Sejak saat itu, publik pun terbelah. Bagi kelompok pro, terowongan dengan konsep baru tersebut dinilai akan mendongkrak ekonomi, dimana pengiriman hasil pertanian di Hokkaido akan naik 600.000 ton atau setara dengan 34 miliar yen.

Dari segi pariwisata, pergerakan wisatawan antara kedua pulau itu juga semakin tinggi dan menghasilkan 53,8 miliar yen.

Bagi kelompok yang kontra, nilai investasi yang cukup fantastis disebut akan menyulitkan pemerintah. Di samping itu, proyek yang pembangunannya diperkirakan memakan waktu selama 15 tahun, mulai dari proses survei sampai penyelesaian akhir ini, juga tergolong lama untuk bisa balik modal dan mencetak keuntungan. Jika tak ada aral melintang, modal sebesar itu baru bisa kembali setelah 32 tahun, dengan asumsi tingkat bunga 1,16 persen atas pinjaman untuk proyek tersebut, menggunakan skema Private Fund Investment (PFI) atau Pembiayaaan Investasi Swasta.

Asumsi balik modal setelah 32 tahun juga berdasarkan perhitungan tarif tol Terowongan Seikan kedua, dimana kendaraan besar atau truk diusulkan seharga 18.000 yen atau sekitar US$175 dan 9.000 yen untuk mobil, dengan asumsi lalu lintas harian sebanyak 3.600 truk dan 1.650 mobil.

Selain itu, konsep Terowongan Seikan kedua ini juga dinilai buang-buang tenaga karena terlalu rumit dan membutuhkan biasa besar; di samping kurangnya tenaga kerja untuk proyek tersebut.

Dilansir Nikkei Asia, ibu kota Hokkaido, Sapporo, berjarak sekitar 1.150 km dari Tokyo, hampir sama dengan jarak antara Tokyo dan kota Fukuoka di barat daya Jepang. Kendati demikian, lalu lintas Hokkaido-Honshu lebih padat dan 34 persen lebih mahal ketimbang lalu lintas Tokyo-Fukuoka, sebesar 210.500 yen per 10 ton.

Terowongan Tsugaru atau Seikan Kedua ini dijalankan oleh Japan Project-Industry Council (JAPIC). Berbeda dengan Terowongan Seikan pertama yang hanya memiliki jalur kereta api, Terowongan Tsugaru atau Seikan Kedua ini didesain dapat dilintasi kendaraan bermotor dan kereta api. Terowongan nantinya akan memiliki diameter 15 meter dengan jalan raya dua jalur dengan satu lajur di bagian atas dan satu jalur kereta api serta dua jalur kendaraan darurat di bagian bawah.

Baca juga: Shinkansen Pacu Kecepatan Antara Tokyo ke Sapporo, Namun ‘Terhalang’ Terowongan Seikan

Jalur kereta api di Terowongan Seikan Kedua ini rencananya dikhususkan untuk KA angkutan barang saja. Sehingga nantinya Terowongan Seikan Pertama dapat dikhususkan untuk perjalanan Hokkaido Shinkansen saja. Meski dibangun hanya satu jalur, namun tidak ada jalur persilangan di sepanjang terowongan.

Terowongan Seikan Kedua rencananya akan memiliki panjang 31 km yang menghubungkan Minmaya, Prefektur Aomori di Pulau Honshu dengan Fukushima di Pulau Hokkaido. Lebih pendek dari Terowongan Seikan Pertama yang memiliki panjang 53,85 km.

Masih Masa Pandemi, MRT Jakarta Targetkan 65 Ribu Penumpang Per Hari

Pandemi saat ini masih berlangsung dan membuat penurunan penumpang yang tajam pada Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta tahun 2020 kemarin, ternyata tak menyurutkan semangat moda transportasi baru di ibukota. Hal ini terlihat dari MRT Jakarta yang menargetkan penumpang sebanyak 65 ribu orang per harinya.

Baca juga: Catatkan 27 Ribu Penumpang Per Hari, MRT Jakarta di Masa Pandemi Masih Untung di Bisnis Non Farebox

Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, meski di masa krisis seperti ini pihaknya tidak mau berada terus di zona nyaman. Sebab saat ini adalah waktunya untuk melakukan trobosan dan inovasi.

“Krisis akan tetap ada, kalau tidak lakukan inovasi dan terobosan baru kita akan tergulung krisis. Makanya meski ridership atau penumpang tetap rendah tapi kami punya target 65 ribu penumpang per hari bukan tanpa konsekuen,” jelas William di Forum Jurnalis virtual, Selasa (5/1/2021).

Dia menyebutkan bila MRT Jakarta hanya main aman di target 20 ribu penumpang per hari, ini akan tercapai. Tetapi William mengaku, bila bermain aman bukanlah pilihan dan semua harus bergerak yang mana operasional dengan cara internasional.

“Kami akan berubah dari perusahaan transportasi menjadi perusahaan transformasi yang mengajak semua baik stakeholder maupun yang lainnya untuk bicarakan pengembangan,” jelasnya.

Bahkan meski di masa krisis seperti saat ini, William menyebutkan pihaknya akan berintegrasi dengan moda transportasi lain baik untuk layanan maupun sistem ticketingnya. Dia menjelaskan bahwa mekanisme untuk ticketing menggunakan JakLingko.

Di mana konsepnya diperkenalkan oleh Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN. Sistem ticketing ini dikatakan William, akan diintegrasikan secara keseluruhan di wilayah Jabodetabek.

“Kita akan integrasi tiket dan tarif. Untuk sistem ticketing ada dua yakni gunakan tiket dan QR code dari mobile aplikasi. Pertama QR code dengan aplikasi bernama JakLingko yang terintegrasi dengan semua transportasi. Kita juga kembangkan kartu,” jelasnya.

Sedangkan untuk dompet elektronik atau e-wallet, saat ini MRT Jakarta belum menentukan akan menggunakan apa. William menyebutkan, bahwa mekanismenya disiapkan oleh empat perusahaan konsorsium.

Baca juga: Jepang Hadirkan Coworking Space di Stasiun, MRT Jakarta Pernah Wacanakan

“Kita akan siapkan beauty contest atau tendernya. Dalam satu atau dua Minggu kedepan kita umumkan hal ini. Sebab sejak Desember kemarin sudah ada 83 perusahaan dari seluruh penjuru dunia yang mau ikut andil beauty contes untuk e-wallet. Diharapkan Februari ini sudah ditentukan pemenang inisiatifnya dan Agustus atau September sudah mulai integrasi,” jelas William.

Diskriminasi Kebijakan Antara Pramugari Singapore Airlines dan Maskapai Asing, Menteri Transportasi Singapura ‘Diserang’

Singapura belakangan mulai mewajibkan kru maskapai asing untuk tetap di rumah atau hotel selama layover. Sayangnya, peringatan kebijakan serupa tak berlaku untuk pramugari atau kru maskapai Singapore Airlines Group (maskapai dalam negeri). Perbedaan sikap dari Pemerintah Singapura pun ramai diperbincangkan berujung kecaman. Salah satunya datang dari parlemen.

Baca juga: Dengan Dalih Risiko Tertular Covid-19! Qatar Airways Hapuskan Hak Layover Pramugari di Penerbangan Jarak Jauh

Anggota parlemen Negeri Singa, Jamus Lim, mempertanyakan alasan Menteri Transportasi, Ong Ye Kung, melakukan hal itu. Selagi Menteri Ong belum memberikan keterangan resmi, ia juga secara pribadi mengecam tindakan tersebut.

Akan tetapi, sebelum berbagai spekulasi miring atas diskriminasi kebijakan tersebut meluas dengan cepat, Menteri Ong akhirnya buka suara. Melalui sepucuk surat, ia menegaskan bahwa tindakannya tersebut bukanlah diskriminasi, melainkan suatu hal lumrah.

Ia berdalih bahwa kru maskapai dalam negeri tak diingatkan untuk tetap di rumah saja karena mereka sudah patuh akan protokol kesehatan, layaknya dokter dan petugas medis yang tak perlu diingatkan kewajiban di rumah saja dan menjalankan protokol kesehatan.

“Perlakuan ini sebetulnya sejalan dengan pekerja garis depan seperti dokter dan perawat, yang tidak harus diingatkan kewajiban untuk tetap di rumah setelah menjalankan tugas mereka mengingat tindakan pencegahan yang diambil untuk melindungi mereka saat mereka bertugas,” tegas Mr Ong.

“Jika maskapai penerbangan asing dapat mematuhi langkah-langkah pencegahan ini, pramugari dan pramugaranya akan tunduk pada aturan yang sama. Jika tidak, mereka harus melayani SHN (stay-home notice) selama mereka tinggal di Singapura, terlepas dari negara mana mereka terbang,” lanjutnya, dikutip dari channelnewsasia.com.

Selain mewajibkan seluruh kru pesawat stay di rumah setelah bertugas, Singapura juga mewajibkan mereka untuk tes PCR jika terbang dari negara atau wilayah yang berisiko tinggi dan melakukan isolasi mandiri sekalipun hasil tesnya negatif. Tentu, dilengkapi dengan berbagai aturan turunan lainnya, seperti menjaga jarak, tidak banyak berinteraksi dengan penumpang, serta memakai masker dan face shield.

Bagi kru pesawat maskapai dalam negeri, mereka mendapat kewajiban tambahan, berupa wajib mengaktifkan GPS atau location dan menggunakan mobil jemputan khusus, baik saat ke hotel maupun ke bandara.

Baca juga: Pertama Kalinya, Singapore Airlines Buka Fasilitas Pelatihan untuk Umum! Satu Jam Tiket Ludes Terjual

Sederet aturan ketat bagi kru pesawat oleh Singapura bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Singapura mengkonfirmasi dua kru pesawat, yakni pilot dan pramugara Singapore Airlines, positif tertular virus Corona.

Keduanya diketahui pernah bertugas ke Inggris pada 19 hingga 22 Desember lalu. Sebetulnya, mereka sudah mendapat hasil negatif tes PCR pada tes pertama. Kendati demikian, keduanya diyakini terpapar Covid-19 dan dilakukan tes lanjutan. Hasilnya, mereka positif terpapar virus Corona meski tanpa gejala atau OTG.

KA Pandanwangi Kembali Beroperasi di Daop 9 Jember

Pandan wangi yang satu ini bukanlah daun yang biasa ditambahkan untuk menambah wangi sebuah masakan. Pandan wangi yang satu ini nama sebuah kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI. Awalnya kereta Pandanwangi Semarang melaju di relasi Semarang Tawang menuju Solo Balapan.

Baca juga: Mulai 1 Desember, KA Kalijaga Berhenti Beroperasi Setelah Penetapan Gapeka 2019

Kereta ini beroperasi di daerah operasional atau Daop 4 Semarang yang melayani perjalanan dua kali sehari berangkat dari Stasiun Solo Balapan ke arah utara melalui Gemolong, Gundih, Kedung Jati dan tiba di Semarang Tawang.

Kereta ini dioperasikan melalui tiga unit KRD milik Daop 4 Semarang untuk melayani tekanan transportasi jalan raya antara Solo dan Semarang. Perjalanan ini ditempuh sekitar 2,5 jam dan dimaksudkan untuk mempercepat antara dua kota ini.

Meski begitu relasi KA Pandanwangi Semarang ini masih dibatasi oleh kondisi rel di daerah antara Gundih dan Gemolong yang masih dibawah standar rata-rata rel kereta api di Jawa sehingga kereta harus berjalan lambat. Bahkan KRD yang sudah tua pun membuatnya terkadang bermasalah dengan mesih sehingga ditarik dengan lokomotif seri BB200.

KA Pandanwangi Semarang ini terakhir beroperasi pada 24 Oktober 2011 karena PT KAI mengalami kerugian dan setelah adanya jalan tol yang menghubungan Semarang dan Solo. Meski sempat berhenti beroperasi, pada 9 Agustus 2020 kemarin, KA Pandanwangi kembali beroperasi tanpa nama Semarang.

Ini karena KA Pandanwangi ini beroperasi di Daop 9 Jember dengan melayani relasi Ketapang menuju ke Jember PP. KA Pandanwangi menggunakan kereta api lokal kelas ekonomi yang menarik enam kereta penumpang dengan menempuh jarak 112 km dalam waktu sekitar tiga jam.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kembali beroperasinya KA Pandanwangi ini, penumpang tidak perlu menggunakan dokumen kesehatan atau keterangan rapid tes Covid-19 untuk menaiki kereta ini. Ini karena KA Pandanwangi adalah kereta api lokal, tetapi meski begitu penumpang tetap diharuskan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: KA Kaligung – Dulu Gunakan Rangkaian KRD, Kini Gunakan Kelas Ekonomi New Image

Adapun setelah beroperasi kembali, KA Pandanwangi hanya mengangkut 70 persen penumpang dan ada empat kereta yang akan beroperasi setiap harinya. Dengan kehadiran KA Pandanwangi ini, Daop 9 mengoperasikan lima kereta api dengan 12 perjalanan KA setiap hari.

Boneka Binatang Hilang, Maskapai dan Bandara Gerak Cepat Umumkan di Media Sosial

Libur musim dingin yang juga berbarengan dengan Natal serta Tahun baru, menjadi salah satu waktu tersibuk dalam setahun untuk semua perjalanan udara. Biasanya keluarga muda bersama dengan anak mereka menggunakan pesawat untuk mengunjungi keluarga yang tinggal di daerah atau negara lain.

Baca juga: Boneka Pikachu Raksasa Bikin Penumpang Antre di Lorong Kabin

Liburan ini membuat peningkatan pada jumlah anak-anak yang bepergian dengan membawa boneka binatang kesayangan mereka untuk menemani dalam penerbangan. Namun ternyata, boneka bisa menjadi prioritas maskapai di masa liburan musim dingin ini ketika hilang di bandara atau tertinggal di dalam kabin pesawat.

boneka binatang ditemukan maskapai dan bandara (simpleflying.com )

Karena menjadi salah satu prioritas, maskapai penerbangan dan beberapa bandara dunia mengembalikan boneka-boneka binatang itu dengan berbagai cara yakni salah satunya memposting di akun Twitter milik maskapai. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (3/1/2021), Virgin Australia salah satu maskapai yang ikut mempertemukan boneka binatang dengan pemiliknya.

Maskapai yang satu ini selama jeda akhir Desember antara Natal dan Tahun Baru menemukan sebuah dinosaurus hijau kecil di Bandara Brisbane ketika perjalanan udara masih diperbolehan saat itu. Maskapai tahu pemiliknya tidak mungkin datang untuk mengambilnya secara langsung. Karena hal ini, Virgin Australia kemudian memposting di Twitter untuk mencoba menemukan pemilik boneka dinosaurus tersebut.

Meski sering kali berakhir dengan sia-sia, tetapi yang satu ini menghasilkan akhir yang bahagia. Di mana Virgin Australia menunggu dengan sabar dan kurang dari 24 jam setelah tweet awal mereka menemukan pemiliki boneka dino tersebut. Setelah itu, maskapai itu langsung mencetak boarding pass untuk dinosaurus kecil dan membawanya pada penerbangan intra-Queensland berikutnya ke kota asalnya di Townsville.

Di sini, Mia dipertemukan kembali dengan Dino kesayangannya, yang menikmati perjalanan dari tempat duduk terbaik di rumah. Ternyata tak hanya Virgin Australia, Southwest Airlines yang berangkat dari Bandara Internasional Baltimore, Washington juga menghadapi situasi yang sama di Desember kemarin.

Maskapai berbiaya hemat yang satu ini menemukan boneka beruang di salah satu gerbangnya tepat sebelum Natal. Boneka ini kemudian difoto oleh staf dengan berbagai sudut pandang. Namun ketika dibagikan di media sosialnya, sampai saat ini Southwest belum mengumumkan pemiliknya telah ditemukan.

Tak hanya maskapai, bandara Atlanta Hartsfield – Jackson di negara bagian Georgia, AS, telah menjadi bandara tersibuk di dunia berdasarkan jumlah penumpang sejak tahun 1998. Tentu saja, data tahun 2020 tampaknya agak anomali, dan masih harus dilihat bagaimana virus corona telah memengaruhi peringkat ini.

Meskipun demikian, dengan begitu banyak penumpang yang lewat bahkan di masa-masa yang tidak pasti ini, boneka binatang yang hilang tidak bisa dihindari. Sayangnya, boneka beruang yang tampak ramah ini ditinggalkan di ATL menjelang Natal.

Baca juga: Atur Jarak Sosial, Pengemudi Taksi Dudukkan Manekin di Kursi Depan Penumpang

Setelah mengetahui keadaannya, pihak bandara menghubungi Twitter untuk mengembalikan beruang tersebut kepada pemiliknya selama periode perayaan. Bandara belum memperbarui cerita dengan berita tentang reuni, tapi di sini berharap bisa terjadi segera.

Cina Pusing COMAC Masuk Daftar Hitam, Proyek Pesawat Komersial “Made in China 2025” Mangkrak

Proyek “Made in China 2025” terkait pengembangan pesawat komersial pertama Negeri Tirai Bambu terancam mangkrak. Penyebabnya, apalagi kalau bukan perang dagang Amerika Serikat (AS)-Cina sejak beberapa tahun belakangan.

Baca juga: COMAC Serius Goyang Duopoli Airbus dan Boeing, Pesanan Nyaris 1.000 Unit Jadi Sinyal Kuat

Laporan NTD News, penasehat senior Center for Strategic and International Studies (CSIS), Scott Kennedy, mengatakan bahwa pesawat COMAC C919 hanya namanya saja Made in China. Sebab, nyaris seluruh komponen yang membuatnya terbang berasal dari rantai pasokan di Barat, khususnya Amerika Serikat (AS).

Mesin C919, misalnya, memakai produk CFM Internasional dan General Electric, perusahaan patungan AS-Perancis. Sistem avionik, landing gear, dan flight control diproduksi oleh Honeywell serta sistem komunikasi dan navigasi diproduksi oleh Rockwell Collins. Keduanya merupakan perusahaan asal AS. Secara keseluruhan, perusahaan AS memasok seperlima komponen pesawat COMAC C919.

Sedangkan perusahaan-perusahaan Eropa memasok sekitar sepertiga komponen ke pesawat itu; termasuk juga ke pesawat “Made in China” lainnya, COMAC ARJ21. Adapun sisanya dipasok oleh 14 perusahaan Cina, dengan tujuh di antaranya merupakan perusahaan patungan.

Dengan kondisi tersebut, akan sangat kacau bila rantai pasokan sampai dijegal AS dan sekutu. Celakanya, hal itu perlahan mulai jadi kenyataan.

Pada Desember lalu, Departemen Perdagangan AS merilis daftar entitas terlarang yang berafiliasi dengan militer. Tujuh daftar itu memang tidak termasuk COMAC. Namun, terdapat nama Aviation Industry Corporation of China (AVIC), perusahaan patungan antara General Electric dan BUMN Cina pada 2012 untuk pengembangan avionik C919, yang merupakan pemegang saham minoritas COMAC.

Sejauh ini, dikutip dari South China Morning Post, belum ada laporan bagaimana dampak kebijakan tersebut. Namun, besar kemungkinan, proyek Made in China 2025 di bidang dirgantara akan mangkrak, sekalipun pihak COMAC mengaku sertifikasi C919 terus dikebut dan ditargetkan bakal rampung pada akhir 2021.

Partai Komunis Cina yang tengah berambisi membawa Beijing ke posisi tertinggi di bidang teknologi memang sangat berambisi untuk menggoyang duopoli Airbus dan Boeing. Sejauh ini, Pemerintah Cina disinyalir telah mengucurkan dana antara US$49 miliar dan US$72,1 miliar untuk pengembangan C919. Pengembangan itu termasuk pembuatan mesin CJ-1000AX C919 oleh perusahaan BUMN Aero Engine Corporation of China, menggantikan mesin LEAP, perusahaan patungan General Electric-Safran.

Dengan dana sebesar itu yang sudah dikeluarkan, tentu akan sangat merugikan bila proyek pengembangan pesawat itu dihentikan. Pun demikian, bila dilanjutkan, investasinya akan sangat membengkak.

Tak hanya C919, proyek pesawat widebody Cina-Rusia, CR929 diprediksi juga akan mengalami nasib serupa lantaran blokade teknologi oleh beberapa negara maju.

Disebutkan, integrasi militer-sipil Cina juga disinyalir bakal membuat proyek pesawat CR929 Cina-Rusia tertunda kembali. Terlebih gesekan terkait wabah virus Corona dan buruknya politik luar negeri rezim komunis Cina juga membuat Barat-Jepang bersatu melawan.

Baca juga: Rusia-Cina Ribut, Proyek Pesawat CR929 Batal?

Perlahan tapi pasti, perlawanan Barat-Jepang terhadap ekspansi Cina untuk menjadi pemimpin baru global juga ditunjukkan dengan memblokade pertukaran teknologi secara massif. Mereka khawatir, teknologi darinya akan diterapkan untuk kebutuhan militer.

Belum lama ini, seperti diberitakan Epoch Times, Jepang menggandeng empat negara Barat, yakni Jerman, Belanda, Inggris, dan AS agar tak mentransfer empat teknologi utama ke Cina, meliputi artificial intelligence (AI), quantum computers, biotechnology, dan hypersonic speed. Blokade dua dari empat teknologi itu, AI dan komputer quantum, dinilai dapat memperlambat proyek tersebut.

Misteri Monolit Misterius di India Terungkap! Pelakunya Bukan Alien

Setelah menggemparkan Amerika Serikat (AS), kali ini sebuah monolit misterius kembali muncul dan membuat geger warga di India. Sebagaimana monolit di AS, logam berkilau (reflektif) tiga sisi dengan ukiran berupa angka-angka ini juga dinilai buah dari alien. Karenanya, itu patut diwaspadai.

Baca juga: Misteri Hilangnya Monolit di Utah, Dicuri Alien?

Akan tetapi, tak butuh waktu lama, monolit pertama di India yang dilaporkan berada di kota Ahmedabad, Gujarat, ini diketahui ulah dari oknum perusahaan swasta. Disebutkan, oknum ini besar kemungkinan sengaja meletakkan monolit di taman untuk menjaga alam dan melindungi satwa dari kerusakan akibat gesekan dengan manusia. Ukiran pada monolit itu dipercaya merupakan wujud dari pesan tersebut.

Struktur berbentuk prisma segitiga, setinggi sekitar tujuh kaki, menjadi hits di kalangan penduduk kota setelah terlihat di taman di SG Highway pada Kamis pagi.

Taman ini dikelola bersama oleh Ahmedabad Municipal Corporation dan Symphony Ltd. Terletak di dekat Gurudwara di daerah Thaltej, taman ini adalah salah satu atraksi yang diresmikan oleh Menteri Utama Vijay Rupani baru-baru ini.

“Monolit tersebut telah ditempatkan di sana oleh Symphony Ltd yang mengurus taman. Strukturnya telah dipasang oleh perusahaan untuk para pengunjung. Orang-orang dapat melihat pantulan mereka di permukaan bangunan yang mengkilap dan berfoto selfie juga,” ujar Director Departemen Taman AMC, Jignesh Patel, seperti dilaporkan Indian Express yang dikutip news18.com.

Sebelum muncul di India, monolit terlebih dahulu muncul di AS. Tak lama setelah muncul, monolit kemudian mendadak hilang. Misteri kehadiran dan hilangnya monolit secara mendadak pun jadi perbincangan hangat di masyarakat. Dalam sekejap, para ‘ahli’ temporer pun buka suara. Di antara mereka, teori yang paling masyhur, apalagi kalau tidak berkenaan dengan alien. Namun, tentu saja itu tidak empiris dan perlu diteliti secara mendalam.

Sebagian lainnya menduga monolit, yang secara teknis merupakan ciri geografis yang terbuat dari batu, sedangkan benda yang ditemukan ini tampaknya terbuat dari logam, dibuat oleh manusia dan strukturnya seperti sengaja ditanam, bukan jatuh dari langit dan tertancap di wilayah yang masuk ke dalam teritorial kota Moab, Utah, Amerika Serikat (AS).

Akan tetapi, belum juga terungkap misteri kehadiran monolit, belum lama ini, monolit dilaporkan hilang secara tiba-tiba. Lagi-lagi, alien diduga menjadi dalang dibalik ini. Namun, kuat diduga, logam berdiri tegak di tanah merah yang ditemukan saat helikopter tengah memantau domba “bertanduk besar” di bagian tenggara Utah itu dicuri oleh manusia, bukan alien.

Baca juga: Wahana Antariksa Cina Bawa Pulang 2 Kg Tanah dan Bebatuan dari Bulan ke Bumi

Ketika ditemukan beberapa waktu lalu, benda aneh itu dijuluki ‘monolit’, meskipun berbentuk logam dan berlubang, sebagai penghormatan kepada ‘2001: A Space Odyssey’ Stanley Kubrick. Sementara teori yang lebih populer mengklaim bahwa benda tersebut adalah tipuan pemasaran, aksi publisitas, instalasi seni, atau lelucon.

Pasca kemunculan di India, saat ini, total sudah ada 30 monolit yang muncul secara misterius di seluruh dunia. Menarik di tunggu, apakah misteri kehadiran monolit secara tiba-tiba masih akan terjadi di sejumlah negara di seluruh dunia sepanjang tahun 2021 mendatang?