Ternyata Ini Penyebab Mesin Boeing 777 United Airlines Terbakar di Udara

Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) akhirnya berhasil mengungkap penyebab mesin Boeing 777-200 United Airlines terbakar. Muara dari temuan itu, Pratt & Whitney, selaku produsen mesin PW4077 yang terbakar, merevisi inspeksi rutin blade kompresor rendah (LPC) menjadi per 1.000 siklus.

Baca juga: NTSB Sebut Metal Fatigue Jadi Penyebab Mesin Boeing 777 United Airlines Terbakar

Menurut data black box cockpit voice recorder (CVR) pesawat yang didapat NTSB, seperti dilansir Simple Flying, pada 20 Februari 2021 lalu, Boeing 777-200 United Airlines dengan nomor penerbangan 328 lepas landas dengan mulus dari Bandara Denver menuju Honolulu, AS.

Empat menit kemudian, ketika mencapai ketinggian 12.500 kaki di kecepakan 280 knot, pilot mendorong tuas throttle ke posisi up untuk meningkatkan tenaga pada mesin. Itu dilakukan guna menghindari turbulensi yang biasanya kerap menghantui penerbangan di sekitar Bandara Denver.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Setelah throttle pada posisi up, beberapa menit berselang terdengar suara ledakan keras di bagian mesin kanan pesawat, diikuti peringatan kebakaran mesin. Beberapa bagian mesin pun jatuh ke daratan dan nyaris menimpa rumah warga.

Sejurus kemudian, pilot dan kopilot menyatakan keadaan darurat dan memutuskan untuk return to base atau go around ke Bandara Denver dan melakukan pendaratan darurat. Pada prosesnya, kru mengecek daftar periksa kebakaran mesin untuk memadamkan api. Sayangnya, api tak kunjung padam dan alarm kebakaran mesin masih terus berbunyi.

Meskipun bahan bakar masih terlalu penuh untuk melakukan pendaratan, pilot memutuskan untuk tidak membuang bahan bakar pesawat untuk alasan waktu dan keamanan. Tak lama kemudian, approach berhasil dilakukan dan pesawat berhasil mendarat darurat bersama 241 orang, termasuk penumpang dan awak.

Laporan awal menyebutkan kebakaran mesin Boeing 777 United Airlines lebih disebabkan oleh metal fatigue atau kelelahan (kehausan) logam. Tetapi, Jumat lalu NTSB menjelaskan dengan lebih detail bahwa kecelakaan disebabkan oleh adanya dua bilah kipas yang patah. Patahan bilah kipas itu disebabkan oleh metal fatigue. Selain itu, ada pula bilah mesin yang bergeser akibat overload failure.

Mengetahui hal itu, Pratt & Whitney pun merevisi ambang pemeriksaan gambar akustik termal (TAI) menjadi 1.000 siklus untuk blade kompresor rendah (LPC). Inspeksi ini kemudian ditindaklanjuti Regulator Penerbangan Sipil AS (FAA) dengan Petunjuk Kelaikan Udara Darurat untuk mengetahui adanya retakan pada bilah mesin.

Baca juga: Berkaca dari Insiden Boeing 777 United Airlines, Inilah Perbedaan Kegagalan Mesin Terkendali dan Tidak?

Keduanya juga memberikan panduan tentang perbaikan yang diperlukan untuk diselesaikan United Airlines, agar 24 pesawat Boeing 777-200 yang digrounded pasca kejadian itu bisa kembali ke udara.

Sebagai informasi, United Airlines adalah satu-satunya maskapai di Amerika Serikat (AS) yang masih menggunakan mesin tipe ini. Pengguna lain mesin PW 4000 adalah Jepang dan Korea. Untuk Jepang, regulator penerbangan baru melarang maskapainya menggunakan Boeing 777 dengan mesin PW 4000 setelah terjadi insiden di AS.

Hari Ini, Raymonde de Laroche Jadi Pilot Wanita Berlisensi Pertama di Dunia, Terinspirasi Wright Bersaudara

Hari ini, 111 tahun yang lalu, bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional 8 Maret 1910, Raymonde de Laroche resmi menjadi pilot wanita berlisensi pertama di dunia. Menariknya, de la Roche mendapatkan lisensi pilot pertama yang diberikan kepada wanita bukan atas dasar cita-cita yang tertanam sejak kecil, melainkan terinspirasi dari wright bersaudara.

Baca juga: Hari Ini, Lisensi Pilot Sipil Pertama di Dunia Dimulai Atas Perintah Presiden AS Woodrow Wilson

Dilansir aerotime.aero, keberhasilan wanita kelahiran 1882, di Paris, Perancis, ini mendapatkan lisensi pilot pertama untuk wanita dinilai sangat luar biasa. Betapa tidak, di masa itu, wanita sangat dikucilkan.

Di Amerika Serikat (AS), wanita terus-menerus dipandang sebelah mata sampai itu berubah pada 1920. Begitu juga dengan wanita di Kanada, terus-menerus berada di tempat rendah sampai tahun 1929. Di Perancis pun demikian, sekalipun pada akhirnya ia terus melawan dan tercatat abadi dalam sejarah.

Raymonde Elise de Laroche awalnya menjani karir sebagai seorang aktris. Wanita dari kalangan keluarga miskin ini kemudian mendekati Charles Voisin, seorang pilot dan pembuat pesawat, dan memintanya untuk mengajari cara mengemudikan pesawat.

Bukti lisensi yang dikeluarkan French Aero-Club untuk Elise Raymond de Laroche. Foto: aerotime.aero

Hasratnya untuk menjadi seorang penerbang atau pilot andal muncul ketika ia menghadiri penerbangan demonstrasi Wright bersaudara di Paris pada tahun 1908. Karenanya, ia tak ragu untuk meminta Voisin mengajarinya menjadi pilot.

Pelatihan pertamanya menjadi pilot dimulai pada Oktober 1909, di Chalons, sekitar 140 kilometer sebelah timur Paris. Sayangnya, pesawat Voisin hanya bisa menampung satu orang. Alhasil, de la Roche hanya belajar kontrol penerbangan di darat tanpa menerbangkan pesawat.

Setelah dirasa menguasai teori, ia pun diizinkan terbang dan berhasil melakoni penerbangan pertamanya meski hanya sejauh 270 meter. Ia berhasil menerbangkan pesawat jauh sebelum pilot wanita yang digadang-gadang sebagai yang pertama di dunia, Amelia Earhart, yang baru mulai belajar terbang pada 3 Januari 1921.

Pesawat eksperimental yang diuji Elise Raymond de Laroche jatuh dan menewaskannya. Foto: aerotime.aero

Sampai di sini, sebetulnya ia sempat ditetapkan sebagai pilot wanita pertama di dunia. Meski masih banyak perdebatan, banyak yang percaya bahwa gelar pilot wanita pertama di dunia Therese Peltier, ketika dia melakukan penerbangan solo di Turin, Italia pada tahun 1908.

Terlepas dari hal itu, yang pasti, Raymonde de Laroche berhasil menjadi pilot wanita berlisensi resmi pertama di dunia setelah French Aero-Club secara resmi mengeluarkan lisensi pilot no. 36 untuknya.

Baca juga: Mengenal Yvonne Pope Sintes, Mantan Pramugari yang Jadi Pilot Maskapai Wanita Pertama Inggris

Pasca mendapatkan lisensi pilot resmi, de Laroche menghadiri banyak acara air show atau pertunjukan udara di seluruh dunia. Di Uni Soviet, ia bahkan sampai dipertemukan dengan Tsar Nicholas II, karena kemahirannya dalam menerbangkan pesawat. Ia juga sempat menghadiri pertunjukan udara di Reims, Perancis.

Perjalanan de Laroche sebagai pilot wanita pertama di dunia akhirnya terhenti pada 18 Juli 1919. Ketika itu, ia yang merasa cukup berbakat, ingin menjadi pilot uji untuk membantu produsen pesawat membuat produk-produk yang lebih baik. Sayangnya, pesawat eksperimental yang diuji tiba-tiba menukik dan jatuh. Dua pilot uji dinyatakan tewas, salah satunya de Laroche yang meninggal pada usia 36 tahun.

Japan Airlines Bingung Saat Orang Terberat di Dunia Naik Pesawat, 16 Kursi Jadi ‘Korban’

Hari ini, 35 tahun lalu, bertepatan dengan 6 Maret 1986, Japan Airlines bingung bukan kepalang saat melayani penumpang yang juga orang terberat di dunia ketika hendak ikut dalam penerbangan dari Frankfurt, Jerman. Demi penumpang asal Austria seberat 400 kg tersebut, Japan Airlines akhirnya harus mencopot setidaknya 16 kursi untuk memberikan ruang untuknya.

Baca juga: Punya Berat Badan Berlebih dan Maun Naik Pesawat? Cek Dulu Tips Ini!

Sebetulnya, informasi detail, mulai dari gate masuk, check in, boarding, menuju garbarata, melewati pintu pesawat yang sejatinya cukup kecil, sampai melewati lorong, duduk di kursi, dan melakukan hal serupa saat pesawat tiba di bandara tujuan, terkait peristiwa itu sangat sedikit sekali.

Tetapi, gambaran akan itu mungkin bisa dilihat dari pengalaman orang terberat di dunia lainnya -sekalipun tidak seberat penumpang Japan Airlines- ketika menjadi penumpang pesawat.

Disarikan dari berbagai sumber, pada bulan November tahun 2010 lalu, seorang penumpang salah satu maskapai Amerika Serikat (AS) pernah menyaksikan penumpang lainnya setinggi dua meter lebih dengan berat lebih dari 181 kg berada dalam penerbangan yang sama dengannya.

Dalam kesaksiannya, ia melihat bahwa penumpang terberat di dunia dalam penerbangan dari Denver ke Los Angeles, AS, tersebut berjalan miring selama di lorong pesawat. Tak hanya itu, tangannya juga diangkat seraya mata melirik kesana kemari memastikan agar tak membentur kursi apalagi orang lain yang sudah lebih dahulu duduk.

Menariknya, kesaksiannya itu mengingatkan ia pada masa-masa kelam dahulu ketika ia juga pernah memiliki bobot sebesar itu.

Dahulu, ketika ia masih menjadi orang terbesar di dunia dan ingin naik pesawat, sejak pertama kali memesan tiket, ia mengaku tidak pernah merasa nyaman. Ketika sampai di bandara pun, ia selalu sibuk tengok sana sini untuk memastikan adakah penumpang lain yang sebesar dirinya.

Hal itu terus dilakukan sampai di dalam kabin dan duduk di kursi. Sayangnya, tidak ada yang sebesar dirinya dan ia bisa dibilang menjadi penumpang terbesar atau tergemuk dalam penerbangan tersebut.

Menurutnya, memiliki badan besar akan sangat membantu ketika mendapat kursi di pojok dekat jendela atau pinggir dekat lorong. Bila mendapat kursi di tengah, sudah pasti itu akan menjadi pengalaman buruk buatnya dan penumpang lain.

Sepanjang perjalanan, ia mengaku hanya bisa bersandar ke belakang dan ke jendela atau sesekali berpegangan ke kursi sebelah dengan tambahan kaki kiri atau kanan menahan badan karena tak semua bokong mendapat dudukan ketika duduk di kursi pinggir dekat lorong. Silih berganti seperti itu. Tetapi, kakinya selalu keram karena leg room sempit dan kakinya juga terlalu panjang.

Saat makanan datang, ia sama sekali tidak bisa menurunkan meja baki karena terhalang perutnya. Tangannya juga tak bisa bersandar di armrest dan hanya bisa disilangkan di dada.

Baca juga: Pernah Minta Cebok Ke Pramugari, Pria Gemuk Ini Telah Meninggal Dunia

Sabuk pengaman sudah pasti tidak muat dan harus minta petugas memanjangkannya. Proses keluar kurang lebih sama ketika pertama kali masuk ke kabin dan tentu saja seluruh mata tertuju padanya; bahkan ketika hendak menumpangi taksi sekalipun.

Dengan bobot besar, seharusnya penumpang diminta untuk membeli dua kursi sekaligus. Maskapai pada umumnya memberlakukan kebijakan itu. Tetapi, ketika kursi di sebelahnya kosong, biaya untuk satu kursi itu akan dikembalikan. Beruntung, ia tak sampai dikenai biaya tambahan sekalipun ada penumpang lain di sebelahnya.

Okupansi Minim dan Terlalu Dekat dengan Stasiun Manggarai, Stasiun Mampang Nonaktif Secara Permanen

Pernah dengar atau melihat keberadaan Stasiun Mampang? Bila pernah mendengar nama dan melihatnya, stasiun ini bukan berada di Mampang Prapatan d Jakarta Selatan tetapi letaknya justru berada di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat. Nama Mampang sendiri karena merujuk dengan empang atau kolam.

Baca juga: Kerangka Dibuat dari Kayu Jati, Bangunan Stasiun Lobener Masih Bertahan Hingga Kini

Namun bisa juga karena Stasiun Mampang dilewati Kanal Banjir Barat yang merupakan aliran air Sungai Ciliwung. Nah, bagaimana keberadaannya apakah masih aktif atau nonaktif?

Ternyata stasiun kelas III atau kecil ini tak lagi beroperasi. Stasiun Mampang merupakan salah satu stasiun yang termasuk dalam Daerah Operasional atau Daop 1 Jakarta. Pada masa jayanya, stasiun ini melayani kereta rel listrik atau KRL Jabodetabek dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Jakarta Kota.

Dulu stasiun ini juga sempat melayani KRL Ciliwung. Sayangnya karena okupansi yang minim serta jaraknya yang terlalu dekat dengan Stasiun Manggarai, membuat Stasiun Mampang berhenti beroperasi dan dinonaktifkan secara permanen.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, hingga saat ini tidak jelas kapan Stasiun Mampang ditutup dan berhenti beroperasi. Meski tak lagi beroperasi, bangunan stasiun masih ada meski sudah tak berbentuk seperti stasiun dan juga peron masih terlihat jelas.

Saat ini pun Stasiun Mampang masih tetap ada di dalam peta KRL meski tak lagi ada kereta yang berehenti di sana. Bahkan announcer otomatis KRL pernah menyebutkan nama Stasiun Mampang saat KRL melintasinya. Sebenarnya untuk sampai ke Stasiun Mampang cukuplah mudah diakses.

Bekas Stasiun Mampang dekat dengan Gereja St Ignasius Loyola Menteng dan hanya menempuh lima menit berjalan kaki. Bila menggunakan kendaraan umum seperti bus TransJakarta, bisa turun di Halte Pasar Rumput dan berjalan kaki sekitar 300 meter. Untuk diketahui, PT KCI sudah menjalankan sistem loopline, tetapi sepertinya Stasiun Mampang tak masuk dalam stasiun yang dihidupkan.

Baca juga: Stasiun Kedundang di Yogyakarta, Punya Arsitektur Bersejarah Tinggi 

Kondisi stasiun ini telah rusak walaupun sejatinya stasiun ini dapat dioperasikan apabila Stasiun Manggarai mengalami antrean. Di stasiun ini terdapat sinyal muka Stasiun Manggarai, KA yang tertahan sinyal masuk akan berhenti di stasiun ini tanpa turun naik penumpang.

Ini Ternyata Alasan AC Bus Berada di Bagian Atap atau Belakang

Fitur pendingin udara atau Air Conditioner (AC) sudah lazim melengkapi bus terutama di negara berklim tropis seperti Indonesia. AC menjadi salah satu fitur yang membantu penumpang merasa sejuk ketika cuaca di luar bus sedang panas.

Baca juga: Pintu Kupu-kupu (Lipat) Ditinggalkan Bus/Angkot dan Kereta Api, Inilah Alasannya

Pernah lihat letak sistem AC pada bus? KabarPenumpang.com mengutip kompas.com, ada dua model sistem AC pada bus yakni ditempatkan di atap dan bagian belakang tepatnya dekat dengan mesin. Nah kenapa ada perbedaan lokasi tempat sistem pendingin udara di bus?

AC bus berada di bagian belakang (haltebus.com)

Ternyata perbedaan tempat ini juga disesuaikan dengan bodi bus itu sendiri. Werry Yulianto, Export Manager Karoseri Laksana mengatakan, bus biasa letak AC berada di atas atap, sedangkan sistem AC yang letaknya di belakang bus karena bodi yang tinggi, seperti double decker.

AC bus yang berada di atap merupakan bagian kondensor dan bagian kompresor ada di dekat mesin serta blower di bagian kabin bus. Werry menyebutkan bahwa, bus dengan AC di belakang, posisi kondensornya berada di atas mesin.

Design Development karoseri New Armada Deddy Hermawan menambahkan, posisi AC yang berada di atap bus karena blower AC mengalirkan udara dingin ke sisi depan dan belakang kabin yang sama. Dia menyebutkan AC yang berada di belakang bus biasanya digunakan bus tingkat mengingat ketinggian bus maksimal 4,2 meter agar tidak menambah tinggi bus.

”AC belakang juga memiliki spesifikasi khusus,” ucap Deddy.

Deddy mengatakan, semakin dekat posisi AC dengan kompresor yang ada di mesin, membuat sistemnya semakin efisien. Hal ini dikarenakan jarak sirkulasi freon dingin yang semakin pendek.

Baca juga: Pelayanan Rumah Makan Minang dan Karakter Penumpang, Jadi Sebab Bus AKAP Lintas Sumatera Tak Sediakan Makan

Werry menegaskan, dua model AC bus ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Biaya dan kemudahan memasang menjadi pembeda antara kedua model AC ini.

“Kalau yang di atap lebih murah, tapi memakan tempat dan ribet pasangnya. Kalau yang di belakang, lebih simpel modelnya, tapi dengan harga yang cukup mahal,” kata Werry.

Penumpang Ngaku Bawa Bahan Peledak, Ternyata Isi Tasnya ‘Teh Hitam’

Pada Kamis malam (25/2/2021) seorang pria membuat semua penumpang di dalam Taiwan High-Speed ​​Rail (THSR) ketakutan. Pasalnya pria tersebut mengaku membawa bahan peledak dan ternyata yang ada di dalam tasnya adalah teh hitam. Pria bermarga Lin kemudian menjadi tersangka ketika polisi menerima laporan dari pusat kendali THSR pukul 22.20 waktu setempat.

Baca juga: Gara-Gara Takut Tertinggal Kereta, Pria Ini Laporkan Adanya Bom

Di mana dalam laporan tersebut ada seorang pria berusia 40-an yang naik kereta No.857 di Stasiun Tainan menuju Stasiun Zuoying Kaohsiung. Pria itu kemudian memberitahukan kepada kondektur bahwa dirinya membawa peledak di dalam kereta.

Isi kotak kartonnya termasuk dua karton teh hitam (taiwannews.com.tw)

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman taiwannews.com.tw (26/2/2021), karena laporan tersebut tim SWAT dari Kepolisian, petugas pemadam kebakaran dan ahli bahan peledak dari Biro Investigasi Kriminal (CIB) bergegas ke Stasiun Zuoying dan mengevakuasi penumpang dari daerah tersebut. Ketika tersangka, bermarga Lin, turun dari kereta dan naik ke peron di Zuoying pada pukul 22.30, dia berseru, “Ada bahan peledak di dalam!”.

Dia kemudian menjatuhkan kotak karton ke platform dan kemudian pakar bahan peledak segera menutupi kotak itu dengan selimut penekan bom. Polisi mengalami ketegangan yang tegang dengan pria itu dan mereka berkomunikasi dengannya selama lebih dari 30 menit.

Sekitar pukul 23.10, ketika Lin tampak lengah, petugas bergegas ke depan, menjatuhkannya ke tanah dan menahannya. Karena kehati-hatian, petugas sekitar pukul 24.05 menggunakan mesin sinar-X untuk memindai kotak yang ditinggalkan di peron oleh tersangka tetapi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Setelah memastikan tidak ada bahan peledak di dalam kotak, mereka membukanya dan hanya menemukan pakaian dan dua karton kecil teh hitam. Kondektur mengatakan kepada polisi bahwa menurutnya Lin bertingkah mencurigakan dan bertanya apakah dia membutuhkan bantuan. Saat itulah Lin tiba-tiba berteriak, “Saya membawa bahan peledak.”

Baca juga: Bom di Kereta Bawah Tanah, Lumpuhkan Transportasi Metro di St. Petersburg

Polisi mengatakan bahwa Lin tampaknya dalam kondisi mental yang buruk dan memiliki riwayat perawatan medis untuk penyakit mental. Menurut polisi, tersangka dan saksi masih menjalani pemeriksaan terkait kejadian tersebut hingga Jumat pagi (26/2/2021). Setelah pemeriksaan selesai, Lin akan dipindahkan ke kantor kejaksaan untuk diperiksa karena melanggar Pasal 305 KUHP karena mengancam dan membahayakan keselamatan publik.

AirAsia Food Siap Bersaing di Segmen Layanan Antar Makanan Online

Satu tahun sudah Covid-19 menjadi pandemi di dunia dan membuat industri penerbangan serta pariwisata masih belum bisa menarik banyak penumpang maupun pelancong untuk bepergian. Bahkan membuat beberapa maskapai di dunia berhenti operasi sementara. Namun meski begitu, demi membuat para pekerjanya kembali melakukan aktivitas, maskapai melakukan berbagai inovasi.

Baca juga: AirAsia Buka Restoran Darat di Mall Kuala Lumpur dengan Menu di Penerbangan

Salah satunya adalah maskapai berbiaya hemat milik Malaysia AirAsia yang kini merambah layanan pengantaran makanan. Maskapai ini menghadirkan produk barunya yakni AirAsia Food yang sudah diluncurkan pada awal Maret ini di Malaysia.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Tony Fernandes (@tonyfernandes)


Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, CEO AirAsia Tony Fernandes bahkan turun tangan sendiri dalam pengantaran makanan ke pelanggan. Sehingga bagi warga Malaysia yang beruntung dan menggunakan aplikasi tersebut bisa saja bertemu dengan sang CEO ini.

Dia juga mengunggah foto ketika mengantar makanan ke akun Instagram pribadinya dan beberapa pelanggan mengaku melihat sekilas Tony saat mengantar makanan pesanan mereka. Pada awal kehadirannya, ada program menarik dari AirAsia Food yakni menyediakan hadiah berupa makanan gratis selama sebulan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Tak hanya di Malaysia, AirAsia Food pun membentangkan sayap layanan antar makanannya ke Singapura. Bahkan maskapai ini juga berencana hadir di Indonesia, Filipina serta Thailand sebelum akhir tahun 2021. Saat ini setelah merambah ke Singapura, layanan tersebut masih dalam tahap pengenalan.

Jika di Malaysia, AirAsia Food menawarkan pengiriman gratis dalam radius 15 km dari Klang Valley di Kuala Lumpur. Di Singapura, AirAsia Food menawarkan pengiriman gratis selama dua minggu untuk pesanan dalam jarak delapan kilometer. Peluncuran di Singapura dilakukan pada awal minggu ini dan AirAsia Food sudah bekerja sama dengan 24 gerai.

“AirAsia dalam hal ini harus bertarung dengan pemain-pemain mapan yang sudah ada sebelumnya. Sejauh ini, AirAsia Food sudah memiliki 500 pengendara dan 300 operator makanan lainnya sedang dalam proses untuk bergabung,” kata Lim Ben-Jie, kepala e-commerce untuk aplikasi AirAsia.

Baca juga: AirAsia Buka Restoran Darat di Mall Kuala Lumpur dengan Menu di Penerbangan

Pemesanan dapat dilakukan di situs web AirAsia Food atau melalui aplikasi supernya, di mana penerbangan juga dapat dipesan di sana. Ada tiga platform layanan pengiriman makanan utama di Singapura, yakni GrabFood, Foodpanda, dan Deliveroo. Mereka mengenakan tarif antara 25 dan 35 persen. Lim memperkirakan bahwa layanan AirAsia Food dapat menghasilkan rata-rata hingga SGD700 seminggu jika mereka mengirimkan sepuluh pesanan per hari selama enam hari seminggu.

Asyik Manis Duduk di Atas Kereta, Kucing ini Bikin Keberangkatan Kereta Tertunda 2,5 Jam

Kelakuan binatang terkadang sering diluar nalar manusia yang bisa membuat kagum, takut, mengesalkan hingga berbagai hal lainnya. Contohnya seperti angsa masuk stasiun, burung masuk kabin pesawat dan ini sering terdengar ceritanya bahkan beberapa kali terjadi secara nyata hinga banyak media yang menceritakannya.

Baca juga: Seekor Siput di Jepang Bikin 12 Ribu Penumpang Kereta Mengalami Penundaan, Kok Bisa?

Seperti seekor kucing yang baru-baru ini naik ke atas kereta cepat di Stasiun Euston London. Saat itu kucing tersebut duduk di atas kereta Avanti West Coast setengah jam sebelum keberangkatannya pada Selasa (2/3/2021) malam. Namun ketika kereta akan berangkat petugas mencoba membujuk kucing itu turun.

Karena tak mau turun setelah dibujuk, kereta dengan kecepatan 201 km per jam tersebut tidak bisa melaju di rel demi keselamatan si kucing. Padahal saat itu kereta Avanti West Coast dijadwalkan berangkat ke Manchester. Hal ini kemudian membuat kereta dihentikan dari layanan dan digantikan yang lain dengan sedikit penundaan.

Meski penumpang bisa melanjutkan perjalanan mereka, kucing tetap diam di atas kereta. Bahkan setelah menghindari dashboard berkecepatan tinggi di utara kucing tetap berada di dekat saluran udara 25 ribu volt yang menggerakkan kereta.

KabarPenumpang.com melansir dari laman mirror.co.uk (4/3/2021), akhirnya setelah dua jam setengah, kucing itu memutuskan berpindah tempat. Menurut staf di stasiun, kucing itu terlihat “sombong”. Masih belum diketahui bagaimana kucing itu mencapai puncak kereta, kata staf kereta api yang bingung.

“Kami sering harus berurusan dengan burung di dalam stasiun, tetapi selama saya di sini, ini adalah kucing selancar kereta pertama! Syukurlah rasa ingin tahu tidak membunuh kucing ini dan kami senang kucing ini terhindar dari menggunakan salah satu dari sembilan nyawa berkat tindakan cepat dari tim stasiun dan staf Avanti West Coast yang mengatur agar penumpang naik ke kereta yang berbeda untuk perjalanan. Penyelamatan terjadi” kata Joe Hendry, manajer stasiun Kereta Jaringan untuk Euston.

Sebuah klip video yang direkam oleh seorang penumpang di kereta yang berdekatan menunjukkan kucing itu berjalan melintasi atap kereta sebelum melompat dan berlari ke tempat yang aman.

Baca juga: Viral! Dua Ekor Ayam Ikut Rasakan Fasilitas MRT Setelah Pembatasan Covid-19

“Saya sedang menuju rumah ketika saya melihat keluar jendela dan melihat seekor kucing berjalan di sepanjang atap. Saya menontonnya selama beberapa menit dan tertawa, jika saya jujur! Saya sangat bingung bagaimana kucing itu naik ke sana – jelas Anda melihat burung di atas sana sepanjang waktu, tetapi tidak pernah seekor kucing! Tentu saja, begitu aku mengeluarkan ponselku, kucing itu mulai menghilang. Keretaku kemudian pergi terlambat lima menit karena kucing itu,” kata Kyle Evans seorang penumpang.

Lagi, Dunia Aviasi Meradang Gegara Teror Sinar Laser!

Teror sinar laser lagi-lagi terjadi di dunia aviasi. Kali ini menimpa ambulans udara di Cardiff, Wales. Tidak tanggung-tanggung, teror laser yang terjadi saat petugas menangani pasien darurat itu sampai mencederai salah satunya, dimana pengelihatan menjadi kabur dan migrain hebat.

Baca juga: Green Laser Pointer 303, Teror Baru Untuk Dunia Aviasi

Dilansir dailypost.co.uk, tidak diketahui secara pasti motif oknum tersebut melakukan hal itu. Yang jelas, jika dilihat dari kronologinya, memang terdapat unsur kesangajaan. Buktinya, ketika laser mengenai mata petugas dan membuatnya terkapar, teror laser sudah tak ada lagi, pertanda bahwa tersangka melarikan diri.

Insiden bermula saat helikotper ambulans udara Wales melintas di atas langit Heath, Roath Park, dan Roath Recreation Ground, Cardiff, sekitar pukul 21.30 waktu setempat, pada Minggu, 28 Februari lalu.

Saat mengudara dan berada di posisi tak terlalu tinggi, tiba-tiba sinar laser menyelinap masuk ke dalam dan mengenai mata petuugas. Sontak, ia langsung merasa mengerang kesakitan sambil menutupi matanya dan mengaku pengelihatannya kabur serta mengalami migran hebat. Sejurus kemudian, ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Juru bicara Kepolisian Wales Selatan mengatakan, “Kami sedang menyelidiki sinar laser yang diarahkan ke Ambulans Udara Wales yang menyebabkan cedera pada seorang anggota awak.”

Pihak kepolisian juga mengingatkan bahwa penggunaan laser bukan pada tempatnya, seperti menyinari kendaraan bergerak, pesawat, helikopter, sangat berbahaya. “Laser dapat menyilaukan, mengalihkan atau membutakan mereka yang mengendalikan pesawat (helikopter).”

“Dengan menyebabkan gangguan atau, dalam beberapa kasus, kerusakan mata jangka pendek atau panjang, serangan laser bisa berujung fatal,” tambahnya.

“Kami menangani insiden semacam ini dengan sangat serius dan akan menuntut siapa pun yang melakukan pelanggaran ini. Hukuman untuk pelanggaran tersebut adalah hukuman penjara maksimal lima tahun atau denda tidak terbatas atau keduanya,” pungkasnya.

Teror sinar laser di dunia aviasi juga pernah menimpa Indonesia. Sedikitnya, pada 2017 lalu, General Manager Makassar Air Trafic Service Center (MATC) Perum Lembaga Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia, Novy Pantaryanto, mengungkapkan ada kurang lebih sekitar 50 serangan laser terjadi di Makassar. Jumlah tersebut mungkin akan lebih besar bila dilihat dalam skala nasional.

Baca juga: Ilmuwan AS Temukan Teknologi Penangkal Teror Sinar Laser pada Kaca Kokpit

Meski tak sampai berujung pada kecelakaan, namun, itu hanyalah masalah waktu. Bila teror laser terus berlanjut, bukan tak mungkin akan ada kecelakaan yang diakibatkannya.

Namun, avgeek tak perlu khawatir. Sebab, ilmuan sedang berjuang untuk mencari solusi atas teror sinar laser. Satu di antaranya bahkan sudah berhasil menemukan penangkal sinar laser pada kaca kokpit dan bisa juga diaplikasikan ke bidang kaca lainnya di mobil dan tempat-tempat lain.

Hari ini, 171 Tahun Lalu, Jembatan Kereta Britannia Dibuka untuk Umum

Pada 5 Maret 1850 sebuah jembatan yang melintasi Selat Menai, yang memisahkan antara Pulau Anglesey dan daratan Wales resmi dibuka untuk umum. Jembatan ini bernama Britannia yang awalnya dirancang dan dibangun oleh insinyur kereta api terkenal Robert Stephenson sebagai jembatan tubular dari bentangan kotak persegi panjang untuk lalu lintas kereta api.

Baca juga: Jembatan Brooklyn, Inilah Jembatan Gantung Tertua di Amerika Serikat

Di mana ini penting untuk menghubungkan rute kereta api Chester dan Holyhead sehingga memungkinkan adanya perjalanan langsung antara London dan Pelabuhan Holyhead hingga fasilitas laut ke Dublin di Irlandia. Peletakan batu pertama untuk fondasi Jembatan Britannia ini pada 10 April 1846 yang juga menandai dimulai secara resmi pekerjaan konstruksi.

Jembatan Britannia masa lalu (wikipedia)

KabarPenumpang.com menghimpun wikipedia.com, insinyur residen untuk konstruksi struktur adalah insinyur sipil Edwin Clark, yang sebelumnya membantu Stephenson dalam melakukan kalkulasi tegangan struktural kompleks yang terlibat dalam proses desainnya. Dalam pembangunan Jembatan Britannia ini ternyata aspek konstruksinya merupakan hal baru di masa itu.

Bahkan membuat Stephenson kehilangan waktu tidur pada satu tahap proyek tersebut. Sebab pekerjaannya tidak selalu berjalan mulus, di mana salah satu tabung diduga hampir tersapu kelaut. Sehingga akhirnya tabung-tabung tersebut dipindahkan ke tempatnya antara Juni 1849 dan Februari 1850.

Hingga akhirnya pada 5 Maret 1850, Stephenson memasang sendiri paku keling terakhir dari struktur yang menandai penyelesaian resmi jembatan. Pengerjaan jembatan ini sendiri secara keseluruhan menghabiskan waktu selama tiga tahun.

Kemudian pada 18 Maret 1850, satu tabung dibuka untuk lalu lintas kereta api. Pada 21 Oktober tahun itu, kedua tabung telah dibuka untuk lalu lintas. Pada masanya, Jembatan Britannia adalah sebuah struktur “magnitude dan singular novelty”, panjangnya jauh melebihi baik jembatan besi cor maupun balok pelatuk kontemporer.

Bahkan pada masa itu seorang insinyur terkenal Isambard Kingdom Brunel yang juga saingan serta teman Stephenson mengatakan, jika jembatan tersebut berhasil maka semua jembatan yang dibuatnya adalah kegagalan. Jembatan Britannia dihiasi empat singa besar yang dipahat dengan batu kapur oleh John Thomas.

Maret 1966, Jembatan Britannia menerima status terdaftar Grade II dan sebuah kebakaran dahsyat pada Mei 1970 menyebabkan kerusakan parah. Setelah penyelidikan ditemukan bahwa kerusakan pada tabung sangat luas seihngga tidak diperbaiki secara realistis.

Berdasarkan penemuan ini, diputuskan untuk membongkar tabung untuk menggantinya dengan dek baru pada tingkat yang sama dengan trek aslinya. Dengan pengecualian substruktur batu asli, struktur tersebut sepenuhnya dibangun kembali oleh Cleveland Bridge & Engineering Company.

Baca juga: Jembatan Sungai Yalu – Jembatan Kereta Penghubung Cina dan Korea Utara

Struktur atas jembatan baru ini akan mencakup dua dek yakni dek rel bawah yang didukung oleh lengkungan baja dan dek atas yang dibangun dari beton bertulang, untuk membawa jalan baru yang melintasi selat tersebut. Setelah dek jalan atas dipasang dan pada Juli 1980, lebih dari sepuluh tahun setelah kebakaran, yang baru penyeberangan jalan selesai, dan secara resmi dibuka oleh Pangeran Wales, membawa satu bagian jalan raya dari jalan A5 (sekarang A55).