Hari ini, 17 Tahun Lalu Bom Meledak di Kereta Komuter Spanyol dan Tewaskan 192 Penumpang

Tepat 11 Maret 2004 atau 17 tahun lalu serangan bom guncang kota Madrid di Spanyol yang menewaskan 192 orang dan lebih dari dua ribu orang luka-luka. Ledakan tersebut terjadi di dalam empat gerbong kereta komuter Cercanías ini semacam KRL Jabodetabek.

Baca juga: Akibat Ledakan Tabung Gas Saat Memasak, 70 Orang Tewas di Dalam Kereta Tezgam Express

Para korban jiwa berasal dari berbagai negara di Eropa yakni Spanyol, Rumania, Kuba, Chili, Kolombia, Republik Dominika, Ekuador, Guinea Bissau, Honduras, Maroko, Peru dan Polandia. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bom-bom yang diledakkan diidentifikasi dan diketahui diledakkan melalui telepon selular.

Insiden ini kemudian bukan hanya mengakibatkan ratusan orang tewas dan ribuan terluka, tetapi penumpang yang selamat pun memperlihatkan sorot mata yang ketakutan. Petugas kemudian melakukan upaya penyelamatan penumpang yang tewas serta terluka.

Banyak dari mereka yang bajunya berlumuran darah ataupun compang-camping. Bahkan kondisi kereta yang meledak sangat mengenaskan, karena badan gerbong ringsek dan hangus. Selain itu, ceceran darah serta potongan tubuh bercampur dengan puing-puing. Awalnya pemerintah Spanyol menuduh ledakan bom tersebut adalah perbuatan dari kelompok militan Basque (Euskadia Ta Askatasuna (ETA)).

Namun tuduhan itu dibantah pimpinan ETA, Batasuna, dan menuduh “kelompok perlawanan Arab” di balik peledakan. Meski begitu, pemerintah Spanyol tidak menampik adanya pelaku lain dari pengeboman tersebut. Terlebih setelah polisi menemukan sebuah mobil van berisi tujuh detonator dan sebuah tape recorder berbahasa Arab di sebuah kota dekat Madrid.

Selain itu juga ada sebuh surat dari sebuah kelompok yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda yang mengaku bertanggung jawab atas peledakan bom tersebut. Sayangnya, tidak ada bukti asli dari surat yang ditujukan kepada Abu Hafs dari Brigade al- Masri, sebuah kelompok yang berhubungan dengan Al Qaeda.

Selain bertanggung jawab atas serangan itu, Al Qaeda saat itu juga menegaskan kembali ancaman serangan berikutnya. Hal itu seperti dimuat dalam surat kabar berbahasa Arab yang berbasis di London, Al-Quds Al-Arabi.

Baca juga: 20 Tahun Lalu, Ledakan Beruntun Terjadi di Metro Manila, Korban Tewas Terbanyak di Stasiun Blumentritt

Ini merupakan serangan teroris terburuk yang pernah dialami Spanyol, jauh lebih keji dari serangan teroris Euskadi Ta Askatasuna (ETA) pada 1987, di sebuah supermarket di Barcelona yang menewaskan 21 orang dan melukai 40 orang lainnya. Selain itu juga peristiwa ini serangan teroris terparah di Eropa setelah peristiwa Lockerbie pada 21 Desember 1988). Konon ada tiga belas bom yang mana sepuluh di antaranya meledak.

Update Misteri Hilangnya MH370, Ahli Sebut Pesawat Jatuh Gegara Kehabisan Bahan Bakar!

Misteri hilangnya pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 terus menjadi buah bibir seantero dunia. Banyak teori mengiringi hilangnya pesawat, seperti pilot bunuh diri bersama para penumpang di tempat yang jauh dari daratan agar tak ditemukan dan selalu dikenang, ditembak, dibajak, dan lain sebagainya.

Baca juga: Empat Tahun Pasca Hilangnya MH370, Malaysian Airlines Rilis Laporan Investigasi

Terbaru, pesawat diduga kehabisan bahan bakar setelah terbang tanpa arah selama tujuh jam, sebelum akhirnya jatuh ke laut dengan kecepatan tinggi tanpa bisa dikendalikan pilot.

Dilansir thesun.ie, dugaan tersebut muncul setelah para ahli mempelajari puing spoiler diduga pesawat Boeing 777-200ER Malaysia AirlinesMH370 yang ditemukan di Afrika Selatan. Para ahli berpendapat, kerusakan yang terdapat pada puing spoiler tersebut mengindikasikan pesawat itu meluncur dengan kecepatan tinggi dalam kondisi kehabisan bahan bakar sebelum berakhir di laut.

Pesawat kehabisan bahan bakar karena terbang ke arah yang salah, entah itu karena disengaja atau tidak. Besar kemungkinan secara tidak sengaja. Barulah setelah tujuh jam, pilot baru sadar bahwa pesawat menuju rute yang salah dan sudah berada jauh di tengah lautan sehingga semuanya terlambat.

Ada pula dugaan bahwa pilot sudah mati atau setidaknya dalam kondisi tak sadarkan diri saat situasi genting ini berlansung. Tak disebutkan dengan jelas penyebab mengapa ia pingsan atau meninggal. Pesawat pun akhirnya meluncur dan menyelam bebas ke kedalaman sekitar 40.000 kaki dalam penyelaman hantu (ghost dive) tanpa adanya kontrol dari pilot.

Lagi-lagi, ini hanya teori, tanpa bisa dipastikan kebenarannya mengingat black box pesawat masih belum ditemukan.

Kendati sudah dilakukan berbagai cara untuk menemukan pesawat yang hilang pada 8 Maret 2014 tersebut dan belum berhasil, para peneliti secara independen terus coba mengungkap penyebab hilangnya MH370.

Pada akhir Januari lalu, seorang wartawan atau jurnalis investigas asal Perancis, Florence de Changy, dalam bukunya, The Disappearing Act: The Impossible Case Of MH370, mengklaim pesawat jatuh akibat terkena senjata laser, jet tempur, atau rudal. Pesawat terpaksa ditembak lantaran membawa muatan atau kargo terlarang. Tetapi, tak disebutkan dengan jelas muatan apa yang dimaksud.

Baca juga: Hipotesa Baru Misteri MH370: Kopilot Sempat Ambil Kendali Penuh dan Arahkan Pesawat Kembali ke Malaysia

Peneliti independen lainnya dari Amerika Serikat (AS), Victor Iannello, Bobby Ulich, Richard Godfrey, dan Andrew Banks, lebih berfokus pada dimana pesawat berada dan mengapa pencarian sepanjang tahun 2014-2018 oleh tim pancarian asal Australia dan lainnya tidak membuahkan hasil.

Hasil dari penelitian keempatnya menunjukkan bahwa jam-jam terakhir penerbangan berada di selatan di Samudera Hindia sepanjang E93.7875 ° bujur, yang cocok dengan lingkaran besar antara titik jalan BEDAX (sekitar 100 NM barat dari Banda Aceh, Sumatra) dan kutub selatan. POI diperkirakan terletak dekat dengan busur ke-7 di sekitar garis lintang S34.4 °. Jaraknya sekitar 1.800 km di sebelah barat Dunsborough, Australia Barat.”

Lima Kota Baru Akan Terhubung dengan Jariangan Lufthansa Express Rail

Jaringan Lufthansa Express Rail pada paruh kedua tahun ini akan menggunakan kereta sprinter ekstra cepat. Selain itu juga Jerman Rail atau DB dan maskapai penerbangan Jerman Lufthansa juga mengumumkan rencana untuk menghubungkan lima kota lagi ke jaringan Lufthansa Express Rail.

Baca juga: Kamboja Punya Kereta Bandara yang Unik, Mirip Railbus Batara Kresna di Solo

Dilansir KabarPenumpang.com dari railjournal.com (9/3/2021), layanan ini akan diperluas ke Bandara Frankfurt dari Hamburg ke Munich mulai Juli dengan tambahan ke bandara Berlin, Bremen dan Münster mulai Desember. Penambahan ini juga bertepatan dengan peluncuran sprinter baru yang akan mengurangi waktu tempuh dari Munich ke Cologne menjadi kurang dari empat jam.

Ada pula dua layanan pulang pergi harian tanpa perhentian perantara akan diperkenalkan dari Munich dan Nuremberg ke Bandara Frankfurt, yang selanjutnya mengurangi waktu perjalanan hingga setengah jam. DB dan Lufthansa telah menawarkan 134 layanan harian dari 17 kota ke Bandara Frankfurt, menyusul perluasan skema sebelumnya pada Juli 2020 untuk memasukkan layanan ke dan dari Hannover, Leipzig dan Basle.

“Dengan inisiatif ini kami memperkuat tawaran mobilitas di Jerman dan juga lokasi bisnis domestik. Dengan menghubungkan transportasi kereta api dan udara secara cerdas, kami menawarkan pelanggan kami rantai perjalanan yang mulus dan nyaman. Mobilitas jaringan dan terintegrasi menguntungkan konsumen dan lingkungan,” kata Harry Hohmeister, anggota dewan eksekutif Deutsche Lufthansa.

Dewan direksi DB, Berthold Huber mengatakan, kerja sama yang baik kini berubah menjadi kemitraan komprehensif yang belum pernah ada antara Lufthansa dan DB. Dia menyebutkan, pada akhir tahun, DB akan membangun jaringan bandara terbesar di Jerman sehingga lebih dekat lagi dengan rel kereta api dengan koneksi sprinter baru.

Mitra juga mengumumkan peningkatan layanan lainnya yakni mulai April, kereta sekarang dapat dipesan selama penerbangan lanjutannya yang terkait. Penumpang Lufthansa Express Rail juga akan memiliki akses ke jalur cepat di pos pemeriksaan keamanan ketika lalu lintas bandara meningkat lagi.

Baca juga: Landas Pacu di Bandara ini ‘Dipotong’ oleh Jalur Kereta! 

Selain itu, saat mendarat di Bandara Frankfurt, bagasi penumpang Express Rail akan diutamakan. Layanan tersebut akan mempertahankan fitur yang termasuk pada layanan Lufthansa Express Rail lainnya seperti kursi yang dipesan di kereta, keamanan koneksi, kredit jarak tempuh untuk perjalanan kereta serta perjalanan kelas satu dan akses ke lounge DB untuk pelanggan bisnis dan kelas satu. Fitur lainnya juga akan ditambahkan di masa mendatang.

Bus dan Kereta Tetap Nyalakan Pendingin Meski Suhu di Luar Dingin, Apa Alasannya?

Pendingin udara atau AC dalam angkutan umum selalu dinyalakan meski cuaca di luar cukup dingin. Apa alasan pendingin udara ini dinyalakan? Apakah penumpang di dalam tidak akan beku atau menggigil? Pertanyaan ini kerap kali terlontar dari para penumpang.

Baca juga: Tips Ini Bisa Bantu Hilangkan Udara Panas Dalam Kabin Mobil

Ternyata ada alasan pasti pendingin udara dinyalakan meski cuaca diluar cukup dingin. KabarPenumpang.com melansir laman thesource.metro.net, mendapatkan bahwa alasan utamanya adalah karena bus dan kereta api merupakan ruangan yang tertutup. Sehingga sistem HVAC (pemanas, ventilasi dan pendingin udara) harus tetap digunakan untuk memastikan sirkulasi udara yang tepat untuk semua orang di dalamnya.

Bahkan ketika cuaca dingin, bus dan kereta api bisa menjadi pengap dan hangat apalagi ketika banyak penumpang di dalamnya dan menghasilkan panas serta bernafas pada saat yang sama. Alasan lainnya adalah untuk mempertahankan pendingin udara tetap kering. Sebab, interior yang hangat dan lembab cenderung mendorong pertumbuhan bakteri dan membantu menghasilkan bau yang lebih kuat.

Tak hanya itu, suhu untuk area penumpang juga sudah ditentukan sebelumnya di berbagai divisi bus atau kereta api metro. Ini biasanya ditetapkan untuk mengakomodasi penumpang rata-rata. Hal tersebut diterapkan juga agar ketika bus terisi penuh ataupun tidak penuh, yang pada intinya agar semua penumpang merasa nyaman.

Suhu dalam bus atau kereta juga terus dipantau dan diatur berdasarkan suhu aktual dalam kendaraan. Tetapi penumpang di dalam bus akan merasa suhu lebih dingin ketika ada lebih sedikit penumpang di dalamnya apalagi ketika ada yang turun meninggalkan bus.

Namun kemudian bagaimana jika suhu di dalam terlalu dingin atau terlalu hangat? Penumpang bisa memberitahu operator bus atau kereta api dan mereka akan menyesuaikan suhu dalam kisaran yang sudah ditentukan sebelumnya. Mereka juga bisa mematikan sistem kontrol iklim sepenuhnya jika situasi memerlukannya.

Baca juga: Kereta Uap Kalimantan, Pelancong Diajak Jelajah Hutan Borneo Tanpa Pendingin Udara

Tetapi yang perlu diingat bahwa apa yang panas atau dingin untuk seorang penumpang yang satu bisa berbeda dengan yang dilaporkan oleh penumpang lainnya. Bahkan para operator bus atau kereta akan membuat penumpang nyaman dengan memberikan yang terbaik kepada sebanyak mungkin orang sambil mempertahankan lingkungan yang paling optimal.

Abdulaziz bin Ibrahim, Masinis Pertama Arab Saudi Tutup Usia di 96 tahun

Seorang masinis kereta pertama Arab Saudi, Abdulaziz bin Ibrahim Al Dariwish diwartakan meninggal di usia 96 tahun. Dia mulai mengemudikan lokomotif di jalur pertama kereta api Arab Saudi antara Riyadh dan Dammam yang dibuka pada 1951 lalu. Al Dariwish menjadi masinis setelah pekerjaan tersebut sebelumnya terbatas untuk orang Amerika.

Baca juga: Elena Chukhnyuk, Eksis di Perang Dunia II, Inilah Masinis Wanita di Lokomotif Uap

KabarPenumpang.com melansir gulfnews.com (1/3/2021), Arab Saudi sendiri saat ini berada di jalur yang tepat untuk mengembangkan jaringan relnya. Ini sebagai bagian dari dorongan seluruh GCC untuk meningkatkan transportasi regional dengan kereta Haramain berkecepatan tinggi yang beroperasi pada kapasitas hampir penuh.

Selain itu Metro Riyadh yang memperpanjang jalur sepanjang 800 km pun hampir selesai dibangun. Proyek-proyek semacam itu membantu negara bergerak untuk mewujudkan tujuan Visi 2030, dengan transportasi sebagai pendorong utama kebangkitan ekonomi yang akan terjadi saat ekonomi Kerajaan menjauh dari ketergantungannya pada minyak.

Untuk diketahui, jalur kereta api pertama Arab Saudi diresmikan oleh pendiri Raja Abdul Aziz dan almarhum Raja Saud, yang memasang paku hingga mil terakhir di jalur dari Dammam ke Riyadh. Haramain High Speed ​​Railway adalah proyek lain yang diluncurkan pada tahun 2018 oleh Raja Salman jalur 450 km berteknologi tinggi dan canggih yang menghubungkan lima stasiun antara Madinah dan Makkah dengan kecepatan 300 km per jam.

Jalur Utara-Selatan Saudi, yang dibuka pada 2017, menambah 800 km lagi dari wilayah Al Jawf ke Riyadh pada November, memperkenalkan kereta malam dengan gerbong tidur yang pertama di negara itu. Pembangunan metro Riyadh, membentang sepanjang 176 km yang melayani 85 stasiun di enam jalur, juga sedang berjalan, dengan rencana untuk Otoritas Pembangunan Riyadh untuk memulai operasi dan commissioning secara bertahap.

Ada rencana untuk menambahkan lebih banyak jalur ke rel kereta api di masa depan, dengan koneksi antara Yanbar Industrial City dan Pelabuhan Raja Abdullah di Laut Merah, serta jembatan darat sepanjang 1.150 km yang menghubungkan pantai timur Kerajaan dengan pantai baratnya. Proyek kereta api GCC di Saudi akan mencakup 628 km dari rencana kereta api Teluk, menghubungkan negara itu ke Bahrain.

Baca juga: Asaad Namroud, Saksi Sejarah Bahwa Jaringan Kereta di Lebanon Pernah Besar dan Eksis

Politeknik Kereta Api Saudi didirikan, berbasis di Buraidah Al Qassim, untuk melatih pengemudi, teknisi sinyal, perwakilan layanan pelanggan stasiun, dan orang lain yang berencana untuk bekerja di proyek semacam itu.

Demi Hidupi Keluarga, Wanita ini Jadi yang Pertama Kemudikan Bajaj di Somalia

Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret mengingatkan banyaknya kaum hawa yang berjuang untuk kehidupan bangsa maupun keluarga mereka. Seperti salah satunya perempuan asal Somalia yang merupakan wanita pertama yang mengemudikan taksi roda tiga yang disebut Bajaj di jalan-jalan ibu kota konservatif Somalia (Mogadishu) di mana kendaraan tersebut selama ini dikemudikan oleh pria.

Baca juga: Sambut Hari Perempuan Internasional, Dua Stasiun di India Hadirkan Vending Machine “Pembalut”

Wanita tersebut adalah Saynab Abdikarin yang percaya bahwa apa pun pekerjaan yang dilakukan pria, wanita juga bisa melakukannya. Ibu dari lima anak ini mengemudikan Bajaj di Mogadishu demi menghidupi anak-anaknya setelah suaminya meninggalkan mereka sepuluh bulan lalu. KabarPenumpang.com melansir aljazeera.com (7/3/2021), dia tidak memiliki siapa-siapa untuk mendukungnya.

“Jika salah satu anak saya tidak enak badan, saya tidak punya siapa-siapa untuk membantu saya. Saya bekerja untuk mendukung anak-anak saya. Saya banyak mengalami tantangan dari ketidaksetujuan sosial hingga yang lainnya,” ungkap Saynab.

Bahkan para pengemudi bajaaj ini pun cukup membahayakan bagi para pria. Di mana pada April 2019, tiga orang tewas ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan selama protes yang membuat ratusan pengemudi turun ke jalan kota atas pembunuhan seorang operator becak oleh seorang petugas keamanan. Pengemudi becak juga terjebak dalam serangan oleh kelompok bersenjata al-Shabab, yang pejuangnya sering menargetkan pos pemeriksaan keamanan di Mogadishu.

Belum lama ini, tepatnya pada 13 Februari, setidaknya tujuh pengemudi becak terluka di sebuah pos pemeriksaan selama pemboman bunuh diri. Adanya hal tersebut, pemerintah kemudian menutup beberapa jalan di Mogadishu dan ini membuat Saynab dan rekan pengemudi bajaaj lainnya rugi secara finansial.

“Ketika jalan ditutup, itu menjadi masalah,” kata Saynab.

Meski begitu, kehadiran wanita 28 tahun tersebut menjadi pengemudi bajaaj ternyata didambakan oleh para penumpang wanita yang menyambut kedatangannya.

“Saya memilih dia karena dia perempuan, Saya memilih dia karena saya ingin mendorongnya,” kata Safiya Ali.

Seorang pemilik toko di distrik Hodan Mogadishu, Safiya mengatakan dia tidak pernah lebih bahagia di dalam taksi.

“Saya ingin wanita lain juga naik bajaajnya dan lebih menyemangatinya,” katanya.

Tapi Safiya mengatakan dia “sangat” mengkhawatirkan keselamatan Saynab, terutama saat dia bekerja setelah matahari terbenam. Sebab keamanan di Mogadishu bisa menjadi buruk. Apalagi rasa tidak aman adalah perhatian semua pengemudi bajaaj di Mogadishu dan seperti rekan prianya. Saynab mengatakan ada lingkungan tertentu yang dia hindari, terutama pada malam hari.

“Anda bisa dirampok atau terbunuh. Saya lebih suka bekerja di pusat kota,” katanya sembari menyebut beberapa daerah yang tidak akan dikunjunginya.

Petugas polisi sering menyulitkan pengemudi becak di banyak pos pemeriksaan yang menghiasi kota tepi pantai, tetapi Saynab mengatakan menjadi seorang wanita telah menguntungkannya ketika berurusan dengan petugas keamanan. Dia mengaku karena seorang wanita, kebanyakan tentara tidak menghentikan dirinya dan tidak mengganggu.

Dia menyebutkan bahwa mereka mengerti bahwa saya adalah seorang ibu yang bekerja untuk menghidupi keluarga. Dia mengaku para tentara itu mengerti dirinya seorang ibu yang bekerja untuk menghidupi keluarga dan memperlakukan Saynab dengan hormat. Pengemudi pria juga menyambutnya dan mengatakan mereka senang seorang wanita akhirnya bergabung dengan industri mereka.

Baca juga: Merasa Tak Langgar Norma, Ibu Lima Anak Jadi Pengemudi Taksi Wanita Pertama di Jalur Gaza

“Senang sekali melihat seorang wanita bekerja sebagai tukang becak. Saya ingin memberi tahu semua gadis untuk bekerja dan tidak bergantung pada siapa pun. Saya juga ingin memberi tahu semua remaja putra bahwa ada pekerjaan, bahwa mereka dapat menemukan pekerjaan seperti Saynab,” kata Noor Aden Isse.

Honeywell Kembangkan Mesin Pesawat Listrik-Hybrid

Perjalanan udara disinyalir menyumbang antara 2-3 persen dari emisi karbon dunia. Karenanya, berbagai perusahaan berlomba untuk mengembangkan teknologi ramah lingkungan atau rendah karbon. Salah satunya ialah Honeywell Aerospace.

Baca juga: Inilah Dornier D328eco, Pesawat Hybrid-Listrik Deutsche Aircraft Berteknologi Pilot Tunggal

Dilansir Simple Flying, melalui program Honeywell Green Jet Fuel, perusahaan yang bermarkas di Phoenix, Amerika Serikat (AS), itu berencana mengembangkan mesin pesawat listrik-hybrid. Mesin ini nantinya akan memusatkan sistem baru yang inovatif di sekitar generator turbo kecil tapi kuat dengan bahan bakar biofuel.

Meskipun mesin didesain akan lebih kecil dari yang sudah ada, namun, kekuatannya bisa mencapai dua kali lipat. Selain itu, Honeywell juga akan menggabungkan turbogenerator dengan unit daya tambahan (APU) HGT1700 untuk membentuk sistem sumber daya penuh, sebuah terobosan brilian mengingat mesin dan APU merupakan dua hal berbeda namun akan lebih sempurna bila digabungkan.

Kendati dibuat khusus untuk pesawat listrik-hybrid, tetapi, desainnya yang jauh lebih kecil dari mesin pada umumnya juga memungkinkan mesin tersebut digunakan di kendaraan nirawak, seperti mobil atau taksi terbang, taksi drone, pesawat komuter, dan lain sebagainya.

“Ada kebutuhan inheren untuk tenaga listrik dan hibrida-listrik karena segmen mobilitas udara perkotaan mulai terbentuk dan kendaraan udara nirawak (UAV) mulai beroperasi. Turbogenerator kami menyediakan paket yang aman dan ringan untuk melayani segmen yang sedang berkembang ini, dan kami merancang solusi kami untuk memenuhi kebutuhan unik pelanggan yang mengembangkan kendaraan udara di masa depan,” kata Stephane Fymat, juru bicara Honeywell Aerospace.

Bil tak ada aral melintang, penerbangan demonstrasi menggunakan mesin turbogenerator akan dimulai pada kuartal III 2021 atau sekitar bulan Juli-September.

Selain mengembangkan mesin untuk pesawat listrik-hybrid, Honeywell diketahui juga tengah mengembangkan mesin turbofan generasi terbaru bersama Lembaga Penerbangan dan Antarikasa Nasional Amerika Serikat (NASA).

Baca juga: Prototipe Kedua Pesawat Listrik-Hybrid Terbesar di Dunia Ampaire Electric EEL Sukses Mengudara

Mesin ini disebut dapat mencapai tingkat ekstraksi daya hingga empat kali lipat dari tingkat ekstraksi daya mesin pesawat tercanggih saat ini. Tak hanya itu, pada saat yang sama, mesin itu juga membakar bahan bakar hingga 10 persen lebih sedikit atau 10 persen lebih hemat.

Bersama Honeywell, NASA fokus untuk “melakukan pengembangan dan pengujian teknologi pada turbin bertekanan rendah yang canggih”. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk “menetapkan dasar ekstraksi daya turbofan sambil juga mengembangkan alat prediksi komputasi.”

Pramugara dan Pilot Baku Hantam di Toilet Saat Pesawat Mengudara, Tangan dan Gigi Patah!

Malang betul nasib pramugara satu ini. Alih-alih mendapat penerbangan yang aman dan nyaman, ia justru harus menerima kenyataan pahit dimana tangannya dibuat patah oleh sang pilot saat terlibat baku hantam di kamar mandi pesawat yang tengah mengudara. Sebaliknya, pilot kehilangan sejumlah gigi dalam insiden tersebut.

Baca juga: Pukul Penumpang Wanita, Pilot Ini Langsung Kena Skorsing Seminggu

Dilansir newshub.co.nz, kronologi kejadian di pesawat maskapai Donghai Airlines pada 20 Februari lalu sebetulnya bermula dari hal sepele. Ketika itu, pesawat maskapai asal Cina, dengan nomor penerbangan DZ6297, itu berjarak sekitar 50 menit dari bandara tujuan di Xian, Cina. Seluruhnya berjalan normal sampai akhirnya pilot hendak menggunakan toilet terdekat dari kokpit.

Sayangnya, ia datang nyaris bersamaan dengan penumpang first class yang juga ingin menggunakan toilet. Karena merasa lebih berhak, pilot yang tak disebutkan namanya itu mengusir penumpang dan memintanya kembali ke kursi, namun penumpang tak menggubrisnya.

Sebelum menggunakan toilet, ia memanggil pramugara yang dianggapnya tidak becus bekerja. Tak hanya itu, tindakan pramugara membiarkan toilet digunakan penumpang first class lebih dahulu ketimbang dirinya juga dianggap membahayakan penerbangan.

Merasa tak bersalah, pramugara membela diri dengan mengeluarkan beberapa argumen. Di sinilah perkelahian antar dua petugas di pesawat yang tengah mengudara bermula. Mendengar pembelaan dari pramugara, pilot naik pitam dan langsung memukulnya. Baku hantam pun terjadi.

Disebutkan, perkelahian itu menjalar hingga ke toilet. Lantas, siapa pemenangnya? Tentu tidak ada atau kata pepatah menang jadi arang kalah jadi abu. Keduanya mengalami luka-luka. Pramugara dilaporkan mengalami patah tangan dan pilot kehilangan sejumlah gigi.

Dalam sebuah pernyataan, maskapai menyebut keduanya telah diskors sampai proses penyelidikan internal selesai. Nantinya, bilapun keduanya diizinkan kembali bekerja, mereka tidak akan ditugaskan dalam penerbangan yang sama.

“Perusahaan sangat mementingkan argumen di antara kru pesawat selama penerbangan dan melakukan verifikasi internal yang ketat. Staf yang terlibat baku hantam telah ditangguhkan (dari) pekerjaan mereka untuk memastikan keselamatan penerbangan,” kata maskapai dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Mabuk dan Ngamuk Gegara Diputusin Pacar, Wanita ini Pukul Jendela Pesawat Sampai Retak

“Ketika karyawan akhirnya kembali bekerja, mereka tidak akan diizinkan untuk beroperasi pada penerbangan yang sama satu sama lain,” lanjutnya.

Selain terjadi di Cina, aksi barbar pilot juga pernah terjadi di Amerika Serikat (AS). Pada April 2017 lalu, seorang pilot maskapai Delta Airlines dilaporkan telah memukul seorang penumpang wanita yang sedang berkelahi dengan penumpang lainnya. Akibat perlakuannya itu, ia diberikan sanksi berupa skorsing selama seminggu.

Mungkinkah Seluruh Penerbangan di Masa Mendatang Gunakan Pesawat Listrik?

Pesawat listrik sejak tahun 1970 sebetulnya sudah dikembangkan oleh banyak pabrikan di dunia. Namun demikian, lagi-lagi, ada konsekuensi besar yang harus dibayar. Bila menggunakan pesawat listrik, beban dan durasi penerbangan harus lebih kecil dari pesawat berbahan bakar cair atau fosil.

Baca juga: Lima Alternatif Pengganti Bahan Bakar Fosil Pesawat di Masa Depan, Nomor Dua Aneh!

Paul McElroy, pimpinan tim komunikasi untuk Boeing 777 ecoDemonstrator, pernah mengatakan, dengan menggunakan bahan bakar pesawat berkelanjutan (SAF) niscaya dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca bersih hingga 80 persen. Berbeda dengan bahan bakar fosil yang melepaskan karbon serta meningkatkan jumlah CO2 di atmosfer.

Saat ini, perjalanan udara disinyalir menyumbang antara 2-3 persen dari emisi karbon dunia, tetapi persentase untuk itu setara dengan 4,5 miliar perjalanan penumpang, pergerakan 64 juta metrik ton kargo dan sepertiga dari perdagangan global dunia. Di samping itu, penerbangan juga menopang 65 juta pekerjaan. Namun, analisis penerbangan memperkirakan bahwa lalu lintas penumpang akan naik 3,5 persen per tahun hingga 2037. Bila itu terjadi, tentu persentase sumbangan emisi karbon dunia dari perjalanan udara akan semakin meningkat.

Dari sekian banyak pabrikan pesawat, Airbus adalah raksasa dirgantara pertama yang menerapkan SAF pada pengiriman pesawat ke para pelanggannya. Hal itu adalah bagian dari komitmen Airbus dalam program Initiative Towards sustAinable Kerosene for Aviation (ITAKA) yang bertujuan untuk mempercepat komersialisasi SAF di Eropa.

Airbus mengaplikasikan SAF tersebut dengan mengangkut komponen rakitan besar, seperti bagian sayap dan badan pesawat, menggunakan Super-Transporter Beluga. Pesawat tersebut sudah menggunakan bahan bakar pesawat berkelanjutan, berasal dari minyak goreng daur ulang. Diharapkan hal ini akan mengurangi emisi CO2 sekitar 120 metrik ton per bulan dari proses penyatuan perakitan, kira-kira setara dengan yang dikeluarkan sekitar 130 mobil.

Dikutip dari sandiegouniontribune.com, sebetulnya, di beberapa negara (bukan hanya pabrikan) sudah mulai menerapkan kebijakan mendorong penggunaan energi hijau (ramah lingkungan) pada pesawat. Ambil contoh Norwegia. Negara yang terletak di Semenanjung Skandinavia bagian ujung barat yang berbatasan dengan Swedia, Finlandia, dan Rusia tersebut sudah mulai melakukan kajian-kajian untuk mewujudkan pesawat listrik menguasai udara di masa mendatang. Salah satunya melalui Norway Research Association.

Norway Research Association ditugaskan oleh pemerintah Norwegia, bekerjasama dengan beberapa negara lain, untuk mempelajari teknologi baterai yang pas dan mencari tahu persepsi publik terkait pesawat listrik, dengan nilai investasi US$1,65 juta atau Rp25,3 miliar (kurs 15,370). Meskipun belum menemukan hasil yang memuaskan, namun pemerintah sudah berikrar akan membuat seluruh penerbangan jarak pendek dalam negeri di Norwegia wajib menggunakan pesawat listrik pada 2040.

Sejalan dengan pemerintah, penduduk Norwegia yang berjumlah sekitar 5,4 juta orang juga sudah menyadari betapa pentingnya penggunaan energi terbarukan di dunia penerbangan. Tak hanya itu, mereka juga mulai mengkampanyekan “flight shaming”, guna membuat orang-orang di sekeliling mereka yang masih bepergian menggunakan pesawat agar merasa malu karena telah menyumbang percepatan pemanasan global dan mendorongnya untuk beralih ke moda transportasi lain, terutama kereta.

Seorang peneliti energi dan transportasi di University College London, Andreas Schafer, mengatakan, untuk mewujudkan penggunaan pesawat listrik di masa mendatang butuh investasi yang tak sedikit. Misalnya, untuk biaya pengembangan baterai saja, setidaknya butuh sekitar US$23 miliar atau Rp353 triliun. Prinsipnya, bagaimana caranya membuat baterai dengan ukuran kecil atau paling tidak seperti ukuran baterai yang ada saat ini (baterai pesawat) namun dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Tak hanya itu, pengembangan baterai juga mencakup durasi pengisian daya yang harus jauh lebih cepat dari yang sudah ada.

Itu baru baterainya saja. Untuk mengembangkan pesawat listrik yang sepenuhnya baru, seperti desain canggih, kemampuan jarak pendek, dan ruang yang sempit, setidaknya juga membutuhkan investasi sekitar US$23 miliar. Tentu saja angka tersebut belum termasuk dana tambahan ketika terdapat kendala di sana sini.

Baca juga: Inilah Enam Teknologi Terdepan untuk Tingkatkan Efisiensi Bahan Bakar Pesawat

Selanjutnya, balik lagi pada poin awal, bila menggunakan pesawat listrik, beban dan durasi penerbangan harus lebih kecil dibanding pesawat berbahan bakar cair atau fosil. Padahal, di saaat yag bersamaan, tren penerbangan dunia, setiap tahunnya terus mengalami lonjakan. Artinya, saat proses transisi terjadi, akan ada ‘kekacauan’ besar. Di satu sisi pesawat tak sanggup terbang jauh dan terdapat kekurangan di sana sini, di sisi lain, kebutuhan penumpang terhadap pesawat semakin dinamis. Tentu bisa dibayangkan apa yang terjadi.

Pada akhirnya, untuk mewujudkan mobil listrik lebih banyak dari pada mobil berbahan fosil saja sejauh ini prosesnya masih jauh dari kenyataan. Apalagi pesawat, yang mekanismenya jauh lebih rumit ketimbang mengoperasikan mobil listrik di darat.

Huawei AppGalery Sertakan Aplikasi Transportasi Populer di Timur Tengah dan Afrika

Belum lama ini sebagai bagian dari strateginya, platform Huawei AppGallery menyertakan aplikasi transportasi online populer yang tersedia di Timur Tengah dan Afrika seperti AbuDhabi Taxi dan Dubai Taxi Corporation (DTC), Bolt, Karwa, SWVL dan Jeeny. Jika pengguna menggunduh aplikasi transportasi sesuai permintaan dari Huawei AppGallery maka dapat menggunakan cara yang sederhana terjangkau, dan lebih cepat untuk mencapai tujuan mana pun di dalam kota mereka.

Baca juga: Gandeng Huawei, Saudi Railway Company Siap Hadirkan Jaringan Kereta Api Pintar

Sebagian besar aplikasi pemesanan kendaraan ini terintegrasi dalam ekosistem inti Huawei Mobile Services (HMS). Di mana dalam aplikasi tersebut juga disediakan Maps, lokasi akurat saat memesan kendaraan dan pelacakan lokasi. Dilansir KabarPenumpang.com dari albawaba.com (7/3/2021), berikut ini daftar detail semua terkait aplikasi ride hailing yang trend dan bisa di unduh dari Huawei AppGallery.

a. AbuDhabi Taxi
Ini adalah aplikasi yang ramah pengguna dan menawarkan kemudahan pemesanan taksi di Emirates dari Abu Dhabi (UEA) dari lokasi Anda saat ini, ditentukan oleh GPS telepon. Anda bisa mendapatkan taksi dalam waktu kurang dari 10 menit.

b. Bolt
Bolt (sebelumnya Taxify) adalah aplikasi mobilitas untuk meminta layanan transportasi dan pengiriman makanan yang cepat dan terjangkau. Cukup ketuk tombol untuk memesan tumpangan, dijemput oleh pengemudi terdekat, dan nikmati tumpangan hemat ke tujuan Anda. Bolt tersedia di lebih dari 40 negara dan lebih dari 200 kota di Eropa, Afrika, Asia Barat, dan Amerika Latin. Misinya adalah menghadirkan transportasi yang cepat dan mudah diakses bagi jutaan orang di seluruh dunia sambil membantu ribuan pengemudi menghidupi keluarga mereka.

c. Perusahaan Taksi Dubai (DTC)
Ini adalah inisiatif dari Dubai Taxi Corporation. Dirancang untuk digunakan di Dubai, menyediakan layanan transportasi cepat dan andal bagi penduduk dan pengunjung di Dubai, UEA dari Dubai Taxi Corporation. DTC memberikan semua jenis layanan, sarana kenyamanan, dan layanan pelanggan yang memenuhi standar kualitas transportasi tingkat tertinggi. Semua ini disediakan melalui staf yang berdedikasi yang mencari kepuasan publik dalam memperkenalkan layanan baru dan terbaik yang berkontribusi pada tingkat peningkatan industri transportasi dan mencerminkan citra sipilnya.

d. Karwa
Taksi Karwa adalah operator Taksi eksklusif di Negara Bagian Qatar. Taksi dan Limusin Karwa nyaman, bersih, dan aman, dan layanan yang diberikan difokuskan pada pengalaman pelanggan yang optimal. Unduh Aplikasi Taksi Karwa dan dapatkan layanan taksi dan limusin terbaik dari Karwa Cab terdekat yang tersedia dalam waktu singkat.

e. SWVL
SWVL adalah perusahaan rintisan yang tumbuh paling cepat di Wilayah MENAP dan Afrika, yang berspesialisasi dalam layanan pemesanan bus dan transportasi massal. Dengan mengunduh aplikasi SWVL, Anda akan mendapatkan akses ke ribuan perjalanan bus berkualitas tinggi dan terjangkau di Mesir, Kenya, dan Pakistan. Unduh SWVL untuk mendapatkan perjalanan bus yang nyaman dan murah di Kairo, Alexandria, Nairobi, Karachi, Lahore, dan Islamabad.

Baca juga: Integrasikan Big Data dan Cloud, Huawei Rilis 5G LTE-R untuk Sistem Komunikasi Kereta

f. Jeeny
Jeeny adalah aplikasi mobile berbasis Timur Tengah yang memudahkan kebutuhan transportasi sehari-hari, dengan harga paling terjangkau di Arab Saudi & Yordania. Meskipun dianggap sebagai pilihan paling ekonomis untuk memesan tumpangan di dalam kota, Jeeny menawarkan rangkaian layanan yang disediakan dengan standar internasional sekaligus meningkatkan pendapatan yang lebih tinggi untuk armada pengemudinya.