Baca Tanda Vital Melalui Biometrik di Kursi, Penumpang PAV Candillac Dimanjakan Selama Perjalanan

Candillac Halo belum lama ini mengungkapkan portofolio kendaraan masa depan mereka dalam pameran teknologi CES (Consumer Electronic Show) 2021 virtual. Dalam portofolio tersebut Candillac menjabarkan tentang konsep elektrik self-driving GM.

Baca juga: The Party Bus KL hadirkan Layanan Pesta di Dalam Bus dengan Tamu Hanya 12 Orang

Dalam pameran CES 2021 Virtual itu Candillac memperkenalkan PAV yang merupakan kendaraan otonom pribadi dan dimaksudkan untuk menyediakan ruang sosial bagi teman, keluarga atau berkumpul dalam perjalanan menuju tempat pesta. Kendaraan ini semacam limo tanpa ada orang di belakang kemudi.

KabarPenumpang.com melansir laman caranddriver.com (12/1/2021), kendaraan otonom ini ketika penumpang naik akan membaca tanda vital melalui sensor biometrik di kursi yang berfungsi untuk mengatur panas, kelembaban, aromaterapi dan pencahayaan yang diperlukan. Penumpang juga dapat menggunakan kontrol suara dan gerakan tangan untuk menikmati pengalaman di dalam PAV tersebut.

Salah satunya adalah untuk mengontrol kamera yang berada di dalam PAV agar mengambil foto semua orang yang ada. Kendaraan ini cukup unik, di mana tidak dilengkapi jendela di bagian sisinya.

Tetapi ada layar yang disematkan di area tempat duduk yang menampilkan rute perjalanan. Sedangkan layar dibagian depan dapat dibuka untuk menyabut penumpang serta membagikan detail tentang biometrik masing-masing penumpang dan berapa lama hingga pesta mencapai tujuannya.

Kendaraan ini juga dilengkapai dengan atap kaca besar yang memperlihatkan dunia di atasnya. Selain party bus, Candillac juga menghadirkan konsep drone terbang untuk penumpang tunggal. Konsep EVTOL ini dimaksudkan untuk waktu yang sangat penting.

“Kami sedang mempersiapkan dunia di mana kemajuan teknologi listrik dan otonom memungkinkan perjalanan udara pribadi,” kata Michael Simcoe, wakil presiden GM desain global.

Kendaraan listrik tersebut memiliki baterai berkapasitas 90.0-kWh. Motor EV-nya menggerakkan delapan rotor yang dapat menggerakkan drone dengan kecepatan hingga 90 mph. Cadillac bahkan memiliki apa yang disebutnya sebagai “desain dua tempat duduk mewah” untuk drone masa depan, yang tampaknya agar pasangan dapat menghabiskan waktu di udara tanpa tekanan.

Baca juga: Tiket Penerbangan eVTOL Penumpang Pertama Volocopter di Singapura Ludes Terjual dalam Sekejap

Sementara konsep EVTOL lebih pie-in-the-sky daripada produk yang sebenarnya, konsep pod mewah bisa menjadi limo masa depan. Sayangnya jadwal peluncuran untuk kedua produk tersebut belum dipastikan dengan jelas.

Setelah 100 Tahun Lebih, Ilmuan Sedunia Masih Bingung Jelaskan Mengapa Pesawat Bisa Terbang

Jika kita mengetik di sebuah mesin pencari, “Mengapa pesawat bisa terbang?” atau mengetiknya dalam berbagai bahasa, umumnya ada begitu banyak penjelasan terkait hal itu. Padahal, fakta yang ada, ilmuan sampai saat ini masih kesulitan -jika tak ingin dibilang bingung- dalam menjelaskan pertanyaan tersebut. Termasuk pertanyaan yang serupa tapi tak sama, “Mengapa pesawat bisa tetap berada di udara?”

Baca juga: Inilah Alasan, Mengapa Tetap ada Asbak di Pesawat, Meski Merokok Dilarang dalam Penerbangan

Dilansir scientificamerican.com, memperingati 100 tahun penerbangan bersejarah Wright bersaudara pada Desember 2003 lalu, New York Times mengulas tulisan simpel tapi mengena, berjudul, “Staying Aloft: What Does Keep Them Up There?” kurang lebih pertanyaan yang sama dengan pertanyaan di awal tulisan.

Menjawab pertanyaan NYT, John D. Anderson, kurator aerodinamika di National Air and Space Museum sekaligus penulis beberapa buku tentang penerbangan coba buka suara. Ia mengakui bahwa sampai saat itu, tidak ada kesepakatan antar para ilmuan tentang sebab munculnya gaya aerodinamis atau yang kita kenal sebagai gaya angkat. “Tidak ada jawaban sederhana untuk ini,” jelasnya.

Begitu juga dengan Albert Einstein, fisikawan kenamaan dunia, yang juga tak menemukan jawaban sederhana atas pertanyaan itu, tak lama setelah Wright bersaudara mengukir sejarah. “Ada banyak ketidakjelasan seputar pertanyaan-pertanyaan ini (mengapa pesawat bisa terbang)” katanya. “Memang, saya harus mengakui bahwa saya tidak pernah menemukan jawaban sederhana untuk mereka bahkan dalam literatur spesifik,” tambahnya.

Belasan tahun setelah tulisan itu dimuat, pakar penerbangan, ilmuan, peneliti, dan ahli matematika tingkat dewa serta fisikawan dari seluruh dunia masih belum menemukan jawaban dan lebih penting dari itu, kesepakatan tentang mengapa pesawat bisa terbang dan tetap berada di udara.

Secara umum, ada dua tipe teori terkait hal itu, teknis dan non teknis. Teori teknis, tentu sebagaimana yang kita dengar selama ini, dimana pesawat bisa terbang berkat daya angkat yang bisa membuatnya meninggalkan daratan. Sebagian besar, daya angkat pesawat dihasilkan melalui sayap. Adapun besarnya daya angkat pada pesawat tergantung pada beberapa faktor, yakni ukuran, bentuk, dan kecepatan pesawat terbang.

Fenomena daya angkat pesawat ini pertama kali dijelaskan oleh Daniel Bernoulli, seorang ahli matematika dan ilmuwan Swiss abad ke-18 yang mempelajari pergerakan fluida. Bernoulli menemukan bahwa semakin cepat gas bergerak, semakin rendah pula tekanan yang diberikan. Yang mana tekanan terhadap tepi atas sayap lebuh rendah dibanding tekanan di tepi bawah sayap, sehingga bisa menyebabkan pesawat menggantung di angkasa.

Tak hanya daya dorong dan daya angkat, pesawat bisa terbang karena ada gaya hambat udara yang arahnya berlawanan dengan gaya dorong. Dengan kata lain, semakin cepat pesawat bergerak, semakin besar gaya hambat udara.

Selain teori atau pendekatan teknis, pendekatan non teknis dalam menjelaskan fenomena pesawat -termasuk burung- bisa terbang juga harus dilibatkan, agar memberikan pemahaman intuitif kenapa itu terjadi.

Baca juga: Mengapa Kokpit Disebut Kokpit? Inilah Jawaban dari 3 Teori Termasyhur

Seorang ahli aerodinamika, Doug McLean, coba mengurai pertanyaan itu, sekalipun dinilai belum bisa menjelaskan pertanyaan mengapa pesawat bisa terbang.

Menurut insinyur di Boeing Commercial ini, “Saat gaya angkat dihasilkan, awan difus bertekanan rendah selalu terbentuk di atas airfoil (sayap pesawat), dan awan difus bertekanan tinggi biasanya terbentuk di bawah. Dimana awan ini menyentuh airfoil, itu merupakan perbedaan tekanan yang memberikan gaya angkat pada airfoil,” tulisnya dalam sebuah tulisa berjudul “A Basic Explanation of Lift on an Airfoil, Accessible to a Nontechnical Audience.”

KRL Yogyakarta ke Solo Berhenti di Sebelas Stasiun

Kehadiran kereta rel listrik atau KRL di Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta merupakan salah satu tantangan yang baru bagi PT KCI (Kereta Commuter Indonesia). Pasalnya KCI juga harus bisa membangun hub baru bagi para komuter di Yogyakarta dan Solo.

Baca juga: PT KCI Siap Luncurkan KRL Yogyakarta-Solo Pada 14 Februari 2021

Di Jabodetabek sendiri KRL menjadi pilihan utama para penumpang baik itu pekerja, pelajar ataupun masyarakat umum lainnya. Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan, sebelum pandemi hingga Maret 2020, penumpang KRL di Jabodetabek mencapai 1,1 juta penumpang dan kini di masa pandemi angkanya berkisar di 400 ribu hingga 500 ribu penumpang.

Sebelum mengoperasikan KRL di Daop 6, Didiek mengatakan, bahwa KCI pada 1 Oktober 2020 sudah mulai mengoperasikan kereta api penumpang di lintas Merak menuju Rangkasbitung menggunakan KA Lokal dan KA Prambanan Ekspres di Daop 6. Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti mengatakan dalam mengoperasikan KRL Yogyakarta akan ada sebelas stasiun KRL.

Dia menyebutkan ini lebih banyak empat stasiun dari perhentian KA Prameks yang hanya ada tujuh stasiun. Wiwik menyebutkan adapun KRL Yogyakarta – Solo akan berhenti di Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari dan Solo Balapan.

“PT KAI membuka kembali sejumlah stasiun ini yang mana sebelumnya tidak melayani penumpang untuk diharapkan mendorong perekonomian di wilayah stasiun yang tengah berupaya pulkih dari pandemi,“ ujar Wiwik dalam Webinar bersama PT KCI, Selasa (19/1/2021).

Dia mengatakan, untuk sistem pembayaran akan sama dengan KRL di Jabodetabek yakni menggunakan KMT atau Kartu Multi Trip. Selain itu penumpang juga bisa menggunakan Commuterpay, uang elektronik dari bank lainnya dan juga nantinya dapat melakukan pembayaran menggunakan QR Code.

“Untuk itu pastikan KMT atau uang elektronik lainnya memiliki saldo yang cukup dan siap digunakan setelah diaktivasi pada mesin pembaca saldo yang tersedia di stasiun KRL,“ jelas Wiwik.

Wiwik menyebutkan untuk tarif untuk KRL dari Yogyakarta menuju ke Stasiun Solo Balapan sekitar Rp8 ribu sama dengan tiket Prameks. Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menambahkan kehadiran KRL Yogyakarta – Solo bisa menjadi inspirasi untuk membangun hal serupa yakni kereta perkotaan di wilayah lainnya seperti Surabaya, Bandung maupun Semarang.

Baca juga: Masih Sempurnakan Kelengkapan, Soft Launching KRL di Daop 6 Yogyakarta Diundur

Selain itu juga layanan ini bisa terintegrasi dengan Bus TransYogya dan Bus Batik Solo Trans. Djoko menambahkan, setiap stasiun kereta api di mana KRL berhenti juga patut disediakan parkir sepeda dan penumpang diperbolehkan membawa sepeda di dalam kereta.

PT KCI Siap Luncurkan KRL Yogyakarta-Solo Pada 14 Februari 2021

Kereta Rel Listrik atau KRL akan sasar Yogyakarta dan Solo dalam waktu dekat ini. Hal ini terlihat dari uji coba yang dilakukan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) di jalur kereta relasi Yogyakarta dan Solo tepatnya di Daerh Operasi atau Daop 6 Yogyakarta.

Baca juga: Masih Sempurnakan Kelengkapan, Soft Launching KRL di Daop 6 Yogyakarta Diundur

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Pehubungan Zulfikri mengatakan, adanya KRL di Daop 6 Yogyakarta karena wilayah ini sudah membutuhakn transportasi massal. Di mana dia mengatakan, bila berbicara perihal potensi wilayah, potensi penduduk, Yogyakarta berkembang cukup pesat.

“Karena berkembang cukup pesat hampir sepuluh juta penduduk, sehingga ini memang sudah mutlak angkutan massal hadir untuk pekerja, pelajar, pelancong yang akan pergi ke destinasi. Kalau alasan teknisnya, karena ada trek ganda,“ ujal Zulfikri dalam webinar bersama PT KCI, Selasa (19/1/2021).

Dia mengatakan, trek ganda ini bisa dimanfaatkan untuk angkutan penumpang dan nantinya jika sudah seperti Jakarta, kemungkinan pembangunan double trek jalur ganda juga bisa dilakukan. Namun apakah sudah bisa beroperasi dengan lancar saat ini KRL di Yogyakarta menuju Solo tersebut?

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Putu Sumarjaya mengatakan, saat ini KRL sudah siap dioperasikan. Ini karena konstruksi pengoperasian elektrifikasi segmen Yogyakarta menuju Klaten dan pembangunan segmen Klaten ke Solo Balapan sudah rampung.

“Kita telah uji coba KRL secara bertahap yang pertama dari Stasiun Yogyakarta ke Klaten, kemudian dari Klaten menuju Purwosari. Terakhir Stasiun Purwosari sampai ke Solo Balapan,“ ujar Putu.

Pihaknya juga melakukan uji KRL dengan stakeholder yang rencanya dilakukan pada 20 hingga 31 Januari 2021 dan masyarakat umum 1 hingga 9 Februari. Dia menyebutkan setelahnya baru akan uji dengan penumpang terbatas dan launcing.

Baca juga: Jelang Elektrifikasi Jalur Kereta Yogyakarta-Solo, PT KCI Kelola Pengoperasian KA Prameks

“Kita akan uji coba terbatas dan komersial selama sepuluh hari. Rencananya peresmian KRL Yogyakarta menuju Solo ini pada 14 Februari 2021,“ ujar Putu.

Kotak Pengiriman Bisa Atur Suhu Makanan dan Diletakkan di Sepeda Motor Listrik Ösa

Adanya langkah yang dirancang untuk membatasi penyebaran virus corona, banyak restoran yang tidak lagi membuka sepenuhnya untuk makan di tempat. Tetapi mereka kemudian mengambil langkah baru yakni ke pengiriman makanan atau yang dibawa pulang.

Baca juga: Optimus Ride, Kendaraan Self-Driving untuk Pengiriman Makanan dan Barang

Karena hal ini, Cake dan Dometic kemudian membuat sesuatu untuk meningkatkan pengalaman pengiriman makanan. Di mana keduanya bekerja sama untuk mengembangkan kotak pengiriman makanan yang dikontrol suhu dan bisa diletakkan di sepeda motor listrik model Ösa.

Bagian dalam kotak pengiriman makanan dengan pengaturan suhu (newatlas.com)

KabarPenumpang.com melansir laman newatlas.com (8/1/2021), kotak pengirimanan makanan dari Dometic ini juga telah dikembangkan dengan layanan pengiriman jarak jauh Favo dan restoran Bar Agrikultural di Stockholm yang ditujukan untuk menjaga kualitas makanan yang disiapkan. Selain itu kotak pengiriman makanan tersebut juga memastikan konsistensi suhu di dalamnya dan mengendalikan lingkungan makanan.

Sehingga bisa dikatakan bahwa ini telah dirancang khusus untuk digunakan dengan model Ösa yang pertama kali diumumkan pada akhir 2019, dan dipasang di bagian belakang pengendara. Ini didukung oleh baterai yang sama yang menjalankan motor utilitas listrik, dengan Cake memperhitungkan bahwa penyiapan dapat mengatur hingga empat jam pengiriman makanan yang dipanaskan atau didinginkan per pengisian daya.

Selain itu juga, Cake menjaga baterai cadangan tetap terisi menawarkan potensi untuk layanan pengiriman sepanjang hari. Kotak ini memiliki kompartemen terpisah dan zona suhu khusus yang mengguncang elemen pemanas dan pendingin. Sehingga operator akan dapat memantau suhu makanan melalui aplikasi seluler dan memeriksa bahwa makanan belum diubah selama pengangkutan.

Ada pula teknologi ionisasi terintegrasi membantu memastikan bahwa bau menyengat tidak terbawa dari pengiriman lama ke pengiriman baru.

“Restoran dan konsumen di seluruh dunia menuntut kualitas dan solusi inovatif di pasar pengiriman makanan yang semakin meningkat,” kata Peter Kjellberg dari Dometic.

Dia mengatakan, coba bayangkan jika makanan bisa diantarkan ke rumah dengan cara yang mereka dapatkan di meja Anda dalam kualitas restoran? Alih-alih makanan dingin, itu akan seperti Anda duduk di restoran sendiri menikmati makanan seperti yang diinginkan koki.

Untuk memuaskan restoran, perusahaan pengiriman dan konsumen, Dometic telah memulai dengan keahliannya dalam solusi sensitif suhu. Bersama dengan Cake, Dometic memiliki keahlian untuk memberikan solusi lengkap yang menjawab kebutuhan pengguna ini.

Baca juga: Tanggapi Respon Pandemi, Pemerintah Jepang Izinkan Operator Taksi Antar Pesanan Makanan

Pre-order untuk kotak pengiriman baru akan dimulai pada bulan April, ketika lebih banyak spesifikasi akan diumumkan, menjelang rilis produk yang dijadwalkan pada bulan September. Sampai saat ini belum ada harga untuk kotak pengiriman makanan tersebut.

“Granville Disaster” Jadi Bancana Kereta Api Terburuk dalam Sejarah Australia

Kecelakaan kereta di Granville, Sydney, negara bagian New South Wales, Australia, 44 tahun silam menewaskan sebanyak 83 orang, 213 orang luka-luka dan 1300 lainnya terpengaruh. Bahkan ada korban ke 84 yakni seorang bayi yang belum lahir dan baru ditambahkan ke dalam daftar korban kecelakaan ini pada 2017 kemarin.

Baca juga: Hari ini 31 Tahun Lalu, Terjadi Kecelakaan Kereta Terbesar di India, Tewaskan 140 Orang!

Insiden yang terjadi pada 18 Januari 1977 ini disebut dengan bencana kereta terburuk dalam sejarah Australia. Di mana delapan gerbong penumpang yang ditarik oleh lokomotif listrik 46 kelas 4620 mulai perjalanan dari Mounth Victoria di Blue Mountains menuju ke Sydney tergelincir.

Tepatnya pukul 08.10, lokomotif tergelincir dan menabrak salah satu pilar baja dan beton yang menopang jembatan yang membawa Bold Street melintasi jalur rel ketika mendekati Stasiun Granville. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, meski lokomotif tergelincir, namun dua gerbong dibelakangnya masih bisa melewati jembatan.
Sedangkan gerbong tiga dan empat terhenti dibawah jembatan yang mulai melemah.

Dalam hitungan detik semua penyangga hancur, jembatan dan beberapa mobil diatasnya menabrak gerbong dan menghancurkan mereka serta penumpang di dalamnya. Di gerbong ketiga dan keempat inilah banyak korban tewas saat jembatan runtuh menimpa mereka. Hal ini membuat tim penyelamat kesulitan karena beban jembatan masih menghancurkan gerbong.

Bukan hanya hancurnya jembatan sebagai bahaya tergelincirnya kereta ini, tapi silinder LPG yang berada di atas kereta bocor. Meski begitu masinis, asisten awak kereta dan pengendara yang mengemudi di jembatan yang runtuh selamat.

Untuk diketahui, operasi penyelamatan berlangsung dari pukul 08.12 pada hari Selasa hingga 06.00 pagi hari Kamis atau dua hari setelah insiden. Setelah insiden ini jembatan dibangun kembali sebagai satu bentangan tanpa adanya tiang penyangga dan selama 39 tahun setelahnya para korban selamat tidak banyak bicara sampai Granville Train Disaster Association Inc dibentuk.

Baca juga: Tragedi Bintaro I – Jadi Kecelakaan Kereta Terburuk dan Paling Tragis di Indonesia

Asosiasi tersebut mewakili emosi korban yang terdampak. Selain itu dibangun pula tembok peringatan untuk upacara mengenang Granville Disaster. Sedangkan pada 2017 sebuah plakat pun dipasang di jembatan untuk menandai upaya pekerja kereta api yang membantu menyelamatkan Orban selamat dari insiden itu.

Singapore Airlines Bakal Jadi Maskapai Pertama yang Seluruh Awaknya Divaksin Covid-19

Singapura yang dikenal sebagai hub transportasi udara terbesar di Asia, antusias dengan program vaksinasi Covid-19. Di mana pemerintah mulai melakukan latihan secara besar-besaran untuk memvaksinasi 37 ribu pekerja garis depan penerbangan dan maritim.

Baca juga: Diskriminasi Kebijakan Antara Pramugari Singapore Airlines dan Maskapai Asing, Menteri Transportasi Singapura ‘Diserang’

Pemerintah Singapura juga berharap semua pekerja dari dua sektor penting ini divaksinasi dalam dua bulan. Ternyata antusias pemerintah disambut baik oleh Singapore Airlines yang ingin menjadi maskapai penerbangan internasional pertama di dunia yang semua awak penerbangan dan pekerja daratnya divaksinasi.

Menteri Transportasi Ong Ye Kung mengatakan, sejauh ini sudah ada 13 ribu pekerja yang telah mendaftar untuk menerima dosis pertama vaksin Covid-19. Dilansir KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (18/1/2021), Ong mengatakan bahwa para pekerja penerbangan garis depan divaksinasi adalah langkah signifikan untuk menghidupkan kembali Singapura sebagai hub udara internasional utama setelah kehancuran yang ditimbulkan karena pandemi global.

Dia bahkan menyebutkan bahwa Singapore Airlines bisa menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang memvaksin semua pekerja.

“Jika sejumlah besar pekerja di dua sektor mendapat vaksinasi, maka siapa pun yang datang akan tahu bahwa semua aman dan orang-orang kami kompak dan bekerja sebagai tim. Ini adalah keuntungan besar dalam hal nama merek kami,” kata Ong.

Ong menambahkan, bahwa pemerintah Singapura telah menyisihkan dosis vaksin yang cukup untuk mengurus kelompok pekerja utama negara itu dan mendesak pekerja garis depan untuk melangkah maju.

“Bila ada pekerja yang enggan untuk divaksin, akan ada beberapa pertimbangan personel. Tetapi dia mengharapkan sebagian besar untuk mendapatkan vaksinasi,” ujarnya.

Ong juga mengatakan, vaksin akan diberikan kepada mereka yang mau terlebih dahulu sebab hingga saat ini kebijakan nasional tetap tidak mewajibkan bahkan pada basis sektoral. Otoritas Sipil Penerbangan Singapura (CAAS) mengeluarkan sebuah pernyataan yakni menunjukkan bahwa pusat tes Terminal 4 saat ini bisa memvaksinasi 2000 orang per hari.

Untuk diketahui, prioritas akan diberikan kepada sekitar 20 ribu pekerja penerbangan garis depan termasuk awak kabin, pemeriksa keamanan, penanganan bagasi dan pembersih serta semua petugas yang melakukan kontak dengan penumpang dari negara berisiko tinggi. Sedangkan untuk pekerja maritim, Raffles City Convention Center memberikan seribu suntikan vaksin per hari.

Baca juga: Pertama Kalinya, Singapore Airlines Buka Fasilitas Pelatihan untuk Umum! Satu Jam Tiket Ludes Terjual

Ong menambahkan rencana pemerintah Singapura adalah setidaknya memiliki delapan pusat vaksinasi yang beroperasi pada akhir Februari. Ini agar semua warga negara dan penduduk tetap divaksinasi pada kuartal ketiga tahun 2021.

Gegara Covid-19, Boeing 707 Jhon Travolta Batal Disumbangkan ke Museum

Covid-19 memang telah membuat industri penerbangan loyo. Selain itu virus yang diduga berasal dari Wuhan, Cina, ini juga telah menggagalkan agenda penting berbagai insan di seluruh dunia, tak terkecuali Jhon Travolta.

Baca juga: Throwback, Boeing 707 Pan Am 812 Jatuh di Bali, Tim SAR Butuh 3 Hari Menjangkau Lokasi

Bintang Hollywood John Travolta yang dikenal berkat kemahiran aktingnya di film Grease dam Pulp Fiction ini dikabarkan batal menyumbangkan pesawat kesayangannya, Boeing 707 bertuliskan ‘Jett Clipper Ella’ ke Museum Australia’s Historical Aircraft Restoration Society (HARS) di Albion Park, New South Wales, Australia.

Bukan karena ia berubah pikiran dan ingin terus bersama pesawat itu, melainkan karena sejumlah kendala, di antaranya akibat pandemi virus Corona yang membuat negara-negara di dunia lockdown. Lantas, bila pesawat belum juga dikirim ke museum, dimana pesawat itu berada saat ini?

Dilansir Simple Flying, sebelum menjawab itu, diketahui John Travolta memiliki empat pesawat untuk mendukung aktivitasnya, mulai dari jet pribadi Gulfstream sampai Boeing 707. Pesawat tua ini (Boeing 707) ia beli pada tahun Mei 1998 dan diregistrasi ulang menjadi N707JT, sebuah registrasi khusus untuk aktor yang juga seorang penyanyi ini.

Pesawat yang pertama kali beroperasi pada tahun 1964 kemudian menjadi teman setia dalam perjalanan karir kebintangannya sebagai penyanyi, penari, sekaligus aktor ternama.

Namun, entah apa yang terjadi, Jhon Travolta mengumumkan pada tahun 2017 lalu bahwa ia akan menyumbangkan pesawat kesayangannya itu ke HARS. Sebagai penerbangan perpisahan, pria yang juga sebagai seorang pilot ini berniat untuk menerbangkan sendiri pesawatnya itu sampai ke museum. Namun, karena alasan lisensi atau sertifikasi, hal itu tak bisa dilakukan. Pengiriman pun tertunda.

Pada 4 November dua tahun lalu, Jhon Travolta pun memutuskan mengunjungi museum pesawat regional di Albion Park, New South Wales tempat dimana ia akan menyumbangkan pesawat Boeing 707 miliknya.

Maksud kedatangannya saat itu yakni untuk memeriksa fasilitas yang akan menampung pesawat miliknya dan menerbangkan salah satu pesawat ikonik yang paling terkenal milik museum itu, Lockheed C-121C Super Constellation, atau ‘Connie’ dari Bandara Shellharbour, New South Wales, Australia.

Di bandara tersebut, Travolta juga menjelaskan alasan mengapa dia bersedia menyumbangkan pesawat Boeing 707 miliknya ke HARS. Menurutnya, museum itu dipercaya mampu merawat pesawat dengan baik dan menjaganya tetap bisa terbang. Jadi, bukan hanya akan menjadi pajangan.

Baca juga: Jejak Boeing 707 di Indonesia: Pernah Dioperasikan 4 Maskapai Hingga Jadi Pesawat Kepresidenan

Setelah mengunjungi HARS, Jhon Travolta berniat untuk mengirimkan pesawat Boeing 707, yang pernah dipakai Braniff dan TAG Aviation itu, pada 2020 kemarin. Namun, siapa nyana, virus Corona mewabah ke hampir seluruh dunia. Pada akhirnya, pengiriman pesawat pun kembali tertunda.

Menurut Planelogger, saat ini pesawat yang juga pernah dioperasikan Qantas selama beberapa tahun tersebut masih terlihat di Bandara Brunswick Golden Isles, Georgia (BQK) pada November lalu. Pesawat diduga tetap berada di sana sampai sekarang, untuk menunggu momen pengiriman yang pas di tahun 2021 ini.

Mobil Masuk Rel Kereta Demi TikTok, Pejabat Kereta: Pelaku Pembuat Video Harus Dibawa ke Pengadilan

Sepertinya TikTok saat ini membuat banyak orang melakukan hal-hal yang tidak masuk akal dan nalar. Bahkan mungkin tindakan ekstrem pun akan dilakukan demi dikenal orang dengan mengunggahnya di akun TikTok pengguna.

Baca juga: Bawa Sepeda Besar, Penumpang MRT Singapura Viral di TikTok

Mungkin bila menyanyi, menari, memberikan edukasi atau hal lainnya melalui TikTok tak masalah. Tapi bagaimana bila video yang dibagikan justru bisa merenggut nyawa dan diikuti oleh banyak orang?

Baru-baru ini video TikTok sebuah mobil yang terparkir di tengah-tengah rel kereta viral. KabarPenumpang.com melansir dari laman news.sky.com (16/1/2021), dalam klip pendek tersebut memperlihatkan sebuah mobil yang melintasi rel kereta di Bolton, Greater Manchester, Inggris.

Judul dari video tersebut di TikTok adalah, “Apakah Anda mau mengambil risiko untuk mendapatkan bidikan yang tidak akan dilakukan orang lain?”. Karena adanya video TikTok mobil yang terparkir di tengah rel, membuat pihak kepolisian menyelidikinya.

Mereka meminta informasi setelah video yang diunggah di TikTok menunjukkan sebuah mobil yang diparkir di seberang rel kereta api untuk pemotretan. Direktur jalur North West Network Rail yang juga mengetahui hal tersebut mengutuk perilaku itu sebagai kebodohan belaka pada tingkat yang mengejutkan.

Inspektur Bekcy Warren mengatakan, tidak ada gambar atau video yang berharga untuk mempertaruhkan nyawa Anda.

“Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti prosedur keselamatan di perlintasan sebidang. Perilaku yang ditunjukkan oleh individu dalam video ini sangat berbahaya dan sembrono,” ujar Becky.

Video yang menunjukkan mobil itu melintasi trek di persimpangan jalan The Oaks di Bromley Cross dekat Bolton.

“Bahaya orang ini telah menempatkan diri mereka sendiri dan penumpangnya adalah kebodohan pada tingkat yang mengejutkan,” ujar direktur jalur North West Network Rail Phil James.

Dia menambahkan, masuk tanpa izin di rel kereta api adalah kejahatan karena membahayakan nyawa pengguna kereta api.

“Tidak seorang pun boleh masuk tanpa izin ke rel kereta api apalagi untuk digunakan sebagai latar belakang pemotretan,” jelas James.

Baca juga: Penumpang Masak Steak di Toilet Pesawat dan Unggah Video ke TikTok

“Kehidupan bisa dengan mudah hilang oleh perilaku sembrono ini dan kami akan bekerja sama dengan Polisi Transportasi Inggris untuk memastikan orang yang bertanggung jawab atas video tersebut dibawa ke pengadilan,” tambahnya.

Black Box Pesawat Bisa Hancur! Ini Penyebabnya

Kecelakaan Boeing 737-500 Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 membuktikan bahwa black box atau kotak hitam pesawat bisa hancur, tentu dengan besaran G-Force atau benturan maksimum yang mampu ditahan black box.

Baca juga: Inilah Jawaban Mengapa Black Box Direndam Air Pasca Ditemukan

Usai pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada Sabtu siang (9/1) dilaporkan hilang kontak empat menit setelah lepas landas, tepatnya pada pukul 14.40 WIB di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, black box pesawat tersebut akhirnya berhasil ditemukan.

Hanya saja, dari dua komponen black box, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR), black box yang ditemukan tim SAR pada tanggal 12 Januari lalu ialah black box FDR. Adapun black box CVR, tepatnya casing CVR sudah ditemukan pada 15 Januari kemarin. Tetapi, black box dalam kondisi hancur sehingga memori CVR-nya terlepas dari casing dan belum ditemukan oleh Basarnas sampai saat ini.

Hancurnya black box Sriwijaya Air PK-CLC tentu memberi gambaran seberapa kuat benturan yang terjadi. Sebab, pada pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines (UIA) PS752 yang jatuh ditembak dua rudal Tor M-1 Iran saja black box-nya masih dalam keadaan utuh (sekalipun datanya tak begitu lengkap akibat benturan yang terjadi), lantas bila black box pesawat Sriwijaya Air PK-CLC sampai hancur dan memorinya hilang, tak terbayang bukan seberapa kuatnya benturan?

Yang paling penting dari itu, tentu, insiden hancurnya black box Boeing 737-500 Sriwijaya Air PK-CLC SJ-182 juga membuka mata banyak pihak bahwa black box juga bisa hancur. Pertanyaannya, apa saja penyebab black box bisa hancur saat terjadinya kecelakaan?

Dilansir npr.org, sebelum menjawab pertanyaan itu, perlu diketahui bahwa black box terdiri dari FDR, CVR, Underwater Locator Beacon (ULB). FDR berfungsi merekam data-data teknis pesawat seperti ketinggian, kecepatan, putaran mesin, radar, auto pilot, dan lain-lain selama 25 jam (teknologi terkini bisa sampai 70 jam). Ada 5 sampai 300 parameter data penerbangan yang direkam dalam black box ini.

Sedangkan CVR berfungsi merekam data-data percakapan pilot di dalam kokpit, termasuk percakapan kru pesawat dengan ATC selama 30 menit sampai 2 jam (teknologi baru bisa mencapai 25 jam). Adapun ULB berfungsi sebagai alat pemancar sinyal (ping) di CVR dan FDR selama 90 hari dengan jangkauan sinyal ping mencapai radius 2 kilometer.

Selain ULB, di CVR dan FDR juga memiliki semacam kotak yang menyimpan memori, dimana data-data penerbangan dan percakapan ada di sana. Untuk melindungi memori dari benturan, ia dibungkus lapisan tipis alumunium dan lapisan insulasi, serta dibungkus lapisan baja atau titanium tahan korosi atau karat.

Baca juga: KNKT: Ada 7 Tipe Black Box dengan Parameter Berbeda

Secara umum, black box mampu menahan benturan dengan kecepatan hampir 500 km per jam. Black box menahan panasnya api sampai 1.100 derajat celcius selama 1 jam. Selama 30 hari, black box mampu mengirim sinyal ping yang dapat ditangkap sonar hingga kedalaman 6.000 meter lebih. Itu berarti, di atas batasan-batasan tersebut, black box sangat mungkin hancur atau tidak berfungsi maksimal.

Kendati demikian, dalam berbagai kasus kecelakaan di dunia nyaris belum pernah terjadi dimana black box hancur berkeping hingga tak bisa digunakan satu pun di antara keduanya (FDR dan CVR). Umumnya, jika FDR rusak atau tak ditemukan, CVR tetap bisa ditemukan dan menyediakan data-data yang dibutuhkan. Begitu pun sebaliknya.