Di Tengah Pandemi dan Sepinya Penumpang, PT LRT Jakarta Justru Buka Lowongan

Bagaimana keadaan LRT Jakarta dan penumpangnya di masa pandemi seperti ini? Sepertinya sudah sepi sebelum pandemi, kini penumpannya pun lebih sepi lagi. Meski begitu LRT yang melintas Pegangsaan Dua, Kelapa Gading Menuju ke Velodrome di Rawamangun masih beroperasi hingga hari ini.

Baca juga: Disorot Publik Akibat Sepi Penumpang, LRT Jakarta Justru Cetak Rekor Pengunjung Tertinggi

Bahkan, kini PT LRT Jakarta yang mengoperasikan kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) tersebut membuka lowongan pekerjaan. Dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com, lowongan pekerjaan tersebut didapat berdasarkan informasi dari akun YouTube Informasi DKI Jakarta.

Di mana ada sebanyak dua belas posisi lowongan pekerjaan yakni staf sarana, masinis, operation control center (OCC) Supervisor, business development staff, first aid staff dan traksi daya listrik supervisor. Selain itu juga ada untuk supervisor jalur dan bangunan, junior auditor, creative design, business development manager, manager perawatan saranan dan corporate secretary division head.

Anda berminat melamar salah satu dari dua belas lowongan pekerjaan di PT LRT Jakarta? Berikut syarat dan ketentuan untuk melamar ke anak perusahaan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, PT Jakarta Propertindo tersebut.

1. Bisa buka link pendaftaran untuk mengisi formulir

2. Pada halaman pertama, isi identitas pelamar seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, usia, jenis kelamin, alamat sesuai KTP dan domisili, agama, email, nomor telepon seluler, dan posisi yang dilamar.

3. Setelah ke halaman berikutnya, pelamar harus mengisi media sosial yang digunakan dan nama akun.

4. Kemudian ke halaman ketiga, pelamar harus mengisi latar belakang pendidikan seperti gelar, jurusan, dan tahun masuk serta lulus.

5. Berikutnya, pelamar mengisi perusahaan terakhir ia bekerja berupa nama, posisi terakhir, pengalaman kerja sesuai dengan posisi yang dilamar, dan apakah pernah menjadi supervisor atau manajer.

6. Lalu, di halaman selanjutnya, silakan mengisi perihal upah seperti gaji bersih yang diterima saat ini, gaji bersih yang diinginkan, tunjangan yang diharapkan.

7. Pada halaman formulir yang sama, pelamar harus mengunggah foto terkini, curriculum vitae, ijazah, dan sertifikat atau portofolio.

Baca juga: Dirut: LRT Jakarta Tidak Cuma 5,8 tapi Sudah 420 kilometer!

8. Terakhir, pelamar dihadapkan pada konfirmasi sistem bahwa semua data dan kelengkapan telah diisi sehingga hanya perlu mengklik tombol ‘kirim’.

9. Pelamar akan mendapat balasan dari pihak PT LRT melalui email masing-masing.

Hari Ini, Fokker Resmi Bangkrut Gegara Sederet Masalah, Salah Satunya Kebanyakan Pesanan

Pada hari ini, 25 tahun lalu, bertepatan dengan 15 Maret 1996, produsen pesawat legendaris asal Belanda, Fokker, akhirnya resmi bangkrut. Banyak masalah yang melatarbelakangi mengapa Fokker bangkrut. Salah satunya ialah perusahaan mendapat banyak pesanan pesawat dari seluruh dunia. Kenapa bisa mendapat banyak pesanan pesawat malah bikin bangkrut?

Baca juga: Anthony Fokker – Pria Kelahiran Blitar Yang Jadi Legenda di Dunia Dirgantara

Disarikan dari Flight Global dan Aerotime Aero, sebelum era duopoli Airbus dan Boeing berlangsung, Fokker sempat muncul menjadi salah satu produsen pesawat terbesar di dunia. Salah satu pesawat terlaris ialah Fokker F27 Friendship dengan penjualan 592 unit, sampai produksi pesawat ini akhirnya dihentikan pada tahun 1986.

Setelahnya, Fokker tak bisa membuat pesawat-pesawat lain yang juga laku keras di pasaran. Imbas dari itu, keuangan perusahaan pun mulai bergejolak.

Terlebih, sejak tahun 1967an, penjualan pesawat komersial Fokker mulai menurun, dimulai dari pesawat gagal F28 Fellowship dan VFW 614, pesawat produksi perusahaan patungan Fokker dengan Vereinigte Flugtechnische Werke (VFW), pabrikan yang berbasis di Jerman, pada tahun 1977.

Meskipun pada tahun 1979 dan 1980 Fokker masih bisa membukukan keuntungan, namun, penjualan terus menyusut dan perlu dilakukan suatu terobosan untuk mendongkrak penjualan.

Kebutuhan akan inovasi pun direspon Fokker dengan menggandeng McDonnell Douglas. Keduanya sepakat untuk mengembangkan MDF100, turunan dari F29, pada Mei 1981. Tetapi, proyek tersebut tidak pernah terwujud.

Sebagai gantinya, setahun berselang, Fokker pun mengembangkan sendiri dua pesawat baru, F100 dengan kapasitas 100 penumpang serta ditenagai mesin jet dan F50 turboprop. Keduanya berhasil mejalani penerbangan perdana masing-masing pada 1986 dan 1985.

Akan tetapi, biaya pengembangan kedua pesawat itu sangat besar dan harus disuntik pemerintah Belanda sebesar US$750 juta dengan melepas kepemilikan 32 persen saham.

Sudah begitu, estimasi awal biaya pengembangannya juga meleset hampir dua kali lipat, ditambah banyak pesanan pesawat dari maskapai diikuti dengan permintaan aneh sehingga membutuhkan pengembangan lebih lanjut dan tentu saja membutuhkan biaya lebih untuk riset.

Lebih parahnya lagi, persaingan pesawat komersial juga semakin ketat, dimana saat itu Boeing merilis versi klasik 737, Airbus mengumumkan program A320, dan McDonnell Douglas meluncurkan MD-80. Alhasil, F100 hanya laku sebanyak 283 unit. Angka tersebut tentu tak sejalan dengan biaya pengembangannya yang sangat besar.

Keadaan kemudian diperparah dengan adanya krisis minyak global pada tahun 1990an. Fokker sebetulnya sudah nyaris bangkrut pada tahun 1993 sebelum diakuisisi oleh Daimler-Benz, melalui divisi aerospace-nya, Daimler-Benz Aerospace (DASA) di tahun yang sama. Aksi korporasi itu mengantarkan DASA menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51 persen dan sisanya milik pemerinah Belanda.

Baca juga: Deretan Maskapai Dunia yang Masih Operasikan Fokker 100, Ada Maskapai Papua

Setelah menggelontorkan US$2 miliar semata agar produksi terus berlanjut, DASA akhirnya menarik diri pada tahun 1996 dan mengantarkan Fokker ke jurang kematian. Sebelum resmi bangkrut pada 15 Maret 1996, Fokker sebetulnya mempunyai kans untuk terus bertahan seiring masuknya proposal akuisisi dari Samsung, Daewoo, Hyundai, Hanjin, Yakovlev, dan lain sebagainya.

Tetapi, semuanya menemui jalan buntu dan akhirnya Fokker bangkrut, sekalipun akhirnya dilanjutkan dengan perusahaan baru Fokker Aviation. Perusahaan itu hanya memasok suku cadang untuk pesawat yang sudah ada, maintenance, dan produksi teknologi untuk pesawat dan tidak memproduksi pesawat.

Dipastikan Pesan 4 Unit A330-800neo, Sinyal Garuda Indonesia Serius Garap Rute Internasional?

Airbus akhirnya memastikan bahwa Garuda Indonesia telah memesan empat pesawat A330-800neo, sebuah varian yang kurang populer. Betapa tidak, sampai saat ini, varian tersebut baru dipesan oleh tiga maskapai lain -itupun bukan maskapai besar- yaitu Kuwait Airways, Uganda Airlines, dan Air Greenland.

Baca juga: Media Asing ‘Tertawakan’ Rencana Garuda Indonesia Buka Penerbangan (Rugi) Langsung ke Amerika, Paris, dan India

Meski menjadi varian yang kurang populer dibanding A330-900neo, tentu A330-800neo memiliki beberapa keunggulan yang sejalan dengan rencana Garuda. Salah satunya ialah jangkauan maksimum pesawat yang mencapai 15.094 km, dibanding A330-900neo yang hanya sanggup terbang sejauh 13.334 km.

Kendati Garuda Indonesia belum buka suara terkait rencana pemanfaatan pesawat tersebut, namun, bila mundur ke awal tahun 2020 lalu, pembelian pesawat itu menjadi pertanda keseriusan maskapai nasional Indonesia itu untuk menggarap rute internasional terbang ke seluruh kota di dunia.

Dilansir Simple Flying, sebelum dipastikan oleh Airbus terkait empat pesanan A330-800neo, pesanan Airbus A330-800 Garuda Indonesia masih simpang siur dalam beberapa tahun terakhir. Pada Juni 2019, maskapai tersebut mengungkapkan telah menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk empat pesawat.

Pada akhir 2019, Airbus mengumumkan telah mendapatkan pesanan empat A330-800, namun saat itu belum diumumkan nama maskapai pemesannya.

Berdasarkan data pesanan dan pengiriman pesawat terbaru lansiran AirwaysMag, Airbus akhirnya mengungkapkan bahwa Garuda Indonesia sebagai pemesan empat A330-800. Bila tak ada halangan, dua pesawat diperkirakan bakal dikirim pada akhir 2021 dan dua lainnya pada awal 2022. Jika sudah dikirim, lantas, mau dioperasikan untuk rute manakah pesawat tersebut?

http://https://www.youtube.com/watch?v=-3JLw3V_wrk

Dibandingkan pesawat sejenis, yaitu A330-900neo, A330-800neo setidakya memiliki tiga keunggulan, mulai dari jangkauan maksimum mencapai 15.094 km, harga lebih murah, hingga dapat mendarat di runway yang lebih pendek.

Lebih murah dan mendarat di runway yang lebih pendek tentu sebuah keunggulan menarik. Tetapi, bila disandingkan dengan strategi bisnis perusahaan, jangkauan maksimum dengan tingkat efisiensi lebih tinggi dari pesawat sejenis lainnya, tentu menjadi tawaran sangat menarik.

Pada Maret tahun lalu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebut pihaknya kini sudah bisa mengantarkan seluruh pelanggannya, khususnya masyarakat Indonesia, ke berbagai kota di dunia lewat dua hub-nya di Eropa dan Asia Pasifik, yakni Amsterdam, Belanda, dan Tokyo, Jepang.

“Nah khusus untuk orang indonesia yang ingin terbang ke tempat-tempat yang telah disebutkan (Perancis, Jerman, Mauritius, Amerika, Spanyol, Moskow) ataupun kota-kota lain, kita sekarang memperkenalkan sesuatu yang baru. Jadi Anda bisa ke sana lewat dua kota hub kita, yaitu Amsterdam dan Tokyo,” kata Direktur Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, saat ditemui KabarPenumpang.com di kantornya di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, (6/3/2020).

Direktur yang mengaku malang melintang di dunia penerbangan (sekitar 50 tahun) sebagai customer tersebut mengatakan bahwa penerbangan ke seluruh dunia bersama Garuda akan membuat pelanggannya mempunyai pengalaman terbang lebih variatif, dibandingkan rute (dengan hub) lainnya yang berbeda.

Baca juga: Garuda Indonesia Terbangi Hampir Seluruh Kota di Dunia via Amsterdam dan Tokyo

Ia pun kemudian mengambil contoh penerbangan ke Barcelona. Saat ini, masyarakat yang ingin pergi ke Barcelona, Spanyol, khususnya di Jakarta, setidaknya mempunyai dua pilihan untuk terbang ke sana. Pertama, naik Garuda Indonesia dan KLM lewat rute Jakarta-Amsterdam-Barcelona. Kedua, Jakarta-Singapura-Barcelona lewat Singapore Airlines atau maskapai lainnya. Keduanya tentu saja memiliki kelebihan masing-masing.

“Pilihan Anda kalau di Singapura cuma dua, Anda ke kota atau Anda ke Changi. Kalau ke Amsterdam, Anda punya pilihan empat. Anda di airport-nya atau Anda sehari ke Amsterdam, jalan-jalan, nonton, terus balik lagi ke airport dan ke Barcelona, atau Anda berhenti Anda ke Volendam, foto-foto Melayu berpakaian Londo Atau Anda ke Roermond, belanja factory outlet. So, pilihannya kan jelas,” tambahnya.

Canggih! Airbus Kembangkan Sensor ‘Ubur-ubur’ untuk Deteksi Virus Corona dan Bahan Peledak

Airbus berencana menyebar sensor dengan rupa mirip ubur-ubur di banyak tempat di bandara. Sensor ini diklaim dapat meniru kemampuan anjing mengendus bau bom untuk mendeteksi bahan kimia berbahaya dan bahan peledak dengan menggunakan teknologi “game-changing” yang terbentuk dari sel biologis hidup yang dapat “mencium” senyawa molekuler.

Baca juga: KunKun – Alat Pendeteksi Bau Badan, Seperti Apa Cara Kerjanya?

Dengan menggandeng Koniku Inc, sebuah perusahaan neuroteknologi di Bay Area California utara, Amerika Serikat (AS), produsen pesawat asal Eropa ini menyebut akan menempatkan beberapa alat pendeteksi bau di titik-titik pengecekan bandara akhir tahun ini. Selain itu, sensor-sensor pendeteksi bau tersebut pun juga akan disebar di pesawat sebagai wujud dari keamanan berlapis atau garis pertahanan terakhir terhadap ancaman keamanan.

Menariknya, sensor ‘ubur-ubur’ Airbus ini tidak hanya mampu mendeteksi bau bahan berbahaya sejenis bahan peledak saja, melainkan juga diproyeksi untuk memungkinkan mendeteksi virus menular seperti virus corona (Covid-19). Hal ini berkat eksplorasi kemampuan deteksi sensor dalam memasukkan bahaya biologis sebagai salah satu daftar ‘terlarang’ sehingga dapat mendeteksi manusia pengidap penyakit menular.

Dengan teknologi “game-changing” yang terbentuk dari sel biologis hidup yang dapat “mencium” senyawa molekuler, sensor ini diklaim mampu mendeteksi penyakit menular dan bahan peledak. Foto: Airbus via Financial Times

“Teknologi ini memiliki kemampuan respons (terhadap bau) sangat cepat di bawah 10 detik saat dalam kondisi terbaik. Dengan tingkat kemampuan kami, ini adalah hasil yang luar biasa dan mudah-mudahan akan terus bisa dikembangkan seiring berjalannya waktu,” kata Julien Touzeau, kepala product security untuk Amerika di Airbus, sebagaimana dikutip KabarPenumpang.com dari Financial Times.

Teknologi mesin dengan kemampuan melihat, mendengar, menyentuh, bergerak, dan bahkan berpikir layaknya manusia, lanjut Touzeau, adalah hal biasa. Tetapi, kemampuan untuk memahami aroma atau bau sangat sulit. Upaya untuk menciptakan ‘smell cameras’ atau ‘kamera bau’ untuk menangkap bau dan mengolahnya menjadi sebuah hasil akhir untuk merekomendasikan sebuah tindakan selama ini dinilai belum mendekati level kemampuan pada manusia.

Selain itu, upaya menciptakan ‘electronic noses’ atau ‘hidung elektronik’ untuk menggusur kemampuan anjing dalam mendeteksi dan melacak bau selama ini juga tidak banyak berhasil. Anjing yang terlatih, menurut Harvard Health, dinilai nyaris tak pernah salah dalam mendeteksi kanker prostat saat dihadapi dengan sampel urin pasien, bahkan pasien tanpa gejala sekalipun.

Secara terpisah, Airbus sendiri meyakini bahwa teknologi Koniku Inc belum dilakukan di belahan bumi lainnya. Manufaktur pesawat asal Eropa ini juga mengatakan bawah apa yang membuat teknologi Koniku Inc unik adalah ia membangun prosesor silikon ditambah dengan sel-sel hidup. Salah satunya seperti sensor mirip ubur-ubur berwarna ungu ini. Saat ini, sensor pendeteksi virus corona dan bahan peledak ini prototipenya sudah tersedia dan masih terus melakukan beberapa langkah uji coba meniru proses penciuman bau secara natural, layaknya manusia dan binatang.

“Titik awal untuk Koniku adalah konsep ini, ‘biologi adalah teknologi’,” kata Oshiorenoya ‘Osh abi Agabi, seorang fisikawan kelahiran Nigeria yang juga founder Koniku Inc pada tahun 2015 silam.

“Kami telah mengembangkan teknologi yang dapat mendeteksi bau dengan menghirup udara, dan memberi tahu manusia apa yang ada di udara. Kami mengambil sel biologis, baik sel Hek atau astrosit (sel otak) dan kami secara genetik memodifikasinya untuk memiliki reseptor penciuman, layaknya hidung pada manusia,” lanjutnya.

Baca juga: Airbus Bakal Tambah Sensor di Pesawat Guna Pantau Kebiasaan Penumpang

Di masa lalu, tepatnya setelah insiden 11 September 2001, ilmuan pun mulai mencari cara bagaimana bahan peledak dapat terdeteksi. Kala itu, mesin puffer sempat diandalkan oleh otoritas bandara di banyak negara di dunia selama beberapa tahun dengan cara menghembuskan udara ke setiap orang ketika melewati titik pengecekan tertentu. Dari situ diharapkan, partikel bahan peledak yang terlepas ke udara dapat terlacak. Pada 2010, ilmuan pun menyimpulkan bahwa alat tersebut tidak dapat diandalkan untuk mendeteksi bahan peledak.

Seiring berjalannya waktu, teknologi pendukung lainnya pun mulai ditemukan. Tak terkecuali dengan teknologi ‘smell cameras’. Atas dorongan untuk memenuhi peraturan ketat terkait operasional keselamatan dan keamanan di dunia penerbangan, pada 2017 lalu, Airbus pun menjalin kemitraan dengan Koniku Inc.

Perkenalkan Glassafe dan ‘S’, Desain Kursi Pesawat Anti Corona Besutan Aviointeriors

Perkembangan virus corona memang benar-benar mengkhawatirkan. Betapa tidak, sekalipun hampir seluruh bandara di dunia telah menerapkan protokol ketat sebelum penumpang boarding, namun, adanya fenomena penumpang tanpa gejala tetap saja berhasil membuat adrenalin meningkatkan selama penerbangan. Baca juga: Pakai StadiumPod di Kabin Pesawat, Pebisnis Ini Coba Cegah Tertular Virus Corona

Pasalnya, penumpang tanpa gejala bisa saja lolos dari protokol kesehatan yang diterapkan bandara dan maskapai, kecuali, dilakukan rapid test sebelum boarding. Hanya saja, maskapai atau bandara yang menerapkan kebijakan wajib rapid test sebelum mulai boarding bisa dihitung jari. Sejauh ini hanya ada satu maskapai dan satu bandara yang sudah menerapkannya, Emirates Airlines dan Bandara Internasional Hong Kong.

Berbagai kemungkinan terpaparnya penumpang saat di dalam kabin pun coba dijawab dengan beberapa inovasi, salah satunya dengan robot pembersih bakteri dengan sinar UV, GermFalcon. Namun, berbagai inovasi lainnya juga tengah dikembangkan, semata untuk memberikan solusi terbaik terhadap permasalahan yang ada.

Screen pelindung bisa dipasang di kursi yang sudah ada. Foto: Aviointeriors via thesun.co.uk

Dikutip dari The Sun, belum lama ini, sebuah perusahaan yang fokus memproduksi produk-produk interior pesawat dan kursi penumpang, Aviointeriors, meluncurkan desain sebuah kursi penumpang ‘anti’ corona. Cara kerjanya (dalam menghindari penumpang dari risiko terpapar corona) yakni dengan menambahkan semacam akrilik ke setiap kursi yang mengapit penumpang.

Desain yang disebut Glassafe tersebut diklaim mampu membatasi kontak langsung dengan penumpang yang disebelahnya (kiri dan kanan untuk kursi di bagian tengah). Bila diperhatikan lebih detail, sebetulnya konsep seperti itu sudah mulai diberlakukan di banyak sektor, mulai dari perbankan, percetakan, dan beberapa sektor lainnya yang memungkinkan adanya kontak langsung antara klien dan petugas dalam jarak kurang dari satu atau satu setengah meter.

“Glassafe (menciptakan) siklus udara yang terisolasi di sekitar penumpang untuk menghindari atau meminimalkan kontak dan interaksi melalui udara antara penumpang yang satu dengan penumpang lainnya, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terpapar oleh virus atau lainnya,” kata juru bicara perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan yang berbasis di Italia tersebut mengklaim pihaknya siap memproduksi secara massal. Tentu saja setelah melewati sertifikasi keselamatan terlebih dahulu. Artinya, masih butuh proses selama beberapa bulan ke depan sebelum akhirnya penumpang bisa benar-benar menikmati sensasi duduk dengan diapit Glassafe selama penerbangan.

Desain kursi berbentuk ‘S’ dimana bagian tengah kursi menghadap ke belakang. Foto: Aviointeriors via thesun.co.uk

Selain Glassafe, Aviointeriors juga meluncurkan inovasi kursi berbentuk ‘S’. Kursi tersebut mengubah posisi duduk kursi tengah dari semula menghadap ke depan menjadi menghadap ke belakang. Sejalan dengan Glassafe, poinnya, desain kursi berbentuk ‘S’ (bila dilihat dari atas) juga untuk menekan kemungkinan penumpang terpapar virus Cina dari penumpang di sebelahnya. Baca juga: Manjakan Mata Penumpang, LG Display Luncurkan Teknologi OLED di Kabin Pesawat

Akan tetapi, baik Glassafe maupun desain kursi berbentuk ‘S’ sebetulnya klaim Aviointeriors belum dapat dibuktikan melalui penelitian ilmiah mendalam dari berbagai ahli. Lagi pula, hasil penelitian menyebut Covid-19 dapat bertahan di permukaan plastik (akrilik) yang notabene bahan dasar Glassafe.

Kemudian, untuk desain kursi berbentuk ‘S’, penumpang yang menghadap ke belakang juga masih mungkin terkontaminasi dengan dua orang di depannya. Memang masih terlalu dini untuk mengharapkan ‘S’ dan Glassafe akan terlihat (di pesawat) di masa depan. Namun, bukan berarti tidak mungkin bila dilakukan perubahan untuk menambal berbagai kekurangan.

Antonov An-24, Jawara Pesawat Penumpang Propeller Soviet yang ‘Dijiplak’ Menjadi Xian MA60

Pesawat Antonov An-24RV menjadi perhatian dunia setelah insiden jatuhnya Lion Air flight 602. Pesawat tersebut jatuh di Sri Lanka akibat ditembak oleh separatis Pasukan Pembebasan Macan Tamil Eelam (LTTE) menggunakan rudal anti pesawat portabel atau man-portable air defence systems (MANPADS) pada akhir dekade 90-an. Insiden tersebut pun menambah catatan kelam pesawat komersial jatuh dirudal.

Baca juga: Hari Ini, 22 Tahun Lalu, Lion Air Flight 602 Jatuh Dirudal Tak Lama Setelah Kerusuhan 98

Akan tetapi, terlepas dari insiden tersebut, sebetulnya, Antonov An-24 sudah lama dikenal dunia, bahkan bisa dibilang jadi pesawat paling populer di dunia.

Pesawat lansiran pertama kali pada 29 Oktober 1959 oleh biro desain Antonov tersebut, seperti dikutip dari laman resmi perusahaan, diklaim sebagai pesawat paling populer di dunia dalam jangka waktu yang agak lama. Tak disebutkan dengan persis periode yang dimaksud. Tetapi, jika dilihat berdasarkan tahun produksi, itu berarti antara tahun 1959-1979.

Selama periode tersebut (1959-1979), pesawat dengan kapasitas 50 penumpang dan tiga kru, bentang sayap 29.2 meter, panjang 23.5 meter, dan tinggi 8.3 meter ini berhasil diproduksi sebanyak 1.367 unit di seluruh dunia. Dalam rentang waktu tersebut, tahun 1967 menjadi tahun kejayaan pesawat dengan mencatat angka produksi tertinggi mencapai 166 unit.

Pesawat bermesin turboprop sayap tinggi (high wing) ini diplot untuk penerbangan jarak dekat-medium, menggantikan pesawat veteran Rusia (Uni Soviet) lainnya, Ilyushin Il-14 Avia, yang dinilai sudah usang bersama mesin pistonnya.

Dengan mesin kokoh dan tangguh, Ivchenko AI-24, serta desain sayap high wing, Antonov An-24 disebut mampu beroperasi pada landasan pendek dan kasar tanpa takut terganggu oleh serpihan ataupun objek asing lainnya ke area mesin. Perawatan mesinnya juga tak terlalu rumit tanpa memerlukan peralatan canggih.

Tak hanya itu, badan pesawat yang kokoh dan kinerja yang baik, An-24 juga diadaptasi untuk melakukan banyak misi sekunder seperti pengintaian es dan uji coba mesin atau baling-baling, serta pengembangan lebih lanjut untuk menghasilkan angkutan taktis An-26, angkutan untuk kebutuhan foto pemetaan atau survei lokasi, An-30, dan angkutan taktis An-32 dengan mesin yang lebih kuat.

Di masa keemasannya, pesawat berkemampuan terbang sejauh 990 km di ketinggian rata-rata 9.100 meter pada kecepatan operasional mencapai 420 km per jam ini digunakan secara luas di kalangan sipil maupun militer. Selain itu, masih soal masa keemasan, Antonov An-24 juga pernah digunakan untuk mencatat 39 rekor dunia oleh para wanita.

Baca juga: Xian MA60, Pesawat Cina Jiplakan Antonov An-24 yang Bikin Merpati Airlines Bangkrut

Setelah 61 tahun beroperasi, tahun lalu, masih ada sekitar 109 pesawat yang masih beroperasi. Umumnya di negara-negara Afrika.

Antonov An-24 diproduksi dengan 13 varian berbeda dengan masing-masing peningkatan. Adapun varian Antonov An-24RV mengalami peningkatan di bagian mesin, dari semula turboprop menjadi turbojet. Selain varian RV, Antonov An-24 juga ada varian versi jiplakan oleh perusahaan Cina menjadi Xian MA60. Varian tersebut merupakan pengembangan dari versi jiplakan pertama Cina terhadap An-24, Xian Y-7.

 

Tak Digunakan 60 Tahun, Terowongan Kereta Menyeramkan di Inggris Akan Kembali Dibuka

Terowongan kereta banyak sekali yang terbengkalai karena tak lagi digunakan. Ini memperlihatkan sebuah tempat yang gelap, lembab dan cenderung menyeramkan, apalagi bila ditinggalkan hampir 60-an tahun lamanya.

Baca juga: Terowongan Brockville – Terowongan Kereta Pertama di Kanada yang Dihiasi Lampu Warna Warni dan Alunan Musik

Mungkin orang yang berani hanya para penguji nyali karena terlihat seperti terowongan hantu. Namun bagaimana jika terowongan kereta ini kembali Dibuka untuk umum?

Dilansir KabarPenumpang.com dari gazettelive.co.uk (10/3/2021), terowongan yang ada di Inggris ini dulunya bagian dari jalur kereta api Whitby ke Loftus. Terowongan ditutup pada 1950-an karena rute dipotong dan sejak saat itu hampir tidak pernah dilintasi lagi kecuali oleh para penguji nyali.

Adanya rencana baru ini akan meluncurkan rute antara Staithes dan Whitby. Selain itu juga dapat membuat terowongan yang ditemukan di Sandsend dan Kettleness dihidupkan kembali. Bahkan Otoritas Taman Nasional North York Moors telah meluncurkan studi untuk menentukan apakah proyek semacam ini layak.

“Kami saat ini sedang dalam tahap awal studi kelayakan untuk melihat kelayakan rute berdasarkan jalur kereta api yang tidak digunakan antara Whitby dan Staithes,” ujar Mike Hawtin dari pihak berwenang.

Dia menyebutkan, proyek semacam ini pasti membutuhkan infrastruktur besar dan banyak penelitian yang masih harus dilakukan. Ini untuk lebih memahami kemungkinan pengurangan karbon dan manfaat ekonomi di samping kepekaan ekologi dan arkeologi.

“Hanya setelah itu selesai, kami dapat menyimpulkan apakah proyek tersebut merupakan opsi yang realistis untuk masa depan,” ujar Mike.

Untuk diketahui, sepasang jalur bawah tanah ini terkenal di komunitas ‘urbex’. Ini adalah sekelompok orang yang menjelajahi dan mengambil gambar dari tempat dan bangunan yang ditinggalkan di seluruh Inggris.

Terowongan itu tidak pernah seharusnya dibangun, tetapi rute pantai asli dianggap terlalu berbahaya dan jalur itu dialihkan ke pedalaman menyusul tindakan Parlemen. Terowongan tersebut selesai sekitar Februari 1882 dan dioperasikan hingga Mei 1958.

Dari situs web ForgittennRelics memiliki riwayat terperinci mengenai dua terowongan. Mereka juga menekankan bahaya ekstrim yang terlibat dalam mempertaruhkan eksplorasi situs tersebut.

“Seperti tetangganya Kettleness, Sandsend adalah terowongan yang seharusnya tidak pernah ada. Ketika Whitby, Redcar & Middlesbrough Union Railway mulai mengerjakan rute Loftus – Whitby pada tahun 1871. ini lima tahun setelah mendapatkan Undang-Undang yang memungkinkan rencananya adalah membangun jalur di sepanjang tepi tebing,” tulis situs tersebut

Namun, dikatakan bahwa tempat kerja terhenti pada tahun 1874 ketika kontraktor tersebut dilikuidasi dan ketika North Eastern Railway mengambil alih rute pantai itu dianggap terlalu berbahaya dan jalurnya dialihkan ke pedalaman.

“Terowongan itu sangat basah di beberapa bagian, mengakibatkan keropos pada tembok, beberapa di antaranya signifikan. Di beberapa tempat, tonjolan terlihat di dinding samping barat, mengakibatkan rekahan dan potensi keruntuhan,” tulis situs itu lagi.

Baca juga: Terbengkalai, Terowongan Kereta Ini Disulap Jadi Kolam Renang

Portal utara terowongan Sandsend sebagian runtuh pada tahun 2008 setelah bertahun-tahun mengalami tekanan dari tebing di atasnya. Terowongan tersebut tidak lagi dirawat sejak ditinggalkan pada tahun 1958.

Pengemudi Uber Diserang dan Diejek oleh Penumpang Tak Bermasker

Diserang dan diejek penumpang? Sepertinya kerap kali terjadi pada para pengemudi kendaraan baik konvensional maupun berbasis aplikasi. Salah satunya terjadi pada pengemudi asal Nepal yang mencari nafkah sebagai pengemudi Uber di San Francisco, Amerika Serikat.

Baca juga: Masa Pandemi, Bisnis Ride Hailing di Rusia Pertumbuhannya Terus Naik

Pengemudi bernama Subhakar Khadka itu mengaku dia hanya tidur selama tiga jam setiap malam sejak rekaman dirinya diejek dan diserang penumpang menjadi viral. Dilansir KabarPenumpang.com dari theguardian.com (11/3/2021), Khadka mengatakan, dirinya bekerja untuk menghidupi keluarganya dan senang memiliki bukti tentang pelecehan yang sering kali tidak diakui.

Dia mengatakan bukan hanya orang-orang di Uber dan Lyft tetapi mereka yang bekerja di pom pengisian bensin. Dalam video memperlihatkan Khadka sedang dimarahi dan batukkan oleh salah seorang wanita yang duduk di kursi belakang mobil tanpa masker.

Khadka mengatakan sebelum kejadian tersebut di rekam dalam video, dia menjemput ketiga wanita itu pada Minggu (6/3/2021), dia menyebutkan bahwa seorang dari tiga wanita itu tidak mengenakan masker meski kebijakan Uber yang mana penumpang harus membuktikan bahwa mereka menggunakan masker sebelum mengonfirmasi perjalan mereka.

Khadka setelah melihat itu, dia mengingatkan mereka tentang kebijakan tersebut dan menepi. Kemudian para penumpang wanita itu bertanya apakah dirinya memiliki masker ekstra. Karena pandemi, Khadka mengatakan tidak memilikinya.

“Mereka berusaha agar seolah-olah itu salah saya padahal mereka memesan Uber tanpa masker. Gadis yang menyerangku mulai mengejekku dan bertanya bagaimana aku bisa menghentikan mobil di antah berantah tapi kami berada setengah blok dari tempat aku mengambilnya,” ujar Khadka.

Khadka mengatakan dia kemudian berhenti di pom bensin sehingga pengendara bisa membeli masker. Saat dia berada di dalam toko, dua penumpang lainnya diduga memulai rentetan ancaman dan penghinaan.

“Sebelum gadis itu kembali dengan maskernyaa, saya harus mendengarkan ejekan tentang bagaimana mereka bisa menembak wajah saya dan memanggil pacar dan sepupu mereka untuk saya. Mereka berbicara tentang betapa kecilnya testis saya karena ras saya. Mereka menyebut saya kata-N konyol setelah setiap kalimat,” kenangnya.

Pada saat penumpang kembali ke mobil dengan satu pak masker, Khadka memutuskan bahwa perjalanan itu tidak sepadan dengan risikonya bagi keselamatannya. Dia mengatakan perjalanan berakhir dan meminta para penumpang tersebut keluar dari mobilnya.

Bahkan para penumpang itu terus mengejeknya dan mengatakan dia bukan siapa-siapa. Khadka mengatakan bahwa dia menyalakan kameranya ketika dia menyadari mereka tidak bergeming, dan saat itulah wanita itu mulai terbatuk-batuk di wajahnya dan berteriak padanya. Beberapa detik kemudian, video tersebut menunjukkan wanita itu mengambil ponsel Khadka dari tangannya.

Khadka mengklaim bahwa salah satu wanita menyemprot Mace ke dalam mobil setelah keluar. Karena insiden ini, polisi San Francisco mengatakan mereka sedang menyelidiki insiden tersebut.

Baca juga: Metro Beijing Hadirkan Kamera yang Mampu Identifikasi Penumpang Tanpa Masker

Baik Uber dan Lyft men-tweet bahwa pengendara yang menolak memakai masker telah dihapus secara permanen dari platform mereka. Dia sejak itu tampaknya mencoba untuk mengontekstualisasikan tindakannya dalam video Instagram, mengakui bahwa dia salah karena batuk pada Khadka, tetapi dia mengatakan bahwa dia takut akan keselamatan dirinya dan sesama penumpangnya karena Khadka diduga mencoba untuk mengusir mereka keluar. daerah asing dan menolak menunggu sampai rideshare baru tiba.

BYD, Keihan Bus dan Kansai Electric Power Bangun Jalur Bus Listrik Pertama di Jepang

Jepang melakukan berbagai hal demi mencapai target netralitas karbon di tahun 2050 dan membangun masyarakat bebas karbon. Salah satunya adalah kerja sama antara tiga pihak, yakni BYD Jepang, Keihan Bus dan Kansai Electric Power yang beberapa waktu lalu mengumumkan kesepakatan tripartit di Kyoto, Jepang.

Baca juga: Mobil Golf Semi-Otonom Mudahkan Para Lansia di Desa Pegunungan Jepang

Dilansir KabarPenumpang.com dari greencarcongress.com (3/3/2021), mulai tahun 2021, Keihan Bus dan Kansai Electric Power akan meluncurkan gelombang pertama yakni empat bus BYD J6 di jalur bus wisata terkenal Kyoto (Stasiun Kyoto – Shichijo Keihan-mae – Umekoji – Hotel Emion Kyoto). Ini adalah bagian dari demonstrasi selama lima tahun operasi untuk lebih mempromosikan transportasi umum listrik murni di Jepang.

Selain itu juga akan menjadi jalur lingkar pertama negara yang dioperasikan hanya oleh bus listrik. Dengan menganalisis data pengoperasian kendaraan dan hasil penghematan energi, proyek ini akan memberikan pengalaman yang berguna dalam mendukung rencana Keihan Bus untuk terus memperkenalkan bus listrik BYD K8 dan secara bertahap mewujudkan masyarakat hijau dan bebas karbon di wilayah Kansai.

Yang mana ini adalah salah satu kunci ekonomi dan hub industri Jepang. Sebagai lokasi penandatanganan Protokol Kyoto 1997 yang terkenal, Kyoto adalah kota pelopor yang telah menyaksikan respons aktif dunia terhadap perubahan iklim.

Dalam semangat yang sama, kesepakatan terbaru ini tidak hanya sebagai respon aktif terhadap tujuan pemerintah Jepang mencapai target netralitas karbon 2050 Jepang untuk masyarakat bebas karbon, tetapi juga upaya untuk mencapai rencana Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri untuk melarang penjualan kendaraan bertenaga bensin baru di pertengahan tahun 2030-an. Mengoperasikan bus di tujuan wisata terkenal dunia ini, Keihan Bus selalu memberikan dukungan perjalanan penting bagi industri pariwisata di Kyoto. Jalur bus loop baru akan menghubungkan Stasiun Kyoto, Shichijo Keihan-mae dan Umekoji Hotel Emion Kyoto, yang dikelilingi oleh tempat-tempat wisata utama seperti Museum Kereta Api Kyoto dan Akuarium Kyoto.

Pengenalan bus listrik di sekitar Stasiun JR Kyoto ke stasiun gerbang Kyoto dan selanjutnya akan meningkatkan kredensial lingkungan kota. Kansai Electric Power, perusahaan tenaga listrik terbesar kedua di Jepang, tidak hanya akan membangun stasiun pengisian dan fasilitas lain untuk proyek tersebut.

Baca juga: Transportasi Jepang Gunakan Bahan Bakar Hidrogen di Tahun 2025

Mereka juga membangun sistem manajemen energi yang sangat efisien, serta menganalisis dan meneliti data operasi. Saat ini, terdapat 53 bus listrik BYD yang beroperasi di seluruh Jepang, menurut Liu Xueliang, Manajer Umum Divisi Penjualan Mobil Asia Pasifik BYD.

Rute Abu Dhabi-Kairo, Seluruh Awak Etihad EY653 adalah Perempuan dengan Kapten Pilot Warga Indonesia

Saban Hari Perempuan Internasional, ada saja kegiatan yang dilalukan secara unik, tak terkecuali di sektor transportasi udara. Maskapai menerbangkan pesawat dengan set-up kru keseluruhan perempuan juga sudah bukan hal baru. Namun, ada yang unik dari maskapai asal Uni Emirat Arab, dimana Etihad Airways pada 8 Maret lalu menerbangkan pesawat dengan kapten pilot wanita asal Indonesia.

Baca juga: Sambut Hari Perempuan Internasional, Pilot dan Awak Kabin Air India Seluruhnya Adalah Perempuan

Mengutip dari keterangan video dari YouTube Etihad Airways yang diposting pada 8 Maret 2021, disebutkan pesawat Boeing 787 Dreamliner dengan nomer penerbangan EY653, diawaki oleh Kapten Isma Kania Dewi, dan didampingi Kopilot Shareefa Al Bloushi. Etihad EY653 saat itu tinggal landas dari Abu Dhabi dengan tujuan Kairo, Mesir, sementara lamanya waktu penerbangan yaitu empat jam.

Kapten Isma Kania Dewi, adalah kelahiran 4 Oktober 1975 dan merupakan lulusan SMA Regina Pacis Bogor. Setelah lulus dari PLP Curug 1997, Isma lantas bergabung bersama Garuda Indonesia pada tahun 1998 dan berhasil menerbangkan Boeing 737 300-400-500 series, pesawat komersil pertamanya. Selepas itu, ia Kemudian hijrah ke Qatar Airways dan sekarang menjadi kapten pilot di Etihad Airwyas.

Sebelumnya, pada 8 Maret 2019, Air India hari mengoperasikan pesawatnya di 12 rute internasional dan 40 rute domestikanya dengan pilot dan awak kabin yang kesemuanya adalah perempuan. Ternyata penerbangan Air India sudah menghadirkan semua awak perempuan dimulai pada November 1985 ketika awak kokpit yang semuanya perempuan mengoperasikan penerbangan Persahabatan Fokker dari Kolkata ke Silchar. Masih dari India, Jet Airways juga berencana mengoperasikan empat penerbangan domestik dengan pilot dan awak kabin yang semuanya perempuan.

Di negara-negara Timur Tengah, pada umumnya peran wanita sangat terbatas. Arab Saudi, sebelum mulai terbuka di bawah komando Raja Salman, misalnya, perempuan bahkan tidak diperkenankan mengendarai mobil seorang diri tanpa didampingin oleh laki-laki, baik dari kalangan keluarga maupun suami.

Di Iran bahkan kondisinya lebih pelik, jangankan untuk berbuat lebih jauh, perempuan buka jilbab saja bisa dipidana. Singkatnya, hak-hak perempuan di Iran sangat terbatas. Oleh karenanya, ketika tiba-tiba perempuan di Iran berhasil mencatat sejarah di dunia penerbangan, tentu hal tersebut cukup mengejutkan sekaligus kabar baik bagi kehidupan para perempuan di sana.

Baca juga: Sambut Hari Perempuan Internasional, Dua Stasiun di India Hadirkan Vending Machine “Pembalut”

Beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya di Iran, seorang kapten pilot wanita dan kopilot wanita berhasil menerbangakan pesawat dalam perjalanan pulang-pergi rute Teheran —Mashhad pada 14 Oktober 2019, yang menjadikan mereka sebagai wanita pertama yang mengemudikan sebuah penerbangan penumpang di Iran tanpa bantuan rekan-rekan pria.