Inilah Autorotation, Fitur yang Wajib Dikuasai Pilot untuk Keadaan Darurat

Helikopter bisa dibilang lebih rentan terlibat kecelakaan fatal ketimbang pesawat dengan sayap tetap atau fixed wing. Itu karena, ketika main rotor atau tail rotor mengalami kegagalan mesin atau engine failure, pesawat akan kehilangan tenaga serta keseimbangan dan mengalami rate of descent ekstrem sehingga berpotensi jatuh ke daratan dengan cepat dan keras.

Baca juga: Insinyur NASA: Helikopter Akan Gantikan Manusia Jelajahi Planet Mars

Pada tahun 2009 lalu, misalnya, helikopter Sikorsky S-76 mengalami bird strike dan membuat kehilangan daya akibat rotor utama mati. Akibatnya, helikopter jatuh dan menewaskan delapan dari sembilan penumpang.

21 Maret 2015, di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Bell 205 Puspenerbad jatuh dari ketinggian 300 meter saat sedang berlatih pendaratan autorotation. Bell 205 A-1 yang digunakan untuk latihan rutin ini mengalami engine failure. Beruntung tidak sampai menyebabkan korban jiwa.

Engine failure juga dialami helikopter angkut berat Mil Mi-17-V5 yang jatuh di Malinau, Kalimantan Utara pada 9 November 2013. Helikopter yang juga diandalkan dalam misi Pasukan Garuda ini crash sesaat sebelum mendarat di helipad. Dalam musibah ini 13 orang tewas dan enam orang luka-luka.

http://https://www.youtube.com/watch?v=oa80FADAmUI

Sebelum pesawat kehilangan daya dan jatuh dengan keras ke daratan, sebetulnya, ada fitur autorotation yang bisa dimanfaatkan pilot untuk mendaratkan helikopter dengan aman. Dikarenakan pentingnya fitur ini dalam kondisi darurat, taruna pilot diwajibkan untuk menguasai pendaratan dengan autorotation sebagai salah satu syarat mendapatkan izin terbang.

Dikutip dari Indomiliter.com, autorotation adalah keadaan pada waktu terbang dimana main rotor atau baling-baling utama dari sebuah helikopter diputar oleh aksi dari udara, bukan diputar oleh tenaga mesin.

Pada normal powered flight, udara dihisap ke main rotor system dari atas dan dihembuskan ke bagian bawah rotor. Pada autorotation, udara masuk ke main rotor system dari bawah sebagai akibat helikopter turun dari ketinggian.

Baca juga: Sadar Hidupnya Tak Lama Lagi, Nenek 104 Tahun Maksa Ingin Terbang dengan Helikopter

Berbeda dengan fixed wing, pada rotary wing (helicopter, gyrocopter, dsb) selama rotor berputar di atas batas putaran minimum maka akan menghasilkan gaya aerodinamik lift (gaya angkat) dan thrust (gaya dorong) walaupun pada low airspeed bahkan zero airspeed.

Tujuan utama dari autorotation sebetulnya adalah kita mendapat energi inersia rotor/ROTOR RPM yang cukup sehingga bisa manfaatkan seluruhnya untuk memperlambat rate of descent ketika touch down, sehingga helikopter dapat mendarat dengan selamat tanpa ada kerusakan ataupun luka-luka pada kru maupun penumpang.

Mengenal Wiley Post, Pilot Pertama yang Terbang Solo Keliling Dunia! Ada Peran Autopilot

Sabtu, 15 Juli 1933 menjadi momen spesial bagi Wiley Hardeman Post. Betapa tidak, di tanggal itu, pria kelahiran Corinth, Texas, Amerika Serikat (AS) tersebut memulai penerbangan solo keliling dunia. Setelah hampir delapan hari, ia pun berhasil mendarat kembali di New York dan mengukuhkan dirinya sebagai pilot pertama yang terbang solo keliling dunia, didukung teknologi autopilot generasi awal temuan Lawrence Sperry.

Baca juga: Hari Ini, Bocah SD Berusia 9 Tahun Jadi Pilot Termuda dalam Sejarah yang Terbang Solo

Dua tahun sebelum itu, tepatnya pada bulan Juli 1931, Wiley Post, bersama navigator dari Australia, Harold Gatty, sebetulnya sudah berhasil mengukir rekor penerbangan tercepat keliling dunia yang sebelumnya dipegang kapal udara hidrogen Zeppelin Jerman.

Hanya saja, rekor tersebut sedikit ternoda karena sang navigator lebih diuntungkan dan terus disorot media serta publik internasional. Sedangkan dirinya tidak mendapatkan keuntungan finansial dan popularitas kecuali sedikit saja.

Padahal, rekor penerbangan keliling dunia tercepat selama 8 hari, 15 jam dan 51 menit, mengalahkan rekor sebelumnya selama 20 hari dan empat jam milik Zeppelin, dijalankan bersama-sama secara tim tanpa persaingan untuk saling menonjol satu sama lain.

Wiley Post bersama Will Rogers sebelum terlibat kecelakaan yang menelan nyawa keduanya. Foto: todayinaviation.com

Disarikan dari todayinaviation.com, tak puas dengan keadaan tersebut, ia pun memutuskan untuk terbang solo keliling dunia. Pada 15 Juli 1933, Lockheed Vega berjuluk “Winnie Mae” lepas landas dari Floyd Bennett Field, New York, AS, setelah mendapat izin dari US Army Air Service untuk melengkapi Winnie Mae dengan sistem avionik terbaru; sistem navigasi dengan radio direction finder (RDF) dan autopilot versi awal.

Sistem ini, terutama autopilot, menjadi kunci keberhasilan Wiley Post mengukir rekor menjadi pilot solo pertama yang berhasil terbang keliling dunia. Sebab, autopilot ini menjadi andalan pria yang hanya memiliki satu mata ini karena mata sebelah kirinya buta ketika ia beristriahat sejenak melepas lelah agar pesawat tetap di jalur dan terbang sesuai rencana.

Terbukti, ketika sistem autopilotnya rusak pasca terbang non stop selama 26 jam dan mendarat di Berlin, Jerman, untuk kemudian berlanjut ke Uni Soviet, Wiley Post harus melakukan pendaratan darurat.

Jalur atau rute penerbangan solo keliling dunia Wiley Post. Foto: elderaviatorelderaviator

Selain karena sistem autopilot, Wiley Post juga pernah terpaksa mendarat darurat karena sistem RDF rusak dan menyebabkannya tersesat di atas hutan belantara Alaska. Beruntung, Tuhan masih menyertainya hingga berhasil melakukan pendaratan darurat di Edmonton, Kanada, sekalipun merusak pesawatnya.

Usai pesawat diperbaiki, Post melanjutkan perjalanan sejauh 2.000 mil pada 22 Juli dan mendarat di New York tak lama sebelum tengah malam. Ia mencatatkan rekor terbang solo keliling dunia selama 7 hari, 18 jam, dan 49 menit, dengan 11 kali transit.

Adapun rute yang ditempuh yakni New York-Harbor Grace (Kanada)-Berlin-Moskow (Uni Soviet/Rusia)-Novosibirsk (Uni Soviet/Rusia)-Irkutsk (Uni Soviet/Rusia)- Khabarovsk (Uni Soviet/Rusia)- Nome (Alaska, AS)- Fairbanks (Alaska, AS)- Edmonton (Kanada)-New York.

Baca juga: Hari Ini, Raymonde de Laroche Jadi Pilot Wanita Berlisensi Pertama di Dunia, Terinspirasi Wright Bersaudara

Selain menjadi pelopor penerbangan solo keliling dunia, Wile Post juga diketahui berkontribusi dalam pengembangan pakaian udara bertekanan atau pressure suit pada 1934.

Pakaian ini dikenakan pilot yang terbang pada ketinggian di atas 12 kilometer yang tekanan udaranya sangat rendah. Saat menguji coba pakaian tersebut, Post mampu terbang mendaki di ketinggian 14 kilometer. Wiley Post sang penyuka sains dan matematika itu juga diketahui turut berkontribusi dalam pengembangan pesawat supersonik dan wahana ruang angkasa.

Lakukan Studi Kelayakan, Qatar Akan Hadirkan Eco FLoating Hotel Berputar di Tahun 2025

Salah satu negara di Timur Tengah yakni Qatar sepertinya tidak pernah kekurangan arsitektur yang terkenal. Hal ini dibuktikan dengan studi untuk menghadirkan floating hotel atau hotel terapung yang berbeda dengan negara lainnya.

Baca juga: Taman Hiburan di Jepang Tawarkan Sensasi Bermalam di Dalam Sebuah Polong yang Mengambang!

Di mana nantinya eco floating hotel yang dibuat akan berputar seperti restoran berputar dan menawarkan berbagai fitur berkelanjutan seperti turbin angin, tenaga surya dan arus air. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (15/3/2021), eco floating hotel tersebut dirancang oleh Hayri Atak Architectural Design Studio (HAADS).

Nantinya eco floating hotel ini akan memiliki ukuran 35 ribu meter persegi dengan total kamar sebanyak 152. Bentuk eco floating hotel akan bulat seperti donat karena bagian tengahnya bolong. Selain itu, dilengkapi kaca besar dibagian atasnya yang terlihat seperti pusaran air dan tanam hijau yang menyatu dengan bagian luarnya sehingga terlihat menyerupai air terjun dalam ruangan Moshe Safdie.

Hotel ini akan terletak di lepas pantai dan didukung pada serangkaian platform terapung. Karena akan berputar, maka gerakan rotasi akan bergerak sangat lambat sehingga tidak membuat tamu pusing dan membutuhkan waktu 24 jam untuk menyelesaikan sebuah revolusi. Pergerakan ini akan dikendalikan oleh sistem penentuan posisi dinamis, seperti yang digunakan untuk membantu kapal tetap berada di jalur yang benar yang akan terdiri dari serangkaian pendorong dan baling-baling.

Akses ke hotel itu sendiri akan melalui dermaga yang terhubung ke pantai, helikopter atau perahu. Interiornya akan berpusat di sekitar lobi, dengan 152 kamar hotel yang menawarkan fasilitas mewah seperti balkon pribadi, kolam renang dalam dan luar ruangan, sauna, spa dan gym.

Uniknya bentuk pusaran di bagian atap akan digunakan menampung air hujan untuk mengairi tanaman hijau dan keperluan lainnya. Sedangkan panel surya dan turbin angin akan digunakan untuk menyediakan tenaga bagi eco floating hotel tersebut.

Baca juga: Mangaluru di India Punya Restoran yang Terbuat dari Kereta Kuno

Selain itu, arus air akan dimanfaatkan dengan semacam sistem energi pasang surut saat hotel berputar dan menghasilkan tenaga dengan cara yang mirip dinamo. HAADS mengatakan bahwa studi kelayakan dan teknis saat ini sedang berlangsung untuk mencoba dan merealisasikan desain tersebut pada tahun 2025.

HAADS juga berpesan agar pelancong tidak terburu-buru untuk hal ini. Sebab masih dalam studi kelayakan dan apakah eco floating hotel bisa terealisasi dengan baik.

“Blue Carpet,” Solusi Futuristik Atur Antrian dan Jaga Jarak Saat Boarding di Bandara

Boarding adalah fase yang krusial saat proses keberangkatan pesawat, tak jarang boarding mengakibatkan antrean yang panjang. Selain mengurangi kenyamanan penumpang, maskapai juga dirugikan dengan makin lamanya waktu boarding. Terlebih di masa pandemi, prosesi boarding harus dibuat secermat mungkin, mengingat ada aturan untuk menjaga jarak dalam antrian.

Baca juga: Dikira ‘Fake Taxi’ untuk Film Porno, Seorang TikToker Buat Video Penjelasan

Sebuah solusi unik dan futuristik belum lama ini diperlihatkan dalam video TukTok di salah satu bandara di Belanda. Dalam video di TikTok, sistem tersebut menampilkan nomor kursi penumpang di lantai melalui sebuah proyektor dan penumpang kemudian mengikuti proyeksi saat bergerak. Hal ini kemudian menghasilkan prosesi yang tepat waktu dan teratur dari ruang tunggu menuju ke pesawat. KabarPenumpang.com melansir ladbible.com (25/2/2021), perusahaan yang meluncurkan inovasi ini adalah maskapai penerbangan Latin Azul Airline.

@crosscheck_de

Lets Board the Plane. #airline #airport #traveltheworld #fy #avgeek

♬ Originalton – Crosscheck_de

Mereka mengumumkan uji coba Blue Carpet tersebut tahun lalu untuk diterapkan di Bandara Curitiba Alfonso Pena di Brasil. Selain itu maskapai tersebut juga meluncurkan sistem proyektor di 17 bandara lain, dengan tujuan menyediakan teknologi tersebut di 100 gerbang keberangkatan, yang mewakili 70 persen lalu lintas domestik Azul.

Blue Carpet menggunakan teknologi WaveMaker Pacer Tecnologia, yang memungkinkan penumpang untuk berbaris dalam antrean dengan jarak sosial dan dalam jumlah waktu yang tampaknya berkurang daripada yang akan mereka lakukan dalam situasi boarding normal. Maskapai ini mengklaim bahwa mereka dapat mengurangi waktu naik pesawat hingga 60 persen.

Solusi ini secara cerdas mengelompokkan penumpang sedemikian rupa sehingga mereka dapat naik pesawat tanpa bentrok dengan kelompok lain.  cara ini menghasilkan proses naik pesawat yang jauh lebih nyaman, dengan penumpang menghabiskan lebih sedikit waktu baik berdiri maupun duduk menunggu lepas landas. Situs tersebut mengklaim bahwa Blue Carpet dapat mengurangi waktu boarding dari 21 menit, di bawah sistem baris pertama datang pertama dilayani, menjadi hanya tujuh menit menggunakan teknologi mereka, yang tentunya terdengar bermanfaat bagi penumpang yang menemukan sifat yang sering kacau dari panggilan di gerbang yang agak membuat stres.

Hal ini juga memungkinkan jarak sosial yang aman dari pandemi dalam antrian, dengan penumpang didorong untuk tetap pada proyeksi tempat duduk mereka menjadi perkembangan penting pada saat kontak sosial kemungkinan akan tetap menjadi topik diskusi utama untuk semua industri perjalanan bahkan ketika pandemi Covid-19 saat ini. Dengan semua itu, reaksi terhadap video TikTok sangat beragam, dengan beberapa orang mempertanyakan mengapa Anda menempatkan kelas satu di pesawat terlebih dahulu, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk kontrol lebih lanjut.

Baca juga: Pramugari ini Bikin Video TikTok Tentang ‘Kotornya’ Air Panas di Dalam Kabin

“Mengapa mereka tidak naik baris terakhir dulu dan seterusnya?” salah satu pengguna TikTok bertanya.

Orang lain memiliki kekhawatiran yang berbeda, dengan marah: “Kami tidak bisa mencuri kursi lagi ???”

Garuda Indonesia Dipastikan Beli Empat A330-800neo, Ini Sederet Keunggulannya

Garuda Indonesia dipastikan telah memesan empat pesawat A330-800neo, sebuah varian yang kurang populer dari keluarga A330neo. Sejak diluncurkan pada 2014 silam dan melakoni first flight pada 2018 lalu, sampai saat ini, baru empat maskapai -termasuk Garuda Indonesia– yang memesan pesawat itu; Kuwait Airways, Uganda Airlines, dan Air Greenland.

Baca juga: Dipastikan Pesan 4 Unit A330-800neo, Sinyal Garuda Indonesia Serius Garap Rute Internasional?

Meski demikian, A330-800neo tetap mempunyai sederet keunggulan dibanding varian sejenis dan terlaris dari keluarga A330neo, yaitu A330-900neo.

Dilansir laman resmi Airbus, pesawat yang sudah dioperasikan oleh Kuwait Airways dan Uganda Airlines itu diketahui lebih efisien atau irit bahan bakar berkat penggunaan mesin Rolls-Royce Trent 7000 generasi terbaru, didukung beberapa peningkatan aerodinamis, seperti perangkat ujung sayap komposit Sharklet baru yang memberikan peningkatan rentang sayap empat meter serta meningkatkan gaya angkat atau lift dan mengurangi gaya hambat atau drag pesawat.

Jangkauan maksimum pesawat juga cukup jauh, mencapai 15.094 km, dibanding A330-900neo yang hanya sanggup terbang sejauh 13.334 km. Pesawat juga mampu menampung hingga 406 penumpang dalam konfigurasi satu kelas dan 220-260 penumpang untuk konfigurasi tiga kelas.

Pesawat yang memiliki panjang 58.82 meter -sama dengan A330-200- juga dibanderol dengan harga lebih murah, sekitar US$259.9 juta atau sekitar Rp3,7 triliun (kurs 14.480) serta mampu lepas landas dan mendarat di landasan yang lebih pendek.

Yang paling menarik dari pesawat dengan luas kabin 5,26 meter, tinggi 17,40 meter, berat lepas landas maksimum (MTOW) mencapai 251 ton itu adalah filosofi desain kabin terbaru dengan konsep Airspace. Sekalipun konsep kabin Airspace juga terdapat di A330-900neo, tetapi, itu tidak mengurangi nilai tambah dari A330-800neo.

Kabin terbaru yang sebelumnya dikembangkan untuk Airbus A350 ini mengusung DNA Airspace, yaitu kenyamanan (ruang relaksasi), suasana (ruang inspirasi), layanan (ruang keluarga), dan desain (ruang keindahan).

Masing-masing dari empat DNA tersebut mempunyai detail tersendiri. Suasana (Ambience), menampilkan kabin yang senyap, kaya pencahayaan, dan sambutan lampu LED yang menakjubkan saat memasuki pesawat. Kenyamanan (comfort), menawarkan ruang kabin dan jendela yang lebih besar, kompartemen bagasi yang terbesar di kelasnya, dan kursi fleksibel untuk jarak jauh.

Lanjut ke layanan (services), Airbus menawarkan smart space solution, kabin bersih (termasuk di toilet sekalipun), seemless connectivity and entertainment, memungkinkan penumpang untuk mengurus bisnis via email dengan dukungan WiFi generasi terbaru. Adapun ke desain (design), Airbus mengusung konsep desain berkelanjutan, desain berkualitas, dan desain ramah keluarga.

Baca juga: Dijamin Betah di Pesawat, Begini Wajah Kabin Baru Airbus Lewat Airspace Program

Di antara berbagai hal baru dalam empat DNA Airspace di atas, mungkin konsep pada layanan jadi salah satu yang menonjol, dalam hal ini terkait toilet. Bagaimana tidak, selain dibuat serba tanpa sentuh, toilet di pesawat keluarga A320 Airbus nantinya akan dilengkapi dengan fitur higienis, seperti blower pengharum ruangan, full musik, full permainan cahaya menawan, dan lapisan anti-mikroba.

Selain itu, pencahayaan di kabin utama juga cukup menarik. Permainan cahaya LED kaya warna di kabin akan memberikan pengalaman terbang baru, baik saat dalam kedaaan redup maupun terang.

Kapal Ferry Cepat Milik Operator Cina Punya Bodi Ramping, Cepat dan Hemat Bahan Bakar

Perusahaan Ferry Cepat Zhuhai China telah menerima pengiriman sepasang katamaran (kapal dua lunas) yang merupakan ferry dengan bodi ramping, cepat dan hemat bahan bakar. Ferry tersebut akan beroperasi di Pearl River Delta yang dirancang oleh Incat Crowther Australia dan dibangun oleh galangan kapal China AFAI Southern Shipyard.

Baca juga: Doberman Rottweiler Cross Hilang dalam Perjalanan di Kapal Ferry Spirit of Tasmania

Xin Hai Yun dan Xin Hai Jun dikirim pada bulan Desember 2020. Incat Crowther menjelaskan bahwa, tawaran pemenang AFAI Southern Shipyard untuk proyek tersebut didukung oleh kemampuan kemitraan untuk mengirimkan kapal berkecepatan tinggi, konsumsi bahan bakar rendah yang menawarkan perubahan langkah pada penumpang pengalaman.

Xin Hai Yun dan Xin Hai Jun masing-masing menampung 199 penumpang ekonomi di satu dek dengan penumpang VIP memiliki kabin khusus di dek atas. Dilansir KabarPenumpang.com dari rivieramm.com (5/3/2021) dek penumpang utama dilengkapi fasilitas di belakang untuk memaksimalkan kenyamanan awak dan menghadirkan “kabin terbuka dan lapang dengan visibilitas ke depan yang bersih”.

Tak hanya itu, kecepatan dan konsumsi bahan bakar rendah telah dicapai dengan berbagai cara. Desain lambung Incat Crowther telah dibuat untuk meningkatkan efisiensi energi. Perusahaan Menjelaskan, kapal menggunakan bentuk lambung terbaru Incat Crowther, yang menampilkan desain busur mundur yang unik yang mengoptimalkan efisiensi lambung dan karakteristik seakeeping, sehingga mengurangi biaya pengoperasian dan kenyamanan penumpang yang luar biasa.

Bentuk lambung yang telah terbukti ini telah diuji secara ketat dalam layanan dan terus mendukung Incat Crowther untuk menghadirkan desain terdepan di seluruh industri. Kedua kapal ini didukung oleh mesin utama Rolls-Royce MTU 12V2000 M72 kembar, Menggerakkan waterjets Rolls-Royce Kamewa S71-4.

Keputusan untuk menggunakan jet air di kapal ferry cepat terbaru Zhuhai mencerminkan tren di industri ferry cepat untuk memilih jet air daripada baling-baling. Efisiensi tinggi pompa waterjet menawarkan kecepatan yang lebih tinggi untuk daya yang sama, atau konsumsi bahan bakar yang jauh lebih rendah pada kecepatan konstan dengan daya yang lebih kecil.

Waterjets juga membuat mesin lebih mudah hidup. Pada rpm konstan, waterjets menyerap daya yang kira-kira sama terlepas dari kecepatan kapal, sehingga engine tidak dapat kelebihan beban, sehingga meningkatkan masa pakainya. Waterjets beroperasi dengan sedikit getaran dan kebisingan, meningkatkan tingkat kenyamanan penumpang.

Pada kecepatan lebih dari 20 knot, kebisingan dan getaran dapat dikurangi lebih dari 50 persen dibandingkan dengan kapal yang digerakkan baling-baling. Xin Hai Yun dan Xin Hai Jun adalah ferry kedelapan dan kesembilan yang dibangun oleh galangan kapal untuk operator ferry. Galangan kapal juga menekankan pentingnya kecepatan pesawat dan efisiensi energi.

Galangan kapal difokuskan pada pembangunan kapal paduan aluminium dan ferry cepat penumpang serta katamaran merupakan bagian besar dari bisnisnya. Kapal paduan aluminium lainnya yang dibuatnya adalah kapal ropax, kapal umum, kapal penyelamat profesional, kapal tamasya dan kapal pesiar kecil.

Baca juga: Kapal Ferry Berbahan Aluminium Berkecepatan Tinggi Buatan Filipina Tiba di Norwegia

Selain pasar domestik Tiongkok, galangan kapal juga mengirimkan kapalnya secara global. Situs webnya mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah membangun lebih dari 40 kapal katamaran paduan aluminium, termasuk ferry ropax 85 m dan ferry cepat mulai dari ukuran 34-42 m yang mampu mengangkut hingga 448 penumpang, serta pedalaman kapal umum mewah sungai dan kapal tamasya kota. Kapal-kapal ini telah diekspor ke Singapura, Turki, UEA, Kanada, Korea Selatan, serta negara lain.

Setelah Setengah Abad, Jepang Baru Ubah Jadwal Keberangkatan dan Kedatangan Kereta Api

Apa yang terjadi jika perjalanan kereta berubah dan lebih cepat dari biasanya? Ini berarti ada pembaruan dan penumpang pun harus lebih teliti tentang jadwal baru kedatangan dan keberangkatan kereta di stasiun. Seperti belum lama ini, untuk pertama kalinya dalam 50 tahun terakhir, jadwal kereta api Jepang semuanya berubah.

Baca juga: Kereta di Jepang Gunakan Kecerdasan Buatan Guna Bantu Penumpang Disabilitas

Mulai 13 Maret 2021, Japan Railways atau JR memberlakukan perubahan jadwal 30 menit lebih cepat dari biasanya. Dikutip KabarPenumpang.com dari tribunnews.com, percepatan jadwal kereta ini sebagai antisipasi pandemi corona. Selain mempercepat jam kereta terakhir, JR juga mengurangi jumlah kereta.

Di Tokyo, kereta yang dioperasikan oleh JR East pada 13 Maret 2021, rata-rata lebih cepat berakhir sekitar 30 menit. Di mana biasanya kereta dari kota metropolitan tersebut berakhir pada 00.30 menjadi pukul 00.00 waktu setempat. Tak hanya itu, kereta bawah tanah serta kereta milik swasta juga akan melakukan perubahan pada jadwal kereta mereka.

Kereta tersebut yakni Tokyo Metro, Tobu Railway, Seibu Railway, Keio Electric Railway, Odakyu Electric Railway, Tokyu Electric Railway dan Sagami Railway. Di area Kansai, JR West, Hankyu Railway dan Hanshin Electric Railway. Penumpang yang menggunakan kereta yang dioperasikan JR west dan menuju ke Nishi-Akashi di Stasiun Sannomiya kereta terakhir jam 00.42 dan kereta terakhir menuju Osaka 25 menit sebelumnya lebih cepat menjadi jam 00.10 waktu setempat.

Selain itu juga Hankyu memajukan kereta terakhir dari setiap jalur hingga 32 menit. Kereta Hanshin akan memajukan lebih cepat yakni sepuluh hingga 14 menit, dan Kobe Electric Railway juga akan maju dalam 15 hingga 21 menit di Jalur Mita dan Jalur Koen Toshi. Selain waktu, ada pula yangmengurangi jumlah keretanya yakni Stasiun JR Sannomiya menghentkan 14 kereta datang dan perti setelah tengah malam, tetapi ini hanya akan ada tujuh kereta saja.

Perubahan jadwal kereta di Jepang ternyata akan merubah kehidupan di Negeri Sakura tersebut. Sehingga bisa dikatakan perubahan ini akan mewarnai kehidupan sehari-hari penduduk Jepang. Bahkan perubahan jadwal ini juga berdampak besar pada penjualan dan banyak yang berharap tidak ada perubahan pada jadwal kereta.

Baca juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang

Ini karena pendapatan para pemilik toko atau restoran akan kekurangan penghasilan. Untuk diketahui, di depan gerbang tiket Stasiun JR Osaka sudah ada pengumuman yang menginformasikan perubahan jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta. Nantinya pengumuman perubahan jadwal ini juga akan ada di stasiun-stasiun lainnya.

Mengenal Lawrence Sperry, Penemu Fitur Autopilot Pertama di Dunia

Pernahkah terlintas di benak Anda apa yang dilakukan oleh pilot dan kopilot di kokpit saat pesawat tengah mengudara? Apakah mereka sama seperti pengemudi mobil, bus, truk, atau sepeda motor yang harus selalu mengemudikan kendaraannya hingga tiba di tujuan? Tentu saja tidak. Hal itu dimungkinkan berkat adanya fitur autopilot.

Baca juga: Auto Pilot – Sistem yang Mudahkan Pilot Atur Navigasi Selama Mengudara

Dikenal sebagai Automatic Flight Control System (AFCS), autopilot merupakan sebuah sistem mekanikal, elektrikal, atau hidraulik yang memandu sebuah kendaraan tanpa campur tangan dari manusia.

Selain sistem kontrol penerbangan, salah satu dari bagian avionik (peralatan elektronik penerbangan yang mencakup seluruh sistem elektronik di pesawat) ini juga berfungsi dalam komunikasi elektronik, navigasi, dan untuk mengetahui keadaan cuaca pada lintasan penerbangan.

Sistem autopilot pertama kali ditemukan oleh Lawrence Sperry, anak dari seorang penemu kenamaan dunia, Elmer Sperry, pada tahun 1912.

Dilansir Simple Flying, ketika itu, ia sebetulnya tengah membantu sang ayah menghubungkan indikator heading giroskopik ke kemudi dan elevator yang dioperasikan secara hidrolik dan berhasil membuat pesawat lebih stabil. Sadar temuannya akan berdampak besar, ia pun memamerkannya ke Eropa, tepatnya di ajang Paris Air Show pada 18 Juni 1914.

Di sela-sela gelaran tersebut, terdapat ajang Concours de la Securité en Aéroplane (Kompetisi Keselamatan Pesawat) di tepi sungai Seine. Ada 57 pesawat yang bersaing untuk memenangkan kompetisi tersebut, salah satunya pesawat biplane Curtiss C-2 yang digunakan Lawrence Sperry dan tim.

Sejak awal, pesawat biplane itu memang sudah menarik perhatian pengunjung. Sebab, pada kompetisi kali itu, Curtiss C-2 menjadi satu-satunya pesawat yang dilengkapi dengan gyroscopic stabilizer untuk meningkatkan stabilitas dan kontrol.

Benar saja, ketika giliran Lawrence Sperry dan tim tiba untuk beraksi bersama Curtiss C-2, penumpang dibuat kagum dan bersorak-sorai kegirangan atas apa yang mereka lihat, terutama, ketika Sperry mulai mengaktifkan fitur stabilisator dan melepaskan tangan dari kemudi.

Tak cukup sampai di situ, fitur autopilot temuan Lawrence Sperry juga mengundang decak kagum penumpang ketika salah satu dari tim merangkak ke atas sayap pesawat. Pesawat kemudian dibuat bergoyang dengan beberapa hentakan. Saat itu, Sperry tidak sedang mengontrol penuh pesawat. Menariknya, pesawat mampu kembali ke sikap semula secara otomatis berkat stabilisator yang dilengkapi giroskop.

Aksi Lawrence Sperry dan tim bersama Curtiss C-2 kemudian ditutup dengan adegan dimana Sperry dan salah satu dari tim, Cachin, berdiri di sayap. Tentu saja tidak ada kru yang mengemudikan pesawat. Namun, pesawat mampu melaju dengan stabil di udara dan tentu saja diiringi decak kagum penonton dan para juri. Saat itu, hampir mustahil pesawat bisa terus melaju tanpa dikontrol oleh pilot. Pemenangnya, sudah pasti diberikan kepada Lawrence Sperry.

Pasca aksi pamer inovasi cikal-bakal teknologi autopilot, Lawrence Sperry terus berinovasi. Ketika itu, autopilot gyroscopic pesawat Sperry ukurannya lebih kecil dibanding gyro stabilizer.

Sperry corporation, perusahaan yang didirikan Sperry, kemudian mengembangkan instrumen giroskopik lainnya, termasuk horizon buatan dan indikator heading. Sistem temuan ini masih dipasang di banyak pesawat saat ini, melengkapi 23 hak paten atau inovasi Sperry.


Seiring waktu berjalan, teknologi autopilot yang digunakan oleh kebanyakan pesawat dan dioperasikan maskapai penerbangan perlahan-lahan mulai disandingkan dengan otomatisasi lainnya yaitu Flight Management Sytstem (FMS). Begitu pilot memasuki rencana penerbangan, FMS menentukan cara paling efisien untuk mengikutinya.

Baca juga: Pertama di Dunia, Airbus A350-1000 Berhasil Lepas Landas, Landing, dan Taxi Otomatis! Pilot Terancam?

Sistem komputerisasi mengandalkan jaringan sensor yang canggih di seluruh pesawat terbang untuk terus memantau dan menyesuaikan kecepatan, ketinggian saat mengudara, dan faktor lainnya. Dengan kata lain, sebenarnya pilot bisa bersantai dengan diaplikasikannya sistem semacam ini.

Selain itu, teknologi autopilot saat ini juga dikembangkan menjadi auto landing dan auto take off, yang di masa mendatang mungkin saja seluruh pesawat akan dilengkapi fitur tersebut.

Mudahkan Transportasi di Aceh Singkil, ASDP Operasikan KMP Aceh Hebat 1 dan KMP Aceh Hebat 3

Dalam mendukung konektivitas penyeberangan masyarakat di wilayah Aceh Singkil dan sekitarnya, Pemerintah Aceh menghadirkan KMP Aceh Hebat 1 dan KMP Aceh Hebat 3. Yang mana kapal-kapal ferry RoRo ini akan dioperasikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry.

Baca juga: 88 Tahun Lalu, Kapal Perang Belanda “De Zeven Provinciën” Diambil Alih Pemberontak di Lepas Pantai Sumatera

KabarPenumpang.com menghimpun berbagai laman sumber, KMP Aceh Hebat 1 dan 3 hadir untuk menyusul KMP Aceh Hebat 2 yang sudah beroperasi sebelumnya di lintas Ule Lheue-Balohan. Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, pihaknya dipercayakan oleh Pemerintah Aceh untuk mengoperasikan ketiga unit KMP Aceh Hebat tersebut bagi masyarakat Aceh Singkil dan sekitarnya.

KMP Aceh Hebat 3 (Dishub Aceh)

Dia mengatakan, kehadiran dua kapal ferry RoRo KMP Aceh Hebat 1 dan 3 dapat semakin memudahkan aksesibilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan juga mendukung kelancaran sektor logistik serta menunjang perekonomian daerah. Nantinya dalam pengoperasiannya, KMP Aceh Hebat 1 melayani rute Sinabang – Calang yang mulai pelayaran perdananya pada Selasa (9/3/2021).

Sedangkan KMP Aceh Hebat 3 melayani rute Singkil-Pulau Banyak-Sinabang. Pelayaran perdana ini diresmikan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan dihadiri juga oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan ASDP Harry MAC, terlihat antusiasme masyarakat cukup tinggi.

Di masa pandemi Covid-19, lebih dari 60 persen kapasitas terisi. Gubernur Nova Iriansyah berpesan agar ASDP sebagai operator kapal bisa merawat dengan baik KMP Aceh Hebat 1, 2 dan 3 yang dioperasikan.

“Kepada penumpang saya berpesan untuk tetap disiplin dan tidak membuang sampah sembarangan. Kapal ini milik kita. Kita harus disiplin terutama dalam hal membuang sampah. Jika tidak, sulit operator merawatnya,” katanya.

KMP Aceh Hebat 1 didesain untuk pelayaran jarak jauh dan tersedia tempat tidur bagi penumpang. KMP Aceh Hebat 1 berukuran 1300 GT dengan panjang 70 meter dan lebar 15 meter, memiliki waktu tempuh 17 jam, dan mampu mengangkut 250 orang penumpang dan 33 kendaraan campuran. KMP Aceh Hebat 1 yang melayani rute Sinabang-Calang, kapal akan berangkat dari Pelabuhan Calang pada Senin dan Rabu, dan berangkat dari Pelabuhan Sinabang pada Selasa dan Kamis.

KMP Aceh Hebat 2 (kumparan.com)

KMP Aceh Hebat 3 memiliki ukuran 600 GT, dan mampu mengangkut 212 orang penumpang dan 21 unit kendaraan campuran. KMP Aceh Hebat 3 melayani rute Pulau Banyak – Sinabang dengan waktu tempuh delapan jam dan rute Singkil- Pulau Banyak dengan waktu tempuh empat jam. Jadwal berangkat rute Singkil – Pulau Banyak setiap minggu pertama dan ketiga pada hari Minggu hingga Jumat, dan setiap minggu kedua dan keempat pada hari Minggu hingga Kamis.

Sedangkan untuk jadwal berangkat rute Pulau Banyak – Sinabang pada minggu ke 2 dan 4, dari Pulau Banyak hari Kamis, dan dari Sinabang hari Jumat. Untuk diketahui, Ketiga kapal ini dibuat di tiga galangan berbeda yakni KMP Aceh Hebat 1 yang berkapasitas 1.300 GT dibuat oleh PT Multi Ocean Shipyard. KMP Aceh Hebat 2 dengan bobot 1.100 GT, dibuat oleh PT Adiluhung Saranasegara di Bangkalan Madura.

Baca juga: KMP Kaldera Toba Lengkapi Transportasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Sedangkan KMP Aceh Hebat 3 yang berbobot 600 GT dikerjakan oleh PT Citra Bahari Shipyard di Tegal. KMP Aceh Hebat merupakan hasil dari program pengadaan kapal ferry roro di bawah Dinas Perhubungan Aceh dengan anggaran Rp178 milliar.

Di Tengah Pandemi dan Sepinya Penumpang, PT LRT Jakarta Justru Buka Lowongan

Bagaimana keadaan LRT Jakarta dan penumpangnya di masa pandemi seperti ini? Sepertinya sudah sepi sebelum pandemi, kini penumpannya pun lebih sepi lagi. Meski begitu LRT yang melintas Pegangsaan Dua, Kelapa Gading Menuju ke Velodrome di Rawamangun masih beroperasi hingga hari ini.

Baca juga: Disorot Publik Akibat Sepi Penumpang, LRT Jakarta Justru Cetak Rekor Pengunjung Tertinggi

Bahkan, kini PT LRT Jakarta yang mengoperasikan kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) tersebut membuka lowongan pekerjaan. Dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com, lowongan pekerjaan tersebut didapat berdasarkan informasi dari akun YouTube Informasi DKI Jakarta.

Di mana ada sebanyak dua belas posisi lowongan pekerjaan yakni staf sarana, masinis, operation control center (OCC) Supervisor, business development staff, first aid staff dan traksi daya listrik supervisor. Selain itu juga ada untuk supervisor jalur dan bangunan, junior auditor, creative design, business development manager, manager perawatan saranan dan corporate secretary division head.

Anda berminat melamar salah satu dari dua belas lowongan pekerjaan di PT LRT Jakarta? Berikut syarat dan ketentuan untuk melamar ke anak perusahaan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, PT Jakarta Propertindo tersebut.

1. Bisa buka link pendaftaran untuk mengisi formulir

2. Pada halaman pertama, isi identitas pelamar seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, usia, jenis kelamin, alamat sesuai KTP dan domisili, agama, email, nomor telepon seluler, dan posisi yang dilamar.

3. Setelah ke halaman berikutnya, pelamar harus mengisi media sosial yang digunakan dan nama akun.

4. Kemudian ke halaman ketiga, pelamar harus mengisi latar belakang pendidikan seperti gelar, jurusan, dan tahun masuk serta lulus.

5. Berikutnya, pelamar mengisi perusahaan terakhir ia bekerja berupa nama, posisi terakhir, pengalaman kerja sesuai dengan posisi yang dilamar, dan apakah pernah menjadi supervisor atau manajer.

6. Lalu, di halaman selanjutnya, silakan mengisi perihal upah seperti gaji bersih yang diterima saat ini, gaji bersih yang diinginkan, tunjangan yang diharapkan.

7. Pada halaman formulir yang sama, pelamar harus mengunggah foto terkini, curriculum vitae, ijazah, dan sertifikat atau portofolio.

Baca juga: Dirut: LRT Jakarta Tidak Cuma 5,8 tapi Sudah 420 kilometer!

8. Terakhir, pelamar dihadapkan pada konfirmasi sistem bahwa semua data dan kelengkapan telah diisi sehingga hanya perlu mengklik tombol ‘kirim’.

9. Pelamar akan mendapat balasan dari pihak PT LRT melalui email masing-masing.