Cek Fakta Dibalik Video Viral Drone Hantam Pesawat Tak Lama Setelah Lepas Landas!

Pada Februari lalu, sebuah video viral di media sosial TikTok. Video tersebut menunjukkan sebuah drone mengantam winglet pesawat Southwest Airlines, tak lama setelah lepas landas dari Bandara LaGuardia, NewYork, Amerika Serikat (AS). Dalam sekejap, winglet kemudian hancur dan tentu saja membahayakan penerbangan.

Baca juga: Viral! Akibat Virus Corona, Sebuah Drone ‘Tegur’ Nenek dan Kakek Tua 

Sampai tulisan ini dibuat, video viral drone menghantam winglet pesawat itu sudah ditonton lebih dari 4 juta kali. Pertanyaannya, validkah video tersebut, mengingat teknologi bisa membuat segala yang tidak menjadi mungkin, dalam hal ini terkait teknologi video editing?

Dilansir snopes.com, bila dilihat secara lebih detail, sebetulnya drone yang menghantam jenisnya tak terlalu besar. Namun, dalam video viral itu, winglet pesawat, yang disebut sebagai penerbangan Southwest Airlines, hancur dibuatnya.

@marlon_spiridon_osborn

Drone hits plane on takeoff 🛫😱 #fyp #foryoupage #foryou #trending #trendy #tiktok #tiktokvids #foryoup #foryp #plane #drone #shocking #scaryflight

♬ original sound – M a r l o n K a n d a r o s

Setelah diusut tuntas, video tersebut rupanya tak lebih dari sekedar hoax belaka atau lebih tepatnya efek visual. Video tersebut diketahui pertama kali dibuat pada tahun Juni 2015 lalu, oleh seorang ahli visual effect, Bruce Branit. Ia pun juga secara cermat menempatkan watermark di sayap pesawat sampai betul-betul samar bila tak dilihat secara seksama.

Ketika itu, ia mengunggahnya ke akun YouTube miliknya, BranitFX. Sekalipun tak terlalu viral, dimana jumlah viewersnya hanya sekitar 450 ribuan, tetapi video itu memang tampak seperti sungguhan.

Tak heran bila di era digital yang sudah sangat massif sehingga lebih mudah membuat sebuah video viral seperti sekarang ini, video editan drone menabrak winglet pesawat hingga hancur itu mendapat perhatian luas dari warganet.

Memastikan video viral tersebut hoax, juru bicara Southwest Airlines pun membantah insiden itu. Dalam keterangannya, pesawat yang dimaksud terbang dengan aman dan selamat tanpa kendala apapun.

Hanya saja, insiden drone tabrak pesawat atau pesawat tabrak drone memang pernah terjadi. Bahkan bisa dikatakan sering terjadi.

Pada 12 November 2017, sebuah drone dilaporkan menabrak Boeing 737-800 milik maskapai Aerolineas Argentinas. Disebutkan, drone tersebut menghantam mesin sebelah kanan pesawat yang bertolak dari Trelew, sebelah timur laut dari Patagonia.

http://https://www.youtube.com/watch?v=GS3nb4bwHKQ&t=17s

Baca juga: Drone Misterius Ganggu Penerbangan di Bandara Changi Singapura

Kejadian tersebut terjadi ketika pesawat melintas di atas Tierra Santa Theme Park, tepat sebelum pesawat Aerolineas Argentinas mendarat di bandara Jorge Newbery di Buenos Aires, Argentina. Untungnya, pesawat tidak mengalami kerusakan hebat ketika ditabrak dan bisa mendarat dengan selamat.

Sekitar sebulan sebelumnya atau pada 16 Oktober 2017, insiden drone tabrak pesawat juga pernah terjadi di Kanada. Ketika itu, pesawat Skyjet Beech King Air 100 tengah bergerak mendekati Bandara Internasional Jean Lesage di Kota Quebec, dan dihantam oleh sebuah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang tidak dikenal.

Abu Vulkanik dari Letusan Gunung Pacaya Bikin Bandara di Guatemala Tutup Sementara Waktu

Bandara Internasional La Aurora Guatemala harus ditutup sementara karena abu vulkanik yang menyelimuti pesawat dan landasan pacu pada hari Selasa (23/3/2021). Ini karena kondisi angin yang tidak menguntungkan membawa abu dari Gunung Berapi Pacaya di dekatnya yang tengah aktif sehingga abu vulkanik menutupi bandara tersebut.

Baca juga: Arah Sebaran Abu Vulkanik Berubah, Bandara Lombok Pagi Ini Sudah Dibuka

Otoritas Penerbangan Sipil Guatemala mengatakan, adanya ini membuat tentara menyapu abu vulkanik di landasan pacu yang ditutup menyusul aktivitas vulkanik dan kondisi angin yang tidak menguntungkan di Gunung Pacaya. Dilansir KabarPenumpang.com dari cnn.com (23/3/2021), pengumuman penutupan Bandara La Aurora sendiri disampaikan melalui Twitter oleh Otoritas Penerbangan Sipil.

Tentara menyapu abu vulkanik dari landasan pacu di bandara Internasional La Aurora, yang ditutup menyusul aktivitas vulkanik dan kondisi angin yang tidak menguntungkan di gunung berapi Pacaya di luar Guatemala City pada Selasa, 23 Maret 2021. (cnn.com)

Mereka mengatakan bahwa mengambil keputusan itu sebagai akibat adanya perubahan arah angin dari selatan ke utara dan peningkatan aktivitas vulkanik di Pacaya serta meningkatnya hujan abu. Gunung ini memiliki tinggi 2.569 meter terletak sekitar 48 kilometer (29 mil) di selatan bandara dan telah aktif dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Otoritas Penerbangan Sipil, langkah tersebut diambil mengikuti rekomendasi dari National Institute of Seismology, Volcanology, Meteorology, and Hydrology (INSIVUMEH) yang mengumumkan peningkatan abu vulkanik di banyak wilayah ibu kota.

“Sejauh ini, sembilan pesawat telah terpengaruh dan tetap dilarang terbang, satu penerbangan yang datang dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, dialihkan ke El Salvador,” kata Otoritas Penerbangan Sipil Guatemala.

Dalam sebuah video yang diposting ke akun Twitter-nya, Direktur Penerbangan Sipil Francis Argueta mengatakan tidak jelas berapa lama penutupan akan berlangsung tetapi pihak berwenang “berharap untuk melanjutkan operasi bandara secepat mungkin.” Awan abu vulkanik merupakan bahaya serius bagi penerbangan, mengurangi jarak pandang, merusak kontrol penerbangan, dan pada akhirnya menyebabkan mesin jet rusak.

Pertemuan antara pesawat terbang dan abu vulkanik bisa terjadi karena awan abu sulit dibedakan dari awan biasa, baik secara visual maupun radar, menurut US Geological Survey. Awan abu juga bisa melayang jauh dari sumbernya. Abu vulkanik yang tertelan oleh mesin dapat menyebabkan penurunan kinerja mesin yang serius karena erosi bagian yang bergerak dan penyumbatan sebagian atau seluruh nosel bahan bakar.

Baca juga: Pesawat Boleh Tetap Mengudara di Tengah Kepulan Abu Vulkanik, Asalkan…

Abu vulkanik mengandung partikel yang titik lelehnya di bawah suhu internal mesin. Selama penerbangan, partikel-partikel ini akan langsung meleleh jika melalui mesin. Melalui turbin, bahan yang meleleh dengan cepat mendingin, menempel pada baling-baling turbin, dan mengganggu aliran gas pembakaran bertekanan tinggi.

Setahun Virus Corona dan Penerbangan Kabin Penumpang Dipenuhi Kargo

Tanpa terasa, virus Corona telah mewabah selama setahun lebih dan merusak bisnis, salah satunya bisnis penerbangan. Beruntung, di saat penerbangan penumpang mati total, justru penerbangan kargo meningkat tajam seiring waktu. Bahkan, saking tingginya permintaan, kabin penumpang pun sampai dipenuhi kargo, semata untuk memaksimalkan muatan per sekali terbang.

Baca juga: Tujuh Penerbangan Ini Tak Lazim Akibat Corona, Nomor 6 Paling Aneh!

Di awal wabah virus Corona menerjang, semua maskapai nyaris tak bisa berbuat banyak. Bahkan, beberapa di antaranya menggrounded 100 persen pesawat, saking sepinya penerbangan.

Ketika itu, virus Corona yang masih menjadi epidemi di Wuhan secara khusus dan Cina secara umum, diprediksi para ahli tak akan berlangsung lama. Setelahnya, dunia akan kembali normal.

Faktanya, tidak demikian. Justru keadaan semakin sulit. Tak hanya itu, Covid-19 bahkan menyebar ke beberapa negara, berbagai negara, sampai akhirnya ke hampir seluruh negara di dunia.

Rantai pasokan barang dan jasa pun, yang selama ini mayoritas berada di Cina, otomatis terganggu. Pasokan medis, sepeti APD, masker, dan face shield dilaporkan terjadi kelangkaan dimana-mana.

Tatkala beberapa negara berhasil mengendalikan virus tersebut dan dunia mulai membaik, ditandai dengan dimulainya pertukaran barang dan jasa antar negara dan benua, dunia penerbangan pun perlahan kembali pulih. Tentu saja dimulai dengan penerbangan kargo.

Saat itu, sekitar bulan Maret, di negara-negara yang menjadi pemasok peralatan dan perlengkapan medis, seperti Cina, Taiwan, dan Korea Selatan, kargo pesawat bahkan sampai tidak muat menampung barang. Guna memaksimalkan kapasitas, terlebih di saat yang bersamaan penerbangan penumpang juga sepi, maskapai pun menyulap kabin penumpang untuk kemudian dipenuhi kargo.

Dilansir aircargonews.net, saking tingginya permintaan kargo, tarifnya bahkan sampai melonjak tajam. Pada 17 Maret 2020, data menunjukkan bahwa rata-rata tarif angkutan udara pada layanan dari Shanghai ke AS meningkat sebesar 29,7 persen dari harga pada minggu sebelumnya mencapai US$4,71 per kg. Untuk layanan dari Shanghai ke Eropa, ada peningkatan mingguan terjadi sebesar 17,7 persen menjadi US$3,19 per kg.

Bulan Maret memang benar-benar menjadi bulan kebangkitan industri penerbangan, dalam hal ini penerbangan kargo. Ketika itu, pada tanggal 19 Maret, United Cargo mulai menerbangkan kargo seberat 29.000 pon berisi pasokan medis dari Chicago O’Hare ke Frankfurt.

Baca juga: Kabin Penumpang Penuh Kargo Bikin Pilot ‘Nambah Kerjaan’

Setahun kemudian, maskapai ini tercatat telah mengoperasikan lebih dari 11.000 penerbangan khusus kargo, dimana kabin penumpang disulap menjadi kargo, yang membawa lebih dari 570 juta pon barang, termasuk lebih dari 113 juta pon produk medis dan farmasi pada penerbangan khusus kargo dan penumpang serta sekitar 10 juta vaksin Covid-19.

Sebelum United Cargo, Emirates SkyCargo diketahui sudah memulai penerbangan khusus kargo pada 16 Maret. Saat itu, pesawat penumpang Boeing B777-300ER, yang kabin penumpangnya dipenuhi kargo, membawa muatan seberat 34 ton kargo, dari Dubai ke Kuwait. Sejak itu, maskapai ini telah mengoperasikan lebih dari 27.800 penerbangan kargo yang membawa lebih dari 100.000 ton sampai saat ini.

Kapal Kontainer Raksasa Melintang di Terusan Suez, Lalu Lintas Kapal Dunia Terganggu

Pernah membayangkan bagaimana bila sebuah terusan macet dan perjalanan semua kapal yang melintasinya harus menunggu atau putar arah? Ini terjadi di Terusan Suez, yang mana sebuah kapal kontainer raksasa terjebak dan menghentikan lalu lintas di salah satu jalur air tersibuk dan terpenting di dunia.

Baca juga: 151 Tahun Sudah Terusan Suez Menghubungkan Laut Mediterania dan Laut Merah

KabarPenumpang.com menghimpun dari cnn.com (24/3/2021), kapal kontainer ini bisa terjebak setelah angin dengan kecepatan 40 knot dan badai pasir menyebabkan jarak pandang rendah sehingga membuat navigasi yang buruk. Kapal berbobot 224 ribu ton dan memiliki panjang 59 meter tersebut berlayar dibawah bendera Panama yang tengah dalam perjalanan ke Pelabuhan Rotterdam di Belanda.

Gambar kapal yang menghambat perjalan di Terusan Suez dari satelit (cnn.com)

Saat itu kapal Ever Given tengah memasuki perdangan Timur-Barat yang penting pada Selasa pagi (23/3/2021) dan mengalami masalah ketika jaraknya sekitar 9,6 km laut di ujung selatan muara. Karena insiden ini, Tanker Trackers yang memantau kapal melalui data satelit dan maritim mengatakan insiden telah menyebabkan kapal lain di dekatnya mundur.

“Kapal tanker yang membawa minyak Saudi, Rusia, Oman dan AS menunggu di kedua ujungnya,” katanya.

Ever Given sedang transit ke utara dari Laut Merah ke Mediterania ketika mengalami masalah sekitar pukul 07.40 pagi setelah kapal mengalami pemadaman. Sedangkan ada 15 kapal lain dalam jalur tersebut tertahan dan menurunkan jangkar selama proses pembersihan tersebut. Di jalur selatan pun di blokir sampai kapal kontainer dipindahkan.

Maersk, perusahaan pengiriman peti kemas terbesar di dunia mengatakan tujuh dari kapal peti kemasnya telah terkena dampak penyumbatan, dengan empat kapalnya terjebak di sistem kanal sementara sisanya menunggu untuk memasuki jalur tersebut, kata perusahaan Denmark dalam sebuah pernyataan Rabu.

Kapal kontainer rusak dan menghentikan lalu lintasi di Terusan Suez (cnn.com)

Seorang senior kanal di Otoritas Terusan Suez mengatakan, untuk memindahkan kapal ini secara teknis sangat rumit dan bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Dia mengatakan, bila peralatan untuk mengapung kapal tersedia, tetapi semuanya tergantung pada bagaimana penggunaannya.

“Jika metodenya tidak benar mungkin butuh waktu seminggu, dan jika dilakukan dengan baik bisa memakan waktu dua hari. Tapi jika itu benar [sejak awal], maka krisis bisa berakhir kemarin,” kata pejabat itu.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa, karena kerusakan tersebut, Ever Given tidak mungkin bisa berlayar sekarang dan mungkin perlu ditarik ke tempat parkir terdekat, Distrik Danau Great Bitter, sekitar 30 kilometer ke utara. Setelah itu kemungkinan besar akan ditarik dengan muatannya ke pelabuhan terdekat baik pelabuhan Sokhna 20 kilometer selatan kota Suez, atau Port Said, 100 kilometer ke utara.

Nantinya kargo akan diturunkan dan kapal akan menjalani perbaikan kecil. Jika kerusakannya ternyata lebih parah, kapal tersebut akan ditarik ke galangan kapal laut. Pejabat itu mengatakan bahwa “saat ini, jumlah kapal yang menunggu bisa mencapai 100 dan akan meningkat seiring waktu.”

“Terganggunya navigasi kapal diperkirakan akan menyebabkan kemacetan kapal yang membutuhkan waktu dua hingga tiga hari untuk memulihkan ketertiban lalu lintas secara normal,” tambahnya.

Dampak pada aliran minyak dan gas akan tergantung pada berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan kapal peti kemas, sumber industri mengatakan kepada Reuters.

Baca juga: Kenapa Kapal Pesiar Bisa Tahan Terjangan Badai? Ternyata Jawabannya Sangat Sederhana!

“Jika diperpanjang, katakanlah, berminggu-minggu tentu saja akan mengganggu semua pengiriman secara besar-besaran. Tapi saya pikir harus tersedia sumber daya yang cukup dan cukup banyak untuk menangani situasi dengan cepat, dalam beberapa hari daripada berminggu-minggu,” kata Ashok Sharma, direktur pelaksana pialang kapal BRS Baxi yang berbasis di Singapura.

Kentut di Dalam Uber, Penumpang Diadili Plus Kena Denda

Kentut sebenarnya adalah hal wajar dan alami karena dikeluarkan dari dalam tubuh. Namun ternyata kentut juga bisa menjadi masalah bahkan orang yang kentut bisa dikenakan hukuman penjara.

Baca juga: Pengemudi Uber Diserang dan Diejek oleh Penumpang Tak Bermasker

Hal ini terjadi pada dua tahun lalu atau tepatnya pada 2019 dalam sebuah kendaraan ride hailing milik Uber. Di mana saat itu pengemudi bernama Aleksander Bonchev mengambil penumpang dari klub malam di Bristol Inggris.

Penumpang tersebut adalah James Mallett yang naik mobil Uber bersama seorang wanita yang tidak dikenal. Tak lama keduanya naik, Mallett duduk di kursi belakang dan kentut. Bonchev yang mendengarnya marah dengan tindakan yang dilakukan penumpang itu.

Dia menuntut Mallett dan teman wanitanya untuk segera meninggalkan kendaraannya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nydailynews.com, pengemudi Uber itu mengatakan kentut merupakan hal yang membuatnya mendapat perilaku kasar dan tercela bahkan membuat dirinya merugi.

Alih-alih memisahkan diri, kedua pria itu justru berkelahi di dalam mobil. Mallet memukul Bonchev dan dia pun membalasnya dengan knockdown. Dari laporan yang didapat, karena perkelahian itu membuat jari Bonchev patah.

Insiden ini diketahui polisi dan menghentikan Mallett serta teman wanitanya setelah perkelahian itu. Masalah ini tak berhenti sampai di situ dan dibawa hingga ke pengadilan agar Mallett mendapat hukuman setimpal.

“(Mallett) diajak bicara, dia terluka dan bibir bawahnya terluka. Dia benar-benar mabuk,” kata jaksa penuntut David Scutt.

Karena cedera tersebut, Bonchev secara fisik tidak mampu bekerja dan akhirnya kehilangan pekerjaannya. Segera setelah itu, dia dilaporkan menjadi tunawisma sebelum kembali ke tanah airnya di Bulgaria. Dalam insiden tersebut di pengadilan, Mallett mengaku bersalah atas penyerangan yang menyebabkan cedera nyata.

Baca juga: Dianggap Rasis Karena Bebaskan Biaya Pengiriman Pada Restoran Milik Kelompok Kulit Hitam, Uber Eats Terima 8500 Tuntutan Arbitrase

Dia dihukum dengan perkiraan denda $650 atau sekitar Rp9,3 juta dan diperintahkan untuk melakukan 120 jam pelayanan masyarakat. Selain itu Mallett juga mendapat hukuman penjara yang ditangguhkan.

Hari Ini, 28 Tahun Lalu, Barbara ‘Penata Rambut’ Harmer Resmi Jadi Pilot Wanita Pertama Concorde

Pada hari ini, 28 tahun lalu, bertepatan dengan 25 Maret 1993, Barbara Harmer mengukuhkan diri sebagai pilot wanita pertama Concorde di dunia. Kepastian itu didapat setelah eks penata rambut ini mendapat type rating pesawat supersonik tersebut.

Baca juga: 51 Tahun Sejak Terbang Perdana, Inilah ‘Jejak’ Supersonik Concorde yang Selalu Dikenang

Dilansir Aerotime Aero, perjalanan Barbara Harmer menjadi pilot wanita pertama Concorde tentu tidaklah mudah. Setelah keluar sekolah saat masih kanak-kanak hingga akhirnya tak melanjutkan ke sekolah manapun, masa depan Barbara menjadi suram.

Guna memenuhi kebutuhan hidupnya, ia pun memilih profesi sebagai penata rambut setelah mengikuti kursus penata rambut sebagai hairdresser. Sebetulnya, ia cukup mencintai pekerjaan ini. Terbukti, ia bisa bertahan sampai lima tahun.

Memasuki tahun keenam, rasa bosan pun menyelimutinya. Ia pun beralih profesi menjadi Trainee Air Traffic Controller dan memperoleh A-level di bidang Geografi, Hukum Inggris, Hukum Konstitusi dan Politik. Ia kemudian ditugaskan sebagai controller di Bandara London Gatwick (LGW). Dari sinilah, karirnya di dunia penerbangan dimulai.

Setelah memakan asam garam di dunia aviasi sebagai controller, Barbara Harmer mulai melirik profesi pilot. Ambisi yang kuat pun memudahkannya mendapat Lisensi Pilot Pribadi (PPL) dan mulai bekerja sebagai instruktur penerbangan di Sekolah Penerbangan Goodwood.

Seolah ingin terus naik sampai ke puncak tertinggi, Barbara Harmer sampai harus meminjam uang ke bank dalam jumlah besar, mencapai US$ 11.700. Uang sebesar itu digunakan sebagai modal mendapat Lisensi Pilot Komersial (CPL). Usahanya pun tak sia-sia, pada bulan Mei 1982, ia resmi mendapat CPL.

Meski sempat kesulitan mendapat pekerjaan sebagai pilot komersial, Barbara Harmer berhasil berlabuh di Genair. Sayangnya, maskapai tersebut bangkrut pada tahun 1984. Beruntung, usai maskapai tersebut bangkrut, Barbara langsung melamar menjadi pilot maskapai British Caledonian dan berhasil.

Bersama British Caledonian, Barbara Harmer berkesempatan terbang antara lain dengan pesawat BAC-111 dan DC-10. Ketika itu, sebagai pilot, ia sangat memimpikan bisa menerbangkan pesawat supersonik Concorde. Tentu saja hal itu juga menjadi impian seluruh pilot di dunia kala itu. Jalan takdir pun membuka kesempatan tersebut untuk Barbara.

Saat itu, usai empat tahun bekerja di British Caledonian, maskapai tersebut kemudian diakuisisi oleh British Airways, yang notabene sudah mengoperasikan Concorde selama 12 tahun. Ketika itu, dari 3 ribu pilot maskapai nasional Inggris itu, hanya sebagian kecil yang diberikan keistimewaan untuk menerbangkan Concorde. Jadi, peluang masing-masing pilot, termasuk Barbara Harmer, sangat kecil. Terlebih, ia adalah seorang pilot wanita yang waktu itu jumlahnya hanya ada 60 orang.

Akan tetapi, nasib berkata lain. British Airways memilihnya untuk menjalani kursus pelatihan enam bulan yang ketat sebelum dia berhasil menerima type rating pada 25 Maret 1993.

Baca juga: Bukan Concorde, Bell X-1A Jadi Pesawat Pertama di Dunia Tembus Kecepatan Mach 2

Kemudian di tahun yang sama, dia menjadi kopilot dalam penerbangan dari Bandara London Heathrow (LHR) ke John F. Kennedy International (JFK), New York. Selain dirinya, ada satu pilot Concorde wanita lainnya, yaitu Béatrice Vialle. Bedanya, ia adalah pilot Concorde Air France.

Setelah British Airways dan Air France mempensiunkan pesawat Concorde pada tahun 2003, Barbara Harmer pun melanjutkan karir penerbangannya dengan menjadi pilot Boeing 777 sampai dia pensiun dari dunia penerbangan pada tahun 2009. Dua tahun berikutnya, ia dinyatakan wafat usai mengidap kanker.

Berada di Yunani, Kanal Korintus Tak Bisa Bebas Dilalui Kapal Modern

Corinth Canal atau dikenal dengan Kanal Korintus berada di Yunani dan menghubungakn Teluk Korintus di Laut Ionia dengan Teluk Saronic di Aegea. Kanal tersebut juga memotong Tanah Genting Korintus yang sempit dan memisahkan Peloponnese dari daratan Yunani yang bisa dikatakan membuat semenjung.

Baca juga: Canangkan Pembangunan ‘Kereta Perdamaian,’ Israel Nantinya Akan Terhubung dengan Sejumlah Negara Teluk

Memiliki panjang 6,4 km dengan lebar 21,4 meter, membuat Kanal Korintus tak bisa dilalui oleh banyak kapal modern. Hal ini juga membuatnya sedikit dilirik oleh para pelancong sehingga perekonomiannya pun sedikit. Dihimpun KabarPenumpang.com dari wikipedia.com, Kanal Korintus hadir setelah adanya usulan pada zaman klasik dan upaya yang gagal dilakukan untuk membangunnya pada abad ke-1 Masehi.

Kemudian konstruksi kembali dimulai tahun 1881 silam. Konstruksi diresmikan secara resmi pada tanggal 23 April 1882 di hadapan Raja George I dari Yunani. Kemudian konstruksi dilanjutkan pada tahun 1890 ketika proyek tersebut dipindahkan ke sebuah perusahaan Yunani, dan selesai pada tanggal 25 Juli 1893 setelah pekerjaan selama sebelas tahun. Sayangnya kanal ini mengalami kesulitan keuangan dan operasional selesai dibangun.

Kanal ini memiliki dinding di kedua sisinya dan cukup tinggi sehingga angin yang mengalir di sana membuat arus pasang surut yang cukup kuat. Karena hal inilah yang membuat operator kapal tidak mau melintas di Kanal Korintus. Selain itu penumpang yang naik kapal dan melintasi kanal tersebut tidak sesuai prediksi alias lebih sedikit dari perkiraan operator kapal.

Tak hanya itu, dindi batu kapur yang terjadi di sisian kanan kiri Kanal Korintus terbukti rentan terhadap longsor. Bahkan kerusakan serius pernah terjadi selama Perang Dunia II tepatnya tanggal 26 April 1941. Yang mana selama Pertempuran Yunani antara pasukan pertahanan Inggris dan pasukan Nazi Jerman hingga penerjun payung berusaha merebut jembatan utama di atas kanal.

Jerman mengejutkan para pembela dengan serangan yang dibawa pesawat layang di pagi hari tanggal 26 April dan merebut jembatan, tetapi Inggris melancarkan serangan dan menghancurkan strukturnya. Jembatan itu diganti dengan jembatan rel atau jalan gabungan dibangun dalam 25 hari oleh IV Kereta Api Insinyur Batalyon, dari Kerajaan Italia Army ‘s Railway Insinyur Resimen .

Tiga tahun kemudian, ketika pasukan Jerman mundur dari Yunani, kanal itu dihentikan oleh operasi ” bumi hangus ” Jerman. Pasukan Jerman menggunakan bahan peledak untuk memicu tanah longsor untuk memblokir kanal, menghancurkan jembatan dan membuang lokomotif, reruntuhan jembatan dan infrastruktur lainnya ke dalam kanal untuk menghambat perbaikan.

The United States Army Corps of Engineers mulai membersihkan kanal pada bulan November 1947 dan dibuka kembali untuk dangkal-rancangan lalu lintas dengan 7 Juli 1948, dan untuk semua lalu lintas dengan itu September. Karena kanal tersebut sulit dinavigasi untuk kapal-kapal besar, kanal ini banyak digunakan oleh kapal-kapal rekreasi berukuran kecil.

Meskipun kanal menghemat perjalanan 700 kilometer di sekitar Peloponnese, kanal itu terlalu sempit untuk kapal kargo laut modern, karena hanya dapat menampung kapal dengan lebar hingga 17,6 meter dan draft hingga 7,3 meter.

Baca juga: Obskaya – Karskaya, Jalur Kereta Paling Utara yang Akan Bawa Anda ke Ujung Dunia!

Kapal pesiar Olsen Cruise Lines berhasil melintasi kanal tersebut untuk mencetak rekor baru kapal terpanjang yang melewati kanal tersebut. Kapal hanya dapat melewati kanal satu konvoi dengan sistem satu arah. Kapal yang lebih besar harus ditarik oleh kapal tunda. Kanal tersebut saat ini digunakan terutama oleh kapal-kapal wisata; sekitar 11 ribu kapal per tahun melakukan perjalanan melalui jalur ini.

Jangan Bawa Ponsel Ketika BAB, Kuman dan Penyakit Mengintai

Ketika buang air besar (BAB), banyak orang yang melakukan kegiatan membaca koran, komik, majalah atau memainkan ponsel mereka. Ini dilakukan demi menghabiskan waktu sembari berjongkok atau duduk di kloset.

Baca juga: Tisu Toilet di Stasiun Tokyo ‘Ingatkan’ Penumpang untuk Tak Gunakan Ponsel Ketika Berjalan

Namun, ternyata menggunakan ponsel tidaklah baik dan membuat seseorang rentan terhadap penyakit menular dan masalah kesehatan yang serius. KabarPenumpang.com menghimpun dari timesofindia.indiatimes.com ada beberapa hal efek buruk bermain ponsel ketika di toilet terlebih lagi di toilet umum.

1. Penyakit menular
Tahu kan kalau toilet atau kamar mandi adalah salah satu tempat paling banyak kuman? Ini karena kamar mandi punya banyak hal yang bisa menampung bakteri untuk tinggal. Saat Anda membawa ponsel ke toilet, Anda akan terpapar banyak kuman dan salmonella seperti bakteri. Berbagai pakar kebersihan telah menyatakan keprihatinannya atas generasi milenial yang membawa tablet mereka ke toilet. Mereka mengatakan bahwa ketika Anda membersihkan bokong dengan tangan Anda sambil menjaga ponsel Anda dalam pengaturan shift dan kemudian memegang telepon lagi, bahkan mencuci tangan menjadi tidak berharga! Ini karena bakteri itu kemudian menempel di ponsel Anda, yang Anda pegang lagi setelah mencuci tangan.

2. Banyak kuman
Sebuah studi yang dilakukan peneliti Universitas Arizona menemukan bahwa ponsel akan membawa bakteri sepuluh kali lebih banyak dari toilet. Ini karena pengguna mencuci tangan mereka tetapi tidak membersihkan ponsel mereka. Sehingga kuman dan bakteri penyebab penyakit tetap menempel dan membuat Anda terinfeksi.

3. Penyakit di bagian anus
Nyatanya lama duduk atau berjongkok di kloset membuat anus bisa menyebabkan sakit. Wasir menjadi salah satunya karna duduk atau jongkok terlalu lama di kloset membuat anus tegang sehingga menyebabkan nyeri, pembengkakakn atau pendarahan di daerah panggul.

4,Picu kecemasan
Teknologi telah membuat hidup kita sangat mudah, tetapi juga menjadi alasan untuk kecemasan dan stres. Semakin sering Anda menggunakannya, semakin Anda cenderung merasa stres. Waktu kamar mandi Anda adalah waktu luang Anda dan saat Anda membawa ponsel ke sana, Anda mengundang lebih banyak stres dan kecemasan ke dalam hidup Anda. Dengan membawa ponsel Anda di kamar mandi, Anda menempatkan otak dan kesehatan Anda dalam bahaya. Beberapa bahkan mengalami kesulitan buang air besar karena hal ini.

Baca juga: Meski Telat Mengadopsi Tangki Limbah, Kereta Greater Anglia di Inggris Kini Dilengkapi Toilet Canggih

Sepertinya, bila Anda masih melakukan hal ini, urungkan dan tinggalkan. Selain itu usahakan bila buang air besar setelah selesai langsung keluar agar tidak menghabiskan banyak waktu. Bahkan para ahli merekomendasikan bahwa seseorang tidak boleh menghabiskan lebih dari sepuluh menit di toilet. Ini jumlah waktu yang sehat untuk tinggal di toilet.

Gegara A380 Tak Terbang, Singapore Airlines Jual Barang Kelas Satu untuk Pelanggan

Apakah Singapore Airlines (SIA) bangkrut? Sebutan ini bisa saja dikatakan karena maskapai asal Singapura tersebut menjual barang-barang yang digunakan di dalam kabin kelas satunya. Namun sepertinya hal ini karena pandemi yang tidak ‘memperbolehkan’ Airbus A380 terbang dan banyak pelancong mengurungkan niat mereka bepergian sehingga kabin kelas satu SIA kosong alias tak ada penumpang yang memilih kelas tersebut.

Baca juga: Boeing Jual Furniture dari Suku Cadang Asli Pesawat 747 hingga F-4 Phantom! Segini Harganya

Meski begitu, dengan penjualan ini, Anda bisa membelinya dan menikmati rasa yang sama ketika terbang dengan kabin kelas satu SIA di rumah. Pasalnya, SIA menjual berbagai macam aksesoris kelas satu dengan pembayaran tunai ataupun miles KrisFlyer di toko online KrisShop. Dilansir KabarPenumpang.com dari executivetraveller.com (18/3/2021), ada pun yang dijual maskapai ini adalah piyama kelas satu merek Lalique.

Ini piyama nyaman dan santai dan dijual seharga SGD45 atau 5.625 miles KrisFlyer. Selain itu juga perlengkapan amenitas kelas satu Lalique untuk pria dan wanita yang masing-masing seharga SGD89 dan SGD99. Mereka juga menambahkan lilin beraroma Sutera Singapura Lalique, sabun beraroma Neroli dan perlengkapan mandi mini seharga SGD79.

Namun ternyata juga ada sisipan dan penutup selimut kelas satu, linen yang digunakan sebagai bagian layanan makan kelas satu. Kain ini didesain khusus dengan motif jacquard tone on tone.

“Linen kami serbaguna dan dapat berfungsi sebagai alas lap, alas piring, serbet, linen keranjang roti bahkan dilipat untuk membentuk saku alat makan. Kami juga menjual satu set handuk muka berbahan katun. Papan kakku untuk menyajikan keju pilihan kelas satu SIngapore Airlines dan mangkuk kaca untuk penyajiian amuse bouche bersera sampanye dan gelas shot,” kata maskapai itu.

Barang-barang yang dijual tersebut saat ini hanya bisa dikirim ke Singapura. Tetapi jika perusahaan Anda memiliki kantor di Red Dot atau memiliki teman serta kolega di Singapura, hal ini bisa di beli dengan pengantaran ke sana. Untuk diketahui, SIA merupakan salah satu maskapai penerbangan pertama yang dengan cerdik beralih dari bencana pandemi ke langkah yang inovatif.

Salah satunya dengan mengubah A380 yang diparkir di Bandara Changi menjadi restoran, menawarkan paket makan bisnis dan kelas satu di rumah dengan menu bertema tujuan yang diantar ke rumah Anda. Ini bukan hanya makan untuk dua orang, tetapi ‘pengalaman bersantap’ lengkap termasuk anggur yang serasi, peralatan makan dan pilihan untuk memesan koki yang akan “memanaskan kembali, menghidangkan dan menyajikan” jamuan Anda bersama dengan peralatan makan yang sama yang akan ditampilkan di penerbangan, perlengkapan amenitas dan piyama, dan bahkan “daftar putar yang dikurasi secara khusus”.

SIAs menggambarkan ini sebagai “hadiah sempurna untuk ulang tahun atau acara khusus, atau cara untuk berterima kasih kepada orang tua atau kakek nenek dengan memberikan sentuhan kemewahan bersantap yang sesungguhnya”. Meskipun semua Airbus A380 Singapore Airlines masih dilarang terbang, maskapai ini bermaksud untuk melihat pengembalian superjumbo.

Baca juga: Dijual Restoran Terbesar Bekas Airbus A340 di Turki Seharga Rp20 Miliar, Berminat?

Banyak dari Boeing 777-nya juga memiliki kabin kelas satu yang ringkas, dengan desain kelas satu yang serba baru untuk Boeing 777-9 generasi berikutnya, yang sebelumnya dijanjikan oleh CEO Goh Choon Phong “akan menetapkan standar industri lagi.”

Lufthansa Luncurkan Corona Lounge di Rusia, Seperti Apa?

Lufthansa tengah bersiap meluncurkan apa yang disebut sebagai ‘Corona Lounge’ di Bandara Domodedovo, Moskow, Rusia untuk para penumpang first class. Saat ini, maskapai nasional Jerman itu tengah bernegosiasi dengan kementerian luar negeri Rusia. Tetapi, sebetulnya, seperti apa Corona Lounge besutan Lufthansa itu?

Baca juga: Jerman Ubah Dua Bandara di Berlin Jadi Pusat Vaksinasi Covid-19, Jadi Vaccine Tourism Hub?

Dilansir Bne Intellinews, banyak negara sudah mulai program vaksinasi. Hal itu ditujukan untuk menekan penularan virus Corona. Lebih dari itu, program vaksinasi juga dimaksudkan untuk melindungi manusia. Tetapi, tidak dengan Jerman.

Negeri Bavaria itu menerapkan prosedur yang ketat. Alhasil, warga Jerman baru bisa disuntik vaksin Covid-19 pada 2022 nanti saat program vaksinasi nasional berjalan. Masyarakat pada umumnya mungkin bisa saja menunggu. Namun, orang kaya tajir melintir pasti mengingikan vaksin Covid-19 segera.

Bak gayung bersambut, Rusia pun membuka memfasilitas kebuntuan itu. Bisa dibilang, Negeri Beruang Merah itu menjalankan program ‘Vaccine Tourism Hub’ atau pusat hub vaksinasi bagi wisatawan. Disebutkan, seluruh warga negara Rusia dan orang asing atau wisatawan yang memiliki izin tinggal di Rusia, bisa mengikuti program vaksinasi nasional Rusia menggunakan vaksin Sputnik V buatan Rusia.

Melihat hal itu, Lufthansa pun bergerak cepat dan berencana memfasilitasi warga negara Jerman, dalam hal ini orang-orang kaya, agar bisa terbang ke Bandara Domodedovo dan disuntik vaksin Sputnik V.

Dmitry Kamenshchik, miliarder pemilik Domodedovo, juga diketahui mendukung layanan Lufthansa. Zona transit pun telah disiapkan di bandara tersebut untuk memuluskan rencana Vaccine Tourism Hub untuk wisatawan.

Kendala terbesar saat ini adalah visa. Diperlukan visa khusus atau sejenis visa transit untuk vaccine tourists atau turis yang ingin divaksin agar program ini bisa berjalan dengan lancar.

Bila berjalan, nantinya, setiap penumpang first class Lufthansa akan disediakan lounge khusus untuk mendapat vaksin Covid-19 Sputnik V. Penumpang tak diizinkan keluar bandara, melainkan harus kembali boarding dan pulang ke Jerman. Beberapa pekan kemudian, yang bersangkutan akan terbang kembali ke Bandara Domodedov untuk mendapatkan suntikan kedua vaksin Sputnik V dan terbang kembali ke Jerman.

Bagi wisatawan yang berminat atas program yang juga disebut paket wisata medis ini, setidaknya harus mengeluarkan kocek sebesar €1.000 atau sekitar Rp17 juta lebih (kurs 17.160). Itu pun baru harga perkiraan. Kemungkinan, harganya bisa jauh di atas itu, mengingat program Vaccine Tourism Hub sangat ditunggu-tunggu warga yang negaranya belum memulai program vaksinasi nasional seperti Jerman.

Selain Rusia, Lufthansa sedang mencoba untuk membuka layanan serupa di berbagai negara, seperti Wina, Austria, dan Zurich, Swiss.

Baca juga: Singapore Airlines Sukses Kirim Vaksin Pfizer-BioNTech Pertama, Makin Dekat Jadi Hub Distribusi Vaksin

Vaksin Covid-19 Sputnik V mungkin tidak sepopuler Pfizer and BioNTech dan AstraZeneca. Tetapi, efikasi atau efektivitas vaksin ini mencapai 91,6 persen. Sudah begitu, harganya juga murah, sekitar US$10 atau Rp144 ribu (kurs 14.371).

Selain Rusia, beberapa negara juga akan dan sudah melayani program Vaccine Tourism Hub untuk wisatawan. Di antaranya, Kuba, tepatnya di Havana, menggunakan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, Soberna (Sovereign) serta Dubai, menggunakan vaksin Covid-19 Sinopharm.