Boeing C-40, Varian Unik 737 yang Jarang Diketahui Publik

Boeing 737 bisa dibilang jadi salah satu pesawat narrowbody paling fenomenal di dunia. Betapa tidak, sejak pertama kali meluncur pada 1967, selama 55 tahun pesawat berhasil menjadi raja narrowbody sampai akhirnya berhasil digusur oleh keluarga Airbus A320 pada 2018 lalu akibat insiden berkepanjangan yang menimpa Boeing 737 MAX 8.

Baca juga: Boeing 737 Generasi Pertama vs Seri Klasik, Apa Perbedaannya?

Akan tetapi, dibalik reputasi besar Boeing 737, rupanya terdapat salah satu varian yang disebut jarang diketahui publik. Varian tersebut adalah Boeing C-40.

Dikutip dari military.com, Boeing C-40 sendiri adalah versi militer dari Boeing 737-700C (Convertible). Pesawat ini umumnya digunakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dan Angkatan Udara Amerika Serikat; termasuk Korps Marinir Amerika Serikat yang masih dalam proses produksi.

Boeing C-40 mempunyai tiga varian berbeda, mulai dari C-40A “Clipper”, C-40B, dan C-40C. Embrio masing-masing varian tersebut juga berbeda-beda dan didapuk sebagai pengganti para pendahulunya.

C-40 Clipper adalah versi militer dari pesawat komersial Boeing 737-300. Pesawat ini pertama kali beroperasi pada tahun 2003 dengan berbagai fitur unggulan, seperti rest area kru, kompartemen pengunjung yang istimewa dengan tempat tidur, dua dapur kecil, dan tempat duduk kelas bisnis dengan meja kerja. Fitur-fitur tersebut sangat memanjakan berbagai pejabat penting negara, seperti menteri, anggota DPR, hingga pejabat militer.

Berbeda dengan C-40A Clipper, C-40B versi militer yang lahir dari pengembangan Boeing 737-700 business jet ini diplot sebagai pengganti C-137 yang dianggap sudah senja. Seperti C-40A Clipper, C-40B juga dibuat untuk menjadi kantor terbang bagi para pejabat AS. Namun, fitur yang ditonjolkan berbeda dengan Clipper.

C-40B lebih menonjolkan kemampuan komunikasi sebagai fitur utama pesawat. C-40B menyediakan kemampuan transmisi dan penerimaan data/video broadband serta komunikasi suara dan data yang jernih dan aman. Fitur tersebut tentu sangat menunjang mobilitas para pejabat untuk mengurus pekerjaan dan bisnis di mana saja di seluruh dunia menggunakan Internet on-board dan koneksi jaringan area lokal, telepon, satelit, monitor televisi, serta mesin faksimili dan fotokopi. C-40B juga memiliki sistem data penumpang berbasis komputer.

C-40 Clipper dan C-40B boleh saja dilengkapi dengan fitur berkelas, namun, keduanya tak mempunyai kemampuan untuk mengubah konfigurasi semudah C-40C. Versi militer yang ditugaskan untuk mengisi pos peninggalan C-22 yang sudah uzur ini mampu mengubah konfigurasinya untuk menampung dari 42 menjadi 111 penumpang.

Baca juga: Ada “Alis” di Kokpit Boeing 737? Ini Penjelasannya

Meski demikian, sekalipun berbeda dari segi interior, namun, urusan dapur pacu ketiganya memiliki kesamaan. Dikutip dari laman resmi Boeing, C-40A/B/C menggunakan mesin CFM56-7 dengan range mencapai 5.926 km. Mesin tersebut juga mampu membawa pesawat melesat 0.78-0.82 Mach dengan Extended Operations (ETOPS) mencapai 180 menit.

Menariknya, mesin tersebut juga merupakan mesin yang sama dari Boeing 737-300 dan Boeing 737-700 versi penumpang yang jadi embrio ketiganya, selain tampilan eksterior yang juga nyaris tak ada bedanya dengan versi penumpang. Bila tanpa livery, mungkin versi penumpang dan militer bakal sulit dibedakan.

Asyik, Penumpang Pesawat Kelas Ekonomi Kini Bisa Selonjoran ke Kursi Depan!

Begitu banyak inovasi di kabin first class. Tetapi, hal tersebut bak mimpi di siang bolong untuk kabin kelas ekonomi. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, firma desain di seluruh dunia mulai melirik inovasi di kelas tersebut. Salah satunya lewat gelaran Crystal Cabin Awards.

Baca juga: Inilah Economy Sky-Dream, Tempat Tidur Tiga Tingkat untuk Penumpang Kelas Ekonomi Jarak Jauh

Crystal Cabin Awards sendiri merupakan event perlombaan tahunan yang mengundang firma desain seluruh dunia untuk memberikan satu ide desain terbaik mencakup seluruh area di kabin, entah itu kursi pesawat, toilet, jendela, kompartemen bagasi, lampu led, IFE, dan lain sebagainya.

Setiap tahun, ajang ini selalu menghadirkan desain-desain inovatif. Pada tahun 2018 silam, ajang final Crystal Cabin Awards menghadirkan salah satu inovasi yang disebut Eco Zlounge besutan Zodiac Aerospace.

Dilansir Simple Flying, lewat desain Eco Zlounge, penumpang di kabin kelas ekonomi dimungkinkan untuk selonjoran sejajar dengan tempat duduk. Selama ini, hal itu mustahil didapat. Sekalipun bisa selonjoran, paling-paling hanya bisa meregangkan kaki ke bawah kursi di depan.

Penumpang juga akan diberikan wadah dari seatback untuk tumpuan paha bawah hingga betis untuk kenyamanan lebih. Lewat lubang kecil pada bagian kursi, yang memungkinkan kaki menembus kursi depan, penumpang bisa menikmati sensasi selonjoran dalam posisi paling nyaman.

Hanya saja, perlu dicatat, dalam kondisi normal, konsep Eco Zlounge mustahil dilakukan. Sebab, konsep ini mengandalkan kursi kosong di depan. Andaipun tidak kosong, penumpang di sampingnya dipercaya juga tak akan nyaman melihat kaki penumpang lain ada di sebelahnya. Terlebih bila kaki penumpang yang bersangkutan tak semulus yang dibayangkan.

Sudah begitu, konsep ini juga bisa menimbulkan konflik antar penumpang. Ketika kursi di depan seorang penumpang kosong dan hendak dimanfaatkan untuk meregangkan kaki, mungkin itu akan mulus-mulus saja andai penumpang lain tak berniat pindah ke kursi tersebut. Seandainya ia dan kedua penumpang lain ngotot saling mengklaim hak pribadinya pada kursi tersebut, bukan tak mungkin pertikaian akan terjadi bila tak cepat-cepat dilerai.

Daripada mengharapkan inovasi di kursi kelas ekonomi yang rentan konflik, tak ada salahnya berharap banyak pada inovasi kursi kelas ekonomi lainnya; seperti kursi Joy buatan Rebel.Aero.

Kursi Joy didesain untuk menjadi pioneer kursi nyaman di kelas ekonomi. Hal itu didasari sejumlah alasan, seperti terbuat dari bahan ringan dan kuat, tata letak, dan fitur-fitur simple namun sangat dibutuhkan.

Disebutkan, secara keseluruhan, kursi terbuat dari bahan-bahan ringan dan teknik pembuatan modern. Selain itu, seatback dibuat dengan bahan thermoplastik agar perawatannya bisa jauh lebih terjangkau. Dua ini dinilai bukan hanya bermanfaat untuk penumpang, melainkan untuk maskapai karena mengurangi berat total pesawat. Itu berarti menghemat konsumsi bahan bakar atau cost.

Baca juga: Benarkah Penumpang Kelas Ekonomi Kurang Perhatian? Ini Kata Awak Kabin

Sarung jok belakang kursi Joy Rebel.Aero dibuat sangat simple tanpa jahitan. Kursi juga dilengkapi dengan fitur flip up booster, dimana kursi bisa dilipat untuk memberikan keleluasaan kepada para penumpang untuk berdiri di depan kursi.

Fitur spesial kursi Joy Rebel.Aero adalah letak kursi tengah yang sedikit lebih maju dibanding kursi di sebelahnya. Desain seperti ini dinilai menjadi solusi terbaik untuk mengakhiri polemik perebutan armrest di kursi tengah serta gesekan bahu antara penumpang di kursi tengah dengan penumpang di sebelah kanan dan kirinya.

Digunakan Beberapa Jenis Pesawat, Ini Perbedaan T-Tail dan Tailplane

Bagi avgeek atau orang awam sekalipun di seluruh dunia, mungkin beberapa waktu pernah melihat pesawat dengan ekor berbentuk T-tail. Beberapa pesawat lainnya juga pernah terlihat menggunakan ekor tailplane. Kendati sama-sama bisa mendukung aerodinamika pesawat, lantas, apa perbedaan antara keduanya?

Baca juga: Mengenal Pengujian Statis, Proses Sertifikasi Pesawat Tanpa Perlu Terbang

Sebelum jauh ke sana, ekor pesawat pada umumnya memiliki fungsi sebagai penstabil atau stabilitator dan kontrol pesawat dalam penerbangan. Biasanya, itu terbagi menjadi dua, vertical tail fin dan horizontal stabilizer. Pada keduanya, ada elevator untuk mengontrol pitch pesawat serta rudder untuk kemudi.

Di semua pesawat jet komersial besar di dunia, seperti Boeing 747, Airbus A380, dan lain sebagainya, horizontal stabilizer biasanya terletak sejajar dengan badan pesawat. Namun, di banyak pesawat, horizontal stabilizer terletak di bagian atas tail fin. Inilah yang pada akhirnya disebut sebagai T-tail.

Dikutip dari Simple Flying, pesawat-pesawat Boeing dan Airbus saat ini rata-rata sudah menggunakan tailplane atau horizontal stabilizer yang sejajar dengan badan pesawat. Tetapi, di masa lalu, Boeing lekat dengan T-tail, seperti pesawat Boeing 717 atau McDonnell Douglas MD-95 dan 727.

Di luar itu, secara historis, pesawat-pesawat lainnya juga menggunakan ekor-T atau T-tail. Mencakup BAC One-Eleven, DC-9, MD-80, dan MD-90. Berlanjut ke Vickers VC-10, Fokker F28, F70, dan F100, Tupolev Tu-135, Tu-154, serta Ilyushin Il-62.

Airbus A320 Air India dikonfigurasi ulang menjadi pesawat Airborne Early Warning & Control (AEW&C) oleh litbang Kemenhan India. Foto: Airbus

Selain digunakan pesawat ket komersial besar, jet komersial dan bisnis ukuran kecil juga banyak yang menggunakan ekor-T, seperti Bombardier CRJ Series, Embraer ERJ, BAe 146/Avro RJ, Learjet, dan Gulfstream.

Di luar dua itu, pesawat-pesawat militer juga menggunakan T-tail, termasuk Lockheed C-5 Galaxy, Boeing C-17, Airbus A400M, dan Illyushin Il-76. Pada pesawat militer pengangkut, T-tail memang lebih relevan karena mempengaruhi muatan ekstra.

Menempatkan horizontal stabilizer di bawah ataupun di bagian atas, masing-masing mempunyai fungsi tersendiri berbasis pada teori. Untuk horizontal stabilizer di bagian atas hingga membentuk ekor huruf T, ini diyakini bisa mencegah aliran udara yang terhalang di belakang sayap dan mesin. Biasanya, T-tail dipasangkan dengan penggunaan mesin di badan pesawat, seperti Boeing 727 dan pesawat lainnya.

Penggunaan horizontal stabilizer di atas vertical tail fin juga berguna untuk short-field performance atau beroperasi di runway pendek. Aliran udara yang terganggu di atas horizontal stabilizer yang lebih rendah dari T-tail, membuat kontrol pesawat lebih sulit pada kecepatan rendah.

Baca juga: Inilah Celera 500L, Pesawat Mewah Paling Irit Sedunia atau Seirit Mobil dan Secepat Jet

Mengingat T-tail sudah ditinggalkan oleh pesawat-pesawat modern, sebetulnya, apa alasan dibalik itu? Setidaknya ada tiga alasan. Pertama, lower horizontal stabilizer, yang sejajar dengan badan pesawat, lebih mudah dipasang dan dirawat. Kedua, T-tail sudah tak lagi dibutuhkan untuk short-field performance dengan hadirnya mesin jet berkekuatan besar. Ketiga, menghindari kemungkinkan deep stall.

Ketika pesawat di posisi high angle of attack, aliran udara yang terganggu di atas sayap akan mengalir ke stabilizer horizontal yang lebih tinggi atau T-tail dan membuat pesawat kehilangan pitch control. Insiden terkait ini pernah terjadi pada pesawat uji BAC One-Eleven tahun 1963 silam. Dari situ kemudian rekomendasi untuk penggunaan stabilizer horizontal yang lebih rendah menggema.

Penundaan Kereta Cepat Terjadi di Stasiun Beijing Barat Saat Libur May Day

May Day atau Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, membuat banyak orang melakukan perjalanan liburan. Salah satunya adalah masyarakat Cina yang memanfaatkan waktu libur tersebut untuk berlibur ketika May Day.

Baca juga: Festival Musim Semi di Cina, Kereta Berikan Tarif Murah Jelang Imlek

Namun sayangnya saat May Day, banyak kereta yang perjalanannya tertunda. Karena hal ini, penumpang di Stasiun Beijing Barat menyalahkan operator kereta api nasional yakni China State Railway Group atas penundaan perjalanan selama liburan May Day itu.

Untuk diketahui, saat May Day, sebanyak 30 kereta cepat dari Beijing ke Wuhan, Xi’an dan Changsa ditunda pada hari Sabtu (1/5/2021) kemarin. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber asia.nikkei.com (10/5/2021), ternyata selain penundaan ada 16 perjalanan kereta lainnya dibatalkan.

Hari peringatan May Day tersebut merupakan hari pertama dari lima hari liburan. Hal ini kemudian membuat operator Stasiun Beijing Barat mengatakan, penundaan disebabkan adanya angin kencang di Dingzhou yang merupakan salah satu kota di Hebei dan berbatasan dengan Beijing.

Angin kencang tersebut menyebabkan listrik padam sehingga perjalanan tertunda saat itu. Sayangnya, penumpang tidak mau peduli dengan masalah itu dan menyalahkan perencanaan serta manajemen operator yang buruk.

Baca juga: Liburan Imlek Diperpanjang, Wuhan Masih Akan Jadi ‘Kota Mati’

Karena hal ini, Beijing West telah mengeluarkan permintaan maaf pada hari Minggu di sebuah posting Weibo, mengatakan akan menyelidiki masalah tersebut dan menghasilkan rencana darurat yang lebih baik untuk bergerak maju, menurut laporan itu.

Rongsokan Pesawat Disulap Jadi Mobil RV Seharga Rp400 Jutaan, Modifikasi Butuh 36 Tahun

Di masa awal pandemi virus Corona, industri penerbangan anjlok drastis. Lebih dari setengah populasi pesawat yang beredar digrounded di seluruh dunia. Lockdown dimana-mana. Mudik dilarang. Pergerakan orang dibatasi. Masyarakat diminta di rumah saja selama berbulan-bulan. Efeknya, sudah pasti bikin mereka jenuh.

Baca juga: Rongsokan Mesin Jet Rolls-Royce Disulap Jadi Karavan Unik, Butuh Waktu 1.000 Jam

Geram terus di rumah, masyarakat pun mulai berontak. Sementara pesawat dilarang untuk mengantarkan penumpang ke berbagai wilayah, masyarakat tetap mencari cara untuk bepergian via darat sambil merasakan sensasi naik pesawat. Bila itu yang diinginkan, modifikasi mobil RV 1979 Fleetwood Pace Arrow dan Convair CV-240 tahun 1954 mungkin bisa jadi alternatif.

Dilansir thedrive.com, musim panas lalu, usai lockdown berkepanjangan akibat virus Corona, warga Amerika mulai menyerbu destinasi wisata. Rata-rata dari mereka pergi piknik ke alam terbuka. Saking tingginya minat berlibur warga via darat, rental mobil RV pun melonjak sampai 650 persen, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Musim Panas 2021 nampaknya tak akan jauh berbeda. Minat berlibur warga Amerika tetap tinggi seiring belum pulihnya perjalanan udara. Rental mobil RV (Recreational Vehicle) sudah pasti akan kembali diserbu.

Mobil RV hasil pengabungan dengan pesawat ini bisa dikemudikan di kursi sebalah kanan maupun kiri. Foto: Steve/Craigslist

Bagi warga yang tak mendapat slot penyewaan mobil RV, mungkin tak ada salahnya coba menjajal modikasi pesawat menjadi mobil, Andromeda. Sayangnya, modifikasi Convair-Fleetwood ini tak lagi bisa beroperasi karena tak dirawat dengan baik sejak tahun 80an dan dijual dengan harga murah.

Padahal proses modifikasi Andromeda menghabiskan waktu hingga 36 tahun, termasuk dibumbui dengan pengejaran oleh pihak kepolisian. Menurut Santa Barbara Independent, sang kreator mobil-pesawat tersebut, Roger Crona, ialah seorang kriminil yang kabur dari penjara pada tahun 1972.

Disebutkan, guna menghilangkan jejaknya, ia menggunakan empat nama samaran, salah satunya Von Straussenberg.

Interior Andromeda. Foto: Steve/Craigslist

Crona kemudian bertemu dengan Tony Tosta di California Selatan dan mengajaknya untuk membuat mobil dari body pesawat bekas sampai akhirnya lahirlah Andromeda.

Andromeda diketahui banyak mempertahankan desain asli Convair. Tak heran, Andromeda bisa dikemudikan melalui kursi pilot ataupun kopilot. Sebab, keduanya dilengkapi dengan setir yang saling terhubung layaknya yoke pada pesawat.

Baca juga: VACA Limousines – Hasil ‘Kawin Silang’ Boeing 727 dengan Bus Mercedes-Benz, Dijual Rp14,7 Miliar!

Berdasarkan foto yang diposting di situs jual beli online Craigslist atas nama Steve, perlu beberapa perbaikan sebelum kendaraan ini bisa kembali ke jalan. Bukan tanpa sebab, mantan pesawat ini diubah menjadi motorhome di awal 80-an, setelah ditemukan terbengkalai di balik semak-semak, usai sang kreator kembali ditangkap polisi.

Interiornya saat ini dalam kondisi tidak terawat tapi, meski begitu, jelas dikemas dengan fasilitas lengkap. Ada ruang untuk tempat tidur susun dan kemungkinan untuk membuka atap untuk tidur di bawah bintang-bintang, sound system, kamar tidur terpisah, dapur lengkap dengan kompor gas dan oven, wastafel, microwave, bahkan jacuzzi di tengah ruang tamu. Andromeda saat ini dibanderol seharga US$27.995 dolar AS atau sekitar Rp 400 jutaan. Berminat?

Musim Liburan ‘May Day,’ Penumpang Kereta Cina Alami Lonjakan Tinggi

Hingga saat ini, pandemi virus corona masih berlangsung di seluruh dunia. Bahkan di India kini memasuki gelombang kedua dan disebut sebagai tsunami corona karena hampir 400 ribu orang per harinya terinfeksi virus yang berasal dari Wuhan, Cina ini.

Baca juga: Cina Punya Rel Kereta Menembus Apartemen, Jepang Ternyata Punya Jalan Tol Menembus Gedung 

Hal ini kemudian membuat India melakukan penguncian dan berbagai negara juga melakukan hal serupa. Meski begitu, masa pandemi juga masih membuat banyak orang melakukan perjalanan ke dalam maupun luar negeri baik dengan pesawat atau kereta api.

Nah, bagaimana dengan negara awal berkembangnya virus ini? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber ecns.cn (8/5/2021), kasus baru di Cina menurun dan pada masa liburan ternyata masyarakat Cina melakukan perjalanan. Ini terlihat dari 117 juta penumpang di masa liburan.

Jumlah 117 juta penumpang tersebut merupakan totalan selama delapan hari perjalanan sejak 29 April hingga 6 Mei kemarin. Jumlah ini naik sebesar sebelas persen atau 11,54 juta penumpang dari tahun 2019.

Data resemi terkait pelonjakan penumpang tersebut ditunjukan oleh China State Railway Group Co., Ltd pada Jumat (7/5/2021). Bahkan pada May Day atau Hari Buruh pada 1 Mei dan berlangsung hingga 5 Mei, jumlah penumpang kereta api sebanyak 78,5 juta, data menunjukkan.

Baca juga: Prototipe Kereta Maglev Cina Melaju dengan Kecepatan 620 Km Per Jam

Selain kenaikan jumlah penumpang, kereta api Cina juga mengangkut 83,17 juta ton kargo selama periode liburan tersebut. China State Railway Groupmengatakan, angkutan kargo ini pun naik sebesar 14,6 dari tahun ke tahun.

Inggris Mulai Uji Coba Drone Kargo ke Kepulauan Terpencil, Indonesia Kapan?

Perusahaan jasa pos nasional Britania Raya, Royal Mail, mulai menguji coba penggunaan drone kargo untuk mengantar paket ke kepulauan terpencil di Isles of Scilly, Barat Daya London. Drone kargo dinilai akan lebih efisien mengantar paket ketimbang pengiriman secara konvensional mengingat jaraknya mencapai 112 km. Hal serupa sudah dilakukan Inggris saat mengantar APD via drone ke wilayah tersebut.

Baca juga: Di Inggris, Eks Pilot Jet Tempur Operasikan Drone Medis Suplai Pasokan Antar Rumah Sakit

Selain penggunaan drone kargo Royal Mail menghubungkan antara daratan Inggris dengan Isles of Scilly, itu juga mencakup antar kepulauan itu sendiri, mengingat antar pulau-pulau tersebut berjarak sekitar puluhan kilometer.

Mengingat jarak, drone yang digunakan bukanlah drone berkuran kecil yang bisa lepas landas secara vertikal, melainkan drone hybrid dengan dua mesin dan rotor besar, sayap serta vertical serta horizontal stabilizer berbentuk gawang, berkemampuan lepas landas horizontal.

Dilansir Simple Flying, uji coba drone kargo Royal Mail baru-baru ini dilakukan di Perranporth Airfield, dekat Newquay. Drone kargo denga nomor registrasi G-WNDR itu terbang di ketinggian sekitar 2.000 kaki selama perjalanan ke dan dari Kepulauan Scilly. Di awal penerbangan, drone kargo masih dalam pengamatan operator sebelum akhirnya terbang bebas dengan tetap under kontrol melalui monitor.

Ketika itu, uji coba berlangsung sukses dengan kembalinya drone kargo Royal Mail, dua jam usai berangkat dari Perranporth Airfield.

Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA), drone kargo tersebut dibuat oleh Universitas Southampton pada 20 Oktober 2020. Drone ini memiliki kemampuan berat lepas landas maksimum 350kg.

Menurut Royal Mail, drone dapat membawa 100kg surat atau paket di setiap perjalanan. Perusahaan juga mengklaim bahwa drone kargonya dapat diterbangkan dalam kondisi cuaca buruk. Dengan begitu, layanan kargo via drone bakal maksimal di segala kondisi.

Usai tiba di center point atau sejenis gudang paket Windracers Drone, anak perusahaan Royal Mail yang mengoperasikan layanan drone kargo, seluruh paket kemudian dipilah ulang untuk pengiriman akhir. Pada tahap ini, Windracers Drone sudah mulai menggunakan drone kargo yang lebih kecil dengan kemampuan lepas landas vertikal.

Andai uji coba ini terus berhasil, Royal Mail berjanji akan menghadirkan layanan drone kargo ke seluruh pulau-pulau terpencil Britania Raya yang jumlahnya cukup banyak.

“Inggris berada di garis depan revolusi penerbangan, mengembangkan teknologi yang lebih baru dan lebih hemat bahan bakar. ‘Jembatan udara’ Royal Mail ke Kepulauan Scilly tidak hanya akan menghubungkan komunitas terpencil dan pedesaan, tetapi juga menampilkan potensi drone dunia nyata untuk benar-benar mengubah hidup kita,” kata Menteri Bisnis Inggris, Paul Scully.

Baca juga: Tak Seperti Garuda Indonesia, Japan Airlines Mulai Realisasikan Drone Kargo di Perkotaan

Di dunia, Inggris tentu bukan yang pertama mengadopsi drone kargo. Jepang, melalui Japan Airlines sudah memulai layanan tersebut sekalipun di tengah perkotaan. Amerika Serikat melalui raksasa e-commerce, Amazon, juga sudah mengoperasikan drone kargo. Cina juga demikian melalui drone EHang.

Indonesia, melalui Garuda Indonesia, sudah sejak beberapa tahun lalu ingin mengoperasikan layanan drone kargo. Hanya saja, itu akhirnya mentah usai pergantian kepemimpinan maskapai BUMN tersebut.

Wanita Bertubuh Tambun Dilecehkan Pengemudi Taksi, Disebut Tak Muat Duduk di Kursi

Kyer Hoskin dibuat malu setelah pengemudi taksi mengatakan dia membutuhkan taksi yang lebih besar pada bulan lalu. Karena hal memalukan tersebut, dia merasa kesal setelah pengemudi memandanginya dari atas ke bawah.

Baca juga: Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas

Dilansir KabarPenumpang.com dari metro.co.uk (19/4/2021), saat itu dirinya akan menaiki taksi dan mendekati taksi pertama dalam antrian dan bertanya apakah bisa melakukan pembayaran dengan kartu. Namun, pengemudi mengomel dan bertanya tentang WiFi di ponsel dan berkata mungkin tidak berfungsi ketika mereka tibadi sana sehingga Anda harus punya uang tunai.

Dalam masa pandemi membuat Kyer tidak membawa uang tunai karena Covid dan pengemudi itu melihatnya dari atas ke bawan dan saat aku akan naik ke bagian belakang taksi dia berkata, “Tidakkah menurutmu kamu mungkin membutuhkan yang lebih besar seperti itu di sana? ” “Saya berkata,” Saya tidak akan masuk jika kamu seperti itu,” ujarnya.

Kyer kemudian berkata bahwa dirinya sangat dipermalukan dengan kalimat yang diucapkan si pengemudi tersebut. Pengemudi tersebut cukup menjijikkan dan Kyer mengatakan, “Apakah itu cukup normal bagi saya? Saya cukup sering mendapatkannya.

Insiden ini membuatnya mengajukan keluhan ke dewan kota Cambridge, Inggris setelah kembali pulang dan berbicara apa yang terjadi untuk meningkatkan kesadaran tentang pelecehan yang bisa dihadapi orang yang lebih besar di depan umum. Tak hanya itu, Kyer juga membuat video di TikTok dan mengatakan, “Saya tidak percaya keberanian dan ketidaktahuan yang dimiliki orang-orang. ‘Maaf ya, saya seorang gadis besar, tapi tidak perlu hal seperti itu.”

Dia mengatakan komentar seperti ini bisa memicu orang yang berjuang dengan gangguan makan. “Ada alasan mengapa saya besar, saya menderita gangguan makan berlebihan dan tidak banyak orang yang memahaminya dengan baik,” jelasnya. ‘Itu membuatku marah, [komentar seperti ini] membuatku cukup kesal. Itu membuat saya kesal, tidak ada yang boleh berbicara seperti itu kepada saya, tetapi saya sudah cukup terbiasa.

“Seminggu sebelumnya, saya sebenarnya hampir dibawa keluar dari moped saya oleh beberapa orang yang menyebut saya” gemuk c ** t turun dari moped Anda”. Anda tidak akan percaya beberapa tanggapan yang saya miliki di media sosial. Seorang wanita mencoba untuk mendukung tetapi dia bekerja untuk Slimming World dan memutuskan untuk mengirimi saya beberapa voucher.

“Bukan ukuran saya yang menjadi masalah, tetapi ketidaktahuan yang menjadi masalah. ‘Sulit menjadi besar, tidak perlu orang memperburuk keadaan dengan mengajak seseorang mengetahui berat badannya. ‘Itu hanya akan memperburuk situasi karena mereka akhirnya akan pulang dengan perasaan sedih dan kemudian makan berlebihan karena mereka merasa buruk,” ungkapnya.

Setelah pengalamannya mendapat perhatian di Facebook, seorang komentator menanggapi dengan mengatakan bahwa mereka adalah rekan pengemudi dan membela tindakannya.
“Mohon maaf atas pengalaman Anda,” tulis mereka.

Baca juga: Sudah Bayar Kursi Ekstra, Wanita Bertubuh Tambun Malah Duduk di Kursi Biasa

“Seorang kolega membagikan tangkapan layar di grup WhatsApp taksi kami dan saya menghubungi pengemudi tersebut untuk mendengarkan pendapatnya. Dia merasa Anda mungkin” kesulitan “di [mobil] miliknya karena” ruang kaki yang lebih sedikit dibandingkan dengan multi-seater” tulis yang lainnya.

Resmi Beroperasi, Stasiun Malang yang Baru Bisa Tampung 2.500 Penumpang

Malang yang selama ini menjadi destinasi wisata favorit, kini memiliki stasiun baru yang mulai beroperasi pada Senin (10/5/2021). Stasiun ini dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya. Stasiun Malang yang baru ini berada di Jalan Panglima Sudirman, Kota Malang.

Baca juga: Stasiun Malang, Pertahankan Gaya Nieuwe Bouwen Bersiap Direnovasi

Nantinya kereta api jarak jauh akan dipindahkan ke bangunan Stasiun Malang yang baru di sisi timur. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Luqman Arif, Manajer Humas Daop 8 Surabaya mengatakan, pengoperasian stasiun baru dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan kereta api. Selain itu juga untuk pengembangan perkeretaapian di Jawa Timur khususnya wilayah Malang.

“Mulai Senin, 10 Mei 2021, Stasiun Malang Baru ini dioperasikan. Stasiun Malang Baru ini akan digunakan untuk keberangkatan kereta api jarak jauh. Pelayanan rapid test antigen dan GeNose C19 yang ada di stasiun eksisting akan dipindahkan di Stasiun Malang yang baru,” ujar Luqman.

Dia menambahkan, kehadiran Stasiun Malang yang baru juga akan terus meningkatkan layanan mereka agar tetap bisa berkompetitif dengan angkutan moda darat lainnya. Luqman mengtakan, saat ini hanya ada dua kereta api jarak jauh yang beroperasi di Stasiun Malang baru yakni KA Tawang Alun relasi Malang menuju Ketapang dan Banyuwangi.

Selain itu ada KA Gajayana relasi dari Malang menuju Gambir di Jakarta. Luqman menyebutkan, hanya dua kereta jarak jauh yang beroperasi karena adanya larangan mudik. Di mana kedua kereta ini melayani penumpang yang bukan mudik seperti perjalanan bisnis atau dinas luar kota.

Luqman mengatakan, keberadaan stasiun baru di sisi timur itu untuk mengurangi kepadatan penumpang di stasiun yang sudah ada sebelumnya. Karena itu, stasiun baru difokuskan pada pelayanan penumpang kareta jarak jauh dan stasiun yang lama fokus pada kereta lokal.

“Untuk memecah jumlah penumpang yang menumpuk di satu tempat. Sisi timur ini akan kami khususkan untuk penumpang kereta api jarak jauh. Sementara untuk kereta api lokal, kami fokuskan pada sisi barat. Jadi mudah-mudahan ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang kami rencanakan dan tidak ada lagi penumpukan penumpang,” jelasnya.

Stasiun Malang terbaru ini mampu menampung 2.500 orang. Karena masih masa pandemi, maka kuota maksimal sebanyak 50 persen dari total kapasitas.

Baca juga: Kereta Lewat, Makan “Bakso President” Malang Serasa Digoyang

“Untuk kapasitas pada sisi timur ini bisa menampung 2.500 penumpang. Tapi karena saat ini masih masa pandemi, mungkin separuh dari yang normal tersebut,” katanya.

Fasilitas di stasiun baru tak jauh berbeda dengan yang lama. Menurutnya, fasilitas itu sudah sesuai dengan standar minimum di Kementerian Perhubungan.

JR East Hadirkan Stasiun dengan Pertanian dalam Ruangan

Tak hanya maskapai penerbangan yang menghadirkan sayuran organik untuk makanan penumpang. Tetapi kereta api pun ternyata mencari keuntungan lebih melalui bisnis sayur organik. Hal ini terlihat dari operator kereta api Jepang yakni JR East yang akan segera mewujudkan stasiun-stasiunnya menjadi lebih hijau. JR East menggunakan metode pertanian dalam ruangan yang meminjam ide dari perusahaan rintisan Jerman yakni Infarm.

Baca juga: AeroFarms Punya 800 Varietas Tanaman, Singapore Airlines Bisa Sajikan Salad Segar Setiap Hari

Di mana Infarm telah bermitra dengan KTT jaringan grosir Jepang untuk menanam hasil bumi menggunakan lampu tumbuh dan menjualnya di tempat. KabarPenumpang.com merangkum asia.nikkei.com (7/5/2021), sejak Januari, Summit Store di distrik Adachi Tokyo telah menanam selada dan sayuran lainnya dalam kotak raksasa di dalam lokasi.

Mereka menjualnya dengan harga 213 yen ($1,94) per satu bonggol selada, dan ini hampir dua kali lipat harga selada yang ditanam di luar ruangan. Toko tersebut mengutamakan kesegaran sebagai nilai jual. Infarm juga telah membangun pertanian dalam ruangan di dalam toko-toko yang dijalankan oleh Kinokuniya, anak perusahaan supermarket kelas atas JR East.

Sebanyak lima toko Summit dan Kinokuniya di wilayah Tokyo saat ini menjadi tempat peternakan ini. Sekarang JR East sedang memperluas operasinya ke kompleks perbelanjaan di dalam stasiun kereta. Peralatan yang disediakan Infarm dapat dipasang dengan cara yang terdesentralisasi sehingga rumah kaca besar tidak menempati ruang.

Infarm telah memasok lebih dari 1.200 fasilitas pertanian dalam ruangan ke lebih dari 30 pengecer besar di Eropa dan Amerika, seperti Marks & Spencer di Inggris Raya dan jaringan grosir A.S. Krogers.

“Seperti Tesla, kami terus memperbarui perangkat lunak untuk meningkatkan efisiensi budidaya,” kata Ikuo Hiraishi, direktur pelaksana Infarm Jepang.

Sensor mengumpulkan data tentang kelembaban, panas, kecerahan, ketinggian air, volume pupuk, dan kondisi pertumbuhan lainnya yang dikirim ke cloud. Program kecerdasan buatan mengontrol peralatan dari jarak jauh untuk memastikan kondisinya optimal untuk pertumbuhan. “Pabrik tanaman” dalam ruangan memiliki keunggulan karena tidak terpengaruh oleh pola cuaca, artinya biaya operasional cenderung stabil.

Tetapi biaya tersebut bisa mahal, serta teknologi untuk mengontrol kondisi, dan telah menjadi faktor pembatas untuk operasi tersebut. Infarm mampu menekan biaya tersebut melalui penggunaan data. Dari satu pabrik, perusahaan mengumpulkan hingga 50.000 data mulai dari pembibitan hingga panen. Informasi ini memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan jempol hijau digital, menyesuaikan jumlah cahaya dan pupuk jika tanaman tidak tumbuh dengan baik.

Perusahaan mengatakan telah mengumpulkan 300 miliar bit data secara keseluruhan, dan info terbaru digunakan untuk terus memperbarui perangkat lunak kontrol. Berkontribusi pada biaya yang lebih rendah adalah sumber pencahayaan LED yang lebih murah yang meningkatkan efisiensi. Dibandingkan dengan peralatan pertanian dalam ruangan generasi pertama, versi terbaru mengkonsumsi listrik 40 persen lebih sedikit.

Infarm berharap bisa meraup untung pada 2023 karena inovasi teknologi tersebut. Pertanian dalam ruangan semakin populer sebagai cara untuk membatasi dampak ekologis dari pertanian konvensional, yang menyumbang 70 persen dari air yang digunakan di seluruh dunia. Pemanasan global dan penggurunan akan mengurangi luas lahan subur.

Baca juga: Singapore Airlines Datangkan Sayur Segar dari AeroFarms di New Jersey

Untuk diketahui Infarm mengkonsumsi 95 persen lebih sedikit air dibandingkan dengan pertanian luar ruangan, kata perusahaan itu. Hanya dengan ruang dua meter persegi dapat menghasilkan hasil yang setara dengan 250 meter persegi lahan pertanian. Dengan memasang peralatan yang tumbuh di dalam ruang perbelanjaan, itu akan mengurangi karbon dioksida yang dihasilkan dengan mengangkut produk dari pertanian.