Baru Sebulan Beroperasi di NTT, KMP Jatra 1 Tenggelam Akibat Gelombang Tinggi

Badai Siklon Tropis Seroja yang menghantam Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 4 April kemarin, menyebabkan banjir bandang dan membuat moda transportasi baik darat, laut maupun udara sempat berhenti beroperasi. Bahkan salah satu kapal yang baru diresmikan dan beroperasi pada Maret kemarin harus karam dan tenggalam.

Baca juga: Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Nyata dan Bukan Hanya Karangan Buya Hamka

Kapal ini adalah kapal motor penumpang (KMP) Jatra 1 yang dioperasikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry. Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, pada kejadian itu, semua kru dalam keadaan selamat karena berada di darat.

Kemudian pihak ASDP melakukan koordinasi dengan regulator untuk melakukan evakuasi kapal sembari menunggu kondisi cuaca membaik.

“Sejak Sabtu, 2 April, layanan operasional penyeberangan di Pelabuhan Bolok, Kupang ditutup karena cuaca ekstrem,” kata Shelvy.

Dia juga mengatakan, kapal Jatra 1 ini pun sejak akhir pekan lalu tidak bisa bergerak dari Dermaga 2 Pelabuhan Bolok di Kupang karena terjebak badai. Saat terjebak itulah KMP Jatra 1 mengalami benturan karena tingginya gelombang air laut yang akhirnya menimbulkan kebocoran hingga air masuk kapal.

Kemudian posisi kapal dalam keadaan miring di dermaga dengan kondisi generator kapal mati. Selain KMP Jatra 1, KMP Namparnos juga sempat hanyut terbawa arus laut dan terdampar di Pulau Kambing yang mana sebelumnya kapal ini berlabuh di Pulau Semau.

Dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, KMP Jatra 1 memiliki bobot 3.871 gross tonnage dan dioperasik ASDP NTT sejak 10 Maret 2021. Ini merupakan kapal terbesar yang dimiliki ASDP Kupang dengan panjang 88,7 meter, lebar 15,6 meter dan tinggi cardeck empat meter.

Baca juga: Tragedi Kapal Ferry Nankai Maru, Tenggelam Tanpa Sebab Pasti dan Tewaskan 167 Orang

KMP Jatra 1 mampu mengangkut 770 penumpang, 100 unit sepeda motor dan 84 mobil. Kapal ini melayani penyeberangan Rote, Larantuka (Flores Timur) dan Kalabahi (Alor). Kapal ini buatan tahun 1980.

Berdasarkan Surat Edaran ME.01.02/PDR/O7/KTUG/IV-2021 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kupang, keadaan pasang surut air laut, gelombang tinggi, dan curah hujan tinggi, mengakibatkan layanan operasional penyeberangan di Pelabuhan Kupang ditutup sementara. Penutupan dilakukan otoritas setempat hingga situasi kondusif.

Buntut Mesin Terbakar dan Meledak di Udara, JAL Pensiunkan Boeing 777

Japan Airlines (JAL) akhirnya mempensiunkan Boeing 777 bermesin Pratt & Whitney (P&W). Keputusan tersebut diambil menyusul insiden mesin pesawat Boeing 777 United Airlines terbakar dan meledak saat di udara.

Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Mesin Boeing 777 United Airlines Terbakar di Udara

Dilansir king5.com, semula maskapai nasional Jepang itu sudah berencana mempensiunkan Boeing Triple Seven Maret 2022 mendatang. Namun, perusahaan mulai meninjau ulang keputusan tersebut sejak Desember 2020 silam.

Ketika itu, pesawat Boeing 777 Japan Airlines dengan nomor penerbangan JL904 yang juga menggunakan mesin P&W4000 mengalami kerusakan di bagian mesin. Disebutkan, Badan Keselamatan Transportasi Jepang melaporkan dua bilah kipas rusak, salah satunya retak akibat kelelahan logam atau metal fatigue. Seolah bimbang, JAL tetap melanjutkan operasional mereka bersama pesawat tersebut.

Namun, ketika insiden serupa terulang di pesawat United Airlines, JAL bergerak cepat hingga akhirnya bulat mempensiunkan armada Boeing 777-nya.

Sebagai gantinya, JAL akan mengerahkan jet widebody lainnya yang lebih modern, yaitu Airbus A350-900 dengan basis di Bandara Itami Osaka. Selain itu, JAL juga memperkenalkan pesawat Boeing 767 yang dikonfigurasi secara internasional dalam jaringan domestik untuk mengisi kekosongan usai mempensiunkan Boeing 777.

Sebetulnya, JAL bisa dibilang terburu-buru memutuskan hal itu. Padahal, bila berkaca dari laporan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB), metal fatigue yang menjadi dalang insiden mesin pesawat Boeing 777 United Airlines terbakar dan meledak saat di udara masih tergolong pada kerusakan mesin terkendali. Artinya, tak ada ancaman berarti bilapun JAL tetap menerbangkan Triple Sevennya.

Dikutip dari Simple Flying, menurut Skybrary, kegagalan mesin terkendali bisa dibilang tidak sampai menyebabkan komponen-komponen mesin lepas dan puing-puingnya jatuh tanpa terkendali sehingga membahayakan orang-orang di darat.

Terbayang bukan, bila puing-puing mesin membentur badan atau bagian lain pesawat, yang notabene kabinnya bertekanan, bisa saja membuat lubang, terjadi dekompresi eksplosif, serta membuat pesawat kehilangan ketinggian.

Poinnya, kegalalan mesin terkendali tidak membahayakan penerbangan dan orang-orang yang berada di darat karena komponen mesin tidak lepas secara sporadis.

Berbeda dengan kegagalan mesin terkendali, kegagalan mesin tidak terkendali kondisinya jauh lebih rumit. Komponen-komponen mesin lepas dan jatuh ke daratan. Selain itu, komponen yang lepas secara sporadis juga masih dimungkinkan untuk membentur badan pesawat sehingga membayakan penerbangan.

Baca juga: ANA Sulap Pesawat Boeing 777 yang Di-grounded Jadi Restoran, Sekali Makan Rp7,8 Juta!

Agar pesawat Boeing 777 yang dipensiunkan tetap berguna dan menghasilkan pundi-pundi uang, JAL mungkin bisa mendapat inspirasi dari kompetitor domestiknya, All Nippon Airways (ANA).

Tak ingin pesawatnya mangkrak akibat grounded berkepanjangan, ANA menyulap salah satu Boeing Triple Sevennya menjadi restoran. Harga menyantap sajian makanan di sini tak tanggung-tanggung, mencapai US$540 atau sekitar Rp7,8 juta (kurs 14.525) untuk paket makanan di first class untuk sekali makan.

Qatar Airways Umumkan Penerbangan dengan Awak Kabin dan Penumpang Full Tervaksinasi

Menjadi pemimpin pemulihan dalam penerbangan, Qatar Airways baru saja mengoperasikan penerbangan pertama di dunia yang sudah divaksinasi Covid-19. Penerbangan itu dilakukan pada Selasa, (6/4/2021) dengan nomor QR6421 yang berangkat dari Bandara Internasional Hammad pada pukul 11.00 waktu setempat.

Baca juga: Berkah Vaksin, IATA Sebut Butuh 8 Ribu Pesawat Jumbo untuk Antarkan Vaksin ke Seluruh Dunia

Penerbangan itu mengangkut awak kabin, penumpang dan staf darat yang divaksinasi, sehingga semuanya merasa aman dalam perjalanan. Penerbangan itu kembali ke Doha pukul 14.00 waktu setempat. Penerbangan tersebut menggunakan pesawat Airbus A350-1000.

“Penerbangan khusus hari ini menunjukkan tahap selanjutnya dalam pemulihan perjalanan internasional. Kami bangga untuk terus memimpin industri dengan mengoperasikan penerbangan pertama dengan awak dan penumpang yang divaksinasi penuh dan memberikan harapan untuk masa depan penerbangan internasional,“ ujar Kepala Eksekutif Grup Qatar Airways Akbar Al Baker yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Selasa (6/4/2021).

Dia mengatakan ini merupakan DNA Qatar Airways untuk menjadi yang terdepan menetapkan standar keselamatan dan layanan pelanggan tertinggi. Al Baker menjelaskan, sebelum pandemi, Qatar Airways menjadi maskapai pertama dan satu-satunya yang dianugerahi Skytrax Airline of the Year sebanyak lima kali.

“Ketika pandemi mencapai puncaknya pada awal April 2020, maskapai kami terus terbang untuk membantu memulangkan jutaan penumpang yang terdampar dan mengangkut persediaan medis penting, sambil juga menerapkan inovasi terbaru dalam keamanan hayati dan kebersihan. Saat peluncuran vaksin mulai meningkat pesat di seluruh dunia, Qatar Airways tetap berkomitmen untuk menjadi penumpang maskapai penerbangan dan mitra perjalanan yang dapat diandalkan, mengoperasikan salah satu jaringan global terbesar untuk menyediakan konektivitas yang diperlukan untuk menyatukan kembali keluarga dan teman serta mendukung perdagangan global,“ jelasnya.

 

 

Bernilai Sejarah, Keberadaan Lockheed JetStar Peninggalan Elvis Presley Masih Misterius

Tak seperti Presiden Republik Indonesia saat ini, yang hanya mencicipi satu model pesawat kepresidenan, yaitu Boeing Business Jet 2, dahulu, Presiden Soekarno bisa dibilang cukup banyak menjajal pesawat populer sebagai pesawat kepresidenan. Mulai dari Dakota RI-001 (masih perdebatan karena tak digunakan khusus untuk presiden), Ilyushin Il-18 Dolok Martimbang, Convair 990, Douglas DC-8, hingga Lockheed C-140 (versi militer dari Lockheed JetStar L-329 atau L-1329).

Baca juga: Kisah “Azab” Big Bunny, Pesawat Private DC-9 Mewah Milik Bos Majalah Playboy

Untuk pesawat terakhir, di masanya, cukup banyak selebritis, tokoh, dan negarawan kenamaan dunia yang menggunakan pesawat ini. Sebut saja musisi Frank Sinatra, Presiden Amerika Serikat ke-36 Lyndon B Johnson, hingga King of Rock and Roll Elvis Presley.

Lockheed JetStar Frank Sinatra disebut mangkrak di suatu tempat. Sedangkan Lockheed JetStar yang dahulu disebut sebagai Air Force One and Half milik Presiden Lyndon B Johnson sudah masuk ke dalam koleksi museum nasional. Namun, lain cerita dengan keberadaan pesawat milik Elvis Presley. Sejak dijual pada tahun 1977, tak lama setelah ia wafat, Lockheed JetStar 1962 miliknya menghilang secara misterius.

Dilansir Simple Flying, setelah lama menghilang secara misterius, pesawat yang dapat menampung delapan penumpang, kabin luas, dan menampilkan interior beludru merah dengan panel kayu serta karpet kasar di kabin utama ini tiba-tiba muncul ke publik untuk dilelang.

Pada tahun 2017 silam, pesawat yang juga dilengkapi sistem musik onboard dan toilet pribadi tersebut laku dilelang seharga US$430.000, setelah menghabiskan waktu 35 tahun di kuburan pesawat di Roswell, New Mexico, AS. Meski sudah berkarat serta mesin dan komponen penerbangannya dilepas, pesawat tersebut masih cukup diminati.

Setahun setelahnya, sang pemilik baru pesawat legendaris peninggalan Elvis Presley justru kembali melelang. Meski tak semahal harga di tahun 2017, namun, tetap saja, pesawat bernilai sejarah itu tak mungkin dilepas dengan harga murah. Sebab, sedikit saja perbaikan, bukan tak mungkin harga jual Lockheed JetStar 1962 Elvis Preseley bisa melonjak drastis.

Sejak lelang terakhir, keberadaan pesawat tersebut masih misterius. Tak disebutkan dengan jelas siapa pemenang lelang dan kemana pesawat disimpan. Entah itu disimpan di Museum Graceland – wilayah kediaman Elvis Presley sejak tahun 1958 hingga kematiannya pada tahun 1977 sekaligus tempat ia ditemukan meninggal di kamar mandi oleh tunangannya Ginger Alden pada tanggal 16 Agustus 1977- sebagaimana dua pesawat lainnya atau disimpan di suatu tempat.

Baca juga: Lockheed L-1011 TriStar, Pesawat dengan Kecanggihan Selangit yang Bikin Lockheed Nyaris Bangkrut

Akan tetapi, disebutkan, Lockheed JetStar 1962 peninggalan Elvis Presley saat ini ada di suatu tempat, milik seorang warga AS. Pesawat diregistrasi sebagai N440RM.

Secara umum, Lockheed JetStar dan Lockheed JetStar versi militer spesifikasinya tak jauh berbeda. Kokpit pesawat memuat dua orang pilot, mengangkut 8-10 penumpang, panjang hampir 19 meter dan tinggi 6 meter lebih. Dilansir Indomiliter.com, pesawat mampu melesat maksimum di kecepatan 883 km per jam sejauh 4,820 km di ketinggian maksimum 13.105 meter.

Halte Bus di Yerusalem Diubah Jadi Perpustakaan Tiga Bahasa

Di Yerusalem sebuah halte bus tua diubah menjadi perpustakaan jalanan dan pertama kali dibuka dengan tiga bahasa . Perpustakaan ini letaknya di Abu Tor yang memiliki lingkungan campuran Arab-Yahudi. Disebut dengan tiga bahasa karena buku di perustakaan tersebut ditulis dalam bahasa Inggris, Ibrani dan Arab.

Baca juga: Books On a Bus, Perpustakaan Mobile yang Sambangi Daerah Berpenghasilan Minim

KabarPenumpang.com merangkum jpost.com (5/4/2021), kehadirannya dimulai saat penguncian atau lockdown perama akibat virus corona ketika Lauri Donahue mulai mengirim buku ke Gaza dan buku tambahan yang akan dikirim dihentikan karena pandemi. Karena tak ingin terbuang percuma dirinya mengirim ke grup WhatsApp di lingkungan Abu Tor dan bertanya apakah ada yang menginginkan buku.

Tak hanya itu, Lauri juga mengirim ke beberapa orang yang tinggal sekitar seratus meter dari rumahnya. Karena selama beberapa minggu mengantar ke rumah tetangga, dia kemudian mencari cara lain yakni bekerja sama dengan Good Neighbours yang merupakan kelompok mengatur kegiatan antar agama dan penduduk di Abu Tor.

Dalam kerja sama tersebut, kelompok itu menginginkan perpustakaan jalanan kira-kira selusin yang tersebar di seluruh Yerusalem dan sepakat lokasinya berada di taman lingkungan. Setelah persetujuan, kelompok itu membawa arsitek bernama Matti Rosenshine untuk merancang perpustakaan dari halte bus tua. Buku tersebut dikirim pada Januari 2020 dan perbaikannya sebagai perpustakaan jalanan hampir selesai.

“Keseluruhan konsep di balik proyek ini adalah penggunaan kembali halte bus yang sudah ada daripada menciptakan sesuatu yang baru dan menjadi seefisien mungkin. Ini melibatkan pembuatan papan buletin bercat hijau dikombinasikan dengan rak berwarna kuning bagus dibagi menjadi tiga bagian yakni Inggris, Arab dan Ibrani. Idenya adalah memiliki rak rendah untuk anak-anak,” kata Rosenshine.

Dia menambahkan bahwa proyek selanjutnya adalah mendirikan atap tahan cuaca di atas bekas halte bus, dan kemudian menempatkan tanaman di sisi bangunan yang akan tumbuh untuk memberi keteduhan. Selain itu akan ada tanda dalam ketiga bahasa dengan nama perpustakaan “Pemberhentian Buku Abu Tor“.

Baca juga: North Carolina Canangkan Halte Bus dengan Tenaga Surya

Perpustakaan Abu Tor juga unik karena semua perpustakaan jalanan lainnya di Yerusalem berada di lingkungan Yahudi, kecuali satu di lingkungan Arab di Beit Safafa. Nofar Kahana, koordinator Proyek Tetangga Baik mengatakan, ini perpustakaan pertama dalam komunitas bersama dan pentingnya perpustakaan itu berada di taman yang dikunjungi semua orang tempatnya strategis. Perpustakaan Abu Tor menunjukkan pentingnya perpustakaan jalanan ke Yerusalem.

Tua-tua Keladi, Setelah 63 Tahun DC-8 Justru Diandalkan NASA Jadi Lab Terbang Canggih

DC-8 mungkin tak se-fenomenal Boeing 747 ataupun Airbus A380. Namun, di masanya, pesawat buatan McDonnell Douglas Aircraft itu disebut sebagai pesawat paling fenomenal di dunia. Sayangnya, setelah 14 tahun diproduksi atau tepatnya pada tahun 1972, pesawat quad jet ini akhirnya diputuskan pabrikan stop produksi.

Baca juga: Intip Teleskop Terbang Terbesar di Dunia Boeing 747 NASA

Akan tetapi, siapa sangka, setelah 63 tahun produksi atau 49 tahun stop produksi, pesawat ini masih terus digunakan oleh beberapa operator di dunia, salah satunya NASA. Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut diketahui bukan menggunakan pesawat tersebut untuk test crash, mengingat usianya sudah sangat tua, melainkan mengandalkannya untuk laboratorium terbang canggih.

Berbasis di Gedung NASA 703 Armstrong di Palmdale, California, Amerika Serikat, laboratorium terbang canggih ini mengumpulkan data untuk eksperimen dalam mendukung proyek-proyek ilmiah yang melayani komunitas ilmiah dunia, seperti lembaga federal, negara bagian, akademisi dan komunitas ilmiah dari seluruh penjuru dunia.

Secara empiris, ada tiga alasan mengapa NASA masih menerbangkan pesawat pesaing Boeing 707 ini, tak lain dan tak bukan untuk menjalankan tiga misi utama, yaitu pengembangan sensor, verifikasi sensor satelit, dan studi penelitian dasar tentang permukaan dan atmosfer Bumi.

Data yang dikumpulkan oleh pesawat, yang dioperasikan bersama oleh NCAR-NASA Deep Convective Clouds and Chemistry stud Program Sains Lintas Udara NASA dan Pusat Pendidikan dan Penelitian Suborbital Nasional (NSERC) di University of North Dakota ini, dengan penginderaan jauh telah digunakan untuk studi ilmiah lintas disiplin ilmu, seperti arkeologi, ekologi, geografi, hidrologi, meteorologi, oseanografi, vulkanologi, kimia atmosfer, ilmu kebumian, dan biologi.

DC-8 diketahui memiliki kemampuan dasar yang cukup mumpuni untuk dijadikan pesawat penelitian atau laboratorium terbang canggih. Disebutkan, pesawat ini memiliki jangkauan terbang sejauh 5.400 mil laut dan dapat terbang di ketinggian mulai dari 1.000 hingga 42.000 kaki selama 12 jam, meskipun sebagian besar misi sains rata-rata enam hingga 10 jam.

Lebih dari itu, DC-8 juga disebut mampu membawa 30.000 pon instrumen dan peralatan ilmiah, sesuatu yang sangat krusial tentunya karena menyangkut keberhasilan penelitian laboratorium terbang.

Secara umum, pesawat DC-8 yang digunakan NASA untuk laboratorium terbang ini tentu berbeda dengan DC-8 lainnya yang saat ini tinggal tersisa sembilan unit di dunia (termasuk DC-8 NASA).

Baca juga: McDonnell Douglas Dakota DC-3 – Si Tua-Tua Keladi Setelah 81 Mengudara

Dilansir laman resmi NASA, pesawat telah mendapat banyak modifikasi untuk mendukung penelitian ilmiah, seperti port instrumen zenith dan nadir, port jendela yang dimodifikasi untuk pemasangan instrumen dan probe, antena eksternal dipasang, mount pylon instrumen, jendela optik dari berbagai bahan, tabung pengiriman droponde, probe pengambilan sampel udara dan aerosol, serta modifikasi lainnya.

Laboratorium terbang DC-8 juga menggabungkan serangkaian pesawat operasional dan sistem data yang dapat disesuaikan dengan misi atau instrumen sains tertentu. Ini termasuk radar cuaca, GNSS, altimeter radar, sensor untuk merekam suhu udara total, tekanan sekitar, dan kelembaban relatif, generator kode waktu (NTP dan IRIG-B), video, dan sistem perekaman digital, akuisisi data, distribusi, dan sistem perekaman, Ethernet LAN dengan server, dan tampilan berbasis web.

Demi ‘Bertahan Hidup,’ Thai Airways Jual Makanan Khas Pesawat di Supermarket

Thai Airways terus berinovasi semata demi bertahan hidup. Terbaru, maskapai pelat merah Thailand ini mulai merambah ke pasar ritel dengan menjual makanan khas pesawat ke jaringan supermarket atau gerai 7-Eleven di seluruh penjuru Negeri Gajah Putih.

Baca juga: Usai Bangkrut, Thai Airways Kini Bisnis Restoran Khas Hidangan Pesawat! Pelayannya ‘Pramugari’

Menurut kepala katering Thai Airways, Warangkana Luerotewong, seperti dikutip dari Simple Flying, makanan khas pesawat yang dijual Thai Airways termasuk ayam biryani -mewakili menu halal- dan nam phrik long ruea (pasta cabai udang dengan daging babi manis dan ikan renyah). Keduanya merupakan menu andalan maskapai.

Selain itu, Thai Airways juga berencana menjual saus salad minyak biji teh di supermarket besar bahkan tak menutup kemungkinan untuk mengekspornya di masa mendatang.

Meski tak disebutkan detail harganya, namun, besar kemungkinan Thai Airways akan menjualnya dengan harga terjangkau, mengingat segmen pasar dari makanan itu sendiri yang berada di kelas menengah sampai ke bawah.

Rencananya, sajian makanan pesawat khas Thai Airways akan tersedia di seluruh toko 7-Eleven mulai 15 April mendatang, bertepatan dengan liburan Songkran atau Tahun Baru Nasional Thailand berdasarkan perhitungan kalender kuno.

Bila berkaca pada pengalaman sebelumnya, terobosan ini dinilai akan disambut masyarakat luas yang rindu sajian-sajian khas penerbangan.

Pada September tahun lalu, Thai Airways mulai terjun ke berbisnis restoran dengan menghidangkan menu-menu khas penerbangan (in flight meals). Maskapai nasional Thailand itu mengaku, bisnis restoran yang dijajaki merupakan upaya untuk membantu para staf agar tetap bisa berpenghasilan sekalipun hanya sebagian kecil dari jumlah karyawan yang ada.

Restoran buka mulai pukul 7 pagi waktu setempat. Sebelum pukul sembilan, pengunjung hanya bisa memesan berbagai hidangan roti khas penerbangan Thai Airways. Barulah setelah jam sembilan, pengunjung bisa mencicipi berbagai menu internasional yang biasa disuguhkan, seperti Caesar Salad, Japanese yakisoba, dan shwarma kebabs dengan harga cukup terjangkau mulai £2 atau Rp38 ribuan (kurs Rp 19.044).

Tak hanya menyuguhkan sajian khas penerbangan, restoran Thai Airways juga menghadirkan nuansa persis layaknya di pesawat, seperti kursi pesawat berwarna-warni khas Thai Aiways, meja yang dibuat dari suku cadang pesawat, hingga desain interior restoran itu sendiri. Menariknya, pengunjung juga dapat menikmati pilihan kursi first class ataupun economy class dengan berbagai layanan unggulan yang ditawarkan.

Baca juga: Intip Keseruan di Airbus A330 Bekas Thai Airways yang Disulap Jadi Kedai Kopi Perang

Sebelum memulai bisnis restoran dengan konsep seperti di atas, Thai Aiways sebetulnya sudah mulai menjual sajian khas penerbangan. Hanya saja, layanan tersebut terbatas pada layanan take away, bukan untuk disajikan langsung di restoran seperti yang sekarang dihadirkan.

Saat ini, Thai Airways masih menunggu sidang kebangkrutan atau pailit. Meski demikian, santer dikabarkan bahwa pemerintah akan mengambil alih Thai Airways dan mencegah maskapai bangkrut. Guna menekan angka dana talangan, pemerintah akan menjual beberapa pesawat maskapai serta mengurangi jumlah karyawan hampir setengahnya secara bertahan sampai empat tahun ke depan.

Bayi Dua tahun Tak Gunakan Masker, Satu Keluarga Didepak dari Spirit Airlines

Kejadian penumpang didepak dari penerbangan karena tidak menggunakan masker terus saja berulang. Belum lama ini seorang anak berusia dua tahun dengan ibunya yang tengah hamil berserta kakak dan ayahnya akan bepergian dari Florida menggunakan Spirit Airlines.

Baca juga: Akibat Anak Tak Gunakan Masker, Satu Keluarga dan Penumpang Disebelah Dipaksa Keluar Pesawat

Namun gadis cilik tersebut tidak menggunakan masker dan semua penumpang dalam penerbangan ke Atlantic City itu terpaksa turun dari pesawat sebelum diizinkan kembali ke pesawat. Dalam sebuah video yang diposting di media sosial, memperlihatkan awak kabin tengah berbicara dengan kepala keluarga tersebut.

Di mana saat itu anak mereka yang berusia dua tahun duduk dipangkuan sang ibu yang tengah hamil sembari makan yogurt. Ketika awak kabin berbicara, sang ayah menurunkan maskernya untuk berbicara dengan awak kabin itu. Dalam video, pria itu kembali menaikkan maskernya dan awak Spririt hanya mengangguk dan mengatakan, “Dia tidak memakai masker.”

“Bayi?”, kata sang ibu yang dikutip KabarPenumpang.com dari nypost.com (5/4/2021).

Karena masalah ini, kemudian penumpang wanita yang duduk disebelah mereka menunjukkan banyak anak yang tidak menggunakan masker.

“Kamu telah duduk di sampingku. Apakah saya memakai masker sepanjang waktu? Apakah saya memakai masker sepanjang waktu semua orang? ” kata sang ayah.

Aku akan memastikan dia memakainya. Semuanya akan baik-baik saja,” kata seorang pria yang tampaknya merekam interaksi tersebut. Sang ibu membantah, “Dia hanya seorang anak dan berusia 2 tahun.”

“Itu bukan pilihanku. Anda harus mengambil barang-barang Anda dan turun,” desak pekerja maskapai itu, berulang kali mengatakan bahwa keluarga tersebut” tidak mematuhi kebijakan masker.

“Kita sudah selesai berbicara. Pilot ingin Anda turun, jadi Anda harus turun,” katanya.

Sang ibu terus memohon dan mengatakan putrinya masih bayi dan baru menginjak dua tahun pada dua bulan lalu. Namun awak kabin itu mengancam memanggil polisi sebelum pergi. Video lain menunjukkan semua penumpang sedang berkemas saat sang ayah memberi tahu seseorang, “kapten baik-baik saja dengan itu, seluruh pesawat baik-baik saja dengan itu tetapi ada satu orang Afrika-Amerika yang tidak setuju dengan itu.”

Ia juga mencatat bahwa istrinya sedang hamil, putrinya baru berusia dua tahun, dan putranya, yang duduk di dekatnya, memiliki kebutuhan khusus dan mengalami kejang. Video ketiga menunjukkan polisi di jalan menuju keluar dari pesawat, dengan seorang petugas wanita mendengar mengatakan “Merekalah yang menjadi masalah” saat keluarga itu berjalan lewat.

Polisi Orlando mengatakan mereka dipanggil sebelum tengah hari pada hari Senin tentang gangguan umum di dalam penerbangan Spirit dari bandara. Perwakilan Spirit bersikeras bahwa orang tua yang melanggar kebijakan menutupi wajah maskapai, dan pelanggaran mereka tidak tertangkap kamera.

“Mereka diberi peringatan dan diizinkan naik kembali ke penerbangan dan melanjutkan ke tujuan mereka,” kata perwakilan itu.

Beberapa postingan media sosial mengklaim bahwa seorang awak kabin, yang dikatakan juga terlibat dalam pertengkaran itu, dikeluarkan dari penerbangan dan “dikawal” oleh polisi, mengutip video yang menunjukkan dia berjalan di terminal dekat beberapa polisi.

Seorang juru bicara Spirit menjelaskan bahwa karyawan tersebut sebenarnya baru saja pergi karena pergantian kru.

“Satu-satunya hal yang terjadi dengan awak kabin adalah bahwa setelah dua jam penundaan ada pergantian awak yang diperlukan dan seseorang menangkap polisi yang datang ke gerbang karena situasi umum mengunci ruang pertemuan pada saat yang sama dengan pramugari ini. pergi ke tugas berikutnya,” kata juru bicara Field Sutton New Jersey 101,5.

Baca juga: Gegara Bayi Tak Gunakan Masker, Semua Penumpang Maskapai ini Batal Berangkat

Spirit mengharuskan semua penumpang memakai penutup wajah di atas hidung dan mulut mereka, kecuali saat makan atau minum. Anak-anak di bawah usia 2 tahun dibebaskan.

Hari Ini, 72 Tahun Lalu, Helikopter Sikorsky S-51 Cetak Rekor Penerbangan Helikopter Terjauh

Pada hari ini, 72 tahun lalu, bertepatan dengan 6 April 1949, helikopter Sikorsky S-51 berhasil mencetak rekor dunia untuk penerbangan helikopter terjauh.

Baca juga: Hari Ini, 38 Tahun Lalu, Helikopter Pertama yang Berhasil Keliling Dunia Berangkat! Butuh Waktu Hampir Sebulan

Ketika itu, helikopter yang dikemudikan oleh penjaga pantai Amerika Serikat (AS), Stewart Ross Graham dan kru Robert McAuliffe, terbang dari Coast Guard Air Station, Elizabeth City, New York, AS, ke Port Angeles Coast Guard Air Station di Negara Bagian Washington, via San Diego, California, sejauh 6.035 km. Perjalanan itu ditempuh selama total 57.6 jam atau sekitar 10 hari.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa helikopter Sikorsky S-51 sangat mumpuni untuk terbang jauh dari sekedar batas terbang maksimum yang telah ditetapkan pabrikan.

Dikutip dari allhands.coastguard.dodlive.mil, sebelum berhasil terbang jauh dan mencetak rekor dunia, kehadiran helikopter sebagai moda transportasi udara selain pesawat belum begitu diterima. Pembuktian bahwa helikopter aman oleh Stewart Ross Graham, yang juga seorang pilot helikopter Angkatan Laut, dimulai ketika melakukan patroli antisubmarine warfare (ASW) helikopter pertama pada Januari 1944.

Prototipe helikopter komersial Sikorsky S-51 degan nomor registrasi NX92800 sedang melakoni uji terbang antara Bridgeport dan East Hartford, Connecticut, 1946. Foto: Sikorsky Historical Archive

Kampanye helikopter aman Graham pun berlanjut saat ia didaulat menjadi pilot uji pertama Angkatan Laut di pusat uji NAS Patuxent River sebagai Head of Rotary Wing Development. Di sini, Graham kemudian mendirikan Rotary Wing Development Unit di Coast Guard Air Station, di Elizabeth City, pada Juli 1946. Tujuannya adalah membuat helikopter canggih.

Setelah lama berproses, Graham dan tim, yang terdiri dari perangcang helikopter kenamaan dunia, Igor Sikorsky, berhasil membuat helikopter tangguh Sikorsky HNS-1, lengkap dengan berbagai instrumen pendukung operasi SAR.

Helikopter Sikorsky S-51 dengan nomor registrasi NC92813, Los Angeles Airways, tengah mengoperasikan penerbangan komersial di Los Angeles, California, 1947. Foto: Los Angeles Times

Agar lebih meyakinkan, uji coba helikopter ini pun melibatkan sang desainer helikopter tersebut, Igor Sikorsky. Bersama Graham, helikopter perlahan mengangkat Sikorsky melalui seutas tali panjang. Singkatnya, uji coba pun berhasil. Meski militer AS dan masyarakat belum sepenuhnya percaya, namun, penerbangan demonstrasi itu berhasil membuka mata hati mereka bahwa helikopter aman ditumpangi.

Setelahnya, Graham terus melakukan beberapa aksi penyelamatan bersama helikopter, seperti melakukan operasi SAR di pantai Kitty Hawk, memulai layanan pos udara helikopter pertama antar desa terisolir di North Carolina, serta evakuasi medis malam pertama dengan helikopter pada tanggal 5 Desember 1947. Padahal, ketika itu, helikopter belum dilengkapi dengan instrumen untuk terbang malam, sampai helikopter Sikorsky S-51 lahir.

Baca juga: Pernah Kecelakaan di Indonesia Juga, Berikut Spesifikasi Helikopter Kobe Bryant Sikorsky S-76B

Aksi heroiknya kemudian berlanjut pada 24 Maret 1949. Ketika itu, Graham melakukan penerbangan sejauh 6.035 km dari Elizabeth City, New York, AS, ke Port Angeles Coast Guard Air Station di Negara Bagian Washington, via San Diego, California. Setelah 10 hari lebih, Sikorsky S-51 akhirnya tiba pada 6 April 1949 dan mencatat rekor dunia penerbangan helikopter terjauh.

Sikorsky S-51 diketahui mampu melesat hingga kecepatan 198,2 kilometer per jam, sejauh 442,6 kilometer, dengan ketinggian maksimum 4.511 meter. Disebutkan, Sikorsky S-51 memiliki berat kosong 1.837 kg dan berat lepas landas maksimum 2.494 kg. Kapasitas bahan bakar helikopter ini mencapai 378,5 liter, didukung mesin penggerak langsung Pratt & Whitney Wasp Jr. yang dilengkapi air-cooled dan supercharged. Mesin ini memiliki rasio kompresi 6: 1 dan diberi nilai 450 tenaga kuda pada 2.300 rpm.

Biar Tidak Stres Saat Perjalanan Kerja, Yuk Intip Tips Ini

Bepergian tapi untuk bekerja alias perjalanan dinas apakah ini membuat seseorang stres? Jawabannya bisa iya dan tidak. Ini karena perjalanan dinas akan membuat jauh dari keluarga untuk waktu yang cukup lama.

Baca juga: Ingin Mudik via Jalur Udara? Buat Perjalanan Lebih Nyaman dengan Tips Berikut! 

Bahkan ketika dalam pekerjaan itu Anda diharuskan melakukan perjalanan udara yang berarti menghabiskan waktu untuk menunggu di bandara. Selain itu tempat yang sempit bisa membuat bosan bahkan menangis.

Tetapi perjalanan dinas juga bisa menjadi menyenangkan dan stres pun bisa dihilangkan. Dilansir KabarPenumpang.com dari minutehack.com (11/3/2021), berikut beberapa tips yang bisa membuat Anda tenang aman dan terhindar dari stres ketika melakukan perjalanan dinas.

Siapkan semua
Sebelum melakukan perjalanan dinas atau bisnis, pastikan semua dokumen yang dibutuhkan dibawa dan tersusun dengan teratur. Bila bepergian keluar negeri, cek paspor apakah masih bisa digunakan alias belum kadaluarsa. Sebisa mungkin Anda juga menyiapkan asuransi baik untuk keadaan darurat seperti kesehatan.

Selain berkas dan dokumen, tak lupa persiapkan kebutuhan pribadi sebelum bepergian jauh-jauh hari. Isi perangkat elektronik sebelum bepergian, simpan pengisi daya cadangan dan peralatan mandi di tas tangan.

Perjalanan yang menyenangkan
Bila Anda stres dalam perjalanan karena mabuk, bawa obat anti mabuk yang sesuai dengan kebutuhan. Beberapa orang membawa permen jahe atau papermint untuk meredakan perut mual. Selain menghilangkan rasa mual, permen juga membantu Anda membuka telinga yang mendapat tekanan di dalam pesawat karena perbedaan ketinggian.

Bila Anda memiliki fobia takut terbang atau naik kereta api, baiknya konsultasikan ke dokter dan meminta obat agar selama perjalanan Anda merasa tenang. Selain obat, Anda juga bisa mengoleskan minyak dengan wangi yang menenangkan seperti lavender di pelipis dan pergelangan tangan.

Baca juga: Kurangi Porsi Makan Tanpa Kelaparan di Perjalanan, Tips Ini Layak Anda Coba!

Nikmati perjalanan
Saat bepergian untuk bekerja, cobalah untuk bersantai dan buat semenyenangkan mungkin dengan membawa buku untuk dibaca, buku teka teki silang untuk diselesaikan atau mendengarkan lagu. Jika Anda dalam penerbangan jarak jauh, manfaatkan hiburan dalam penerbangan dan tonton film yang membangkitkan semangat untuk mengalihkan ketakutan Anda. Tak lupa untuk membawa foto keluarga tercinta saat bepergian dan luangkan waktu untuk menghubungi mereka sesering mungkin selama dinas.