Jumlah Penumpang Turun Drastis Selama PPKM, MRT Jakarta Genjot Pendapatan Non Fare Box

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak pada moda transportasi di Jakarta, salah satunya pada layanan komuter MRT Jakarta yang sejak awal Juli penumpangnya turun hingga 80 persen. Apalagi setiap penumpang harus menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) sebelum masuk ke stasiun sebagai salah satu syarat perjalanan.

Baca juga: Mulai Hari ini, Penumpang TransJakarta dan MRT Jakarta Wajib Tunjukkan STRP Sebelum Melakukan Perjalanan

Meski begitu direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, on time performance atau OTP 100 persen dengan 1-25 Juli ada 4099 perjalanan tanpa penundaan atau pembatalan. Selain itu, William mengatakan, setelah pemberlakuan STRP jumlah penumpang turun menjadi 3839 orang per hari.

“Kebijakan STRP ini sangat efektif. Kami juga sudah melakukan penutupan sementara beberapa entrance dan stasiun untuk mendukung PPKM,” jelas William dalam forum jurnalis, Jumat (30/7/2021).

William menambahkan, entrance dan stasiun yang ditutup ada Stasiun MRT Haji Nawi, Stasiun ASEAN dan Stasiun Setiabudi Astra. Tak hanya itu, MRT Jakarta juga melakukan perubahan waktu operasional berdasarkan kebijakan PPKM Level 4.

Pada hari biasa, MRT Jakarta akan beroperasi mulai pukul 06.00-20.30 dengan headway sepuluh menit dan weekend pukul 06-20.00 dengan headway flat 20 menit. Di masa pandemi ini, William mengatakan, target penumpang yang sebelumnya tidak akan tercapai dan pendapatan fare box pun menurun.

Namun, dia menyebutkan bahwa meski pendapatan fare box menurun, MRT Jakarta melakukan pengembangan bisnisnya melalui strategi di luar. William menjelaskan pihaknya melakukan penekanan pada sisi pembelanjaan dan memaksimalkan penerimaan non fare box.

“Kita lakukan ini supaya tetap efisien dan agar operasional berjalan baik. Kita tetap dalam kondisi sehat sehingga bisa mencapai laba,” ungkapnya.

William menyebutkan, pendapatan non fare box lainnya yang kini juga sudah bisa beroperasi adalah co-working space di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia. Sayangnya karena PPKM masih berlaku, maka belum dibuka untuk umum.

Baca juga: PPKM Darurat: TransJakarta dan MRT Jakarta Lakukan Pembatasan Penumpang serta Jam Operasional

Dia mengatakan, co-working space ini disiapkan dengan konsep business space dan lounge dengan kapasitas 26 orang. Dilengkapi snacks, drink bar, relaxing lounge, working area dan business marketing area.

“Bangkit dari Kubur”, Singapore Airlines Aktifkan Airbus A380 yang Disimpan di Gurun

Setelah tahun lalu mengirimkan belasan unit pesawat ke Alice Springs (ASP), sebuah Gurun Pasir, di antara Darwin dan Adelaide, Australia. Kini ada kabar terbaru, bahwa Singapore Airlines (SIA) justru akan membangkitkan pesawat dari kuburan sementaranya itu. Hal tersebut merupakan berita baik, pasalnya SIA melihat adanya tanda-tanda peningkatan permintaan di rute-rute penerbangan tertentu.

Baca juga: Singapore Airlines Kirim Lagi A380 Ke ‘Kuburan’ Pesawat di Gurun Australia

Dikutip dari aviacionline.com (1/8/2021), pesawat yang kembali dibangkitkan dari kuburnya adalah Airbus A380-800. Pesawat dengan registrasi 9V-SKW lepas landas dari ASP menuju Sydney pada Rabu, 28 Juli, kemudian pesawat penumpang terbesar itu menjalani intervensi perawatan di Australia sebelum nantinya diterbangkan ke Bandara Changi.

Itu merupakan A-380 kedua yang ‘diselamatkan’ Singapore Airlines dari area penyimpanan Alice Springs, yang pertama telah dipindahkan pada bulan Februari dan belum ditugaskan, sehingga 9V-SKW harus masuk ke daftar tunggu untuk mulai beroperasi. Maskapai kedua terbesar di dunia ini berencana untuk secara bertahap menarik armada Airbus A380 yang disimpan di padang pasir Australia dan membuatnya siap untuk perawatan sesegera mungkin.

Sampai Juli 2020, SIA telah mengirimkan enam unit A380 ke Alice Springs. Bila dihitung secara kolektif, SIA Group total sudah mengirim 11 pesawat, dimana lima lainnya terdiri dari tiga Boeing 777-200ER milik Singapore Airlines serta dua Airbus A320 milik Scoot. Tahun lalu, maskapai SIA Group lainnya, SilkAir, juga pernah menitipkan enam unit pesawat Boeing 737 Max 8 di sana selama kurang lebih enam bulan. Jadi, ASP memang sudah menjadi rumah kedua SIA Group sebagai fasilitas penyimpanan jangka pendek atau menengah.

Baca juga: Grounded Besar-Besaran Bikin Bandara Penuh, Haruskah Pesawat Parkir di Gurun?

Singapore Airlines kini masih menyisakan 13 unit A380 dibarisan armada mereka, utamanya pesawat ini melayani rute-rute besar seperti ke Sydney, Tokyo, Seoul, Shanghai, Hong Kong, London, Amsterdan, Barcelona, dan Los Angeles.






















Ini Cara London Terapkan “Biaya Jalan” Guna Mengatasi Polusi Udara di Pusat Kota

Sebagian besar polusi udara London berasal dari transportasi darat, termasuk mobil, bus, dan taksi. Ketika kendaraan ini membakar bahan bakar fosil, mereka melepaskan polutan udara beracun dan emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida. Selama dua dekade terakhir, walikota London terus bekerja untuk mengubah lintasan polusi kota.

Baca juga: Kurangi Polusi Udara dan Pemanasan Global, Tiap 22 September Dunia Rayakan Hari Bebas Mobil Internasional

Baru-baru ini, Wali Kota London Sadiq Khan, yang terpilih pada tahun 2016, telah mendorong untuk menerapkan beberapa kebijakan paling ambisius untuk mengurangi polusi udara di seluruh kota. “Zona Emisi Ultra Rendah” (ULEZ) adalah kebijakan yang menyoroti pendekatan inovatif untuk secara bersamaan mengatasi perubahan iklim dan ketidaksetaraan perkotaan.

Walikota Sadiq Khan secara aktif mendorong adopsi dan perluasan Zona Emisi Ultra Rendah kota yang lebih cepat (Shutterstock)

Saat ini mencakup seluruh pusat kota London, ULEZ mengharuskan pengemudi untuk memenuhi standar emisi kendaraan yang ketat atau membayar biaya harian, mendorong penduduk dan bisnis untuk beralih dari kendaraan yang sangat berpolusi ke moda transportasi yang lebih bersih. Dilansir dari greenbiz.com (6/7/2021), ULEZ berada dalam agenda kebijakan yang lebih besar untuk menjadikan London tempat yang lebih aman untuk ditinggali sambil menangani darurat iklim.

Diluncurkan pada tahun 2019, ULEZ merupakan puncak dari hampir dua dekade kebijakan ambisius yang bertujuan untuk mengurangi polusi udara dan mengurangi kemacetan lalu lintas. Bersama kebijakan lain, ULEZ memiliki standar emisi gas rumah kaca yang ketat yang harus dipenuhi kendaraan saat berkendara di zona tersebut.

Kendaraan yang melebihi standar emisi ULEZ membayar antara $17,50 dan $140 untuk berkendara ke zona delapab mil persegi, yang mencakup pusat kota London. Sistem kamera memastikan kendaraan diisi dengan benar. ULEZ akan memperluas zona ke jalan melingkar utama London, seluas sekitar 140 mil persegi, pada bulan Oktober.

Inti dari pelaksanaan ULEZ adalah sifat bertahap dan saling melengkapi dari kebijakan sebelumnya yang diterapkan oleh pemerintahan sebelumnya. Sementara awalnya hanya berfokus pada memerangi kemacetan lalu lintas, biaya meningkat secara bertahap untuk memasukkan langkah-langkah pengurangan emisi untuk kendaraan besar, dan kemudian semua kendaraan, dengan standar yang semakin ketat.

Selain melengkapi kebijakan sebelumnya, ULEZ juga disematkan dalam paket tindakan mobilitas bersih London yang lebih luas dan lebih komprehensif. Langkah-langkah ini termasuk meningkatkan armada bus umum, taksi listrik, membangun infrastruktur bersepeda dan menutup jalan selama waktu penjemputan dan pengantaran sekolah.

Transport for London (TfL), badan pemerintah lokal yang bertanggung jawab atas jaringan transportasi London, memperkirakan bahwa kebijakan London, termasuk ULEZ, akan membantu menghindari 1,2 juta penerimaan rumah sakit baru terkait polusi udara di seluruh London pada tahun 2050 dan menyelamatkan National UK Layanan Kesehatan dan sistem perawatan sosial $7 miliar dan menurunkan biaya ekonomi tahunan sebesar $4,6 miliar dari polusi udara di Inggris.

Pendapatan dari ULEZ dan kebijakan lainnya juga telah membantu Greater London Authority (GLA) menginvestasikan US$105 juta untuk perkuatan dan pembelian bus umum baru yang memenuhi standar ULEZ yang menjadikan London pemilik armada bus listrik terbesar di Eropa. Di tingkat masyarakat, Dana Kualitas Udara Walikota senilai $30 juta mendukung proyek-proyek yang dipimpin wilayah, termasuk jalan-jalan rendah emisi dan jaringan sepeda yang diperluas.

Aspek penting dari penerapan ULEZ dan pendahulunya adalah langkah-langkah untuk meringankan beban beradaptasi dengan standar emisi yang lebih ketat. Saat ini, ULEZ menikmati tingkat penerimaan publik dan komitmen politik yang tinggi, yang berkontribusi pada kesuksesan besar-besarannya.

Baca juga: Bantu Kurangi Polusi Udara, Bajaj Listrik Piaggio Ape Mulai Merambah India

“[Kampanye] ini benar-benar untuk membantu mengubah pikiran orang,” kata Shirley Rodrigues, Wakil Walikota untuk Lingkungan dan Energi.

Hanya Gunakan Riasan Sederhana, Pramugari ini Bagi Rutinitas Pagi di TikTok

Shani Turner, pramugarai asal Melbourne, Australia belum lama ini membagikan rutinitas khas sebelum penerbangan paginya. Dia bangun jam 03.00 pagi dan mandi air panas sebelum berangkat ke bandara untuk shift pagi. Shani membagikan rutinitasnya tersebut di akun TikToknya.

Baca juga: Viral di TikTok, Pramugari Kasih Tips Aman Tidur di Hotel

Dilansir dari 7news.com.au (1/8/2021), dia harus terlihat rapi kapan pun waktu shiftnya, baik pagi, siang atau malam. Shani juga bergantung pada kombinasi perawatan kulit yang baik, rutinitas riasan sederhana, dan mandi air panas untuk tetap terlihat dan melakukan yang terbaik.

@sh_turner

FLIGHT ATTENDANT MORNING?! ✨ #flightattendants #travel #viral #tik_tok

♬ Aesthetic – Xilo

“Selamat pagi, hari ini saya akan bekerja untuk melakukan penerbangan pulang ke Hobart, jadi ini adalah rutinitas pagi saya yang biasa,” Shani memposting di halaman TikToknya.

Pada hari tertentu ketika dia mulai jam 05.00 pagi dan Shani mengatakan dia bangun jam 03.00 pagi untuk mandi air panas dan melakukan perawatan kulitnya sebelum menuju ke bandara.

“Perawatan kulit sangat penting bagi saya,” kata Shani, sambil mencuci wajahnya dengan pembersih berbusa dan mulai mengoleskan serum dan pelembab.

Shani hampir tidak memakai riasan apa pun untuk bekerja, dan hanya mengoleskan lapisan maskara untuk memastikan bulu matanya terlihat rapi dan kemudian menyikat alisnya untuk memastikannya terlihat halus.

“Selanjutnya aku menata rambutku dan menyemprotkan hairspray. Rambut yang baru dicuci adalah hal yang paling sulit untuk dikuncir kuda atau disanggul. Saya menggunakan sikat jas saya untuk mendapatkan semua flyaways, dan kemudian memasukkannya ke dalam sanggul. Selesai!,” kata Shani.

Setelah ini, Shani mengenakan seragamnya, mengambil secangkir kopi dari mesinnya di rumah dan makan sepotong roti panggang dengan Vegemite sebelum berangkat kerja.

Dia kemudian menuju ke bandara dan berada di kabin pesawat pada saat matahari terbit. Shani mengungkapkan seperti apa sisa hari itu setelah dia menyelesaikan shift. “Saya biasanya selesai bekerja sekitar pukul 14.00-15.00 WIB, saya pulang dan menyiapkan makan malam ketika tunangan saya pulang sehingga kami bisa makan malam bersama, dan saya mulai bersantai sekitar pukul 18.30-19.00 malam. Saya biasanya melompat ke tempat tidur sekitar 19.30, jadi saya bisa bersantai sepenuhnya dengan cinta saya, kami mengobrol dan berbagi cerita kami dari hari itu,” kata dia.

Baca juga: Viral di TikTok Pramugari Umbar Fakta Penghasilan

Shani mengatakan bagian tersulit dari pekerjaannya adalah perubahan gaya hidup, yang dapat membuatnya sulit untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang yang dicintainya. Menghabiskan waktu berkualitas bisa sangat sulit, jadi kami memanfaatkannya sebaik mungkin.

Vietnam Buka Rute Kereta Lintas Benua, Hubungkan Hanoi dengan Liege di Belgia

Dunia transportasi berbasis rel telah mencapai babak baru saat Cina dan Eropa dapat dihubungkan lewat kereta api (kargo). Menempuh jarak ribuan kilometer dengan waktu belasan hari, adalah hal yang harus dibayar untuk menggunakan moda ini. Dan siapa sangka, justru cara pengiriman barang dengan kereta lintas benua kian diminati, khususnya saat pandemi.

Baca juga: Pengiriman Melalui Laut Alami Penundaan, Kereta Barang Cina-Eropa Jadi Pilihan di Asia Tenggara

Dampak pandemi rupanya telah berimbas pada penundaaan perjalanan sejumlah kapal kontainer, dan poin positifnya permintaan pengangkutan antara Asia dan Eropa beralih sebagian ke lini kereta api. Kini bukan hanya dari Cina, nyatanya akses kereta barang ke Eropa juga dilayani dari wilayah Asia Tenggara.

Dikutip dari e.vnexpress.net (21/7/2021), pada 20 Juli lalu telah dibuka rute baru kereta api yang menghubungkan antara Stasiun Yen Vien di Hanoi,Vietnam dengan kota Liege di Belgia, di mana kontainer akan dibongkar di Rotterdam, Belanda dan dikirim dengan truk ke tujuan akhir.

Kereta dengan rangkaian 23 kontainer empat puluh kaki itu membawa produk berupa garmen, tekstil dan sepatu kulit. Selapas dari wilayah Vietnam, kereta tiba di Zhengzhou, Cina. Baru kemudian akan dihubungkan dengan kereta Asia-Eropa menuju Belgia. Perjalanan kereta lintas benua itu akan melewati wilayah Rusia dan beberapa negara di Asia Tengah.

Waktu yang dibutuhkan dari Hanoi hingga mencapai Liege ditaksir antara 25-27 hari. Sebagai penyedia layanan adalah Perusahaan Transportasi & Perdagangan Ratraco, anak perusahaan Vietnam Railways. Ratraco telah menjalin kerja sama dengan forwarder di berbagai negara untuk memberikan layanan logistik kepada pelanggan yang menggunakan kereta angkut setempat untuk melanjutkan angkutan barang ke titik akhir.

Baca juga: Ternyata, Kereta Kenegaraan Kim Jong Un Tidak Lepas dari Peran dan Dukungan Cina

Meski ada hubungan yang erat dalam perdagangan, antara Vietnam dan Cina pada dasarnya punya permasalahan di perbatasan, di mana kedua negara bersengketa di Laut Cina Selatan. Khusus tentang jalur kereta api Vietnam-Cina, pada tahun 2019 sempat naik pamornya saat digunakan oleh kereta Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kala melakukan lawatan ke Vietnam untuk bertemu Presiden AS Donald Trump di Hanoi.

Melepas Lelah, Para Pekerja Bisa Nikmati Shinkansen Sambil Merendam Kaki

Kerap kali banyak hal aneh dan unik yang ditampilkan oleh Jepang. Bukan hanya stasiun atau tempat wisatanya, tetapi di dalam kereta pun dibuat sedemikian rupa untuk kenyamanan penumpang. Salah satunya seperti menghadirkan tema Hello Kitty atau kartun lainnya di kereta Shinkansen.

Baca juga: JR East Hadirkan Kompartemen ‘Kantor’ pada Kereta Cepat Shinkansen Tohoku

Namun tidak hanya itu, East Japan Railway Co atau JR East menghadirkan paket tur satu malam. Di mana tur tersebut ditujukan untuk pekerja dan akan hadir pada bulan Oktober mendatang. Tapi apakah Anda tahu fasilitas apa yang akan diberikan pada tur bagi para pekerja tersebut?

JR East lengkapi kereta shinkansen dengan perendam kaki untuk penumpang (the-japan-news.com)

KabarPenumpang.com melansir laman the-japan-news.com (1/8/2021), dalam perjalanan tur tersebut di dalam kereta shinkansen, para peserta akan menikmati baskom untuk merendam kaki mereka. Tak hanya itu, paket ini juga termasuk menginap di hotel di kota Yamagata atau penginapan air panas di Tendo.

Kedua penginapan ini ditawarkan oleh pemerintah prefektur Yamagata dan cabang Sendai dari JR East. Kereta Toreiyu Tsubasa yang akan digunakan untuk layanan ini dilengkapi dengan baskom, bar dan area tikar tatami.

Selama tiga jam perjalanan kereta, penumpang akan dapat bekerja dengan laptop, menggunakan baterai ponsel dan router WiFi yang dapat disewa secara gratis, atau bersantai di bar sambil menikmati sake dari Yamagata. Pemerintah prefektur dan kantor cabang JR East mengatakan mereka ingin memanfaatkan permintaan untuk apa yang disebut pekerjaan.

Paket termasuk menginap satu malam di kamar untuk dua orang, dengan biaya 27.800 per orang untuk hotel di Kota Yamagata dan 32.800 per orang untuk penginapan pemandian air panas di Tendo. Kereta akan berangkat dari Stasiun Ueno di Tokyo pada pukul 11.00 pagi. Kereta Shinkansen reguler akan digunakan untuk perjalanan pulang.

Baca juga: Jalur Shinkansen Ini Berhenti di Pakaian Dalam Pria, Loh!

Untuk perjalanan ini, peserta bisa mulai reservasi sejak 3 Agustus 2021 yang dilakukan secara online mulai pukul 14.00 dan sekali memesan bisa untuk 20 orang.

Toyota e-Palette, Bus Mini Otonom Mudahkan Mobilitas Atlet Olimpiade Tokyo

Banyak inovasi teknologi yang dipamerkan Jepang, salah satunya saat perhelatan Olimpiade Tokyo. Di mana dalam perhelatan tersebut menghadirkan bus mini otonom yang digunakan untuk mengangkut para atlet yang akan berlaga.

Baca juga: Sokong Mobilitas di Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Uji Coba Taksi Otonom Pertama di Dunia 

Para atlet dari berbagai negara dengan jumlah 11 ribu orang ini tinggal di Olympic Village yang memiliki luas mencapai 44 hektar. Karena hal ini panitia kemudian menghadirkan kendaraan listrik tanpa pengemudi yang memudahkan atlet berlalu lalang baik di dalam perkampungan atlet.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, bus otonom ini sebenarnya sudah dipamerkan oleh Toyota pada Tokyo Motor Show 2019 lalu yang diselenggarakan di Negeri Sakura itu. Bus itu diberi nama e-Palette oleh Toyota.

Bus otonom tersebut memiliki panjang 5,2 meter, lebar 2,06 meter dan tinggi 2,7 meter. Karena digunakan untuk mengangkut atlet di Olimpiade dan Paralimpiade, Toyota memodifikasinya dengan pintu bagian tengah yang lebih besar sehingga bisa cepat diakses.

(Forbes.com)

Satu unit e-Palette mampu mengangkut 20 orang atau empat pengguna kursi roda dan tujuh orang berdiri. Meski kendaraan ini otonom, masih ada petugas keselamatan yang akan membantu memastikan semuanya berjalan lancar.

“Atlet Olimpiade dan Paralimpiade bekerja tanpa lelah dan kami ingin memberi mereka kendaraan yang dirancang dan dikalibrasi secara khusus agar sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka selama Tokyo 2020,” ujar pemimpin pengembang Takahiro Muta.

Dia mengatakan, e-Palette mampu menjangkau hingga 150 km dan teknologi gerakan untuk aselerasi dan pengeraman yang mulus. e-Palette juga dibekali sensor canggih seperti kamera dan LiDAR. Yang mana sensor-sensor tersebut terus memantau rintangan dalam bidang pandang 360 derajat lengkap.

Bahkan bus otonom ini mampu mendeteksi kendaraan lain dan pejalan kaki di sekitarnya dan secara otomatis melakukan pengereman. Dalam masa pandemi ini, uniknya e-Palette dilengkapi kain dan permukaan internal berbahan antivirus untuk menghindari kontaminasi virus corona.

Pegangan tangan pada bus ini juga disesuaikan dengan tinggi atlet. Tak hanya itu, bagian dalam pun dicat dengan warna kontras untuk meningkatkan visibilitas bagi orang dengan gangguan penglihatan.

Baca juga: Mobil Golf Semi-Otonom Mudahkan Para Lansia di Desa Pegunungan Jepang

e-Palette melakukan perjalanan kecepatan rendah 19 km per jam di dalam Olympic Village. Tujuannya agar memastikan keselamatan atlet. Bila dipacu maksimum, kecepatan kendaraan bertenaga listrik ini sendiri bisa mencapai akselerasi 32 km per jam.

Taiwan Terima Rangkaian Perdana EMU3000, Kereta Listrik Antar Kota Produksi Hitachi

Perkeretaapian Taiwan memasuki babak baru, yaitu dengan tibanya rangkaian kereta listrik antar kota EMU3000 pada 30 Juli lalu. Taiwan Railways Administration (TRA) selaku operator berharap dapat meningkatkan hingga 40 persen layanan kereta ekspres antar kota di kawasan yang tak diakui oleh Cina Daratan tersebut.

Baca juga: Kereta di Taiwan Tergelincir Hingga Tewaskan 51 Orang, Jepang Siap Bantu Pasca Kecelakaan

Dikutip dari focustaiwan.tw (30/7/2021), satu set kereta yang terdiri dari 12 mobil (gerbong) telah tiba di Pelabuhan Hualien. EMU3000 adalah kereta produksi Hitachi, sebelum memasuki layanan komersial, EMU3000 akan diuji kualitas dan keamanannya oleh Kementerian Perhubungan Taiwan. Pengujian akan diawasi oleh TRA, Hitachi dan TÜV Rheinland Taiwan Ltd, yang akan melakukan fungsi verifikasi dan validasi (IV&V) independen.

Totalnya, TRA akan menerima 600 gerbong untuk memdukung pengoperasian 50 set rangkaian kereta. TRA mengatakan tujuh set kereta akan dikirimkan tahun ini, 15 set pada tahun 2022 dan 16 set pada 2023 sebelum sisanya dikirimkan pada tahun berikutnya. Dengan teknologi yang ada, diharapkan EMU3000  mampu menggantikan rangkaian kereta antar kota yang saat ini sudah beroperasi 30 tahun lebih. Bila proses uji dan verifikasi tuntas, maka EMU300 akan mulai dioperasikan pada akhir tahun ini.

Baca juga: Jalur Kereta Tadami di Jepang, disebut “Kereta Api Paling Romantis di Dunia” oleh Warga Taiwan

Sekilas tentang EMU3000, kereta produksi Hitachi ini dibuat dari material paduan alumunium. Dalam satu rangakaian, kereta ini dapat membawa 538 penumpang. Bicara kinerja, EMU3000 punya akselerasi awal 2,52 km per detik dengan kecepatan maksimum 150 km per jam.

Unik! Pesawat Kuno ini Beralih Fungsi Jadi Barber Shop

Pernahkah terbayang oleh Anda untuk mencukur rambut di dalam pesawat? Tentu saja ini bukan sebuah promo yang dilakukan oleh maskapai terkenal di dunia seperti Emirates, Qatar, atau Garuda Indonesia sekalipun, melainkan sebuah pesawat kuno yang bertransformasi menjadi sebuah barber shop. Memang ada saja cara yang dilakukan oleh pebisnis kreatif untuk mempromosikan bisnisnya sekaligus menarik para pelanggan.

Baca Juga: Pesawat-Pesawat Ini Punya Desain Yang Sangat Unik, Yuk Intip!

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman wbir.com, barber shop yang berlokasi di Clinton Highway, sebelah timur pusat kota Tennessee ini sebelumnya difungsikan sebagai stasiun pengisian bahan bakar. Namun karena satu dua hal, stasiun pengisian bahan bakar tersebut tidak memberikan keuntungan secara signifikan setelah beroperasi selama beberapa tahun. Akhirnya Elmer dan Henry Nickel, selaku pendiri stasiun pompa bensin tersebut meninggalkan usaha uniknya tersebut dan membiarkannya begitu saja.

Elmer dan Henry Nickel. Sumber: knoxnews.com

Khawatir lokasi yang mudah diingat tersebut rusak karena termakan usia, Airplane Filling Station Preservation Association merenovasi pesawat tersebut dan mulai memfungsikannya sebagai tempat untuk berjualan T-shirt. Dari hasil penjualan itulah yang dijadikan modal untuk membeli pesawat lain pada tahun 2005 silam. Namun sayangnya, usaha tersebut juga tidak berjalan mulus dan sang empu meninggalkan aset berharganya tersebut.

Seperti melihat bongkahan emas, John York selaku pemilik barber tersebut tanpa ragu membeli pesawat tersebut dan mengalihfungsikannya menjadi sebuah barber shop. “Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup dan saya harus mengambil kesempatan untuk melakukannya,” cetus John. Ia sendiri mengaku sempat tidak percaya ketika mendapatkan pesawat bekas tersebut. “Ini seperti berjalan menuju sesuatu yang tidak Anda duga,” timpalnya.

Nosel Bensin Peninggalan Elmer dan Henry Nickel. Sumber: knoxnews.com

Bagian interior pesawat tersebut dihias dengan segala sesuatu yang bersifat Retro, sehingga semakin mempertegas keantikkan dari tempat itu. Sebut saja nosel pompa bensin yang pernah digunakan oleh Elmer dan Henry Nickel, hingga barang-barang antik lainnya yang ia beli di toko loak menghiasi dinding di dalam pesawat.

Penampakan Pesawat Barber. Sumber: knoxnews.com

Perkembangan jaman dan informasi yang disebarkan melalui berbagai jejaring sosial membuat barber shop milik John mendadak terkenal. Banyak orang yang datang ke tempat itu, walaupun mereka hanya sekedar ingin melihat pesawat kuno tersebut. John pun tidak merasa keberatan jika banyak orang yang datang ke tempatnya bahkan hanya untuk sekedar berbincang santai.

Baca Juga: Ada Sosok Boeing 737 Misterius di Bali, Kini Jadi Obyek Foto Favorit Para Pelancong

Barber shop ini buka dari Senin hingga Jumat, pukul 08.00 hingga 16.00. Berbicara soal tarif, John memasang harga yang bisa dibilang tidak terlalu mahal untuk ukuran orang Amerika, yaitu US$12 atau setara dengan Rp162.000. Jika Anda berkesempatan mengunjungi daerah Tennessee, jangan lupa sempatkan diri untuk mampir ke tempat ini, ya!

Mengapa Pesawat Buatan Airbus Selalu Dimulai dengan Huruf ‘A’? Berikut Penjelasannya

Bagi pecinta penerbangan atau traveller yang kerap bepergian menggunakan pesawat, pasti sering mendengar berbagai jenis pesawat keluaran Airbus atau Boeing, seperti A330, Boieng 737, Boeing 787, A380, A350, atau mungkin A320 yang beberapa waktu lalu sempat mengalami kecelakaan dan menewaskan nyaris seluruh penumpang dan kru.

Baca juga: Inilah Alasan, Mengapa Boeing Menggunakan Angka 7 di Produk Jet Komersialnya

Sebagaimana kompetitor mereka, Boeing, yang juga mencirikan pesawat-pesawat buatannya dengan angkat 7, Airbus juga mencirikan pesawat-pesawat mereka dengan huruf A dan mempunyai filosofi dibalik itu. Simple Flying menyebut, alasan Airbus membubuhkan huruf A dan memulai pesawat-pesawat mereka dengan nomor 300 tak bisa dilepas dari sejarah.

Mula-mula, huruf A terlebih dahulu. Alasan dibalik penamaan itu sepertinya sangat mudah ditebak; apalagi kalau bukan karena diambil dari huruf terdepan perusahaan yang berbasis di Toulouse itu. Sedangkan angka 300 pada pesawat pertama buatan Airbus dikarenakan jumlah penumpang yang mampu diangkut oleh pesawat tersebut. Hanya saja, karena satu dan lain hal, pada akhirnya kapasitas penumpang pesawat itu disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan diputuskan untuk dibuat menjadi lebih kecil dari 300 penumpang.

Dari situlah kemudian Airbus memutuskan untuk melanjutkan pesawat-pesawat berikutnya berdasarkan penomoran pada pesawat pertama. Bisa dilihat bagaimana hal itu terjadi, mulai dari Airbus A310 (widebody Airbus yang justru lebih kecil dari A300), A320 (narrowbody spesialis domestik), A330 (widebody), A340 (pesaing Boeing 747 long haul dengan empat mesin), A350 (pesawat Airbus paling modern di pasaran), dan A380 (pesawat komersial terbesar di dunia dengan dua lantai).

Selain itu, dua digit terakhir di pesawat-pesawat tersebut juga konsisten mengikuti besaran kapasitas penumpang. Ambil contoh, A380, misalnya, angka 3 diambil dari penomoran awal pesawat pertama Airbus. Sedangkan angka 8 diambil dari besaran penumpang yang mampu diangkut pesawat, yakni berkisar 800an orang (dalam satu kelas).

Dari pesawat-pesawat Airbus di atas, mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa Airbus melewati A360 dan A370. Berdasarkan seat capacity, sejauh ini, Airbus memang belum memproduksi pesawat dengan kapasitas kursi sebesar itu, sebagaimana filosofi dasar mereka menyematkan dua digit terakhir dari tiga digit ke pesawat buatannya yang didasari oleh kapasitas penumpang. Namun, di masa mendatang, bukan tak mungkin Airbus akan membuat pesawat A360 dan A370, dengan kapasitas sekitar 500-600an dan 600-700an (dalam satu kelas).

Akan tetapi, bagaimana dengan, semisal, Airbus A320-231? A320 mungkin sudah sangat jelas dengan pemaparan sebelumnya. Namun, bagaimana dengan tiga digit di belakangnya? Belum lagi ada varian A321-271N atau New Engine Optimazation (mesin baru yang ditingkatkan). Agar lebih jelas, berikut rinciannya.

Baca juga: Kompetisi Industri Dirgantara Inggris vs AS, Jadi Latar Belakang Lahirnya Boeing 707

A320-231

A = Airbus

320 = Nomor model (sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya)

-200 = menunjukkan pesawat tersebut merupakan versi kedua dari Airbus A320

31 = Edisi mesin pesawat

N= New Engine Optimazation (mesin baru yang ditingkatkan)