Marak Pelecehan di Nairobi, Bolt Hadirkan Ride Hailing dengan Pengemudi Wanita

Pelecehan seksual yang dihadapi wanita di Nairobi, ibu kota Kenya dari pengemudi pria ride hailing kian mengkhawatirkan. Bahkan Sarah Maranga yang merupakan seorang penumpang dan juga anggota dari asosiasi bantuan hukum di Kenya mengatakan, pernah berulang kali ditelpon dan dikirimi pesan oleh pengemudi pria.

Baca juga: Wanita Bertubuh Tambun Dilecehkan Pengemudi Taksi, Disebut Tak Muat Duduk di Kursi

Atas dasar kasus di atas, muncul gagasan untuk menghadirkan layanan ride hailing khusus wanita, termasuk dengan pengemudi wanita. Layanan ride hailing tersebut adalah Bolt. Sayangnya kabar yang beredar, tarif ride hailing Bolt terkadang lebih mahal atau sama. Kesenjangan tarif itu cukup mencolok bagi warga Nairobi yang mengeluh tentang tarif yang berbeda dari biasanya.

“Kami punya kebutuhan untuk merasa lebih aman. Sepertinya kita dihukum karena mengeluh,” kata Maranga yang dikutip KabarPenumpang.com dari washingtonpost.com (12/9/2021).

Bolt sendiri bukan brand asli Kenya, melainkan Bolt merupakan layanan ride hailing yang berbasis di negara Baltik, Estonia. Dalam sebuah pernyataan, pihak Bolt mengatakan mereka mencoba untuk mencocokkan harga tumpangan khusus wanita dengan tumpangan standar, meskipun diakui bahwa biaya sebenarnya bervariasi sesuai dengan permintaan dan pengemudi. Selain itu juga ketersediaan pengemudi Bolt khusus wanita kurang dari lima persen.

Selama ini ride hailing yang khusus melayani wanita telah ada dalam beberapa tahun belakangan, termasuk di Brasil, Australia, dan Amerika Serikat. Little, layanan taksi elektronik di Kenya, memulai layanan khusus wanita disebut “Lady Bug” pada 2016. Manajer regional perusahaan Afrika Timur Kenneth Micah mengatakan, Bolt telah meluncurkan versinya di Afrika sejak diluncurkan di Afrika Selatan tahun lalu.

Malaika Cheyne, seorang siswa berusia 20 tahun di Nairobi, sangat kesal dengan perbedaan biaya sehingga dia memutuskan untuk membatalkan akun Bolt-nya, menggambarkan perbedaan itu sebagai “pajak merah muda yang terbaik.”

“Mengapa kita harus membayar ekstra agar kita tidak diserang atau dilecehkan atau apa,” kata Cheyne.

Baca juga: Demi Hidupi Keluarga, Wanita ini Jadi yang Pertama Kemudikan Bajaj di Somalia

Wanita yang menanggung akibat perilaku buruk pria dalam beberapa hal merupakan fenomena universal. Dia menagatakan, tapi itu memiliki resonansi khusus di Kenya, karena wanita Kenya sering merasa bahwa pria mengabaikan atau meremehkan masalah yang dihadapi wanita.






















Rayakan Ulang Tahun yang ke-75, Boeing 777 Saudia Pakai Livery Retro

Saudia (Saudi Arabian Airlines) belum lama ini merayakan ulang tahunnya yang ke-75 dengan meluncurkan dua livery spesial di dua pesawat berbeda; Boeing 777-300ER menggenakan livery retro dan satu lainnya, pesawat Boeing 787-9 Dreamliner menggunakan livery ulang tahun ke-75.

Baca juga: Sstt… Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Garuda Indonesia Retro Livery Setengah Hati!

Dibanding livery ulang tahun Saudia yang ke-75, livery retro Saudia dinilai lebih menarik. Sebelum itu, retro sendiri adalah teknik mengulang gaya yang pernah populer pada masa lalu, terutama tahun 1970-an sampai tahun 1990-an. Istilah retro berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu retrograde yang berarti style masa lalu.

Retro berbeda dengan vintage. Sebutan Vintage adalah model tahun 20-an sampai 60-an, sedangkan Retro adalah untuk sebutan model yang popular di tahun 70-an sampai 90-an.

Dilansir onemileatatime.com, livery retro Saudia dikenakan oleh pesawat Boeing 777-300ER dengan nomor registrasi HZ-AK28. Pesawat ini baru berusia enam tahun. Disebut lebih menarik dibanding livery spesial hut Saudia ke-75.

Sebab, livery retro ini menampilkan warna yang lebih pas dan sesuai dengan aspirasi avgeeks kebanyakan. Selain itu, livery ini juga menyisipkan tulisan “75 Tahun”.

Di tahun tahun 2020 silam, pesawat Boeing 707 Saudia sempat tertangkap kamera menggunaka livery retro.

Namun, livery yang digunakan untuk penerbangan spesial maskapai nasional Arab Saudi itu kurang begitu enak dipandang mata. Kebanyakan avgeeks juga kurang terlalu suka dengan livery yang menampilkan perwakilan warna kebesaran maskapai di masa lalu itu.

Pengecatan pesawat Boeing 777-300ER sendiri dilakukan sejak 27 Agustus 2021 silam di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Begitu juga dengan livery spesial ulang tahun Saudia ke-75 tahun. Pesawat ini dicat di tempat yang sama dan sudah berada di Jeddah sejak 29 Agustus lalu, masih lebih dulu dibangin livery retro.

Livery yang dikenakan di pesawat Boeing 787-9 Saudia berusia empat tahun ini menggunakan corak standar maskapai. Tetapi di bagian belakang terdapat tulisan “75 Tahun” berwarna emas persis di dekat pintu ketiga pesawat.

Baca juga: Pesawat Kepresidenan “Indonesia One” Telah Berganti Warna, Kini dengan Livery Merah Putih

Tak hanya itu, livery spesial hut Saudia ke-75 juga menampilkan tiga sosok pemimpin Arab Saudi yaitu Raja Abdulaziz bin Abdul Rahman (pendiri Arab Saudi), Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, dan Putra Mahkota Mohammed Bin Salman di bagian vertical stabilizer pesawat yang juga berwarna emas.

Dalam laman Twitter resminya, dua livery spesial itu setidaknya memiliki tiga tujuan; visi yang sejalan antara pemimpin dengan rakyat, masa depan yang lebih cerah, dan maju bersama.

Dulunya Bus Sekolah, Kini Bus Tingkat ini Jadi Penginapan Mewah

Di Hampshire, Inggris, sebuah bus tingkat berwarna hijau direnovasi oleh Bob Johnson setelah membelinya dari eBay. Bus ini dijadikan rumah liburan yang mana pelancong bisa menikmati pengalaman tidak biasa untuk tidur di dek bagian atasnya.

Baca juga: Hotel Bergaya Klasik Modern dalam Wujud Bus Tingkat Vintage

Bus yang dinamai Bob sebagai Olive ini adalah bus tingkat Dublin yang dibelinya pada suatu malam melalui eBay yang kemudian diubah menjadi penginapan mewah di Hampsire. Dilansir KabarPenumpang.com dari the-sun.com (5/9/2021), bus antik itu diubah sehingga memiliki dapur, ruang duduk, ruang makan, ruang tidur di dek atas yang menampung lima tamu dan kamar mandi.

Bagian dalam Olive yang dilengkapi dengan kamar, ruang tamu dan toilet. Foto: The Sun

Meski begitu, ada hal unik yang bisa menarik perhatian pelancong adalah toilet terpisah yang berada di ruang kemudi bus. Bahkan toilet itu mungkin menjadi yang terbaik sepanjang akhir pekan.

Bus berada di lapangan tepat di luar Bramshott, Hampsire dan menawarkan pemandangan pedesaan yang menakjubkan.

“Ini adalah tempat liburan yang ideal bagi pengunjung North East Hampshire yang ingin tinggal di tempat yang sedikit berbeda. Dengan setiap kemudahan kelas atas yang Anda butuhkan untuk perjalanan ke pedesaan, Olive adalah alternatif yang bagus untuk hotel dan pondok biasa. Setiap hari terasa seperti petualangan dari dalam Olive, cocok untuk keluarga yang lebih muda dan kelompok teman yang lebih tua, dan siapa saja yang memiliki semangat kreativitas,” ungkap Bob Johnson.

Sebelum diubah menjadi tempat tinggal, Olive digunakan sebagai transportasi sekolah. Selain bus, pemandangan diluar juga ada teras, perapian dan barbekyu untuk bersantap di udara terbuka.

Di luar akomodasi, ada jalan-jalan pedesaan terpencil di sekitar tiga danau dan sumur harapan, dan pub Prince of Wales yang populer sebagai pitstop! Para tamu dapat tinggal di Olive selama minimal tiga malam dengan tarif Rp3,1 juta per malam.

Baca juga: Setelah Pesawat dan Kereta, Kini Giliran Bus Tingkat yang’ Disulap’ Jadi Hotel

“Ini adalah tempat liburan yang ideal bagi pengunjung North East Hampshire yang ingin tinggal di tempat yang sedikit berbeda. Dengan setiap kemudahan kelas atas yang Anda butuhkan untuk perjalanan ke pedesaan, Olive adalah alternatif yang bagus untuk hotel dan pondok biasa,” kata Bob.

Lima Stasiun MRT di Singapura Hadirkan Sistem Deteksi Penumpang Tanpa Masker

SBS Transit yang merupakan operator transportasi umum di Singapura melakukan pendeteksian penumpang tanpa masker dan bagasi tanpa pengawasan secara otomatis dengan sistem analisis video. Sistem ini akan diluncurkan di lima stasiun pertukaran MRT yakni Outram Park, Chinatown, Dhoby Ghaut, Little India dan Serangoon di sepanjang Jalur Timur Laut akhir tahun ini.

Baca juga: Thermal Scanner di Stasiun MRT Jakarta, Selain Deteksi Suhu Tubuh Juga Bisa Kenali Rentang Usia Calon Penumpang

Lima jalur ini sebagai permulaan dan diharapkan digunakan di stasiun-stasiun persimpangan di sepanjang jalur pusat kota pada tahun depan. Sistem tersebut akan menganalisis visual dari jaringan CCTV SBS Transit yang ada. Sistem tersebut dikembangkan oleh operator dan perusahaan Perancis Thales selama 1,5 tahun terakhir.

“Seluruh tujuan mendasar kami adalah benar-benar untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan juga untuk meningkatkan hasil dalam keselamatan dan keamanan,” ujar Wakil presiden senior SBS Transit Jeffrey Sim, yang bertindak sebagai kepala kereta api yang dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (7/9/2021).

Sim mengatakan, sistem ini tidak akan menggantikan staf stasiun, tetapi sebaliknya akan lebih sebagai enabler. Saat ini, staf harus berpatroli di stasiun MRT secara teratur dan memantau kamera CCTV untuk menemukan masalah apa pun. Sistem tersebut akan membantu staf mengidentifikasi masalah bagasi yang tidak dijaga, penumpang tanpa masker, dan kerumunan tak terduga dengan lebih cepat.

Teknologi ini dapat mengukur tingkat kepadatan komuter di stasiun MRT dan fungsi ini telah diuji coba di stasiun Woodleigh pada bulan Maret lalu. Sim mengatakan, sistem akan mengumpulkan data untuk mengidentifikasi tingkat kerumunan yang biasa pada waktu yang berbeda dalam sehari. Perangkat lunak kemudian akan memperingatkan staf stasiun setiap kali kerumunan yang lebih besar dari biasanya terdeteksi. Contoh seperti itu bisa terjadi jika seorang komuter pingsan.

“Kecenderungannya, ketika ada yang pingsan, orang-orang akan berkumpul dan kepadatannya akan meningkat. Jadi saat itulah staf stasiun akan dapat melakukan intervensi lebih awal, daripada diberitahu oleh seseorang yang menekan tombol panik atau datang ke kontrol stasiun,” kata Sim.

Baca juga: Teknologi Pendeteksi Mood, Yakin Akurat?

Dia mengatakan kemampuan untuk mengukur kepadatan penumpang secara akurat akan membantu staf memutuskan apakah akan mengerahkan lebih banyak petugas atau bus penghubung untuk membubarkan kerumunan jika terjadi kerusakan MRT. Sim menambahkan, sistem ini juga sedang diadaptasi untuk mengidentifikasi penumpang dengan kebutuhan mobilitas, seperti pengguna kursi roda atau mereka yang menggunakan kruk.

 

 

 

Cek Fakta Video Viral Warga Afghanistan Kabur dari Taliban dengan Cara Naik di Mesin Pesawat

Belum lama ini video yang menunjukkan seorang pria yang disebut sebagai warga Afghanistan, nekat lari dari Taliban dengan cara naik di mesin pesawat yang sedang terbang. Video ini pun viral. Meski sukar dipercaya, tetapi, banyak dari netizen meyakini itu bisa saja terjadi dalam keadaan darurat. Namun, benarkah?

Baca juga: Cek Fakta Dibalik Video Viral Drone Hantam Pesawat Tak Lama Setelah Lepas Landas!

Gelombang eksodus warga terjadi usai Taliban menguasai istana kepresidenan Afghanistan pada tanggal 15 Agustus 2021 silam. Mereka yang panik kemudian menyerbu Bandara Internasional Hamid Karzai berharap turut diievakuasi oleh pesawat militer Amerika Serikat (AS) ataupun negara lainnya.

Meski begitu, tentu saja militer masing-masing negara mempunyai manifes siapa saja yang boleh ikut penerbangan evakuasi mereka. Alhasil, warga Afghanistan yang tak terdaftar dalam manifes kalang kabut dan memaksakan diri untuk ikut di penerbangan sekalipun tidak di dalam pesawat.

Bagi mereka, pilihan ketika itu hanya dua, ikut penerbangan evakuasi atau mereka ke luar bandara dan dieksekusi Taliban karena ‘dosa-dosa’ di masa lalu saat Taliban masih di perangi pemerintah.

Di tengah kekacauan itu, puluhan orang pun nekad naik landing gear, body pesawat bagian bawah, bahkan berpegangan di atas mesin. Yang terakhir inilah kemudian viral di media sosial. Tetapi, setelah dicek, ternyata informasi tersebut tak lebih dari sekedar hoax atau kabar bohong.

@huyquanhoa

Lần đầu trải nghiệm ghế nằm của VN E Lai #huyquanhoa #maybay

♬ nhạc nền – Huy Xuân Mai – Huy Xuân Mai

Hasil analisa BoomLive, sebuah organisasi fact-checking independent, yang dikutip USA Today, menyebut video viral warga Afghanistan naik di atas mesin dalam sebuah penerbangan itu diketahui ialah hasil editan dari netizen Vietnam bernama Huy Xuân Mai. Ia pertama kali mengunggah video itu ke Facebook dan TikTok pada 17 Agustus 2020 dengan caption “Experience the reclining chair of Vietnam”.

Tak hanya di Facebook dan TikTok, video tersebut juga diunggah Xuân Mai ke YouTube melalui channel Quân Hoa TV pada 17 Desember 2020.

Baca juga: Cek Fakta, Kereta Shinkansen Melesat 4.800 Km per Jam, Jakarta-Surabaya Cuma 15 Menit!

Dari video yang diunggah di YouTube ini, sebetulnya sangat jelas bahwa itu adalah editan. Tak seperti video pendek yang diunggah di Facebook dan TikTok, video di YouTube menampilkan aktivitas sehari-hari sang pemilik akun, mulai dari bangun tidur, main laptop, makan, dan sebagainya, di atas mesin pesawat.

Lebih dari itu, di Vietnam sendiri, Huy Xuân Mai ternyata memang sudah masyhur terkenal sebagai profesional video editing dan dijuluki “dewa photoshop” oleh netizen. Jadi, sudah bisa dipastikan bahwa karya-karyanya menyajikan video-video hasil editan yang sangat menipu karena betul-betul terlihat sempurna alias tak terlihat hasil editannya.

Shinkansen Seri E4 Segera Pensiun, JR East Buat Eskalator yang Mirip Sebagai Kenangan di Stasiun Tokyo

Kereta peluru Shinkansen seri E4 yang juga dikenal sebagai Max Toxi dan Max Tanigawa akan resmi pensiun pada 1 Oktober 2021. Ini merupakan satu-satunya kereta Shinkansen dua lantai di Jepang. Karena ini adalah momen yang cukup penting bagi perkeretaapian, maka untuk mengiringi perpisahan tersebut, East Japan Rail yang mengoperasikannya membuat banyak hal khusus menjelang perjalanan terakhir Shinkansen seri E4 tersebut.

Baca juga: Shinkansen Seri E4 “Double Decker” Pensiun Setelah 24 Tahun Beroperasi

Salah satunya adalah melibatkan eskalator seri E4 khusus di Stasiun Tokyo dan menjadi topik hangat di media sosial. Dilansir KabarPenumpang.com dari soranews24.com (13/9/2021), eskalator ini terletak di dalam gerbang tiket di suatu tempat di sekitar tengah lorong yang menghubungkan pintu keluar pusat bawah tanah Marunouchi dan Yaesu di basement Stasiun Tokyo.

Ketika tiba di sana akan menemukan poster di dinding yang mengumumkan keberangkatan kereta yang akan datang dari jaringan, dengan pesan yang mendorong penumpang untuk melakukan perjalanan terakhir di kereta sehingga mereka dapat menikmati pemandangan dari atas untuk terakhir kalinya. Tidak butuh waktu lama untuk tiba di eskalator, dan tidak ada yang terlewat, karena kelihatannya seperti bagian depan S__hinkansen.

Lekukan eskalator sangat mirip dengan hidung Shinkansen dan saat dilihat lebih dekat pada eskalator, desainnya dibuat dengan penuh cinta. Bahkan bila melihat langsung, akan lebih menyentuh karena ini menunjukkan tingkat kepedulian terhadap kereta api yang menunjukkan bahwa itu lebih dari sekadar benda mati.

Detailnya menyerupai sisi kereta dengan sempurna, hanya dengan pesan tambahan yang mengumumkan tanggal berakhirnya dan mengungkapkan terima kasih kepada orang-orang atas dukungan mereka selama 24 tahun terakhir. Bahkan ketika melihat eskalator itu begitu kokoh, penumpang bergegas pergi ke tujuan mereka dan mengingatkan banyak penumpang yang dilayani selama bertahun-tahun.

Kereta 16 gerbong ini memiliki kapasitas untuk 1.634 penumpang, dan unik dalam desainnya karena memiliki dek bawah dan atas. Namun, karena kecepatan maksimum kereta adalah 240 km per jam, itu dikatakan kurang efisien dibandingkan dengan model lain seperti E5, yang digunakan di Tohoku Shinkansen yang mencapai kecepatan maksimum 320 kilometer per jam.

Karena itu, dan usia kendaraan, akan segera tiba saatnya untuk mengucapkan sayonara kepada Max, yang merupakan singkatan dari “Multi Amenity Express“. JR East telah mendirikan situs khusus untuk memberi penghormatan kepada kereta menjelang perjalanan terakhirnya, di mana Anda dapat mengetahui lebih banyak tentang sejarah kereta, membeli barang dagangan, dan mencetak kegiatan menyenangkan untuk anak-anak.

Baca juga: Ubah Smoking Room Jadi Zoom Meeting Room, JR Central Tawarkan Meeting di Kereta Peluru Shinkansen

Jika Anda ingin mengucapkan selamat tinggal kepada Max secara langsung, Anda masih punya waktu beberapa minggu untuk memesan tiket di kereta sebelum berangkat pada perjalanan terakhirnya. Dan tentu saja, Anda dapat menaiki eskalator Seri E4, yang juga akan dihias dengan balutan khusus hingga saat itu.

Cegah Banjir di Lintasan Kereta, Indian Railways Buat Microtunneling di Stasiun Masjid

Banjir kerap kali melanda Stasiun Masjid di Mumbai dan membuat perjalanan kereta terhambat. Hal itu terjadi lantaran posisi Stasiun Masjid berada di tingkat yang lebih rendah dari permukaan tanah. Nah, guna mengatasi banjir di rel kereta, Indian Railways memutuskan untuk memasang pipa RCC berdiameter 1000 mm dengan metode microtunneling.

Baca juga: Unik, Stasiun Bhawani Mandi Terletak di Dua Negara Bagian India

Pembuatan microtunneling di Stasiun Masjid dilatarbelakangi kesuksesan metode ini di Stasiun Sandhurst Road. Yang mana di stasiun itu pipa RCC berdiameter 1800 mm dipasang sepanjang 425 meter, menghubungkan sisi barat ke sisi timur melintasi rel.

“Microtunnelling adalah teknologi yang diadopsi secara luas dan baru-baru ini dicoba, diuji, dan dijalankan di area stasiun kereta Sandhurst Road. Pekerjaan microtunnelling bagian kereta api di stasiun kereta api Masjid telah selesai dalam waktu yang sangat singkat dan ini akan membantu untuk mencegah genangan air selama musim hujan,” kata Anil Kumar Lahoti, General Manager, Central Railway.

Dilansir KabarPenumpang.com dari financialexpress.com (13/9/2021), sebelum adanya pembangunan ini, pada Februari 2021, rapat dilakukan dengan berkoordinasi bersama manajer divisi perkeretaapian dan komisaris kota di mana diputuskan untuk melanjutkan proyek pencegahan banjir selama musim hujan.

Menurut Central Railways, situasi memburuk selama curah hujan dengan intensitas tinggi ditambah dengan air pasang. Selain itu kapasitas gorong-gorong yang tidak memadai serta daya dukung jaringan drainase air hujan yang lebih rendah, menjadikan banjir mudah terjadi.

Proyek microtunneling ini mencakup area kota dan area perkeretaapian, dimulai pada akhir April 2021 dengan berkoordinasi bersama Indian Railways dan pekerjaan itu baru saja selesai di area perkeretaapian.

Saat ini, pekerjaan penyambungan pipa RCC yang baru dipasang dengan jaringan MCGM (Municipal Corporation of Greater Mumbai) sedang berlangsung oleh MCGM dan hal yang sama diharapkan akan selesai pada akhir bulan ini. Setelah seluruh proyek selesai, air hujan akan dialirkan melalui gorong-gorong pipa RCC yang baru.

Ini akan menghilangkan banjir pada rel dan mencegah air hujan masuk ke dalam lokasi kereta api. Selama musim hujan tahun ini, pekerjaan terowongan mikro serupa telah berhasil diselesaikan di stasiun jalan Sandhurst dan daerah Dadar-Parel yang berkoordinasi dengan otoritas sipil.

Baca juga: Soal Penamaan Stasiun, Di India Ternyata Operator Kereta Tak Ikut Ambil Bagian

Untuk diketahui, microtunnelling adalah solusi tanpa parit untuk membangun terowongan berdiameter kecil, digunakan terutama untuk proyek-proyek yang membutuhkan terowongan untuk menyeberang di bawah lalu lintas jalan padat, kereta api dan sungai.

Gegara Penumpang ‘Betah’ di Toilet, Pesawat Ini Terpaksa Mendarat Darurat

Pesawat Airbus A320 Edelweiss Air diketahui mendarat darurat di Graz, Austria. Itu terjadi lantaran seorang penumpang asal Rusia berusia 51 tahun menolak keluar dari toilet meski sudah cukup lama di sana. Ini kemudian menimbulkan kecurigaan dari kru pesawat. Apalagi, insiden itu terjadi bertepatan dengan peringatan tragedi 9/11 atau tragedi 11 September 2001.

Baca juga: Misteri Balok Es ‘Hujani’ Inggris, Diduga dari Toilet Pesawat Bocor

Laporan Daily Star, A320 Edelweiss Air dengan nomor penerbangan WK371 tersebut sejatinya sedang dalam perjalanan dari Larnaca, Siprus, ke Zurich, Swiss.

Disebutkan, tak lama setelah pesawat lepas landas, penumpang tersebut langsung menuju toilet, masuk, dan menguncinya. Selama perjalanan, antrean sempat terjadi lantaran ia terlalu lama di toilet. Beberapa dari mereka yang tak sabar bahkan sampai mengetuk pintu dan memintanya agar bergantian.

Alih-alih keluar, penumpang malah menunjukkan sikap mencurigakan dan terus beraktivitas tak lazim di dalam toilet seperti pada umumnya. Dari sini kemudian kru pesawat melaporkan kejadian ke petugas di darat dan diputuskan untuk mendarat darurat di kota terdekat di Austria.

Setelah pesawat mendarat sempurna dan petugas menghampirinya, pria tua itu baru bersedia keluar dari toilet. Tetapi, saat digelandang petugas, ia menolak memberikan alasan mengapa ia terlalu lama di toilet.

Penumpang yang tak disebutkan namanya itu kemudian diinterogasi petugas di ruangan. Namun, pengakuan petugas, penumpang tersebut tetap tidak memberikan alasan apapun.

Meski begitu, penumpang yang bersangkutan disebut kooperatif selama proses pemeriksaan. Setelah barang bebawaannya digeledah, petugas tak menemukan apapun. “Tidak ada benda berbahaya yang dapat ditemukan. Selama interogasi, dia tidak memberikan informasi apa pun tentang alasan perilakunya (tidak mau keluar dari toilet),” kata petugas.

Sementara pesawat diizinkan berangkat kembali menuju Zurich dan mendarat 45 menit dari yang sudah dijadwalkan, ia tetap diinterogasi.

Pria itu akhirnya diizinkan petugas meninggalkan bandara dan melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api.

Meski tindak-tanduk pria Rusia dalam insiden itu lebih ke arah negatif, tetapi, banyak netizen di Reddit memandangnya dari sudut positif.

Baca juga: Sebelum Seperti Sekarang, Dulu Toilet Pesawat Gunakan Ember untuk Tampung Limbah Penumpang

Salah satu dari mereka menduga bahwa penumpang yang menolak keluar dari toilet dan membuat pesawat terpaksa mendarat darurat itu, mengalami apa yang disebut intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa biasanya disebabkan oleh kekurangan enzim dalam tubuh yang disebut laktase. Gejalanya bisa berupa kram perut, kembung, dan diare. Kolaborasi intoleransi laktosa dan efek penerbangan itulah yang pada akhirnya disebut menyebabkan penumpang itu lama menggunakan toilet.

Ditinggal Mati, Pesawat Pribadi Eks Presiden Libya Muammar Gaddafi Kembali Terbang

Di dunia, sudah menjadi rahasia umum bahwa orang tajir memiliki pesawat pribadi untuk menunjang bisnis mereka.

Baca juga: Enam Private Jet Termahal Milik Pesepak Bola Dunia, Nomor Satu Lekat dengan Aceh-Indonesia!

Bill Gates, misalnya, punya empat pesawat jet pribadi berupa dua Gulfstream G650ER (menggantikan dua jet Bombardier 700 Global Express yang sudah tua), masing-masing bernilai hampir US$70 juta, dan dua Bombardier Challenger 350, bernilai US$ 27 juta per unit. Jeff Bezos, orang terkaya di dunia, punya beberapa private jet. Salah satunya Gulfstream G650.

Selanjutnya ada private jet Boeing 747-8 VIP konglomerat Hong Kong Joseph Lau, private jet Boeing 747-400 Pangeran Al Waleed bin Talal, private jet Airbus A340 Alisher Usmanov, Boeing 767-300 Roman Abramovich, dan Boeing 767-200 rapper Kanada, Drake.

Meski tak setenar pesawat pribadi nama-nama besar di atas, eks Presiden Libya, Muammar Gaddafi, ternyata juga mempunyai jet pribadi berbasis Airbus A340-200 atau yang lebih dikenal sebagai 5A-ONE.

Presiden Libya yang dikudeta dan terbunuh itu diketahui resmi memiliki 5A-ONE mulai tahun 2006. Pesawat itu kemudian jadi tak bertuan setelah Gaddafi meninggal pada tahun 2011.

Seharusnya, itu memang jatuh ke tangan ahli warisnya ataupun ke tangan Pemerintah Libya sebagai barang sitaan atas tuduhan penggelapan uang negara selama ia menjabat.

Lama tak terlihat, pesawat pribadi Muammar Gaddafi itu dilaporkan terlihat lagi di langit. Sudah pasti pesawat itu tidak terbang secara misterius, sebagaimana pesawat Santiago Airlines dengan nomor penerbangan (flight) 513 yang muncul lagi pasca 35 tahun hilang, melainkan untuk menjalani perbaikan menyongsong tahun layanan bersama maskapai baru.

Menurut data ch-aviaiton.com, sebelum menjadi pesawat pribadi Presiden Muammar Gaddafi, pesawat ini dikirim Airbus ke Sultan Brunei Darussalam pada tahun 1996 sebagai pesawat kerajaan. Pesawat itu diregistrasi sebagai V8-JBB dan beroperasi sampai tahun 2000.

Setelah itu, pesawat itu jatuh ke tangan Pangeran Al-Waleed bin Talal bin Abdul-Aziz Al Saud melalui perusahaan Kingdom Holding dan dijadikan sebagai pesawat pribadi. Registrasinya pun berubah menjadi HZ-WBT4. Bersama Pangeran Al-Waleed, pesawat pribadi ini beroperasi sampai Oktober tahun 2006.

Sebelum dijual, ia diketahui membeli pesawat Boeing 747-400 dan dijadikan sebagai pesawat pribadi atau private jet sampai saat ini. Pesawat pribadinya itu pun dinobatkan sebagai pesawat pribadi paling mewah di dunia. Tak hanya itu, ia juga menjadi satu-satunya orang yang pernah memesan private jet Airbus A380, meski pada akhirnya pesawat tak sampai dikirim ke pangeran.

Setelah lepas dari tangan Pangeran Al-Waleed bin Talal, pesawat akhirnya dibeli oleh Presiden Muammar Gaddafi seharga US$120 juta. Pesawat itu diserahkan ke maskapai nasional Libya, Afriqiyah Airways, pada Oktober 2006 da diregistrasi sebagai 5A-ONE.

Meski dioperasikan oleh maskapai, tetapi, pesawat ini secara eksklusif terbang untuk Gaddafi atau menjadi pesawat pribadinya. Namun, pesawat pribadinya itu lebih sering digunakan oleh putranya.

Pada Agustus 2011, 5A-ONE ditangkap oleh pemberontak Libya di Bandara Tripoli. Pesawat pribadi yang dilengkapi interior dan fasilitas mewah seperti bak mandi air panas, bioskop pribadi, dan kamar tidur berlapis cermin, sampai karpet merah, ini kemudian dikirim ke Toulouse, Perancis, untuk perbaikan setelah rusak selama kudeta Libya.

Pesawat itu tetap di-grounded dalam jangka waktu cukup panjang, sekalipun sesekali terbang untuk pemerintah Libya yang baru. Pada Mei 2021 lalu, 5A-ONE terpantau kembali terbang.

Baca juga: Serba-serbi Private Jet Pangeran Al Waleed bin Talal: Singgasana Emas dengan 11 Pramugari

Pada awal Juni 2021, pesawat menghabiskan dua minggu di Bandara Atatürk Istanbul sebelum terbang kembali ke Libya. Pesawat kemudian terlihat kembali di London dan Berlin.

Laporan terbaru, pesawat itu sudah laik terbang dan siap melayani penerbangan penumpang maupun kargo bersama maskapai.

 

Buntut Mesin Terbakar dan Meledak di Udara, Boeing 777 Dilarang Terbang Sampai 2022

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) melarang beroperasinya Boeing 777 yang mesinnya terbakar dan meledak di udara sampai 2022. Keputusan diambil mengingat sejumlah perubahan yang dilakukan Pratt-Whitney dan Boeing setidaknya baru selesai di tahun tersebut.

Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Mesin Boeing 777 United Airlines Terbakar di Udara

Saat ini, keduanya memang sedang mengerjakan sejumlah perbaikan, termasuk perubahan desain dan perbaikan pada mesin.

“Boeing bersama FAA, mitra, dan Pratt & Whitney bekerja sama untuk mengembalikan pesawat B777 bermesin PW4000-112 ke layanan dengan aman,” kata Boeing dalam sebuah pernyataan.

“Kami telah mengidentifikasi perubahan desain dan bekerja untuk menyelesaikannya, termasuk upaya kuat sertifikasi ulang,” tambahnya, seperti dikutip dari komonews.com.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) sebelumnya berhasil mengungkap penyebab mesin Boeing 777-200 United Airlines terbakar. Muara dari temuan itu, Pratt & Whitney, selaku produsen mesin PW4077 yang terbakar, merevisi inspeksi rutin blade kompresor rendah (LPC) menjadi per 1.000 siklus.

Menurut data black box cockpit voice recorder (CVR) pesawat yang didapat NTSB, pada 20 Februari 2021 lalu, Boeing 777-200 United Airlines dengan nomor penerbangan 328 lepas landas dengan mulus dari Bandara Denver menuju Honolulu, AS.

Empat menit kemudian, ketika mencapai ketinggian 12.500 kaki di kecepakan 280 knot, pilot mendorong tuas throttle ke posisi up untuk meningkatkan tenaga pada mesin. Itu dilakukan guna menghindari turbulensi yang biasanya kerap menghantui penerbangan di sekitar Bandara Denver.

Setelah throttle pada posisi up, beberapa menit berselang terdengar suara ledakan keras di bagian mesin kanan pesawat, diikuti peringatan kebakaran mesin. Beberapa bagian mesin pun jatuh ke daratan dan nyaris menimpa rumah warga.

Sejurus kemudian, pilot dan kopilot menyatakan keadaan darurat dan memutuskan untuk return to base atau go around ke Bandara Denver dan melakukan pendaratan darurat. Pada prosesnya, kru mengecek daftar periksa kebakaran mesin untuk memadamkan api. Sayangnya, api tak kunjung padam dan alarm kebakaran mesin masih terus berbunyi.

Meskipun bahan bakar masih terlalu penuh untuk melakukan pendaratan, pilot memutuskan untuk tidak membuang bahan bakar pesawat untuk alasan waktu dan keamanan. Tak lama kemudian, approach berhasil dilakukan dan pesawat berhasil mendarat darurat bersama 241 orang, termasuk penumpang dan awak.

Laporan awal menyebutkan kebakaran mesin Boeing 777 United Airlines lebih disebabkan oleh metal fatigue atau kelelahan (kehausan) logam.

Akan tetapi, NTSB kemudian menjelaskan dengan lebih detail bahwa kecelakaan disebabkan oleh adanya dua bilah kipas yang patah. Patahan bilah kipas itu disebabkan oleh metal fatigue. Selain itu, ada pula bilah mesin yang bergeser akibat overload failure.

Mengetahui hal itu, Pratt & Whitney pun merevisi ambang pemeriksaan gambar akustik termal (TAI) menjadi 1.000 siklus untuk blade kompresor rendah (LPC). Inspeksi ini kemudian ditindaklanjuti Regulator Penerbangan Sipil AS (FAA) dengan Petunjuk Kelaikan Udara Darurat untuk mengetahui adanya retakan pada bilah mesin.

Baca juga: NTSB Sebut Metal Fatigue Jadi Penyebab Mesin Boeing 777 United Airlines Terbakar

Keduanya juga memberikan panduan tentang perbaikan yang diperlukan untuk diselesaikan United Airlines, agar 24 pesawat Boeing 777-200 yang digrounded pasca kejadian itu bisa kembali ke udara.

Sebagai informasi, United Airlines adalah satu-satunya maskapai di Amerika Serikat (AS) yang masih menggunakan mesin tipe ini. Pengguna lain mesin PW 4000 adalah Jepang dan Korea. Untuk Jepang, regulator penerbangan baru melarang maskapainya menggunakan Boeing 777 dengan mesin PW 4000 setelah terjadi insiden di AS.