PT Angkasa Pura I mencatat trafik penumpang sebesar 939.629 pergerakan penumpang di 15 bandara kelolaan pada Juli 2021 lalu. Jumlah ini menunjukkan penurunan yang cukup drastis dibanding Juni yang mencapai 3.426.376 pergerakan penumpang.
Penurunan juga terjadi pada trafik pesawat pada Juli yang hanya sebesar 16.173 pergerakan pesawat, turun dari 33.752 pergerakan pesawat pada Juni. Begitu juga trafik kargo yang turun menjadi 30.589.833 kg pada Juli dari 33.820.194 kg pada Juni.
“Penurunan trafik ini mengindikasikan keberhasilan kebijakan Pemerintah terkait PPKM Darurat yang bertujuan untuk menurunkan laju pertumbuhan kasus Covid-19 di tanah air yang sejak akhir Juni mengalami lonjakan kasus. Seiring dengan masifnya program vaksinasi Covid-19 belakangan ini, kami berharap herd immunity dapat segera terwujud dan dapat meningkatkan kembali trafik penerbangan dan perekonomian secara umum,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dalam siaran pers (3/8/2021)
Adapun trafik penumpang tertinggi pada Juli lalu terdapat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang sebesar 259.203 pergerakan penumpang, sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua terdapat di Bandara Juanda Surabaya yang sebesar 168.012 pergerakan penumpang, dan trafik penumpang tertinggi ketiga terdapat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan yang sebesar 100.669 pergerakan penumpang.
Sementara itu, total trafik penerbangan di 15 bandara Angkasa Pura I sejak Januari hingga Juli 2021 yaitu 15.415.401 pergerakan penumpang, 188.397 pergerakan pesawat, dan 234.419.529 kg kargo.
Tahun 2020 -2021 bisa dibilang sebagai salah satu waktu tersuram di industri penerbangan. PHK dimana-mana, pesawat di-grounded, bandara sepi, dan banyaknya maskapai yang mempensiunkan pesawat jadi beberapa indikator utama.
Di antara jenis pesawat yang banyak dipensiunkan, pesawat jumbo ikonik Boeing 747 adalah satu darinya. Tahun lalu, tiga maskapai besar dunia dikonfirmasi mempensiunkan seluruh armada Boeing 747. Tiga itu adalah KLM, British Airways, dan Qantas. Tahun ini, Boeing 747-400 Korean Air disulap jadi wahana peluncur roket luar angkasa.
Di luar empat maskapai itu, tentu ada banyak maskapai lainnya yang memilih mempensiunkan armada Queen of the Skies. Tapi, tidak dengan Air India.
Setelah diisukan bakal mempensiunkan empat armada Boeing 747-400 secara bertahap. Geram mendengar kabar itu, Menteri Negara Penerbangan Sipil, V K Singh, sebagai perwakilan dari pemerintah, yang notabene sebagai pemegang saham mayoritas Air India, menegaskan maskapai masih butuh servis dari Queen of the Skies.
“Ada empat pesawat 747-400 di armada Air India, dan usia rata-rata mereka sekitar 26 tahun. Saat ini, tiga dari empat 747 sedang dalam maintenance check. Air India tidak memiliki rencana untuk menghentikan pengoperasian Boeing 747 secara bertahap dari armadanya,” katanya, seperti dilaporkan Business Today.
Dari laman resmi maskapai, Air India bisa dibilang lekat dengan pesawat jumbo pesaing Airbus A380 tersebut. Air India mulai memiliki Boeing 747-100 dibarisan armada pada tahun 1971, disusul varian Boeing 747 lainnya, seperti Boeing 747-200 pada 1978 dan 1985.
Tetapi nahas, dua pesawat tersebut hancur. Satu karena kecelakaan dalam penerbangan AI855 dan satu lainnya sebagai flight AI182 hancur dibom.
Selanjutnya, maskapai nasional India itu juga kedatangan Boeing 747-300, -300M, -400, -400M, masing-masing pada tahun 2005, 1988, 2003, dan 2005.
Saat ini, empat armada Boeing 747-400 Air India yang tersisa dua di antaranya sudah menjadi milik maskapai. Adapun dua sisanya masih dimiliki lessor dengan model bisnis sale and leaseback atau transaksi jual dan sewa balik, jenis transaksi pembiayaan dimana maskapai menjual pesawat dan langsung menyewanya kembali.
Tidak disebutkan skema penyewaannya, entah itu sewa basah atau wet lease, sewa kering atau dry lease, dan sewa lembab atau damp lease. Yang pasti, informasi dari maskapai, itu bukan dry lease.
Seolah menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76, ada kabar bahwa “Indonesia One ” Pesawat Kepresidenan Indonesia telah mengganti warna, dari yang sebelumnya menggunakan livery putih-biru, kini 737-8U3 (BBJ2) dengan nomer registrasi A-001, livernya berubah menjadi kombinasi warna merah putih.
Penampakan pesawat Kepresidenan dengan livery baru itu pertama kali diunggah oleh akun Instagram @adhimas_aviation dengan caption “New Livery For A-001! A-001 Blasting Out From CGK Bound To Pelabuhan Ratu For Test Fight.” Dikutip dari CNBC Indonesia, pihak Istana Kepresidenan sudah mengonfirmasi tentang perubahan livery pada pesawat tersebut, meski belum ada rincian lebih lanjut.
Di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Boeing 737 Kepresidenan di cat dengan warna biru langit dengan alasan masalah keamanan. Mantan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengungkapkan warna biru sebagai bentuk penyamaran dari ancaman. Karena alasan keamanan, lanjutnya, maka pesawat itu diberikan warna biru, yang tidak dimiliki pesawat penerbangan komersial lain. Ditambah fakta lain, pesawat kepresidenan RI ini dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara, dan untuk masalah perawatan, pesawat kepresidenan ini sendiri diserahkan kepada Garuda Maintenance Facility (GMF).
Boeing 737-8U3 (BBJ2) pertama kali mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada 10 April 2014. Pesawat dengan tanda panggil Indonesia One dan berkode registrasi RI-001 ini dimiliki oleh Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Layaknya di negara lain, pesawat kepresidenan RI ini dilengkapi dengan ruang rapat VVIP berkapasitas 4 orang, kamar kenegaraan (State Room) VVIP berisikan ruang tidur mewah yang dapat menampung 2 orang, 12 kursi eksekutif, dan 44 kursi staf. Pesawat ini menggunakan jenis mesin CFM56-7 dan mampu menembus kecepatan jelajah maksimum hingga Mach 0,7 serta jangkauan jelajah hingga 8.556 km.
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak pada moda transportasi di Jakarta, salah satunya pada layanan komuter MRT Jakarta yang sejak awal Juli penumpangnya turun hingga 80 persen. Apalagi setiap penumpang harus menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) sebelum masuk ke stasiun sebagai salah satu syarat perjalanan.
Meski begitu direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, on time performance atau OTP 100 persen dengan 1-25 Juli ada 4099 perjalanan tanpa penundaan atau pembatalan. Selain itu, William mengatakan, setelah pemberlakuan STRP jumlah penumpang turun menjadi 3839 orang per hari.
“Kebijakan STRP ini sangat efektif. Kami juga sudah melakukan penutupan sementara beberapa entrance dan stasiun untuk mendukung PPKM,” jelas William dalam forum jurnalis, Jumat (30/7/2021).
William menambahkan, entrance dan stasiun yang ditutup ada Stasiun MRT Haji Nawi, Stasiun ASEAN dan Stasiun Setiabudi Astra. Tak hanya itu, MRT Jakarta juga melakukan perubahan waktu operasional berdasarkan kebijakan PPKM Level 4.
Pada hari biasa, MRT Jakarta akan beroperasi mulai pukul 06.00-20.30 dengan headway sepuluh menit dan weekend pukul 06-20.00 dengan headway flat 20 menit. Di masa pandemi ini, William mengatakan, target penumpang yang sebelumnya tidak akan tercapai dan pendapatan fare box pun menurun.
Namun, dia menyebutkan bahwa meski pendapatan fare box menurun, MRT Jakarta melakukan pengembangan bisnisnya melalui strategi di luar. William menjelaskan pihaknya melakukan penekanan pada sisi pembelanjaan dan memaksimalkan penerimaan non fare box.
“Kita lakukan ini supaya tetap efisien dan agar operasional berjalan baik. Kita tetap dalam kondisi sehat sehingga bisa mencapai laba,” ungkapnya.
William menyebutkan, pendapatan non fare box lainnya yang kini juga sudah bisa beroperasi adalah co-working space di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia. Sayangnya karena PPKM masih berlaku, maka belum dibuka untuk umum.
Dia mengatakan, co-working space ini disiapkan dengan konsep business space dan lounge dengan kapasitas 26 orang. Dilengkapi snacks, drink bar, relaxing lounge, working area dan business marketing area.
Setelah tahun lalu mengirimkan belasan unit pesawat ke Alice Springs (ASP), sebuah Gurun Pasir, di antara Darwin dan Adelaide, Australia. Kini ada kabar terbaru, bahwa Singapore Airlines (SIA) justru akan membangkitkan pesawat dari kuburan sementaranya itu. Hal tersebut merupakan berita baik, pasalnya SIA melihat adanya tanda-tanda peningkatan permintaan di rute-rute penerbangan tertentu.
Dikutip dari aviacionline.com (1/8/2021), pesawat yang kembali dibangkitkan dari kuburnya adalah Airbus A380-800. Pesawat dengan registrasi 9V-SKW lepas landas dari ASP menuju Sydney pada Rabu, 28 Juli, kemudian pesawat penumpang terbesar itu menjalani intervensi perawatan di Australia sebelum nantinya diterbangkan ke Bandara Changi.
Itu merupakan A-380 kedua yang ‘diselamatkan’ Singapore Airlines dari area penyimpanan Alice Springs, yang pertama telah dipindahkan pada bulan Februari dan belum ditugaskan, sehingga 9V-SKW harus masuk ke daftar tunggu untuk mulai beroperasi. Maskapai kedua terbesar di dunia ini berencana untuk secara bertahap menarik armada Airbus A380 yang disimpan di padang pasir Australia dan membuatnya siap untuk perawatan sesegera mungkin.
Sampai Juli 2020, SIA telah mengirimkan enam unit A380 ke Alice Springs. Bila dihitung secara kolektif, SIA Group total sudah mengirim 11 pesawat, dimana lima lainnya terdiri dari tiga Boeing 777-200ER milik Singapore Airlines serta dua Airbus A320 milik Scoot. Tahun lalu, maskapai SIA Group lainnya, SilkAir, juga pernah menitipkan enam unit pesawat Boeing 737 Max 8 di sana selama kurang lebih enam bulan. Jadi, ASP memang sudah menjadi rumah kedua SIA Group sebagai fasilitas penyimpanan jangka pendek atau menengah.
Singapore Airlines kini masih menyisakan 13 unit A380 dibarisan armada mereka, utamanya pesawat ini melayani rute-rute besar seperti ke Sydney, Tokyo, Seoul, Shanghai, Hong Kong, London, Amsterdan, Barcelona, dan Los Angeles.
Sebagian besar polusi udara London berasal dari transportasi darat, termasuk mobil, bus, dan taksi. Ketika kendaraan ini membakar bahan bakar fosil, mereka melepaskan polutan udara beracun dan emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida. Selama dua dekade terakhir, walikota London terus bekerja untuk mengubah lintasan polusi kota.
Baru-baru ini, Wali Kota London Sadiq Khan, yang terpilih pada tahun 2016, telah mendorong untuk menerapkan beberapa kebijakan paling ambisius untuk mengurangi polusi udara di seluruh kota. “Zona Emisi Ultra Rendah” (ULEZ) adalah kebijakan yang menyoroti pendekatan inovatif untuk secara bersamaan mengatasi perubahan iklim dan ketidaksetaraan perkotaan.
Walikota Sadiq Khan secara aktif mendorong adopsi dan perluasan Zona Emisi Ultra Rendah kota yang lebih cepat (Shutterstock)
Saat ini mencakup seluruh pusat kota London, ULEZ mengharuskan pengemudi untuk memenuhi standar emisi kendaraan yang ketat atau membayar biaya harian, mendorong penduduk dan bisnis untuk beralih dari kendaraan yang sangat berpolusi ke moda transportasi yang lebih bersih. Dilansir dari greenbiz.com (6/7/2021), ULEZ berada dalam agenda kebijakan yang lebih besar untuk menjadikan London tempat yang lebih aman untuk ditinggali sambil menangani darurat iklim.
Diluncurkan pada tahun 2019, ULEZ merupakan puncak dari hampir dua dekade kebijakan ambisius yang bertujuan untuk mengurangi polusi udara dan mengurangi kemacetan lalu lintas. Bersama kebijakan lain, ULEZ memiliki standar emisi gas rumah kaca yang ketat yang harus dipenuhi kendaraan saat berkendara di zona tersebut.
Kendaraan yang melebihi standar emisi ULEZ membayar antara $17,50 dan $140 untuk berkendara ke zona delapab mil persegi, yang mencakup pusat kota London. Sistem kamera memastikan kendaraan diisi dengan benar. ULEZ akan memperluas zona ke jalan melingkar utama London, seluas sekitar 140 mil persegi, pada bulan Oktober.
Inti dari pelaksanaan ULEZ adalah sifat bertahap dan saling melengkapi dari kebijakan sebelumnya yang diterapkan oleh pemerintahan sebelumnya. Sementara awalnya hanya berfokus pada memerangi kemacetan lalu lintas, biaya meningkat secara bertahap untuk memasukkan langkah-langkah pengurangan emisi untuk kendaraan besar, dan kemudian semua kendaraan, dengan standar yang semakin ketat.
Selain melengkapi kebijakan sebelumnya, ULEZ juga disematkan dalam paket tindakan mobilitas bersih London yang lebih luas dan lebih komprehensif. Langkah-langkah ini termasuk meningkatkan armada bus umum, taksi listrik, membangun infrastruktur bersepeda dan menutup jalan selama waktu penjemputan dan pengantaran sekolah.
Transport for London (TfL), badan pemerintah lokal yang bertanggung jawab atas jaringan transportasi London, memperkirakan bahwa kebijakan London, termasuk ULEZ, akan membantu menghindari 1,2 juta penerimaan rumah sakit baru terkait polusi udara di seluruh London pada tahun 2050 dan menyelamatkan National UK Layanan Kesehatan dan sistem perawatan sosial $7 miliar dan menurunkan biaya ekonomi tahunan sebesar $4,6 miliar dari polusi udara di Inggris.
Pendapatan dari ULEZ dan kebijakan lainnya juga telah membantu Greater London Authority (GLA) menginvestasikan US$105 juta untuk perkuatan dan pembelian bus umum baru yang memenuhi standar ULEZ yang menjadikan London pemilik armada bus listrik terbesar di Eropa. Di tingkat masyarakat, Dana Kualitas Udara Walikota senilai $30 juta mendukung proyek-proyek yang dipimpin wilayah, termasuk jalan-jalan rendah emisi dan jaringan sepeda yang diperluas.
Aspek penting dari penerapan ULEZ dan pendahulunya adalah langkah-langkah untuk meringankan beban beradaptasi dengan standar emisi yang lebih ketat. Saat ini, ULEZ menikmati tingkat penerimaan publik dan komitmen politik yang tinggi, yang berkontribusi pada kesuksesan besar-besarannya.
Baca juga:Bantu Kurangi Polusi Udara, Bajaj Listrik Piaggio Ape Mulai Merambah India
“[Kampanye] ini benar-benar untuk membantu mengubah pikiran orang,” kata Shirley Rodrigues, Wakil Walikota untuk Lingkungan dan Energi.
Shani Turner, pramugarai asal Melbourne, Australia belum lama ini membagikan rutinitas khas sebelum penerbangan paginya. Dia bangun jam 03.00 pagi dan mandi air panas sebelum berangkat ke bandara untuk shift pagi. Shani membagikan rutinitasnya tersebut di akun TikToknya.
Dilansir dari 7news.com.au (1/8/2021), dia harus terlihat rapi kapan pun waktu shiftnya, baik pagi, siang atau malam. Shani juga bergantung pada kombinasi perawatan kulit yang baik, rutinitas riasan sederhana, dan mandi air panas untuk tetap terlihat dan melakukan yang terbaik.
“Selamat pagi, hari ini saya akan bekerja untuk melakukan penerbangan pulang ke Hobart, jadi ini adalah rutinitas pagi saya yang biasa,” Shani memposting di halaman TikToknya.
Pada hari tertentu ketika dia mulai jam 05.00 pagi dan Shani mengatakan dia bangun jam 03.00 pagi untuk mandi air panas dan melakukan perawatan kulitnya sebelum menuju ke bandara.
“Perawatan kulit sangat penting bagi saya,” kata Shani, sambil mencuci wajahnya dengan pembersih berbusa dan mulai mengoleskan serum dan pelembab.
Shani hampir tidak memakai riasan apa pun untuk bekerja, dan hanya mengoleskan lapisan maskara untuk memastikan bulu matanya terlihat rapi dan kemudian menyikat alisnya untuk memastikannya terlihat halus.
“Selanjutnya aku menata rambutku dan menyemprotkan hairspray. Rambut yang baru dicuci adalah hal yang paling sulit untuk dikuncir kuda atau disanggul. Saya menggunakan sikat jas saya untuk mendapatkan semua flyaways, dan kemudian memasukkannya ke dalam sanggul. Selesai!,” kata Shani.
Setelah ini, Shani mengenakan seragamnya, mengambil secangkir kopi dari mesinnya di rumah dan makan sepotong roti panggang dengan Vegemite sebelum berangkat kerja.
Dia kemudian menuju ke bandara dan berada di kabin pesawat pada saat matahari terbit. Shani mengungkapkan seperti apa sisa hari itu setelah dia menyelesaikan shift. “Saya biasanya selesai bekerja sekitar pukul 14.00-15.00 WIB, saya pulang dan menyiapkan makan malam ketika tunangan saya pulang sehingga kami bisa makan malam bersama, dan saya mulai bersantai sekitar pukul 18.30-19.00 malam. Saya biasanya melompat ke tempat tidur sekitar 19.30, jadi saya bisa bersantai sepenuhnya dengan cinta saya, kami mengobrol dan berbagi cerita kami dari hari itu,” kata dia.
Shani mengatakan bagian tersulit dari pekerjaannya adalah perubahan gaya hidup, yang dapat membuatnya sulit untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang yang dicintainya. Menghabiskan waktu berkualitas bisa sangat sulit, jadi kami memanfaatkannya sebaik mungkin.
Dunia transportasi berbasis rel telah mencapai babak baru saat Cina dan Eropa dapat dihubungkan lewat kereta api (kargo). Menempuh jarak ribuan kilometer dengan waktu belasan hari, adalah hal yang harus dibayar untuk menggunakan moda ini. Dan siapa sangka, justru cara pengiriman barang dengan kereta lintas benua kian diminati, khususnya saat pandemi.
Dampak pandemi rupanya telah berimbas pada penundaaan perjalanan sejumlah kapal kontainer, dan poin positifnya permintaan pengangkutan antara Asia dan Eropa beralih sebagian ke lini kereta api. Kini bukan hanya dari Cina, nyatanya akses kereta barang ke Eropa juga dilayani dari wilayah Asia Tenggara.
Dikutip dari e.vnexpress.net (21/7/2021), pada 20 Juli lalu telah dibuka rute baru kereta api yang menghubungkan antara Stasiun Yen Vien di Hanoi,Vietnam dengan kota Liege di Belgia, di mana kontainer akan dibongkar di Rotterdam, Belanda dan dikirim dengan truk ke tujuan akhir.
Kereta dengan rangkaian 23 kontainer empat puluh kaki itu membawa produk berupa garmen, tekstil dan sepatu kulit. Selapas dari wilayah Vietnam, kereta tiba di Zhengzhou, Cina. Baru kemudian akan dihubungkan dengan kereta Asia-Eropa menuju Belgia. Perjalanan kereta lintas benua itu akan melewati wilayah Rusia dan beberapa negara di Asia Tengah.
Waktu yang dibutuhkan dari Hanoi hingga mencapai Liege ditaksir antara 25-27 hari. Sebagai penyedia layanan adalah Perusahaan Transportasi & Perdagangan Ratraco, anak perusahaan Vietnam Railways. Ratraco telah menjalin kerja sama dengan forwarder di berbagai negara untuk memberikan layanan logistik kepada pelanggan yang menggunakan kereta angkut setempat untuk melanjutkan angkutan barang ke titik akhir.
Meski ada hubungan yang erat dalam perdagangan, antara Vietnam dan Cina pada dasarnya punya permasalahan di perbatasan, di mana kedua negara bersengketa di Laut Cina Selatan. Khusus tentang jalur kereta api Vietnam-Cina, pada tahun 2019 sempat naik pamornya saat digunakan oleh kereta Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kala melakukan lawatan ke Vietnam untuk bertemu Presiden AS Donald Trump di Hanoi.
Kerap kali banyak hal aneh dan unik yang ditampilkan oleh Jepang. Bukan hanya stasiun atau tempat wisatanya, tetapi di dalam kereta pun dibuat sedemikian rupa untuk kenyamanan penumpang. Salah satunya seperti menghadirkan tema Hello Kitty atau kartun lainnya di kereta Shinkansen.
Namun tidak hanya itu, East Japan Railway Co atau JR East menghadirkan paket tur satu malam. Di mana tur tersebut ditujukan untuk pekerja dan akan hadir pada bulan Oktober mendatang. Tapi apakah Anda tahu fasilitas apa yang akan diberikan pada tur bagi para pekerja tersebut?
JR East lengkapi kereta shinkansen dengan perendam kaki untuk penumpang (the-japan-news.com)
KabarPenumpang.com melansir laman the-japan-news.com (1/8/2021), dalam perjalanan tur tersebut di dalam kereta shinkansen, para peserta akan menikmati baskom untuk merendam kaki mereka. Tak hanya itu, paket ini juga termasuk menginap di hotel di kota Yamagata atau penginapan air panas di Tendo.
Kedua penginapan ini ditawarkan oleh pemerintah prefektur Yamagata dan cabang Sendai dari JR East. Kereta Toreiyu Tsubasa yang akan digunakan untuk layanan ini dilengkapi dengan baskom, bar dan area tikar tatami.
Selama tiga jam perjalanan kereta, penumpang akan dapat bekerja dengan laptop, menggunakan baterai ponsel dan router WiFi yang dapat disewa secara gratis, atau bersantai di bar sambil menikmati sake dari Yamagata. Pemerintah prefektur dan kantor cabang JR East mengatakan mereka ingin memanfaatkan permintaan untuk apa yang disebut pekerjaan.
Paket termasuk menginap satu malam di kamar untuk dua orang, dengan biaya 27.800 per orang untuk hotel di Kota Yamagata dan 32.800 per orang untuk penginapan pemandian air panas di Tendo. Kereta akan berangkat dari Stasiun Ueno di Tokyo pada pukul 11.00 pagi. Kereta Shinkansen reguler akan digunakan untuk perjalanan pulang.
Untuk perjalanan ini, peserta bisa mulai reservasi sejak 3 Agustus 2021 yang dilakukan secara online mulai pukul 14.00 dan sekali memesan bisa untuk 20 orang.
Banyak inovasi teknologi yang dipamerkan Jepang, salah satunya saat perhelatan Olimpiade Tokyo. Di mana dalam perhelatan tersebut menghadirkan bus mini otonom yang digunakan untuk mengangkut para atlet yang akan berlaga.
Para atlet dari berbagai negara dengan jumlah 11 ribu orang ini tinggal di Olympic Village yang memiliki luas mencapai 44 hektar. Karena hal ini panitia kemudian menghadirkan kendaraan listrik tanpa pengemudi yang memudahkan atlet berlalu lalang baik di dalam perkampungan atlet.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, bus otonom ini sebenarnya sudah dipamerkan oleh Toyota pada Tokyo Motor Show 2019 lalu yang diselenggarakan di Negeri Sakura itu. Bus itu diberi nama e-Palette oleh Toyota.
Bus otonom tersebut memiliki panjang 5,2 meter, lebar 2,06 meter dan tinggi 2,7 meter. Karena digunakan untuk mengangkut atlet di Olimpiade dan Paralimpiade, Toyota memodifikasinya dengan pintu bagian tengah yang lebih besar sehingga bisa cepat diakses.
(Forbes.com)
Satu unit e-Palette mampu mengangkut 20 orang atau empat pengguna kursi roda dan tujuh orang berdiri. Meski kendaraan ini otonom, masih ada petugas keselamatan yang akan membantu memastikan semuanya berjalan lancar.
“Atlet Olimpiade dan Paralimpiade bekerja tanpa lelah dan kami ingin memberi mereka kendaraan yang dirancang dan dikalibrasi secara khusus agar sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka selama Tokyo 2020,” ujar pemimpin pengembang Takahiro Muta.
Dia mengatakan, e-Palette mampu menjangkau hingga 150 km dan teknologi gerakan untuk aselerasi dan pengeraman yang mulus. e-Palette juga dibekali sensor canggih seperti kamera dan LiDAR. Yang mana sensor-sensor tersebut terus memantau rintangan dalam bidang pandang 360 derajat lengkap.
Bahkan bus otonom ini mampu mendeteksi kendaraan lain dan pejalan kaki di sekitarnya dan secara otomatis melakukan pengereman. Dalam masa pandemi ini, uniknya e-Palette dilengkapi kain dan permukaan internal berbahan antivirus untuk menghindari kontaminasi virus corona.
Pegangan tangan pada bus ini juga disesuaikan dengan tinggi atlet. Tak hanya itu, bagian dalam pun dicat dengan warna kontras untuk meningkatkan visibilitas bagi orang dengan gangguan penglihatan.
e-Palette melakukan perjalanan kecepatan rendah 19 km per jam di dalam Olympic Village. Tujuannya agar memastikan keselamatan atlet. Bila dipacu maksimum, kecepatan kendaraan bertenaga listrik ini sendiri bisa mencapai akselerasi 32 km per jam.