Penumpang dari Indonesia Tiba di Changi ‘Tak Lagi’ Dilayani dengan Garbarata, Ini Sebabnya!

Apapun maskapai yang Anda tumpangi, baik full service maupun low cost carrier (LCC), saat tiba di Bandara Changi pastinya akan merasakan pelayanan yang elegan khas Singapura. Keluar dari kabin pesawat, Anda akan dilayani menggunakan akses aero bridge (garbarata) menuju terminal kedatangan, seolah Singapura tak rela tamu asingnya kepanasan atau letih.

Baca juga: Bepergian ke Singapura Saat PPKM Level 4-Pembatasan Sosial (Di Singapura), Ini Tahapannya

Namun, kondisi di atas berbalik 180 derajat, di masa pandemi Covid-19 yang belum memperlihatkan perlambatan, penumpang pesawat dari Indonesia untuk sementara harus rela mendapatkan perlakuan yang tidak biasa saat tiba di Changi. Setiap penumpang dari Indonesia, menggunakan jenis maskapai apa saja dan dari kelas apa pun, kini harus menggunakan tangga manual untuk turun dari pesawat.

Seperti dikisahkan kontributor KabarPenumpang.com yang saat ini sedang menjalani masa karantina 14 hari. Saat tiba di Changi menggunakan Boeing 777 Singapore Airlines dari Soekarno-Hatta, ia bersama empat penumpang lain harus turun menggunakan tangga manual. Sesuatu hal yang menurutnya mengagetkan, pasalnya ia merupakan penumpang yang duduk di kelas bisnis, tapi harus turun menggunakan tangga.

Sebagai catatan, turun dengan tangga untuk kemudian dijemput shuttle bus lazim terjadi, umumnya karena gate/terminal penuh, ada kerusakan teknis atau memang bandaranya tak mempunyai garbarata. Tapi setelah dicermati, keluar pesawat menggunakan tangga manual di Changi ternyata sudah menjadi SOP di masa pandemi, khususnya bagi penumpang yang berasal dari high risk country penyebaran Covid-19.

Dengan turun menggunakan tangga di apron, sudah barang tentu penumpang harus menerima suara bisingnya mesin pesawat. Belum lagi bila cuaca buruk, mulai dari angin kencang hingga kehujanan kerap kali menjadi satu permasalahan yang serius.

Untungnya di malam kedatangan, shuttle bus posisinya tidak jauh dari titik turun tangga. Dan jangan salah kira, shuttle untuk penumpang dari high risk country tidak dibawa ke terminal konvensional yang identik dengan penyejuk ruangan dan pernak-pernik kelontong khas Changi.

Justru bus yang membawa penumpang dari Indonesia masuk ke sisi pelataran parkir Terminal 4, yang memang dikhususkan untuk melayani penumpang dari negara-negara dengan risiko tunggi penularan Covid-19. Dan di area semi outdoor inilah penumpang harus duduk antre dalam jarak aman untuk menuju konter imigrasi. Pemandangan seperti apa suasana di area imigrasi Changi dapat dilihat pada postingan foto-foto dan video di Instagram di bawah ini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Sekilas ada lima tahapan yang harus dilalui sebelum Anda bisa meninggalkan bandara untuk menuju lokasi karantina mandiri. Pertama, Anda harus menutaskan tahapan immigration clearance seperti biasa. Kedua, payment confirmation, disini Anda harus melakukan pembayaran untuk test PCR dan antigen, biayanya dipatok S$220. Tahap berikutnya dilanjutkan dengan registasi dan melaksanakan swab PCR test di bilik yang telah ditentukan. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk mengetahui hasilnya.

Baca juga: Bukti Ketatnya Karantina Mandiri di Singapura, Swab Antigen Sendiri dan Ditelepon Petugas Tiap Hari

Dan bila semuanya beres dan Anda dinyatakan negatif Covid-19, perjalanan berlanjut untuk menuju bus khusus yang disediakan untuk membawa ke masa karantina 14 hari di hotel yang telah ditentukan oleh otoritas setempat. Jadi singkat cerita, memang bukan perkara mudah dan murah untuk bertandang ke Singapura saat ini.






















Ini Livery Lokomotif dan Kereta Sambut HUT RI Ke-76

Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memasang livery khusus pada lokomotif dan kereta. Selain itu juga menghadirkan ornamen HUT RI di stasiun-stasiun mulai Minggu (1/8/2021).

Baca juga: Meriahkan HUT RI Ke-74, KA Parahyangan Tampil dengan Livery Khusus “Merah Putih”

Pemasangan livery khusus HUT RI tersebut ditujukan untuk mengobarkan semangat Merah Putih dan cinta tanah air kepada masyarakat pada perjalanan kereta api.

Kereta dengan livery HUT RI ke-76. Foto: Humas KAI

“Pemasangan livery khusus peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI pada Kereta Api ini sebagai wujud nasionalisme KAI dalam menyediakan konektivitas bagi masyarakat Indonesia,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers.

KAI memasang livery khusus peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI pada empat unit Lokomotif dan 37 unit Kereta yang dirangkaikan pada satu rangkaian KA Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasar Turi pp) dan satu rangkaian KA Argo Parahyangan (Gambir-Bandung pp). Selain itu pada satu rangkaian KA Argo Wilis (Bandung-Surabaya Gubeng pp) dan Satu rangkaian KA Gajayana (Gambir-Malang pp).

Pada livery khusus di Lokomotif dan Kereta tersebut terdapat gambar Bendera Merah Putih, Peta Indonesia, landmark berbagai kota di Indonesia, Logo Kemerdekaan RI ke-76 dengan tema ‘Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh’, serta tulisan #KAIUNTUKINDONESIA dengan latar berwarna merah.

“Unsur-unsur yang terkandung dalam livery ini bermakna kesatuan dan persatuan Indonesia dari Sabang hingga Merauke untuk mewujudkan tema HUT RI tahun ini yaitu Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” kata Joni.

Adapun tulisan #KAIUNTUKINDONESIA pada livery tersebut bermakna KAI berupaya terus maju dan melayani rakyat Indonesia melalui transportasi kereta api. KAI senantiasa menyediakan transportasi yang aman, nyaman, dan selamat kepada masyarakat dengan disiplin protokol kesehatan yang ketat.

KAI juga terus memberikan dukungan penanggulangan Covid-19 di antaranya dengan menggratiskan angkutan oksigen serta menghadirkan vaksinasi Covid-19 gratis bagi pelanggan dan masyarakat di berbagai Stasiun. Tak hanya livery Kereta Api, untuk menyemarakkan HUT RI, KAI juga menghadirkan ornamen HUT RI pada 22 stasiun seperti Stasiun Gambir, Bandung, Surabaya Gubeng, dan lainnya di berbagai kota.

Baca juga: Uji Coba Lintasan Sukses, Kereta dari Bandara Internasional Yogyakarta Beroperasi 17 Agustus 2021

“Diharapkan dengan hadirnya livery khusus di KA dan ornamen di stasiun dalam rangka memperingati HUT RI ini, pelanggan dapat ikut merasakan semangat nasionalisme melalui transportasi kereta api,” tutup Joni.






















Leo Couple, eVTOL Tiga Kursi yang Bisa Diparkir di Garasi Mobil

Perusahaan baru, Urban eVTOL, telah merilis render pesawat pertamanya yakni Leo Coupe dengan desain angkat dan jelajah tiga kursi yang menjalankan 16 kipas saluran listrik Bitar untuk pengangkatan vertikal, dan beberapa lagi di bagian belakang untuk dorongan horizontal. Pete Bitar mengatakan, gambar yang mereka dapatkan adalah karya seni terbaik tetapi tidak mencerminkan konfigurasi dorong saat ini.

Baca juga: Lilium Pamer Penjualan 220 Unit Taksi Udara eVTOL Terbesar di Dunia Bernilai Rp12,5 Triliun

“Leo akan berjalan 16 10- Pendorong vertikal kW, masing-masing berdiameter sekitar 16 inci (40 cm), menghasilkan daya dorong 120 pon, jauh lebih besar daripada yang Anda lihat di sana. Akan ada tiga di setiap tepi depan dan lima di tepi belakang, dan susunan pendorong maju akan menggunakan enam jet 11-inci dengan bilah turbin daripada bilah baling-baling,” ujar Biter yang dikutip KabarPenumpang.com dari newatlas.com (5/8/2021).

Urban eVTOL berencana untuk memulai dengan versi Leo yang dimiliki secara pribadi dan berpotensi, tetapi tertarik untuk memperluas ke wilayah taksi udara begitu konsepnya terbukti. Urban eVTOL

eVTOL ini akan memiliki desain sayap kotak ganda yang melengkung di bawah di depan dan di ata di belakang untuk eksteriornya. Biter menuturkan, ini akan mendukung penuh Leo dalam penerbangan horizontal setelah melaju dengan kecepatan 185 km per jam. Kisi-kisi atau penutup kemungkinan akan menutup saluran pengangkat vertikal dengan kecepatan tinggi, untuk mengurangi hambatan.

Sayap kecil mungkin memerlukan kecepatan udara yang lebih tinggi untuk penerbangan yang efisien, tetapi mereka berkontribusi pada keuntungan besar di darat dan benda ini tidak hanya terlihat seperti hypercar terbang, tetapi juga cukup kecil untuk muat dalam satu ruang mobil. Itu berarti pemilik pribadi dapat menyimpannya dengan mudah di garasi, dan akan dapat mendarat di bantalan yang jauh lebih kecil daripada yang dibutuhkan oleh kebanyakan desain taksi udara yang lebih besar.

“Kita bisa mendaratkan delapan Leo dalam jejak satu Joby. Bahaya terbesar dengan UAM adalah tidak memiliki ribuan pesawat di langit,” kata Bitar.

Dia menambahkan vertiport di atas garasi parkir dengan cepat akan kehabisan ruang jika empat atau lima mobil terbang dicolokkan sekaligus untuk mengisi daya sebelum penerbangan.

“Itulah yang Anda lakukan ketika mereka berada di dekat tanah. Maksud saya, apa yang terjadi ketika Anda memiliki 20 pesawat yang mencoba mendarat di vertiport, dan Anda hanya punya 10 slot? Ruang darat akan menjadi premium saat ini. Pasar benar-benar mulai masuk, jadi jejak yang rendah akan menjadi penting,” jelasnya

Mobil terbang Leo akan menggunakan baterai 60 kWh yang dibagi secara fisik menjadi beberapa unit. Leo dilengkapi dengan tiga bangku dengan dua diantaranya di belakang untuk penumpang dan satu di depan untuk pengemudi. Pada bagian belakang juga ada paket baterai.

Dalam konfigurasi taksi udara, paket depan akan diperlakukan terutama sebagai cadangan, dan paket belakang akan dapat ditukar di tanah untuk perputaran cepat. Bitar mengatakan bobot Leo yang relatif ringan, ditambah efisiensi kipas yang disalurkan dan kecepatan jelajah maju yang tinggi, akan memberikan jangkauan yang sangat besar.

Kabin menempatkan pilot di depan, di kursi yang digantung di atap. Ini memberi penumpang kesempatan untuk menikmati pemandangan melalui lantai transparan, yang sebagian ada untuk pengalaman, dan sebagian di sana sehingga pilot benar-benar dapat melihat dengan tepat di mana mereka mendarat saat mereka turun. Urban eVTOL sedang mengembangkan solusi landing gear menarik yang disebut Cat’s Paws bersama dengan perusahaan ban besar.

Baca juga: Bisa Angkut 7 Penumpang, Inilah Taksi “Minibus” Udara eVTOL Terbesar di Dunia

Ini akan menjadi “sistem pendaratan tiup geometri variabel” yang mampu menahan pendaratan seperti satu set kantung udara, dan bahkan menjaga ketinggian pesawat pada kemiringan. Leo akan menjalankan parasut balistik untuk keselamatan.






















Turkish Airlines Akhirnya Punya Cabin Training Simulator Buatan Dalam Negeri

Turkish Airlines dipastikan bakal menggunakan cabin training simulator atau simulator pelatihan kabin buatan dalam negeri. Itu terjadi setelah Turkish Cabin Interior (TCI), anak perusahaan dari MRO Turkish Technic dan Turkish Aerospace Industries, yang berfokus pada pembuatan aircraft galleys atau sejenis mockup pesawat, sukses membangun Cabin Service Training Simulator project untuk Turkish Airlines Flight Training Center.

Baca juga: Gokil, Spesial Hari Anak, Turkish Airlines Jalankan Penerbangan yang Seluruh Krunya Anak-anak!

TCI diketahui mulai mengerjakan proyek simulator pelatihan kabin Turkish Airlines pada tahun 2018 lalu. Ketika itu, perusahaan yang berbasis di Istanbul, Turki, ini merancang dan memproduksi empat model atau mockup pesawat; Airbus A320, A330, Boeing 737, dan 777, untuk mendukung proses pelatihan pramugari di Flight Training Center maskapai.

Selain untuk mendukung pelatihan awak kabin Turkish Airlines, ini juga bisa digunakan untuk pelatihan pra-penerbangan maskapai lain.

Dilansir Runway Girl Network, Gokhan Mertay, senior business development specialist TCI, mengatakan bahwa seluruh fitur-fitur pada cabin training simulator ini diproduksi oleh perusahaan atau buatan dalam negeri.

Agar membuatnya jadi sangat mirip dengan aslinya, TCI memastikan telah berinovasi meningkatkan berbagai fitur tertentu, seperti handset IFE, auditory and visual warnings, cabin noise, announcements and IFE simulations.

Sejak didirikan pada 2010 lalu, TCI baru berhasil masuk katalog Boeing pada akhir tahun 2015. Keberhasilan itu membuat perusahaan kebanjiran job, mencakup 79 pesawat Boeing 737 MAX di Jet Airways dan 155 pesawat MAX di SpiceJet.

Setelahnya, TCI terus memenangkan tender simulator pelatihan kabin seperti pembuatan simulator pesawat Boeing 737 MAX untuk Azerbaijan Airlines dan SunExpress, serta berhasil menembus pasar Cina untuk pertama kalinya juga dalam pembuatan Boeing 737 MAX.

Dalam beberapa tahun terakhir, TCI mulai memproduksi mockup front row pesawat berbadan lebar Turkish Airlines, seperti Boeing 787 dan Airbus A350, serta menyelesaikan prototipe toilet “pureLav” yang katanya menawarkan desain unik dan berbagai fitur inovatif.

Baca juga: Tak Puas dengan Layanan Singapore Airlines, Desain Interior Pesawat Bebas Covid-19 Ini Pun Lahir

Ke depan, TCI menargetkan bakal memperluas jangkauan produknya, seperti pembuatan mockup atau simulator toilet, kontainer kargo dan palet, troli, overhead bins, sidewall panels, dan membuat berbagai barang ekspor dalam penerbangan bersama subkontraktor lokalnya.

Outputnya, TCI ingin menjadi perusahaan atau produsen utama di industri interior pesawat. Tentu saja itu tidak mudah, mengingat produsen interior pesawat di Eropa dan Amerika Serikat tidak akan rela pangsa pasarnya direbut begitu saja.

Awak Kabin Bagikan Lima Hal yang Tak Disarankan dalam Penerbangan, Termasuk Jangan Gunakan Celana Pendek

Belum lama ini seorang TikToker diteriaki awak kabin karena pakaian yang digunakannya. Nah, seorang awak kabin, Tommy Cimato juga baru-baru ini membagikan lima hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang penumpang pesawat.

Baca juga: Gara-gara Pakaian, TikToker Diteriaki Awak Kabin Sebelum Masuk Pesawat

Sebab bukan rahasia lagi meski ada peningkatan sanitasi pandemi dan pembersihan, pesawat terkendal bukan ruang terbersih saat penumpang berada di dalamnya. Apalagi di dalam pesawat banyak penumpang lainnya dan akan bepergian dalam jangka waktu yang lama bisa meningkatkan risiko tertular kuman.

KabarPenumpang.com melansir entrepreneur.com (3/8/2021), memiliki lebih dari 108 ribu pengikuti di TikTok, Tommy membagikan salah satu dari lima hal yang paing tidak disarankan dilakukan dalam penerbangan yakni mengenakan celana pendek. Dalam video yang sudah dilihat lebih dari 3,3 juta kali, membahas daftar lima perilaku yang harus dipraktikkan di pesawat, termasuk minum 16 ons air per penerbangan, tidak menyentuh tombol flush di kamar mandi dengan tangan kosong dan tidak tidur di jendela.

Semua ini tampaknya relatif masuk akal ketika memikirkan risiko kuman, tetapi Cimato menjelaskan bahwa mengenakan celana pendek dan membiarkan kaki Anda terkena kursi sama berisikonya.

“Jangan atau cobalah untuk tidak memakai celana pendek saat berada di pesawat. Sama halnya dengan jendela, Anda tidak pernah tahu seberapa bersih nantinya. Jadi jika gunakan celana lain selain celana pendek untuk menghindari lebih sedikit kuman,” katanya dalam video.

Postingan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 462 ribu komentar dengan banyak yang mempertanyakan apakah tips Tommy berarti bahwa pesawat tidak selalu dibersihkan dengan benar.

“Jadi kalian tidak membersihkannya setelah setiap penerbangan,” pengguna Criss Carrillo bertanya.

“Jadi pada dasarnya Anda mengatakan bahwa Anda tidak membersihkan/mensanitasi pesawat setelah setiap penerbangan,” tulis pengguna lain.

Tommy memang menanggapi satu pengguna yang memposting pertanyaan “Apakah mereka tidak membersihkan setiap penerbangan?”

“Crew darat melakukan semua pembersihan pesawat, mereka mencoba yang terbaik untuk menjaganya tetap bersih. Tapi ini untuk berjaga-jaga jika terlewatkan!,” tulis Tommy.

Baca juga: Gandeng TikTok, Penumpang American Airlines Kini Bisa TikTok-an Saat Pesawat di Udara

Sebuah laporan oleh badan transportasi udara Perserikatan Bangsa-Bangsa (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional) menunjukkan bahwa industri penerbangan secara keseluruhan kehilangan sekitar $370 miliar pada tahun 2020 berkat pandemi, dengan jumlah penumpang anjlok hampir 60 persen dari tahun sebelumnya. Dalam videonya, Tommy tidak mengungkapkan di maskapai apa dia bekerja.

Intelsat dan Airbus Sukses Kirim Pesawat dengan In-Flight Antenna ke Cathay Pacific

Intelsat dan Airbus belum lama ini menuntaskan pengiriman pesawat A321neo ke Cathay Pacific. Tak seperti pesawat kebanyakan, pesawat tersebut diketahui sudah terinstall antena Intelsat 2Ku di pabrik Hamburg, Jerman, sebagai bagian dari Layanan Konektivitas Bandwidth Tinggi (HBCS).

Baca juga: Keren, Tahun 2022 Pesawat Airbus Terhubung Internet Berbasis Satelit Berkecepatan 1,8 Gbps!

Antena Intelsat 2Ku memungkinkan maskapai untuk mengakses jaringan satelit Intelsat global. Dengan begitu, para penumpang maskapai dijamin bakal mendapat pengalaman baru mengakses inflight entertainment and connectivity (IFEC) atau internet berkecepatan tinggi.

Mengingat maskapai memilih opsi pemasangan sistem Intelsat 2Ku di pabrik Airbus, itu berarti sistem tersebut bisa langsung dinikmati penumpang sejak pertama kali pesawat dioperasikan.

“Kami merasa terhormat dapat bekerja sama dengan Airbus dan Cathay Pacific untuk membuat penawaran katalog yang substansial ini,” kata Dave Bijur, Commercial Aviation business division Intelsat, dikutip dari satelliteprome.com.

“Menjadi bagian dari perusahaan satelit terbesar di dunia menciptakan peluang besar untuk memperluas layanan yang kami tawarkan dan armada yang kami layani. Kami telah bekerja sama dengan Airbus untuk mengirimkan pesawat linefit, dan dengan senang hati sekarang mewujudkannya,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager Customer Experience and Design Cathay Pacific, Vivian Lo, mengaku menghadirkan internet berkecepatan tinggi di dalam penerbangan penting. Selain dibutuhkan pelanggan, ini juga menjadi semakin melecut semangat maskapai untuk terus berinovasi pada layanan.

“Kami senang dapat memperluas kemitraan kami dengan Intelsat ke armada A321neo, menambah armada jarak jauh yang terhubung sepenuhnya dan pesawat berbadan lebar regional yang sudah terbang dengan WiFi,” jelasnya.

“Menghubungkan pesawat jarak pendek baru ini sangat penting di dunia modern untuk perjalanan bisnis dan liburan,” ujarnya.

“Sebagai operator layanan premium, Cathay Pacific bertekad untuk berinovasi dan meningkatkan pengalaman terbang jarak pendek dengan menawarkan konektivitas, hiburan dalam pesawat 4K sandaran tempat duduk, dan pemasangan headphone Bluetooth pada armada A321neo kami yang baru,” tutupnya.

Baca juga: Airbus A320 Qingdao Airlines Dilengkapi Sistem Internet Satelit Berkecepatan Tinggi 100 Mbps

Intelsat saat ini memanfaatkan hak orbital dan spektrum globalnya, skala dan kemitraan untuk membangun ” network of networks” berbasis satelit 5G global pertama di dunia.

Intelsat tentu tidak sendirian bermain di pasar penyedia layanan internet dalam penerbangan di pesawat. Sebelumnya, Airbus A320 Qingdao Airlines diketahui berhasil terbang pertama usai dilengkapi sistem internet satelit berkecepatan tinggi buatan perusahaan dalam negeri, XstreamSAT.

“7500” Bukan Nomor Penerbangan, Tapi Kode Pesawat Telah Dibajak

7500? Ya ini adalah judul sebuah film tentang pembajakan sebuah pesawat. Mungkin banyak yang berpikir kenapa judulnya adalah angka 7500. Ini adalah sebuah kode penerbangan yang mengacu pada pembajakan sebuah pesawat. Dalam film ini, memperlihatkan sebuah kelompok teroris yang mengambil alih pesawat.

Baca juga: Hari Ini, 107 Tahun Lalu, Film Dokumenter Pertama yang Diambil dari Udara Terjadi Demi Raja Inggris

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, film karya Patrick Vollrath yang pertama kali dirilis pada tahun 2019 di Festival Film Locarno dimulai dengan tenang. Tobias Ellis (Joseph Gordon-Levitt), seorang kopilot muda dan Kapten Michael Lutzmann (Carlo Kitzlinger) sedang bersiap menerbangkan pesawat yang akan lepas landas dari Berlin menuju Paris.

7500 adalah kode pesawat telah dibajak

Film ini merupakan sebuah film hasil produksi beberapa negara, yaitu Jerman, Austria, dan Amerika Serikat. Sebelum take-off, Michael dan Tobias melakukan pengecekan standar pesawat terlebih dahulu. Suasana santai sangat terasa dalam kokpit saat Michael dan Tobias menceritakan kehidupan mereka satu sama lain sambil mempersiapkan penerbangan. Tobias ternyata berpacaran dengan seorang pramugari bernama Gokce (Aylin Tezel) dan telah memiliki seorang anak yang baru berumur dua tahun.

Kemudian setelah semuanya siap, kapten dan kopilot memutuskan untuk take off. Adegan dalam kokpit pun terasa sangat nyata, di mana setiap yang menonton diajak seperti duduk di dalamnya. Tak ada lagi hanya ada kesunyian dan suara deru mesin pesawat. Kedua pilot dengan tenang memulai penerbangan mereka menuju ke Paris dari Bandara Berlin.

Film berdurasi 90 menit ini menghadirkan ketegangan yang cukup cepat. Saat pramugari meminta izin masuk ke kokpit untuk menanyakan pesanan makanan, para pembajak lantas memaksa masuk ke dalam. Untungnya Tobias cekatan dan membuat para teroris itu gagal masuk ke kokpit tetapi dia dan Michael terluka atas serangan tersebut.

Atmosfer film berubah menjadi sangat menegangkan dan sang kapten Michael terduduk lemas di samping Tobias dengan banyak luka tusuk di tubuhnya. Tobias mencoba tetap tenang sambil meneruskan tugasnya dengan lengan kiri yang terluka parah. Melalui monitornya, ia dapat melihat para teroris mencoba untuk merusak pintu kokpit yang sudah terkunci.

Meski begitu sambil menenangkan diri, Tobias menghubungi pemandu lalu lintas udara dan memberikan kode 7-5-0-0. Dalam film ini, latar yang hadir hanya satu yakni kokpit pesawat. Sehingga penonton diajak untuk merasakan ketegangan yang dirasakan Tobias saat menerbangkan pesawat sendirian dan juga dalam tekanan teror pembajak.

Dia pun hanya berkomunikasi dengan pemandu lalu lintas udara yang akan membantunya mendarat di bandara terdekat. Film ini lebih memberikan Joseph Gordon-Levitt untuk mendominasi perannya pada setiap adegan. Sehingga terlihat seperti film dengan pemain tunggal.

Ketika menonton film ini, Anda akan merasakan ketegangan dan menerka apa yang terjadi di luar kokpit karena kamera hanya memperlihatkan pintu dekat kokpit tidak pada bagian lain pesawat. Dalam keadaan panik, Tobias tetap tenang dan tidak gegabah.

Namun sayangnya pada pertengahan durasi, cerita film terasa menurun dan kembali menggunakan klise-klise film “pembajakan teroris” yang sudah sering digunakan. Apalagi saat Patrick Vollrath memilih untuk mengakhiri menit-menit terakhir film ini dengan plot cerita yang terlalu klise, yaitu ketika seorang teroris bernama Vedat (Omid Memar) perlahan-lahan berubah menjadi seorang protagonis.

Baca juga: Ledakkan Boeing 747 Asli untuk Film Tenet, Sutradara Christopher Nolan: Lebih Efisien

Open ending adalah cara yang dipilih oleh Vollrath untuk mengeksekusi akhir dari film ini. Penonton diberi kesempatan untuk memilih sendiri akhir cerita bagi Tobias dan Vedat. Terlepas dari akhir cerita yang klise, 7500 merupakan film yang sangat layak dinikmati jika ingin menyaksikan sebuah film action-thriller dengan durasi yang tidak terlalu panjang.

Ini Kata Pramugari Tentang Seragam yang Mereka Kenakan

Meski sudah berkembang jauh, tetapi para pramugari masih menganggap seragam mereka tidak praktis. Ini karena pramugari melakukan banyak hal dalam pekerjaan mereka di dalam pesawat. Meski begitu seragam yang dikenakan harus tetap terlihat bagus dan nyaman ketka digunakan saat bekerja.

Baca juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia

Seragam pramugari harus tahan api, yang membatasi pilihan bahan—tetapi anggota kru yang kami ajak bicara sepakat bahwa hampir semua bahan kaku, tidak nyaman, dan memerangkap panas. Tidak persis seperti yang Anda inginkan saat berdiri dan mengangkat, membungkuk, atau meraih—terkadang dalam turbulensi bergelombang.

“Ini membatasi gerakan. Saya hanya perlu melihat bagaimana saya membungkuk atau jongkok dalam gaun dan rok,” kata seorang pramugari yang bekerja untuk sebuah maskapai penerbangan besar AS yang dikutip dari cntraveler.com (4/8/2021).

Bahkan pramugari lain mengatakan dirinya merobek tiga seragam saat melakukan tugas dasar dalam penerbangan. Selain itu banyak pramugari mengatakan bahwa masalah utama dengan seragam salah satunya adalah tidak sesuai dengan berbagai bentuk tubuh dan ukuran.

“Kami memiliki pramugari berusia 18 hingga 70 tahun dan beragam tipe tubuh. Kami membutuhkan lebih dari setelan jas tiga potong dengan kemeja putih atau rok atau pilihan gaun untuk dikenakan,” kata seorang pramugari yang berbasis di Toronto.

Selama karirnya dia pernah menggunakan beberapa seragam berbeda yakni setelan double breasted dengan syal pita, rok pensil dengan rompi permadani, setelan tiga potong lainnya dengan blazer dan ikat pinggang yang mana semuanya tidak nyaman untuk bekerja. Saat ini, semua orang di maskapainya tanpa memandang usia, bentuk, ukuran, jenis kelamin—harus mengenakan setelan jas tiga potong yang sama.

Pria mendapatkan dasi, dan wanita sekarang memiliki pilihan untuk mengenakan syal atau gaun. Bergerak ke arah ini tentu diperlukan, mengingat kembali ketika pramugari wanita dari semua ras diatur ke bra dan pakaian dalam mereka, yang semuanya harus berwarna yang sama.

“Tahukah Anda, haruskah kita melakukan evakuasi darurat, salah satu hal pertama yang harus kita lakukan adalah melepas nilon dan sepatu hak kita? Mengapa tidak menyingkirkan itu sepenuhnya? ” kata seorang pramugari penduduk asli Amerika yang bekerja untuk maskapai penerbangan berbiaya murah.

Pramugari itu juga bergumul dengan kenyataan bahwa maskapainya melarang tato yang terlihat. Selain itu, dia mengatakan bahwa meskipun sebagian besar operator ramah LGBTQ+, aturan berpakaiannya masih sangat konservatif. Sementara celana dan celana pendek menjadi lebih tersedia untuk awak kabin wanita di seluruh industri, jika Anda laki-laki atau dianggap sebagai laki-laki, gaya yang lebih feminin benar-benar tidak disukai.

Baca juga: Ulang Tahun Ke-50, Korean Air Hadirkan Seragam Vintage Awak Kabin dari Masa ke Masa

Sebagian besar pramugari setuju bahwa maskapai telah membuat langkah ke arah yang lebih baik dan tidak dapat disangkal bahwa wanita sekarang memiliki pilihan untuk mengenakan celana dan kemeja, bukan hanya gaun atau rok.






















Hari ini, 76 Tahun Lalu, Pesawat Pengebom Hiroshima-Nagasaki “Enola Gay” Beraksi

Hari ini, tepat 76 tahun lalu, pesawat pengebom Amerika Serikat di Perang Dunia II, Boeing B-29 Superfortress “Enola Gay” dan “Bock’s Car” menjatuhkan bom atom pertama di dunia. Akibatnya, sekitar ratusan ribu jiwa dari kalangan sipil dan militer tewas mengenaskan.

Baca juga: Perang Dunia I Dorong Ilmuan Inggris Kembangkan Telepon Nirkabel di Kokpit

Peristiwa bermula pada pagi hari, Enola Gay yang dimudikan oleh Kolonel Paul W. Tibbets lepas landas dari Pulau Tinian di Samudra Pasifik. Pesawat pengebom khusus versi Silverplate itu memuat muatan bom atom pertama dan paling mematikan di dunia.

Bom atom dengan nama sandi “Little Boy” itu pun dijatuhkan tepat pukul 8.15 pagi dan melenyapkan Kota Hiroshima dalam sekejap, bersamaan dengan munculnya awan jamur yang terbentuk efek dari ledakan.

Menurut Departemen Energi AS, diperkirakan, 200 ribu jiwa melayang bila ditotal dengan korban tewas dan luka-luka yang baru meninggal beberapa tahun kemudian akibat luka bakar, keracunan radiasi, dan kanker.

Seolah tak cukup, pesawat pengebom Amerika Serikat kembali beraksi. Kali ini targetnya adalah Kota Nagasaki, yang berada di sebelah Selatan Jepang atau berjarak sekitar 420 km dari Kota Hiroshima.

Tepat pada tanggal 9 Agustus 1945, pesawat pengebom B-29 Bock’s Car sukses melepas bom atom atau bom nuklir kedua di Perang Dunia II dengan nama sandi “Fat Man” itu. Seketika, lebih dari 80 ribu nyawa melayang. Lima hari kemudian, Jepang menyerah dan Perang Dunia II berakhir.

Dikutip dari cincinnati.com, menjatuhkan bom atom merupakan momen penting dalam sejarah manusia. Betapa tidak, bom nuklir yang dibuat, bukan hanya mampu mengubah dinamika peperangan, melainkan juga membuka jalan pada zaman atom atau nuklir, dimana manusia mampu melenyapkan dirinya sendiri.

Selama beberapa tahun, momen menjatuhkan bom atom telah menjadi perdebatan keras di kalangan ahli. Beberapa berpendapat bahwa bom atom yang dijatuhkan justru menyelamatkan Jepang dari invasi militer yang dinilai bakal jauh lebih sadis dan merugikan, dengan jumlah korban jauh lebih besar.

Dengan dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki oleh pesawat pengebom Amerika Serikat, Boeing B-29 Superfortress “Enola Gay” dan “Bock’s Car”, perang dapat segera berakhir dan mempercepat penderitaan. Sama halnya dengan mengeksekusi tahanan dengan peluru tajam ketimbang menggunakan pedang tumpul.

Namun, pendapat itu tentu saja ditentang oleh kubu lain yang menyebut tindakan itu sebagai hal yang tak berperikemanusiaan.

Terlepas dari perdebatan itu, sang pilot, Kolonel Paul W. Tibbets, mengaku bangga atas perbuatannya. Ia malah merasa lebih senang dan bisa tidur nyenyak kapanpun setelah kejadian itu.

“Saya dapat meyakinkan Anda, saya tidak pernah kehilangan waktu untuk tidur karena keputusan saya (sebagai pilot pengebom Kota Hiroshima) tersebut,” kata Tibbets dalam wawancara pada tahun 1989 yang merupakan bagian dari proyek Atomic Heritage Foundation.

Ia melanjutkan, pertama kali bom dijatuhkan dan seketika ia tersadar bahwa korban bukan hanya datang dari kalangan militer, melainkan sipil, pilot yang bergabung di Korps Udara Angkatan Darat AS pada tahun 1937 itu mengaku tak ada urusan dengannya (para korban).

Justru sebaliknya, bilapun perbuatan itu dinilai tak manusiawi, ia menyebut para petinggi yang memerintahkannya-lah yang patut dipertanyakan. Sebab, yang ia tahu hanyalah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sekuat tenaga, bukan mempermasalahkan dampak dari tugas yang ia jalankan.

Baca juga: Perang Dunia 3 Nyaris Pecah! Begini Kesaksian Pilot Jet Tempur Uni Soviet Pada Tragedi KAL 007

Kini, Kolonel Paul W. Tibbets, telah meninggal pada tahun 2007 lalu, bersama dengan idealismenya. Sedangkan Enola Gay B-29 Superfortress dengan nomor seri B-2945-MO 44-86292 yang secara khusus dipilih oleh Kolonel Paul Tibbets saat dibuat di ladang milik Glenn L. Martin Company di Omaha, Nebraska, sejak tahun 2003 sampai sekarang, dipamerkan di Museum Steven F. Udvar-Hazy Center.

Agar lebih dikenang, pesawat dengan empat mesin 18-silinder bertenaga 8.800 tenaga kuda yang mampu membawa muatan bom seberat 20.000 pon dan bahan bakar untuk terbang lebih dari 3.500 mil ini dibuatkan lagu oleh Grup musik asal Britania Raya Orchestral Manoeuvres in the Dark berjudul sesuai nama pesawat, Enola Gay.






















Bandara Manchester Buka Kelas Pelajaran Pilot Bagi Anak-anak Selama Musim Panas

Di dunia, banyak anak-anak yang memiliki cita-cita sebagai seorang pilot. Ini pun tak menutup kemungkinan dengan gender mereka, karena sebuah pesawat terbang bisa dikemudikan oleh seorang pilot wanita atau pria.

Baca juga: Gokil, Spesial Hari Anak, Turkish Airlines Jalankan Penerbangan yang Seluruh Krunya Anak-anak!

Nah, bagi anak-anak yang berkeinginan menjadi pilot, Akademi Penerbangan Bandara Manchester di musim panas ini membuka kesempatan untuk mereka menjadi pilot. Di mana nantinya anak-anak bisa naik pesawat yang sebenarnya dan belajar tentang peran yang berbeda di dalam pesawat di Runway Visitor Park bandara selama libur sekolah.

Dilansir KabarPenumpang.com dari manchestereveningnews.co.uk (2/8/2021), dalam pelajaran tersebut akan ada dua sesi terpisah yang akan berlangsung bersamaan. Dua kelas ini akan dibagi sesuai umur yakni empat hingga tujuh tahun dan delapan hingga 12 tahun, dengan tanggal yang tersedia selama istirahat panjang.

Semua pelajaran akan berlangsung di atas pesawat pensiunan Runway Visitor Park milik Monarch DC10 dan anak-anak dapat merasakan bagaimana rasanya duduk di kokpit serta mengendalikan pesawat komersial. Setiap sesi akan berlangsung selama 90 menit dengan tiket untuk satu orang dewasa dan satu anak berharga £10 atau sekitar Rp199 ribu, dengan parkir tersedia untuk sehari penuh seharga £5 atau sekitar Rp99 ribu.

Setelah pelajaran usai, orang tua dan anak-anak bisa pergi ke luar untuk melihat landasan pacu Bandara Manchester. Nantinya di sini, bisa menyaksikan pesawat lepas landas dan mendarat serta melihat beberapa dari berbagai pekerjaan yang telah dipelajari.

“Kami sangat senang dapat membawa kembali program Akademi Penerbangan secara penuh musim panas ini setelah kami terpaksa membuat beberapa perubahan tahun lalu karena pandemi Covid-19. Program ini adalah salah satu program kami yang paling populer dan telah menginspirasi ratusan anak-anak dan remaja untuk mempertimbangkan karir di bidang penerbangan. Ini adalah hari yang menyenangkan bagi seluruh keluarga dan juga bernilai tinggi dengan tiket dewasa dan anak-anak hanya dengan £10,“ kata Robert Hassard, Manajer Taman Pengunjung Runway.

Dia mengatakan, RVP sekarang terbuka penuh dan musim panas adalah waktu yang tepat untuk dikunjungi karena perjalanan internasional terus meningkat dan lebih banyak lagi maskapai yang melanjutkan operasi mereka setiap minggunya.

“Kami tidak sabar untuk menyambut pengunjung dari segala usia kembali ke RVP musim panas ini dan berbagi pengalaman bandara dengan mereka sekali lagi,” tambah Robert.

Baca juga: Enam Tips Aman Bawa Anak Naik Pesawat, Nomor Empat Sering Dilupakan Orang Tua

Ada kafe dan area bermain di taman pengunjung, di mana pasar malam juga diadakan selama liburan. Tur grup di objek wisata Concorde yang ikonik juga telah dilanjutkan, dengan pengunjung memiliki kesempatan untuk melihat pesawat dari dekat, di dalam, dan di luar, berjalan di bawah sayap, menjelajahi kabin, dan bahkan mampir di dek penerbangan.

Untuk diketahui, program yang sudah berjalan selama beberapa tahun tersebut adalah favorit bagi para keluarga muda.