Naik Ojol di Masa Pandemi? Perhatikan Dulu Tips Berikut ini

Angkutan umum menjadi salah satu moda transportasi pilihan banyak masyarakat. Namun d masa pandemi Covid-19 saat ini, angkutan umum justru menjadi ‘terbatas’ bagi semua orang.

Baca juga: Sekat Partisi Digunakan Pengemudi Ojol, Efektifkah untuk New Normal?

Meski begitu, masih ada moda transportasi lainnya yakni ojek, khususnya ojek online (ojol). Di mana angkutan roda dua ini diperbolehkan beroperasi. KabarPenumpang.com melansir topgear.com.ph (4/8/2021), untuk membantu penumpang ada beberapa tips keselamatan selama pandemi untuk memudahkan menggunakan jasa ojol dengan aman dan dapat mengurangi efek terpapar virus Covid-19.

1. Bawa helm sendiri
Di masa pandemi Covid-19, penumpang lebih baik membawa helm sendiri. Ini dilakukan agar mengurangi kontak dan menghindari penularan virus Corona lebih lanjut.

2. Gunakan akun pribadi
Banyak pengguna akun ojek online memesan untuk orang lain dan bukan dirinya sendiri seperti teman atau keluarga. Untuk saat ini usahakan memesan untuk diri sendiri. Karena nantinya bila ada sesuatu yang terjadi di masa pandemi ini, pihak ojek bisa melacak dan menghubungi secara langsung

3. Bayar tanpa uang tunai
Di masa ini, cashless atau tanpa tunai menjadi hal yang paling efisien dalam mengurangi penularan virus. Ketika aplikasi ride hailing Anda nemiliki dompet elektronik sendiri, akan lebih memudahkan karena menggunakan satu platform tanpa harus banyak membuka aplikasi lainnya dalam hal pembayaran ongkos. Yang terpenting tak perlu memberikan uang tunai kepada pengemudi.

4. Hujan
Ini mungkin menjadi salah satu risiko penumpang ojek. Hal tersebut dikarenakan, ojek tidak memiliki atap. Sehingga penumpang bisa membawa mantel hujan sendiri dan bisa menggunakannya bila hujan turun.

5. Sanitasi diri
Anda boleh membawa satu set pakaian ekstra sehingga dapat diganti ketika tiba di tujuan.

Baca juga: Tanggapi Respon Pandemi, Pemerintah Jepang Izinkan Operator Taksi Antar Pesanan Makanan

6. Jangan keluar rumah saat menunjukkan gejala Covid-19
Hindari bepergian jika Anda memiliki gejala terinfeksi Covid-19. Lakukan isolasi dan konsultasi. Namun jika Anda tanpa gejala dan masih naik ojek, maka risiko penularan pada pengemudi dan penumpang selanjutnya akan terjadi.






















Yo-Kai Express Hadirkan Makanan Panas via Vending Machine

Mesin penjual otomatis belakangan berisi beragam macam barang dari hal sepele seperti permen hingga beras. Bahkan belum lama ini pun menghadirkan makanan matang yang masih panas. Yo-Kai Express memasarkan produk mereka dengan nama restoran robotik 24 jam yang menggunakan mesin penjual otomatis (vending machine).

Baca juga: Bandara Zurich Hadirkan Mesin Penjual Masker Otomatis Anti Covid-19

Di mana akan ada makanan panas segar termasuk ramen, pho, nasi dalam mangkuk dan mie dalam waktu 45 detik. Untuk itu Yo-Kai akan menghadirkan empat mesin yang akan segera dipasang di Bandara Internasional Ontario, California Selatan. Juru bicara Bandara Ontario Steve Lambert mengatakan, mesin penjual makanan panas telah berevolusi secara signifikan berkaitan dengan kualitas produk, nilai, uang dan pengalaman pelanggan secara keseluruhan.

“Yo-Kai Express memenuhi semua kriteria ini,” ujar Lambert yang dikutip KabarPenumpang.com dari apex.aero.

Nantinya mesin-mesin otomatis milik Yo-Kai tidak akan menggunakan uang tunai sebagai pembayaran. Sebab mereka menerima pembayaran melalui seluler, kartu kredit hingga mata uang kripto. Bahkan mesin penjual otomatis ini juga dirancang untuk menerima voucher makanan maskapai yang diterima oleh penumpang untuk mengkompensasi penerbangan yang tertunda.

Ini terbukti sangat berguna bagi mereka yang singgah semalaman dan tidak direncanakan. Makanan panas adalah sesuatu yang tidak selalu tersedia dengan mudah bagi pelancong yang berada di terminal bandara ketika semua konsesi tutup.

Di luar kenyamanan, solusi ini juga dapat berkembang dengan cepat untuk menawarkan layanan nirsentuh yang sangat diinginkan mengingat pandemi Covid-19. Untuk diketahui, Kulkas Petani mengoperasikan mesin penjual otomatis yang menyajikan salad segar, sandwich, dan makanan ringan yang sehat di beberapa bandara AS.

“Pelanggan sekarang dapat memesan di muka makanan mereka melalui aplikasi Kulkas Petani. Dan begitu mereka siap untuk mengambilnya, mereka memasukkan kode di ponsel mereka dan Kulkas menjual makanan mereka,” kata Luke Saunders, CEO dan pendiri, Kulkas Petani.

Yo-Kai Express sedang mempersiapkan untuk mengizinkan hal yang sama. Amanda Tsung, chief operating officer perusahaan, mengatakan pemesanan tanpa kontak dan opsi pembayaran baru akan ditambahkan ke aplikasi perusahaan pada bulan Februari atau Maret.

“Dengan ini, pelanggan dapat memesan hingga empat mangkuk sekaligus dan kemudian menjauh dari mesin saat sedang memasak untuk memberikan jarak sosial yang lebih banyak kepada pelanggan berikutnya,” ujar Tsung.

Baca juga: Mesin Penjual Otomatis, Jual 48 Jenis Produk dari Buah Hingga Suvenir

Sementara itu, Tsung menjelaskan bahwa Yo-Kai Express telah “meningkatkan waktu sanitasi siklus pembersihan kami untuk setiap mangkuk.” Dia menambahkan bahwa layar sentuh tap and order juga dilengkapi dengan film antimikroba.






















Lengserkan Changi, Bandara Hamad Jadi Nomor Satu Versi Skytrax

Bandara Internasional Hamad di Qatar baru saja dinobatkan menjadi nomor satu di Skytrax World Airport Awards 2021. Penobatan ini membuat Bandara Internasional Changi Singapura yang bertahan selama delapan tahun harus lengser ke posisi ke-3 dari posisi teratasnya.

Baca juga: Yang Pertama, Bandara Leonardo da Vinci-Fiumicino Raih Peringkat “Bintang Lima Covid-19” dari Skytrax

Yang mana Changi dikalahkan oleh Hamad dan Haneda Tokyo di urutan pertama dan kedua. Dilansir KabarPenumpang.com dilansir dari independent.co.uk (11/8/2021), pemungutan suara publik berlangsung antara Agustus 2020 dan Juli 2021 dengan beberapa pelancong memilih favorit mereka berdasarkan pengalaman sebelum pandemi dan beberapa perjalanan yang lebih baru menurut Skytrax.

Edward Plaisted dari Skytrax mengatakan, pusat perjalanan di seluruh dunia telah terkena dampak pandemi. Tetapi Bandara Internasional Hamad justru tidak terpengaruh oleh perjalanan global dan melanjutkan rencana ekspansi sambil memperkenalkan standar kesehatan dan meselamatan bandara tambahan.

“Sebagai mitra bandara resmi untuk Piala Dunia FIFA Qatar 2022, kami berharap Bandara Internasional Hamad sukses dalam membantu menjadi tuan rumah acara besar seperti itu,” ujar Plaisted.

Dia menambahkan, pencapaian ini merupakan upaya tim dan pihaknya memberikan ucapan selamat kepada manajemen, staf dan pemangku kepentingan di Bandara Internasional Hamad yang membantu mewujudkan ini.

Tak hanya itu, Bandara Internasional Hamad juga memenangkan Bandara Terbaik di Timur Tengah, Bandara Terbaik Dunia dalam kategori 25 hingga 35 juta penumpang dan Staf Bandara Terbaik di Timur Tengah. Skytrax juga mengumumkan penghargaan lainnya untuk tahun 2021 yakni Bandara Istanbul dinobatkan sebagai Bandara Paling Berkembang di Dunia, Changi di Singapura memenangkan penghargaan Staf Bandara Terbaik Dunia .

Bandara Internasional Guangzhou Baiyun menjadi BandaraTerbaik di Cina dan Bandara Munich adalah Bandara Terbaik di Eropa. Selain itu ada sau kategori khusus pada penghargaan kali ini untuk mengakui perbaikan yang dilakukan oleh bandara seluruh dunia untuk meningkatkan standar kesehatan, kebersihan dan keselamatan pandemi.

Baca juga: Bandara Internasional Hong Kong Sabet Predikat “Bintang Lima” dari Skytrax

Tak hanya itu Heathrow menjadi satu-satunya di Inggris yang menerima penghargaan dari 39 lainnya. Berikut sepuluh Bandara Terbaik di Dunia, Bandara Internasional Hamad, Bandara Haneda Tokyo, Bandara Changi Singapura, Bandara Internasional Incheon, Bandara Internasional Narita, Bandara Munich, Bandara Zurich, Bandara Heathrow London, Bandara Internasional Kansai dan Hong Kong.






















Deretan Aksi-aksi Berbahaya Maskapai Semata Demi Momentum

Belum lama ini, Emirates mempertontonkan aksi berbahaya, dimana ‘pramugari’ maskapai berdiri di puncak gedung pencakar langit tertinggi di dunia, Burj Khalifa. Bila berkaca agak ke belakang, sebetulnya maskapai raksasa asal Dubai, Uni Emirat Arab itu sudah beberapa kali melakukan aksi berbahaya. Tak hanya Emirates, maskapai lain juga demikian.

Baca juga: Pramugari Emirates Berdiri di Puncak Burj Khalifa, Apa Tujuannya?

Baik Emirates maupun maskapai lain, pada umumnya momentum tertentu dan prestisius menjadi alasan mengapa maskapai melakukan aksi-aksi berbaya bersama pesawat ikoniknya.

Sebelum pembuatan iklan berbahaya bersama ‘pramugari’ stuntwoman AS, Nicole Smith-Ludvik, di tahun 2015 silam, Emirates pernah melakukan penerbangan formasi paling tidak biasa dan tentu saja berbahaya.

Ketika itu, pesawat superjumbo maskapai, Airbus A380, terbang formasi dalam jarak cukup dengan dengan dua orang pilot jetpack. Ini dilakukan untuk merayakan seratus tahun kolaborasi antara mesin dan manusia sehingga era pesawat terbang dimulai.

“Pameran antara manusia dan mesin ini merayakan keajaiban dan keindahan penerbangan, suatu prestasi yang lebih dari seratus tahun yang lalu akan tampak seperti mimpi yang mustahil. Ini juga menunjukkan seberapa jauh visi dan ambisi manusia telah [mendorong], dan dapat terus mendorong, batas-batas penerbangan,” Executive Vice President and Chief Operations Officer, Adel Al Redha.

Emirates juga pernah melakoni aksi berbahaya ketika melakukan formasi terbang rendah di acara Dubai Airshow tahun 2019 silam. Pada saat itu, pesawat hanya terbang 1.000 kaki atau 304 meter. Sangat rendah untuk ukuran jet superjumbo dengan empat mesin.

Masih dari Timur Tengah, balapan Formula 1 di Bahrain juga didahului aksi berbahaya oleh maskapai nasional negara tersebut, Gulf Air. Selama beberapa tahun menggelar balapan jet darat itu, Boeing 787-9 Dreamliner terlebih dahulu terbang rendah di atas lintasan sebelum balapan dimulai.

Aksi tersebut bukan sekedar gagah-gagahan atau pamer kemampuan, melainkan untuk mengkampanyekan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan yang dimuat pesawat.

“Neste MY Sustainable Aviation Fuel™ memberikan solusi langsung untuk mengurangi emisi karbon dari penerbangan. Dalam bentuk yang rapi dan selama siklus hidup, penggunaannya menghasilkan emisi gas rumah kaca hingga 80 persen lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar jet fosil,” kata maskapai dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Simple Flying.

Baca juga: Airbus Tiru Formasi Angsa dalam Uji Coba “Fello’Fly” untuk Menghemat Bahan Bakar

Geser sedikit ke Barat Timur Tengah (Afrika), maskapai nasional Afrika Selatan, South African Airways, juga pernah melakukan aksi berbahaya pada tahun 2019 silam. Saat itu, dua Airbus A340 maskapai, bersama Angkatan Udara Afrika Selatan, melakukan flypast atau penerbangan formasi untuk merayakan pelantikan presiden baru negara itu.

Lain lagi dengan British Airways. Maskapai mengirim Boeing 747 untuk melakoni flypast -penerbangan seremonial atau kehormatan oleh sekelompok pesawat udara atau pesawat tunggal- bersama Royal Air Force Aerobatic Team, Red Arrows, di Royal International Air Tattoo (RIAT) pada tahun 2019 lalu, untuk merayakan 100 tahun beroperasinya maskapai.

Siemens Luncurkan Teknologi Penanganan Bagasi Terbaru Baggage 360, Ini Keunggulannya

Siemens Logostics belum lama ini resmi meluncurkan software (perangkat lunak) penanganan bagasi dan operasi bandara terbaru, Baggage 360. Software ini diklaim membawa sederet manfaat, termasuk baggage delay hingga 22 persen dan penghematan biaya repatriasi.

Baca juga: Tekan Delayed Baggage Rate, Siemens Pasok Sistem Penanganan Bagasi di Bandara Incheon

“Peluncuran Baggage 360 adalah langkah penting menuju digital twin untuk proses penanganan bagasi (bandara),” kata CEO Siemens Logistics, Michael Reichle, seperti dikutip dari Airport Technology.

“Representasi virtual dari operasi real-time membantu bandara untuk memantau dan mengelola proses dari jarak jauh dan intuitif. Pelanggan proyek percontohan kami terkesan dengan bagaimana fungsionalitas tambahan meningkatkan efisiensi operasional mereka,” tambahnya.

Disebutkan, Baggage 360 menawarkan berbagai kelebihan, seperti estimasi aliran bagasi real-time, peta interaktif semua pergerakan di bandara serta alat perencanaan dan simulasi kebutuhan sumber daya (petugas) untuk bandara, maskapai penerbangan, dan ground handler.

Dengan begitu, pengelola bandara bisa merencanakan dan mengoptimalkan penempatan atau ketersediaan petugas di lapangan sesuai dengan kebutuhan.

Berbagai fitur yang ditawarkan Baggage 360 dimungkinkan berkat kecerdasan buatan (AI) dan algoritma canggih serta kompleks, yang dipadukan dengan teknologi cloud serta fungsionalitas dan prediksi Internet of Things (IoT). Selain itu, tentu saja Baggage 360 bisa bekerja maksimal berkat berbagai sensor yang disebar di sudut-sudut bandara.

Software Baggage 360 bisa dibilang adalah pengembangan dari MindSphere, sistem operasi IoT terbuka Siemens.

Baggage 360 menampilkan antarmuka terbuka, memungkinkannya dipasang di bandara mana pun terlepas dari ukurannya atau sistem operasi yang digunakan. Berbagai kebutuhan lainnya terkait penanganan bagasi dan operasi bandara juga bisa disesuaikan bilamana dibutuhkan fitur tambahan.

Disebutkan, Baggage 360 merupakan bagian dari ikhtiar Siemens menyediakan serangkaian aplikasi demi terciptanya sistem penanganan bagasi dan operasi bandara berkelanjutan.

Dalam sebuah pernyataan, Siemens Logistics menyebut, “Bandara, maskapai penerbangan, dan ground handler mendapat manfaat dari kolaborasi proaktif, prediksi yang andal, dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk membuat proses mereka seefisien mungkin.”

“Misalnya, alat perencanaan sumber daya dapat digunakan untuk mengubah tata letak penerbangan atau penugasan lateral untuk mempersingkat waktu perjalanan bagasi.”

Selama fase uji coba, software Baggage 360 terbukti berhasil meningkatkan perjalanan end-to-end rata-rata sembilan menit.

Baca juga: Bandara Toulouse-Blagnac Uji Coba Truk Otonom Pengangkut Bagasi Penumpang

Selain itu, Baggage 360 juga berkontribusi mengurangi bagasi tertinggal sampai 22 persen, memberikan pengalaman lebih baik ke penumpang, dan menghemat biaya repatriasi.

Pada bulan Juni lalu, masih dalam rangkaian aplikasi Siemens untuk penanganan bagasi dan operasi bandara, Siemens Logistics mengembangkan belt conveyor baru, VarioBelt TilterPlus. Ini dinilai membuat penanganan bagasi lebih efektif dibanding sebelumnya.

Gerbong Tua di Lower Hutt Bikin “The Great Chrunchie Train Robbery” Menjadi Iklan Paling Lama di Selandia Baru

Banyak dari gerbong kereta tua beralih fungsi menjadi tempat baru atau ditinggalkan begitu saja. Meski begitu gerbong kereta tua saat ini lebih banyak dialih fungsikan untuk berbagai tempat usaha maupun penginapan dibandingkan teronggok menjadi barang rongsokan.

Baca juga: Jadi Restoran Thailand, Gerbong Tua Kelas Satu Intercity 125 Dikembalikan ke Dekorasi Tahun 1980

Namun bagaimana jika gerbong kereta tua itu menjadi hal yang paling diingat karena suatu hal menarik? Seperti digunakan untuk tempat syuting sebuah iklan dan menjadi tayangan paling lama di suatu negara.

Ya, iklan itu dilatar belakangi dengan sebuah gerbong kereta tua di Selandia Baru. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nzherald.co.nz (6/8/2021), iklan yang dibuat pada tahun 1975 tersebut dilakukan di gerbong kereta tua di Lower Hutt tepatnya di luar Wellington.

Iklan yang menjadi paling ikonik di Selandia Baru yakni “The Great Chrunchie Train Robbery”. Menurut direktur pembuatnya, selain menjadi ikonik, iklan ini juga yang paling lama tayang di Selandia Baru.

Hal ini bisa terjadi karena ada sejumlah komponen yang berkontribusi dengan tidak hanya pada umur yang panjang tetapi juga kesuksesan yang diterima iklan tersebut.

“Saya pikir itu adalah jalan cerita. Cara itu berkembang dan membangun serta masuk ke surealis,” ujar Tony Williams di Lembang Kanguru, New South Wales

Williams mengatakan, syuting iklan dilakukan di Wild West dengan cerita penuh sesak dengan karakter yang khas. Iklan pun diseling dengan hitam-putih, cuplikan dan adegan Perang Dunia II dari film barat lama yang diperoleh Williams melalui teman industri yang bekerja di Paramount Studio di Hollywood.

“Aku mendapatkannya untuk apa-apa,” ungkap Williams.

Baca juga: Gerbong Kereta Tua Dikonversi Jadi Hotel Mewah di Pinggir Pantai Inggris

Cerita dari iklan tersebut juga penuh aksi dan penuh dengan jenis ketegangan yang membuat penontonnya tetap bertahan. Untuk lebih seru, kertas kalkir di pasang di jendela dan mendapat pencahayaan dari luar sehingga terlihat lebih dramatik.






















Singapore Airlines Luncurkan Fifth Freedom Flight ke AS Setelah 13 Tahun

Singapore Airlines (SIA) akhirnya bisa menghidupkan kembali rute Singapura-Taipei-Los Angeles setelah non aktif selama 13 tahun lamanya. Rute tersebut dimungkinkan melalui fifth freedom traffic right yang diadopsi banyak negara di dunia.

Baca juga: Sejarah Maskapai Malaysia Singapore Airlines, dari Awal Berdiri Sampai Berpisah

Fifth freedom traffic right, yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai hak angkut kelima, adalah pemberian hak angkut maskapai asing untuk singgah dan menerbangkan penumpang ke negara lain (bukan kembali negara asal maskapai).

Dalam fifth freedom flight Singapore Airlines, maskapai dimungkinkan terbang, membawa kargo dan penumpang, dari Singapura ke Taipei (Taiwan), menurunkan penumpang dan kargo serta sebaliknya, mengangkut penumpang dan kargo di sana, untuk kemudian terbang ke Los Angeles (Amerika Serikat).

Dilansir Simple Flying, rute tersebut terakhir dioperasikan maskapai pada 2008 silam. Ketika itu, SIA mengerahkan armada Boeing 777-200ER empat kali seminggu.

Penerbangan pertama Singapura ke Los Angeles via Taipei oleh maskapai akan dimulai pada 25 Agustus mendatang. Berbeda dengan 13 tahun lalu, SIA akan mengerahkan salah satu armada tercanggihnya, Airbus A350. Frekuensinya juga menurun, dari semula pada 13 tahun lalu empat kali dalam sepekan menjadi hanya tiga kali dalam sepekan.

Singapura ke Taipei berangkat pukul 11:45 waktu setempat pada hari Rabu, Jumat, dan Minggu, mendarat di Taipei pukul 16:40. Untuk keberangkatan dari Taipei ke Los Angeles dihelat pada pukul 17:50, tiba di sana pada pukul 15:20 waktu setempat.

Sedangkan penerbangan pulangnya, A350 akan meninggalkan Los Angeles pada 00:40 waktu setempat, mendarat kembali di Taipei pada 06:10 keesokan harinya. Kemudian akan berangkat dari TPE pada pukul 09:10 dan tiba di Singapura pada pukul 13:40.

Sebelum Singapore Airlines membuka kembali rute ini, hanya ada satu penerbangan langsung dari Taipei ke Los Angeles. Satu itu diterbangkan oleh Eva Air.

Meski fifth freedom flight Singapore Airlines dipastikan kembali terbang, tetapi, otoritas Taiwan sementara waktu tidak melayani penumpang transit. Otomatis, rute Singapura-Taipei-Los Angeles SIA tak bisa dioperasikan atau bisa dioperasikan secara terpisah, Singapura-Taipei penerbangan tersendiri dan begitu pula dengan penerbangan Taipei-Los Angeles SIA.

SIA memang lama dikenal menerbangkan dan terus memperjuangkan agar bisa mendapat hak angkut kelima dari berbagai negara.

Baca juga: Pertama di Dunia, Penumpang Pesawat Singapore Airlines Bisa Belanja Online di Udara

Sejauh ini, tentu saja sebelum pandemi Covid-19, SIA sudah membuka tujuh penerbangan berdasarkan fifth freedom traffic right; Singapura-Melbourne-Wellington, Singapura-Moskow-Stockholm, Singapura-Hong Kong-San Francisco, Singapura-Manchester-Houston, Singapura-Frankfurt-New York, Singapura-Taipei-Los Angeles, dan Singapura-Kopenhagen-Roma.

Tak hanya SIA, anak perusahannya, Scoot, juga turut membuka rute penerbangan berdasarkan fifth freedom traffic right, yaitu Singapura-Athena-Berlin.

Cina Akhirnya ‘Tunduk’ ke AS, Boeing 737 MAX Diizinkan Terbang Kembali

Boeing 737 MAX akhirnya kembali terbang di Cina. Varian terkecil dari Boeing 737 MAX, 737 MAX-7, terpantau Flightradar24 melakukan uji terbang perdananya pada Rabu lalu usai grounded berkepanjangan, dari Bandara Internasional Pudong Shanghai pada pukul 09:24 waktu setempat.

Baca juga: Gegara 737 MAX, Regulator Penerbangan Sipil Cina Mulai Rusak Hegemoni FAA

Pesawat kemudian mendarat di Bandara Zhoushan Putuoshan, sekitar 150 km ke selatan Shanghai, setelah dirasa cukup mendapat data pengujian. Sebelumnya, Reuters melaporkan, pada hari Minggu (8/7), pejabat Regulator Penerbangan Sipil Cina (CAAC) secara tiba-tiba mengizinkan Boeing 737 MAX terbang. Ketika itu, Boeing langsung merespon, mengirim tim yang terdiri dari 35 pilot dan insinyur, dan membuat beberapa kesepakatan.

Ini merupakan akhir panjang penantian Boeing. Kita tahu, sejak akhir tahun lalu, Boeing 737 MAX sudah kembali terbang di seluruh dunia usai lolos dari sertifikasi ulang ketat oleh Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) dan Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).

Tetapi, tidak demikian dengan CAAC. Regulator Cina tersebut mengaku tidak percaya begitu saja dengan FAA dan EASA serta lebih memilih untuk melakukan pengujian ketat terhadap MAX.

Masa depan MAX di Cina bahkan kian tak pasti seiring ketegangan yang terjadi antara AS dan Cina terkait politik luar negerinya, seperti Laut Cina Selatan, Taiwan, dan pelanggaran HAM berat di Uighur.

Boeing sendiri, sejak pemerintahan Biden dimulai, terus melakukan berbagai pendekatan ke regulator di seluruh dunia terkait MAX dan lainnya. Namun tak disebutkan dengan detail apakah regulator penerbangan sipil Cina termasuk dalam lobi-lobi tersebut.

“Menyusul persetujuan dari FAA (Administrasi Penerbangan Federal AS) dan regulator lainnya untuk melanjutkan operasi komersial, kami telah bekerja dengan regulator lain saat mereka menyelesaikan proses validasi mereka,” kata Boeing.

Usai penerbangan perdana, Boeing 737 MAX masih harus menunggu selama berbulan-bulan untuk bisa beroperasi secara komersial di Cina.

Sebagai informasi, Cina memang menjadi momok menakutkan Boeing. Selain tak kunjung mengizinkan 737 MAX beroperasi sampai saat ini, Negeri Komunis tersebut diketahui juga menjadi pelopor digroundednya MAX pada 2019 silam.

Baca juga: Panas! Trump Larang Maskapai Cina ke AS Mulai 16 Juni, Begini Kronologinya

Laporan South China Morning Post, Regulator Penerbangan Sipil Cina (CAAC) memimpin grounded Boeing 737 MAX dan dengan cepat diikuti oleh banyak negara, mulai dari Ethiopia, Indonesia, Mongolia, Maroko, Singapura, flag carrier negara-negara Amerika Latin, dan Korea Selatan; termasuk Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).

Padahal, saat CAAC mulai melarang 737 MAX beredar di langit Negeri Tirai Bambu, FAA, yang keputusannya selalu ditunggu dan mempengaruhi regulator penerbangan sipil di banyak negara, belum memutuskan apapun dan sebaliknya, malah mendukung kelaikan pesawat tersebut.

10 Tombol Terpenting di Kokpit, Nomor 9 Paling Simpel dan Terkait dengan Penumpang

Pesawat bisa dibilang salah satu moda transportasi paling canggih di dunia. Mengoperasikannya pun tentu tidak mudah. Pilot setidaknya dihadapi dengan ratusan atau mungkin ribuan tombol atau panel di kokpit yang seluruhnya penting.

Baca juga: (Video) Pilot Buka Jendela Kokpit Saat Pesawat di Udara! Seketika, Ini yang Terjadi

Tetapi, dari ratusan atau ribuan tombol di kokpit, jika dirinci lebih dalam, memang tak semua tombol tergolong penting. Bisa dibilang, hanya ada 10 tombol terpenting di kokpit. Apa itu? Dilansir The Points Guy, berikut daftar 10 tombol paling penting di kokpit.

1. Autopilot disconnect

Fitur autopilot diakui atau tidak sangat membantu pilot saat menerbangkan pesawat. Ketika lepas landas dan mendarat, pilot mengambil kendali penuh pesawat. Saat cruising di udara, pilot menyerahkan tugasnya ke fitur ini.

Tetapi, jika terjadi sesuatu, pilot harus cepat mengambil kendali penuh pesawat. Sebelum itu, pilot harus menekan tombol autopilot disconnect. Tanpa menekan tombol itu, pesawat tidak bisa berada di bawah kendali penuh pilot.

2. Passenger oxygen

Tombol passenger oxygen atau oksigen penumpang memang jarang ditekan. Tetapi, keberadannya sangat penting, terutama saat emergency di ketinggian 43 ribu kaki. Saat kabin kehilangan tekanan atau kegagalan tekanan kabin (dekompresi eksplosif), otomatis masker oksigen akan turun dari atas kursi penumpang.

Tetapi, itu saja tidak cukup. Pilot wajib menekan tombol oksigen penumpang berjaga-jaga andai masker oksigen tidak turun.

3. Tuas persneling

Tombol atau tuas ini sangat penting untuk pendaratan dan lepas landas.

4. Evacuation command

Perintah evakuasi saat terjadi keadaan darurat sangat penting untuk mengingatkan ke seluruh kru dan penumpang agar segera melakukan prosedur keselamatan, sesuai porsinya masing-masing.

5. Push-to-talk switch

Tombol atau sakelar ini berfungsi seperti me-mute suara di kokpit. Saat mendekati bandara, apalagi bandara tersibuk, ATC tidak hanya berkomunikasi dengan satu pesawat, tetapi banyak pesawat secara bersamaan. Jadi, kondisinya bisa jadi kacau. Karenanya, agar komunikasi terjalin baik, tombol ini ditekan dan ditahan agar suara kru kokpit bisa didengar ATC.

6. Tombol TOGA

TOGA atau Takeoff / Go-Around berfungsi untuk mengaktifkan autothrottle saat lepas landas, membantu mesin akan bekerja lebih efisien.

7. Altitude selector

Sesuai namanya, tombol ini menuntun pesawat untuk terbang di ketinggian yang diinginkan pilot. Ini digunakan baik saat terbang dalam autopilot maupun manual.

8. Engine fire handle

Tombol ini bisa dibilang jadi salah satu yang paling tidak ingin ditarik. Engine fire handle berfungsi untuk mengisolasi mesin saat terjadi kebakaran pada mesin.

Baca juga: Kenapa Kokpit Pesawat Gelap? Ini Penjelasannya

9. Seatbelt signs

Saat terjadi keadaan darurat, pilot terbatas untuk bisa berkomunikasi langsung dengan kru maupun penumpang. Karenanya, tanda sabuk pengaman sangat penting. Itu tidak hanya dalam keadaan darurat, tetapi juga saat lepas landas dan mendarat.

10. Autopilot

Ini adalah kebalikan dari nomor satu dan jadi salah satu tombol yang paling masyhur. Tombol autopilot berfungsi agar pesawat terbang secara otomatis. Tombol ini biasanya difungsikan saat pesawat cruising di udara.

Seoul Kembali Fokus Pada Proyek Kereta Api Pyongyang

Setelah kedua Korea memulihkan jalur komunikasi utama pada hari Selasa, Seoul mengisyaratkan kesediaannya untuk melanjutkan proyek bersama yang terhenti seperti jalan penghubung dan kereta api. Park Soo-hyun, sekretaris senior Gedung Biru untuk komunikasi publik, mengatakan, Arah kebijakan AS terhadap Korea Utara telah didasarkan pada KTT Singapura 2018.

Baca juga: Setelah 18 Hari Inspeksi, Kereta Korea Selatan Kembali dari Korea Utara

Saat Park ditanya tentang dimulai kembalinya proyek bersama antar Korea 19 September 2018, dia menjawab, “Saya kira berbagai usulan diharapkan bisa dibahas ke depan”.

Perjanjian Singapura ditandatangani antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan puncak pertama mereka pada 12 Juni 2018. Presiden Moon Jae-in dan Kim dalam Deklarasi Panmunjom April 2018 dan Deklarasi Pyongyang September 2018 sepakat untuk bergerak sepanjang menghubungkan kembali jalan dan kereta api di antara proyek-proyek kerjasama antar-Korea lainnya.

Park juga menyatakan harapan untuk pertemuan puncak lain antara Moon dan Kim sebelum akhir masa jabatan lima tahun Moon Mei mendatang.

“Memulihkan jalur komunikasi antar-Korea adalah langkah pertama, dan kami sekarang berdiri di garis awal. KTT antar-Korea adalah batu loncatan lain, dan tujuan utamanya adalah untuk mencapai proses perdamaian di Semenanjung Korea,” kata Park yang dikutip KabarPenumpang.com dari koreajoongangdaily.joins.com (28/7/2021).

Pyongyang pada Juni 2020 secara sepihak memutus semua jalur komunikasi antar-Korea sebagai protes atas apa yang diklaim sebagai kegagalan Seoul untuk mencegah para aktivis mengirim selebaran propaganda melintasi perbatasan. Para pemimpin kedua negara telah bertukar surat sejak April dan menyepakati perlunya memulihkan komunikasi yang terputus seperti itu.

Kim Jong-un dilaporkan menunjukkan minat untuk memodernisasi perkeretaapian negaranya dan membuat pertanyaan terperinci tentang sistem kereta api berkecepatan tinggi KTX Selatan setelah pejabat Korea Utara mengunjungi Korea Selatan untuk Olimpiade Musim Dingin PyeongChang pada Februari 2018. Kedua Korea mengadakan upacara peletakan batu pertama simbolis untuk memodernisasi dan menghubungkan kembali jalan dan kereta api lintas batas pada Desember 2018 sebagaimana disepakati dalam pertemuan puncak para pemimpin.

Namun, proyek itu menjadi limbo karena North-U.S dan negosiasi terhenti pada 2019. Pejabat Seoul telah mengindikasikan bahwa proyek jalan dan kereta api bersama dapat menjadi titik awal kerja sama ekonomi bagi kedua Korea, dan pemerintahan Moon telah mencari cara untuk melanjutkannya.

Lee Soo-hyuck, duta besar Korea Selatan untuk Amerika Serikat pada Januari 2020 menyebut proyek kereta api antar-Korea “yang paling perlu di dorong,” mengingat fakta bahwa itu adalah yang paling layak. Dia mengatakan ini akan memakan waktu paling lama, dari semua proyek bersama yang diusulkan oleh pemerintah Bulan.

Namun, proyek kerja sama ekonomi perlu menemukan jalan keluar dari sanksi PBB dan AS yang rumit, dan Selatan harus meminta pengecualian dari sanksi Dewan Keamanan PBB untuk membawa peralatan dan pasokan ke Utara. Departemen Luar Negeri AS menyambut baik pemulihan jalur komunikasi antar-Korea, menyebutnya sebagai “langkah positif.”

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Beri Lampu Hijau untuk Survei Lapangan Jalur Kereta Korea Utara dan Korea Selatan

“Saya akan mengatakan bahwa AS mendukung dialog dan keterlibatan antar-Korea, dan tentu saja menyambut baik pengumuman pemulihan jalur komunikasi antar-Korea hari ini, dan kami tentu percaya bahwa ini adalah langkah positif,” ujar Jalina Porter, wakil juru bicara departemen Luar Negeri AS.