Hebat, Remaja 17 Tahun di India Temukan ‘Bug’ di Situs Pemesanan Tiket Kereta

Masalah bug dan kerentanan sebuah situs web acap kali terjadi. Bahkan hal ini bisa berakibat pada kebocoran data penting. Dan insiden seperti ini belum lama telah terjadi di Indian Railway Catering and Tourism Corporation (IRCTC).

Baca juga: Lagi! Penumpang Lakukan Travel Hack Guna Pangkas Bobot Bagasi

Yang mana IRCTC mengalami Kerentanan Insecure Object Direct References (IDOR) yang kritis di situs web mereka. Bahkan kerentanan ini memungkinkan seseorang untuk mengakses detail perjalanan penumpang lain.

Akibat hal tersebut, membuat seorang siswa sekolah membantu IRCTC memperbaiki bug pada platform tiket online yang bisa mengungkap informasi jutaan penumpang itu. Dilansir KabarPenumpang.com dari thehindu.com (21/9/2021), siswa itu bernama P. Renganathan yang adalah seorang murid dari sekolah swasta di Tambaram di Chennai, India.

Menurutnya, saat dia memesan tiket kereta api dengan masuk ke portal milik IRCTC beberapa waktu lalu, dia menemukan sebuah kerentanan tertentu yang dapat membahayakan fitur kemanan. Renganathan menyebutkan, penumpang lain bisa mengakses nama, jenis kelamin, usia, nomor PNR, detail kereta, stasiun keberangkatan dan tanggal perjalanan.

“Karena kode back-end-nya sama, peretas bisa memesan makanan, mengubah stasiun keberangkatan, dan bahkan membatalkan tiket tanpa sepengetahuan penumpang yang bonafid. Layanan lain seperti pariwisata domestik atau internasional, tiket bus dan pemesanan hotel akan dimungkinkan di profil pengguna penumpang lain. Yang terpenting, ada risiko kebocoran database jutaan penumpang yang sangat besar,” kata Renganathan.

Untungnya masalah tersebut bisa diselesaikan pada 30 Agustus lalu. Untuk diketahui, adanya masalah ini Renganathan langsung melaporkan kerentanan ke CERT, India. Lalu, lima hari kemudian, bug tersebut diperbaiki dan diakui oleh IRCTC.

Baca juga: Sistem Tiket di-Hack, Metro di San Francisco Terpaksa Gratiskan Perjalanan

Karena bantuanya itu, remaja 17 tahun tersebut telah mendapat pengakuan dari banyak pihak seperti LinkedIn, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nike dan Lenovo antara lain untuk melaporkan kerentanan keamanan pada aplikasi web mereka. Insiden ini kemudian membuat Renganathan ingin mengejar karir di bidang Ilmu Komputer, sambil melanjutkan penelitian independen tentang keamanan aplikasi web.






















“Pasumai,” Lokomotif Ramah Lingkungan dengan Pilihan Tenaga Listrik Pantograf atau Baterai

Berbagai moda transportasi dunia saat ini mulai merambah menjadi ramah lingkungan untuk membantu mengurangi emisi karbon. Hal yang terbaru adalah India di mana kini mulai merubah lokomotif mereka menjadi ramah lingkungan dengan menggunakan baterai ke armadanya dan lebih hemat biaya serta menamainya sebagai “Pasumai.”

Baca juga: Indian Railways Berdayakan Panel Surya Sebagai ‘Supplier’ Kelistrikan di Rangkaian Kereta

Hal ini terlihat karena gudang lokomotif listrik di Arakkonam, Tamil Nadu telah mengubah lokomotif listrik 23061 atau WAG5HA menjadi lokomotif shunting mode ganda yang dioperasikan dengan baterai dan AC agar bisa beroperasi di bagian listrik atau berkabel (pantograf) maupun non listrik atau tanpa kabel. KabarPenumpang.com melansir laman financialexpress.com (12/10/2020), menurut kementerian kereta api, pada bagian kabel, lokomotif dapat bekerja dengan dua mode tersebut.

Sedangkan pada bagian tidak berkabel, lokomotif akan beroperasi dengan mode baterai. Indian Railways mengatakan beberapa fitur lokomotif ini antara lain adalah dua set baterai 110V, 1100 AH, baterai VRLA, kompresor DC 1000LPM, 110V DC dalam mode baterai, kontrol kecepatan tiga langkah. Saat menggunakan baterai, lokomotif dapat beroperasi selama empat jam, terhitung bila kapasitas baterai penuh.

Beberapa keunggulan utama lokomotif ramah lingkungan adalah investasi rendah untuk konversi ke lokomotif shunting mode ganda, emisi gas rumah kaca yang sangat rendah, biaya konsumsi energi yang rendah serta polusi udara dapat diteban. Dari rincian yang dibagikan oleh kementerian perkeretaapian India, lokomotif ini menawarkan berbagai manfaat, termasuk dapat menarik 24 gerbong penumpang.

Baca juga: Bukan Nama Jet Tempur, Inilah Lokomotif Tejas yang Layani Kereta Ekspres dengan Kecepatan 160 Km Per Jam

Lokomotif ini juga dapat digunakan dalam situasi darurat seperti kecelakaan untuk mencapai titik kerusakan,  bahkan ketika pasokan peralatan overheat atau OHE tidak tesedia. Bulan lalu, pekerja lokomotif Chittaranjan memproduksi sebanyak 40 lokomotif listrik. Pada tahun 2020-21, pabrik pembuatan lokomotif KA India ini telah memproduksi 135 lokomotif hanya dalam kurun waktu 119 hari kerja.






















India Komersialkan Lokomotif Listrik Terkuat, Punya Tenaga 12.000 Tenaga Kuda

India mulai membuat proyek pembuatan lokomotif paling kuatnya pada tahun 2018 lalu dan prototipe pertamanya diluncurkan bulan Maret di tahun yang sama. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pergerakan komersial lokomotif listrik dengan kekuatan 12.000 hp (horse power) atau yang menjadi paling kuat di India akhirnya diluncurkan pada 18 Mei 2020 di Stasiun Pt Deen Dayal Upadhyaya Junction di bawah East Central Railway (ECR).

Baca juga: Indian Railway Mulai Uji Lokomotif Bertenaga Baterai Lithium Ion untuk Shunting

Lokomotif listrik ini dibuat di Madhepura yang berbasis di Bihar. Dengan operasional lokomotif yang kuat ini, India kini telah menjadi negara keenam di dunia yang bergabung dengan klub elit negara-negara penghasil lokomotif berkekuatan tinggi. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newindianexpress.com (20/5/2020), dari pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh ECR, lokomotif tersebut dinamai WAG12 dengan nomor 60027.

Lokomotif ini mulai menarik barang dengan komposisi 118 gerbong dari Pt Deendayal Upadhyaya ke persimpangan Bardhawan di Bengal Barat melalui Dehari di rute kereta sone.

“Ini adalah untuk pertama kalinya di dunia bahwa lokomotif listrik bertenaga besar telah dioperasionalkan di jalur kereta api yang cukup panjang. Lokomotif ini diproduksu di Pabrik Lokomotif Madhepura, yang tersebar di 250 hektar tanah di Bihar dengan kapasitas produksi 120 unit lokomotif per tahun,” kata kepala juru bicara ECR, Rajesh Kumar yang rincian pernyataan kereta api.

Pabrik lokomotif Madhepura sendiri dibangun dengan teknologi terbaru untuk menjadikannya game-changer di masa depan dan dalam kelancaran kereta barang. Lokomotif telah dilengkapi dengan sistem komunikasi frekuensi tinggi dan GPS untuk mendapatkan lokasi dari menit ke menit.

Merinci tentang fitur teknis yang menonjol dari pabrik, Kumar mengatakan bahwa Pabrik Lokomotif Madhepura memiliki semua kapasitas produksi 800 lokomotif listrik 12.000 HP dalam 11 tahun ke depan.

Kumar menjelaskan bahwa sekitar 10 ribu tenaga kerja (langsung dan tidak langsung) akan terlibat dalam proyek lokomotif ini. Tak hanya itu, sebuah pusat keterampilan di bawah inisiatif Corporate Social Responsibility juga sedang didirikan di Madhepura untuk memberikan pelatihan teknis kepada penduduk setempat.

Baca juga: Lokomotif Diesel GE WDFG-6G Menjadi yang Terkuat di Jaringan Kereta Api India

Proyek pembuatan lokomotif paling kuat dimulai pada 2018 dan lokomotif prototipe pertama diluncurkan pada Maret 2018. Ini adalah lokomotif pertama yang dibuat untuk Kereta Api India di bawah program “Make in India.”






















“Bon Bon,” Mengenal Legenda Lokomotif Listrik Pertama di Indonesia

Lokomotif Bon Bon atau Djokotop merupakan lokomotif listrik Electrische Staats Spoorwegen (ESS) 3200 yang dulunya melayani jalur Batavia (Jakarta) – Buitenzorg (Bogor). Lokomotif ini dibuat oleh Werkspoor Belanda tahun 1926 dan mulai beroperasi semenjak masa kolonial hingga tahun 1970-an.

Baca juga: KA Kuda Putih, Menapaki Jejak Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia

Awalnya lokomotif listrik pertama di Indonesia ini melayani rute Tanjung Priok – Meester Cornelis (Jatinegara), namun belakangan juga menjalani rute Depok menuju Buitenzorg (Bogor) setelah elektrifikasi lintasan ini selesai pada tahun 1930.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, sayangnya sejak kereta rel listrik (KRL) buatan Jepang masuk tahun 1976, lokomotif-lokomotif listrik tak lagi digunakan alias dijadikan besi tua yang mengonggok tak terpakai apalagi seri ESS 3200 yang ditinggalkan begitu saja. Untungnya, satu dari enam seri ESS 3200 ini ada satu yang berhasil diselamatkan oleh Balai Yasa Manggarai yakni ESS 3201 meski dalam kondisi tak terawat.

Untungnya atas inisiatif organisasi pecinta kereta api Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), kemudian lokomotif listrik ESS 3201 dilakukan pelestarian oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan selesai 29 Juli 2007 lalu. Dua tahun kemudian tepatnya 2009, lokomotif ESS 3201 sempat dipinjamkan ke Stasiun Tanjung Priok untuk mendukung kembali resminya stasiun Tanjung Priok oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Wikipedia

Bon Bon yang selama ini di berada dalam Balai Yasa manggarai, kemudian ditanamkan mesin dan pantograf dari KRL Rheostatik agar bisa kembali berjalan. Lokomotif ini juga sempat diuji coba kembali 18 Juni 2013 ke stasiun Depok dengan dua kereta dinas. Lokomotif ini dengan dua kereta Djoko Kendil yang menggandeng, rencananya akan dijadikan kereta wisata.

Baca juga: Java Nacht Express, Layani Jakarta – Surabaya, Inilah Kereta Mewah Pertama di Indonesia

Namun, lokomotif ini sangat jarang dikeluarkan dari Balai Yasa Manggarai karena memiliki masalah pada girboks yang sudah tua dan tak bisa diganti dengan yang baru akibat regulasi Barang Cagar Budaya. Lantas pada tahun 2016 kemarin, lokomotif listrik pertama di Indonesia ini kembali beroperasi di jalur kereta. Lokomotif Bon Bon beroperasi dalam rangka perayaan hari ulang tahun (HUT) KAI ke-71.

Lokomotif Si Bon-Bon berangkat dari Balai Yasa Manggarai pada malam sebelumnya menuju stasiun Tanjung Priok. Selanjutnya, saat sudah memasuki jam acara Karnaval De Stasiun Tanjung Priok, lokomotif ESS 3201 sambil membawa dua kereta Djoko Kendil berjalan dari stasiun Tanjung Priok menuju stasiun Ancol. Kemudian rangkaian tersebut kembali berjalan mundur ke Stasiun Tanjung Priok. Dari spesifikasi, Bon Bon mengacu pada lebar rel 1.067 mm, dan dapat melaju dengan kecepatan maksimum 120 km per jam.






















Tiga Pesawat Sipil di Islamabad Pakistan Kena ‘Serangan’ Laser

Tiga pesawat sipil di Islamabad, Pakistan, dilaporkan terkena ‘serangan’ laser hijau dari oknum tak bertanggung jawab jelang mendarat. Meski tak sampai berakhir fatal, insiden ini tetap saja berbahaya, terlebih di momen critical eleven yang rentan kecelakaan.

Baca juga: Kena ‘Serangan’ Laser, Pesawat Boeing 787 Virgin Atlantic Mendarat Darurat

Critical eleven pesawat atau tiga menit pertama dan delapan menit terakhir penerbangan atau biasa juga disebut Plus Three Minus Eight sendiri adalah istilah dalam penerbangan tentang besarnya risiko kecelakaan di awal dan akhir penerbangan. Penyebabnya, ada faktor teksis dan non teknis. Adapun ‘serangan’ laser termasuk salah satu penyebab risiko non teknis.

Dilansir arynews.tv, tiga pesawat tersebut dua di antaranya milik maskapai domestik dengan nomor registrasi PK-682 dan PF-125 dan satu lainnya datang dari maskapai Dubai yang teregisrasi sebagai ER-702.

Saat 30 km jelang mendarat di bandara tujuan, pilot di ketiga pesawat itu melaporkan ke menara ATC bahwa telah terjadi ‘serangan’ laser berwarna hijau saat berada di daerah Fateh Jang. Meski konsentrasinya sempat dibuat pecah, pilot mampu mengkontrol diri dan melanjutkan penerbangan sampai pesawat berhasil mendarat dengan selamat.

Atas insiden ‘serangan’ laser ini, Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan (CAA) sudah membentuk tim bersama Kementerian Dalam Negeri agar ini tidak terus berulang. Sebab, ‘serangan’ laser bak sebuah fenomena tersendiri. Bukan hanya terjadi beberapa kali, tetapi, juga terjadi di berbagai wilayah dan meliputi wilayah di sekitar bandara internasional maupun nasional.

Di bulan Juni lalu saja, sudah dua insiden ‘serangan’ laser ke dua pesawat yang sedang menuju Bandara Internasional Peshawar dan Bandara Internasional Bacha Khan.

‘Serangan’ laser di dunia dirgantara pernah terjadi di hampir seluruh negara. Pada Maret lalu, Pesawat Boeing 787 Dreamliner Virgin Atlantic dilaporkan mendarat darurat gegara terkena ‘serangan’ laser.

Sekalipun tak sampai mengalami cedera serius karena ‘serangan’ tersebut, pilot tetap tak memberanikan diri untuk melanjutkan penerbangan walaupun telah mengudara selama satu jam 15 menit.

Laporan The Aviation Herald, dalam penerbangan VS453 dari London Heathrow ke Tel Aviv, Israel, pesawat lepas landas dengan mulus tanpa gangguan apapun pada pukul 21.30 waktu setempat.

Baca juga: Ilmuwan AS Temukan Teknologi Penangkal Teror Sinar Laser pada Kaca Kokpit

Selama di udara, penerbangan juga relatif aman dan tanpa gangguan. Setelah satu jam 15 menit mengudara, tepatnya saat berada di langit Kota Paris, Perancis, tiba-tiba kokpit mendapat serangan laser berwarna hijau.

Setelah koordinasi dengan ATC setempat dan mengaku adrenalinnya meningkat atau bisa dibilang deg-degan, suatu keadaan yang tak cukup bagus secara psikologis untuk menerbangkan pesawat, pilot akhirnya diizinkan untuk kembali ke London dan mendarat dengan selamat di Bandara Heathrow pada pukul 22.45.

Teknologi Terbaru NASA Sanggup Kurangi Emisi Karbon-Menghemat Bahan Bakar Pesawat

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sudah empat tahun belakangan ini menguji coba teknologi terbarunya, ATD2.

Baca juga: Pesawat Airbus Sumbang 600 Juta Ton Emisi CO2, Boeing Hanya 158 Juta Ton Emisi CO2

Bersama Adminstrasi Penerbangan Federal AS (FAA), National Air Traffic Controllers Association (NATCA), dan dua maskapai AS, American Airlines dan Southwest Airlines, teknologi yang diklaim mampu mengurangi emisi karbon dioksida sekaligus menghemat bahan bakar ini diuji coba di Bandara Internasional Charlotte Douglas dan Bandara Internasional Dallas Fort Worth, AS.

Beberapa tahun lalu, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pernah memprediksi bahwa jumlah penumpang yang bepergian melalui udara akan mencapai 8,2 miliar pada tahun 2037.

Sebelum Covid-19 mewabah, 40,3 juta penerbangan dijadwalkan lepas landas di seluruh dunia pada tahun 2020, meskipun pada akhirnya harus turun menjadi sekitar 23,1 juta dan diperkirakan akan tetap rendah di 2021.

Saat ini, perjalanan udara disinyalir menyumbang antara 2-3 persen dari emisi karbon dunia, tetapi persentase untuk itu setara dengan 4,5 miliar perjalanan penumpang, pergerakan 64 juta metrik ton kargo dan sepertiga dari perdagangan global dunia. Di samping itu, penerbangan juga menopang 65 juta pekerjaan.

Meski hanya 2-3 persen dari emisi karbon dunia, namun, industri dirgantara global sudah bersiap untuk menuju netral karbon atau bebas emisi karbon pada 2035 untuk Eropa dan 2050 untuk benua lainnya.

Guna memuluskan target netral karbon di dunia penerbangan, sejumlah instansi, lembaga, dan lainnya, berkolaborasi mengembangkan teknologi terbaru. Salah satunya ATD2 by NASA dan FAA.

Filosofi teknologi terbaru ATD2 NASA ini dalam mengurangi emisi karbon dan menghemat bahan bakar bisa dibilang cukup sederhana.

Semakin lama pesawat tertahan jelang lepas landas dan mendarat, semakin banyak kebutuhan bahan bakar dan emisi karbon yang dihasilkan. Demikian juga sebaliknya. Itulah yang jadi fokus utama pada teknologi ATD2 NASA.

Teknologi terbaru ATD2 NASA secara teknis akan merampingkan beberapa sistem air traffic control (ATC) menjadi satu.

Terbukti, hasil uji coba selama empat tahun belakangan ini di dua bandara di AS (Bandara Charlotte Douglas dan Bandara Dallas Fort Worth), ATD2 NASA sukses membantu pesawat mendarat dan lepas landas 15 menit lebih cepat dari sebelumnya.

Baca juga: Teknologi Aircraft Towing System Janjikan Penghematan Bahan Bakar dan Tekan Emisi C02!

Sejalan dengan efektivitas tersebut, tim peneliti mencatat penghematan lebih dari 275.000 galon bahan bakar per tahun atau sama dengan mengurangi emisi karbon dioksida sampai delapan ton per hari.

Bila tak ada aral melintang, teknologi ATD2 NASA ini akan diaplikasikan di 89 bandara nasional pada tahun 2022 mendatang, begitu laporan media lokal Charlotte, wcnc.com.

Garuda Indonesia Raih 11 Gelar di Skytrax World Airline Awards 2021, Apa Saja?

Meski bisnis penerbangannya masih terseok-seok, Garuda Indonesia berhasil meraih penghargaan prestisius, Skytrax World Airline Awards 2021. Tak tanggung-tanggung, flag carrier Indonesia ini berhasil masuk dalam jajaran maskapai global terbaik di tujuh kategori unggulan.

Baca juga: Lengserkan Changi, Bandara Hamad Jadi Nomor Satu Versi Skytrax

Tujuh itu mulai dari Top 15 World’s Best Airline, Top 4 World’s Best Airline Cabin Crew, Top 5 World’s Best Airport Service, Top 20 World’s Best First Class Airlines, Top 20 World’s Best Business Class Airlines, Top 10 World’s Best Economy Class Airlines, sampai Top 6 Best Airline Staff in Asia.

Di era pandemi Covid-19, Garuda Indonesia juga berhasil meraih penghargaan khusus yang hanya diberikan kepada 41 maskapai di seluruh dunia; 2021 Covid-19 Airline Excellence Awards.

Ini tentu sangat prestisius, mengingat di dunia ada sekitar 5.000-5.500 maskapai dan Garuda Indonesia masuk dalam 41 di antaranya terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di pesawat dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Tak sampai di situ, Garuda Indonesia juga melengkapi penghargaan internasionalnya dengan menyabet tiga gelar domestik; Best Airline in Indonesia, Best Cabin Crew in Indonesia, dan Best Airline Staff in Indonesia.

Atas capaian ini, Direktur Utama, Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, mengungkapkan, “Capaian ini memiliki arti tersendiri atas manifestasi Garuda Indonesia untuk selalu menghadirkan layanan penerbangan terbaik di masa yang penuh dengan tantangan dengan menjadikan keamanan dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama kami.”

“Penghargaan ini turut merepresentasikan komitmen berkelanjutan kami dalam menjalankan fundamen penting sebagai national flag carrier untuk secara konsisten menghadirkan aksesibilitas layanan penerbangan dengan kualitas terbaik bagi seluruh pengguna jasa ditengah situasi yang tidak mudah dalam menghadapi tantangan kinerja usaha saat ini,” tambahnya.

“Momentum ini juga menambah optimisme kami untuk terus bergerak adaptif dan berinovasi dalam memastikan komitmen bisnis berkelanjutan berjalan selaras dengan visi kami dalam menjawab kebutuhan masyarakat atas layanan penerbangan yang aman dan nyaman, sejalan dengan filosofi layanan kami untuk selalu berupaya mengerti kebutuhan pengguna jasa, #BecauseYouMatter dengan menghadirkan pengalaman penerbangan terbaik bagi mereka,” jelas Irfan.

Dalam laman resmi Skytrax, penilaian tim panelis dalam Skytrax World Airline Awards 2021 berdasarkan data-data yang ada, bukan pesanan, sebagaimana dugaan banyak kalangan.

Disebutkan, awarding tahun ini didasari atas survei yang telah dilakukan sejak Agustus 2020 sampai Juli 2021, di lebih dari 100 negara, 500 bandara, menggunakan biaya sendiri alias tanpa sponsor, semata untuk menjaga netralitas penilaian.

Baca juga: Garuda Indonesia Mulai Uji Coba Penerapan IATA Travel Pass

Setidaknya, ada 39 topik dalam survei yang dilakukan daring dan luring tersebut, mulai dari keselamatan, kenyamanan, keamanan, layanan, sampai inovasi.

Sedangkan untuk “2021 Covid-19 Excellence Awards”, Skytrax menyebut ada 10 topik yang disurvei, mulai dari Covid-19 information signage sampai washroom cleanliness.

Hadirkan Kartu dan Aplikasi Integrasi Transportasi, JakLingko Punya Banyak Paket Tarif Hemat

Integrasi transportasi Jabodetabek akan mulai menggunakan kartu dan aplikasi dari JakLingko. Hal ini karena sudah selesai dalam uji coba terbatas dari Monas menuju ke Pegangsaan 2. Direktur utama PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin mengatakan, setelah uji coba kemarin akan ada perluasan gate di semua koridor baik di stasiun maupun halte.

Baca juga: Integrasi Transportasi di Jakarta Mulai Berjalan, Nantinya Semua Konektivitas Tiket Bakal Sempurna

Yang mana saat ini hanya ada satu sampai tiga gate baik di stasiun maupun di halte. Dia juga menargetkan bahwa tahun ini semua gate di stasiun maupun halte harus sudah dilengkapi dengan pembaca kartu maupun aplikasi dari JakLingko. Kamal menjelaskan, meski sudah selesai uji coba, aplikasi JakLingko belum ada di iOS maupun Andorid.

Hal ini karena masih dilakukan evaluasi penggunaan dan penambahan gate. Selain di stasiun dan halte, Kamal menambahkan, bahwa penggunaan aplikasi dan kartu JakLingko kedepannya juga akan diperluas hingga ke MikroTrans dan bus TJ non BRT.

“Bila ini berjalan sempurna, kita akan ajak media uji coba kartu dan aplikasi yang dipublikasikan,” ujar Kamal di forum jurnalis bersama MRT Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Dia juga mengatakan, tarif untuk penumpang, kedepannya pun akan dibagi harian, mingguan hingga bulanan sehingga lebih hemat untuk pengguna. Meski begitu, Kamal menyampaikan bahwa hal ini masih dibahas oleh tim tarif Pemprov DKI.

“Untuk tarif hemat ini, misalnya perjalanan melalui MRTJ, KRL, LRTJ dan KRL akan lebih hemat dari tarif masing-masing yang dijumlahkan. Tarif integrasi juga akan lebih hemat berdasarkan jarak dan ada perhitungan tarif maksimal bila durasi perjalanan lebih dari berapa jam,” ungkapnya.

Kamal juga mengaku, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan tim tarif untuk difinalkan secepatnya. Selain itu hal unik lainnya ternyata dihadirkan JakLingko, yang mana akan mengadirkan account based ticketing. Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan, account based ticketing ini merupakan tiket basisnya dari akun masing-masing orang.

“Di dalam aplikasi akan ketahuan nih identitas orang seperti apa. Dia pensiunan, veteran 60 tahun ke atas. Kalau DKI diberi kebijakan tertentu untuk masyarakat yang berumur 60 tahun ke atas. Ini misal ya,” jelas William.

Maka, sistem tiket akan menyaring dan memberikan harga khusus yang akan diterapkan di kartu atau aplikasi pengguna. Untuk anak sekolah pun juga akan diberi harga khusus. Bahkan bagi penyandang disabilitas juga akan ada harga khusus.

Sehingga tiket individu nantinya jika pemerintah memberikan subsidi ini akan lebih tepat sasaran dalam pengelolaan transportasi dan subsidi sehingga lebih baik.

“Selama ini subsidi atau PSO baik KAI, TJ, MRTJ itu gelondongan sifatnya. Kita hanya hitung berapa yang naik TJ, MRTJ dan kita nggak tahu siapa-siapa mereka. Tapi yang jelas di fase 3 dari JakLingko, kita akan tahu,” ujar William.

Baca juga: Menhub Targetkan Integrasi Transportasi Massal di Jakarta Pada 2023 – 2024

Kamal menambahkan, untuk keamanan data identitas pengguna akan disesuaikan dengan standar ISO sehingga keamanan datanya terjaga. Bahkan pihaknya melakukan testing dan seleksi mitra strategis ada kombinasi antar mitra lokal dan mancanegara sehingga keamanannya cukup tinggi dan memastikan standar kemanan yang digunakan sama dengan kota dunia lainnya.

Sempat Alami Gangguan Kelistrikan, MRT Jakarta Lakukan Penguatan pada Jointing

Belum lama ini kereta MRT Jakarta mengalami gangguan kelistrikan dan membuat kereta harus berhenti dan penumpang di dalamnya dievakuasi. Untuk itu, pihak MRT Jakarta langsung melakukan perbaikan jointing. Di mana mereka melakukan penguatan di delapan jointing atau sambungan kabel.

Baca juga: Integrasi Transportasi di Jakarta Mulai Berjalan, Nantinya Semua Konektivitas Tiket Bakal Sempurna

Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, setelah itu pihaknya juga melakukan pemeriksaan kabel secara menyeluruh bersama dengan PLN. Dia menyebutkan pemeriksaan visual juga dilakukan pada 20 lokasi jointing kabel 20 kV.

“Kita lakukan berbagai penyempurnaan sistem kelistrikan agar lebih handal. Penyempurnaan pengoperasian kereta untuk meminimalisir evakuasi penumpang di jalur dan meningkatkan keamanan dan keselamatan penumpang,” ujar William dalam forum jurnalis, Kamis (30/9/2021).

Ia menyebutkan, jaminan keselamatan dan kemanan ini bahkan diposting salah seorang penumpang hamil di laman media sosial. Dalam postingan itu, penumpang menunjukkan kesigapan petugas keamanan di lapangan melakukan evakuasi saat terjadi gangguan kelistrikan.

“Ada beberapa penumpang hamil dan disabilitas dan 305 orang di evakuasi dengan baik,” tambah William.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan terkait jaringan listrik yang ada di MRT Jakarta. Salah satunya adalah, bagaimana cara MRT Jakarta mengelola pemeliharaan kelistrikan di stasiun?

Atas hal ini, William menjelaskan bahwa pihaknya melakukan perawatan rutin setiap malam. Dia bahkan menjelaskan, mati listrik yang terjadi saat itu pun adalah insiden yang diluar perhitungan para staf. Di mana ditemukan ada kerusakan satu titik jointing kabel yang seharusnya belum mengalami kerusakan.

William menambahkan, karena itu pihak MRT melakukan pengecekan penyebab masalah tersebut.

“Kita cek, apa aspek pemeliharaan atau ada unsur karena pemeliharaan itu kurang berkala atau unsur lainnya. Kita sedang melakukan investigasi yang melibatkan tenaga ahli kompeten dan pihak eksternal KNKT, Kemenhub, Pemprov DKI, JICA. Dan diharapkan hasilnya keluar pada Oktober ini,” ungkap William.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya MRT Jakarta Mogok, Inilah Kronologi dan Sumber Pasokan Listrik yang Digunakan!

Lebih jelas, William mengatakan, penyelidikan tidak akan berlangsung singkat. Tetapi dia menegaskan bahwa masalah kelistrikan ini tidak akan menggangu perjalanan kereta fase 1 dan pembangunan fase 2.






















Tak Hanya Cina dan Jepang, Ini Jalur Terpanjang Kereta Berkecepatan Tinggi di Eropa

Kini semakin banyak negara yang memiliki jalur kereta api berkecepatan tinggi (High Speed Rail – HSR), bahkan enam diantaranya berada di Cina. Namun, negara lain di benua Eropa juga punya jalur kereta api berkecepatan tinggi. Diplopori oleh Perancis yang merilis TGV pada awal dekade 80-an, Benua Biru punya ‘cerita’ tersendiri  pada jalur kerete cepat.

Penasaran di mana saja kereta berkecepatan tinggi di Eropa? KabarPenumpang.com merangkum dari railway-technology.com, berikut jalur kereta berkecepatan tinggi di benua Eropa.

Baca juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa

Jalur HSR Perbatasan Madrid-Barcelona-Prancis, Spanyol
Jalur HSR Perbatasan Spanyol Madrid-Barcelona-Perancis, membentang sepanjang 804 km. Ini menjadi jalur yang dibangun dalam lima tahap dan mulai beroperasi sejak Januari 2013.

Ruas Madrid-Lleida sepanjang 442 km dibuka pada Oktober 2003, seksi Lleida-Tarragona sepanjang 78 km pada Desember 2006, seksi Tarragona-Barcelona 100 km pada Februari 2008, Perpignan-Figueres sepanjang 44,4 km pada Desember 2010, dan Barcelona dan Figueres sepanjang 150 km (Perbatasan Prancis) pada bulan Januari 2013.

Jalur ini dilintasi kereta Alta Velocidad Española (AVE), yang mencapai kecepatan 350 kpj pada 86 perse rute. Kereta ini dioperasikan oleh RENFE. Hadirnya jalur kereta ini, membuat perjalanan dari Madrid dan Barcelona hanya menghabiskan waktu 2,38 jam.

Jalur HSR Moskow-St Petersburg, Rusia
Jalur kecepatan tinggi Moskow-St Petersburg, dengan panjang sekitar 650 km. Jalur kereta api Rusia awalnya dibuka pada tahun 1851 dan ditingkatkan untuk operasi kereta api berkecepatan tinggi pada tahun 2009.

Jalur ini dioperasikan oleh Oktyabrskaya Railway, anak perusahaan dari Russian Railways, dan dilayani oleh kereta Siemens Velaro RUS (Sapsan) dan kereta listrik ER200 buatan RVR. Kehadiran jalur kereta berekcepatan tinggi ini mengurangi waktu perjalanan dari Moskow ke St Petersburg menjadi tiga setengah jam dengan kecepatan operasi 250 kpj.

Jalur ini melewati Oblast Moskow, Tver, Novgorod dan Leningrad, dan termasuk stasiun utama di Klin, Redkino, Tver, Likhoslavl, Kalashnikovo, Vyshny Volochyok, Bologoye, Okulovka, Luka, Malaya Vishera, Chudovo, Lyuban dan Tosno. Jalur paralel berkecepatan tinggi dengan panjang 660 km telah direncanakan di sepanjang rute untuk menyediakan kereta yang berjalan dengan kecepatan tertinggi 400 kpj.

Jalur Utama Pantai Barat, Inggris Raya
Jalur Utama Pantai Barat (WCML), juga dikenal sebagai Jalur Utama, di Inggris. Jalur sepanjang 645,35 km, dimiliki dan dioperasikan oleh Network Rail, membentang dari London ke Glasgow dan memberikan perbedaan utama ke Birmingham, Liverpool dan Manchester.

Baca juga: Jaringan Kereta Cepat Baru di Eropa, Wina ke Berlin Hanya Empat Jam

Jalur kereta berkecepatan tinggi ini dibuka tahun 1849, dengan program Modernisasi Rute Pantai Barat (WCRM) pada tahun 2008, memungkinkan operasi kereta berkecepatan tinggi hingga 225 km per jam. Kereta api yang dioperasikan pada jalur tersebut mencakup 53 kereta miring listrik formasi tetap Pendolino Kelas 390 yang dioperasikan oleh Virgin Trains. WCML saat ini merupakan kereta api serba guna tersibuk di Inggris. Ini digunakan oleh banyak operator dan menyumbang 43 persen dari lalu lintas barang Inggris






















;