Kisah Lockheed L-1049 Super Constellation, Pesawat Pembuka Jalan Penerbangan Nyaman

Selain Wright bersaudara, Howard Hughes juga diakui sebagai salah satu tokoh penerbangan di dunia. Lewat tangan dinginnya, pilot, pebisnis, dan juga perancang pesawat ini menghasilkan gebrakan dan karya-karya monumental, salah satunya Lockheed Super Constellation.

Baca juga: Mengenal Howard Hughes, Pilot, Pebisnis dan Perancang Pesawat yang Ubah Dunia Penerbangan

Ide untuk membuat program pesawat yang juga disebut Connie tersebut dimulai saat Hughes menjadi pemilik baru maskapai Trans World Airlines (TWA) pada tahun 1939.

Ketika itu, Hughes bertemu dengan tokoh-tokoh kunci Lockheed Corporation, seperti chief engineer Hall Hibbard, chief research engineer Kelly Johnson, dan presiden Robert Gross, dan menyampaikan ide-idenya tentang pesawat masa depan untuk kebutuhan TWA. Keempatnya sepakat untuk membuat atau mengembangkan pesawat Super Constellation.

Keputusan Hughes bisa dibilang cukup berani, mengingat ia sempat didesak oleh para pilot untuk membeli pesawat Boeing Stratoliner, pesawat dengan kabin bertekanan pertama di dunia. Tujuannya, agar TWA bisa membawa penumpang terbang lebih tinggi untuk pengalaman terbang baru yang lebih mengesankan.

Mengingat pesawat Super Constellation adalah permintaan spesial darinya, Hughes meminta agar Lockheed tidak menjual pesawat itu ke maskapai lain sampai 35 unit pesawat diterima TWA.

Benar saja, bersama pesawat ini (usai diperkenalkan pada 1943 dan dioperasikan TWA sebagai maskapai komersial pertama dua tahun berselang), TWA perlahan mulai berkembang, seperti memulai layanan internasional terjadwal pada 5 Februari 1946 hingga memulai layanan kargo transatlantik terjadwal yang pertama pada 30 Oktober 1947.

Pesawat dengan empat mesin baling-baling Wright R-3350 ini disebut menjadi pembuka sejarah bagi penerbangan penumpang nyaman.

Pesawat Boeing Stratoliner boleh saja menjadi pesawat dengan kabin bertekanan pertama di dunia, tetapi, Super Constellation terbang lebih tinggi di atas cuaca buruk -lebih dari 12.500 kaki (3.810 m), pertama di dunia- sehingga pesawat terbang 90 persen lebih mulus dan 44 penumpang jadi jauh lebih nyaman.

Pesawat juga terbang lebih cepat mencapai 563 km per jam. Dengan begitu, maskapai bisa mengoperasikan penerbangan komersial nonstop pertama dari pantai ke pantai (dari timur ke barat atau sebaliknya).

Di dekade 60-an, seperti dikutip dari Simple Flying, Lockheed membeli model prototipe XC-69 Constellation dari Hughes Tool Company, melengkapi varian L-749 yang juga dibeli dari perusahaan itu. Tetapi, mereka memanjangkannya hingga 5,5 m untuk membentuk struktur pesawat L-1049 Super Constellation. Pesawat ini berhasil terbang perdana pada 14 Juli 1951.

Pesawat L-1049 Super Constellation akhirnya memasuki tahun layanan bersama Eastern Airlines pada 17 Desember 1951.

Secara keseluruhan, 579 dari jenis itu diproduksi antara tahun 1951 dan 1958. Maskapai penerbangan komersial menerbangkan 259 pesawat sementara militer mengoperasikan 320 unit.

Baca juga: Inilah Lockheed L-1011 TriStar, Pesawat yang Tak Laku Karena Terlalu Canggih

Berkat perpanjangan kabin, varian L-1049 Super Constellation bisa memuat penumpang antara 47 hingga 106 penumpang. Selama beberapa tahun, pesawat sempat merajai pasar.

Namun sayang, setelah kemunculan Boeing 707 dan Douglas DC-8 dengan mesin jetnya, Lockheed Super Constellation, termasuk varian L-1049 Super Constellation dan lainnya, harus berakhir. L-1049 Super Constellation melakukan penerbangan terakhir bersama Eastern Airlines, maskapai pertama yang mengoperasikannya, pada tahun 1993.

Amerika Serikat Pergi dari Afghanistan, Taliban Minta Turki Operasikan Bandara Kabul

Taliban disebut meminta Turki untuk mengelola Bandara Kabul usai rombongan militer Amerika Serikat (AS) terakhir meninggalkan Afghanistan. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat lalu.

Baca juga: Penerbangan di Afghanistan Mulai Pulih, Ini Asal Kedatangan dan Negara Tujuan Utamanya

“Taliban meminta agar kami mengoperasikan Bandara Kabul. Kami belum membuat keputusan tentang masalah ini,” ujarnya seperti dilaporkan kantor berita Anadolu.

Sejak Taliban menguasai Istana Kepresidenan Afghanistan pada 15 Agustus, AS bergerak cepat mengambil alih operasi bandara yang juga disebut sebagai Bandara Hamid Karzai itu. Di tangan AS, penerbangan sipil dibekukan untuk memberikan keleluasaan proses evakuasi menggunakan pesawat militer.

Pentagon mengatakan penerbangan terakhir telah berangkat pada Senin malam sebelum berganti hari. Semua personel militer AS berada di luar Afghanistan. Penerbangan terakhir pesawat militer tersebut juga sebagai penanda berakhirnya proses evakuasi AS terhadap warga dan loyalisnya dari kelompok Taliban.

Setelah kepergian AS, praktis operasional bandara juga ikut dilepas. Mengingat Taliban tak mampu mengoperasikan bandara, Turki sebagai sekutu terdekat pun diminta untuk menjadi suksesornya.

Erdogan sendiri tidak ingin gegabah menerima tawaran Taliban. Sebab, ancaman keamanan masih akan terjadi di luar dan di dalam Bandara Kabul dalam beberapa hari ke depan, seperti serangan bom bunuh diri pada Kamis lalu

Erdogan sendiri mengutuk serangan yang diklaim oleh ISIS tersebut. Menurutnya, serangan itu menandakan bahwa keamanan di Afghanistan masih sangat krusial. Karena itu, ia masih akan fokus untuk mengevakuasi warga Turki yang tersisa.

“Serangan keji itu telah memperjelas betapa pentingnya keamanan di Afghanistan, dan bahwa prioritas negara untuk saat ini adalah evakuasi warga Turki,” jelasnya.

Selain sibuk mengevakuasi warganya, Turki saat ini juga diketahui tengah sibuk membendung migrasi warga Afghanistan ke negaranya. Secara teritorial, Turki memang terletak agak jauh dari Afghanistan. Tetapi, Turki dinilai lebih menjanjikan dibanding negara tetangga Afghanistan, seperti Pakistan, Tajikistan, India, Tibet, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Iran.

Menurut kementerian Dalam Negeri Turki, “Saat ini ada sekitar 300.000 imigran Afghanistan yang terdaftar dan tidak terdaftar di Turki.”

Baca juga: Ingin ‘Kuasai’ Bandara Kabul Afghanistan, Erdogan Minta Restu AS

Merunut ke belakang, sebetulnya, Taliban meminta Turki mengambil alih operasi Bandara Kabul bukan tanpa alasan.

Pada akhir Juli lalu, Turki pernah berencana ingin mengambil alih operasional bandara tersebut. Turki bahkan sudah meminta restu dari AS terkait itu. Ini dilakukan sebagai upaya Turki untuk menggantikan peran AS dan sekutu yang belum lama ini menarik pasukannya dari negara tersebut.

300 Taksi Listrik Berwarna Hijau Mulai Penuhi Jalanan di Singapura

Taksi listrik berwarna hijau cerah sudah mulai beroperasi 30 Agustus kemarin di Singapura. Taksi tersebut adalah MG5 dan merupakan batch pertama dari 300 listrik buatan Cina yang akan diluncurkan penuh pada akhir tahun ini.

Baca juga: Dalam Waktu Enam Menit, Baterai Mobil Listrik Terisi 90 Persen

Taksi listrik ini dioperasikan oleh SMRT Corporation Ltd dan disebut juga sebagai Strides Taxi. Dilansir KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (30/8/2021), SMRT yang merupakan milik Temasek berencana menggunakan taksi listrik sepenuhnya pada tahun 2026.

Taksi Strides diharapkan akan menjadi operator taksi dengan armada listrik terbesar saat ini. SMRT mengatakan, untuk mendorong pengemudi menggunakan taksi yang lebih ramah lingkungan tersebut, mereka bekerja sama dengan SP Group dan Shell agar memberikan diskon pengisian daya.

Tak hanya itu, pengguna awal taksi MG5 akan mendapatkan sewa gratis dan biaya tak terbatas selama 30 hari pertama. Mereka juga bisa memanfaatkan 140 pengisi daya cepat publik di 80 lokasi di seluruh pulau serta dapat menghemat sekitar $300 per bulan dalam biaya energi dibandingkan dengan mengendarai taksi konvensional.

Untuk mengisi taksi MG5 dengan kapasitas 80 persen dibutuhkan waktu selama 40 menit. Seorang pengemudi taksi Ban Kum Cheong yang adalah salah satu pengguna awal mengatakan, sewa untuk taksi listrik baru ini sebanding dengan model hibrida yang ada.

SMRT mengatakan 300 taksi listrik akan membantu mengurangi emisi karbon tahunan hingga sepuluh ton. Armada taksi yang sepenuhnya listrik akan mengurangi emisi karbon tahunan operator taksi sebesar 20 ribu ton. Menteri Senior Negara Transportasi Amy Khor, yang hadir pada acara peluncuran, mengatakan pengemudi taksi listrik mungkin harus melakukan penyesuaian dalam hal pengisian kendaraan mereka, perawatan kendaraan, serta kebiasaan mengemudi.

“Saya senang Strides Taxi telah meluncurkan paket tindakan untuk mendukung pengemudi taksi ini saat mereka melakukan transisi ini. Saya ingin mendorong operator taksi dan PHC (private-hire car) lainnya untuk juga bergabung dorongan ini untuk menjadi hijau dan lebih ramah lingkungan, dan untuk menggemparkan armada mereka,” tambah Khor.

Untuk diketahui, bulan lalu perusahaan ride-hailing Grab mulai menguji coba layanan baru yang memungkinkan penumpang memesan perjalanan hanya dengan kendaraan hibrida atau listrik. Grab sedang memperluas armada kendaraan listrik dan hibridanya di Singapura melalui lengan sewanya GrabRentals, dan bertujuan untuk memiliki armada penuh yang menggunakan energi yang lebih bersih pada tahun 2030.

Saat ini, sekitar 30 persen kendaraan sewaan pribadi di platform Grab di sini adalah kendaraan listrik atau kendaraan hibrida. Saingan GoJek juga mengatakan akan bekerja sama dengan mitra armadanya untuk memperkenalkan kendaraan energi yang lebih bersih di sini. Sekitar 30 persen armadanya adalah kendaraan hibrida atau listrik sekarang.

Baca juga: BlueSG Singapura Hadirkan Stasiun Pengisian Daya untuk Mobil Listrik Lain

Simon Ngiam mengatakan, yang telah menjadi sopir taksi selama tujuh tahun, termasuk di antara mereka yang beralih dari taksi hibrida ke taksi listrik MG5 baru. Dia mengambil kesempatan itu karena dia ingin mengendarai kendaraan listrik selama beberapa tahun setelah teman-temannya di China mengoceh tentang pengalaman itu kepadanya. Dengan empat titik pengisian daya di dekat rumahnya, pengisian daya taksi barunya menjadi nyaman, dan Ngiam mengatakan MG5 adalah pengendaraan yang jauh lebih mulus daripada taksi hibrida yang ia kendarai sebelumnya.























Lima Lounge Bandara Terbaik di Dunia, Nomor Empat Dilengkapi Simulator Mobil Balap Formula 1

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bandara dan maskapai global berlomba menyediakan lounge terbaik di dunia. Selain fasilitas umum berupa makan prasmanan, desain lampu kelap kelip mewah, dan WiFi berkecepatan tinggi, beberapa lounge terbaik di dunia juga sampai menampilkan berbagai hal yang saling membedakan satu sama lain.

Baca juga: Tiada Lagi Menu Prasmanan, Inilah Empat Perubahan di Lounge Bandara Gegara Covid-19

Penasaran? Agar lebih lengkap, dikutip dari travelandleisure.com, berikut daftar lima lounge bandara terbaik di dunia.

1. Air France La Première Lounge, Paris

Air France La Première Lounge, Paris. Foto:
Aérocontact

Lounge Air France di Bandara Charles de Gaulle, Paris, Perancis bisa dibilang menawarkan salah satu lounge paling berkesan di dunia.

Dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti bar koktail nyaman, area relaksasi semi-pribadi, deretan karya seni dari seniman papan atas dunia, sajian makanan langsung oleh koki kenamaan dunia Alain Ducasse, sampai spa Biologique Recherche, lounge ini dijamin membuat penumpang betah.

2. Emirates First Class Lounge, Dubai

Emirates First Class Lounge, Dubai. Foto: Points with a Crew

Lounge Emirates di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab, tentu tak bisa dianggap remeh dalam perebutan daftar lounge terbaik di dunia.

Dengan investasi besar-besaran, lounge Emirates di bandara ini menawarkan penumpang beberapa kegiatan dan fasilitas, seperti mencicipi anggur di gudang anggur lounge, Timeless Spa, ngopi sambil menghisap cerutu di lounge cerutu, toko bebas bea, area prasmanan luas, kamar mandi suite, dan kamar semi-private lewat konsep The Sleep ‘n Fly Lounge yang tenang untuk tidur siang.

3. Lounge Delta Sky Club, Atlanta

Lounge Delta Sky Club, Atlanta. Foto: Uponarriving

Di antara lounge bandara terbaik di dunia, mungkin Delta Sky Club bisa dibilang agak berbeda. Sebab, sembilan lounge Sky Club Delta Airlines di Bandara Internasional Hartsfield–Jackson, Atlanta, Amerika Serikat, menawarkan penumpang berbagai kegiatan variatif pra penerbangan. Salah satunya menikmati sensasi pesawat lepas landas dan mendarat serta aktivitas lainnya di apron di Sky Deck outdoor Concourse F.

4. Qatar Airways Al Mourjan Business Lounge, Doha

Simulator mobil balap Formula 1 di Qatar Airways Al Mourjan Business Lounge, Doha. Foto: KN Aviation

Lounge bisnis Al Mourjan Qatar Airways di Bandara Internasional Hamad, Doha, Qatar, layak menjadi salah satu lounge bandara terbaik di dunia. Betapa tidak, selain terkenal luas dan mewah, lounge ini juga dilengkapi berbagai fasilitas, seperti kamar tidur semi private, ruang makan, kaman mandi suite private, mesin pinball, foosball, sampai PlayStation.

Tak ketinggalan, lounge bisnis Qatar Airways ini juga dilengkapi dengan simulator mobil balap F1, fasilitas yang agaknya tak ada di lounge bandara manapun. Penumpang juga bisa turun ke tangga spiral untuk menikmati fitur desain reflecting pool, dimana ruangan seperti kolam renang dengan pantulan air atas bawah.

Baca juga: Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang

5. VIP Lounge Punta Cana International Airport, Punta Cana

Lounge VIP Bandara Internasional Punta Cana. Foto: LoungeBuddy

Meski tak berada di Eropa, Asia, ataupun Amerika Utara yang terkenal memiliki lounge mewah dan inovatif, lounge VIP di Bandara Internasional Punta Cana, Republik Dominika, tak salah bila dimasukkan dalam daftar lounge bandara terbaik di dunia.

Lewat senjata andalannya, kolam renang mewah terbuka menghadap ke apron, lounge ini menawarkan sensasi sedikit lebih menarik dibanding lounge Sky Club Delta Airlines yang juga menghadap ke apron dan runway.

Shanghai Railways Punya Kereta Berkecepatan Tinggi dengan Tempat Tidur

Sebagai salah satu negara yang memiliki jaringan kereta api di hampir semua sudut kotanya, Cina selalu menghadirkan berbagai inovasi baru. Salah satunya bahkan membuat yang lain iri karena Cina belum lama ini mengoperasikan sebuah kereta baru.

Baca juga: Cina Bakal Punya Terowongan Kereta Cepat Pertama di Bawah Laut

Ini karena batas ruang pribadi yang ditandai, tempat tidur yang nyaman dan paling penting adalah saat bergerak di sepanjang koridor gerbong. Sehingga penumpang yang satu dengan yang lainnya tidak akan melihat kaki dan memiliki rasa nyaman yang lebih di tempat mereka masing—masing.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman usatodaynews.live, kehadiran kereta baru ini diumumkan Shanghai Railways pada Oktober tahun 2020 lalu. Di mana mereka memiliki kereta api malam berkecepatan tinggi baru dan memiliki rute sepanjang Beijing menuju ke Shanghai.

Kehadirannya mengingat ukuran negara yang mengesankan, membuat kereta api jarak jauh di Negeri Tirai Bambu tersebut sangat diminati. Apalagi jarak antara kota-kota besar yang ditandai di jalur kereta api berekecepatan tinggi adalah sekitar 1.318 km.

Kereta baru ini memiliki dimensi angkutan baru yang mengalami beberapa perubahan. Yang cukup jelas terlihat adalah ketinggian atap dari gerbong yang ditingkatkan. Hal ini karena kereta memiliki tempat tidur tingkat yang dimodifikasi.

Dibandingkan dengan gerbong-gerbong kereta lama, volume yang baru menjadi 37 persen. Selain itu jumlah kursi di kereta sebanyak 880. Para insinyur juga berhati-hati dalam mengurangi tingkat getaran dan kebisingan di dalam gerbong kereta yang baru.

Baca juga: Gegara Semprotan Tabir Surya, Kereta Cepat Cina Harus Berhenti Mendadak

Sehingga mereka menjamin tidak ada banyak kebisingan di dalam. Kereta ini sendiri memiliki batas kecepatan 250 km per jam yang disesuaikan karena lalu lintasnya yang malam.

Setelah Ride Hailing, AirAsia Berencana Hadirkan Layanan Taksi Udara

Sukses di maskapai berbiaya hemat, AirAsia yang sejak Juli kemarin membeli operasional GoJek Thailand akan meluncurkan AirAsia Ride untuk memberi pilihan ride hailing pada masyarakat Malaysia selain Grab. Meski menjadi pendatang baru, CEO Grup AirAsia Tony Fernandes mengatakan, bahwa kekuatan AirAsia Ride ada di bandara, pasar pariwisata dengan orang yang menyukai ekosistem AirAsia dan mulai menggunakannya.

Baca juga: GoJek Fokus di Singapura dan Vietnam, Pasar Thailand Diakuisisi AirAsia

Tony Fernandes mengatakan, AirAsia Ride bukan hanya memindahkan orang, tetapi membantu dalam memindahkan paket serta menambah penumpang. Tony menjelaskan, dengan Superapp milik AirAsia, penumpang bahkan bisa memilih pengemudi favorit mereka.

“AirAsia selalu tentang mendemokratisasi layanan dan memberi orang kebebasan untuk memilih. Dengan perjalanan AirAsia, kami bertujuan untuk memberdayakan orang untuk bergerak lebih mudah, memanfaatkan sepenuhnya teknologi AirAsia,” kata CEO Superapp AirAsia Amanda Woo.

Dia menambahkan, AirAsia Ride memperkenalkan nilai ke pasar e-hailing yang sangat kompetitif berdasarkan model berbiaya rendah yang memungkinkan penghematan diteruskan kepada para tamu dan berusaha untuk menawarkan tarif terendah di perjalanan.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, nyatanya AirAsia tak hanya berhenti di Superapp saja. Sebab Tony merencanakan kehadiran mobil terbang untuk menghindari kemacetan akibat padatnya lalu lintas.

“Nah, impian Anda akan menjadi kenyataan yah, semacam itu. Sedang digarap sekarang dan jika semuanya berjalan sesuai rencana, kita bisa melihat taksi terbang di langit Malaysia kita tahun depan,” kata Tony.

Meski ide ini terdengar sangat lucu, Tony yakin bahwa layanan tersebut dapat diluncurkan pada awal tahun 2022 mendatang. Di mana dia mengatakan pihaknya sedang mengerjakan dan peluncurannya diperkirakan satu setengah tahun lagi.

Tony menambahkan, bisnis taksi terbang ini sejalan dengan rencana AirAsia untuk meluncurkan layanan e-hailing mereka sendiri pada bulan April. Menurut Tony, taksi terbang itu akan ditenagai oleh quadcopter dengan kusi sebanyak empat orang.

Baca juga: Susul AirAsia, Cathay Pacific Ekspansi Bisnis Non Penerbangan

“Sementara taksi terbang tampak seperti ide bagus di atas kertas, kami membayangkan bahwa sisi logistik bisnis bisa menjadi mimpi buruk yang nyata. Misalnya, di mana taksi terbang akan mendarat? Berapa biayanya? Apa persyaratan keselamatan yang dibutuhkan taksi terbang? Namun, kami masih bersemangat untuk melihat bagaimana AirAsia berencana melakukan ini, karena itu pasti akan menjadi sesuatu yang keluar dari buku gambar Wawasan 2020 kami” ujar Tony.






















Lika-liku Pramugari Terdampak Covid-19, Banting Setir Jadi Perawat dan Pilot

Di dunia, segelintir orang diberi kemampuan spesial untuk menguasai lebih dari satu bidang studi atau pekerjaan. Salah satunya Silke Anckaert. Wanita asal Belgia ini awalnya memulai karir profesional sebagai perawat. Tetapi, ia akhirnya menekuni bidang lain dan beralih profesi menjadi pramugari dan pilot.

Baca juga: Inilah Maria, Dokter Gigi Jadi Pramugari dan Kembali ke Profesi Semula Gegara Corona

Setelah lulus sekolah keperawatan, suatu hari pada tahun 2015 Silke traveling ke Asia selama beberapa bulan. Selama itu, ia beberapa kali terbang dengan berbagai maskapai dan bertemu banyak pramugari. Di sini, ia mulai tertarik beralih profesi menjadi pramugari, terbang ke banyak tempat di seluruh dunia dan bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang budaya dan sosial yang berbeda.

Setelah kembali ke Belgia, ini kemudian melamar ke maskapai charter yang berbasis di Brussels, TUI Airways pada tahun 2017. Nasib baik pun menyertainya, ia diterima sebagai pramugari. Bersama maskapai itu, ekspekstasi Silke sebagai pramugari benar-benar terwujud.

Tak puas begitu saja, ditambah dorongan moril maupun materil dari orang-orang terdekat, Silke pun mulai memupuk asa menjadi pilot. Ia memutuskan untuk bergabung dengan sekolah penerbangan terbaik di Amerika Serikat (AS). Sampai di sini, ia belum melepas profesi pramugarinya. Ia masih tercatat sebagai pramugari aktif di TUI.

Silke, yang bertekad untuk mendorong wanita agar lebih banyak mengambil kesempatan sebagai pilot, akhirnya lulus dan mendapat lisensi untuk menerbangkan pesawat single-engine. Tetapi, lagi-lagi ia belum puas dan ingin hasil lebih. Ia memutuskan untuk melanjutkan sekolah penerbangannya agar sampai level lisensi tertinggi.

Seperti diketahui, lisensi pilot ada enam, mulai dari yang terendah Student Pilot License (SPL), Private Pilot License (PPL), Commercial Pilot License (CPL), Instrument Rating (IR), Multi Engine Rating (MER), dan lisensi pilot tertinggi Airline Transport Pilot License (ATPL). Lisensi ATPL inilah yang ingin segera didapat Silke.

Ketika Silke mulai sekolah penerbangan, saat itu, kebutuhan pilot memang tinggi dan pilot-pilot yang ada belum mampu memenuhi permintaan pasar global. Jadilah ia semakin bersemangat.

Tetapi sayang, pandemi virus Corona merebak dengan cepat dan pelatihan tertunda. Otomatis, impian menjadi pilot juga tertunda. Demikian juga keinginan kembali terbang sebagai pramugari yang juga tertunda.

Tetapi, tak seperti pramugari lainnya yang kalang kabut menghadapi pandemi Covid-19 dan banting setir menjadi tukang gorengan, tukang penjual sabul, barista, dan lain sebagainya, Silke justru mendapat panggilan jadi perawat di fasilitas pengujian Covid-19 yang berbasis di Leuven, Belgia.

Selama empat bulan, ia berjuang melawan ganasnya pandemi virus Corona di Belgia. Ia amat menikmatinya, tetapi hari kecilnya ingin sekali kembali mengudara.

Setelah wabah Covid-19 mereda, ia melanjutkan pelatihan ATPL-nya dan berhasil lulus. Jadi, ia bisa dibilang pramugari aktif yang memiliki lisensi pilot ATPL. Setelahnya, ia kembali menjadi pramugari dan tengah mengincar pekerjaan sebagai pilot. Besar kemungkinan, pilot jet bisnis akan menjadi pijakan awalnya berkarir di kokpit.

Baca juga: Akibat Covid-19, Pilot Sampai Banting Setir Jadi Masinis

Tetapi, ia berharap bisa menerbangkan pesawat komersial, narrowbody maupun widebody, seperti Boeing 737 dan Airbus A350.

“Saya ingin memulai karir saya dengan jet bisnis kecil, dan itu murni karena pandemi Covid-19. Sekarang satu-satunya pekerjaan yang dapat Anda temukan adalah untuk pilot jet bisnis. Tetapi pesawat penumpang komersial Boeing 737 atau pesawat berbadan lebar Airbus A350 juga terdengar seperti peluang yang sangat menarik bagi saya,” tutup Silke Anckaert, seperti dikutip dari Aerotime Aero.

Setelah Video Merokok di Relnya Viral, YouTuber India Ditangkap Polsuska

Merokok menjadi salah satu yang dilarang di dalam perjalanan kereta api. Sehingga bagi mereka yang melanggar akan ada sanksi yang dikenakan. Namun di India ternyata merokok di rel pun menjadi satu masalah. Seperti yang belum lama ini terjadi pada seorang YouTuber yang juga influencer asal India yang ditangkap Railway Protection Force (RPF) – semacam Polisi Khusus KA (Polsuska) pada Jumat (27/8/2021) karena video yang dibuatnya.

Baca juga: Demi Raih ‘Follower’ dan ‘Like,’ YouTuber India Buat Aksi Nekad di Jalur Kereta

Penangkapan terjadi setelah Adarsh Shukla memposting video di mana pada rekaman itu dirinya merokok sembari duduk di rel kereta api. Dilansir KabarPenumpang.com dari news18.com (29/8/2021), Central Railways kemudian menggunggah video di YouTube di mana Shukla meminta maaf atas aksinya dan mendesak pengikutnya untuk tidak membuat ulang video seperti itu dengan tangan terlipat.

Central Railway menuliskan dalam caption, “Pembuat Video Instagram yang Kebiasan Keberatan telah menjalani tindakan hukum oleh RPF. Sekarang, mengimbau Masyarakat Umum untuk tidak membuat video yang menyinggung seperti itu.” Aksi yang Shukla sebutkan dalam permintaan maafnya termasuk aksi di mana dia menyalakan sebatang rokok berdiri di tepi peron kereta api sementara kereta api melintas di belakangnya.

Dia bergerak dari tepi pada saat terakhir dan dalam video lain, dia berjongkok di atas rel dan merokok. Shukla ditangkap karena RPF IT Central Railway menerima keluhan di Twitter yang diikuti oleh IPF Badlapur dan IPF Kalyan. Hal ini kemudian membuat RPF melacak nomor mobil BMW milik Shukla dan seminggu kemudian dia ditangkap.

Shukla mengatakan dalam permintaan maafnya, “Saya baru-baru ini memposting dua video di Instagram, yang membuat saya melakukan aksi berbahaya di stasiun kereta api. Karena ini, saya telah ditangkap oleh RPF.”

Ternyata ini bukanlah pertama kali seorang YouTuber ditangkap karena aksi berbahaya. YouTuber Gaurav Sharma yang berbasis di Delhi ditangkap pada bulan Mei karena kekejaman terhadap hewan setelah sebuah video muncul secara online di mana dia terlihat mengikat anjing peliharaannya dengan sejumlah balon helium dan melepaskannya, yang akhirnya membuat anjing itu “terbang” beberapa kaki di udara.

Baca juga: Youtuber Asal Jerman Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Review Singapore Airlines

Kantor polisi Malviya Nagar menerima pengaduan di mana pelapor Gaurav Gupta yang tergabung dalam “Masyarakat untuk Hewan” menuduh bahwa Sharma telah membuat video di mana mereka terlihat mengikat anjing peliharaan mereka dengan balon helium dan kemudian mereka melepaskan balon tersebut sehingga membuat anjing terbang di udara dan karenanya, mempertaruhkan nyawanya. Video itu dilaporkan diambil pada 21 Mei.






















Penerbangan di Afghanistan Mulai Pulih, Ini Asal Kedatangan dan Negara Tujuan Utamanya

Penerbangan di Afghanistan, dengan Bandara Internasional Kabul sebagai gerbang utamanya, terpantau pulih. Bukan hanya lebih baik dari hari ke hari, tetapi juga sudah mencapai titik sebelum Taliban mengkudeta negara itu. Tetapi, kemana tujuan utama setiap penerbangan dan sebaliknya, darimana keberangkatan pesawat tersebut berasal?

Baca juga: Diburu Taliban Gegara Bersekutu dengan AS, Dua Cerita Pelarian Warga Afghanistan Ini Bikin Merinding!

Menurut data dari Flightradar24, antara tanggal 16 dan 19 Agustus atau sehari setelah kudeta oleh Taliban dan larangan penerbangan sipil oleh Amerika Serikat (AS) sebagai operator bandara, terpantau hanya ada kurang dari 15 keberangkatan dan kedatangan pesawat setiap hari.

Padahal, sebelumnya bisa sampai 30 penerbangan di tanggal 14 Agustus bahkan 46 penerbangan sehari setelahnya atau tepat di hari Taliban mengkudeta istana kepresidenan Afghanistan.

Seiring berjalannya waktu, penerbangan di Bandara Internasional Hamid Karzai, Afghanistan, terpantau pulih. Sejak tanggal 20-23 Agustus lalu, pergerakan pesawat terus meningkat dan berhasil melampaui penerbangan atau pergerakan pesawat pada tanggal 14-15 Agustus.

Dilansir The Guardian, pada Jumat, 20 Agustus, ada 25 penerbangan berangkat dan tiba di Bandara Kabul, tiga kali lipat dari sehari dan dua hari sebelumnya. Sehari berikutnya, di hari Sabtu, pergerakan pesawat meningkat menjadi 30 pesawat. Hari berikutnya meningkat kembali menjadi 49 penerbangan dan menjadi 56 pergerakan pesawat pada 23 Agustus.

Secara keseluruhan, ada 272 penerbangan keberangkatan dan 237 kedatangan di Bandara Kabul antara 14 dan 23 Agustus.

Meski sudah pulih, tetapi, pesawat-pesawat yang tiba dan berangkat dan tiba dari Bandara Kabul tidak datang dari pesawat sipil, melainkan militer. Pantauan Flightradar24, empat dari lima pergerakan pesawat di bandara tersebut berasal dari pesawat militer.

Padahal, sebelum Taliban mengkudeta istana kepresidenan Afghanistan, mayoritas penerbangan didominasi oleh pesawat sipil dan pesawat militer hanya satu persennya.

Bila dirinci, sebelum kejatuhan Kabul ke tangan Taliban, pesawat sipil yang beredar termasuk puluhan Boeing 737, Airbus A343 (A340-300), dan A310. Sedangkan saat ini, pesawat militer yang mendominasi kedatangan dan keberangkatan dari Bandara Kabul kebanyakan dari pesawat angkut militer jumbo, Boeing C-17 Globemaster III.

Sejak tanggal 14 Agustus, negara yang paling banyak menerima atau negara tujuan favorit sebagian besar penerbangan dari Bandara Kabul adalah Uni Emirat Arab.

Disebutkan, setidaknya 31 penerbangan antara 14 dan 23 Agustus mendarat di negara ini. Uzbekistan dan Pakistan adalah tujuan penerbangan dari Bandara Kabul paling umum berikutnya. Selebihnya, penerbangan evakuasi oleh pesawat militer dari Bandara Kabul sering kali tidak terdeteksi.

Baca juga: Saat Bandara Kabul Chaos, Tim CCT AS Pegang Kendali Penuh untuk Layani Penerbangan Darurat

Dari 272 penerbangan keluar yang tercatat, 110 memiliki tujuan yang tak jelas. Tetapi, besar kemungkinan itu menuju Qatar dan Uni Emirat Arab.

Sedangkan dari 237 penerbangan masuk antara 14 dan 23 Agustus, 144 di antaranya tidak diketahui datang dari mana. Adapan penerbangan masuk yang terdata, 19 berasal dari Uzbekistan, 11 dari Pakistan dan sembilan dari masing-masing Uni Emirat Arab dan Turki.

Bye-bye Pencurian di Bandara, Baki Pintar Ini Pastikan Barang Penumpang Aman

Pencurian di bandara, baik pencurian bagasi saat di conveyor belt, pencurian barang saat menunggu penerbangan di area bandara, termasuk pencurian barang di gerbang pengecekan x-ray, memang meresahkan penumpang. Karenanya, harus dicarikan solusi untuk mencegah pencurian di bandara kembali berulang. Seperti yang dilakukan bandara di Inggris.

Baca juga: Parfum dan Aerosol, Jadi Barang Favorit Para Pencuri Bagasi di Bandara

Usai menggelontorkan uang sebesar £25,5 juta atau sekitar Rp502 miliar (kurs 19.711) pada tahun 2016 untuk program Solusi Keamanan Penerbangan Masa Depan (FASS), Departemen Transportasi (DfT) Inggris dan otoritas terkait akhirnya berhasil menemukan inovasi baru untuk mencegah pencurian di gerbang pengecekan x-ray bandara, berkat kemitraannya dengan startup UtterBerry.

UtterBerry menghadirkan solusi keamanan bandara berupa baki pintar (smart trays). Disebut pintar, sebab baki ini dilengkapi dengan sejumlah fitur, seperti wireless communication, smart card reader or connection to mobile phone app, user feedback via LED, wireless charging secara otomatis, penyimpanan data secara cloud, dan lain sebagainya.

Baki pintar ini tentu jauh berbeda dengan yang ada saat ini yang tanpa fitur apapun, sehingga tak bisa mencegah terjadinya pencurian.

Teknis baki pintar ini dalam mencegah pencurian di gerbang pengecekan x-ray bandara sendiri cukup simpel. Saat sampai di gerbang pengecekan x-ray, penumpang akan dibekali dengan smart card yang menyimpan informasi penting terkait penumpang dan penerbangan.

Berkat campuran teknologi blockchain, mesin, dan kecerdasan buatan (AI), fitur smart card reader or connection to mobile phone app di baki akan menghubungkan barang-barang penumpang di baki dengan kartu tersebut. Lampu LED dengan warna berbeda juga akan menunjukkan status pada bagasi, apakah sudah dipindai atau belum.

Selain menghubungkan penumpang dengan barang-barang mereka, baki pintar UtterBerry juga sekaligus memberikan hasil analisis serta throughput penumpang dan berbagai faktor lain yang berpotensi membuat penundaan ke monitor pemeriksaan x-ray baki dan bagasi.

“Teknologi ini merupakan langkah besar dalam menghubungkan seseorang, dan barang-barang mereka, dengan baki yang mereka gunakan dalam pengaturan keamanan bagasi tangan di bandara,” jelas ilmuwan Laboratorium Sains dan Teknologi Pertahanan (Dstl) yang juga menjadi mitra UtterBerry dan stakeholder dalam inovasi ini, Dr Martyn Fletcher.

“Memiliki kemampuan seperti itu berarti personel keamanan dapat langsung menentukan siapa yang menaruh benda mencurigakan ke dalam nampan dan meminimalkan gangguan bagi publik saat mereka bersiap untuk naik ke pesawat,” tutupnya, seperti dikutip dari Airport Technology.

Meskipun tak lebih sering dibanding pencurian bagasi bandara di conveyor belt, pencurian barang penumpang di baki saat pengecekan x-ray setiap tahun hampir selalu terjadi.

Pada tahun 2019, pencurian seperti itu terjadi di Bandara Leonardo da Vinci-Fiumicino, Roma, Italia. Ketika itu, barang yang diambil berupa uang tunai sebesar US$9.000 (sekitar Rp129 juta) dalam amplop yang ditaruh korban ke dalam wadah atau baki pengecekan x-ray.

Pencurian dilakukan oleh penumpang lain yang mengantre tepat di belakangnya. Sang pelaku melihat korban menaruh amplop ke dalam wadah pengecekan dan langsung mengantre tepat di belakangnya.

Baca juga: Cepat Temukan dan Cegah Pencurian Bagasi, Universitas di India Hadirkan Solusi di Ban Berjalan

Ia mengambil amplop tersebut beserta barang bawaannya saat sang korban masih berurusan dengan petugas keamanan di gerbang pengecekan x-ray. Sang korban diketahui masih mengenakan ikat pinggang, sehingga petugas keamanan memintanya melepasnya.

Usai melewati gerbang pengecekan x-ray dan berniat mengambil barangnya dalam wadah pengecekan, sang korban bingung amplop yang dibawanya hilang. Meski begitu, pencuri berhasil ditangkap dan barang milik korban berhasil didapat dalam tempo tak terlalu lama berkat pengecekan CCTV.