Ternyata Begini Sejarah Dua Pesawat Boeing 737 Misterius yang Mangkrak di Bali

Bali masyhur dikenang avgeeks seluruh dunia usai kecelakaan Boeing 707 Pan Am 812 di Gunung Tinga-tinga di Desa Patas, Gerokgak, Buleleng, 23 April 1974 silam. Monumen tragedi kecelakaan tersebut pun ramai dikunjungi wisatawan setiap tahunnya.

Baca juga: Ada Sosok Boeing 737 Misterius di Bali, Kini Jadi Obyek Foto Favorit Para Pelancong

Akan tetapi, usai kemunculan dua pesawat Boeing 737 misterius di dua lokasi terpisah di Bali, agenda wisatawan domestik maupun mancanegara, dalam kaitannya dengan wisata dirgantara, pun berubah. Tentu saja mereka lebih memilih dua bangkai pesawat misterius yang mangkrak ini.

Dihimpun dari berbagai sumber, dua bangkai pesawat misterius mangkrak di Bali, satu di antaranya berada di sebuah lembah buatan dekat Pantai Pandawa, Badung, sekitar lima kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Adapun satu pesawat lainnya terletak di sebelah Dunkin’ Donuts pinggiran jalan raya Kuta, Bali. Masing-masing pesawat mempunyai sejarah atau cerita tersendiri.

Sebelum viral dan mendengar kesaksian warga, Boeing 737-200 PK-RII bekas maskapai Mandala Airlines yang mangkrak di Badung rumornya mengalami kecelakaan dan berhenti tepat di depan tebing. Itu mengapa pesawat bisa sampai berada di dasar lembah.

Tetapi, hipotesa tersebut sirna ketika salah satu warga di sekitaran lokasi mengatakan bahwa pesawat dengan warna dasar putih tersebut memang sengaja digiring dari Surabaya karena hendak dijadikan restoran oleh pemiliknya yang diketahui merupakan warga negara AS.

“Caranya badan pesawat dipotong-potong menjadi beberapa bagian, dan diangkut dengan kontainer,” ungkap Made, seorang warga yang bekerja di sekitaran lokasi.

Selain bangkai pesawat misterius dengan bagian-bagian yang masih utuh, terdapat pula hidung pesawat yang berukuran lebih kecil, dan beberapa baling-baling. Lembah tempat pesawat tersebut bermukim pun bukannya sudah tersedia.

Butuh waktu lebih dari satu tahun untuk mengeruk tebing yang sebagian terdiri dari batuan kapur putih. “Total luas tanahnya sekitar 1 hektar,” imbuh Made.

Pesawat mangkrak di Badung, Bali, ini awalnya akan dijadikan retoran mewah bernuansa pesawat di Bali. Tetapi, karena kehabisan dana, sang pemilik hengkang ke AS dan pesawat pun dibiarkan terbengkalai.

Kendati tak menyajikan hiburan apapun, masyarakat tetap membanjiri pesawat dan menjadikannya sebagai spot foto di beberapa bagian pesawat, kokpit, kabin, pintu, sayap, dan lain sebaginya.

Sedangkan pesawat misterius kedua yang mangkrak di Bali, sejarah kemunculannya bisa dibilang serupa tapi tak sama dengan pesawat di atas. Pesawat Boeing 737 mangkrak yang terletak di sebelah Dunkin’ Donuts itu dimiliki oleh seorang pria asal Jakarta, bernama Airf.

Baca juga: Profil Boeing 737-400 TNI AU Hibah dari Garuda Indonesia yang Evakuasi WNI di Kabul

Oleh Arif, pesawat dibeli dan diangkut menggunakan empat truk kontainer pada tahun 2015 silam. Sejak saat itulah, ia berambisi untuk menyulap pesawa tersebut menjadi restoran mewah dan simulator pesawat. Adapun lokasi tempat pesawat bertengger, sudah disewa selama 10 tahun.

Sama halnya dengan pemilik maskapai mangkrak di sebuha lembah di Badung, Bali, Arif pada prosesnya juga mengalami kesulitan biaya dan harus merelakan impiannya mendirikan restoran dan lain sebagainya berbasis pesawat.

 

Buat Iri Negara Sekitar, Uzbekistan Hadirkan Kereta Cepat yang Hubungkan “Masa Lalu dan Masa Depan”

Eropa Tengah dan Timur serta Asia Tengah saat ini sedang berjuang dengan infrastruktur perkeretaapian yang usang dan bermasalah. Namun, Uzbekistan selama sepuluh tahun terakhir justru sudah mengembangkan jaringan kereta berkecepatan tinggi dan membuat iri kawasan itu. Sepuluh tahun lalu sejak peresmian jalur pertama, kereta berkecepatan tinggi buatan Spanyol telah mengoperasikan tiga rute.

Baca juga: Indonesia Menjadi Negara Pertama Mendapatkan Bebas Visa ke Uzbekistan

Di mana pemerintah Uzbekistan membuat rencana untuk terus meningkatkan serta memperluas kemampuan sistem rel. Dirangkum KabarPenumpang.com dari emerging-europe.com (2/9/2021), jalur pertama dari sistem kereta api berkecepatan tinggi, menghubungkan ibu kota Tashkent dengan kota Jalur Sutra Samarkand yang bersejarah dibangun dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Ini diprakarsai oleh dekrit dari presiden saat itu Islam Karimov, pembangunan jalur sepanjang 344 km selesai hanya dalam lima bulan. Proyek ini menjadikan Uzbekistan sebagai negara kedua di dunia pasca Soviet setelah Rusiadan yang pertama di Asia Tengah yang memiliki sistem kereta api berkecepatan tinggi.

“Ini adalah perkembangan besar dalam infrastruktur transportasi Uzbekistan. Selain secara signifikan mengurangi biaya logistik untuk bisnis, sistem kereta api berkecepatan tinggi juga mengurangi jejak karbon Uzbekistan,” kata Alisher Juraev, manajer proyek di Asian Development Bank (ADB).

Ko Sakamoto, spesialis transportasi ADB untuk Asia Tengah dan Barat mengatakan, proyek ini meningkatkan daya tarik kereta api sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan, andal dan terjangkau bagi masyarakat Uzbekistan. Kereta listrik yang digunakan pada rute ini dikenal sebagai Afrosiyob, diproduksi oleh perusahaan Spanyol Talgo dan dapat mencapai kecepatan tertinggi 250 km per jam.

Kehadiran kereta berkecepatan tinggi ini memangkas waktu dari Tashkent ke Samarkand menjadi dua jam dibandingkan dengan mobil atau bus yang memakan waktu lima jam perjalanan. Pada tahun 2016, kereta api Uzbekistan menyelesaikan perpanjangan jalur Tashkent-Samarkand, membangun jalur 256 km lebih jauh ke kota Bukhara.

Saat ini, Uzbekistan memiliki jalur kereta api berkecepatan tinggi sepanjang 600 km dan jaringan terluas keempat belas di dunia dan dua kali lipat dari yang dapat ditemukan di Amerika Serikat. Sementara perpanjangan lain, dari Samarkand ke kota selatan Qarshi, dibuka pada tahun 2015, kereta yang beroperasi di jalur sepanjang 141 km ini tidak memenuhi ambang batas untuk diklasifikasikan sebagai “kecepatan tinggi” karena berlari dengan kecepatan tertinggi 161 km per jam.

Sejak 2018, layanan ini telah beroperasi di luar kapasitas karena permintaan yang berlebihan, dengan penumpang sering harus membeli tiket berbulan-bulan sebelumnya. Melihat keberhasilan proyek tersebut, pemerintah Kazakh mengumumkan awal tahun ini bahwa mereka akan melakukan proyek serupa, menghubungkan provinsi selatan Turkestan ke Tashkent melalui jalur kereta api berkecepatan tinggi.

Kereta api berkecepatan tinggi sangat menguntungkan bagi industri pariwisata Uzbekistan. Negara ini penuh dengan situs-situs bersejarah, banyak di antaranya yang kurang dikenal sebagai tujuan wisata yang layak karena kurangnya paparan di seluruh dunia. Tetapi situs-situs bersejarah seperti Samarkand, yang dulunya merupakan pusat penting ilmu pengetahuan Islam, dan Bukhara, ibu kota lama dari sebuah khanat eponim yang menguasai sebagian besar wilayah yang sekarang mudah diakses, sedang berubah.

Baca juga: Juni 2019, Uzbekistan Airways Buka Penerbangan Jakarta – Tashkent 2x Seminggu

Sekarang, Uzbekistan, selain menjadi tuan rumah warisan budaya dan situs sejarah yang luar biasa, juga dapat memberi pengunjung pandangan sekilas tentang masa depan, dengan kereta modern berkecepatan tinggi. Dr Jamshed Safarov sangat memuji pemerintahnya yang mewujudkannya.

Lawan Aturan Selama ‘PPKM’, Penumpang Kereta Cepat ini Kena Ganjaran

Perjalanan kereta jarak jauh memperbolehkan penumpangnya makan atau minum. Namun, di masa pandemi hal itu pun bisa dibatasi demi meminimalisir penularan virus corona pada penumpang kereta.

Baca juga: Viral Foto Penumpang Kereta London Gunakan Masker untuk Tutupi Mata

Tetapi ternyata pembatasan dan aturan baru di masa pandemi sering kali diabaikan oleh penumpang. Seperti kejadian dimana seorang penumpang harus mendapat ganjarannya dengan dibawa ke meja hijau atas perilakunya melanggar pembatasan dan aturan baru tersebut.

Contohnya seorang wanita muda akan diadili atas tuduhan pencemaran nama baik. Hal ini karena dia menolak permintaan penumpang terdekatnya agar berhenti makan hamburger dan minum di atas kereta berkecepatan tinggi serta melontarkan hinaan dengan melepas maskernya.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman ajudaily.com (8/3/2021), ternyata insiden ini di-videokan oleh penumpang dan menunjukkan perilaku tidak masuk akal penumpang tersebut melanggar aturan selama pandemi. Bahkan video tersebut telah menyebar di media sosial dan memicu kritik publik.

Atas keluhan dari penumpang yang merasa terhina karena perilaku wanita itu, pihak kepolisian kereta api Korea Selatan melakukan penyelidikan. Selain itu mereka juga memutuskan untuk mengirim kasus tersebut ke jaksa pada 4 Maret 2021. Untuk memberikan privasi pada penumpang yang ditegur, Kementerian Pertahanan, Infrastruktur dan Transportasi mengatakan, tidak mengungkap identitasnya.

“Kami akan menyelidiki secara menyeluruh sesuai dengan hukum dan prinsip-prinsip dan mengirimkannya ke kejaksaan dengan cepat,” kata seorang petugas polisi kereta api.

Baca juga: Tangkis Bosan Selama Karantina Mandiri, Pria Singapura Beli PC Gaming Rp100 Juta Lebih

Wanita berusia 20-an itu dituduh makan makanan di kereta KTX berkecepatan tinggi dari Pohang ke Seoul pada 28 Februari 2021 dan mengabaikan permintaan awak kereta untuk mengenakan maskernya dan tidak mematuhi pedoman karantina yang melarang makan makanan di kursi.






















Permudah Akses Pengunjung dan Kurangi Kepadatan Lalu-lintas, IKEA Belgia Hadirkan Shuttle Bus

IKEA terkenal sebagai tempat belanja super lengkap untuk kebutuhan pribadi, rumah, kantor, bangunan dan lainnya. Karena menjual barang super lengkap, membuat IKEA memiliki area yang luas. Nah, salah satu IKEA di distrik Wilrijk Antwerpen, Belgia akan menjadi cabang pertama yang menguji layanan antar-jemput pengunjung gratis ke dan dari pusat kota menggunakan bus.

Baca juga: Bohong Liburan di Bali, YouTuber Cantik Ini Aslinya Hanya Ke Ikea

Hal ini dilakukan dengan harapan mengurangi kepadatan lalu lintas dan menarik pengunjung lebih banyak, salah satunya adalah menyasar mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Dilansir KabarPenumpang.com dari brusselstimes.com (16/8/2021), bus pertama milik IKEA yakni Pändelbuss didekorasi dengan warna kuning dan biru sesuai warna IKEA.

Nantinya bus ini akan menjadi bagian proyek yang akan diuji coba selama tiga bulan. “Pändelbuss adalah solusi mobilitas sederhana dan berkelanjutan yang ingin kami tawarkan kepada masyarakat Antwerpen yang sebelumnya tidak dapat dengan mudah mencapai IKEA Wilrijk,” Robbe Geeraerts, Deputy Market Manager di IKEA Wilrijk.

Bus akan berhenti di pusat kota di persimpangan antara Frankrijklei dan De Keyserlei. Kemudian bus tersebut akan melayani rute shuttle kira-kira satu jam selama jam buka toko. Perjalanan tersebut akan memakan waktu 25 menit, karena bus diperbolehkan mengemudi di jalur bus dan tidak memiliki halte.

Baik IKEA maupun kota Antwerpen berharap bus itu juga akan membantu mengurangi orang untuk keluar membawa mobil pribadi, melegakan jalan-jalan yang terkadang sangat padat di kota dan pinggiran selatannya.

“PÄNDELBUSS akan membawa banyak mobil keluar dari poros jalan yang sudah padat, dan dengan melakukan hal itu memberikan kontribusi yang berguna bagi perpindahan moda untuk Antwerpen,” kata Koen Kennis, anggota dewan kota untuk mobilitas untuk kota Antwerpen.

Baca juga: Pamer Kemewahan dengan Berfoto di Kabin Kelas Bisnis, Nyatanya Model Ini Duduk di Kelas Ekonomi

Karena ukuran dan kapasitas bus yang terbatas, IKEA merekomendasikan agar orang-orang hanya naik bus dengan pembelian yang berdimensi kecil, dan mengirimkan potongan yang lebih besar ke rumah menggunakan jasa delivery.

Jajal Terbang dengan Twin Otter “Isles of Scilly Skybus” Berusia 40 Tahun

Pesawat turboprop ‘Twin Otter’ de Havilland Canada DHC-6 mungkin tak setenar Airbus A320 atau Boeing 737. Pesawat yang memiliki daya angkut tidak lebih dari 20 orang ini memang terkenal bandel, lincah, dan tangguh. Kendati ukurannya kecil, justru itu menjadi kekuatan dari Twin Otter untuk meliuk-liuk di tengah tingginya pegunungan dan daerah lain yang akrab dengan rute perintisnya

Baca juga: Usai 56 Tahun, BN2 Islander Tetap Diproduksi! Pernah Ikut Operasi Seroja di Timor-Timur

Pesawat yang terbang perdana pada 20 Mei 1965 ini diketahui mulai diproduksi pada 1965 sampai tahun 1988 (seri 100–300). Meski sempat stop produksi, Twin Otter kembali diproduksi pada tahun 2008 sampai saat ini untuk seri 400.

Di dunia, Twin Otter generasi pertama (seri 100–300) hanya segelintir yang masih beroperasi. Di antaranya di Inggris, tepatnya penerbangan regional dari Land’s End ke Kepulauan Scilly dan sekitarnya, oleh maskapai Isles of Scilly Skybus. Tak hanya itu, maskapai yang berbasis di Penzance, ujung barat daya Inggris ini, malah masih mengoperasikan Twin Otter berusia 40 tahun.

Selain mengoperasikan layanan dari Land’s End ke Kepulauan Scilly, Twin Otter Isles of Scilly Skybus juga melayani penerbangan ke wilayah barat daya Devon, Cornwall, dan Bandara Exeter, satu jam perjalanan dari Bandara St Mary’s (ISC).

Salah satu rute di atas, Land’s End-St Mary’s, bahkan berhasil masuk dalam daftar rute maskapai tersibuk di Inggris pada April 2021 versi OAG.

Dilansir Simple Flying, meski berkapasitas 19 kursi, jauh lebih besar dibanding pesawat serupa Britten Norman BN-2 ‘Islander’ yang hanya delapan penumpang, tetapi, kesaksian penumpang baru-baru ini dalam menjajal pesawat dengan mesin Pratt & Whitney Canada PT6 cukup mengesankan.

Pesawat dengan jarak tempuh 1.427 km dan mampu melesat di kecepatan 296 km per jam ini dalam perjalanan dari Land’s End ke Kepulauan Scilly hanya stabil berada di ketinggian 1.500 kaki.

Padahal kemampuan terbang tertingginya bisa sampai 7,620 m. Ini hanya masalah cuaca saat penerbangan berlangsung dan ketika itu cuaca memang sedang bersahabat dengan banyaknya pertumbuhan awan tebal.

Meski begitu, bagi penumpang yang memilih untuk terjaga sepanjang perjalanan, ini akan menjadi pengalaman menarik dengan suguhan pemandangan luar biasa.

Tak hanya itu, bagi avgeeks atau pecinta penerbangan, aktivitas di kokpit juga terlihat dengan jelas tanpa adanya pintu yang memisahkannya. Terlebih bila mereka duduk tepat di belakang kokpit, sungguh pengalaman yang sangat berharga.

Baca juga: Bukan Twin Otter, Pesawat yang Dibakar KKB di Intan Jaya ialah Quest Kodiak

Di masa pandemi Covid- 19, Pemerintah Inggris diketahui sudah mencabut berbagai pembatasan sosial, termasuk physical distancing, memakai masker, dan sebagainya, sejak 19 Juli. Karenanya, kabin sempit Twin Otter tepat bisa memaksimalkan jumlah penumpang sampai 19 orang.

Pesawat penumpang dengan kemampuan STOL (Short Takeoff and Landing) sejak pertama take off sampai landing disebut cukup mulus dan terlihat seperti tak berusia 40 tahun.

 

Setelah Malaysia, Giliran Singapura Izinkan Boeing 737 MAX Kembali Terbang

Singapura resmi mengizinkan pesawat Boeing 737 MAX kembali terbang. Sebagaimana di negara lain, pesawat itu sudah lama dilarang terbang di Singapura. Dengan pencabutan larangan terbang Boeing 737 MAX, maskapai dalam maupun luar negeri kini bisa mendaratkan di Bandara Changi atau terbang melintasi ruang udara Singapura.

Baca juga: Susul AS dan Cina, Malaysia Izinkan Boeing 737 MAX Kembali Terbang

Dikutip dari straitstimes.com, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) resmi mencabut larangan terbang Boeing 737 MAX pada Senin, 6 September 2021 lalu. Ini dilakukan setelah CAAS selesai melakukan inspeksi terhadap pesawat itu.

Lebih lanjut, CAAS mengatakan telah mengevaluasi perubahan desain oleh Boeing pada pesawat, yang disetujui oleh Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) dan otoritas lainnya.

“CAAS juga meninjau data operasional penerbangan pesawat yang telah kembali beroperasi selama sembilan bulan terakhir dan mengamati bahwa tidak ada masalah keamanan yang mencolok,” tambahnya.

Selain mencabut larangan terbang bagi pesawat Boeing 737 MAX, CAAS juga mengedarkan berbagai petunjuk teknis ke maskapai sebelum mengoperasikannya.

Disebutkan, maskapai yang mengoperasikan Boeing 737 MAX setidaknya harus memberikan pelatihan ulang ke seluruh pilot. Turunan dari itu, pilot harus mendapatkan hasil tes sempurna di simulator; termasuk keterampilan dalam menangani pesawat ketika terjadi keadaan darurat.

Dari tiga maskapai yang ada di Singapura, Singapore Airlines (SIA) jadi satu-satunya maskapai yang memiliki Boeing 737 MAX. Karena itu, CAAS menantang maskapai agar bisa membuktikan kesiapan mereka sebelum mengoperasikan pesawat nahas tersebut.

SIA sendiri menyambut baik pencabutan larangan terbang ini. Maskapai secara bertahap akan mulai mengirim enam Boeing 737 MAX dari kuburan pesawat di Gurun Alice Springs, Australia, ke Bandara Changi sebagai homebase sekaligus hub maskapai.

Sebelumnya, setelah dua tahun di-grounded, Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) akhirnya mencabut larangan terbang Boeing 737 MAX. Atas keputusan ini, Malaysia bergabung dengan negara lain yang sudah lebih dahulu mengizinkan 737 MAX kembali terbang, seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, India, dan Cina.

Baca juga: ‘737 MAX’ Rusia Bakal Dapat Saingan, Il-114-300 Sukses Terbang Perdana

CAAM mengaku sudah sejak lama memantau kembalinya 737 MAX ke udara serta berbagai perbaikan yang dilakukan Boeing dan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA). Atas dasar itu, mereka akhirnya mengizinkan Boeing 737 MAX, baik maskapai dalam negeri maupun asing, kembali terbang.

Ini tentu berbeda dengan regulator negara lain. Cina, misalnya, saat AS, Eropa, serta beberapa negara lainnya, sudah mengizinkan Boeing 737 MAX kembali terbang, mereka memilih untuk menunggu dan melakukan inspeksi sendiri, tidak bergantung pada hasil perbaikan dan inspeksi dari FAA dan Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).

Hanya Punya Dua Stasiun, Jalur Shibayama Adalah Yang Terpendek di Jepang

Jepang, punya banyak jaringan kereta api dan salah satunya memiliki jalur terpendek yakni jalur Shibayama. Bahkan bisa jadi, Jalur Shibayama bukan hanya terpendek di Jepang tetapi juga di dunia. Jalur ini memiliki panjang 2,2 km dan hanya memiliki dua stasiun yakni Higasi-Narita dan Shibayama-Chiyoda.

Baca juga: Stasiun Seiryu Miharashi di Jepang, Stasiun Unik Tanpa Pintu Keluar

KabarPenumpang.com melansir soranews24.com (13/6/2021), meski begitu jalur ini terhubung ke kereta listrik Keisei dan Stasiun Higashi-Narita dapat diakses dengan naik kereta selama lima menit dari Stasiun Keisei-Narita. Anehnya penumpang tidaklah ramai bahkan bisa dikatakan seperti tidak ada orang.

Jalur Shibayama adalah jalur kereta api terpendek di Jepang. Foto: Sora News 24

Saat akan membeli tiket dengan menaiki eskalator, suasana cukup mengerikan karena sepi dan penumpang bisa saja ragu bahwa itu adalah stasiun kereta. Nyatanya, perjalanan menuju ke Shibayama-Chiyoda dari Higashi-Narita memakan waktu hanya dua menit.

Seperti namanya, Stasiun Higashi-Narita dekat dengan Bandara Internasional Narita, dan pelancong bisa melihat sekilas beberapa pesawat dalam perjalanan. Berbeda dengan Stasiun Higashi-Narita, Stasiun Shibyama-Chiyoda seperti halnya stasiun pada umumnya.

Sebab Stasiun Shibyama-Chiyoda berada di atas tanah dan meski berada dekat Bandara Narita, tetapi memiliki suasana pedesaan yang cukup indah. Tidak ada toko serba ada atau toko di sekitar stasiun, dan jadwal bus menunjukkan hanya dua bus yang berangkat dari stasiun setiap hari.

Keunikan pun terlihat di Stasiun Shibyama-Chiyoda, di mana stasiun ini hanya menawarkan satu pilihan tiket yakni kembali ke Higashi-Narita. Dengan hanya dua stasiun, pasti banyak yang bertana kenapa jalur ini ada?

Tampaknya jalur tersebut dibuat atas permintaan masyarakat Kota Shibayama, dan terutama digunakan oleh pekerja Bandara Narita dan penggemar kereta api. Meskipun sekarang akses Bandara Narita tampaknya lebih mudah melalui stasiun Keisei-Narita, hingga sekitar 30 tahun yang lalu Higashi-Narita benar-benar berfungsi sebagai stasiun kereta api bandara utama, dan bahkan disebut “Stasiun Bandara Narita.”

Baca juga: Stasiun Yumegaoka Disebut “Bukit Harapan” dan Tiketnya Jadi Jimat Keberuntungan

Bahkan saat ini, terowongan bawah tanah langsung menghubungkan stasiun Higashi-Narita ke Bandara Narita. Berjalan hanya 500 meter melalui underpass ini dan Anda bisa mencapai bandara, meskipun faktanya masih belum ada tanda-tanda kehidupan sama sekali.

Terbang Solo Keliling Dunia, Gadis Remaja 19 Tahun Berharap Pecahkan Rekor

Remaja perempuan asal Inggris-Belgia bermimpi suatu hari menjadi astronot dan untuk saat ini tujuannya adalah menjadi wanita termuda yang mengelilingi Bumi sendirian. Jalur keberangkatan pertama adalah melintasi Selat Channel dari kota asalnya di Belgia yakni Kortrijk ke Inggris.

Baca juga: Inilah Travis Ludlow, Pilot Termuda yang Terbang Solo Keliling Dunia

Namun, jangan salah rute dari Belgia ke Inggris bukan ditempuh langsung, melainkan dilakukan dengan berlawanan arah. Dalam perjalanan selama tiga bulan itu, akan membawa gadis 19 tahun itu melintasi lautan, gurun pasir dan hutan belantara Siberia yang luas. KabarPenumpang.com melansir france24.com (18/8/2021), dia akan mencoba menghindari hub udara utama yang menakutkan yakni selain dari bandara JFK yang sibuk di New York dengan pesawat penyangga Shark UL berukuran 325 kilogram dan sebaliknya mendarat di bandara dan lapangan terbang yang lebih kecil untuk istirahat semalam dan mengisi bahan bakar.

Zara Rutherford akan sendirian untuk penerbangan yang berlangsung selama lima hingga enam jam. Dia telah mendapatkan izin untuk mengunjungi negara-negara termasuk Greenland, Honduras, Arab Saudi dan Myanmar. Meskipun bukan pilot termuda yang terbang solo keliling dunia, seorang warga Inggris berusia 18 tahun, Travis Ludlow (pria), menyelesaikan perjalanannya pada bulan Juli, namun Rutherford adalah wanita termuda yang mencoba prestasi tersebut.

“Saya benar-benar berharap untuk mendorong anak perempuan dan perempuan muda untuk masuk ke penerbangan dan STEM sains, teknologi, teknik dan matematika,” katanya sebelum lepas landas.

“Tumbuh dewasa, saya tidak melihat banyak wanita di bidang itu dan itu cukup mengecewakan. Jadi saya berharap untuk mengubahnya,” tambah Zara.

Pengembaraan udaranya dapat diikuti di situs web Rutherford, FlyZolo.com, dan di aplikasi media sosial TikTok. Zara memiliki telepon satelit dan radio untuk berkomunikasi dengan pengatur lalu lintas udara di semua negara di rutenya, tetapi di kokpit dia akan sendirian dengan musik dan podcastnya.

Tidak ada pesawat berikut dengan cadangan, tetapi kru pendukungnya di Belgia termasuk ayahnya, mantan pilot angkatan udara Inggris telah merencanakan petualangan dengan hati-hati. Terutama dengan menyiapkan terlebih dahulu otorisasi yang diperlukan untuk terbang ke banyak wilayah udara nasional yang berbeda.

Zara mengatakan, menyeberangi Atlantik akan menjadi tantangan besar pertama, tetapi perjalanan panjang melintasi Siberia ke Mongolia juga akan membuatnya sering jauh dari peradaban jika dia mendapat kesulitan.

“Saya tidak tidur nyenyak, saya cukup gugup tetapi saya sangat bersemangat. Saat ini, saya merasa sedikit tidak percaya. Saya pikir saya baru akan mulai menyadari bahwa saya telah benar-benar memulai ketika saya telah mendarat di Inggris,” katanya.

Keluarga, teman, jurnalis, staf bandara, dan walikota datang ke Bandara Kortrijk Wevelgem untuk mengantarnya, momen emosional bagi ibu Belgianya yang bangga, Beatrice De Smet.

“Jelas saya memiliki banyak emosi yang campur aduk. Saya seorang ibu dan jantung saya berdetak lebih keras ketika saya melihatnya pergi seperti ini, dan dengan semua perhatian ini yang menambah stres, itu tidak mudah baginya. Tapi saya sangat bangga, bukan hanya penerbangan yang akan dia lakukan, tetapi misi yang ada di baliknya, untuk menginspirasi gadis kecil untuk mengejar impian mereka dan meraih bintang,” kata De Smet.

Baca juga: Mengenal Wiley Post, Pilot Pertama yang Terbang Solo Keliling Dunia! Ada Peran Autopilot

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Rutherford akan tiba kembali di Belgia pada 4 November, kakinya kembali ke tanah tetapi matanya terpaku pada cakrawala lain saat dia ingin melanjutkan studi tekniknya.

Maskapai Mana yang Masih Terbangkan Boeing 727 Sampai Saat Ini?

Pesawat regional trijet Boeing 727 sudah lama di-grounded dalam dunia penerbangan komersial. Debut pesawat ini tenggelam semenjak popularitas Boeing 737 mengemuka dengan twinjet-nya.

Baca juga: Boeing 727 Lakukan Penerbangan Terakhir di Iran

Antara tahun 1962 sampai 1984, Boeing memproduksi 1.832 unit Boeing 727. Tetapi, setelah hampir 40 tahun tak diproduksi, ternyata masih ada 49 unit Boeing 727 beroperasi bersama 29 maskapai di seluruh dunia. Maskapai mana saja?

Menurut ch.aviation, dari jumlah tersebut, 17 di antaranya datang dari maskapai kargo, enam oleh Pemerintah Republik Demokratik Kongo, Burkina Faso, Kolombia, Ekuador, Meksiko, dan Mali, empat maskapai charter, satu dijadikan pesawat uji, dan satu maskapai lainnya sebagai layanan penumpang.

Terkait layanan penumpang dengan Boeing 727 ini tentu hampir tak disangka-sangka oleh avgeeks. Sebab, Boeing 727 penumpang terakhir sudah dihelat pada awal tahun 2019 silam. Ketika itu, Boeing 727 dengan nomer penerbangan EP851 milik Iran Aseman Airlines santer dikabarkan menjadi Boeing 727 yang terakhir terbang di dunia.

Penerbangan terakhir Boeing 727 EP851 melayani rute Zahedan ke Tehran dengan durasi dua jam perjalanan pada malam hari. Menurut sumber yang sama, Boeing 727 EP851 sudah dioperasikan selama 39 tahun oleh Iran Aseman.

Disebutkan, satu-satunya maskapai yang masih mengoperasikan penerbangan penumpang dengan Boeing 727 adalah Safe Air yang berbasis di Nairobi, Kenya. Maskapai tersebut mempunyai dua pesawat Boeing 727 dengan nomor registrasi 5Y-GMA dan 5Y-IRE. Meski begitu kedua pesawat itu tidak secara penuh mengoperasikan layanan penumpang melainkan mixing dengan layana kargo.

Di luar itu, sebetulnya ada maskapai lain yang juga mengoperasikan layanan penumpang meski bukan layanan berjadwal. Disebutkan, dua maskapai yang berbasis di California, AS, Vallejo Company dan Malibu Consulting, masih melayani penerbangan charter penumpang menggunakan pesawat Boeing 727.

Shanzin Trading Arab Saudi juga demikian, melayani penerbagan charter penumpang menggunakan Boeing 727-100 (registrasi HZ-RKR). Celestial Airways juga mengoperasikan penerbangan penumpang menggunakan Boeing 727-200RE.

Raytheon Technologies tercatat menjadi satu-satunya entitas yang masih mengoperasikan pesawat Boeing 727 untuk pesawat uji.

Penggunaan Boeing 727 terbesar datang dari maskapai kargo. Enam maskapai Amerika Serikat, termasuk USA Jet Airlines, MP Aviation, Kalitta Charters, Interjet West, Gulf and Caribbean Cargo, dan Everts Air Cargo, masih mengandalkan pesawat tersebut untuk angkutan barang domestik maupun internasional.

Ada juga maskapai asal Kolombia, Líneas Aéreas Suramericanas, SELVA Servicios Aéreos del Vaupes, dan AeroSucre serta Angkatan Udara Kolombia, Fuerza Aérea Colombiana, yang masih menggunakan pesawat tersebut.

Baca juga: Tak Seperti MH370, Sudah 18 Tahun Boeing 727 Maskapai Ini Hilang Tapi Tak Serius Dicari

Dari Amerika Selatan, ada maskapai Linhas Aéreas Brasil, Uniworld Air Cargo Panama, dan Air Class Lineas Aéreas Uruguay, yang setia mengoperasikan Boeing 727.

Terakhir, maskapai Astral Aviation, Serve Air Cargo, Waypoint Airlines, PSI Air 2007, dan T2 Aviation, juga tergabung dalam 29 maskapai di seluruh dunia yang masih mengoperasikan pesawat Boeing 727.

 

Gegara Penimbangan Berat Badan Acak, Inilah ‘Derita’ Pramugari Emirates

Bekerja sebagai awak kabin di Emirates, para pramugari mengaku sering kali harus menjalani penimbangan berat badan secara acak. Yang mana setelah ditimbang dan berat mereka naik (kelelebihan berat) dari yang ditentukan, maka yang bersangkutan harus menjalani program manajemen berat badan.

Baca juga: Punya Standar Tinggi, Malaysia Airlines Pecat Pramugari yang Kelebihan Berat Badan Meski 1 Kg

Duygu Karaman mengatakan, karena penimbangan kerap kali terjadi, dirinya berhenti dari pekerjaannya pada tahun 2019 setelah pemantauan berat badan yang “ketat” dan “mengecewakan” oleh maskapai. Ia mengatakan bahwa maskapai meminta berat badannya diturunkan dan kemudian dipantau selama satu tahun untuk mengetahui mereka menurunkan berat badannya atau tidak.

“Mereka tidak memberi tahu saya siapa yang melaporkan saya, tetapi mereka menimbang saya dan mengatakan melacak semuanya berdasarkan BMI. Karena berat badan saya lebih dari dua kilogram, saya dimasukkan ke dalam program manajemen berat badan,” kata Karaman yang dikutip KabarPenumpang.com dari independent.co.uk (6/9/2021).

Karaman mengatakan bahwa dia akan ditarik ke samping untuk penimbangan acak sebelum penerbangan. Meski mencoba mempertahankan berat badan idealnya, Karaman terkadang memiliki berat yang naik satu hingga dua kilogram. Dia mengaku kesal ketika harus melakukan pemeriksaan berat badan.

Situs web Emirates menyatakan, dalam pedoman perekrutan, awak kabin harus sehat secara fisik untuk peran yang mengharuskan hasil Indesk Massa Tubuh atau BMI yang sehat. Untuk para awak kabin wanita, harus mengenakan sepatu hak dan menggunakan make up wajah penuh.

“Ini jelas tidak baik-baik saja. Saya benar-benar kesal begitu lama dan kemudian saya kehilangan kepercayaan diri saya,” kata Karaman tentang fiksasi pada berat badannya.

Baca juga: Khawatir Kondisi Kesehatan, Pramugari Inggris Sukses Turunkan Berat Badan

Dia mengklaim bahwa rekan-rekannya menjadi sasaran praktik tersebut, dengan ada yang akhirnya menjalankan operasi pengencangan perut yang bertentangan dengan saran dokter. Menurut Karaman, Emirates harus membatalkan hal ini, sebab berat lebih dua atau tiga kilogram tidak akan mengganggu awak kabin dalam melakukan pekerjaannya.