Sistem PocketView Hadirkan Pesan LED Melalui Pakaian

Teknologi ikut merambah dunia fesyen. Di mana kain pintar yang dapat digunakan menjadi pakaian yang nantinya menampilkan data. Seperti sistem PocketView yang bisa menyinari tampilan melalui bahan tekstil yang ada.

Baca juga: Masker LED Desain Chelsea Klukas Jadi Gaya di Masa Pandemi

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (12/10/2021), saat ini sistem tersebut dalam pengembangan di Universitas Waterloo Kanada. Yang mana pengaturan PocketView akan memiliki bentuk perangkat datar dengan kisi LED intensitas tinggi di permukaan depannya dan pas di dalam saku pakaian pemakainnya. Teknologi ini bahkan bisa langsung dibuat ke perangkat yang ada seperti pelacak kebugaran atau dapat berfungsi sebagai tampilan sekunder yang terhubung dengan Bluetooth dan mudah dilihat untuk gadget host yang tidak dapat diakses seperti ponsel pintar.

Idenya adalah ketika pemakainya perlu diberitahu tentang hal-hal seperti email masuk atau pesan teks, PocketView akan menampilkan peringatan yang sesuai dalam bentuk simbol gaya dot-matrix resolusi rendah yang bersinar melalui pakaian mereka. Setelah diakui, pemberitahuan tersebut dapat ditutup dengan mengetuk layar dua kali melalui kain.

Selain itu, dengan mengetuk perangkat sekali, pengguna dapat melihat tampilan yang menawarkan data seperti waktu, kondisi cuaca, statistik kebugaran (saat berolahraga) atau panah kiri/kanan navigasi yang menunjukkan arah mana yang harus berbelok sambil berjalan. Dalam pengujian yang dilakukan sejauh ini, PocketView telah mampu menonjolkan tampilannya melalui kain termasuk katun tebal dan poliester, dalam berbagai gaya pakaian dan saku.

Baca juga: 8.015 Bohlam LED Maskapai Flyadeal Bertuliskan “Shukran” Sukses Pecahkan Rekor Dunia

“Ini adalah tampilan yang menunjukkan informasi minimal. Itu cukup baik jika Anda berjalan atau bersepeda, misalnya, untuk menunjukkan petunjuk navigasi dasar. Atau katakanlah Anda menerima pesan dan tidak ingin mengalihkan perhatian dari apa yang Anda lakukan. Anda dapat mengintip layar dan lihat pemberitahuannya,” kata mahasiswa PhD Antony Albert Raj Irudayaraj.

Sebuah makalah tentang penelitian ini sedang dipresentasikan melalui Simposium ACM 2021 online tentang Perangkat Lunak dan Teknologi Antarmuka Pengguna.






















Neoplan Jumbocruiser – Bus Tingkat yang Pernah Sabet Guinness World Records

Neoplan Jumbocruiser masuk dalam Guinness World Records sebagai bus terbesar di dunia dengan kapasitas 170 penumpang. Namun sayangnya tidak diketahui dengan jelas tahun kapan dan masuk dalam kategori apa sehingga mendapat rekor dari Guinness World.

Baca juga: Dari Paris, Inilah Schneider Brillié P2 – Bus Tingkat Pertama di Dunia

Ini adalah bus tingkat satu-satunya yang pernah dibuat di Jerman. Bus tingkat tersebut dibangun oleh Neoplan Bus GmbH antara tahun 1975 dan 1992. Bus ini memiliki panjang 18 meter dengan lebar 2,5 meter dan tinggi empat meter.

Model terakhir dari Neoplan Jumbocruiser memiliki formula gandar yang berbeda karena mesin yang dipasang ada di bagian belakang. Jumbocruiser pertama kali diproduksi pada tahun 1975. Sayangnya ini tidak pernah masuk ke produksi skala penuh.

Satu Jumbocruiser dengan tempat duduk yang sangat nyaman untuk 80 penumpang mengoperasikan rute dari Belgia ke Spanyol pada pekerjaan intensitas tinggi. Ini menempuh jarak sekitar 99 ribu mil atau sekitar 160 ribu km dari yang baru.

Namun bus ini pernah terlibat dalam kecelakaan dan membuatnya terguling yang mana awalnya diklaim disebabkan oleh kesalahan desain tetapi banyak pihak sepakat itu adalah kesalahan pengemudi yang minum secangkir kopi. Kemudian bus tingkat ini dibangun kembali oleh Jumbocruiser Ltd (tidak ada koneksi) dari Bristol di Inggris.

Mereka menggunakan jasa Richard Cœur de Lyon (sekarang disebut Caross Center) di dekat Mons di Belgia untuk melucuti pelatih sepenuhnya dan membangunnya kembali ke desain yang lebih modern, dan dengan suspensi yang dimodifikasi. Meja putar digital modern disiapkan dan dipasang oleh HÜBNER di Jerman.

Mesin pembakaran internal, gearbox, sistem pengereman, alat tenun kabel dan dasbor diganti dan ditingkatkan. Dasbor baru dengan unit pembungkus semi-digital dipasang sebagai pengganti unit datar asli yang rawan karat. Tutup depan dan ujung modern dipasang, dan akhirnya dikurangi setelah ditemukan terlalu lebar.

Baca juga: Bus Tingkat Ternyata Awalnya di Paris Bukan London

Kendaraan itu diuji oleh Vehicle and Operator Services Agency di Inggris pada November 2006 dan pada 2007 Jumbocruiser Ltd. mulai memasarkan bus sebagai bus tidur bintang “rock ‘n’ roll”. itu pada Februari 2010.

Guinness World Records Berduka Atas Wafatnya Pengemudi Bus Terpendek di Dunia

Frank Faeek Hachem pengemudi bus terpendek di dunia meninggal di usia 58 tahun. Dia merupakan pemegang rekor pengemudi bus terpendek dan tercatat pada Guinness World Records. Meninggalnya Frans membuat Guinness World Records berduka dan kehilangan pengemudi bus terpendek di dunia itu.

Baca juga: Frank Hachem, Inilah Pengemudi Bus Tingkat Terpendek di Dunia

Pengemudi bus terpendek ini meninggal pada 21 Oktober 2020 karena mengalami serangan jantung di rumahnya. Frank juga sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi itu tidak bisa menyelamatkannya. Frank diketahui dimakamkan dua hari setelah dinyatakan meninggal di pemakaman Kingston, Portsmouth.

Dilansir KabarPenumpang.com dari guinnessworldrecords.com, Frank adalah pria yang berasal dari Irak dan pindah ke Inggris lebih dari 20 tahun. Dia tinggal di Hampsire bersama keluarganya dan sudah menjadi pengemudi bus di Stagecoach South selama tiga tahun setelah lulus tes mengemudi bus tahun 2017.

“Meskipun hanya bersama kami sejak 2017, kepribadian Frank yang luar biasa membuatnya mendapatkan banyak teman baik di antara rekan-rekannya (termasuk saya sendiri) dan pelanggan. Sebuah inspirasi bagi kami semua, Frank bangga melayani Stagecoach dan komunitas kami hingga, yang ternyata menjadi, hari terakhirnya bersama kami pada hari Selasa minggu ini,” kata Steve Thorpe, Marketing Officer Stagecoach South.

Steve mengatakan, Frank adalah orang yang paling inspiratif dan ramah yang menunjukkan bahwa disabilitas bukanlah penghalang dan orang yang bangga melayani masyarakat. Frank terus bekerja tanpa lelah selama pandemi virus corona dan penguncian berikutnya sebagai pekerja kunci.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Guinness World Records, Frank mengatakan bahwa selama periode ini dia bangga “terus melayani komunitasnya dan membantu orang mencapai tujuan mereka”. Frank diukur pada 136,2 cm, sebagaimana diverifikasi pada 5 Februari 2018. Frank menderita achondroplasia, bentuk umum dari dwarfisme, tetapi tidak pernah membiarkan tinggi badannya menahannya.

“Menjadi orang pendek, tentu saja Anda mengalami kesulitan, saran saya kepada para penyandang cacat dan orang-orang yang menghadapi kesulitan adalah untuk tidak menyerah, terus maju, dan Anda akan mencapainya. apa yang ingin Anda lakukan,” kata Frank saat diwawancarai.

“Frank bertekad untuk membuktikan bahwa tinggi tidak boleh menjadi halangan, dan dia bangga memamerkan sertifikat Guinness World Records-nya sebagai simbol apa yang bisa dicapai jika Anda menaruh pikiran Anda untuk itu,” ujar Craig Glenday, Pemimpin Redaksi Guinness World Records.

Antusiasmenya sangat menginspirasi, dan ceritanya akan banyak membantu memotivasi orang lain untuk mengejar impian mereka, tidak peduli tantangan apa yang mereka hadapi dalam hidup.

Baca juga: Dianggap Terlalu Cantik Jadi Pengemudi Bus, Wanita Asal Inggris Tetap Pada Pendiriannya

“Dia akan sangat dirindukan, tidak hanya oleh orang-orang di rute busnya, tetapi juga oleh semua orang yang hidupnya diterangi oleh pandangan positifnya tentang kehidupan,” kata Craig.






















Mau Jauh dari Calo Saat Naik Bus? Cek Tips Berikut ini

Meski operasi untuk memberantas percaloan terus dilakukan secara berkala, tapi tetap saja, ada calo yang berkeliaran di area terminal bus jarak jauh. Mengganggu, ya jelas. Mengutip dari beberapa sumber, sebenarnya kehadiran calo bus dapat ‘dihadang’ sejak dini. Penasaran jurus apa untuk menangkal calo bus? Simak tips kami berikut ini.

Baca juga: Jejak Sejarah Stasiun Muntilan, Kini Berubah Jadi Terminal Bus Prajitno

a. Berangkat dari agen di luar terminal
Banyak perusahan otobus atau PO yang bekerja sama dengan agen bus. Bahkan tak jarang mereka membuka kantor perwakilan diluar terminal untuk mengurangi kepadatan penumpang dihari tertentu seperti Lebaran ataupun menjelang akhir tahun. Berangkat dari agen atau kantor perwakilan sebenarnya jauh lebih aman dan bisa mengangkut penumpang lebih banyak dari hanya menaik turunkan penumpang di terminal.

b. Gunakan aplikasi atau situs web terpercaya
Untuk menghindari calo, penumpang juga bisa membeli tiket mereka melalui aplikasi baik milik PO bus itu sendiri atau aplikasi yang bekerja sama atau situs web mereka. Selain lebih mudah dan aman, terkadang ada diskon yang bisa didapat penumpang dibandingkan harus membeli langsung. Tak hanya itu, sudah barang jelas dengan cara ini calo pun terhindar dengan sendirinya.

c. Terlihat santai dan jangan bingung
Saat di terminal, Anda harus tenang dan biasa saja. Jangan pernah menunjukkan wajah bingung, sebab bila ini ditunjukkan, sudah pasti Anda menjadi incaran para calo. Mereka akan lebih mudah menjual tiket dengan beragam cara dan kata agar Anda lebih tertarik membeli tiket dari mereka dibandingkan di agen bus itu sendiri.

Baca juga: Sambut Nataru 2020, Pelni Siapkan 26 Kapal dan Imbau Penumpang Hindari Calo Tiket

d. Cek situasi terminal keberangkatan
Pemahaman terhadap situasi dan kondisi di terminal bus bisa membantu Anda terhindar dari aksi calo. Anda bisa bertanya kepada kenalan atau rekan yang biasa bepergan naik bus di terminal tersebut. Anggota komunitas bus juga biasanya mengetahui tips khusus berupa “kata sakti” yang bisa disebutkan untuk membuat calo tiket pergi dengan sendirinya.

Sebagai contoh, ketika berada di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, kata sakti yang bisa kalian sebutkan adalah “mau naik Haryanto” atau kata-kata lain yang merujuk pada Perusahaan Otobus (PO.) Haryanto. Tidak diketahui secara pasti apa yang membuat nama PO tersebut disegani oleh kalangan calo tiket di terminal terbesar di Jakarta itu.

Warisan Sempati Air, Inilah Maskapai yang Masih Operasikan Fokker 70

Fokker 70 di masanya sempat menjadi pesawat paling populer di Eropa. Meski begitu, maskapai pertama yang mengoperasikan pesawat tersebut bukan datang dari Benua Biru, melainkan dari Indonesia bersama Sempati Air pada bulan Maret 1995; di samping Pelita Air yang turut mengoperasikan pesawat itu tak lama setelahnya.

Baca juga: Kisah Pesawat Buatan Putra Blitar yang Sempat Jadi Andalan TNI AU, Fokker F-27 dan F-28

Sayangnya, setelah 47 unit pesawat dan satu prototipe diproduksi, mulai tahun 1993 hingga 1996, produksi akhirnya distop. Menariknya, usai puluhan tahun, masih ada 21 pesawat aktif yang melayani tujuh airlines di dunia.

Dari data ch-aviation.com, dari tujuh operator yang masih mengoperasikan Fokker 70, satu yang terbesar adalah maskapai penerbangan regional Australia, Alliance Airlines, dengan total 14 armada. Dua di antaranya sudah tidak aktif terbang. Rata-rata pesawat tersebut berusia 26 tahun atau produk keluaran terakhir sebelum dihentikan.

Meski begitu, perlu dicatat, dari 12 unit Fokker 70 aktif milik Alliance Airlines, empat di antaranya dioperasikan oleh Virgin Australia.

Alliance Airlines dalam laman resminya terlihat sangat bangga mengoperasikan Fokker 70 meskipun usianya tak lagi muda. Tak heran, maskapai yang didirikan tahun 2002 ini sampai membeli pesawat Fokker 70 bekas, seperti VH-QQX yang dibeli dari Malev Hungarian Airlines pada tahun 2011 silam dan VH-NUO dari Austrian Airlines pada bulan Februari 2019.

Menariknya, pesawat tersebut (VH-NUO), sebelum digunakan Austrian Airlines, pernah digunakan juga oleh Tyrolean Airways dan Sempati Air. Itu berarti, pesawat dengan nomor registrasi tersebut adalah pesawat Fokker 70 pertama yang beroperasi bersama maskapai, mengingat Sempati Air adalah pengguna pertama pesawat ini pada bulan Maret 1995.

Selain Alliance Airlines, ada juga maskapai nasional Papua Nugini, Papa New Guinea, yang juga mengoperasikan pesawat berkapasitas 80 penumpang ini.

Disebutkan, maskapai ini total memiliki enam pesawat, dimana hanya dua di antaranya yang aktif beroperasi. Demikian juga dengan Fly All Ways Airlines. Maskapai nasional Suriname itu juga memiliki dua pesawat Fokker 70 aktif.

Dari Afrika, maskapai Kenya, Jetways Airlines, juga mengoperasikan satu Fokker 70 dengan nomor registrasi 5Y-JWF yang berusia 24,5 tahun. Satu maskapai terakhir ialah JetAir Caribbean. Maskapai ini total memiliki dua pesawat yang teregistrasi sebagai PJ-JAC dan PJ-JAB. Dari dua itu, hanya PJ-JAC yang masih aktif beroperasi.

Dengan begitu, genap sudah total enam maskapai komersial yang mengoperasikan 18 pesawat Fokker 70. Adapun satu operator sisanya datang dari militer dengan total tiga unit.

Baca juga: Hari Ini, Fokker Resmi Bangkrut Gegara Sederet Masalah, Salah Satunya Kebanyakan Pesanan

Kenya, selain memiliki Fokker 70 yang beroperasi bersama Jetways Airlines, juga memiliki satu Fokker 70 lainnya yang beroperasi bersama Angkatan Udara Nasional. Pesawat tersebut diregistrasi sebagai KAF308 berusia 26,1 tahun. Pesawat ini diplot sebagai pesawat VIP dan dilengkapi dengan 26 kursi.

Dua Fokker 70 aktif sisanya dioperasikan Angkatan Udara Myanmar. Pesawat yang dahulunya dioperasikan KLM Cityhopper ini tak dioperasikan sebagai angkutan VIP, sebagaimana di Kenya. Tetapi, tetap dikonfigurasi layaknya maskapai komersial dengan mempertahankan 80 kursi penumpang.


Genjot Pendapatan Non Tarif, Perusahaan Kereta di Jepang Tawarkan Paket Wisata ‘Dekat’ dengan Stasiun

Sebagai dampak turunnya jumlah penumpang kereta di tengah pandemi, mendorong perusahaan kereta api Jepang meningkatkan pendapatan dari non tarif, yaitu dengan mengembangkan lokasi wisata yang berada dalam kisaran waktu sekitar satu jam dari pusat kota Tokyo.

Baca juga: Kereta Mewah “36+3” Meluncur, Lintasi Lima Rute di Kyushu

Perusahaan kereta api juga berencana untuk menjadikan kawasan ini sebagai resor liburan di masa depan, dengan harapan dapat mengubahnya menjadi sumber pendapatan utama. KabarPenumpang.com melansir the-japan-news.com (13/10/2021), Keio Corp. bahkan baru saja mengumumkan akan mengadakan rangkaian acara pertama kalinya, termasuk kelas tentang membuat api unggun di hotel Takaone di kaki Gunung Takao di Tokyo pada akhir Oktober ini.

Tur Gunung Takao

Sedangkan untuk wisata keluarga, perusahaan mencoba untuk menonjolkan daya tarik gunung yang baru saja memasuki musim gugur. Keio diketahui membeli hotel pada 2018 dan meulai merenovasi sebagai Takaone yang dibuka pada Juli. Hotel ini memiliki taman dalam sehingga para tamu bisa memasak di atas api atau barbekyu saat malam hari. Selain itu juga menawarkan wisata matahari terbit ke Gunung Takao.

“Karena jumlah penumpang kereta api telah menurun, kami pikir kami perlu merancang kegiatan selain hiking,” kata seorang pejabat di perusahaan itu.

Gunung Takao berjarak sekitar 50 menit dengan kereta api dari Stasiun Shinjuku di Tokyo, dan banyak dari pengunjungnya adalah pelancong harian. Keio membuka hotel Takaone dalam upaya untuk mengubah beberapa turis itu menjadi tamu yang menginap. Pandemi telah membuat orang menghindari perjalanan jarak jauh, yang pada akhirnya terbukti menguntungkan pada bulan Juli hingga September, tingkat hunian hotel relatif tinggi sekitar 70 persen.

Menurut Keio, banyak tamu adalah keluarga dari berbagai penjuru Tokyo. Selain itu, mereka juga memasukan rencana untuk menjadikan seluruh Semenanjung Miura di Prefektur Kanagawa sebagai resor liburan dalam rencana pengelolaan jangka menengahnya. Karena semenanjung ini dekat dengan pusat kota Tokyo, banyak dari mereka yang berkunjung adalah pelancong harian, seperti di Gunung Takao.

Melalui pengembangan jangka panjang, perusahaan bertujuan untuk mengubah semenanjung menjadi tempat wisata yang dikunjungi oleh banyak tamu bermalam, mirip dengan Atami di Prefektur Shizuoka dan Karuizawa di Prefektur Nagano. Pada bulan Mei tahun ini, perusahaan meluncurkan rencana untuk membuka penginapan ryokan pemandian air panas mewah pada tahun fiskal 2024, yang akan berfungsi sebagai pusat kawasan resor yang direncanakan.

Perusahaan kereta api bekerja untuk mengembangkan kawasan wisata yang dekat dengan pusat kota Tokyo karena mereka percaya bahwa pandemi virus corona akan mengubah cara orang bepergian.

Buku Putih Pariwisata Jepang 2021 menunjukkan peningkatan jumlah perjalanan ke tempat-tempat terdekat dalam kelompok kecil, dan mengatakan kecenderungan itu akan berlanjut bahkan setelah pandemi. Perjalanan semacam ini disebut “wisata mikro” dan diharapkan dapat menciptakan permintaan perjalanan baru. Anak perusahaan baru East Japan Railway Co. membentuk kemitraan modal dengan perusahaan rintisan yang terlibat dalam revitalisasi regional pada bulan Juli, untuk mengubah daerah Okutama yang kaya alam di Tokyo barat menjadi tempat wisata.

Baca juga: Hotel di Osaka Tawarkan Kamar Spesial dengan Pemandangan Jalur Kereta Shinkansen

Mereka mengadakan tur semalam menggunakan stasiun tak berawak di Jalur Ome dan rumah-rumah kosong dari Februari hingga April. Tur diterima dengan baik, mendorong kemitraan untuk meluncurkan upaya penuh. Namun, sayangnya di perkeretaapian Indonesia belum melakukan hal ini meski banyak wisata yang sudah mulai membuka diri untuk pelancong.

Blizwheel Hadirkan Skuter Elektrik Lipat yang Bisa Masuk Tas Jinjing

Sebuah skuter elektrik belum lama ini bergabung dengan kickscooter listrik lipat. Di mana kickscooter listrik ini merupakan besutan Blizwheel yang berbasis di California, AS. Ada dua model kickscooter yang dihadirkan Blizwheel yakni standar dan pro.

Baca juga: Skuter Listrik Tiup Poimo Kini Hadir dalam Versi Custom-Fit, Skuter Bisa Menyesuaikan Badan

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (11/10/2021), kickscooter standar dilengkapi dengan motor 200 Watt di setiap roda untuk kecepatan maksimal hingga 19 km per jam. Sedangkan untuk model pro dilengkapi dengan dua motor 300 Watt dengan kecepatan laju maksimal 24 km per jam.

Untuk tipe standar jangkauan per pengisian daya cukup rendah yakni sekitar 13 km sedangkan pro yakni 24 km sebelum mengisi ulang baterai. Blizwheel menghadirkan fitur menonjol pada kickscooter ini yakni adalah bisa dilipat sehingga hanya menjadi 396 x 162,5 x 99 mm.

Dengan ukuran ini, kickscooter tersebut bisa masuk dalam tas ransel atau tas jinjing. Bahkan bobotnya pun hanya 3,9 kg untuk model standar dan 5,4 kg untuk pro. Selain itu ketika dijinjing pun dilengkapi dengan pegangan dan tak perlu dilipat sepenuhnya alias hanya sebagian.

Ini membuat roda depan tersedia untuk bergulir disepanjang jalan atau peron stasiun. Di tempat lain, rangka dibuat menggunakan aluminium tingkat pesawat, roda chunky kecil menawarkan ground clearance 58 mm untuk standar atau 82 mm untuk Pro, dan “suspensi PU khusus” (poliuretan) dilaporkan membantu menghaluskan beberapa gundukan di sepanjang jalan tanpa pabrikan perlu memasang pegas yang berat.

Pada bagian atas stang telescoping terdapat dasbor digital sehingga pengendara dapat melihat sekilas info trip. Ada juga rem motor dan rem mekanis, serta lampu depan dan belakang, dengan lampu sein, untuk pengendaraan setelah gelap atau keamanan siang hari.

Baca juga: BMW Hadirkan Dynamic Cargo E-trike yang Tak Perlu Dilipat Ketika Naik Eskalator

Kickstarter berjanji untuk model standar akan dijual mulai dari US$299, versi yang dirancang untuk ramah penerbangan mulai dari $479, sementara Anda harus mengeluarkan setidaknya $499 untuk Pro. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, pengiriman diperkirakan akan dimulai pada Mei 2022.

Gunakan Bus Tingkat Berusia 20 Tahun, “Hanoi 75” Hadirkan Kuliner Khas Vietnam di Manchester

Jalan-jalan di Manchester (Inggris) tapi rindu kuliner Vietnam? Tenang saja, pelancong yang lapar dan rindu jajanan Vietnam bisa langsung mendapatkannya di bus tingkat yang berada di pusat kota Manchester.

Baca juga: Dulunya Bus Sekolah, Kini Bus Tingkat ini Jadi Penginapan Mewah

Bus tingkat bernama Hanoi 75 tersebut bahkan diberi label sebagai ‘tempat paling keren’ di Manchester. KabarPenumpang.com melansir laman manchestereveningnews.co.uk (5/10/2021), bus tingkat tersebut terletak di pusat kuliner Hatch dan cepat menjadi favorit di antara restoran Asia lain setelah hadir pada 2019 lalu.

Hanoi 75 terletak di Hatch. Foto: Hanoi 75 Publicity Picture

Menghadirkan menu kecil namun beragam, pengunjung bisa memilih untuk memesan bao buns, sticky chicken, pepper steak dan tahu kedelai hoisin. Selain itu juga ada warm noodle salad dan pho yang adalah hidangan klasik Vietnam. Kemudian banh mi, Asian twist roll yang diisi dengan berbagai isian.

Restoran yang berada di bus tingkat tersebut menawarkan kentang goreng khas mereka yakni ‘Disco Fries’ dengan taburan sticky chicken, telur goreng renyah, cabai mayo, selada dan sriracha bawang putih. Restoran unik tersebut dimiliki oleh Cat O’Brien yang pernah melakukan perjalanan keliling Asia Tenggara setelah dirinya lulus dari universitas.

Dia kemudian jatuh cinta dengan makanan Vietnam dan ketika kembali ke Inggris membeli bus berusia 20 tahun di eBay dan mulai membuat restorannya sendiri.

“Itu cukup sulit, saya tidak benar-benar tahu apa yang harus saya lakukan dengan diri saya sendiri. Dan kemudian saya benar-benar menetap di Hanoi. Saya memiliki pekerjaan mengajar yang baik, saya memiliki apartemen yang indah, mengadopsi kucing, benar-benar menetap tetapi juga sedikit macet. Sepanjang waktu saya bermimpi untuk memasak makanan Asia, yang berubah menjadi cinta makanan Vietnam begitu saya tinggal di sana,” ungkap Cat

Ternyata, sejak kecil Cat sudah tumbuh dengan makanan Asia dan menjadi bagian penting dari masa kecilnya. Cat mengatakan, itu karena ibunya lahir di Malaysia dan tinggal di sana sampai berusia 5 tahun.

Baca juga: Dari Paris, Inilah Schneider Brillié P2 – Bus Tingkat Pertama di Dunia

Sejak Hanoi 75 hadir di Hatch, tempat itu menjadi populer untuk menikmati pengalaman bersantap yang santai dan unik. Seorang pengulas makanan mengatakan, mereka memiliki waktu yang luar biasa, makanan lezat, layanan cepat, ceria dan suasana santai namun ramai.

Tiga Negara Ini Tolak Penerbangan Supersonik Concorde, Dua dari Asia

Di masanya, pesawat supersonik Concorde bak bintang di tengah gelapnya malam. Sangat familiar. Meski tiket per penerbangan transatlantik-nya cukup mahal, mencapai US$12.000 atau sekitar Rp174 juta (kurs 14.552), faktanya, rata-rata okupansi atau load factornya cukup tinggi mencapai 92 hingga 128 penumpang per penerbangan.

Baca juga: Sederet Masalah Ini Jadi Biang Kerok Era Pesawat Supersonik Concorde Berakhir

Namun, di balik itu, ternyata pesawat supersonik Concorde sempat kesulitan beroperasi secara komersial lantaran terjadi penolakan oleh beberapa negara terkait ledakan sonik (sonic boom). Beruntung, gelombang penolakan itu tidak meluas.

Setidaknya, hanya ada tiga negara yang secara tegas menolak. Dua di antaranya dari Asia. Siapakah itu? Dilansir Simple Flying, berikut tiga negara yang menolak dilintasi Concorde.

1. Amerika Serikat (AS)

Usai penerbangan perdana pesawat supersonik Concorde pada 2 Maret 1969, banyak negara percaya bahwa pesawat tersebut hanya cocok terbang di atas perairan, bukan daratan; salah satunya AS. Alasannya sama seperti kebanyakan negara lain, ledakan sonik  yang sangat mengganggu warga.

Itu sebab, saat penerbangan perdana Concorde secara komersial, dari London dan Paris ke New York dan Washington pada 11 Maret 1976, Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey melarang Concorde mendarat di Bandara JFK. Sebelum itu, akses ke bandara tersebut bahkan nyaris lumpuh lantaran ditutup sekitar 2.000 mobil warga yang kesal dengan rencana pendaratan Concorde di JFK.

Tentu saja British Airways dan Air France selaku operator menggugat tindakan tersebut. Pada bulan Agustus 1977, seorang Hakim Pengadilan Distrik di New York menyebut larangan itu “diskriminatif dan tidak adil” dan mengizinkan pendaratan uji coba Concorde dalam 10 hari berikutnya.

Putusan tersebut kemudian diperkuat oleh putusan Mahkamah Agung pada bulan Oktober 1977. Disebutkan, Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey tak berhak melarang hal itu lantaran dalil tentang kebisingan tak jelas.

2. Malaysia

Sebelum AS mencabut larangan terbang Concorde, Air France dan British Airways putar otak mencari rute lain sampai akhirnya memutuskan terbang ke Sydney dan otoritas setempat pun mengizinkannya. Mengingat jarak tempuhnya yang cukup jauh, Concorde harus transit untuk mengisi bahan bakar. Singapura pun diputuskan jadi tempat transit.

Rute London-Singapura juga pada akhirnya berdiri sendiri alias tidak hanya sebagai tempat transit ke Sydney.

Hanya saja, ini mendapat penolakan keras dari Negeri Jiran Malaysia. Alhasil, usai tiga penerbangan berlangsung, rute London-Singapura akhirnya ditutup.

Baca juga: 50 Tahun Singapore Airlines Rute Singapura-London, Pernah Operasikan Concorde!

3. India

Saat rute London dan Paris ke Sydney digagas, pesawat supersonik Concorde British Airways dan Air France awalnya berencana melintasi langit India. Tetapi, negara tersebut menolak juga dengan alasan polusi suara akibat ledakan sonik.

Meski begitu, banyak yang menilai bahwa India hanya mencari-cari alasan saja. Persoalan utamanya yakni India tidak mendapat slot di Bandara London Heathrow sehingga negara tersebut membalasnya dengan cara itu.

Empat Langkah Kurangi-Bebas Emisi Karbon Pesawat, Apa Saja?

Industri penerbangan global berpacu dengan waktu untuk menekan emisi karbon di setiap penerbangan. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari pendekatan teknologi sampai manajemen. Semua dilakukan demi tujuan zero emission atau nol emisi karbon penerbangan komersial paling lambat tahun 2050 mendatang.

Baca juga: Teknologi Aircraft Towing System Janjikan Penghematan Bahan Bakar dan Tekan Emisi C02!

Dikutip dari BBC Internasional, setidaknya, ada empat langkah besar yang dilakukan untuk mencapai tujuan bebas emisi karbon tahun 2050. Berikut selengkapnya.

1. Taxiing

Meski terlihat kecil, taxiing dengan satu apalagi dua mesin sungguh boros bahan bakar. Karenanya, dibutuhkan inovasi agar taxiing di seluruh bandara di dunia tak lagi menggunakan mesin, salah satunya menggunakan TaxiBot.

Pada Mei tahun ini, misanya, Bandara Delhi dan KSU Aviation, operator eksklusif TaxiBot di India, mengumumkan sudah mencetak 1.000 pergerakan TaxiBot dan berhasil mengurangi penggunaan bahan bakar jet atau Avtur hingga lebih dari 214 ribu liter, mengurangi lebih dari 532 ton emisi karbon dioksida. Itu baru 1.000 pergerakan, bagaimana seluruh pergerakan pesawat menggunakan itu, sudah pasti akan mengurangi emisi karbon pesawat.

Selain itu, teknologi dari NASA yang baru-baru ini diuji coba, ATD2, juga brilian dalam meningkatkan efektivitas lepas landas dan mendarat. Teknologi ini secara teknis akan merampingkan beberapa sistem air traffic control (ATC) menjadi satu. Dengan begitu, waktu tunggu untuk lepas landas dan mendarat 15 menit lebih cepat dari sebelumnya dan menghemat energi sekaligus mengurangi emisi karbon.

Baca juga: Teknologi Terbaru NASA Sanggup Kurangi Emisi Karbon-Menghemat Bahan Bakar Pesawat

2. Pesawat baru

Mengganti pesawat usang dengan pesawat baru adalah salah satu langkah mengurangi emisi karbon. Memang, solusi ini bukan jangka panjang melainkan jangka pendek. Kendati begitu, kontribusinya dalam menekan emisi patut diperhitungkan.

Pesawat baru disebut 15 sampai 25 persen lebih efisien daripada pesawat lama. Ini tercipta berkat bobor lebih ringan, earodinamis, dan mesin yang lebih efisien.

3. Daur ulang pesawat

Recycle atau daur ulang pesawat memang massif dilakukan. Tetapi, perlahan ini menjadi salah satu agenda maskapai.

Pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium. Karenanya, usai pesawat pensiun, mereka dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik.

Suku cadang, landing gear, mesin, dan peralatan avionik yang masih bagus, akan dipertahankan dan digunakan sebagai suku cadang pengganti dari pesawat yang masih beroperasi.

Baca juga: Lima Alternatif Pengganti Bahan Bakar Fosil Pesawat di Masa Depan, Nomor Dua Aneh!

4. Bahan bakar berkelanjutan

Dari satu sampai tiga solusi pertama bisa dibilang dalam tataran teknis dan jangka pendek. Tetapi, pada solusi keempat ini tentang bahan bakar berkelajutan, itu adalah mutlak dan bagian paling penting dalam upaya menuju bebas emisi karbon 2050 di dunia penerbangan komersial.

Saat ini, berbagai solusi sudah ditawarkan, mulai dari mengganti bahan bakar fosil ke bahan bakar hidrogen, listrik, sampai biofuel dari berbagai bahan bahar alternatif, seperti tembakau, sampah, gula, nuklir, sampai serbuk kayu.