Empat Rute TransJakarta Mulai Dioperasikan Kembali Setelah Dihentikan Karena Pandemi

Mulai pulihnya kegiatan masyarakat di PPKM Level 2, memperbolehkan angkutan umum kembali menerapkan kapasitas angkut 100 persen. Hal ini pun kemudian dilakukan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) yang akan kembali mengoperasikan empat rutenya yang sempat dihentikan sementara selama masa pandemi Covid-19.

Baca juga: PPKM Level 2, TransJakarta Mulai Berlakukan Kapasitas Angkut Penumpang 100 persen

Keempat rute tersebut yakni PGC – Grogol (9A), Pinang Ranti – Bundaran Senayan (9C), Kampung Rambutan – Harmoni via Cempaka Putih dan Rawa Buaya – Pulogadung (2A). Sebelumnya, empat rute ini sempat dihentikan sementara untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Prasetia Budi, direktur operasional PT TransJakarta mengatakan, keempat rute tersebut mulai beroperasi kembali pada hari ini, Jumat (22/20/2021). Rute ini mulai melayani penumpang setiap hari pukul 05.00 – 10.00 wib dan sore hari pukul 15.00-21.00 WIB.

Meski mulai beroperasi 100 persen, PT TransJakarta tetap diwajibkan penumpang untuk menaati protokol kesehatan. Selain itu setiap penumpang juga wajib menunjukkan bukti telah melakukan vaksinasi Covid-19 kepada petugas baik melalui aplikasi PeduliLindungi, JAKI atau menggunakan dokumen sertifikat yang sudah dicetak atau secara digital melalui ponsel masing-masing sebelum memasuki gate halte.

Penumpang juga dihimbau tetap memakai masker, melakukan pengukuran suhu tubuh dan dilengkapi dengan ketersediaan hand sanitizer guna memastikan kebersihan tangan selama berada di area Transjakarta. Selain itu juga, tanda jarak aman atau marka di dalam bus maupun halte juga akan dicopot secara bertahap.

Baca juga: KAI, KCI dan TransJakarta Intens Bahas Transportasi Menuju Jakarta Internasional Stadium dengan JakPro

Semua armada bus juga dipastikan telah dibersihkan secara berkala menggunakan cairan disinfektan. Di luar itu, Transjakarta tetap menghimbau masyarakat untuk tetap di rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.






















Cina Sukses Uji Coba Roket Terkuat di Dunia

Cina kembali membuat gebrakan dalam segmen teknologi tinggi, yaitu Negeri Panda ini sukses menguji coba roket terkuat di dunia di sebuah fasilitas di provinsi barat laut Shaanxi. Roket berbahan padat yang dikembangkan oleh Aerospace Science and Technology Corporation ini diklaim memiliki daya dorong terbesar di dunia dengan berat sekitar 500 ton dan ditenagai oleh 150 ton bahan bakar padat.

Baca juga: NASA Andalkan Roket Nuklir Kirim Manusia ke Mars di 2035

Dilansir South China Morning Post, roket ini disebut empat kali lebih besar dibanding roket berbahan bakar cair pada Long March 5, roket Cina generasi berikutnya yang saat ini merupakan wahana peluncuran terbesar dalam program luar angkasa Negeri Tirai Bambu.

“Pengujian hari ini sangat sukses. Kami telah menguji semua parameter, termasuk daya dorong 500 ton yang bekerja selama 115 detik,” kata Ren Quanbin, presiden Fourth Research Institute of China Aerospace Science and Technology Corporation.

Disebutkan, mesin roket padat, tidak seperti mesin roket berbahan bakar cair, ditenagai oleh bubuk mesiu berkekuatan tinggi, dan lebih cepat mendorong, sangat cocok untuk berbagai hal terutama di bidang militer untuk mendorong rudal.

Cina sebetulnya bisa saja menggunakan roket ini untuk program luar angkasanya. Jadi, bukan masalah keterbatasan teknologi. Hanya saja, jika roket berbahan bakar padat digunakan untuk program luar angkasa, konsekuensinya ialah lebih boros karena lebih berat dan muatan yang dapat diangkut lebih sedikit.

Para peneliti mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya muatan bubuk meriam mesin roket lebih dari 100 ton. “Untuk mesin roket padat, muatan bubuk mesiu adalah beberapa ratus kilogram, beberapa ton atau puluhan ton. Ini adalah pertama kalinya melampaui 100 ton,” jelas Yu Ying, kepala pabrik 7416 yang berada di bawah Fourth Research Institute, seperti dikutip dari ABC News.

Untuk mengurangi bobotnya yang sudah sangat besar dari bahan bakar, roket Cina terkuat di dunia atau memiliki daya dorong terbesar di dunia tersebut menggunakan material komposit seperti serat berkekuatan tinggi.

Dengan keberhasilan ini, Cina sangat berpotensi untuk terus mengembangkan kemampuan roketnya menjadi berbobot 1.000 ton dan seterusnya.

Baca juga: Inilah CNSA, NASA-nya Cina Pemilik Puing Roket di Kalteng! Sudah Tiga Roket Cina Jatuh di Indonesia

Cina memang tengah gencar meningkatkan kemampuan roketnya; termasuk kemampuan mesin hipersonik. Selain berguna untuk militer, ini juga berguna untuk komersial.

Beberapa bulan lalu, Negeri Panda itu dikabarkan tengah mengembangkan pesawat hipersonik. Pesawat dikabarkan memiliki tinggi sekitar 45 meter, lebih panjang dari Boeing 737-700, dan sayap delta mirip Concorde, lengkap dengan dua air-breathing engines. Bedanya, pesawat hipersonik Cina dilengkapi dengan wingtip atau ujung sayap lipat. Pesawat hipersonik Cina ini diklaim bisa melesat sampai Mach 6.

Ternyata Air India Jadi Maskapai Asia Pertama yang Operasikan Pesawat Jet Boeing 707

Japan Airlines boleh saja bangga menjadi maskapai Asia pertama yang mengoperasikan Boeing 747. Namun, maskapai di Asia yang pertama kali memasuki era pesawat jet adalah Air India ketika mengoperasikan Boeing 707 pada tahun 1960.

Baca juga: Pesawat Boeing 707 Lufthansa Lekat dengan Sejarah Indonesia-Jerman Akhirnya ‘Dimutilasi’

Era pesawat jet komersial pertama di dunia dimulai saat De Havilland Comet berhasil terbang perdana pada 27 Juli 1949. Meski industri dirgantara dibuat gempar, tetapi hanya maskapai Inggris, BOAC- British Overseas Airways Corporation dan British European Airways, saja yang mengoperasikan pesawat ini.

Britania Raya memang eksklusif ketika memproduksi pesawat baru. Pesawat supersonik Concorde, misalnya, hanya dioperasikan oleh maskapai dari dua negara pembuat, Perancis dan Inggris. Jadi, begitu De Havilland DH.106 Comet, pesawat jet komersial pertama di dunia, hadir dan hanya dioperasikan oleh maskapai Inggris, itu tak mengherankan.

Namun tragis, De Havilland Comet mengalami sejumlah masalah dan tak lagi menarik bagi banyak maskapai. Sebaliknya, begitu varian pesawat jet lainnya, Boeing 707 hadir di pasaran pada tahun 1958, dan bisa dioperasikan oleh siapapun, tidak eksklusif seperti De Havilland Comet, ini benar-benar menjadi era pesawat jet yang sesungguhnya di kedirgantaraan internasional.

Di dunia, maskapai dalam negeri tempat produsen Boeing 707 bernaung, Amerika Serikat, sudah pasti menjadi pengguna pertama; maskapai tersebut adalah Pan Am. Di Asia, operator Boeing 707 pertama adalah Air India.

Maskapai nasional India yang dinasionalisasi dari semula Tata Air Services itu, seperti dikutip dari Simple Flying, menerima Boeing 707 pertama pada tahun 1960. Ketika itu, pada 14 Mei 1960, maskapai tersebut terbang ke New York menggunakan pesawat jet untuk pertama kalinya dan menjadi maskapai Asia pertama di dunia yang mengoperasikan penerbangan transatlantik.

Sebelumnya, Air India mengandalkan pesawat seri Lockheed Constellation pada rute internasionalnya ke tempat-tempat seperti London, Jenewa, dan Kairo.

Dua tahun berselang, Air India bahkan menjadi maskapai pertama di dunia yang mengoperasikan armada all-jet atau all-jet airlines.

Dampaknya pun luar biasa terhadap jaringan rute dan ekspansi bisnis maskapai. Banyak destinasi-destinasi jauh yang sebelumnya tak terjangkau menjadi terjangkau.

Popularitas Air India yang melejit berkat banyaknya rute-rute favorit juga dilengkapi dengan kehadiran Boeing 747. Queen of the Skies juga menjadi jawaban bagi keragu-raguan penumpang dalam menaiki Boeng 707 Air India usai dua kecelakaan.

Baca juga: Misteri Kecelakaan Air India Tahun 1966 yang Tewaskan Tokoh Penting Mulai Terkuak, Ada Campur Tangan CIA

Pada Januari 1966, sebuah Air India 707 jatuh di dekat puncak Mont Blanc di Pegunungan Alpen. Pesawat itu sedang dalam penerbangan reguler Mumabai – New York ketika jatuh, menewaskan 117 orang penumpang dan kru.

Kecelakaan kedua melibatkan Boeing 707 pertama yang dikirim ke Air India – Gauri Shankar. Pada bulan Juni 1982, pesawat itu dalam penerbangan terjadwal antara Kuala Lumpur dan Mumbai, dengan transit di Singapura dan Madras. Karena cuaca buruk, pesawat tergelincir dari runway di Mumbai dan menewaskan 17 orang.

Penyandang Disabilitas Kini Bisa Naik Pesawat Tanpa Perlu Ganti Kursi Roda

Selama ini, para penyandang disabilitas selalu kesulitan saat naik pesawat. Bukan karena tidak dilayani oleh petugas, melainkan bentuk pelayanannya kurang maksimal. Namun, itu dulu, sekarang tidak lagi. Berkat adanya Air 4 All, kursi roda yang didesain khusus, mereka bisa menikmati penerbangan dengan nyaman.

Baca juga: Revolve Air, Kursi Roda Lipat yang Bisa Masuk ke dalam Bagasi Kabin

Penyandang disabilitas biasanya diharuskan mengganti kursi roda mereka dengan kursi roda yang disediakan maskapai. Tujuannya agar kursi roda jadi ramah kabin penumpang. Dari sini saja tujuannya sudah keliru, memilih mempertimbangkan ukuran kabin dibanding kursi roda itu sendiri.

Akibatnya, penyandang disabilitas sering kali tak nyaman ketika diwajibkan menggunakan kursi roda dari maskapai.

Alasannya klasik, tidak ergonomis dan paling sering terjadi adalah tidak sesuai dengan ukuran tubuh penumpang, entah kebesaran entah kekecil. Tetapi lebih sering kekecilan.

Tak cukup sampai di situ, kursi roda milik penumpang -yang biasanya diletakkan di kargo pesawat- seringkali patah akibat dibanting saat proses bongkat muat.

Ini jelas membuat para penyandang disabilitas kehabisan waktu untuk menunggu maskapai menghadirkan kursi roda baru agar mereka bisa melanjutkan perjalanan masing-masing usai tiba di bandara tujuan.

Akan tetapi, dengan kursi roda Air 4 All, semua ‘nightmare’ tersebut tidak akan terjadi lagi. Dikutip dari Simple Flying, kursi roda canggih ini merupakan project bersama dari konsorsium PriestmanGoode, SWS Certification, dan Flying Disabled.

Kursi roda Air 4 All dijamin tidak akan menghilangkan space maskapai di kabin sehingga solusi yang dihadirkan menjadi win-win solution.

Kursi roda Air 4 All sendiri ditenagai oleh listrik. Penumpang bisa dengan mudah menuju ke gate, garbarata, sampai masuk ke kabin pesawat tanpa perlu repot memutar roda. Setibanya di kabin, kursi penumpang yang didesain khusus oleh rumah desain Inggris PriestmanGoode kemudian dilipat dan kursi roda bisa masuk menyatu dengan kursi pesawat.

“Air 4 All adalah sistem pertama yang dikembangkan bersama oleh lembaga desain, lembaga sertifikasi dan dengan masukan dari komunitas penyandang disabilitas. Dengan produsen kursi roda global terkemuka serta anak perusahaan dari maskapai besar untuk mengembangkan produk, ini adalah proyek yang benar-benar kolaboratif,” kata Pendiri Flying Disabled, Chris Wood MBE.

Baca juga: Keren, British Airways Manjakan Penumpang dengan Kursi Roda Otonom Keliling Bandara hingga Boarding

“Kami secara aktif bekerja dengan semua pihak yang diperlukan, termasuk diskusi awal dengan beberapa Otoritas Penerbangan Nasional utama, untuk memastikan solusi kami selaras dan sesuai dengan tujuan, sehingga secara signifikan meningkatkan pengalaman perjalanan bagi penumpang dengan disabilitas parah,” tambahnya.

Bila tak ada aral melintang, konsorsium kursi roda ini akan merilis prototipe pertama kursi roda penyandang disabilitas untuk naik transportasi umum tersebut pada bulan Desember tahun ini. Selain bisa digunakan untuk naik pesawat, kursi roda Air 4 All nantinya juga akan disempurnakan untuk memudahkannya naik kereta api, metro, dan lain sebagainya.

Telah Diresmikan, Inilah Hotel Meruorah dengan Segala Fasilitas Mewahnya

Hotel Meruorah Labuan Bajo diresmikan Presiden Joko Widodo pada 14 Oktober 2021. Hotel ini adalah milik PT ASDP Indonesia Ferry yang sebelumnya bernama Inaya Bay Komodo. Hotel ini disiapkan untuk menjadi tempat penyelenggaraan G20 2022 dan Asean Summit 2023.

Baca juga: Indonesia Ferry Property Langsungkan Penyelesaian Konstruksi Area Komersial Tahap I Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo

Berada di Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo yang dikelola oleh PT Indonesia Ferry Properti (IFPRO), perusahaan patungan PT Pembangunan Perumahan dengan ASDP. Saat ini IFPRO telah dan sedang membangun Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang meliputi area komersial, hotel bintang lima, Marina serta pengembangan dermaga penyeberangan.

Peresmian hotel tersebut merupakan implementasi terbentuknya holding BUMN hotel. Yang mana akan menjadi ikon baru dan menyajikan kultur lokal serta menjadi pendorong tumbuhnya industri meeting, incentives, conferencing and exhibitions (MICE) di Labuan Bajo seiring dengan hadirnya Multifunction Hall yang telah siap operasi.

“Sebagai hotel owner, kami sangat mengapresiasi rebranding ini, kami harapkan kehadiran Meruorah yang berada di pusat kota ini menjadi daya tarik baru dalam sektor pariwisata di daerah Labuan Bajo. Hotel ini menjadi icon baru yang menyajikan cultural lokal, serta menjadi pendorong tumbuhnya industri meeting, incentives, conferencing, and exhibitions (MICE) di Labuan Bajo seiring dengan hadirnya Multifunction Hall yang telah siap operasi,” ujar direktur utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi.

Multifunction Hall Meruorah menjadi fasilitas jenis kegiatan yang terdapat dalam industri pariwisata (MICE) terbesar di pusat kota Labuan Bajo dengan area strategis dan keunggulan pemandangan laut yang sangat indah. Kapasitas multifunction hall dapat memuat 1000 orang, untuk penyelenggaraan berbagai aktivitas MICE baik skala kecil, besar dan berstandar internasional.

Diketahui, potensi MICE Indonesia di pasar internasional sangat besar mengingat Indonesia memiliki atraksi yang lengkap baik alam, budaya dan buatan yang menjadikan penyelenggaraan acara semakin menarik. KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo menyediakan 145 kamar dengan lima tipe kamar.

The Signature Hill View (32 m2), The Signature Sea View (32 m2), The Horizon Hill View (44 m2), The Horizon Sea View (44 m2) dan The Phinizy (75 m2) serta Presidential Suite (106 m2). Sebagai layanan hotel bintang lima, Meruorah dilengkapi berbagai macam fasilitas, diantaranya Meruorah Convention Center, sebanyak delapan Meeting Room, The Excecutive Lounge, The Bay Restaurant, Moon Bar, Café et Lobby, Swimming Pool, Fitness Center, Spa dan Promenade.

Baca juga: PT ASDP Mulai Bangun Fasilitas Pariwisata di Labuan Bajo

Hotel bintang lima Meruorah ini juga mengusung kearifan lokal Nusa Tenggara Timur, unsur kain tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) dan keindahan alam Labuan Bajo tertuang dalam desain interior kamar yang elegan serta hadir dalam aksentuasi desan yang menjadi keunikan dan ciri khas tersendiri bagi Meruorah yang dapat dijumpai oleh tamu yang menginap di hotel.

9 Maskapai Penerbangan ini Sewakan Flight Simulator, Satu dari Indonesia

Di masa pandemi Covid-19, pilot tak punya pilihan lain kecuali terus meng-upgrade skill mereka, sekalipun mereka sudah di-PHK. Bila tidak, pilot bisa saja lupa atau kehilangan ‘sentuhan’ mereka ketika mulai kembali mengudara.

Baca juga: Dear Pilot, Usai Bangkrut Thai Airways Jajaki Bisnis Flight Simulator! Segini Harganya

Selain itu, pilot pesawat komersial juga perlu melakukan tiga kali takeoff dan mendarat di malam hari dalam 90 hari terakhir yang juga harus terus di-upgrade sebelum mulai mengangkut penumpang. Karenanya, dibutuhkan latihan demi latihan di flight simulator sebelum mulai menerbangkan pesawat.

Bagi yang bingung mencarinya, kalian bisa menyewa flight simulator yang disewakan oleh sembilan maskapai ini. Dikutip dari The Points Guy, lengkapnya sebagai berikut.

1. United Airlines

Salah satu maskapai terbesar di AS dan dunia ini diketahui menyewakan flight simulator A320 dan B767-nya kepada masyarakat. Hanya saja, flilght simulator ini tak betul-betul dikelola secara profesional, melainkan untuk para rolay customer yang beruntung.

Bagi mereka yang beruntung, mereka diberi kesempatan terbang menggunakan flight simulator semala empat jam, berkunjung ke pusat pelatihan, sampai mengikuti demo prosedur penanganan darurat; termasuk meluncur di emergency evacuation slide.

2. Thai Airways

Thai Airways menawarkan tiga paket flight simulator, yakni untuk kategori basic, deluxe, dan ultimate. Pesawat yang ditawarkan flight simulator Thai Airways juga cukup beragam, seperti Boeing B734, B777ER, B744, dan Airbus A380.

3. Qantas

Sama seperti United Airlines, Qantas juga memberikan kesempatan kepada penumpang dengan miles tertentu, 92.000 poin sampai 115.000 poin, untuk menjajal flight simulator Boeing 747-nya.

4. Delta Airlines

Maskapai ini memberikan kesempatan terbuka kepada seluruh masyarakat untuk menjajal flight simulator Boeing 737-200-nya. Mereka yang berminat tidak datang ke pusat pelatihan maskapai, melainkan ke Delta Flight Museum di bandara Atlanta. Ini adalah flight simulator terbuka untuk umum pertama di AS.

5. EVA Air

Maskapai asal Taiwan ini menawarkan 90 menit pengalaman menjajal flight simulator untuk para penumpang setianya, dengan 100 ribu poin atau miles. Sayangnya itu tidak untuk semua member melainkan hanya member Gold and Diamond Card elite saja.

6. Malaysia Airlines

Malaysia Airlines menyewakan flight simulator mereka yang berada di Bandara Sultan Abdul Aziz Shah ke masyarakat umum dengan biaya sebesar 500 Ringgit Malaysia per 20 menit. Bagi penumpang setia, mereka bisa menikmatinya secara gratis dengan menukar 30.000 Enrich miles ke maskapai.

7. British Airways

British Airways bisa dibilang jadi salah satu maskapai penyedia jasa penyewaan flight simulator terlengkap, termasuk fligth simulator 767-300, 747-400, dan 777-200. Harganya sangat bervariasi, mulai dari US$548 untuk satu jam flight simulator 767, US$1,647 untuk tiga jam menikmati flight simulator B747 dan B777.

Baca juga: Garuda Indonesia Sewakan Simulator Pesawat dengan Tarif Mulai Rp1,6 Jutaan, Ikuti Thai Airways?

8. Emirates

Raksasa operator Airbus A380 ini menawarkan pengalaman merasakan fligth simulator pesawat itu kepada masyarakat. Mereka bisa datang ke Dubai Mall dan menyewanya dengan harga mulai dari US$44. Sangat terjangkau, bukan, dibanding menyewa flight simulator British Airways?

9. Garuda Indonesia

Maskapai nasional Indonesia itu diketahui memiliki berbagai flight simulator pesawat seperti Boeing 777, Boeing 737, A330, dan ATR 72. Tetapi, yang disewakan ke masyarakat umum hanya flight simulator Bombardier CRJ1000 dengan harga mulai dari Rp1,6 juta untuk 30 menit.

 

Perjalanan Wisata Meningkat, Komunitas Maskapai Jerman Serukan Pemulihan Akses Penerbangan Internasional

Seperti yang terjadi di Australia, Dewan Perwakilan Maskapai di Jerman – Board of Airline Representatives in Germany (BARIG) mulai bersuara ‘keras’ atas kondisi penerbangan yang terjadi di Negeri Bavaria. Melihat tren positif penerbangan yang tengah terjadi di lingkup internasional, BARIG menyerukan pemulihan akses penerbangan, terutama untuk penerbangan jarak jauh.

Baca juga: Australia Canangkan Buka Penerbangan (Penumpang) ke Luar Negeri pada Desember

Dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (21/10/2021), BARIG yang menganungi industri maskapai yang beroperasi di Jerman, mengeluhkan bahwa meningkatkanya tren perjalana saat liburan di musim gugur masih terganggu oleh beragam aturan yang tidak konsisten di berbagai negara.

BARIG menyebut pendekatan negara bagian yang tidak terkoordinasi (di Jerman) dalam proses rantai perjalanan, seperti aturan masuk dan keluar atau deklarasi area berisiko. Ditambah kurangnya transparansi menyebabkan proses layanan yang jauh lebih kompleks, yang memerlukan lebih banyak waktu dan biaya yang lebih tinggi bagi pihak maskapai dan wisatawan. Oleh karena itu, BARIG meminta para politisi yang bertanggung jawab untuk mendukung harmonisasi kondisi perjalanan yang sangat dibutuhkan.

Sekretaris Jenderal BARIG Michael Hoppe menyatakan, “Kebebasan bepergian dan mobilitas tidak hanya hak paling dasar dari seseorang, tetapi juga memainkan peran yang sangat penting dalam pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, adalah tepat untuk membuka kembali perbatasan secara berurutan mengingat upaya sebelumnya yang baik dan berhasil dalam memerangi pandemi.” Ia menambahkan, kurangnya koordinasi di antara berbagai negara dan negara bagian memperlambat peningkatan perjalanan, dengan konsekuensi yang sesuai bagi masyarakat dan ekonomi.

Meski sebatas menyerukan, berikut adalah tuntutan dari komunitas maskapai di Jerman,
– Aturan masuk dan keluar wiayah Jerman yang terkoordinasi.
– Pengakuan yang selaras atas sertifikat vaksinasi, pemulihan, dan pengujian deklarasi dan risiko.
– Aturan yang terkoordinasi dan penyeragaman untuk perjalanan antar negara di Uni Eropa dan negara ketiga seperti Cina, India, dan lainnya

Jerman selama ini dikenal ketat dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Corona. Tetapi, lambat laun negara tersebut mulai membuka diri dari dunia luar. Hanya saja tak semua negara diizinkan masuk ke Jerman.

Dilansir schengenvisainfo.com, Jerman diketahui hanya mengizinkan wisatawan asal Austria, Australia, Cina, Faroe Islands, Greenland, Finlandia, Islandia, Irlandia, Israel, Malta, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, dan Thailand. Tak ada nama Indonesia di sana.

Baca juga: Ngenes, Jerman Larang Masuk Wisatawan Indonesia, Padahal Singapura dan Thailand Boleh

Setiap wisatawan dari negara-negara tersebut setidaknya wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR selama 48 jam terakhir sebelum tiba di Jerman. Tak hanya itu, mereka juga diwajibkan untuk menjalani karantina mandiri selama 10 hari.






















Jadi Mitra InDriver, Selama 6 Bulan Tak Dipotong Komisi. Ini Syaratnya

Aplikasi ride hailing di Jakarta semakin menjamur dan kini bukan hanya GoJek atau Grab tetapi ada Maxim serta InDriver. Semua ride hailing ini memiliki keunggulan masing-masing bagi penumpang maupun pengemudi sebagai mitra.

Baca juga: inDriver, Ojol Asal Rusia Hadir di Banjarmasin, Hadirkan Real-Time Deals

Namun, hampir semua pengemudi di GoJek maupun Grab akan dikenakan potongan komisi. Nah, sebagai saingan baru, InDriver yang adalah aplikasi ride hailing asal Rusia memiliki hal baru dan berbeda dari para pesaingnya ini.

Penasaran? KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, aplikasi ride hailing yang mulai hadir di Jakarta dan sekitarnya ini memiliki fitur yang relatif berbeda. Di mana pengguna aplikasi InDriver bisa menegosiasikan harga untuk setiap perjalan mereka.

Sehingga ini membuat pengemudi bisa langsung menerima uang tunai secara langsung dari order pertama yang didapat mereka. Hal ini karena, penumpang akan membayar secara tunai atau transfer bank sesuai kesepakatan dengan pengemudi setelah perjalanan mereka selesai.

Bahkan dalam lembar fakta yang ada di situs web InDriver menyatakan bahwa perusahaan tidak membebankan potongan komisi sampai dengan enam bulan setelah peluncurannya secara resmi di masing-masing kota. Kemudian setelah enam bulan itu, maka potongan komisi akan dibebankan sebesar lima hingga sepuluh persen.

Berminat jadi mitra InDriver? Anda bisa mendaftarkan sebagai anggota dan mengisi formulir online yang dapat diakses melalui tautan indriverjob.com. Persyaratannya pun hampir sama dengan mitra ride hailing lainnya.

Mitra mengirimkan selfie atau swafoto. Kemudian foto kendaraan yang mana plat harus jelas terlihat dengan mobil minimal tahun 2006 dan motor minimal tahun 2009. Mitra pengemudi juga harus mengirimkan foto STNK yang aktif serta surat pajak kendaraan.

Baca juga: inDriver, Aplikasi Ride-Hailing yang Bisa Tentukan Sendiri Besaran Tarif Penumpang

Foto SIM aktif, SKCK aktif atau surat keterangan berkelakuan baik dari kelurahan maupun kecamatan. Selanjutnya mengirimkan screenshoot profil picture dari aplikasi lain serta foto selfie atau swafoto dengan SIM.






















Tak Hanya Mobil, Motor pun Dilengkapi HUD yang Terintegrasi dengan Helm!

Tampilan Head Up Display (HUD) untuk pengendara sepeda motor sudah lama dinanti kehadiranya. Tak semudah menghadirkannya di mobil, selama bertahun-tahun upaya tersebut selalu kandas. Tetapi, itu dulu. Sekarang, pengendara sepeda motor sudah bisa menikmati sederet fitur HUD canggih yang meningkatkan keselamatan dan keamanan saat berkendara.

Baca juga: Hyundai Mobis Rilis Tampilan HUD Clusterless Pertama di Dunia

Kita tahu, baik mengendarai sepeda motor maupun mobil, keduanya sama-sama membutuhkan fokus. Lengah sedikit, kecelakaan mengintai. Namun, fatality rate antara kecelakaan sepeda motor dengan mobil jelas lebih besar sepeda motor. Sebab, setiap benturan dengan jalan atau benda tumpul lainnya langsung mengenai tubuh pengendara.

Karena itu, tampilan HUD pada pengendara sepeda motor sebagai fitur keselamatan dan keamanan tambahan penting dihadirkan, dan itu dijawab oleh tim peneliti dari ETH Zurich atau Institut Teknologi Konfederasi Zürich, Swiss, lewat proyek Aegis (Advanced Guardian System).

Dilansir New Atlas, HUD untuk pengendara sepeda motor ini terintegrasi pada helm pengendara. Dengan overlay augmented reality AI, pengendara disajikan berbagai tampilan berupa speedometer dan kemiringan motor atau pengendara.

Kemiringan motor memang tak terlalu penting, mengingat intuisi masing-masing pengendara pasti bekerja dalam mengukur seberapa miring mereka sebelum jatuh tergelincir. Demikian juga dengan tampilan speedometer pada HUD Aegis ini.

Sebab, bila dirasa terlalu kencang, tentu pengendara akan memperlambat laju kendaraan. Kecuali jika motor bisa masuk tol. Ini tentu bermanfaat agar motor tak dipacu melewati ambang batas kecepatan yang diperbolehkan.

Lain halnya dengan fitur keselamatan berupa peringatan dengan warna yang berbeda pada overlay augmented reality AI di HUD Aegis yang terintegrasi dengan (kaca) helm tadi.

Dengan kamera khusus yang menempel pada helm, didukung oleh deep learning and object recognition, pengendara senantiasa diingatkan akan adanya bahaya di depan dengan adanya deteksi dini, seperti pejalan kaki, trotoar, kendaraan lain di lajur atau arah berlawanan dan di lajur yang sama, dan lain sebagainya.

Baca juga: Celana dengan Airbag, Hindarkan Pengendara Sepeda Motor dari Cidera Kaki

Fitur ini yang dirasa sangat penting. Terkadang, manusia bisa lengah akibat satu dan lain hal. Dengan dukungan teknologi HUD Aegis Rider ini tentu akan menambal kelengahan tersebut agar pengendara tetap bisa berhati-hati terhadap seluruh objek yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan, seperti pada video di bawah ini.

Melengkapi itu, ada juga fitur guiding line yang sangat berguna dalam mengingatkan pengendara sepeda motor agar selalu berada di tengah jalur serta keluar atau tidaknya mereka dari lajur yang benar.

PPKM Level 2, TransJakarta Mulai Berlakukan Kapasitas Angkut Penumpang 100 persen

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mulai memberlakukan kapasitas angkut pelanggan sebesar seratus persen. Direktur operasional TransJakarta Prasetia Budi mengatakan, kebijakan ini sebagai tindaklanjut dari Keputusan Gubernur No. 1245/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Desease 2019 dan Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta No.441/2021 tentang Petunjuk Teknis Pembatasan Kapasitas Angkut dan Waktu Operasional Sarana Transportasi Pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Desease 2019.

Baca juga: Satu Armada Bus LIstrik Kembali Diuji Coba TransJakarta di Rute Blok M–Balaikota

“TransJakarta kembali melayani pelanggan secara penuh, khususnya dalam hal kapasitas pelanggan. Hal ini sejalan dengan mulai pulihnya kegiatan masyarakat seiring status PPKM yang dinyatakan turun menjadi level 2. Jadi nanti semua marka atau tanda jarak aman yang terpasang di lantai halte, bus dan kursi pelanggan akan dicopot secara bertahap,“ ujar Prasetia yang dikutip dari siaran pers (20/10/2021).

Meski sudah mulai mengangkut penumpang seratus persen, TransJakarta pun tetap menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat baik di halte maupun bus. Dalam hal ini, pelanggan juga tetap menunjukkan bukti telah melakukan vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi ataupun Jaki.

Direktur pelayanan dan pengembangan TransJakarta Achmad Izzul Waro mengatakan, nantinya pelanggan akan menscan barcode untuk check in perjalanan. Namun, bagi mereka yang belum memiliki aplikasi tersebut, petugas mengimbau agar mendownload dan masih bisa menggunakan sertifikat vaksin baik cetak maupun yang sudah didownload di ponsel penumpang.

Kemudian menurut Izzul, dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dapat mempercepat dan mempermudah petugas untuk memastikan proses validasi dokumen kesehatan saat menggunakan layanan TransJakarta.

“Untuk sementara penambahan ini hanya berlaku di layanan BRT kami. Sementara untuk layanan Non BRT akan segera kami siapkan mekanismenya dan diberlakukan dalam waktu dekat,” tambahnya.

Baca juga: KAI, KCI dan TransJakarta Intens Bahas Transportasi Menuju Jakarta Internasional Stadium dengan JakPro

Tak lupa penumpang juga masih diharuskan menggunakan masker, melakukan pengecekan suhu tubuh dan juga menggunakan hand sanitizer. Armada bus juga dipastikan sudah dibersihkan secara berkala menggunakan desinfektan.