Lagi, Kotoran Manusia Jatuh dari Pesawat Terbang dan ‘Hujani’ Warga

Seorang pria di Kota Windsor, Inggris, dihujani kotoran manusia yang berasal dari pesawat terbang. Merasa dirugikan, terlebih kotoran manusia tersebut tidak hanya melumuri dirinya tetapi juga memenuhi pekarangan rumahnya, ia sempat beniat untuk membawa ini ke meja hijau sebelum urung melakukannya.

Baca juga: Misteri Balok Es ‘Hujani’ Inggris, Diduga dari Toilet Pesawat Bocor

Dikutip dari paddleyourownkanoo.com, anggota dewan kota Karen Davies mengatakan kepada forum penerbangan The Royal Borough Of Windsor & Maidenhead bahwa ia dihubungi oleh seorang konstituen dan merasa “ngeri” ketika mendengar tentang insiden “menjijikkan” itu.

Disebut “ngeri” sebab kotoran manusia jatuh dari langit yang berasal dari pesawat terbang komersial tersebut berceceran dalam jumlah banyak di salah satu wilayah di Kota Windsor, yang notabene selalu dilalui pesawat komersial yang mendarat di Bandara London Heahtrow.

Kota yang terkenal dengan kastil milik Ratu Inggris, memang menjadi salah satu hotspot paling rentan kejatuhan kotoran manusia yang berasal dari pesawat terbang komersial.

“Saya tahu sejumlah insiden jatuhnya limbah beku dari pesawat terjadi setiap tahun,” kata Davies, “tapi ini tidak beku dan seluruh pekarangan warga itu kehujanan dengan cara yang sangat tidak menyenangkan.”

“Ia sedang berada di kebun saat itu terjadi, sungguh pengalaman yang sangat menjijikkan. Mudah-mudahan itu tidak terjadi lagi pada warga kami,” imbuhnya. Anggota dewan lainnya, John Bowden, menyebut peluang kejadian seperti itu “satu banding semiliar”. Ia menduga cuaca yang hangat menyebabkan limbah kotoran “keluar dalam bentuk yang lebih ‘cair'”.

BBC Radio Berkshire berbicara dengan pengamat penerbangan Julian Bray tentang bagaimana kebocoran limbah seperti itu bisa terjadi.

“Pesawat modern memiliki toilet vakum, sehingga mereka cukup aman dan tersegel dengan cukup baik. Masalahnya adalah persimpangan vakum antara mekanisme toilet dan tangki penyimpanan,” ujarnya.

“Tapi segelnya memang tidak 100% ketat karena harus ada sedikit ruang gerak, lantaran pesawat akan melalui berbagai level tekanan.”

“Apa yang tampaknya terjadi di sini adalah bahwa ketika pesawat hendak mendarat, katakanlah ketika mencapai ketinggian enam ribu kaki (1.800 m), terjadi perubahan tekanan. Segel tersebut bocor; dan sayangnya pria yang sedang di pekarangan ini – beserta dua payungnya – dihujani oleh kotoran. “

John Bowden, anggota dewan untuk Eton & Castle, menyebut insiden itu memang dapat terjadi satu banding satu miliar.

Bowden meminta pihak maskapai untuk lebih hati-hati karena cuaca hangat. Ini memungkinkan kotoran yang jatuh jadi cair.

Baca juga: Akibat “Teror” Kotoran Manusia, Penerbangan United Airlines Terpaksa Dialihkan

Anggota dewan paroki Whitfiled, Georff Paxton, yang telah bekerja di bandara selama 40 tahun menyebut bahwa insiden ini sangat langka dan sudah lama tidak terjadi.

“Kami dulu memiliki masalah dengan es biru (kotoran manusia beku dan disinfektan) pada saat kedatangan, tetapi itu karena toilet bocor,” ujar Paxton. Ia menambahkan bahwa toilet vakum yang sekarang digunakan jauh lebih modern dan lebih aman.

 

Japan House di Kensington High Street Pajang Model Shinkansen Seri N700S

Jangan kaget bila melihat model skala sebuah kereta peluru Jepang di pajang di toko Kensington High Street. Pasalnya, model skala kereta perluru tersebut akan dipajang selama beberapa minggu ke depan. Ini adalah model kereta peluru shinkansen Seri N700S.

Baca juga: Shinkansen N700S Mulai Melayani Penumpang dengan Fitur Terbaru

Yang mana seri tersebut merupakan model terbaru dari kereta peluru dan memulai layanannya di jalur TōkaidōShinkansen pada Juli 2020 kemarin. Kecepatan kereta shinkansen Seri N700S tersebut hingga 300 km per jam atau sekitar 186mph.

KabarPenumpang.com melansir dari laman ianvisits.co.uk (20/10/2021), kereta ini memiliki akselerasi yang ditingkatkan hingga mencapai 170 mph hanya dalam tiga menit. Kehadirannya di Inggris tepatnya di Kensington sendiri hingga 8 November mendatang.

Model skala 1/20 itu dipinjam dari Central Japan Railway Company dan di pajang di lantai dasar Japan House di Kensington High Street. Penunjung bisa menikmatinya dengan berjalan-jalan ke toko.

Selain itu ada juga sebuah film dokumenter dalam bahasa Jepang dengan penjelasan bahasa Inggris di Japan House pada hari Minggu 31 Oktober pukul 16.00 waku setempat tentang pembangunan shinkansen pertama, dari awal pengerjaan hingga peresmiannya pada Oktober 1964.

Ada hal lain yang bisa dilakukan yakni, pengunjung juga bisa membeli suvenir atau buah tangan model kereta api yang sangat kecil dan terbuat dari logam yang digunakan di kereta prototipe N700 asli.

Pameran di basement tentang Olimpiade Tokyo 1964 juga dibuka hingga 7 November, dan Anda perlu memesan tiket gratis untuk itu. Untuk diketahui, seorang anggota toko menawarkan pembicaraan singkat tentang kereta.

Ini menyoroti bahwa kerea itu dilengkapi dengan baterai onboard untuk membantu sampai ke stasiun berikutnya jika listrik padam dan di desain hidung yang lebih tajam serta bodi lebih melengkung untuk mengurangi tingkat kebisingan saat memasuki terowongan.

Baca juga: DoCoMo dan JR Central Uji Coba Jaringan 5G di Kereta Shinkansen Model N700S

Pengunjung pun bisa mengintip melalui jendela untuk melihat tata letak tempat duduk di dalam yang dilengkapi dengan alat pemadam api di koridor serta toilet di sambungan penghubung. Selain sekarang mulai beroperasi di Jepang, kereta api juga yang pertama dirancang khusus untuk dijual di luar negeri, dan diharapkan akan terlihat di jalur rel kecepatan tinggi Dallas-Houston ketika dibuka, mungkin pada tahun 2025.






















Akhirnya! Pelita Air Service Raih Izin Penerbangan Berjadwal

Setelah menjadi pembahasan hangat dalam beberapa hari terakhir, ada kabar terbaru bahwa Pelita Air Service sudah mengantongi izin penerbangan berjadwal. Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan surat izin usaha sudah dikeluarkan.

Baca juga: Pelita Air Siap Layani Penerbangan Berjadwal, Persiapan Garuda Indonesia Bila Bangkrut?

“Surat izin usaha sudah keluar,” ujar Adita Irawati, dikutip dari detik.com (25/12/2021). Lebih lanjut, Pelita Air sudah mengantongi sertifikat standar angkutan udara niaga berjadwal. Ke depan maskapai tersebut memiliki jadwal penerbangan reguler seperti yang lain. Sebelumnya maskapai ini masih menggunakan sistem charter dan hanya beroperasi untuk keperluan induk perusahaan, PT Pertamina.

Adita mengatakan, sertifikat tersebut berfungsi untuk melakukan operasional usaha penerbangan. Selanjutnya, Pelita Air masih membutuhkan sertifikat operator pesawat udara (Air Operator Certificate) yang diajukan kepada Kemenhub termasuk rute penerbangan. “Soal rute nanti ada pengajuan lagi ke Kemenhub,” pungkasnya.

Izin penerbangan berjadwal Pelita Air Service menarik perhatian publik, pasalnya santer beredar kabar bahwa ‘kebangkitan’ maskapai ini terkait dengan langkah strategis pemerintah untuk menggantikan Garuda Indonesia, bila nantinya maskapai nasional ini ‘dibangkrutkan’ akibat hutang-hutanganya yang mencapai puluhan triliun rupiah.

Terkait dengan isu tersebut, Kementerian BUMN menjelaskan, saat ini pemerintah masih mencoba menyelamatkan Garuda Indonesia, salah satunya dengan melakukan negosiasi utang. “Soal opsi mengenai Pelita itu nanti lah ya. Yang utama sebenarnya adalah kita sekarang ini berusaha, terus berjuang, dan untuk bisa bernegosiasi dengan para lessor, pihak-pihak yang memiliki piutang dengan Garuda. Itu yang utama dan opsi itu yang pertama ya, kita dahulukan,” jelas Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga kepada wartawan.

Sebagai BUMN, hadirnya maskapai Pelita Air di pasar penerbangan berjadwal dikhawatirkan makin mempersulit langkah maskapai nasional dalam upaya menjadi market leader industri penerbangan berjadwal di Indonesia.

Baca juga: Alitalia Bangkrut, ITA Airways Resmi Jadi Maskapai Nasional Italia

Merujuk ke sejarahnya, Pelita Air Service di awal tahun 2000 pernah menjajal pasar penerbangan penumpang berjadwal atau penerbangan reguler dengan brand Pelita Air Venture. Sayangnya, setelah dua tahun atau efektif lima tahun kemudian (2005), Pelita Air Venture atau Pelita Air resmi menarik diri dari persaingan di sektor maskapai penerbangan berjadwal. Disebutkan, maskapai kembali fokus ke bisnis yang sudah membesarkan namanya, yaitu penerbangan charter.






















Ban Mobil Anda Melaju Tak Selaras? Waktunya Lakukan Pemeriksaan Lanjutan

Pernah merasakan ketika mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi di jalan dan setir bergetar berlebihan? Mungkin hal ini dirasakan juga oleh banyak orang dan dengan sendirinya setir berubah haluan ke kanan atau kiri. Situasi ini seperti tampat tidak serius.

Baca juga: Lima Lounge Bandara Terbaik di Dunia, Nomor Empat Dilengkapi Simulator Mobil Balap Formula 1

Namun nyatanya, ini adalah indikasi ban mobil membutuhkan perawatan lanjutan. Posisi roda memang dapat berubah seiring dengan jangka waktu pemakaian, kondisi jalan yang ditempuh serta gaya mengemudi. Cara lain untuk mengetahui ban kendaraan memerlukan perawatan adalah dengan membawa kendaraan pada kecepatan rendah 40 hingga 50 kpj.

Untuk diketahui, setiap beberapa waktu, pemilik kendaraan perlu melakukan wheel alignment atau yang lebih dikenal dengan istilah spooring untuk menyelaraskan setelan posisi roda agar menyeimbangkan antara setelan toe, camber atau caster. Proses alignment pada ban wajib dilakukan oleh pemilik dan pengendara mobil ketika posisi setir sudah tidak searah dengan posisi ban mobil.

Hal tersebut diakibatkan oleh posisi dari sudut camber dan sudut caster yang sudah melenceng terlalu jauh. Perubahan signifikan akibat ketidaksesuaian dari posisi ban akan paling dirasakan melalui keadaan setir tidak bisa lurus, sehingga membuat pengendara seakan-akan sulit untuk mengendalikan mobil mereka.

Secara teknis wheel alignment atau spooring akan membantu ban untuk mengintegrasikan semua faktor geometri dari sistem kemudi dan suspensi, untuk menghasilkan kualitas stabilitas kendaraan yang lebih baik dan tentunya juga meningkatkan masa pakai ban. Lain halnya dengan wheel alignment atau spooring, istilah balancing juga kerap didengar oleh para pemilik dan pengendara mobil.

Walaupun hampir serupa dengan alignment, balancing pada ban merupakan proses penyeimbangan pada titik atas – bawah serta kiri – kanan ban mobil, dengan metode penambahan timah pada bagian yang kurang bobotnya, agar menjadi lebih seimbang. Balancing juga memiliki fungsi lain yakni untuk menyeimbangkan keempat roda agar putarannya menjadi seimbang, dan agar ban tetap dapat berputar sempurna tanpa adanya getaran berlebihan.

Jika balancing tidak dilakukan pada ban, getaran berlebihan pada mobil akan memaksa mesin kendaraan untuk bekerja lebih keras agar mobil tetap melaju ke depan. Akibatnya, pemakaian bahan bakar akan lebih meningkat dibandingkan saat ban dalam posisi selaras.

Ban yang belum pernah mendapatkan perawatan balancing akan lebih rentan rusak sebelum waktunya, apalagi jika sering digunakan pada kontur jalanan yang bergelombang atau berlubang. President Director PT Hankook Tire Sales Indonesia, Yoonsoo Shin mengingatkan bahwa sebaiknya, alignment dan balancing pada ban dilakukan ketika mobil sudah mencapai di atas 10 ribukm dan harus dilakukan secara berkala.

“Khusus untuk balancing ban, juga dapat dilakukan ketika pemilik dan pengendara mobil baru saja mengganti ban yang memerlukan balancing untuk menyesuaikan antara ban baru dan velg mobil. Balancing juga dapat dilakukan jika dirasa ada getaran berlebihan saat sedang dikendarai pada kecepatan 100 kpj,” jelas Yoonsoo Shin.

Baca juga: Hindari Mabuk, Volvo Kembangkan Teknologi “Soundtrack” Agar Penumpang Mobil Otonom Nyaman

Selain itu pemilik dan pengendara mobil juga dapat melakukan inspeksi di rumah. Beberapa di antaranya dengan memeriksa keausan pada salah setiap tapak ban mobil, atau jika ada benjolan pada salah satu ban. Hal ini bisa menjadi indikasi jika ada masalah pada sistem suspensi di ban mobil dan diperlukan perawatan lebih lanjut. Kemudian saat memarkir mobil, jika berada di tempat dengan permukaan yang datar tapi roda mobil tetap miring artinya diperlukan alignment.

Cara Mantan Pramugari Maskapai Alitalia Protes: Lepas Seragam-Pakaian Dalam Kelihatan

Bangkrutnya Alitalia dan berdirinya ITA Airways sebagai pengganti maskapai nasional Italia itu berbuntut panjang. Baru-baru ini, sekelompok mantan pramugari Alitalia melakukan protes di Campidoglio, pusat kota Roma, Italia. Mereka melakukan protes dengan cara yang disebut ‘sangat Italiano’ yaitu dengan melepas seragam pramugari hingga menyisakan pakaian dalam saja dan meneriakkan “Kami adalah Alitalia.”

Baca juga: Alitalia Bangkrut, ITA Airways Resmi Jadi Maskapai Nasional Italia

Dilansir CNN Internasional, protes tersebut tidak hanya didasari pemecatan sekelompok pramugari tersebut, tetapi juga kontrak ‘kejam’ yang telah disodorkan ITA Airways dan mau tak mau ditandatangani mereka yang bertahan karena satu dan lain hal.

Serikat pekerja Alitalia atau ITA Airways sebelumnya mengatakan bahwa mereka yang bertahan digaji jauh lebih rendah dibanding sebelumnya.

Tak hanya terpaksa mendapat gaji di luar angka wajar, karyawan Alitalia yang bertahan di ITA Airways juga kehilangan hak-hak mereka sebagai senior alias sama sekali tidak dilibatkan terkait schedule kru yang bertugas. Mereka pun mengancam akan melakukan mogok massal bila tak ada perubahan.

Hal ini tentu saja dibantah mentah-mentah. Presiden ITA Alfredo Altavilla menyebut ancaman aksi mogok massal tersebut sebagai “suatu hal yang memalukan.”

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa karyawan Alitalia yang bertahan di ITA Airways sebelumnya sudah menyetujui kontrak yang disodorkan tanpa adanya paksaan. Tetapi, setelah berjalan, mereka justru membandingkan kontrak mereka dengan driver bus.

“Tawar-menawar kontrak lebih dari selesai. Mereka semua setuju , dan mereka telah menandatangani kontrak yang kami kirimkan kepada mereka,” kata Altavilla kepada Il Fatto Quotidiano beberapa waktu lalu.

Dari 10.500 karyawan Alitalia, diketahui hanya 2.800 yang direkrut kembali oleh ITA Airways. Jauh dari angka yang diinginkan serikat pekerja. Sudah begitu, gaji dan hak-hak pekerja lainnya juga banyak dipotong.

Sebetulnya hal itu sangat wajar secara korporasi. Sebab, suntikan modal negara kepada maskapai nasional itu juga tak terlalu besar.

Kebutuhan armadanya juga masih mengandalkan bekas armada Alitalia. Dari 110 pesawat, total ada 52 armada yang dimanfaatkan ITA Airways.

Baca juga: Kereta Cepat di Italia Lebih Banyak Peminat, Bikin Maskapai Alitalia Tutup

Meski begitu, ke depan, flag carrier Italia itu berencana untuk mengoperasikan all airbus aircraft atau semua pesawat Airbus. Maskapai juga akan memakai vendor lokal untuk kebutuhan interior seperti kursi dan furnitur serta seragam kru.

Bagi penumpang ITA Airways saat ini, warna kebesaran maskapai masih mengekor ke Alitalia. Livery dan warna baru ITA Airways -biru langit sesuai dengan warna kebesaran Timnas sepak bola Italia- baru akan diaplikasikan secara bertahap mulai beberapa bulan ke depan.

Taman Nasional InterContinental Khao Yai Hadirkan Gerbong Kereta Sebagai Resor

Thailand akan memiliki hotel kereta api yang diperkenalkan sebagai resor Taman Nasional InterContinental Khao Yai. Hotel ini dirancang oleh Bill Bensley yang adalah perancang terkenal dengan properti yang tidak konvensional. Dulu namanya adalah hotel InterContinental Khao Yai Swan Lake Resort.

Baca juga: Gerbong Kereta Tua Dikonversi Jadi Hotel Mewah di Pinggir Pantai Inggris

Ini adalah properti dengan 61 kamar dan akan menempati kawasan seluas 100 acre atau 40,4 hektar yang diselimuti oleh 50 ribu pohon dengan pemandangan lebih dari tujuh danau. Dengan arsitektur dari Bill nantinya akan dibuat fitur paling khas dari resor.

KabarPenumpang.com merangkum lute.co, inventaris resor ini akan mencakup 16 suite seluas 80 meter persegi yang dirancang ulang dari gerbong kereta warisan. Bagi Bill, ide untuk menggabungkan romansa kuno perjalanan kereta api di masa lalu ke dalam struktur hotel berasal dari sejarah daerah sekitarnya sebagai pintu gerbang transportasi kereta api ke timur laut Thailand pada masa pemerintahan Raja Rama V.

Ditenun ke dalam desain yang akan menjadi utas dengan menceritakan kisah seorang kondektur kereta api yang suka menjelajahi dunia sekitarnya di waktu luang. Resor ini diharapkan buka pada Oktober, meski begitu tidak bisa dipastikan karena pandemi mmbuat kekacauan dalam pembangunannya.

Taman Nasional InterContinental Khao Yai akan menampilkan Somsri’s Kitchen sebagai restoran utamanya, dengan pengaturan yang dinamai ibu dari kondektur kereta. Terletak di tepi kolam renang dan danau utama, Tea House hotel akan menempati gerbong kereta lain yang telah diubah. Di lokasi juga akan ada spa yang terinspirasi kereta, klub anak-anak dan kapel pernikahan.

Beberapa lapangan golf dapat ditemukan di daerah sekitarnya. Meskipun demikian, mungkin banyak dari fasilitas tersebut akan dianggap ‘bagus untuk dimiliki’ ketika dipertimbangkan di samping suite kereta, yang menurut gambar awal akan menyediakan beberapa akomodasi hotel paling unik yang dapat ditemukan di Thailand.

Dengan kapel yang begitu dekat, berharap untuk melihat resor di berbagai daftar ‘hotel bulan madu terbaik dunia’ di tahun-tahun mendatang. Presidential suite mandiri yang ditinggikan akan memiliki kolam renang pribadi dan yang lain akan ditempatkan tepat di samping danau. Taman dan dek pribadi adalah hal yang umum, dan beberapa kategori suite termasuk bathtub outdoor pribadi, yang merupakan ciri khas Bill.

Kategori suite yang berbeda akan dinamai berdasarkan tujuan yang berbeda, sehingga para tamu mungkin menemukan diri mereka tidur di Kamboja, Khon Kaen atau Chanthaburi. Peluncuran Taman Nasional Khao Yai InterContinental datang di saat yang sibuk bagi Bill Bensley. Awal tahun ini ia meluncurkan Capella Hanoi yang terinspirasi opera dan saat ini sedang mempersiapkan peluncuran The Samurai Camp Okinawa pada 2022, sebuah kamp yang dapat dicapai dengan zipline dan akan terinspirasi oleh budaya samurai Jepang, dan Teluk Shinta Mani Loong di Hainan, angsuran terbaru dari merek Shinta Mani milik Bill.

Properti terakhir itu akan terinspirasi dari selancar dan akan menampilkan gaya Bill di rumah pantai Amerika, semuanya tersebar di sepanjang sudut Cina ini. Peluncuran InterContinental juga mengikuti debut Kruger Shalati baru-baru ini, sebuah hotel yang dibangun dari gerbong kereta yang telah direnovasi yang berdiri di atas Sungai Sabie di Taman Nasional Kruger Afrika Selatan.

Baca juga: Stasiun Mayong, Beralih Fungsi Menjadi Lobi Hotel di Magelang

Di Thailand, wisatawan yang secara tradisional ingin merasakan akomodasi kereta kelas atas sering kali memesan kabin di Belmond’s Eastern & Oriental Express. Kereta ini menawarkan rencana perjalanan beberapa hari melalui Asia Tenggara, dengan berbagai keberangkatan dari Bangkok menuju Kuala Lumpur dan Singapura.

Unik, Hotel di Tokyo Tawarkan Kamar Hotel Lengkap dengan Simulator Kereta Api

Para pelaku usaha atau pebisnis di industri pariwisata saat ini sudah harus memulai memutar otak mereka untuk kembali meningkatkan minat pelancong untuk berkunjung. Hal ini karena, selama masa pandemi industri pariwisata dan transportasilah yang terkena dampak paling besar.

Baca juga: Hotel di Osaka Tawarkan Kamar Spesial dengan Pemandangan Jalur Kereta Shinkansen

Sebab perjalanan menggunakan pesawat, bus, kereta hingga kapal pesiar dihentikan sementara dan terjadi pembatasan demi mengurangi penyebaran virus corona. Inilah yang kemudian juga berdampak pada pariwisata dunia yang mana pelancong jadi mengurungkan niat mereka dan membuat pebisnis menutup temapt wisata hingga gerai suvenir.

Meski begitu, dengan memutar otak, banyak hal baru yang didapat oleh pebisnis ini dan itu terlihat di Negeri Sakura. Sebagai salah satu negara tujuan pelancong dunia, perusahaan kereta api top Jepang berusaha keras menarik pelanggan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari nhk.or.jp, di mana para pemilik hotel bekerja sama dengan pihak kereta api Jepang menawarkan kamar bertema kereta api. Nantinya pelancong di hotel Tokyo yang dikelola grup kereta api Tobu, bisa menikmati simulator yang digunakan pengemudi dan pelatihan sebelum mengemudikan kereta di rel.

Bahkan mereka menggunakan grafik untuk menisimulasikan rute nyata di jalur Tobu tersebut. Hotel ini mulai dibuka pada Oktober 2021 di Asakusa yang menjadi salah satu distrik yang ramai dikunjungi pelancong asing.

Karena pelancong dari mancanegara masih masih sedikit dan cenderung hampir tidak ada, para pengelola kemudian mencoba membangkitkan permintaan di pasar lokal. General Manager Asakusa Tobu Hotel Shinoda Masaji mengatakan mereka bertujuan untuk menarik penggemar kereta api dan keluarga dengan anak kecil.

Seibu Railway menjalankan Shinjuku Prince Hotel di Tokyo dan menawarkan tamu muda kesempatan untuk berpakaian seperti staf stasiun dan melambaikan tangan kepada penumpang. Mereka yang menginap di Shibuya Excel Hotel Tokyu, yang dikelola oleh Tokyu Railways, dapat bermain dengan set kereta yang rumit.

Baca juga: Ada di Jepang, Kamar Hotel dengan Simulator Kokpit Boeing 737-800!

Tak hanya itu, sebelumnya Osaka Corona Hotel menemukan cara baru untuk menutupi sebagian kerugian dengan mempromosikan kedekatannya dengan jalur Tokaido shinkansen. Osaka Corona Hotel memiliki satu kamar yakni bernomor 523 yang disebut-sebut sebagai “Ruang Pemandangan Shinkansen” dan dilengkapi dengan topi masinis.

Kapasitas Penumpang Pesawat Boleh 100 Persen tapi Wajib PCR, Pengamat: Mungkin Stok Masih Banyak

Pemerintah dianggap masyarakat terkesan setengah-setengah dalam upaya mendorong kebangkitan pesawat terbang. Bagaimana tidak, saat penumpang pesawat sudah diizinkan 100 persen, tetapi aturan wajib test PCR 2×24 jam masih berlaku untuk penumpang yang sudah vaksin dua kali.

Baca juga: Gegara Wajibkan Tes PCR dan Rapid Antigen, Wisatawan ke Bali Kompak Refund Tiket! Di Thailand Justru Diserbu

Ini tentu aneh mengingat pada September 2021 lalu, penumpang pesawat yang sudah mendapat vaksinasi sebanyak dua kali diperbolehkan untuk menunjukkan keterangan swab antigen saja, tidak harus hasil PCR.

Padahal, data Satgas Covid-19 pada tanggal 1 September, dimana syarat perjalanan udara atau aturan naik pesawat diperbolehkan hanya menunjukkan hasil swab antigen bagi yang sudah vaksin dua dosis, penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 10.337 kasus, jauh lebih tinggi dibanding saat ini, dimana angka penambahan kasus positifnya berada di kisaran 1.000-an per hari.

Namun, ketika penambahan kasus positif Covid-19 hari ini jauh lebih rendah, tetapi syarat perjalanan udara atau syarat terbang naik pesawat justru malah berlaku sebaliknya, diwajibkan membawa surat hasil test negatif PCR 2×24 jam bagi seluruh penumpang, termasuk mereka yang sudah vaksin dua kali.

Dalam Surat Edaran (SE) Nomor 88 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19, penerbangan dari atau ke bandar udara di wilayah Jawa dan Bali, antar kota di Jawa dan Bali, serta di daerah yang masuk kategori PPKM level 3 dan 4 sesuai Inmendagri terbaru, wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif PCR maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan penerbangan dari dan ke bandar udara di luar wilayah Jawa dan Bali yang ditetapkan masuk kategori PPKM level 1 dan 2, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif PCR maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif antigen maksimal 1×24 jam.

Pengecualian kewajiban menunjukkan kartu vaksin diatur untuk:
– Penumpang di bawah usia 12 tahun
– Penumpang dengan kondisi kesehatan tertentu atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin. Adapun sebagai pengganti kartu vaksin, diwajibkan melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Penyandang Disabilitas Kini Bisa Naik Pesawat Tanpa Perlu Ganti Kursi Roda

Menanggapi ketidakjelasan aturan naik pesawat terbaru dalam negeri (domestik), pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, hanya menjawab singkat, “Mungkin stok masih banyak.”

Lebih lanjut, terkait dampak syarat naik pesawat terbaru ini terhadap minat masyarakat untuk bepergian atau berwisata ia memandang itu sangat tergantung terhadap berbagai situasi dan kondisi. Tak sertap merta berdampak begitu saja.

Inilah Lima Stasiun MRT dengan Desain Terunik di Singapura

Menikmati negara lain dengan menggunakan kereta seperti mass rapid transit atau MRT untuk berkeliling, menjadi salah satu bagian menarik. Di Singapura bahkan banyak pelancong yang memilih menggunakan MRT karena lebih mudah dijangkau dan memiliki banyak rute.

Baca juga: Canberra yang Ini Bukan Ibukota Australia, Tapi Nama Stasiun MRT Singapura

Namun, ternyata banyak dari warga Singapura atau pelancong yang lupa dengan cantiknya bangunan maupun interior stasiun-stasiun tersebut. KabarPenumpang.com merangkum goodyfeed.com, ada lima stasiun MRT di Singapura yang indah dan unik, baik bangunan maupun interiornya. Penasaran? Berikut lima stasiun MRT terindah dan unik di Singapura.

Stasiun MRT Expo
Jika membicarakan stasiun ini, yang pertama adalah perancangnya. Dia bukanlah sembarang orang, melainkan arsitek terkenal dunia Sir Norman Foster.

Stasiun MRT Stadion

Stasiun MRT Stadion
Memiliki desain yang minimalis dan berbeda dari stasiun lainnya Stasiun Stadion memiliki langit-langit yang sangat tinggi. Bahkan bila balon terlepas pun tidak akan bisa digapai.

Stasiun MRT Marina Bay

Stasiun MRT Marina Bay
Stasiun ini dirancang oleh salah satu dari lima firma arsitektur internasional terbesar di dunia yakni Aedas. Logo mereka membuatnya memiliki desain dan kreativitas yang lebih. Bahkan ada kolam di depan pintu masuk stasiun.

Stasiun MRT Dover

Stasiun MRT Dover
Setelah Anda melihat ini, satu kata biasanya akan datang kepada Anda: peluru. Bentuknya sendiri tidak seperti desain atap pitch umum yang Anda lihat di sebagian besar stasiun MRT, dan struktur warnanya hanya berteriak “Saya dari masa depan!”

Baca juga: Tak Hanya Satu, Ada 4 Stasiun MRT Singapura yang Terkenal Angker

Stasiun MRT Raffles Place
Ini adalah stasiun bawah tanah, jadi ini lebih merupakan salah satu pintu keluar yang menonjol. Dan tentu saja harus begini—tidak hanya mengingatkan Anda bahwa kita pernah menjadi koloni Inggris, itu juga berkonotasi dengan kehidupan yang penuh tekanan di Singapura (karena drama TV selalu menunjukkan orang-orang mengunyah makanan mereka dengan tergesa-gesa di dekat sana).

Stasiun MRT Raffles























KCI Langgar Aturan Terkait CCTV di KRL? Belajar dari Kasus Pemerkosaan Wanita di Kereta Komuter AS

Baru-baru ini, kasus pemerkosaan mengerikan terjadi di komuter di pinggiran Philadelphia, Amerika Serikat (AS). Disebut mengerikan, sebab, saat itu terjadi penumpang lain di dalam kereta hanya diam dan tidak melakukan pertolongan apapun semisal menghubungi 911 dan lainnya.

Baca juga: Pohon Tumbang di Stasiun Depok Ganggu Perjalanan KRL, Ada Aturan ‘Ruang Bebas’ yang Dilanggar?

Dalam rekaman video CCTV yang ada di rangkaian kereta, jelas terlihat penumpang lain yang berada di sekitar kejadian hanya diam saja. Bahkan, dalam dakwaan lain, bukannya membantu korban, penumpang justru merekam kejadian itu dengan kamera ponselnya.

Meski kejadian itu bisa dibilang hampir mustahil karena adanya petugas pengawal kereta api (Walka) di dalam rangkaian KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line, tetapi, kebutuhan CCTV di rangkaian kereta sangat penting untuk dipastikan ada di setiap rangkaian.

Sayangnya, dari laporan masyarakat yang juga penumpang KRL, sering kali ditemukan rangkaian KRL tidak ditemukan CCTV di setiap kereta. Selain membuat penumpang jadi tidak aman, PT KCI atau KAI Commuter berpotensi melanggar Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 63 Tahun 2019 Tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang Dengan Kereta Api.

Disebutkan, Standar Pelayanan Minimum (SPM) angkutan orang dengan kereta api di perjalanan, pada poin keamanan, KA Perkotaan, termasuk KRL, LRT, dan MRT, minimal menyediakan dua CCTV dalam satu rangkaian kereta. CCTV-nya juga ditekankan dengan resolusi yang jelas.

Ini diharapkan, ketika terjadi kasus pencurian atau kehilangan barang atau kasus pelecehan sekalipun bisa diungkap berkat petunjuk dari rekamanan CCTV di dalam rangkaian kereta tersebut.

Dari bunyi PM Nomor PM 63 Tahun 2019 tersebut, hasil pengamatan tim KabarPenumpang.com, memang minimal dua CCTV dalam setiap rangkaian kereta sepertinya sudah dijalankan KCI. Jadi, PT KCI tidak melanggar PM di atas.

Akan tetapi, minimal dua CCTV di setiap rangkaian kereta, yang biasanya terdiri dari 8, 10, dan 12 kereta, tak akan cukup bermanfaat saat terjadi sebuah insiden, semisal pelecehan dan kehilangan barang. Sebab, dua CCTV tersebut sudah pasti tidak akan bisa merekam kejadian di tiap-tiap kereta dalam satu rangkaian.

Bila PM tersebut dibuat sungguh-sungguh untuk membuat keamanan melalui fasilitas pendukung (CCTV) tadi, seharusnya itu bukan hanya dua CCTV per rangkaian, tetapi minimal dua CCTV per kereta dalam satu rangkaian. Bahkan, bila perlu, empat CCTV per kereta dalam satu rangkaian, sesuai dengan jumlah pintu yang ada di setiap kereta. Dengan begitu, seluruh sudut kereta bisa terpantau CCTV.

Terkait CCTV di dalam rangkaian kereta, pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menyebut saat ini CCTV di kereta sudah tersedia dan sesuai dengan SPM. Hanya saja, bilamana jumlahnya kurang, itu bukan akhir dan bisa saja direvisi.

Yang paling penting adalah masyarakat harus sadar bahwa adanya CCTV itu adalah bagian dari kewajiban pelayanan publik (PSO).

Baca juga: Inilah Jarak Antar Dua Stasiun KRL Jabodetabek yang Disebut ‘Terpendek dan Terpanjang’

“Laporkan pada PT KCI, sebutkan kereta nomor berapa. Karena itu bagian dari PSO yang akan dibayar, jika tidak memenuhi tidak dibayar,” katanya kepada KabarPenumpang.com.

Redaksi sudah coba menghubungi VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, terkait hal ini. Tetapi belum ada tanggapan. Sebelumnya, kami juga pernah menanyakan hal yang sama kepadanya, namun juga belum ada tanggapan.