Pernah Dioperasikan Sempati Air Tommy Soeharto, Fokker 100 Disulap Jadi Destinasi Wisata di Kroasia

Seorang pengusaha Kroasia, Robert Sedlar, membeli pesawat Fokker 100 bekas yang sudah pensiun dan disulap menjadi destinasi wisata menarik di tengah pedesaan negara Balkan itu. Meski pesawat masih dalam proses modifikasi dan ditarget baru selesai pada Juli 2022, namun beberapa acara seperti syuting video klip, film, wedding, ulang tahun, special dinner, dan lain sebagainya sudah terlaksana.

Baca juga: Pesawat Boeing 737 Misterius di Bali Kini ‘Nangkring’ di Atas Tebing Pantai Nyang Nyang

Dikutip dari Simple Flying, Sedlar mengaku terpikir untuk membeli pesawat Fokker 100 bekas setelah tahu itu mangkrak di Bandara Osijek, Kroasia. Ketika itu ia terpikir untuk menyulapnya menjadi restoran.

Setelah dibeli beberapa tahun lalu, pesawat dibongkar di bandara tersebut menjadi delapan bagian, mulai dari badan, sayap, ekor pesawat sampai landing gear.

Oktober dua tahun lalu, pesawat mulai dipindahkan ke desa Strmec Stubički menggunakan tiga truk trailer. Pesawat lantas dirakit ulang menjadi seperti semula dan dimodifikasi setelah sampai di lokasi.

Saat ini, proses modifikasinya masih berlangsung, namun bisa dibilang sudah hampir selesai. Hanya perlu melengkapi detail-detail kecil saja di interior dan eksterior.

Dari sisi eksterior, Fokker 100 berusia 30 tahun yang pernah beroperasi bersama Sempati Air Indonesia, TAM Linhas Aéreas Brasil, dan Jetran AS, dan SunAdria Airlines/TradeAir Kroasia ini mempertahankan sebagian besar bagian pesawat, seperti sayap, landing gear, badan pesawat, jendela, ekor, dan lainnya kecuali mesin dan exhaust serta livery-nya yang menampilkan deretan olahragawan terkenal Kroasia.

Berbeda dengan eksteriornya, interior Fokker 100 ini disulap sedemikian rupa, dilengkapi dengan tenis meja, table football, billiar, bar, kulkas, kamar mandi, kamar tidur, serta tiga area tempat duduk yang masing-masing dihadirkan dengan nuansa yang berbeda.

Satu area tempat duduk dibuat dari kursi kelas bisnis asli Fokker 100, satu lagi menggunakan kursi Airbus A320 bekas Kroasia Airlines, dan satu lainnya menggunakan De Havilland Canada Dash 8 bekas operator pesawat asal Swiss. Kokpit pesawat ini juga masih dipertahankan dengan baik oleh sang pemilik.

Baca juga: Deretan Maskapai Dunia yang Masih Operasikan Fokker 100, Ada Maskapai Papua

Tak hanya itu, lainnya semisal cangkir, juga asli warisan maskapai Kroasia Airlines dan masih ada brand serta logonya. Kompartemen bagas dan lantai pesawat semuanya dicopot dan lighting modifikasi ulang.

Saat ini, Party Avion -nama baru bagi pesawat Fokker 100 yang tengah dimodifikasi tersebut-sudah dalam tahap finisihing. Bila sudah rampung seluruhnya, ini dipercaya dapat mengundang banyak pengunjung.

Hanoi Operasikan Jalur Kereta Api Perkotaan Untuk Kurangi Kemacetan

Hanoi kini akhirnya mengoperasikan jalur kereta api perkotaan pertama di Vietnam. Kehadiran jalur kereta ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas di kota. Hanoi Metro Line 2A adalah jalur kereta api perkotaan baru itu, dan mulai dibuka pada Sabtu (6/11/2021) yang menghubungkan Stasiun Cat Linh dengan Yen Nghia.

Baca juga: Gunakan Bus Tingkat Berusia 20 Tahun, “Hanoi 75” Hadirkan Kuliner Khas Vietnam di Manchester

Di mana kedua stasiun tersebut berjarak sekitar 13 km dan pada 15 hari pertama tidak akan ada biaya untuk melakukan perjalanan di jalur tersebut. Nantinya, setelah dua minggu gratis akan ada biaya yakni sekali jalan di jalur itu penumpang akan merogoh kocek untuk membayar tiket antara 40 hingga 70 sen.

Dilansir KabarPenumpang.com dari nhk.or.jp (6/11/2021), kehadiran jalur tersebut karena ada peningkatan permintaan untuk transportasi kereta api perkotaan di Vietnam. Konstruksi jalur kereta ini dimulai tahun 2011 dan memiliki 12 stasiun.

Vietnam sendiri diketahui membayar sebagian proyek tersebut dengan bantuan pembangunan resmi dari Cina yakni melalui China Railway Sixth Group yang adalah anak perusahaan China Railway Group dan menangani rekayasa, pengadaan serta konstruksi jalur. Setiap kereta terdiri dari empat gerbong dan dapat mengangkut sekitar 900 penumpang.

Kereta ini memiliki kecepatan maksimum 80 km per jam. Perjalanan seluruh jalur memakan waktu sekitar 23 menit. Kereta tersebut awalnya dijadwalkan untuk memasuki layanan komersial pada tahun 2015 yang lalu.

Namun karena ada masalah dengan pembelian tanah, maka rencana pembangunan tertunda. Bahkan rencana ini telah melalui 12 evaluasi ulang dan setelah semua fasilitas hampir selesai, pemeriksaan keamanan memakan waktu lebih dari dua tahun.

Karena beroperasi jauh dari rencana awal, ini membuat biaya konstruksi membengkak dan menghabiskan biaya sebesar $900 juta. Selain itu, Vietnam juga sedang mengerjakan proyek jalan kereta api perkotaan lainnya.

Baca juga: Vietnam Buka Rute Kereta Lintas Benua, Hubungkan Hanoi dengan Liege di Belgia

Di Kota Ho Chi Minh, ibu kota komersial Vietnam selatan, Hitachi dan perusahaan Jepang lainnya membantu pembangunan jalur kereta api, sementara yang lain di Hanoi mendapat dukungan keuangan dari Prancis dan Bank Pembangunan Asia.






















Inilah Andorra, Negara Terbesar Tanpa Bandara

Andorra dinobatkan sebagai negara terbesar tanpa bandara di dunia versi Guinness World Records. Negara yang terletak di antara Perancis dan Spanyol itu memuncaki daftar negara terbesar tanpa bandara di dunia, mengungguli empat negara lain; Liechtenstein, Monako, San Marino, dan Vatikan.

Baca juga: 7 Pendaratan Bandara Paling Eksotis di Dunia, Nomor 6 Tak Disangka

Terkurung daratan antara Spanyol dan Perancis, Andorra memiliki luas sekitar 468 kilometer persegi dan memiliki populasi 77.265 pada 2020. Wisatawan yang ingin berkunjung ke Anddora bisa melalui Bandara Internasional Barcelona–El Prat di Spanyol dan Bandara Internasional Toulouse–Blagnac di Perancis yang mana keduanya berjarak tiga jam berkendara dari Andorra.

Selain kedua bandara tersebut, wisatawan juga bisa berkunjung ke Andorra melalui Bandara Perpignan – Rivesaltes, yang berjarak 160 km. Hanya saja, bandara ini memiliki akses terbatas dan hanya melayani penerbangan antara Perancis dan Inggris Raya.

Demikian juga dengan Bandara Andorra-La Seu d’Urgell. Kendati namanya mencirikan bandara nasional, nyatanya bandara ini terletak di luar wilayah Andorra padahal wisatawan bisa tiba di Andorra hanya dengan waktu 30-40 menit saja.

Tetapi, bandara ini hanya memiliki penerbangan langsung dari dan ke Madrid- Andorra-La Seu d’Urgell bersama maskapai penerbangan Spanyol, Air Nostrum, anak perusahaan Iberia. Dalam operasinya yang baru akan dimulai pada 17 Desember tahun ini, Iberia mengerahkan pesawat ATR 72-600.

Bagi wisawatan yang memiliki helikopter pribadi, Andorra memiliki tiga heliport di La Massana, Arinsal, dan Escaldes-Engordany, yang bisa digunakan. Jadi, tak perlu repot-repot naik mobil berjam-jam untuk bisa sampai ke Anddora.

Sebagaimana negara-negara lain yang tidak mempunyai bandara, Anddorra sebetulnya sudah berupaya berdikari dan mempunyai penerbangan serta bandara sendiri, termasuk jaringan perkeretaapian dan jalan tol antar kota. Hanya saja, topografi dan geografi negara yang terletak ribuan meter di atas permukaan laut membuat projek tersebut seolah tak ada ujungnya.

Terkait proyek pembangunan bandara nasional di Andorra, laporan Andorran Aeronautical Authority (AAA) menyimpulkan bahwa “Keterbatasan dan keamanan proyek diragukan dan cukup penting untuk tidak melanjutkan proyek.”

Baca juga: Memiliki Berbagai Alasan, Delapan Negara ini Tak Punya Jaringan Kereta Api

Karenanya, beberapa orang menganggap tiga proyek besar negara yang terletak di Pegunungan Pirenia bagian timur, khususnya bandara nasional, sudah dipastikan batal untuk dalam waktu dekat.

Hanya saja, seiring perkembangan teknologi, bukan tak mungkin suatu hari nanti Andorra berhasil mewujudkan mimpinya mempunyai bandara nasional dengan segala kurang lebihnya.

Penumpang Tak Dikenal Berdiri di Depan Kereta DLR dan Merekam Dirinya Sendiri Tanpa Takut

Seorang penumpang merasa dirinya pemberani baru-baru ini melakukan hal yang diluar nalar. Di mana dia keluar dan berdiri di bagian depan kereta DLR di London yang tengah melaju dalam kecepatan 50 mph atau sekitar 80,4 kpj saat melintas di terowongan.

Baca juga: Demi Ambil Barang Jatuh, Wanita Ini Nekat Turun ke Rel Lewat Celah Antara Kereta dan Peron

Penumpang yang tidak dikenal itu menempel di bagian depan kereta berkecepatan tinggi saat melintas di bawah sungai menuju ibu kota. Di awal video yang diunggah ke Youtube ‘DyingLama,’ menunjukkan penumpang itu bersiap untuk perjalanan berbahaya.

KabarPenumpang.com melansir the-sun.com (2/11/2021), dalam video, penumpang itu menggunakan pakaian gelap sembari berbincang dengan penumpang lain yang adalah temannya.

Temannya terdengar bertanya, “Apakah Anda yakin?”

Penantang menjawab, “Saya merekam video, kami harus melakukannya. Kami sedang melakukannya.”

Teman itu menambahkan bahwa mereka “benar-benar takut” seperti yang dikatakan si pemberani “sama”. Untuk diketahui, awalnya kereta itu keluar stasiun dan dia keluar jendela tanpa ragu dan berpegangan di bagian depan kereta.

Saat kereta bergerak, seorang penumpang wanita didalam mencoba memperingatkan. Namun, penumpang tersebut mengatakan padanya untuk “ssst” dan mereka mulai bergerak melalui terowongan, melewati kereta yang melaju. Saat kereta melaju kencang, penumpang yang bersemangat mulai merekam dengan takjub di dalam.

Head-cam pemberani menunjukkan tubuh mereka mencengkeram erat ke bagian depan kereta dan bergerak dengan kecepatan yang memusingkan melalui terowongan yang gelap. Tidak lama kemudian kereta berhenti di stasiun berikutnya, dengan penumpang yang kebingungan menyaksikan saat dia melambai dari depan.

Kereta berhenti dan penumpang itu dengan cepat melompat, berlari tanpa cedera ke stasiun. Warganet yang terkejut dengan cepat mengomentari klip yang menghebohkan itu.

“Menempatkan platform kecil dan pegangan di bagian depan meminta ini,” kata seorang warganet.

“Dan dia melakukan ini di DEPAN kereta, bagaimana sialnya. Saya takut hanya dengan menonton ini,” tulis yang lainnya

“Saya terkejut Anda tidak tertangkap!” tambah warganet lain.

Baca juga: Nekat Naik ke Kereta yang Melintas, Pria Ini ‘Berputar-Putar’ Pasrah di Peron

Kereta DLR tidak memiliki pengemudi, meskipun mereka memiliki kondektur di dalamnya dan petugas di stasiun untuk mengawasi berbagai hal






















Dua Tahun Mangkrak, Pesawat Boeing 757 Donald Trump Kembali Terbang

Pesawat jet pribadi Donald Trump akhirnya kembali mengudara. Pesawat lepas landas dari penyimpanan jangka panjang di Upstate New York pada hari Senin menuju Chennault International dekat Danau Charles, Louisiana, Amerika Serikat (AS) dan transit di Nashville. Pesawat diyakini akan mendapat perawatan sebelum aktif beroperasi.

Baca juga: Waduh, Pesawat Pribadi Trump Dibiarkan Mangkrak! Alasannya Bikin Geleng-geleng

Dilansir Simple Flying, pesawat lepas landas dari New York Stewart (SWF) pada 12.25 waktu setempat menuju Chennault International (CWF). Setelah dua jam mengudara, pesawat putar balik menuju Bandara Internasional Nashville yang berada di dekatnya. Ini dikarenakan pesawat mengalami keadaan darurat yang tidak disebutkan seperti apa situasinya. 

Akan tetapi, hal itu tidak terlalu parah karena selang sejam kemudian pesawat kembali terbang. Setelah satu jam 16 menit mengudara, pesawat akhirnya tiba di Chennault International Airport. Otoritas bandara tersebut mengkonfirmasi bahwa pesawat akan menjalani Maintenance, repair and overhaul (MRO) selama beberapa waktu.

“Pesawat sedang diservis di Chennault oleh salah satu penyewa penerbangan kami dan berada di sini untuk waktu yang tidak ditentukan,” jelasnya.

Sebelum dilantik menjadi Presiden AS ke-45 pada 20 Januari 2017, pesawat pribadinya, Boeing 757-200 merupakan pesawat andalan ia dan keluarga bepergian kemanapun, baik untuk tujuan bisnis maupun pariwisata.

Usai dilantik menjadi Presiden AS, pesawat yang dibeli pada tahun 2011 itu masih kerap digunakan untuk mendukung operasional binsis perusahaan milik Trump sampai tahun 2019 silam. Setelah itu, barulah, pesawat dengan nomor registrasi N757AF digrounded jangka panjang di Bandara Internasional Newburgh-Stewart di Orange County, New York, AS.

Selama digrounded cukup lama, pesawat yang oleh Trump disebut sebagai T-bird ini tak mendapat perawatan dengan baik. Sebagian pihak berpendapat bahwa Trump begitu yakin bahwa dirinya bakal kembali menempati Gedung Putih, sehingga tak begitu mempedulikan pesawat yang kerap disebut Trump Force One ini. Sebab, bila ia kembali melenggang ke Gedung Putih, otomatis, operasionalnya akan disokong oleh Boeing 747 Air Force One.

Faktanya, Trump kalah dan mau tak mau ia harus kembali didukung oleh pesawat jet pribadinya itu untuk berbagai aktivitasnya.

Baca juga: Trump Ingin Ganti Nama Bandara Ini Jadi Bandara Internasional Donald J. Trump

Walau sempat simpang siur, Donald Trump memastikan bahwa Boeing 757 kesayangannya itu akan aktif beroperasi kembali.

“Ini akan segera dibawa ke fasilitas layanan Louisiana untuk penyelesaian MRO dan pembaruan mesin Rolls-Royce, dan pekerjaan pengecatan baru. Ketika selesai, itu akan menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan digunakan lagi pada agenda mendatang!” katanya dalam sebuah pernyataan di bulan Mei lalu.

Mau Tahu 10 Menara ATC Tertinggi di Dunia, Ini Dia!

Sebagai salah satu unsur penting dalam dunia penerbangan, keberadaan Air Traffic Control (ATC) di suatu bandara kerap kali menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, sebuah menara yang berada di sekitaran infrastruktur bandara ini punya peran vital, yakni mengatur kelancaran arus lalu lintas udara, membantu pilot dalam mengendalikan keadaan darurat, dan memberikan informasi lain yang dibutuhkan pilot. Bisa dibilang, ATC merupakan rekanan pilot selama mengudara dan peran ATC sangat besar dalam tercapainya tujuan penerbangan.

Baca Juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim

Tapi, ada satu hal yang menarik dari menara pemandu lalu lintas udara ini, mereka memiliki ketinggiannya masing-masing. Berikut, KabarPenumpang.com himpun 10 menara ATC tertinggi di dunia dilansir dari airport-technology.com (11/12/2013)

10. Orlando International Airport, Amerika

Sumber: henselphelps.com

Menara pemandu lalu lintas udara di bandara ini masuk ke dalam jajaran 10 menara ATC tertinggi di dunia dan menara ATC tertinggi ketiga di Amerika dengan ketinggian 345ft atau setara dengan 105,16 meter. Menara yang sekarang terpampang di Orlando International Airport ini merupakan hasil penataran dari menara lama yang tingginya hanya 219ft. Menara ATC ini mulai beroperasi pada September 2002 silam.

9. Indianapolis International Airport, Amerika
Beralih ke posisi sembilan menara ATC tertinggi di dunia diraih oleh Indianapolis International Airport. Bandara yang memiliki dua landas pacu parallel dan sebuah crosswind runway ini memiliki ATC dengan tinggi 348ft atau setara dengan 106,07 meter.

8. Vienna International Airport, Austria
Peringkat kedelapan dihuni oleh bandara yang terletak 18km sebelah tenggara dari pusat kota Vienna (Wina). Bandara yang memiliki kode VIE ini memiliki menara ATC dengan ketinggian 358ft atau setara dengan 109 meter. Menara ini didesain oleh Zechner & Zechner yang bermitra dengan Thomas Lorenz, Peter Mandl, formTL, Lorenz Consult dan Dr. Pfeiler.

7.  Abu Dhabi International, United Arab Emirates

Sumber: airport-technology.com

Ada yang unik dari posisi ketujuh di deretan 10 menara ATC tertinggi di dunia ini, yaitu memiliki ketinggian yang sama dengan posisi kedelapan. Keunikan lain nampak dari bentuk menara yang bisa dibilang tidak biasa. Jika dilihat dari sudut pandang tertentu, menara ini tampak cekung, padahal jika diperhatikan dari depan, bangunan ini tampak tegak lurus.

Baca Juga: Ini Dia! 9 Tipe Orang yang Biasa Kita Temui di Bandara

6.  Cairo International Airport, Mesir
Posisi keenam dihuni oleh bandara tersibuk di Mesir. Bandara yang memiliki kode CAI ini memiliki menara ATC dengan ketinggian 361ft atau jika dikonversi ke satuan meter akan sama dengan 110 meter.

5. Guangzhou Baiyun International Airport, Cina
Bandara dengan menara ATC tertinggi di Cina ini memiliki ketinggian yang sama dengan Cairo International Airport, yaitu setinggi 361ft atau setara dengan 110 meter. Dari atas sini, Anda dapat melihat pemandangan sejauh 15km persegi.

4. Haneda International Airport, Jepang

Sumber: airport-technology.com

Menara ATC baru milik Bandara Haneda, yang dibuka pada bulan Januari 2010 ini memiliki ketinggian 115,7 meter (380ft) dan menjadikannya menara ATC tertinggi keempat di dunia. Padahal, sebelum menara baru ini dibangun, menara yang lama tercatat lebih tinggi 38m.

3. Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport, Amerika
Bandara yang tercatat sebagai bandara tersibuk dunia ini memiliki ketinggian menara ATC yang cukup fantastis, yaitu 398ft atau setara dengan 121,31 meter. Setiap harinya, menara ini memantau kurang lebih 2500 kedatangan dan keberangkatan dari berbagai provider penerbangan.

2. Kuala Lumpur International Airport, Malaysia

Sumber: airport-technology.com

Posisi kedua diisi oleh bandara dari negeri tetangga, Malaysia. Menara yang berbentuk sepeti obor olimpiade ini memiliki ketinggian 426ft. Dengan ketinggiannya yang setara dengan 130 meter ini, menara ATC mampu memantau sebanyak 120 penerbangan setiap jamnya.

Baca Juga: Wow! Bandara-Bandara Ini Memiliki Restoran Bintang 5 di Dalamnya

  1. Suvarnabhumi International Airport, Thailand
    Dan, inilah bandara yang memiliki menara ATC tertinggi di dunia. Bandara yang kerap kali disebut New Bangkok International Airport of Thailand ini memiliki ketinggian 434ft atau setara dengan 132,2 meter. Walaupun bandara ini dinominasikan sebagai empunya menara ATC tertinggi di dunia, namun jumlah penerbangan yang di-handle oleh bandara yang memiliki kode BKK ini tidak sebanyak Kuala Lumpur International Airport, yaitu hanya 76 penerbangan per-jamnya.























Divonis Idap Parkinson, Mantan Pilot 84 Tahun Minta Diajak Terbang untuk Terakhir Kali

Seorang mantan pilot berusia 84 tahun, Myrta Gage, belum lama ini menyita perhatian netizen di Facebook lantaran video aksinya saat menjadi kopilot diunggah oleh Cody Mattiello. Yang paling bikin haru, kembalinya ia ke kokpit merupakan permintaan terkahir sebelum ajal menjemputnya kelak.

Baca juga: Sadar Hidupnya Tak Lama Lagi, Nenek 104 Tahun Maksa Ingin Terbang dengan Helikopter

Dalam captionnya, Cody Mattiello menceritakan Gage dahulu adalah seorang pilot aktif. Itu terus dijalaninya sampai ia divonis mengidap parkinson. 

Parkinson sendiri merupakan penyakit yang mengganggu sistem saraf pusat yang mempengaruhi gerakan. Kerusakan sel saraf di otak menyebabkan tingkat dopamine turun, sehingga berujung pada gejala Parkinson. Parkinson sering disertai tremor di satu tangan.

Penyakit Parkinson yang diderita otomatis langsung mengubur karirnya sebagai pilot. Sejak itu, Gage tak lagi berada di kokpit, baik sebagai kopilot terlebih pilot.

Lama dinanti, Gage akhirnya bisa kembali menerbangkan pesawat sebagai kopilot sekalipun bukan pesawat komersial berkat bantuan Mattiello melalui anaknya. Disebutkan, Gage secara tidak langsung sering mengungkapkan harapannya untuk bisa kembali ke langit meski situasinya jauh berbeda dengan penerbangan sebelumnya saat ia muda.

Mattiello menyambut baik permintaan tersebut. Sesama pilot, ia sangat maklum atas apa yang diingkan Gage dan bukan tak mungkin suatu hari nanti ia akan meminta hal serupa kepada orang lain melalui anaknya.

“(Jalur penerbangan mengambil) Danau Winnipesaukee dan di sekitar Gunung Kearsarge. Penerbangan itu tentu saja menunjukkan kepada Gage warna musim gugur yang indah,” tulis Mattiello.

“Sebagai pilot kelahiran New Hampshire, saya merasa beruntung bisa berbagi kecintaan saya pada penerbangan dan menjadi bagian dari membuat kenangan seperti ini untuk orang lain,” tambahnya.

Serupa tapi tak sama, November tahun lalu, lansia lainnya di AS berusia 104 tahun, Agnes Van Put, juga pernah melakukan hal yang sama dengan Gage. Bedanya, Agnes bukan merupakan mantan pilot ataupun kopilot.

Ketika itu, Agnes memaksa diajak terbang menggunakan helikopter. Meski sempat kesulitan, permintaan Agnes akhirnya terpenuhi berkat bantuan Anggota Dewan Kota New York, Aileen Gunther.

Baca juga: Dengan Kocek Kurang dari Rp500 Juta, Nenek 78 Tahun Sulap Boeing 727 Jadi ‘Little Trump’

Dengan dibantu pilot Michael Croissant, Agnes dan Gunther diajak terbang keliling Sullivan County menggunakan helikopter milik pengusaha terkenal di wilayah tersebut.

Dalam penerbangan di ketinggian sekitar 2.000 kaki itu Agnes berkesempatan melihat keindahan alam Sullivan County sambil melihat kasino Resorts World Catskills di kota Thompson, Bethel Woods, hingga rumah Aileen Gunther di Forestburgh dari ketinggian.

Perluas Jaringan Penerbangan ke Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Garuda Indonesia dan Emirates Kerja sama Codeshare

Meski bakal lebih fokus untuk menggarap rute domestik, Garuda Indonesia harus pasang strategi untuk mempertahankan pasar internasional. Seperti kabar terbaru, Garuda Indonesia dan Emirates sepakat untuk bekerjasama dalam memperluas jaringan penerbangan kedua maskapai. Kesepakatan tersebut dilaksanakan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dan Chief Commercial Officer Emirates, Adnan Kazim pada hari Kamis (4/11) lalu di Dubai.

Baca juga: Untung-Rugi Gabung Aliansi SkyTeam yang Juga Diikuti Garuda Indonesia, Apa Saja?

Melalui kerja sama yang berlaku efektif mulai 2 Januari 2022, penumpang Garuda Indonesia akan mendapatkan kemudahan akses ke berbagai destinasi yang dioperasikan oleh Emirates diantaranya Dubai, Bahrain, Moskow, Johannesburg, Kairo, London dan Manchester. Sementara itu, penumpang Emirates yang akan melaksanakan perjalanan ke Indonesia melalui Jakarta dapat menikmati layanan penerbangan lanjutan ke berbagai destinasi prioritas di Indonesia seperti Denpasar, Surabaya, Makassar, Balikpapan , Manado, Medan, Padang , Solo.

Adapun kemudahan layanan penerbangan tersebut dapat dinikmati secara end-to end mulai dai pemesanan tiket, hingga kebijakan bagasi (baggage check-through) yang dapat diambil di destinasi akhir. Lebih lanjut, kedua maskapai juga akan menjajaki peluang kerja sama dalam pengelolaan program frequent flyer yang memungkinkan penumpang untuk mendapatkan dan menukarkan poin yang telah diperoleh ke dalam bentuk tiket penerbangan maupun manfaat ekskusif lainnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyambut baik kerja sama dengan Emirates tersebut mengingat kerja sama tersebut akan memperkuat jaringan internasional Garuda Indonesia khususnya di wilayah Timur Tengah, Eropa dan Afika.

Adnan Kazim, Chief Commercial Officer, Emirates mengatakan: “Kami senang dapat menjalin kemitraan codeshare dengan Garuda Indonesia untuk memberikan pelanggan kami akses ke lebih banyak tujuan di Indonesia serta konektivitas tanpa batas dan nyaman ke delapan tujuan domestik di Indonesia ke dan dari Dubai dan ke jaringan global kami melalui Jakarta, dan tiga tujuan melalui Denpasar”.

Baca juga: Garuda Indonesia Terbangi Hampir Seluruh Kota di Dunia via Amsterdam dan Tokyo

Sebagai upaya untuk memperkuat jaringan internasional, hingga dengan Oktober 2021, Garuda Indonesia telah memiliki kerja sama codeshare dengan sedikitnya 24 mitra maskapai di seluruh dunia yang menghubungkan para penumpang Garuda Indonesia ke berbagai pilihan destinasi di seluruh dunia.






















Mengapa Area Sekitar Runway Ditanami Rumput? Inilah Jawabannya

Rumput di sekitar runway atau landasan pacu bandara kadang kala berefek negatif bagi pesawat. Itu karena, rumput seringkali jadi penyebab datangnya kawanan burung ke sekitar runway. Tentu saja keberadaan burung bisa menimbulkan bird strike dan sangat membahayakan penerbangan.

Baca juga: Mengenal RESA, ‘Juru Selamat’ Pesawat di Bandara

Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas. Singkatnya, bird strike mayoritas terjadi di sekitar bandara. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter.

Di Amerika Serikat, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.

Akan tetapi, dampak buruk rumput di sekitar landasan pacu bukan berarti menjadi alasan untuk menghilangkannya (rumput) semata untuk mencegah terjadinya bird strike. Itu (mencegah bird strike) bisa saja dilakukan, dengan melibatkan teknologi lain tanpa menyingkirkan keberadaan rumput di sekitar runway.

Lagi pula, keberadaan rumpur di sekitar runway bukan untuk hiasan semata. Semua ada tujuannya. Dikutip dari Quora, rumput di sekitar runway sangat berguna untuk berbagai hal, bahkan lebih banyak kegunaannya ketimbang efek negatifnya yang disebut-sebut mengundang kawanan burung hinggap di sana sehingga menyebabkan bird strike.

Rumput di sekitar runway disebut oleh salah satu pengguna Quora berfungsi sebagai drainase. Jadi ketika terjadi hujan deras, air di landasan pacu akan mengalir luar runway. Kemudian, rumput dan juga tanah di sekitar runway akan menyerap air dan mencegah terjadinya banjir di landasan pacu.

Selain itu, dalam kondisi darurat, rumput di sekitar runway juga berfungsi untuk menahan laju pesawat yang tergellincir ketika hujan deras. Itu terjadi karena rumput, berkolaborasi dengan lunaknya tanah, membuat roda pendaratan atau landing gear tenggelam dalam tanah. Pada akhirnya, laju pesawat benar-benar tertahan dan membuatnya berhenti sebelum menabrak tanggul atau bahkan lebih buruk dari itu, keluar dari area bandara dan jatuh ke jurang atau ke area lainnya di luar bandara.

Secara hukum atau panduan operasional bandara, penggunaan rumput di sekitar runway juga diatur dengan sangat detail, bersatu dengan keberadaan RESA atau Runway End Safety Area.

Menurut Annex 14 Convention on International Civil Aviation (ICAO), zona aman di ujung landasan harus dimiliki setiap bandara. Sebelumnya, RESA hanya rekomendasi tetapi mulai tahun 2005 silam RESA menjadi sebuah keharusan.

Dilansir skybrary.aero, Runway End Safety Area sendiri adalah permukaan di sekitar landasan pacu yang disiapkan untuk mengurangi risiko kerusakan pada pesawat jika terjadi undershoot, overshoot, atau overrun dari runway.

Baca juga: Tahukan Anda, Aspal Runway 10 Kali Lipat Lebih Kuat Dibanding Aspal Jalan Raya!

Namun, sebelum masuk ke RESA, Runway Strip juga menjadi instrumen tambahan penting di ujung landasan yang juga patut diketahui. Besaran dimensi runway strip berbeda-beda, tergantung dari bandara atau runway itu sendiri.

Runway Strip memang masih berupa beton. Namun, di area RESA, seluruhnya sudah harus berupa tanah yang ditanami rumput dengan luas area yang beragam, tergantung kode runway itu sendiri. Untuk runway Kode 3 dan 4, RESA membentang sepanjang 240 meter dengan lebar sekitar 125 meter.






















Berkaca dari Insiden Boeing 777 Garuda Indonesia, Rekonstruksi Runway Jadi Fokus Revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma

Rencana penutupan Bandara Internasional Halim Perdanaksuma selama 9 bulan disebutkan terkait dengan revitalisasi, dimana bandara peninggalan Belanda ini dipersiapkan sebagai pusat logistik pemimpin negara yang akan menghadiri KTT G20 yang direncakan digelar tahun 2022. Dan bagian dari revitalisasi adalah penguatan pada landas pacu (runway).

Baca juga: Sejarah Concorde Mendarat-Lepas Landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, Sonic Boom Bikin Kaca Pecah?

Bakal dihadiri oleh petinggi mancanegara seperti Presiden Amerika Serikat Joe Biden, membuat otoritas bandara harus menghitung cermat kekuatan landas pacu. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, terjadi penurunan kualitas elemen bandara, terutama pada runway atau landasan pacu. “Kami sedang menyiapkan desain sisi udara seperti rekonstruksi runway dan perbaikan sistem drainase. Hal-hal tengah kami bahas dengan berbagai pihak,” ujar Novie dalam keterangannya di Kompas.com  (5/11/2021).

Meski rangkaian KTT G20 dipusatkan di Bali, pemerintah juga memperhitungkan aspek logistik dan penerbangan. Mengingat, kegiatan pertemuan dunia lainnya selalu berkaitan dengan daerah-daerah lain di luar tempat acara. Bukan hanya Bandara Halim Perdanakusuma, beberapa bandara alternatif juga akan dipersiapkan untuk mendukung hajatan KTT G20.

Kilas balik tentang runway di Bandara Halim, pernah terjadi insiden rusaknya lapisan landasan saat digunakan oleh pesawat widebody Boeing 777 Garuda Indonesia. Peristiwa terkelupasnya landasan di Halim Perdanakusuma terjadi pada 28 Juli 2017 saat memberangkatkan jemaah haji ke Arab Saudi, akibatnya bandara sempat ditutup selama tiga jam untuk proses perbaikan.

Pangkal musababnya terkelupasnya lapisan runway ternyata disebabkan faktor usia. “Mengelupasnya runway di Halim memang tidak disangka-sangka. Meski sudah dilakukan perawatan rutin, tapi usia runway di sana memang lebih tua dari runway di Bandara Soekarno-Hatta yang juga sudah tua saat ini,” ujar Head of Secretary and Legal PT Angkasa Pura II Agus Haryadi, seperti dikutip dari Kompas.com.

Selain usia runway, Agus juga menyinggung tentang ramainya Bandara Halim, terutama dalam beberapa bulan terakhir ketika sejumlah rombongan tamu kenegaraan melalui tempat tersebut. Sebagian besar rombongan kenegaraan menggunakan pesawat berbadan lebar dengan bobot bagasi yang cukup besar, seperti rombongan Raja Arab Saudi. “Bawaan di pesawatnya lebih banyak, seperti mobil berapa unit. Bebannya bisa jadi lebih berat dari pesawat haji, tapi saat itu alhamdulillah enggak ada kendala, begitupun dengan penerbangan haji tahun-tahun lalu di Halim,” kata Agus.

Salah satu bahan baku pembuat runway Halim adalah aspal. Di Bandara Soekarno-Hatta, bahan baku pembuat runway adalah beton. Kedua bahan tersebut telah melewati uji standar yang ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku. Agus mengungkapkan, ada perbedaan karakteristik antara keduanya yang membedakan ketika runway menopang bobot pesawat. Runway Halim yang terkelupas sekitar tiga kali dua meter dengan kedalaman 25 sentimeter.

Baca juga: Kisah Avro Anson RI-003, Pesawat Multirole Bekas PD II yang Tewaskan Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma

Berkaca dari insiden yang terjadi pada tahun 2017,  Pemerintah sepertinya tak ingin mengambil risiko ketika banyak tamu VVIP mancanegara akan menggunakan fasilitas di Bandara Halim Perdanakusuma.