Mudahkan Pecinta Bus, Aplikasi Pemesanan Tiket Hindarkan Pengguna Jasa dari Calo

Dewasa ini, teknologi membuat semuanya mudah dan setiap orang yang menggunakannya mandapat keuntungan tersendiri. Bahkan dengan kehadiran teknologi, ini menjadi salah satu solusi praktis di berbagai bidang. Salah satunya adalah pemesanan bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Baca juga: Bus Trans Jawa Siapkan Koridor Keenam dan Hadirkan Aplikasi “Si Anteng”

Jika selama ini memesan bus harus on the spot atau langsung ke loket serta agen perusahaan otobus (PO), tetapi ternyata juga bisa dilakuakn secara online. Bahkan ada beberapa aplikasi pemesanan tiket bus secara online yang bisa dipilih oleh masyarakat atau pecinta bus.

Beberapa aplikasi tersebut yakni RedBus, Traveloka, EasyBook dan berbagai aplikasi lain dari PO itu sendiri seperti milik Sudiro Tungga Jaya atau Rosalia Indah. Dengan melakukan pembelian secara online, penumpang akan merasakan berbagai kemudahan sekaligus.

Selain praktis karena tinggal klik, Anda juga bisa melakukan pemesanan sembari rebahan. Tak hanya itu, memesan secara online juga menghindarkan Anda dari para calo nakal. Belum lagi biasanya aplikasi-aplikasi pemesanan tiket online menyediakan kupon diskon untuk para penggunanya.

Dengan kupon diskon ini Anda akan mendapatkan potongan harga tiket yang dibayarkan sehingga bisa mengurangi biaya perjalanan menggunakan bus AKAP. Sayangnya, meskipun dikatakan online dan memudahkan penggunanya, aplikasi pemesanan tiket online tidak bisa dibilang bebas dari permasalahan juga kendala.

Masih ditemukan seat pesanan yang double antara agen tiket konvensional dan tiket online, selain itu terkadang kordinasi antara perusahaan otobus dan pihak aplikasi pemesanan tiket online terkadang masih terdapat kendala. Dimas Akbar Pamungkas, seorang pengguna aplikasi pemesanan tiket online menceritakan pengalamannya ketika memesan tiket di web sebuah perusahaan otobus.

“Pernah saya pesan tiket di website resmi sebuah perusahaan otobus, bookingan sudah terbayar tapi tiket belum terbit. Setelah dicek lagi ternyata seatnya sudah terpesan untuk orang lain. CS tidak bisa dihubungi, hubungi agen terdekat dilempar kesana kemari, email tidak direspon, akhirnya terbalas di dm twitter,” ujar Dimas.

Baca juga: Jalin Kemitraan dengan Google Maps, RedBus Siap Mudahkan Perjalanan Pelancong

Meskipun demikian, aplikasi pemesanan tiket secara online tidak serta merta kehilangan peminatnya. Justru semakin banyak pengguna transportasi bus yang memesan tiketnya secara online. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)

Penumpang Wajib Tahu, Ini Tips Mendapatkan Upgrade Kelas Kursi Secara Gratis dari Pramugari!

Pramugari tentu sangat mengetahui detail-detail setiap penerbangan, termasuk tips bagaimana mendapatkan upgrade kelas kursi secara cuma-cuma alias gratis dalam sebuah penerbangan. Belum lama ini, tips tersebut diungkap oleh pramugari yang tak disebutkan namanya melalui akun TikTok Ceara Kirkpatrick dan viral. Setidaknya, video itu telah ditonton lebih dari 2,8 juta kali saat artikel ini ditulis.

Baca juga: Tips Cara Terbaik Penumpang Tidur di Pesawat dari Pramugari, Tapi Berisiko Dibenci Penumpang Lain

Seperti dilihat KabarPenumpang.com, wanita asal St. Louis, Missouri, Amerika Serikat (AS) tersebut menceritakan tips yang diungkapkan oleh rekannya yang juga seorang pramugari.

Diceritakannya, dalam sebuah penerbangan, penumpang sangat bisa mendapatkan upgrade kursi secara cuma-cuma tanpa biaya tambahan.

Ketika sebuah penerbangan dijalankan, sudah pasti okupansi atau jumlah penumpangnya tak selalu mencapai 100 persen. Artinya ada kursi kosong dalam penerbangan tersebut, entah itu kursi di kelas ekonomi ataupun di kelas bisnis atau first class.

Di beberapa maskapai, daripada kursi tesebut kosong, mereka menawarkan penumpang untuk upgrade kelas kursi penerbangan secara gratis kepada penumpang tertentu. Klue penumpang tertentu inilah yang coba dibeberkan seorang pramugari saat berbincang-bincang dengan Ceara di tengah kemacetan lalu lintas.

Dalam video viral di TikTok Ceara, ia menceritakan bahwa pramugari tersebut memberikan tips bagaimana caranya mendapatkan upgrade kursi secara gratis. Menurutnya, seorang penumpang bisa mendapatkan upgrade kelas kursi dalam sebuah penerbangan hanya dengan trik sederhana, yaitu berpakaian rapi dan berlagak seperti sultan.

Sebelum penumpang masuk pesawat, melewati lorong dan duduk di kursi sesuai yang tercantum di tiket, pramugari mempunyai kesempatan pertama untuk memperhatikan setiap penumpang. Itu terjadi pada momen pramugari mengecek kecocokan identitas penumpang dengan nama yang tertera di tiket.

@cearakirk

#greenscreen tips from a flight attendant ✈️ #learnontiktok #travel #traveltips

♬ Pennies From Heaven – Remastered – Louis Prima

Sambil memberikan senyum terbaik dan mengecek tiket serta identitas, di sini, pramugari juga memperhatikan gerak-gerik penumpang, gaya berpakaian, serta hal lain yang bisa mencirikan siapa dan bagaimana latar belakang pekerjaan penumpang tersebut.

Tak hanya ketika menyambut penumpang di pintu masuk pesawat, kesempatan kedua untuk mengetahui latar belakang penumpang datang saat pramugari mondar-mandir di lorong. Kendati terlihat seperti sedang melakukan hal lain, di momen ini, pramugari ternyata juga tak luput untuk memperhatikan gerak-gerik penumpang dan apa latar belakang pekerjaan penumpang.

Saat terjadi insiden kecil yang berkenaan dengan kesalahan manifes, seperti misalnya ada satu penumpang kursi kelas ekonomi yang tak mendapatkan kursi, pramugari, kata Ceara, akan memilih penumpang terbaik (berpakaian rapi) untuk ditawarkan duduk di kursi kelas bisnis atau first class.

Begitu juga dengan di konter check-in, staf darat biasanya juga akan menawarkan penumpang terbaik yang berpakaian rapi untuk upgrade kursi secara gratis.

Akan tetapi, hal itu ditentang oleh netizen yang juga mengaku sebagai pramugari. Ada yang menyebut saran tersebut sesat. Ada yang menyebut tips dan trik tersebut 99 persen salah dan lain sebagainya. Tetapi, ada juga yang membenarkan.

Sebaliknya, menurut pramugari lain yang menentang tips and trick tersebut, upgrade kursi kepada penumpang biasanya didasari oleh miles atau loyalitas penumpang itu sendiri kepada maskapai. “Itu 99 persen salah. Upgrade kursi didasarkan pada loyalitas kepada maskapai. Upgrade “acak” yang langka didasarkan pada tarif yang dibayarkan,” katanya.

Baca juga: Tips Aman dan Nyaman Untuk Penerbangan Bagi Lansia

Selain berpakaian rapi, pramugari yang membeberkan tips dan trik mendapatkan upgrade kursi secara gratis untuk penumpang kepada Ceara, juga memberikan tips lain.

Menurutnya, bila cara itu tak berhasil, penumpang bisa memberikan hadiah kecil seperti permen kepada pramugari sebelum penerbangan berlangsung. Di beberapa kesempatan, penumpang merasakan keuntungan akan hal ini. Tetapi, itu biasanya tidak sampai ditawarkan upgrade kursi gratis, melainkan berupa makanan dan minuman gratis saja.

Perhatian! Terbang Naik Singapore Airlines Gratis Inflight WiFi Sampai 31 Maret 2022

Singapore Airlines menawarkan promo menarik di masa liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Betapa tidak, maskapai nasional Singapura yang disebut-sebut jadi maskapai favorit penumpang asal Indonesia itu memberikan promo gratis inflight WiFi atau WiFi Onboard dalam setiap penerbangan sampai tanggal 31 Maret 2022.

Baca juga: Hasil Riset: Pasca Covid-19 Penumpang Inginkan WiFi Onboard dan Leg Room Lebih Luas

“Nikmati dua jam koneksi Internet melalui WiFi secara gratis di aneka pesawat yang dibekali dengan jaringan WiFi kami hingga 31 Maret 2022,” tulis Singapore Airlines dalam akun Twitter-nya pada 22 Desember 2021.

Hanya saja, promo gratis inflight WiFi tersebut hanya gimmick saja. Dalam artian tidak diberikan secara cuma-cuma dan terdapat syarat khusus yang mesti dipenuhi.

Disebutkan, fasilitas WiFi gratis itu, ditawarkan bagi penumpang suite/first class, kelas bisnis, anggota alite PPS Club, supplementary cardholders, dan anggota KrisFlyer di kelas ekonomi premium dan ekonomi. Fasilitas ini, dapat dinikmati di seluruh jenis pesawat yang digunakan oleh Singapore Airlines yang sudah dibekali fitur WiFi, kecuali Boeing 737-800 NG.

Akan tetapi, dalam keterangan resminya di singaporeair.com, disebutkan, penawaran fasilitas inflight WiFi gratis itu masih terdapat beberapa ketentuan.

Bagi penumpang kelas reguler dan anggota PPS Club akan mendapatkan alokasi data kuota internet gratis sebanyak 100 MB. Sedangkan untuk penumpang anggota KrisFlyer mendapat akses kuota 100 MB, tetapi khusus aplikasi chatting dengan durasi pemakaian dua jam.

Cara mendapatkan fasilitas WiFi gratis di Singapore Airlines ini, penumpang hanya perlu mengakses situs www.singaporeair-krisworld.com. Di tampilan browser, pilih menu “Akses Gratis” dan isi detailnya. Maka, fasilitas WifI gratis selanjutnya dapat digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Inflight WiFi atau WiFi Onboard atau WiFi dalam penerbangan memang menjadi fitur favorit penumpang.

Dalam sebuah survei pada akhir tahun 2020 lalu yang melibatkan sekitar 10 ribu frequent flyer atau responden oleh Inmarsat, inflight WiFi dianggap sebagai hal yang terpenting. Inflight WiFi atau WiFi onboard dinilai akan berperan penting dalam memastikan penerbangan berlansung dengan menyenangkan.

Setidaknya ada 39 persen penumpang dari jumlah total keseluruhan responden yang berpendapat seperti itu. Bahkan, penumpang tersebut mengaku akan memilih maskapai yang menyediakan inflight WiFi sebagai pilihan utama.

Baca juga: Jangan Sembarangan Gunakan WiFi Gratisan, Berikut Tips Keamanan Data dari FBI

Anehnya, dari 39 persen penumpang yang memandang inflight WiFi penting untuk dihadirkan dalam penerbangan pasca pandemi Corona berakhir, ternyata datang dari kelompok usia 35-44 tahun.

Dari semua kelompok di bawah 54 tahun, rentang usia tersebutlah yang paling tinggi mendorong adanya inflight WiFi, bukan generasi millenial atau rentang usia 25-40 tahun. Padahal, selama ini, millenial dianggap memiliki kebutuhan WiFi onboard yang tinggi saat di pesawat.

Dari Proyek Jalur MRT Glodok ke Kota, Ditemukan Rel Trem Masa Kolonial Hindia Belanda

Proyek MRT Jakarta fase 2A dengan paket kontrak atau CP203 dari Glodok ke kota sudah mulai dilakukan pembangunan. Uniknya, ditemukan rel trem bersejarah yang sudaj ada sejak masa Kolonial Hindia Belanda. Jalur trem itu rencananya akan dievakuasi sebelum diambil keputusan akan tindak lanjut pemanfaatannya. Junus Satrio Atmodjo seorang arkeoloh mengatakan, rel trem tersebut harus segera dipindahkan atau dilindungi.

Baca juga: Sebelas Cagar Budaya Akan Dilintasi MRT Jakarta Fase 2

“Kalau dibiarkan saja malah tambah rusak karena pembangunan MRT Jakarta. Jadi bagaimana kita melindungi temuan penting ini itu dengan cara dicopot, dipindah sementara sampai sudah selesai MRT baru dikembalikan. Tapi bagaimana mengembalikannya itu belum diputuskan, karena prematur kalau kita bicara pengembalian sekarang sementara proses pelepasannya sedang berlangsung,“ ujar Junus dalam forum jurnalis virtual MRT Jakarta, Rabu (29/12/2021).

Junus mengungkapkan bahwa ada kemungkinan rel trem tersebut akan dikembalikan ke lokasi semula. Dia juga mengungkapkan ada keinginan kalau sebagian dari trem akan dibawa ke Universitas Indonesia. Menurut Junus, trem tersebut bila diletakkan di UI bisa digunakan untuk pembelajaran bagaimana mengkonservasi dan memaknai cagar budaya di era masa kini.

“Contoh-contoh semacam ini bagus untuk ke pendidikan ke depan karena arkeolog masa depan ini tantangannya beda dengan zaman-zaman saya. Zaman saya ngomong candi, ngomong masjid, kuburan. Sekarang bicara bangunan stadion, rel kereta, gorong-gorong yang dulu kita tidak pernah dapat,” ujar Junus.

Nantinya dengan diletakkan di UI, maka rel trem ini akan menjadi peringatan bahwa ke depan tantangan arkeologi itu akan lebih komplek. Selain itu Junus juga berharap ini bisa dipamerkan di area Stasiun MRT Jakarta. Sehingga masyarakat juga bisa mengetahui keberadaan trem di Jakarta secara nyata.

“Sebagian akan dipamerkan itu nanti di Stasiun MRT di kota ini ada seperti museum atau corner something yang akan memunculkan hasil temuan-temuan arkeologi ketika masa pembangunan. Jadi itu akan menjadi bagian dari informasi kepada publik di mana mungkin satu atau dua batang rel apakah dipamerkan di situ,” ujar Junus.

Sebelumnya, Junus juga menegaskan trem yang ditemukan menjadi warisan budaya yang berharga sehingga harus dijaga dengan baik. Memang tidak menutup kemungkinan trem tersebut akan dipindah atau disimpan. Untuk diketahui, masih ada waktu empat tahun atau target pembangunan MRT Jakarta di Fase 2 tersebut sebelum memutuskan pemanfaatan trem yang ditemukan.

Trem tersebut untuk sementara akan disimpan oleh Perum Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD).

“Apa yang kita akan lakukan setelah itu (trem ditemukan) masih sangat terbuka, masih ada waktu empat tahun untuk kita membahas. Kalau akan kita pugar bagaimana cara mempugarnya akan kita sampaikan ke publik, itu waktunya masih banyak,” kata Junus saat Forum Jurnalis MRT Jakarta, Senin (27/12).

Baca juga: Daerah Cagar Budaya di Sepanjang Jalur Fase 2, Jadi Tantangan Tersendiri Bagi MRT Jakarta

“Sementara di lokasi PPD karena pemiliknya adalah PPD. Nanti dari situ akan kita konservasi dan ya kita putuskan setelah ini apa yang akan kita lakukan,” tambahnya.

DMV Mulai Mengular, Ternyata Dulu Proyek JR Hokkaido yang Terbengkalai

Setelah disebutkan beberapa waktu lalu bahwa bus yang berfungsi ganda akan mulai beroperasi akhir tahun ini. Ternyata DMV (dual mode vehicle) ini sudah mulai meluncur di Pulau Shikoku, Jepang pada 27 Desember 2021. Bus fungsi ganda pertama tersebut dioperasikan oleh kemitraan publik dan swasta Asa Coast Railway Jepang.

Baca juga: Bus DMV – Bisa Berjalan di Jalan Raya dan Rel, Siap Mengular di Akhir Tahun

Kendaraan DMV tersebut menghubungkan jalur tepi laut sepanjang 15 km yang membentang di prefektur Tokushima dan Kochi. Sebagaimana diwartakan KabarPenumpang.com dari laman asia.nikkei.com (27/12/2021), DMV ini mulai berangkat dari kota Kaiyo di Tokushima meluncur di jalan sebagai bus sejauh sepuluh kilometer. Kemudian DMV ini membutuhkan waktu sekitar 15 detik untuk menurunkan roda kereta bajanya.

Yang mana DMV tersebut menuju ke Toyo di prefektur Kochi sebagai kereta yang melintasi rel. Shikoku berharap bahwa pengalaman DMV satu-satunya akan menarik pengendara dari seluruh Jepang dan luar negeri. CEO perusahaan Kereta Api Asa Coast Shigeki Miura, yang mengoperasikan DMV, mengatakan kendaraan itu dapat membantu kota-kota kecil seperti Kaiyo dengan populasi yang menua dan menyusut, di mana perusahaan transportasi lokal berjuang untuk mendapatkan keuntungan.

“Ini (DMV) dapat menjangkau penduduk setempat (sebagai bus), dan membawa mereka ke rel juga. Terutama di daerah pedesaan dengan populasi yang menua, kami berharap ini menjadi bentuk transportasi umum yang sangat baik,” kata Shigeki Miura.

Asa Coast Railway mengatakan, DMV dapat mengangkut hingga 21 penumpang dan berjalan dengan kecepatan 60 km/jam (37 mph) di rel kereta api dan dapat melaju secepat sekitar 100 kpj (62 mph) di jalan umum. Untuk memikmati perjalanan dengan DMV, setiap penumpang harus melakukan reservasi online.

Tarif yang akan dikenakan sekali jalan bagi penumpang dewasa yakni sekitar 800 yen atau sekitar Rp99 ribu dengan perjalanan dari perhentian pertama hingga akhir. Pada akhir pekan dan hari libur, DMV akan menempuh perjalanan khusus yang lebih lama, sampai ke Muroto, Prefektur Kochi.

Baca juga: Bus dan Kereta Tetap Nyalakan Pendingin Meski Suhu di Luar Dingin, Apa Alasannya?

Perjalanan 50 km itu akan menelan biaya 2.400 yen atau sekitar Rp297 ribu. DMV awalnya dimulai sebagai proyek di bawah Hokkaido Railway, atau JR Hokkaido, tetapi ditinggalkan di tengah kesengsaraan manajemen. Prefektur Tokushima mewarisi program tersebut dan menginvestasikan sekitar $15 juta dengan kota-kota di sepanjang rute untuk mewujudkannya. Tokushima berharap proyek tersebut akan menghasilkan pendapatan sekitar $2 juta per tahun.

Pertama di Dunia! Bandara Bengaluru Perkenalkan Alat Tes Covid-19 Berbasis CRISPR, Bisa Uji 90 Penumpang Sekaligus

Bandara Internasional Kempegowda atau Bangalore International Airport Limited (BIAL) atau biasa juga disebut Bandara Bengaluru tak pernah bosan berinovasi. Terbaru, bandara tersebut memperkenalkan alat tes Covid-19 berbasis CRISPR yang tersedia secara komersial pertama di dunia.

Baca juga: Pertama di Asia Selatan, Bandara Bengaluru Hadirkan Simulator Pemadam Kebakaran

CRISPR sendiri merupakan singkatan dari Clusteres Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats.

CRISPR merupakan bagian dari kekebalan tubuh bakteri, di mana jika bakteri tersebut terjangkit virus, ia lalu menyimpan bagian dari virus untuk dikenali jika sang virus menyerang lagi di lain waktu, dan juga untuk mempertahankan diri melawan virus tersebut. Intinya, teknik tes Covid-19 berbasis CRISPR sama saja dengan PCR meski dengan detail yang berbeda sehingga hasilnya lebih cepat dan kapasitasnya lebih besar.

Terobosan ini merupakan wujud dari hasil evaluasi otoritas bandara, dimana penumpang sepulang bepergian ke luar negeri mengeluh harus menunggu lama hanya untuk hasil tes RT-PCR. Dengan alat tes Covid-19 berbasis CRISPR ini, 90 penumpang internasional dari negara-negara berisiko bisa dites secara bersama-sama dalam tempo yang singkat.

Meski prosesnya cepat, alat tes Covid-19 berbasis CRISPR yang tersedia secara komersial pertama di dunia tersebut tingkat sensitivitas tinggi mencapai 96,1 persen dan tingkat spesifisitas 98,6 persen. Alat tes ini juga sudah disetujui oleh Indian Council of Medical Research dan Drugs Controller General of India (DCGI).

Dilansir timesofindia.indiatimes.com, India menerapkan aturan ketat sejak Covid-19 varian Omicron merebak. Negeri Bollywood tersebut mewajibkan seluruh penumpang internasional wajib dites Covid-19 saat tiba di bandara.

Sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia, India didatangi banyak penumpang internasional dengan berbagai kebutuhan mulai dari bisnis sampai urusan sosial. Saking banyaknya penumpang internasional di Bandara Bengaluru, sempat terjadi sedikit kekacauan lantaran penumpang menumpuk menunggu hasil tes RT-PCR.

Tak ingin kejadian serupa terulang, pengelola Bandara Bengaluru pun menghadirkan teknologi tes Covid-19 baru berbasis CRISPR. Saat ini alat tersebut terbatas melakukan tes pada 30 orang penumpang saja dalam sekali tes.

Namun, beberapa hari atau pekan ke depan, alat tersebut bila melakukan tes Covid-19 kepada 90 penumpang sekaligus secara massal.

Saat ini, India melaporkan sekitar 5.300 kasus per hari, yang terendah sejak Mei 2020. Ahli kesehatan India berspekulasi bahwa gelombang ketiga dari omicron tidak akan separah sebelumnya karena tingkat paparan sebelumnya terhadap Covid, serta semakin tingginya tingkat vaksinasi.

Negara bagian Rajasthan telah menjadi wilayah dengan kasus omicron terbanyak di India, yang tercatat sebanyak 9 kasus. Diikuti oleh negara bagian Maharashtra dengan 8 kasus. Ada 2 kasus omicron di negara bagian Karnataka dan masing-masing satu kasus di Gujarat dan Ibu Kota New Delhi.

Baca juga: “Kempa,” Robot Humanoid Khas India Hadir di Bandara Bengaluru

Meski begitu, India tetap menerapkan langkah-langkah antisipatif, belajar dari pengalaman dihajar gelombang kedua Covid-19 yang membuat sistem kesehatan di negara itu lumpuh.

Belum lama ini, Perdana Menteri Narendra Modi pada Sabtu lalu, menyebut India akan mulai memberikan suntikan vaksin booster atau penguat sebagai tindakan pencegahan kepada seluruh tenaga kesehatan dan pekerja garda depan mulai 10 Januari 2022. Setelahnya, lansia dan berbagai masyarakat dengan kategori berisiko juga akan disuntik booster.

Transformasi Sektor Perkeretaapian, India Bakal Hadirkan Hyperloop! Gegara Cina?

Kementerian Perkeretaapian India bertekad untuk melakukan transformasi sektor layanan kereta api di masa mendatang. Tak main-main, Negeri Anak Benua itu tengah menjajaki kemungkinan mengadopsi teknologi Hyperloop, transportasi kereta kapsul yang melayang di dalam tabung baja bertekanan rendah dan mampu melesat di kecepatan sangat tinggi.

Baca juga: Bikin Panik Barat, Kereta Cepat Cina 400 Km/Jam dengan Fitur Wheelset Bakal Terhubung ke Rusia-India

Saat ini, Hyperloop belum beroperasi secara komersial di negara manapun di dunia. Tetapi, prototipe trek sistem Hyperloop sudah dibangun Virgin Hyperloop di daerah gurun di Las Vegas, Nevada Amerika Serikat (AS). Dubai, Uni Emirat Arab, juga sudah melakukan pembicaraan lebih jauh untuk menghadirkan Hyperloop dalam mendukung mobilitas logistik negara.

Dilansir timesofindia.indiatimes, menghadirkan Hyperloop di India bukanlah satu-satunya tujuan.

Disebutkan, Kementerian Perkeretaapian juga tengah menyusun rencana jangka panjang dan jangka pendek untuk mendorong inovasi lainnya, seperti membuat gerbong alumunium yang lebih ringan, rangkaian kereta berbahan dasar hidrogen atau kereta hidrogen, sampai tilting technology pada gerbong untuk membuatnya tetap melesat di kecepatan tinggi saat di tikungan.

Pihak kementerian berujar bahwa gerbong berbahan baja ringan tahan karat yang saat ini digunakan sangat tidak efisien dalam hal energi maupun waktu tempuh. Begitu juga dengan lokomotif diesel yang digunakan, itu tidak ramah lingkungan sekaligus tidak efisien.

Maka dari itu, berbagai solusi jangka panjang dan pendek tadi, mulai dari menghadirkan kereta hidrogen, gerbong ringan berbahan dasar alumunium, tilting technology untuk memungkinkan kereta terus dipacu walau di tikungan, sampai Hyperloop, diharapkan bisa menjadi mengatasi ketertinggalan sistem perkeretaapian India.

Lebih dari itu, semua solusi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian negara secara umum dan secara khusus meningkatkan pendapatan daerah-daerah yang dilalui kereta.

Di antara berbagai solusi tadi, tilting technology pada gerbong agar bisa memacu kereta dalam kecepatan tinggi di tikungan sudah hadir di relasi Delhi-Mumbai dan Delhi-Howrah dan bisa memacu kereta di kecepatan 160 km per jam saat di tikungan. Sebelumnya hal itu belum pernah terjadi di India.

Baca juga: Kecanduan Film Porno, Petugas Kebersihan Kereta India Simpan Spycam di Toilet

Meski tak disebutkan dengan detail alasan dibalik transformasi sistem perkeretaapian nasional India, namun, secara geopolitik, itu tentu saja erat kaitannya dengan ekspansi jaringan kereta api berkecepatan tinggi Cina yang bakal merangsek masuk negara tersebut sampai ke Pakistan. Hal itu bukan isapan jempol belaka.

Cina diketahui sudah mulai mengoperasikan kereta cepat di Lhasa-Nyingchi yang notabene berdekatan dengan wilayah sengketa bersama India.

Bagaimana Cara Kerja Head Up Display di Pesawat? Simak Jawabannya di Sini

Hampir seluruh pesawat modern saat ini dilengkapi berbagai teknologi canggih, seperti sistem kontrol penerbangan triple-redundant digital fly-by-wire, glass cockpit, dan tentu saja Head Up Display (HUD). Terkait HUD di pesawat, sebetulnya bagaimana itu bekerja?

Baca juga: Sight HUDWAY, Solusi Head Up Display Tanpa Harus Modifikasi Helm Anda!

Secara definitif, HUD atau biasa juga disebut Visual Guidance System (VGS), Head Up Guidance System (HGS), atau Head-up Flight Display System (HFDS) di pesawat adalah sarana untuk menyajikan informasi kepada pilot dalam garis pandang lurus ke depan yang memproyeksikan data instrumen penerbangan utama ke kaca depan pesawat. Ini bertujuan agar pilot tak berbagi konsentrasi dengan panel instrumen yang berada di bawah.

Teknologi HUD pertama kali diaplikasi pada pesawat tempur militer. Tujuannya agar pilot pesawat tempur tidak perlu melirik ke instrumen lain untuk melihat berbagai indikator penting yang ada pada pesawatnya. Pilot tersebut akan tetap melihat ke arah depan, jadi tidak perlu lagi kehilangan fokus dengan melirik ke instrumen lain.

Tergantung pada kebutuhan dan pengembang produk HUD itu sendiri, format tampilannya tidak selalu sama. Pada mobil, HUD ada yang menampilkan speed limit, school zones, lame keep assist, blind spot detection, navigation instructions, memprediksi ketika pengereman darurat akan dilakukan, dan berbagai tampilan lainnya.

Di pesawat pun juga demikian, tampilannya dan informasi yang ditampilkannya pun tidak selalu sama, kecuali beberapa indikator penting seperti airspeed, altitude, heading, horizon line, serta turb and slip/turn and bank indicator.

Dilansir skybrary.aero, HUD di pesawat sipil pertama kali diaplikasikan pada tahun 1993. Itu pun biasanya ada di satu sisi. Namun, saat ini, hampir seluruh pesawat sipil mempunyai opsi pemasagan HUD, bukan hanya satu sisi tapi dua sisi atau HUD LCD ganda.

HUD dinilai sangat bermanfaat bagi pilot atau secara umum bagi keselamatan dan keamanan penerbangan. Sebab, HUD disebut mampu meningkatkan kesadaran situasional pilot, terutama saat terbang dengan jarak pandang terbatas, malam hari, cuaca buruk, dan lain sebagainya.

Dengan adanya HUD, pilot tetap bisa memantau situasi di luar pesawat tanpa kehilangan akses ke instrumentasi utama pesawat. Semua ini sangat bermanfaat saat proses lepas landas dan mendarat dimana pilot sering terbagi fokus antara melihat ke depan dengan akses ke instrumen pesawat yang berada di bawah.

Sebuah studi dari Flight Safety Foundation (FSF) menyebut HUD bisa mengurangi kemungkinan terjadinya 33 persen kecelakaan dan 29 persen kecelakaan fatal andai teknologi tersebut telah tersedia saat 1079 kecelakaan transportasi jet sipil terjadi antara tahun 1959 dan 1989.

Baca juga: Tak Hanya Mobil, Motor pun Dilengkapi HUD yang Terintegrasi dengan Helm!

Meski mempunyai sederet manfaat, HUD pada pesawat bukan tidak mempunyai celah kerugian. Disebutkan, setidaknya ada dua kerugian dari hadirnya teknologi HUD di pesawat.

Dua itu adalah pilot terlalu fokus pada HUD dan melupakan insrumentasi utama pesawat serta bias akibat tampilan dan eksternal sehingga memungkinkan pilot salah membaca informasi.

Konsul Jenderal Jepang Resmikan Green Line di Karachi

Green Line bus baru saja diresmikan oleh Konsul Jenderal Jepang Toshikazu Isumora di Karachi, Pakistan. Dia mengatakan bahwa Green Line adalah layanan bus umum di Jepang dan menjadi yang modern serta terbaru di Karachi.

Baca juga: Mirip Kasus di Indonesia, Masinis Pakistan Hentikan Lokomotif untuk Beli Cemilan

“Layanan bus ini umum di Jepang, namun kami senang menyaksikan fasilitas transportasi modern di Karachi,” katanya yang dikutip KabarPenumpang.com dari arynews.tv (28/12/2021).

Dia menambahkan, akan kembali mengunjungi Green Line di Karachi bila layanan bus tersebut sudah beroperasi secara penuh. Sebelum menikmati dan meresmikan Green Line di Karachi, Isumora sebelumnya mengunjungi halte layanan bus Numaisha untuk mendapatkan tiket sembari berdiri dalam antrean.

Dirinya lalu melakukan perjalanan dengan bus Green Line seperti penumpang pada umumnya sembari meninjau kerja layanan itu. Isumora kemudian turun dari bus di Halte Golimar. Orang-orang Karachi dapat melakukan perjalanan di Green Line BRTS yang baru-baru ini diresmikan oleh Perdana Menteri Imran Khan mulai 25 Desember setelah dioperasikan selama empat jam pada awalnya.

Menurut rincian, awalnya, layanan bus Green Line dioperasikan selama empat jam dari pukul 08.00 hingga 12.00 siang dan pada awalnya, tarifnya berkisar antara Rs15 hingga Rs55. Bus selama masa operasional akan mulai beroperasi dari halte Surjani pada pukul 08.00 sedangkan operasional dari Numaish Chowrangi akan dimulai pada pukul 20.30.

Layanan bus Green Line akan beroperasi penuh mulai 10 Januari dan durasinya mulai pukul 06.00 hingga 22.00 waktu setempat. Proyek BRT Green Line Karachi dengan persimpangan sepanjang 22 km yang meliputi 12,7 km layang, 10,9 km di tanjakan, dan 422 meter di bawah tanah, dan memiliki 25 stasiun.

Baca juga: Tak Kuat Bayar Sewa, 4 Pesawat ATR Pakistan Airlines Ditarik Leasing

Koridor bersama tahap II dari Gurumandir hingga Taman Kota sepanjang 2,5 km memiliki dua underpass di Jalan M.A Jinnah. Terminal bus bawah tanah yang canggih dengan fasilitas parkir dan lantai mezanin komersial juga dibangun di persimpangan Numaish. Untuk diketahui, pekerjaan konstruksi Tahap-I proyek ini dimulai pada tahun 2016.

Cina Kembali Buka Jalur Kereta Berkecepatan Tinggi di Shandong

Cina dikabarkan sudah memulai operasi kereta berkecepatan tingginya di provinsi Shandong. Di mana kereta tersebut akan melaju dengan kecepatan 350 km per jam. Rute kereta berkecepatan tinggi tersebut adalah bagian dari kota Rizhao Shandong dengan Lankao di Provinsi Henan.

Baca juga: Tak Hanya Cina dan Jepang, Ini Jalur Terpanjang Kereta Berkecepatan Tinggi di Eropa

Jarak tempuh antara keduanya adalah 199 km. China Railway Jinan Group mengatakan, bahwa bagian rel baru akan menghubungkan kota Qufu dan Townshi Zhuangzhai serta daerah Caoxian di Heze.

KabarPenumpang.com melansir dari laman railway-technology.com (27/12/2021), kereta tercepat yang menempuh perjalanan dari Heze ke ibu kota provinsi Jinan tersebut memakan waktu sekitar satu jam 23 menit. Sedangkan untuk perjalanan dari Heze hingga Beijing menghabiskan waktu selama kurang dari tiga jam.

Rute kereta berkecepatan tinggi baru ini diharapkan bisa meningkatkan interkonetivitas transportasi antara daerah daratan di Cina tengah dan wilayah selatan Shandong. Menurut laporan itu, perusahaan menganggap jalur kereta api ini “sangat penting untuk mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosial regional”.

Perkembangan ini terjadi setelah Cina membuka dua jalur kereta api berkecepatan tinggi baru di wilayah Tengah dan Timur Laut. Rute pertama membentang 245 km di provinsi Hunan, Cina Tengah, menghubungkan Zhangjiajie dan Huaihua dalam satu jam sepuluh menit.

Baca juga: Bikin Panik Barat, Kereta Cepat Cina 400 Km/Jam dengan Fitur Wheelset Bakal Terhubung ke Rusia-India

Rel kereta api berkecepatan tinggi baru lainnya membentang dari Mudanjiang ke Jiamusi di Provinsi Heilongjiang, Cina Timur Laut, mencakup 372 km dan memungkinkan kereta berjalan dengan kecepatan 250 km per jam. Pekan lalu, Cina mengumumkan rencana untuk meluncurkan sistem maglev dengan kecepatan tertinggi 600 km per jam serta kereta berkecepatan tinggi dalam tabung vakum.