Pengguna Sepeda Non Lipat Bisa Bawa Masuk Sepeda ke Kereta di Fukuoka

MRT Jakarta sudah memudahkan penumpang pengguna sepeda dengan memperbolehkan sepeda non lipat masuk ke dalam kereta. Nah hal tersebut belum lama ini juga diikuti oleh Jepang. Di mana kereta api di Fukuoka membuka akses bagi penumpang pengguna sepeda non lipat.

Baca juga: Demand Meningkat, MRT Jakarta Tambah Fasilitas untuk Pesepeda Non Lipat

KabarPenumpang.com melansir dari laman the-japan-news.com (30/10/2021), uji coba ini dilaksanakan di jalur Nishitetsu Tenjin-Omuta yang melintas di prefektur Fukuoka barat. Di mana para penumpang bisa membawa masuk sepeda non lipat mereka di beberapa kereta setiap akhir pekan dan hari libur.

Uji coba tersebut akan berlangsung hingga 12 Desember mendatang. Operator jalur Nishitetsu, Nishi-Nippon Railroad Company memulai uji coba terbatas itu sejak 23 Oktober kemarin. Adanya uji coba tersebut untuk memanfaatkan peningkatan popularitas bersepeda di masa panemi.

Perusahaan juga memiliki tujuan untuk melihat apakah model bisnis yang disebut “kereta sepeda” ini akan menghasilkan peningkatan pelanggan. Untuk diketahui layanan ini hanya tersedia pada siang hari di akhir pekan dan hari libur dengan kereta ekspres terbatas.

Sehingga memungkinkan penumpang yang akan menikmati akhir pekan atau libur mereka dengan membawa masing-masing satu sepeda ke gerbong pertama atau terakhir, tergantung pada arah kereta. Meskipun tidak ada biaya tambahan untuk sepeda, penumpang harus mengikat sepeda mereka ke pagar di dalam mobil.

Sedangkan sabuk untuk mengikat sepeda juga bisa disewa saat penumpang berada di stasiun sebelum berangkat. Perusahaan sebelumnya tidak mengizinkan sepeda untuk dibawa ke dalam kereta mereka kecuali jika sepeda itu dapat dilipat atau dibongkar.

Sementara penggunaan sepeda telah meningkat sejak awal krisis virus corona untuk menghindari ruang yang ramai, popularitas mereka sebagai aspek pariwisata juga meningkat.

Baca juga: Demand Meningkat, MRT Jakarta Tambah Fasilitas untuk Pesepeda Non Lipat

“Beberapa destinasi tidak memiliki rute bus yang bagus. Jika Anda bisa membawa sepeda dengan Anda di kereta, permintaan akan transportasi ini akan meningkat,” kata Presiden Koichi Hayashida.






















Sejarah Qantas, Maskapai Terbesar Australia dan Paling Aman di Dunia

Qantas atau Queensland and Northern Territory Aerial Services adalah salah satu maskapai tertua di dunia yang masih aktif beroperasi dan sudah menginjak usia ke-100 tahun pada 2020 lalu. Selain itu, maskapai nasional Australia tersebut juga dikenal sebagai maskapai paling aman di dunia karena nyaris tidak pernah terlibat kecelakaan fatal, setidaknya setelah tahun 1951 sampai sekarang.

Baca juga: Sambut Perayaan Satu Abad, Qantas Layak Bangga Jadi Maskapai Teraman di Dunia

Dilansir laman resmi perusahaan, Qantas pertama kali didirikan pada 16 November 1920 oleh dua orang pensiunan Perang Dunia I, Paul McGinness dan Hudson Fysh. Tak heran, pesawat pertamanya, Avro 504K berkapasitas tiga orang termasuk pilot, merupakan  biplane bekas Perang Dunia I. Di masa-masa awal berdiri, maskapai nasional Australia ini lebih banyak fokus mengantar surat atau kargo ketimbang mengantar penumpang.

Penumpang pertama Qantas baru datang pada tahun 1922. Saat itu, penumpang berusia 84 tahun yang tak disebutkan namanya itu minta diantar (maklum belum ada rute penerbangan reguler) ke Longreach ke Cloncurry, Queensland Tengah, Australia.

Selama beberapa tahun, Qantas hanya keliling Queensland sebelum akhirnya berkembang dan menjadi maskapai bergengsi di dunia. Tak heran, sejarah Qantas di Queensland dijadikan sebagai cerita rakyat yang terus dipropagandakan ke anak-anak sebagai pengetahuan umum terkait sumbangsih wilayah mereka (Queensland) terhadap Australia.

Pada awal 1930-an, Qantas beralinasi dengan Imperial Airways Inggris untuk membentuk Qantas Empire Airways. Maskapai ini mulai terbang antara Darwin dan Singapura (rute yang sekarang dioperasikan oleh cabang Jetstar yang berbiaya rendah) tak lama setelahnya.

Ketika Perang Dunia II meletus, Qantas mengoperasikan pesawat amfibi Short S.23 Empire untuk penerbangan jarak jauh berjadwal antara Southampton dan Sydney bersama Imperial Airways. Sayangnya, setelah sembilan hari, rute tersebut ditangguhkan akibat Perang Dunia II semakin berkecamuk.

Setelah Perang Dunia II usai, pemerintah Australia menasionalisasi Qantas Empire Airways. Sejak itu, maskapai terus memperluas jaringan internasional didukung dengan tambahan pesawat teranyar.

Pada akhir 1940-an, Qantas sudah terbang ke London, Kaledonia Baru, Hebrida Baru, Fiji, Nugini, dan Pulau Lord Howe. Pada 1950-an, jangkaun Qantas lebih jauh lagi, meliputi India, Johannesburg, Kepulauan Cocos, Mauritius, Vancouver, Auckland, Nadi, Honolulu, San Francisco, dan Los Angeles.

Di akhir tahun 50-an, tepatnya pada tahun 1959 Qantas menatap masa depan yang lebih cerah usai kedatangan pesawat jet pertama maskapai, Boeing 707. Qantas benar-benar melambung tinggi saat mengoperasikan Boeing 747 pada tahun 1971. Setidaknya, ada 64 pesawat Boeing 747 yang diterbangkan Qantas antara tahun 1971 dan 2020.

Beberapa tahun sebelum kedatangan Boeing 747, Qantas Empire Airways secara resmi mempersingkat namanya menjadi Qantas dan tetap seperti itu sampai saat ini.

Baca juga: Sejarah Panjang, 50 Tahun Boeing 747 Bersama Qantas

Saat ini, walaupun sempat terseok-seok imbas pandemi virus Corona, perlahan tapi pasti Qantas mulai bangkit. Beberapa waktu lalu, Qantas optimis bisa menerbangkan armada superjumbonya Airbus A380 -yang sebelumnya sudah diumumkan pensiun- mulai tahun 2022 mendatang.

Ke depan, maskapai juga akan terus mengembangkan eksistensinya di jaringan internasional dengan membentuk project sunrise untuk penerbangan ultra jarak jauh ke berbagai destinasi favorit di seluruh dunia, di antaranya penerbangan non-stop dari New York dan London ke Sydney selama 19 jam, menyabet gelar penerbangan terpanjang di dunia atau rute terpanjang di dunia kelak saat aktif beroperasi.

PCR Tak Jadi Syarat Terbang, Bandara AP I Catat Peningkatan Trafik Penumpang 47 Persen

Keputusan pemerintah mencabut syarat tes PCR untuk penumpang pesawat di Jawa dan Bali serta menggantinya menjadi antigen -bagi yang sudah mendapat vaksin dua dosis- berdampak positif terhadap minat terbang masyarakat.

Baca juga: Kenapa Hasil Tes PCR Lama Keluar? Ini Jawabannya

Di bandara-bandara Angkasa Pura I (AP I), sepanjang bulan Oktober 2021 telah terjadi pertumbuhan trafik penumpang sebesar 47,2 persen dibanding September 2021, dari semula 1.943.424 pergerakan penumpang pada September menjadi 2.860.812 pergerakan penumpang pada Oktober 2021.

Pertumbuhan juga terjadi pada trafik pesawat pada Oktober 2021 yang tumbuh 31,4 persen dari 23.379 pergerakan pesawat pada September 2021 menjadi 30.730 pergerakan pesawat pada Oktober 2021. Begitu juga dengan trafik kargo yang tumbuh 9,6 persen dari 35.589.981 kg pada September menjadi 39.028.581 kg pada Oktober 2021.

“Selepas masa PPKM Darurat pada Juli 2021 lalu, trafik penerbangan terus mengalami pertumbuhan di mana pada Oktober 2021 lalu trafik penumpang mencapai 2,8 jutaan pergerakan penumpang, tumbuh 47,2 persen dibanding trafik penumpang pada September 2021,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

“Pelonggaran syarat perjalanan udara sejak September dan Oktober berdampak pada peningkatan trafik penerbangan. Walaupun begitu, penerapan protokol kesehatan di seluruh bandara Angkasa Pura I tetap dilakukan dengan ketat dan sesuai prosedur,” tambahnya.

Dari 15 bandara yang dikelola AP I, trafik penumpang tertinggi pada Oktober lalu terdapat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang sebesar 664.514 pergerakan penumpang, sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua terdapat di Bandara Juanda Surabaya yang sebesar 570.487 pergerakan penumpang, dan trafik penumpang tertinggi ketiga terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang sebesar 464.840 pergerakan penumpang.

Sementara itu, total trafik penerbangan di 15 bandara Angkasa Pura I sejak Januari hingga Oktober 2021 yaitu 21.255.164 pergerakan penumpang, 258.698 pergerakan pesawat, dan 340.981.684 kg kargo.

Pada Oktober 2021, Angkasa Pura I melayani penumpang rata-rata 92.284 penumpang per hari di 15 bandaranya.

Walaupun mengalami pertumbuhan rata-rata penumpang harian dibanding September lalu yang hanya 64.780 penumpang per hari, namun peningkatan tersebut masih belum dapat menyamai dengan rata-rata trafik harian pada masa sebelum penerapan PPKM Darurat, khususnya perode 18 Mei – 2 Juli, di mana rata-rata trafik penumpang harian mencapai 119.845 penumpang per hari.

“Seiring dengan pelonggaran syarat mobilitas masyarakat, khususnya menggunakan transportasi udara, di tengah penurunan kasus Covid-19 dan 200 juta vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan per 5 November lalu, diharapkan trafik penerbangan terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun,” kata Faik Fahmi.

Baca juga: Paling Murah, Garuda Indonesia Tawarkan Tes PCR Rp260 Ribu!

“Perhelatan ajang balap motor internasional World Superbike 2021 di Mandalika pada 19 hingga 21 November diharapkan juga meningkatkan trafik penerbangan dan memulihkan pariwisata Lombok,” tutupnya

Seperti diketahui, syarat naik pesawat pada bulan Oktober 2021 lebih longgar dibanding bulan September. Bagi penumpang yang sudah mendapat vaksin dua dosis, dari semula tetap wajib PCR di bulan September, menjadi cukup tes antigen saja di bulan Oktober.

Wang Yaping, Astronot Wanita Cina Pertama Lakukan Spacewalk

Wang Yaping sukses menjadi astronot wanita pertama Cina yang berjalan di luar angkasa atau spacewalk. Menurut China Manned Space Agency (CMS), Wang, bersama rekannya Zhai Zhigang, keluar dari modul utama stasiun Tiangong selama lebih dari enam jam untuk memasang peralatan dan melakukan tes di samping lengan robot stasiun sebagai bagian dari konstruksi. Keduanya dibantu oleh Ye Guangfu dari dalam stasiun.

Baca juga: Cina Sukses Kirim Astronot ke Stasiun Luar Angkasa, AS Panik

Stasiun luar angkasa Tiangong, yang berarti “istana surgawi”, adalah bagian penting dari upaya yang dipimpin militer Cina untuk menjadi kekuatan luar angkasa terkemuka, setelah mendaratkan rover di Mars dan mengirim wahana ke Bulan.

Modul intinya, Tianhe, memasuki orbit awal tahun ini, dengan stasiun diharapkan akan beroperasi pada tahun 2022.

Laporan Aljazeera, Wang (41) dan Zhai (55) sebelumnya telah melakukan perjalanan ke stasiun luar angkasa eksperimental Cina yang sekarang sudah pensiun, dan Zhai melakukan perjalanan luar angkasa pertama di Cina 13 tahun lalu.

“Ini menandai aktivitas ekstravehicular pertama kru Shenzhou-13, dan juga yang pertama dalam sejarah luar angkasa China yang melibatkan partisipasi astronot wanita,” kata CMS dalam sebuah pernyataan. “Seluruh proses berjalan lancar dan sukses,” tambahnya.

Tiangong diperkirakan akan beroperasi setidaknya selama 10 tahun, dan ketiga astronot tersebut adalah kelompok kedua yang tinggal di sana dengan Wang sebagai wanita pertama.

Pekerjaan mereka melibatkan pengaturan peralatan dan teknologi pengujian untuk konstruksi masa depan, dengan setidaknya satu perjalanan ruang angkasa lagi di masa mendatang.

Tim atau kru Shenzhou-13 ini diperkirakan akan menghabiskan enam bulan di stasiun luar angkasa Tiangong. Ini sekaligus menjadi tugas terlama di luar angkasa yang dilakukan oleh astronot Cina.

Modul stasiun Tianhe akan dihubungkan tahun depan ke dua bagian lagi bernama Mengtian dan Wentian. Bila sudah selesai, stasiun luar angkasa Tiangong Cina akan memiliki berat sekitar 66 ton, jauh lebih kecil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang meluncurkan modul pertamanya pada tahun 1998, dengan bobot sekitar 450 ton.

Tiga wahana antariksa direncanakan untuk memasang peralatan sebagai persiapan perluasan stasiun, sementara kru juga akan menilai kondisi kehidupan di modul Tianhe dan melakukan eksperimen di bidang kedokteran luar angkasa dan bidang lainnya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Baca juga: Hari ini, 17 Tahun Lalu, Wahana Roket Cina Shenzhou 5 Berhasil Terbangkan Astronot Pertama

Sekilas tentang Wang Yaping yang tercatat tinta emas sejarah sebagai astronot wanita pertama Cina yang berjalan di luar angkasa, ternyata sudah sering menjalani misi luar angkasa.

Disebutkan, ia pernah menghabiskan 15 hari di orbit dengan misi Shenzhou-10 pada 2013 lalu. Dalam misinya itu, ia memberikan kuliah sains dari luar angkasa yang disiarkan di televisi kepada lebih dari 60 juta siswa dan guru di Cina.

Viral! Pilot Gaungkan Anti-Vaksin Covid-19: Jangan Lucuti Kebebasan

Sebuah video yang menampilkan ajakan seorang pilot maskapai penerbangan untuk menolak vaksinasi viral di Twitter dan TikTok. Pilot yang diketahui bernama Shawn Andrew Walker itu mengungkapkan kewajiban vaksinasi bagi seluruh karyawan dan warga sangat mengganggu kebebasan.

Baca juga: Demi Hemat Uang, Mantan Pilot Boeing 737 MAX Didakwa Bohongi FAA-Sebabkan Kecelakaan

Dalam video viral yang dilihat KabarPenumpang.com, Walker diyakini bagian dari pilot maskapai American Airlines. Dugaan netizen, ia adalah salah satu dari ratusan karyawan maskapai yang menolak disuntik vaksin Covid-19 apapun di internal maskapai itu.

Maskapai pun sudah mengultimatum Walker dan kelompok anti-vaksinnya untuk memilih tetap bekerja atau berpegang teguh pada pendiriannya menolak divaksin alias dipecat.

“Apakah Anda percaya vaksinasi adalah hal yang benar untuk dilakukan atau tidak. Situasinya jauh melampaui kesehatan,” ujarnya.

Video ini dengan cepat mendapat dukungan dari kelompok sayap kanan Amerika Serikat (AS), seperti Benny Johnson dan Candace Owens. “RT UNTUK BERDIRI DENGAN PILOT! INI adalah orang Amerika yang saya kenal,” cuit Owens.

“Ini adalah satu-satunya hal paling berani yang pernah saya lihat selama bertahun-tahun. Tuhan memberkati Pilot ini. Pahlawan yang kita butuhkan saat ini,” tulis Benny Johnson di Twitternya.

Meski begitu, maskapai American Airlines tak gentar dengan banyaknya dukungan dari kelompok anti-vaksin tersebut yang didalamnya terdapat karyawannya. Maskapai itu sudah menetapkan tanggal 24 November mendatang adalah batas terakhir karyawan untuk divaksinasi. Bila tidak, mereka akan dipecat.

American Airlines bersama Southwest Airlines dengan tegas menolak undang-undang yang melarang vaksinasi. Undang-undang ini diperkenalkan oleh Gubernur Texas dari Partai Republik Greg Abbott pekan lalu.

“Jelas bahwa anggota tim yang memilih untuk tetap tidak divaksinasi tidak akan dapat bekerja di American Airlines,” kata maskapai dalam sebuah pernyataan.

“Kami secara konsisten menganjurkan bahwa semua anggota tim American Airlines – dan semua individu yang memenuhi syarat di seluruh dunia – harus divaksinasi, dan kami menghargai puluhan ribu anggota tim yang melakukannya selama program insentif kami,” tambahnya.

Baca juga: Ratusan Pilot Asing yang Dipecat Cathay Pacific Kena Prank! Visa Ditolak Otoritas Hong Kong

“Bagi rekan-rekan yang tidak, kami menyadari mandat federal ini mungkin sulit, tetapi itu adalah apa yang diminta dari perusahaan kami, dan kami akan mematuhinya,” tutupnya.

Selain dua itu, United Airlines juga tidak tunduk pada undang-undang yang melarang vaksinasi. Sejauh ini, maskapai tersebut melaporkan sudah mem-PHK 200 karyawannya yang menolak divakasin. Itu akan terus bertambah andai masih ada karyawan yang menolak mengikuti kebijakan perusahaan.

Lagi, TransJakarta Buka Kembali Empat Rute yang Ditutup Awal Pandemi

Ibu kota DKI Jakarta dan sekitarnya saat ini masuk dalam Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1. Dengan penerapan ini, kegiatan masyarakat mulai pulih dan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) ikut menyesuaikan layanan mereka.

Baca juga: Deretan Kecelakaan Fatal TransJakarta, Didominasi Kecelakaan Tunggal

Di mana TransJakarta mulai mengoperasikan kembali beberapa rute yang sebelumnya sempat dilakukan penyesuaian untuk menekan angka pengebaran virus Covid-19 di transportasi publik. Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT TransJakarta, Angelina Betris mengatakan, ada empat layanan yang akan mulai kembali beroperasi.

Dia menyebutkan keempat layanan itu ialah Poris Plawad – Bundaran Sanayan (T11), Universitas Indonesia – Lebak Bulus (D21), BSD – Jelambar (S11) dan Kaliadem – Kota (12A). Reaktivasi keempat layanan ini adalah komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyediakan akses transportasi publik guna memudahkan mobilisasi masyarakat sehari-hari.

“Seiring ditetapkannya PPKM DKI Jakarta pada Level 1, maka keempat layanan ini kembali dioperasikan dan efektif melayani masyarakat mulai hari ini Rabu (10/11/2021),“ ujar Betris yang dikutip dari siaran pers.

Dia menyebutkan, TransJakarta akan menyediakan sebanyak 35 unit armada yang siap melayani masyarakat di hari kerja pada jam-jam sibuk yakni pagi pukul 05.00 – 10.00 WIB dan sore pukul 15.00 – 21.00 WIB. Sedangkan untuk perjalanan dari Kaliadem – Kota (12A), TransJakarta akan melayani pelanggan setiap hari mulai pukul 06.00 pagi hingga 17.00 sore.

“Kapasitas angkut kami sudah melayani seratus persen. Namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Betris.

Pengoperasian kembali keempat rute ini diharapkan Betris akan memberikan kemudahan kepada masyarakat yang membutuhkan akses transportasi yang aman dan nyaman. Selain itu, TransJakarta juga akan membuka rute-rute lainnya yang masih dalam penyesuaian secara bertahap.

Baca juga: Empat Rute TransJakarta Mulai Dioperasikan Kembali Setelah Dihentikan Karena Pandemi

“TransJakarta akan terus melakukan evaluasi dan memberikan layanan terbaik serta semaksimal mungkin kepada pelanggan. Kami akan berupaya konsisten dalam menyediakan layanan transportasi yang aman dan nyaman digun akan oleh masyarakat khususnya di masa pandemi ini,“ kata Betris.






















Kereta Listrik Choshi Seperti Neraka Saat Perjalanan Malam

Kereta dengan gerbong yang aneh mungkin hanya bisa ditemukan di Jepang. Seperti kereta listrik Choshi di Chiba yang menjadi paling aneh di Jepang. Jalur kereta ini hanya ada satu dan memiliki sepuluh stasiun dan melayani kurang dari satu juta penumpang per tahunnya.

Baca juga: Bikin Sensasi, Idola Muda Jepang Pamer Kekuatan Tarik dan Lepas Kereta di Stasiun

Padahal stasiun lainnya di Tokyo melayani lebih dari satu juta penumpang per hari. Anda mungkin akan bertanya-tanya mengapa kereta ini masih melayani dan berada di bisnis perkeretaapian Jepang? Jawabannya Choshi Electric Railway hanya bertahan dengan menghasilkan lebih dari 80 keuntungan sempurna.

Dekorasi kereta listrik Choshi

Ini karena Choshi Electric Railway menjual hadiah lelucon yang mencela diri sendiri seperti “Mazuibo” (“Gross Stick,” permainan camilan populer Umaibo — “Delicious Stick”), dan literal potongan-potongan itu sendiri dalam kaleng. Pada tahun 2018 Mereka bahkan secara resmi mengubah nama mereka menjadi “Choshi Yang Menolak Menyerah,” yang ditampilkan pada tanda ini.

KabarPenumpang.com melansir soranews24.com (7/11/2021), di kereta terakhir pada malam hari ada begitu banyak keajaiban. Kereta ini biasanya digunakan orang mabuk untuk pulang, jadi bukan hal yang aneh untuk mendengar cerita tentang hal-hal aneh yang dilihat atau terjadi pada mereka.

Kereta itu berwarna merah muda dan promosi aneh sebelumnya karena stasiun itu bekerja sama dengan Iwashita yang adalah perusahaan jahe yang kemudian menjadi masuk akal. Pada kereta terakhir hari itu, penulis dari soranews24.com, Mansuki seperti masuk ke dalam mimpi buru.

Di mana balon merah muda berwarna-warni dan boneka binatang mungkin merupakan dekorasi lucu di siang hari, tetapi di malam hari mereka tidak lebih dari iblis yang dingin dan waspada. Fakta bahwa kereta juga benar-benar sunyi dan kosong memberikan perasaan yang sama dan mengerikan seperti Chuck E Cheese yang ditinggalkan.

Baca juga: Seperti Trem Menghantam Trotoar, Inilah Pintu Masuk Stasiun Kereta Bawah Tanah Bockenheimer Warte

Dekorasi kereta itu bahkan menutupi nama stasiun dan untungnya boneka yang ada hanya pajangan serta tidak bisa bergerak. Mansuki tiba di Stasiun Inuboh dan memfoto sebagai bukti. Untungnya foto yang diambil sangat normal. Dia juga mengatakan bahwa mereka juga menjual kolaborasi “Mazuibo” di Stasiun Inuboh.






















Viral! Ngadu Diperkosa Penumpang, Pramugari American Airlines Malah Dipecat

Pramugari American Airlines, Kimberly Goesling, harus menerima pil pahit dari maskapai tempatnya bekerja selama 30 tahun. Ia dipecat lantaran mengadu telah diperkosa oleh penumpang yang juga klien maskapai, Mark Sargeant, dalam sebuah perjalanan dinas ke Jerman tahun 2018 lalu.

Baca juga: [18+] Hampir Separuh Pramugari di Jerman Pernah Alami Pelecehan Seksual!

Setelah setahun lebih atau sejak Januari 2020 lalu berjuang mencari keadilan, Goesling akhirnya bisa membawa kasus ini ke pengadilan setelah ia curhat di media sosial dan viral. Senin lalu, sidang pertama sukses digelar. Agendanya ialah mendengar kesaksian korban terkait dugaan pelecehan seksual ini.

Sidang perdana ini juga sukses digelar lantaran hakim Tarrant County menolak segala permohonan American Airlines untuk membatalkan dibukanya kasus ini. Dilansir The Dallas Morning News, dalam kesaksiannya, Goesling bercerita, kasus pemerkosaan yang dialaminya bermula saat ia dan Sargeant, bersama beberapa petinggi American Airlines melakukan perjalanan dinas ke Jerman untuk mengembangkan menu internasional khusus bagi penumpang first class dan kelas bisnis.

Saat acara bebas di tengah jadwal yang padat, Sargeant dan sejumlah petinggi maskapai melakukan pesta miras di hotel. Sargeant, yang juga koki ternama Inggris, pun mabuk berat. Dari sini ia mulai menggoda Goesling melalui pesan singkat untuk melakukan hubungan terlarang dengannya, diawali dengan pesta miras bersama. Tetapi pramugari senior itu menolak dan memilih mendekam di kamar hotel.

Tak menyerah, Sargeant pun menghampiri Goesling ke kamar hotelnya. Tanpa menaruh curiga, Goesling membukanya dan disitulah penyerangan atau pelecehan seksual terjadi. Setelah kejadian itu, Goesling mengadu ke maskapai tempatnya bekerja.

Namun sayang, bukan bantuan yang ia dapat justru sebaliknya. Ia dicegah untuk melaporkan kasus ini ke kepolisian. Manajernya, yang kenal dekat dengan Sargeant, malah memberinya cuti panjang tanpa dibayar alias dipecat serta menjanjikan uang pengganti untuk biaya perawatan dirinya.

“Yang kami inginkan hanyalah kesempatan untuk menceritakan kisah kami kepada hakim, dan sekarang kami memiliki kesempatan itu,” kata pengacara Goesling Robert Miller dari firma hukum Miller Bryant di Dallas.

Menanggapi kasus lama yang viral ini, American Airlines pun buka suara. Mereka mengaku bertindak kooperatif dengan Goesling dengan memutuskan hubungan apapun saat dugaan pelecahan menyeruak.

“Segera setelah insiden itu dilaporkan, kami melakukan penyelidikan dan memutuskan hubungan bisnis kami dengan individu yang dituduh,” kata maskapai dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Usai Demo Keselamatan Penerbangan, Pramugari EasyJet Mendapat Pelecehan Seksual dari Penumpang

“Karena masalah ini melibatkan litigasi yang sedang berlangsung, kami tidak dapat berkomentar lebih jauh saat ini, selain mengatakan bahwa Ms. Goesling tetap menjadi anggota tim kami yang berharga,” tutupnya.

Bila segalanya sesuai rencana, pengadilan akan memberikan putusan terhadap skandal pemerkosaan terhadap pramugari American Airlines ini pada 24 Januari mendatang.

Terinspirasi Penumpang Berkostum Joker, Kakek Tua Nyalakan Api di Kereta Jalur Southwestern

Di dalam kereta peluru arah barat daya Jepang seorang pria diamankan oleh pihak kepolisian, pada Senin (8/11/2021). Hal ini dikarenakan pria tersebut dicurigai mencoba menyalakan api di dalam kereta peluru itu.

Baca juga: Malam Hallowen, Pria Berkostum Joker Tusuk Penumpang dan Membakar Kereta

Penumpang yang diamankan ditempat oleh pihak kepolisian adalah Kiyoshi Miyake, dari Fukuoka. KabarPenumpang.com melansir laman japantimes.co.jp (8/11/2021), penangkapan tersebut terjadi saat kereta tengah melintasi prefektur Kumamoto sekitar pukul 08.40 pagi waktu setempat.

JR Kyushu mengatakan untungnya tidak ada yang cedera dalam kereta yang tengah dalam perjalanan menuju ke Stasiun Kagoshima-Chuo. Insiden ini diketahui terjadi setelah serangan penusukan dan pembakaran di kereta Tokyo pada malam Halloween.

Menurut polisi prefektur Kumamoto, Miyake mengatakan bahwa dirinya melihat berita tentang serangan kereta api Tokyo dan “mencoba untuk menirunya”. Dia juga mengaku kepada polisi bahwa telah menyebarkan cairan ke lantai serta melemparkan kertas yang dia bakar dengan korek api.

Untuk diketahui, sejumlah serangan terhadap kereta api dan stasiun di daerah Tokyo telah terjadi baru-baru ini. Pada 31 Oktober, seorang pria berpakaian sebagai Joker, penjahat dalam film dan komik “Batman”, melukai 17 orang, termasuk satu orang serius, selama serangan penusukan dan pembakaran di kereta Keio Line.

Tersangka dalam serangan Jalur Keio telah dikutip oleh polisi yang mengatakan bahwa ia telah terinspirasi oleh serangan kereta api sebelumnya di Jalur Odakyu pada bulan Agustus, di mana sepuluh penumpang terluka dalam penusukan. Kemudian pada 15 Oktober, dua pria ditikam oleh seorang pria di Stasiun JR Ueno.

Baca juga: Hantu di MRT Singapura Sukses Ramaikan “Halloween Horror Night”

Dalam insiden terpisah, dua orang terluka di stasiun kereta bawah tanah Tokyo pada akhir Agustus setelah seorang pria menyemprotkan asam sulfat ke wajah pria lain.
Menyusul insiden Jalur Keio, kementerian perhubungan meminta semua perusahaan kereta api di Jepang untuk meningkatkan kewaspadaan untuk memastikan keselamatan.






















Kereta DENCHA Berhasil Kurangi Emisi CO2 Sebesar 2,7 Juta Kilogram Selama Lima Tahun

Kereta DENCHA JR Kyushu merupakan kereta bertenaga baterai pertama di dunia dan telah mengurangi emisi CO2 sebesar 2,7 juta kilogram selama lima tahun terakhir. Tak hanya itu, tahun ini, kereta DENCHA juga merayakan lima tahun sejak pengoperasian pertamanya pada 19 Oktober 2016 lalu oleh Perusahaan Kereta Api Kyushu (JR Kyushu) dan Kereta Api Hitachi.

Baca juga: Dayi Air Rail, Kereta Gantung dengan Baterai Lithium untuk Hubungkan Lokasi Wisata

Setelah ada hasil terlihat dari armada yang membantu mengurangi emisi karbon itu, Hitachi Rail menegaskan kembali komitmennya terhadap tawaran transportasi bahan bakar alternatif bagi penumpang dan operator di seluruh dunia. KabarPenumpang.com merangkum globalrailwayreview.com (19/10/2021), kereta DENCHA dengan seri BEC819 menyelesaikan perjalanan pertamanya pada Oktober 2016 antara Wakamatsu dengan Orion.

Kemudian, setelah itu, lebih dari lima juta kilometer dalam layanan penumpang di wilayah Kyushu utara sudah diselesaikan kereta tersebut. Kereta DENCHA beroperasi dengan kecepatan tertinggi 120 km per jam.

Berkat teknologi baterai yang inovatif, kereta DENCHA mampu berjalan dalam dua mode yakni pada bagian yang dialiri listrik dijalankan dari daya AC di atas kepala, dan pada bagian yang tidak dialiri listrik ia berjalan dalam mode baterai. Selain itu, kereta api memiliki sistem sirkuit utama dengan tingkat kehilangan energi rendah yang menggunakan kembali energi regeneratif dari pengereman dan memanfaatkan pengisian cepat saat berhenti di stasiun.

Bukan hanya mengurangi jutaan kilogram CO2, kereta DENCHA jauh lebih senyap dibandingkan kereta diesel yang mereka ganti dan tidak mengeluarkan emisi NOx. Armada DENCHA diperkenalkan ke wilayah Kyushu Jepang untuk menggantikan kereta diesel yang sudah tua.

Karena volume lalu lintas yang relatif rendah, elektrifikasi tidak dilihat sebagai solusi ideal untuk jalur tersebut, sebaliknya teknologi baterai menawarkan pengurangan biaya bahan bakar dan memenuhi misi untuk “ramah terhadap masa depan manusia dan planet ini”. Keberhasilan armada DENCHA, yang dioperasikan oleh JR Kyushu, telah menjadi titik awal pengembangan solusi transportasi bahan bakar alternatif Hitachi Rail di seluruh dunia.

Perusahaan, yang merupakan sponsor utama untuk mobilitas pada konferensi perubahan iklim PBB COP26, telah menciptakan kereta baterai regional Masaccio di Italia, trem baterai di Florence dan berencana untuk menguji coba kereta baterai hibrida antarkota di Inggris. Ini juga merupakan bagian dari kemitraan dengan JR East dan Toyota untuk mengembangkan kendaraan uji hibrida (sel bahan bakar), yang dikenal sebagai HYBARI, yang dijadwalkan mulai berjalan tahun depan di Jepang.

Mengembangkan teknologi rendah karbon baru yang inovatif merupakan bagian penting dari strategi dekarbonisasi Hitachi Rail. Ini adalah bagian inti dari misi perusahaan untuk memungkinkan perjalanan yang lebih mulus dan terhubung secara digital.

Baca juga: Desiro ML Cityjet Eco, Kereta Bertenaga Baterai Elektro-Hybrid dari Siemens Mobility

“Kereta baterai DENCHA menunjukkan posisi Hitachi Rail sebagai pemimpin global dalam menghadirkan teknologi kereta baterai. Manfaatnya jelas, dan lima tahun sejak perjalanan pertamanya, armada tersebut telah mengurangi emisi CO2 sebesar 2,7 juta kg. Solusi baterai ini memberikan cetak biru untuk ribuan kilometer rel kereta api tanpa listrik di seluruh dunia. Melalui teknologi kontrol baterai, Hitachi Rail bertekad untuk membantu mengurangi karbon pada lebih banyak jaringan transportasi sambil melanjutkan layanan penumpang yang berkualitas,” ujar Koji Agatsuma, Group COO (Rolling Stock), Hitachi Rail.