Detik-detik Pesawat Ditabrak Kereta, Pilot Nyaris Meregang Nyawa

Sebuah pesawat Cessna ditabrak kereta api d Pacoima, Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS). Beruntung, beberapa detik sebelum pesawat hancur disambar kereta, pilot, yang sudah dalam keadaan wajah berlumur darah, berhasil diselamatkan petugas kepolisian.

Baca juga: Bukan Hanya Shuttle Bus Vs A320neo Batik Air, Inilah 6 Insiden Mobil Tabrak Pesawat Terpopuler

Dilansir Reuters, insiden pesawat ditabrak kereta di AS dimulai saat pesawat perintis tersebut lepas landas dari Bandara Whiteman. Bandara tersebut memang terletak cukup dekat dengan jalur kereta api. Nahas, pesawat tidak lepas landas dengan sempurna dan akhirnya oleng dan jatuh tepat di tengah rel kereta api aktif di wilayah tersebut.

Dalam video viral yang dilihat KabarPeumpang.com, pilot yang luka-luka nampak tak sanggup keluar dari pesawat meski dari kejauhan kereta terlihat melesat dengan cepat. Beruntung, petugas kepolisian yang sedang berpatroli sigap membantu dan menyelamatkan nyawa sang pilot, beberapa detik tepat sebelum pesawat hancur ditabrak kereta.

“Pesawat itu gagal lepas landas dan mendarat di rel kereta api di persimpangan yang populer. Hanya beberapa detik sebelum tabrakan, petugas polisi menyelamatkan pilot, dan sepotong puing hampir mengenai saya,” kata Luis Jimenez yang berada di lokasi kejadian.

 

Sampai saat ini, belum ada keterangan apapun dari pihak kepolisian mengenai insiden kereta menabrak pesawat tersebut.

Dalam cuitannya di Twitter, pihak kepolisian setempat mengungkapkan rasa bangganya terhadap para petugas yang sigap menyelamatkan nyawa pilot, beberapa detik sebelum pesawat ditabrak kereta.

“Mereka telah menunjukkan kepahlawanan dan tindakan cepat dengan menyelamatkan nyawa seorang pilot yang melakukan pendaratan darurat di rel kereta api”.

Insiden pesawat tertabrak kereta api bisa dikatakan langka. Namun, pesawat ditabrak selain itu, seperti ditabrak mobil atau ditabrak pesawat lainnya, sering terjadi.

Pada Sabtu sore, 3 Maret 2021, shuttle bus maskapai Batik Air menabrak bagian bawah moncong pesawat Batik Air. Insiden terjadi di apron Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Baca juga: Tak Hanya Tabrak Tiang, Pesawat Juga Saling Bertabrakan di Apron dan Landas Pacu

Selanjutnya, di pertengahan tahun 2020, pesawat FlyBe dilaporkan menabrak pesawat lainnya milik Loganair yang tengah parkir di Bandara Aberdeen, Belanda. Dari gambar yang beredar, pesawat Bombardier Q400 tampak menghantam bagian sisi kanan belakang Embraer 145 dan membuatnya terjepit di bawah mesin pesawat.

Yang paling unik terjadi pada tahun 2017. Ketika itu, bukan mobil yang menabrak pesawat, tetapi pesawat menabrak mobil saat hendak lepas landas dari bandara Alicante-Elche, Spanyol.

Tips Penerbangan: Bahaya, Jangan Terlalu Banyak Muat Informasi di Label Koper Bagasi

Meski ada beragam jenis merek, bentuk, warna, dan ciri pada koper bagasi, tetap saja insiden koper tertukar terjadi. Menyikapi hal itu, tak sedikit penumpang yang menandai kopernya dengan berbagai informasi dan tanpa sadar membahayakan diri mereka secara tidak langsung.

Baca juga: Penumpang Wajib Tahu, Ini Tips Antisipasi Delay dan Pembatalan Penerbangan

Di era digital seperti sekarang ini, data pribadi sering kali tersinkronisasi antara satu dan lain hal. Akun Gmail terhubung dengan messanger, whatsapp, dan lainnya. Satu saja beralih ke tangan orang yang tak bertanggung jawab, bukan tak mungkin seluruh akun media sosial Anda akan berpindah tangan.

Seiring berjalan waktu, publik mulai khawatir terhadap data pribadi mereka yang diakses oleh pengembang aplikasi dan sebagainya tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Karena itu, di banyak negara mulai muncul undang-undang perlindungan data pribadi.

Kesadaran untuk mengamankan data pribadi pada akhirnya mempengaruhi penumpang pesawat mengisi informasi atau menandai bagasi atau koper mereka dengan nama dan sebagainya.

Akan tetapi, hal ini tidak disukai pihak bandara. Biasanya, saat terjadi kehilangan atau ketinggalan koper, pihak bandara akan coba menelusuri sang pemilik dan mereka akan sangat terbantu dengan berbagai informasi yang ada di label bagasi.

Dilansir cayman.loopnews.com, menyiasati hal itu, penumpang dianggap tetap aman namun berkontribusi membantu petugas dalam menemukan pemilik dari koper yang hilang atau tertinggal di bandara, dengan menuliskan alamat email, alamat kantor, nomor telepon, dan nama pemilik.

Namun, menurut beberapa sumber lain, salah satu dari tiga itu sebetulnya sudah cukup. Bedanya hanya dikecepatan dan kemudahan petugas dalam menghubungi sang pemilik. Bila yang dicantumkan adaah alamat kantor tempat pemilik koper bekerja, tentu tingkat kecepatannya berbeda dengan koper yang di labelnya tertera nomor telepon pemilik atau alamat email.

Yang paling penting adalah penumpang jangan sampai menuliskan alamat rumah lengkap. Sebab, ini dapat meningkatkan risiko kejahatan di rumah Anda dan pihak bandara tentu tidak akan bertanggung jawab sekalipun kejahatan bermula dari informasi alamat rumah yang berhasil dilihat oleh orang lain di bandara.

Baca juga: Penumpang Wajib Tahu, Ini Tips Mendapatkan Upgrade Kelas Kursi Secara Gratis dari Pramugari!

Andai penumpang ingin menuliskan berbagai informasi penting di atas, dalam hal ini alamat rumah, kantor, nomor telepon, nama pemilik, dan alamat email di label koper, jangan lupa untuk menutupnya dengan cover koper bagasi.

Hal ini dapat meminimalisir penumpang atau orang lain melihat informasi tersebut dan pada saatnya memudahkan petugas menghubungi Anda saat koper tertinggal ataupun sengaja ditukar oleh oknum penumpang maupun petugas.

Peran Penting Sinyal Masuk Kereta Api Saat Memasuki Stasiun

Sebagian besar persinyalan di jalur kereta api khususnya Indonesia sudah diubah yang semula dari mekanik/manual menjadi elektrik. Ya, sinyal elektrik di kereta api ini menjadi peran penting saat masinis menjalankan keretanya baik siang hingga malam.

Baca juga: Sinyal Kereta Api Mekanik, Meski Tertinggal, Tapi Masih Tetap Digunakan

Terlebih lagi persinyalan saat ini sudah menggunakan teknologi LED atau cahaya lampu yang lebih terang. Sehingga saat siang yang terik maupun malam yang gelap gulita, menggunakan teknologi LED tetap bisa terpantau walaupun dari jarak 1 km oleh masinis. Persinyalan eleletrik biasanya sudah dipasang dijalur kereta api yang cukup ramai, salah satunya dijalur ganda dengan aktifitas atau kesibukan lalu lintas kereta api.

Indikasi Sinyal Masuk Saat Masuk Stasiun
Sinyal elektrik paling vital saat kereta mau memasuki dan berangkat dari stasiun adalah sinyal masuk. Untuk sinyal masuk elektrik biasanya dilengkapi dengan beberapa petunjuk atau biasa disebut semboyan dan penempatannya berada pada jarak 500 meter mendekati stasiun. Sinyal masuk ini biasanya terdiri dari angka batas kecepatan, lampu tiga aspek (merah, kuning, hijau), lampu darurat yang berbentuk segitiga, dan penomoran sinyal.

Jika kereta api akan memasuki stasiun, pasti masinis melihat indikasi sinyal masuk tersebut dalam keadaan seperti apa yang ditunjukkan. Jika menunjukkan Semboyan 9E1 berarti lampu penunjuk arah akan menyala biasa menunjukkan angka 3 bercahaya putih. Itu brarti kereta api berjalan dengan kecepatan maksimal 30 km/jam dan akan memasuki jalur belok sebelum tiba di stasiun.

Jika menunjukkan indikasi Semboyan 9E2 atau tanda batas kecepatannya tidak menyala dan lampu menunjukkan warna hijau, berarti kereta api bisa memasuki stasiun dan masuk jalur lurus. Biasanya jika indikasi lampu pada sinyal masuk berwarna hijau, kereta api tidak berhenti di stasiun yang dilewatinya. Namun jika indikasi lampu warna kuning, kereta api berjalan dengan hati hati dan biasanya berhenti di stasiun tersebut.

Baca juga: Sinyal Aspek, Rambu Paling Vital di Kereta Api

Dan jika menunjukkan indikasi lampu Semboyan 6A yang berarti kereta api harus berjalan darurat alias lampu segituga menyala. Biasanya rel yang akan dilewati kereta api tersebut ada kendala sehingga kereta api berjalan lebih berhati – hati. Dan lampu segitiga menunjukkan keadaan darurat ini menyala selama 90 detik dan lampu 3 aspek menunjukkan indikasi berwarna merah. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Penggemar Bus, Hati Lesu Saat Tak Dapat Bus Incaran

Ritual touring bagi para penggemar bus nampaknya jadi sebuah hal yang wajib dan jadi sebuah rutinitas. Bisa dikatakan self healing bagi para penggemar bus adalah touring. Mereka tak sembarangan memilih bus untuk touring, pastinya banyak sekali hal yang melatarbelakangi seorang penggemar bus untuk memilih armada bus ketika akan touring.

Baca juga: Rela Ndlosor, Inilah Hunting Foto Ala Busmania

Mulai dari bus terbaru, faktor mesin, bahkan faktor ketenaran sebuah armada bus jadi alasan seorang penggemar bus untuk touring menaiki sebuah armada bus. Tapi bagaimana jika apa yang direncanakan meleset? Bagaimana ketika armada yang diincar seorang penggemar bus untuk touring mendadak berhalangan karena rusak atau hal lain?

Tentunya hal ini menjadi keapesan tersendiri bagi seorang penggemar bus, dimana ketika bus yang diincar mendadak tidak jalan. Bisa karena rusak atau bahkan kecelakaan. Tak jarang para penggemar bus rela mundur merubah jadwal keberangkatan atau bahkan rela tiketnya ‘hangus’ karena tidak mendapat bus yang diincar. Andriansyah seorang penggemar bus yang hobi touring mengatakan bahwa sangat jengkel saat dirinya touring dan tidak mendapat armada bus incaran.

“Pastinya kecewa sih, istilahnya ketika harapan sudah tinggi, tapi hasil tidak sesuai ekspektasi, disitulah timbul frustasi. Waktu itu saya mau touring Tangerang – Kudus naik sebuah PO. Sudah kordinasi sama agen tiket dan saya hitung-hitung harusnya tanggal keberangkatan saya pas dengan jadwal armada bus incaran saya. Ternyata pas hari H dapat info bus sedang servis rutin di garasi, jadi gagal,” cerita Andry.

Serba-serbi penggemar bus memang terkadang sering dianggap aneh bagi kebanyakan orang. Banyak yang beranggapan mau naik bus saja kok repot banyak pilih-pilih. Tapi begitulah, bagi para penggemar bus, faktor nyaman saja tidak cukup dalam memilih armada bus untuk touring.

Baca juga: Elora Azalia, Penggemar Bus Perempuan – “Cinta Bus Sejati Tanpa Mencari Sensasi”

“Karena yang saya cari tuh sensasinya naik bus A misalkan, armada A misalkan. Bukan sekadar nyaman yang dicari, kalo nyaman banyak banget sekarang bus nyaman. Tapi lebih dari itu, saya mau cari kepuasan batin dengan naik bus tertentu. Semisal PO A, juga saya nggak mau naik armada PO A yang mana saja, harus spesifik juga misal PO A armada dengan kode bus sekian” ujar Andry. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)

Double Glass Pernah Jadi Primadona, Kini Single Glass Kembali Masuki Pasar Bus

Beberapa tahun belakangan ini, bus dengan model kaca depan “double glass” atau yang sering disebut menggunakan ‘bando’ atau ‘topi’ memang menjadi primadona di dunia bus dalam negeri. Model ini lalu laris manis di pasaran dan semua karoseri membuat model yang serupa, yakni kaca depan berbando.

Baca juga: Ini Perbedaan Bus Single Glass dan Double Glass yang Digunakan Karoseri di Indonesia

Bahkan penumpang pun lebih menganggap bus dengan kaca depan tanpa bando/atau topi adalah bus lawas yang ketinggalan jaman. Bahkan bus dengan bando ini banyak dipilih oleh dunia bus pariwisata. Untuk tren bus double glass di Indonesia sendiri mulai ramai sekitar tahun 2015, diinisiasi oleh Karoser asal Malang, Jawa Timur yakni Adiputro.

Karoseri ini merilis model bus besar dengan kaca dobel yang modelnya disebut Jetbus2+ SHD. Dilanjut dengan karoseri asal Ungaran, Jawa Tengah yang merilis model kaca depan double yakni Legacy SR2 XHD Prime dan Legacy SR2 HD Prime. Lalu model bus kaca depan double glass lanjut dibuat oleh karoseri lain seperti Morodadi Prima, Tentrem, dan juga karoseri lainnya. Hal ini tentu mengikuti permintaan konsumen.

Model bus berkaca depan double glass memang bisa dikatakan menambah daya tarik tersendiri bagi sebuah perusahaan otobus, modelan ini dibilang kekinian sehingga penumpang lebih menyukai model double glass ini. Sayangnya, mulai ada nada sumbang tentang model double glass ini. Bando sekat pemisah kaca depan justru dianggap mengganggu pandangan baik bagi driver maupun untuk penumpang.

Memang terlihat keren dan gagah melihat bus dengan kaca depan double, yang bahkan terlihat seperti bus double decker atau bus tingkat. Barulah ketika penumpang memasuki kabin bus, rasa kurang nyaman bakal dirasakan. Terlebih mereka yang duduk di kursi paling depan.

Hal ini tentu dikarenakan bando atau sekat kaca depan yang lebar mengganggu pandangan penumpang. Penumpang harus menunduk dahulu ketika ingin melihat objek yang berada di depan bus.

Baca juga: Tri Sakti Jadi Karoseri Anak Bangsa Pertama yang Bangun Bus Tingkat

Berangkat dari hal ini, beberapa karoseri melakukan perubahan pada ‘bando’ bus double glass rilisan mereka. Dimana bando atau topi dibuat menjadi semakin tipis sehingga visibilitas baik driver juga penumpang menjadi tidak begitu terganggu. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)

Punya Bus Wisata Listrik, Brussel Jadi yang Pertama di Dunia

Ketika berbicara tentang polusi udara dari transportasi menyebabkan emisi karbon, maka yang akan dibahas lebih lanjut adalah energi baru yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan emisi karbon. Salah satu energi terbarukan yang digunakan moda transportasi masa kini adalah listrik.

Baca juga: Bus Listrik Terpanjang Akan beroperasi di Denmark

Ini dipilih karena tidak menghasilkan emisi karbon dan juga kebisingan. Seperti kota lainnya yang sudah menggunakan transportasi listrik, Brussel yang merupakan ibu kota Belgia juga ikut meramaikannya. Bahkan kota ini menjadi yang pertama di dunia meluncurkan armada bus wisata dengan tenaga listrik.

Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman brusselstimes.com (9/12/2021), layanan bus wisata listrik ini diluncurkan oleh operator transportasi umum Société des Transports Intercommunaux de Bruxelles (STIB). Kehadiran bus wisata listrik di Brussel juga membuat udara lebih bersih untuk industri pariwisata ibu kota Belgia itu.

Peluncuran bus wisata listrik ini harusnya sudah berlangsung sejak tahun lalu. Namun adanya pandemi maka tertunda satu tahun dan mulai dioperasikan saat ini juga karena pariwisata mulai meningkat di Brussel. Selain itu, permintaan akan tur dan lainnya juga diperkirakan segera kembali serta perusahaan siap meluncurkan bus unik milik mereka.

Diluncurkan oleh STIB, Brieuc de Meeûs, CEO STIB mengatakan, bus akan dikolela oleh perusahaan bus wisata Brussel Tootbus yang adalah anak perusahaan RATP Dev. Brieuc menambahkan, objek wisata ramah lingkungan ini akan menjawab dua kebutuhan.

“Di satu sisi, ini akan memastikan kembalinya turis ke Brussel. Dan di sisi lain, ini menandai langkah maju lainnya dalam komitmen lingkungan kami, karena berkat peluncuran ini, kami adalah yang pertama di dunia yang memiliki armada listrik untuk kegiatan tamasya,” ujar Brieuc.

Untuk diketahui, dua bus listrik mulai beroperasi pada musim dingin di dua rute bagi mereka yang akan menikmati atraksi utama kota. Kemudian musim panas 2022, akan diperbanyak menjadi enam bus dan jika permintaan tinggi maka jumlah akan ditingkatkan lebih lanjut.

Rute bus dapat dilacak secara real-time melalui aplikasi Tootbus, di mana tiket juga dapat dipesan. Menteri Mobilitas Brussel, Elke Van den Brandt mengatakan bahwa warga kota sangat bangga menjadi orang pertama yang menerapkan alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada “bus Hop on Hop off yang ikonik.”

“Semua orang akan dapat (kembali) mengunjungi wilayah kita yang indah secara penuh dengan bus yang ramah lingkungan dan sunyi,” kata Elke.

Baca juga: VinBus, Inilah Model Bus Listrik Modern Produksi Vietnam

Tidak hanya ramah lingkungan bus ini membedakan mereka dari layanan bus wisata lainnya, begitu juga panduan audio baru mereka, yang teksnya ditulis dan diucapkan oleh penutur asli dari setiap bahasa, yang merupakan penduduk setempat di kota, dan menawarkan perspektif budaya yang unik untuk setiap bangsa. Panduan, yang juga mencakup bagian yang disesuaikan untuk anak-anak, saat ini tersedia dalam enam bahasa, dan ini nantinya akan diperluas menjadi sepuluh bahasa.

Mulai 27 Januari 2022, Inggris Larang Pesawat Melintas di Atas Kediaman Ratu Elizabeth

Inggris akhirnya melarang pesawat, helikopter, dan drone melintas di atas Kastil Windsor tempat tinggal resmi Ratu Elizabeth dan anggota keluarga kerajaan mulai 27 Januari 2022 mendatang. Sebelumnya, sang ratu sempat beberapa kali mengeluh kastil tempatnya tinggal tidak lagi se-sunyi abad ke-19.

Baca juga: Gegara Angker? Tiga Wilayah Ini ‘Haram’ Dilewati Pesawat, Ini Alasannya

Dalam sebuah pernyataan bersama, Layanan Informasi Aeronautika Inggris (NATS) dan Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) mengingatkan pentingnya membatasi penerbangan (prohibited area) di sekitar Kastil Windsor untuk keamanan ratu dan keluarganya.

Karena itu, seluruh penerbangan dilarang melintasi kastil di ketinggian di bawah 2.500 kaki dalam radius 1,5 mil atau 2,4 kilometer.

Tentu saja, beberapa penerbangan dikecualikan dari larangan tersebut, seperti penerbangan atas nama anggota keluarga kerajaan, National Police Air Service, Helicopter Emergency Medical Services, dan Maritime and Coastguard Agency saat menjalani operasi SAR, dan tentu saja penerbangan yang melibatkan sang ratu.

Selain itu, pesawat komersial tentu juga tidak masuk dalam larangan terbang melintasi atau di dekat kastil Windsor, seperti pesawat dari dan ke Bandara London Heathrow saat berada di bawah kendali London Terminal Control, Swanwick, atau ATC Bandara London Heathrow.

Dalam memuluskan larangan terbang di atas Kastil Windsor, dalam hal ini terkait menghentikan penerbangan drone ilegal, pihak kepolisian sudah dibekali kekuatan tambahan, termasuk payung hukum dan senjata baru.

“Sebagai bagian dari tinjauan berkelanjutan kami tentang pengaturan keamanan di Kastil Windsor, dan bekerja dalam kemitraan dengan Polisi Thames Valley, kami bermaksud untuk mengajukan Perintah Wilayah Udara Terbatas hingga 2.500 kaki pada radius 1,5 mil laut di sekitar Kastil Windsor,” kata juru biacara kepolisian

“Ini tidak dilakukan sebagai tanggapan atas ancaman atau intelijen tertentu, tetapi dimaksudkan untuk lebih meningkatkan keamanan di lokasi ikonik dan menjaga komunitas yang tinggal di dekatnya tetap aman,” tambahnya, seperti dikutip dari express.co.uk.

Kastil Windsor tempat Ratu Elizabeth dan anggota keluarga Kerajaan Britania Raya tinggal memang terletak cukup dekat dengan Bandara London Heathrow. Saking dekatnya, sang ratu dilaporkan harus membuat video ucapan Natal di momen yang tepat dan tak lebih dari 30 detik. Sebab, lebih dari itu, suara bising mesin jet akan mengganggu dan pastinya terekam dalam video ucapan tersebut.

Baca juga: Tiga Negara Ini Tolak Penerbangan Supersonik Concorde, Dua dari Asia

Sebetulnya, larangan terbang melintasi Kastil Windsor bukanlah hal mengejutkan. Di dunia, kediaman presiden, raja, dan ratu, pada umumnya memang diatur undang-undang sebagai wilayah terlarang (prohibited area) untuk dilintasi penerbangan.

Di Indonesia, misalnya, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pengamanan Wilayah Udara Republik Indonesia (RI), semua jenis pesawat dilarang melintas Istana Negara, tempat kediaman Presiden RI, dalam radius 2 Nautical Mile atau sekitar 3,7 km di ketinggian di bawah 10 ribu kaki.

Pilot Maskapai Taiwan Asal Venezuela Meninggal Setelah Karantina

Kelelahan kerap kali menjadi masalah bagi para pekerja penerbangan baik itu pilot maupun awak kabin di masa pandemi saat ini. Sebab, ketika mereka tiba di suatu negara, tetap harus melakukan karantina dan kemudian kembali terbang. Ini membuat pilot dan awak kabin memiliki rasa lelah yang bisa dikatakan berlipat dari sebelum pandemi.

Baca juga: Biar Tak Kelelahan dan Aman, Begini 4 Aturan Kerja FAA Bagi Pilot

Seperti pada Oktober 2021, seorang pilot asal Venezuela yang bekerja pada maskapai Taiwan meninggal dunia. Meninggalnya pilot berusia 61 tahun tersebut diduga kelelahan dan stress. Dilansir KabarPenumpang.com dari taiwannews.com.tw (26/10/2021), adanya hal ini, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) mendesak maskapai penerbangan untuk merawat karyawannya, sementara Serikat Pilot Taoyuan menyoroti perlunya memberi waktu istirahat kepada awak pesawat antara bekerja dan karantina.

Pilot Venezuela yang tidak disebutkan namanya itu pingsan pada Sabtu (23/10/2021) sore tak lama setelah pulang dari karantina, sebelum dia melakukan penerbangan jarak jauh. Dia dinyatakan meninggal meskipun ada upaya untuk menyadarkannya di rumah sakit.

Wakil Komandan CECC Chen Tsung-yen mengaku selama konferensi pers rutin bahwa sejak awal pandemi Covid-19 pada tahun 2020, awak pesawat telah mengalami kondisi kerja yang sulit karena persyaratan karantina. Dia mengatakan setelah berdiskusi dengan serikat pekerja terkait, kesepakatannya adalah bahwa sistem saat ini “dapat diterima.”

Meski demikian, perusahaan penerbangan tetap harus menjaga kesehatan fisik dan mental karyawannya, karena menyangkut keselamatan penerbangan. Namun, Serikat Pilot Taoyuan mengeluarkan siaran pers yang menyangkal bahwa kondisi kerja “dapat diterima.”

“Di bawah kebijakan karantina saat ini, sebagian besar pilot telah mengalami tekanan fisik dan mental serta masalah keluarga yang disebabkan oleh pekerjaan dan karantina berturut-turut; mereka telah mencapai batas dan mengalami kesulitan baik secara fisik maupun mental!” tulis serikat pekerja.

“Pilot telah memberi tahu teman dan keluarga sebelum kematiannya, bahwa dia merasa lelah secara fisik dan mental karena harus berurusan dengan karantina dan bekerja begitu lama,” tambah mereka.

Selain itu, ada laporan pilot lain yang dirawat intensif setelah diduga menderita stroke, menurut serikat pekerja, “Konsekuensinya tidak terbayangkan jika ini terjadi selama penerbangan!”.

Baca juga: Lama Tak Terbang, Pilot Qantas Lepas Landas dengan Posisi Rem Parkir Pesawat On

Serikat pekerja membuat dua tuntutan yakni, pilot tidak boleh ditugaskan untuk terbang selama masa karantina mereka untuk menghindari infeksi silang, dan memastikan anggota kru memiliki setidaknya tiga hari waktu luang dalam sebulan. Serikat pekerja mengatakan mereka membuat tuntutan kedua “sangat rendah hati,” karena berusaha untuk memutuskan “siklus tidak pernah berakhir antara bekerja dan karantina” yang dihadapi anggota kru. Ini berarti mereka selalu bekerja, di bawah karantina, atau manajemen kesehatan diri.

Dihantam Bird Strike, Baling-baling, Fuselage, dan Jendela Pesawat Airlink Hancur

Insiden bird strike kembali terjadi. Kali ini menimpa pesawat Jetstream JS-41 maskapai regional Afrika Selatan, Airlink. Tak main-main, bird strike membuat pesawat mengalami kerusakan parah, dimana salah satu bilah baling-baling patah dan patahannya itu menembus badan pesawat, melintasi kabin, serta menghancurkan jendela di sisi sebelahnya.

Baca juga: Setahun Beroperasi, Bandara Berlin Brandenburg Laporkan 50 Bird Strike Gegara Bangunan Kaca

Beruntung, ketika itu, tidak ada penumpang di tempat dimana bilah pesawat menyasar ke kabin penumpang. Sebab, kejadian serupa penah dialami Southwest Airlines flight 1380. Bedanya, bilah kipas dari turbin yang patah menembus pesawat Boeing 737 dan melukai penumpang sampai akhirnya tewas.

“Kemarin sebuah pesawat Airlink Jetstream 41 yang mengoperasikan penerbangan private charter menabrak seekor burung besar saat mendarat di lapangan terbang Venetia. Tidak ada penumpang atau awak yang terluka meskipun pesawat mengalami kerusakan besar,” kata maskapai dalam sebuah pernyataan.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

“Sesuai dengan protokol dan peraturan penerbangan, kejadian itu dilaporkan ke Otoritas Penerbangan Sipil Afrika Selatan (SACAA) yang akan melakukan penyelidikan,” tambahnya.

“Pesawat tetap berada di lapangan terbang Venetia sambil menunggu inspeksi SACAA dan penilaian kerusakan berat,” lanjutnya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Menurut ch-aviation.com, dari 47 armada yang dimiliki, Airlink memiliki enam pesawat BAe Jetstream 41. Namun, dari enam itu, lima di antaranya tidak aktif dan satu pesawat sisanya rusak berat setelah insiden bird strike baru-baru ini.

Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya memang kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas.

Begitu juga menjelang landing. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter. Di Amerika, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.

Baca juga: Efek Bird Strike: Pesawat Setara Tabrak Objek Seberat 32 Ton! Kok Bisa?

Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar US$400 juta atau Rp5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988.

Meskipun kuantitas tabrakan burung dengan pesawat masih sangat debatable (ada yang mengkategorikan masih tergolong tak terlalu sering terjadi dan sebaliknya), namun faktanya, antara 1990 hingga 2015 ada 160.894 insiden tabrakan dengan burung di AS. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,25 persen yang mengakibatkan kecelakaan.

Konservasi KRL Bekas Pakai Tinggal Menghitung Hari

Berkunjung ke Depo KRL Depok memang makin ada rasa penasaran akan sorotan informasi yang sedang hangat – hangatnya. Beberapa hari yang lalu sudah jelas bahwa KRD Penolong Djoko Tingkir milik Depo Induk Bukit Duri tengah melangsir rangkaian KRL yang sudah tidak terpakai di area Depo KRL Depok. Langsiran itu dilakukan hingga 2 hari pada waktu siang hingga sore hari.

Baca juga: Lama Tak Beroperasi, KRL TM 5000 Jadi Bahan Sorotan Penggemar Kereta Api

Sebanyak 14 jalur kereta yang ada di dalam Depo Depok, beberapa rangkaian KRL yang akan di konservasi sebelumnya masih dibeberapa jalur yang terpisah, kini setelah dilangsir sudah disusun sesuai rangkaian yang akan dikirim ke Pasir Bungur.

Seri KRL Lainnya Sudah Tak Layak Pakai, Ikutan ‘Dibuang’?
Banyaknya seri KRL membuat pihak dari PT KCI harus segera meremajakan yang masih layak pakai. Dan KRL yang tak layak pakai sudah harus di pensiunkan. Beberapa Depo KRL di Jabodetabek maupun Balai Yasa Manggarai masih ada beberapa KRL yang sudah tidak layak pakai. Jika Depo KRL Depok sudah bersiap untuk memensiunkan beberapa KRL yang sudah tidak layak pakai untuk di konservasi, sedangkan Balai Yasa Manggarai masih ada beberapa KRL yang siap untuk dikirim ke Pasir Bungur dalam hal konservasi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Adapun seri KRL lainnya yang masih berada di Balai Yasa Manggarai adalah seri Toei 6000, Tokyu 8500, dan beberapa KRL kelas ekonomi pada jaman Divisi Jabodetabek. Lalu beberapa KRL yang berada di depo lainnya seperti Bukit Duri dan Bogor sudah tidak ada yang tidak layak pakai, karena semua sudah dipindahkan ke Depo Depok. Termasuk KRL yang mengalami kejadian anjlok di wilayah Bogor beberapa tahun lalu dengan seri Tokyu 8512. Juga masih teronggok seri TM 5000 di jalur 2 Stasiun Depok Baru.

Baca juga: KRL Rusak Dilangsir oleh ‘Sang Penolong’

Jika semua sudah dikumpulkan dan disusun di Depo KRL Depok, maka akan ada pengiriman KLB (Kereta Luar Biasa) rangkaian KA Bandul dari Manggarai ke Depo Depok untuk disambung ke rangkaian KRL Konservasi. Menggunakan rangkaian bandul dan ditarik lokomotif merupakan strategi yang dilakukan setiap adanya pengiriman KRL baik kiriman KRL ke Solo dan Konservasi ke Pasir Bungur. Kita tunggu tanggal mainnya. (PRAS – Cinta Kereta Api)