Pertama Kali dalam Sejarah, Qantas Akhiri Kontrak Kerja Awak Kabin Penerbangan Jarak Jauh

Tak akan ada yang pernah berpikir bahwa sebuah maskapai besar akan melakukan pengakhiran kontrak kerja sama untuk awak kabin jarak jauh. Hal ini terjadi pada maskapai Qantas Airways milik Australia. Perusahaan ini berusaha mengakhiri masa kontrak dengan awak kabin jarak jauh mereka.

Baca juga: 63 Tahun Lalu, Qantas Jadi Maskapai Pertama di Luar AS Operasikan Boeing 707

Tak hanya itu, ini juga langkah yang akan membawa pada masalah pemotongan gaji setelah anggota serikat pekerja memberi suara menentang terkait daftar yang lebih fleksiber. Dilansir KabarPenumpang.com dari reuters.com (20/1/2022), maskapai asal Australia ini mengatakan, bahwa hal ini adalah pertama kalinya dalam sejarah.

Di mana mereka berusaha untuk mengakhiri perjanjian persyaratan kerja atau kontak antara pengusaha dan serikat pekerja. Bahkan Qantas mengaku ini adalah hal yang langka dan panas dalam hubungan industrial di Australia.

Langkah ini diambil untuk menyiapkan maskapai dalam negosiasi serikat pekerja tingkat tinggi pada saat itu, yaitu guna mencapai kesepakatan dengan awak jarak pendek dalam menutup kasus bisnis pesanan pesawat berbadan sempit (narrow body) Airbus SE. Nantinya jika berhasil, gaji dan kondisi awak kabin akan kembali ke standar industri minimum Australia yang jauh lebih rendah sementara perjanjian baru dirundingkan.

Tawaran kontrak terbaru Qantas untuk pramugari jarak jauh ditolak oleh 97 persen dalam pemungutan suara pada bulan Desember tahun lalu. Asosiasi Pramugari Australia (FAAA) mengatakan kesepakatan itu berusaha untuk memangkas kondisi dan memberlakukan pembekuan gaji dua tahun diikuti oleh kenaikan gaji dua persen pada saat inflasi meningkat.

Maskapai itu mengatakan tawaran balasan serikat pekerja “tidak bisa dijalankan” karena akan menaikkan biaya sebesar A$60 juta ($43,30 juta) selama empat tahun.

“Kami meminta penghentian karena kami tidak dapat menjalankan bisnis secara efektif tanpa perubahan daftar yang kami butuhkan untuk memulai kembali layanan penerbagan internasional pasca pandemi,” uajr Andrew David, kepala eksekutif internasional Qantas dalam sebuah pernyataan.

Berdasarkan perjanjian yang ada, awak kabin pada armada A330 tidak dapat digunakan pada armada 787 dan A380, sehingga mempersulit Qantas untuk berpindah jenis pesawat. FAAA mengatakan bersedia bagi kru untuk bekerja di semua pesawat, hanya saja tidak dengan persyaratan yang diusulkan oleh perusahaan.

Baca juga: Sejarah Qantas, Maskapai Terbesar Australia dan Paling Aman di Dunia

Maskapai ini hanya menjalankan 20 persen dari kapasitas internasional pra-Covid-19 pada kuartal saat ini, karena varian Omicron mendorong pembatasan perbatasan yang lebih ketat di beberapa negara.

Tekan Pencurian Barang di KRL, KAI Commuter Pasang Kamera Canggih di 10 Stasiun Sibuk

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mulai melakukan langkah konkret dalam mencegah terjadinya pencurian barang di dalam rangkaian KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line. Salah satunya dengan memasang kamera canggih di 10 stasiun sibuk.

Baca juga: KCI Langgar Aturan Terkait CCTV di KRL? Belajar dari Kasus Pemerkosaan Wanita di Kereta Komuter AS

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, mengungkapkan, kamera canggih atau kamera analytics tersebut berfungsi untuk mempelajari gesture dan gerak-gerik penumpang. Nantinya, kamera akan mendeteksi penumpang yang mencurigakan.

Sayangnya, Anne tak terlalu jauh memaparkan terkait fitur, cara kerja, dan bagaimana prosedur penanganan terhadap penumpang yang mencurigakan tersebut. Apakah akan dipantau secara khusus melalui kamera tersebut atau bagaimana; termasuk di stasiun mana saja kamera-kamera tersebut dipasang.

Yang pasti, saat ini, kamera-kamera analytics tersebut sudah dipasang di 10 stasiun dan masih dalam tahap uji coba yang melibatkan pihak kepolisian, mengingat ini sudah masuk tindak pidana kejahatan.

Diharapkan, dengan adanya kamera-kamera analytics yang tersebar di 10 stasiun itu, para penumpang yang berniat berbuat jahat menjadi urung melakukannya.

“Ada kamera analytics. Sudah ada 10 stasiun yang dipasang video analytics untuk mempelajari gerak-gerik, gesture, dan lain-lain,” kata Anne.

“(Saat ini) sudah dipasang dan masih diuji coba dan melibatkan pihak kepolisian. (Diharapkan) mengurangi niat jahat dan meminimalisir niat pencurian,” lanjutnya.

Pencurian di KRL memang sudah bertahun-tahun terjadi di KRL. Namun tak pernah ada tindakan konkret yang dilakukan PT KCI. Hanya yang dirasakan penumpang, announcer di KRL lebih banyak melakukan imbauan untuk berhati-hati terhadap barang bawaan, termasuk yang berada di rak bagasi. Tentunya dengan penekanan bahwa kehilangan barang bukanlah tanggung jawab mereka.

Di akhir tahun lalu, aksi pencurian tas di rak bagasi KRL terekam kamera amatir penumpang. Dalam rekaman itu terlihat pelaku memakai kaus putih dilapis kemeja motif kotak-kotak. Pelaku pria bertopi itu kemudian mengambil laptop dari atas bagasi yang di depannya dan langsung turun saat kereta berhenti di Stasiun Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Narasi yang beredar di media sosial, penumpang yang merekam kejadian tersebut mengaku curiga dengan pelaku. Namun, ia hanya bisa merekamnya dan setelah penumpang menyadari tasnya hilang di rak bagasi, barulah penumpang lain yang merekam menunjukkan video tersebut dan viral di media sosial.

Saat ini, Anne Purba mengkonfirmasi, identitas pelaku pencurian di KRL yang viral di medsos itu sudah dikantongi pihak kepolisian dan sedang diburu.

Baca juga: Marak Pencurian Komponen Rel Kereta, Ternyata Sudah Jadi Momok Sejak Puluhan Tahun

Pencuri di KRL Jabodetabek tak selamanya melenggang bebas. Ada yang tertangkap. Tetapi, sekali lagi, itu bukan karena tindakan konkret dari operator, melainkan dari penumpang itu sendiri. Salah satunya insiden pencurian pada Maret 2020 lalu.

Ketika itu, seorang penumpang menaruh barangnya di rak bagasi. Sedangkan ia duduk. Lalu, ada penumpang lain mencurigakan dan penumpang yang memiliki barang tersebut menyadarinya serta langsung mengejarnya. Setelah diinterogasi, pelaku akhirnya mengakui telah mencuri tas atau barang penumpang tersebut.

Yuk, Kenalan dengan Djoko Tingkir – Sang Kereta Penolong

Tak hanya rangkaian kereta penumpang jarak jauh yang butuh penolong jika terjadi sesuatu, tapi juga rangkaian KRL mempunyai kereta khusus penolong yang jika sewaktu – waktu terjadi masalah. Namun bedanya jika kereta jarak jauh dibantu oleh lokomotif dan kereta penolong yang tak bermesin, sedangkan kereta penolong wilayah Jabodetabek yang dimiliki adalah bertenaga diesel.

Baca juga: PT KAI Luncurkan Kereta Penolong Terbaru, Sudah Dilengkapi Instalasi Gawat Darurat

Ini dia KRD NR yang biasa dipanggil Djoko Tingkir. Sekilas rangkaian ini terlihat biasa saja seperti kereta penumpang pada umumnya. Namun kereta bertenaga diesel (KRD) ini sangat banyak fungsinya. Selain untuk menolong KRL yang bermasalah seperti anjlok atau mogok kereta ini juga membantu membawa rangkaian KRL yang akan di bawa ke bengkel yang ada di Depo KRL ataupun Balai Yasa Manggarai.

KRD Djoko Tingkir ini tidak selalu berjalan – jalan keluar seperti kereta lain pada umumnya. Yang ada hanya dibutuhkan dalam keadaan darurat saja. Karena sifatnya untuk menolong dengan tentu kereta ini dipanggil jika ada sesuatu yang sangat dibutuhkan (urgent).

Awal Mula Terbentuknya Djoko Tingkir
Memgutip dari redigest.web.id, Kereta penolong Djoko Tingkir merupakan kereta penolong milik Depo Bukit Duri. Kereta ini telah ada sejak awal 2000-an dan pada awalnya memiliki nomor NR 01 dan NR 02. Kedua unit KRD ini merupakan modifikasi dari KRD penumpang buatan Jepang tahun 1987. Saat menjalani PA akhir 2010, nomornya berubah menjadi NW-87201 dan NW-87202 dan Balai Yasa Manggarai memberi nama Djoko Tingkir.

Di tahun 2012, Djoko Tingkir bertambah satu unit dengan nomor NW-82243. Unit ini berasal dari KD3-82243 yang sebelumnya mangkrak di Depo Tanah Abang. Namun kemudian jumlah unitnya kembali berkurang menjadi dua unit setelah NW-87201 tidak lagi beroperasi dan mangkrak di Balai Yasa Yogyakarta akibat mengalami bengkok pada rangka bawah.

Nah, menyambung soal pengiriman KRL untuk konservasi, Djoko Tingkir-lah yang bekerja keras untuk lakukan langsir menggandeng dan menyusun rangkaian di Depo KRL Depok. KRD NR ini selalu hilir mudik dari depo ke depo hanya untuk membantu kelancaran mekanisme yang dibutuhkan KRL. Hingga saat ini Djoko Tingkir masih dibutuhkan untuk membantu jalannya pengiriman KRL, langsir dan membawa kebutuhan peralatan KRL. Rute yang dilalui KRD ini adalah Depo KRL Depok, Bogor, Bukit Duri dan juga Balai Yasa Manggarai.

Kereta Penolong Pertama dengan Perawatan Satu Dekade
Kereta penolong Djoko Tingkir alami perawatan 24 bulanan atau dalam istilah perkeretaapian dengan sebutan P24. Kereta penolong terdiri dari 2 unit KRD ini menjalani P24 di Balai Yasa Manggarai. Logo KAI dan KAI Commuter bberada pada bagian samping kereta ini. Sementara itu emblem Wahana Daya Pertiwi ikut terpasang pada bagian muka. Meski demikian, bentuk badan kereta masih sama seperti sebelum menjalani P24. Teralis yang melindungi kaca kabin masinis sejak 2011 tampak tak lagi terpasang.

Baca juga: Kereta Api di Indonesia Masih Suka Telat, Ini Penyebabnya!

Ini merupakan kali pertama kereta penolong ini menjalani perawatan akhir (PA) dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya, unit NW-87202 yang kini menjadi SN 3 87 01 terakhir kali menjalani PA pada akhir 2010 lalu. Sedangkan unit NW-82243 yang kini menjadi SN 3 82 01 terakhir kali menjalani PA pada tahun 2012 lalu. (PRAS – Cinta Kereta) Api






















Sopir Bus Mengalami Kejang, Penumpang Wanita Ambil Alih Kemudi

Tak akan ada seorang pun yang ingin mengalami nasib buruk ketika dalam sebuah perjalanan. Apalagi harus menggantikan posisi pengemudi karena pengemudi yang aslinya bermasalah karena sakit. Seperti seorang wanita yang mengambil alih dan mengemudikan bus untuk menyelamatkan pengemudi.

Baca juga: Tiba-Tiba Pilot Pingsan, Untungnya Penumpang Wanita Ini Berhasil Daratkan Helikopter

KabarPenumpang.com melansir dari laman cartoq.com (14/1/2022), insiden ini terjadi dalam perjalanan dari Wagholi, Pune di India yang mana sekelompok wanita tengah pergi piknik di Morachi Chincoli. Saat itu, pengemudi tiba-tiba menghentikan bus dan semua wanita di dalam bus terkejut melihat kondisi itu.

Pengemudi berusia 40 tahun menunjukkan tanda-tanda kejang, membuat penumpang panik dan tidak bisa membantunya. Untungnya tidak semuanya panik, karena seorang wanita bernama Yogita Satav langsung mengambil alih situasi. Yogitama sebenarnya tidak pernah mengemudikan bus, tetapi dia tahu cara mengemudikan mobil.

Dia duduk di kursi pengemudi dan mulai mengemudikan bus tersebut. Sementara wanita itu mengemudi menuju rumah sakit, pengemudi mendapat serangan kejang lagi. Setelah mencapai Ganegaon Khalsa, pertolongan pertama diberikan kepada pengemudi dan dipulangkan.

Pengemudi bus lain datang untuk mengambil alih bus dan menurunkan semua wanita di Wagholi. Untuk diketahui, bahwa tidak semua orang diperbolehkan mengendarai kendaraan berat seperti bus dan truk di India. Ada Surat Izin Kendaraan Bermotor Berat atau HMV khusus untuk pengemudi kendaraan berat tersebut.

Lisensi ini diberikan hanya setelah seseorang memegang SIM reguler selama enam bulan. Karena kendaraan berat ini bertindak sangat berbeda di jalan, kategori surat izin mengemudi yang berbeda diperlukan untuk mengoperasikannya. Ini bukan pertama kalinya seorang wanita mengoperasikan kendaraan berat.

Ada banyak pengemudi bus wanita yang memenuhi syarat yang bekerja untuk otoritas transportasi negara bagian. Bahkan, ada beberapa pengemudi truk wanita juga. Ini muncul sebagai masalah besar karena sebagian besar kendaraan berat tidak memiliki power steering dan sangat sulit untuk bermanuver, terutama di jalan-jalan India di mana pengendara tidak mengikuti disiplin lajur dan juga tidak memberi jalan.

Baca juga: Dianggap Terlalu Cantik Jadi Pengemudi Bus, Wanita Asal Inggris Tetap Pada Pendiriannya

Mengemudi kendaraan berat memang membutuhkan usaha dan keterampilan ekstra, tetapi ada lebih banyak wanita yang mengendarai kendaraan ini saat ini daripada sebelumnya.
Dengan truk dan bus yang ditingkatkan dengan power steering dan fitur modern dan percaya bahwa lebih banyak wanita akan bergabung dengan pengemudi kendaraan berat di masa depan. Apakah Anda tahu cerita seperti itu? Beri tahu kami dengan berkomentar.






















Layani Penerbangan Haji 2022, Garuda Indonesia Kerahkan Boeing 777-300ER dan Airbus A330-300

Garuda Indonesia menyongsong penerbangan haji tahun 2022 mendatang, sekalipun masih menunggu kebijakan dari pemerintah Arab Saudi. Flag carrier nasional Indonesia itu telah mempersiapkan armada widebody Boeing 777-300ER dan Airbus A330-300.

Baca juga: Penerbangan Haji 2019 Rampung, Garuda Indonesia Catatkan OTP 89 Persen!

“Garuda Indonesia telah mempersiapkan sejumlah armada widebody untuk melayani penerbangan Haji 2022 di antaranya armada B777-300ER hingga A330-300. Adapun jenis pesawat ini tentunya akan menyeleraskan dengan kriteria dan kebutuhan yang ditetapkan oleh regulator maupun pemangku kepentingan terkait,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dalam keterangannya.

“Lebih lanjut, jumlah armada yang akan digunakan tentunya juga akan kami selaraskan dengan proyeksi kuota jamaah haji Indonesia yang akan yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi,” tambahnya.

“Oleh karenanya, kami akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi intensif bersama seluruh pemangku kepentingan terkait guna memastikan Garuda Indonesia senantiasa siap menjalankan mandat sebagai national flag carrier untuk terus berada di garda terdepan dalam memastikan aksesibilitas dan kebutuhan layanan penerbangan haji bagi masyarakat Indonesia dapat terpenuhi dengan optimal,” lanjutnya.

Garuda Indonesia diketahui memiliki 10 unit Boeing 777-300ER dan 17 Airbus A330-300. Di awal pandemi pada tahun 2020, kebanyakan dari pesawat tersebut digrounded. Namun, seiring berjalannya waktu, dua tipe pesawat itu dikerahkan untuk mengangkut penumpang di rute-rute domestik, dari sebelumnya beroperasi hanya di rute-rute jarak jauh.

Pada Maret 2020 lalu, Garuda Indonesia mengerahkan armada Airbus A330-300-nya ke rute gemuk maskapai antara Jakarta dan Denpasar.

Ketika itu, dari total 12 keberangkatan di bulan Maret, empat di antaranya menggunakan armada widebody (Airbus A330-300) dengan konfigurasi yang beragam, mulai dari kelas ekonomi (seluruhnya dengan total 360 penumpang) serta kelas ekonomi dan bisnis. Sisanya, masih menggunakan pesawat narrowbody atau satu lorong, dalam hal ini Boeing 737-800NG.

Akan tetapi, seiring jumlah penumpang yang terus menurun, Garuda Indonesia kembali menggrounded armada widebody-nya.

Baca juga: Performa Penerbangan Haji, Antara Level OTP dan Ketersediaan Pesawat Sewaan

Barulah mulai 22 Maret 2021, armada widebody maskapai mulai melayani rute-rute gemuk domestik kembali dan variannya pun lebih lengkap, dari semula di tahun 2020 hanya melibatkan Airbus A330-300, menjadi turut melibatkan Airbus A330-900Neo dengan kapasitas 301 penumpang, Airbus A330-200 berkapasitas 222 penumpang, dan Boeing 777-300ER yang berkapasitas 314 penumpang (triple class) dan 393 penumpang (dual class).

Terkhusus untuk Boeing 777-300ER, pesawat ini memang sudah bertahun-tahun menjadi andalan Garuda Indonesia dalam melayani penerbangan haji. Terakhir, pesawat tersebut melayani penerbangan haji pada tahun 2019 sebelum virus Corona mewabah ke seluruh dunia.

Pasang Tarif Rp375 Ribu, Damri Royal Class Hadir dari Jakarta – Surabaya – Malang

Hampir semua perusahaan otobus atau PO memiliki pilihan kelas untuk para penumpangnya. Dari ekonomi class, VVIP class hingga royal class dan semuanya tergantung pilihan setiap penumpang ingin menikmati kenyamanan yang seperti apa.

Baca juga: Damri Uji Coba Bus Listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Dan Damri baru-baru ini menghadirkan layanan bus Royal Class bagi para pelanggan. Bus ini memiliki trayek Jakarta – Surabaya – Malang dan layanan yang diberikan dalam perjalanannya adalah super eksekutif.

Kursi yang digunakan untuk DAMRI Royal Class. Foto: Pikiran Rakyat

Di mana layanan ini memberikan yang terbaik untuk kemudahan maupun kenyamanan pelanggan. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Damri Royal Class Bus ini menghadirkan kursi yang lebih besar demi kenyamanan penumpang selama perjalanan jauh tersebut.

Tak hanya itu, kursi juga dilengkapi dengan leg rest dan foot rest. Kursi yang digunakan juga dibuat reclining seat dan penumpang akan mendapat selimut serta bantal yang bisa digunakan selama perjalanan. Damri Royal Class ini dilengkapi WiFi on bus, alunan musik dan televisi seperti di bus milik PO lainnya.

Untuk tarifnya, Damri Royal Class dari Jakarta menuju ke Surabaya Rp337.500 dan dari Jakarta hingga ke Malang yakni Rp375 ribu. Damri Royal Class akan berangkat dari Pool di Kemayoran setiap pukul 18.00 WIB dan juga Terminal Pulogebang pukul 19.00 WIB.

Sedangkan keberangkatan dari Surabaya, Damri Royal Class tersedia di Terminal Bungurasih dengan jam keberangkatan 18.00 WIB. Bagi penumpang yang berangkat dari Malang, bisa naik dari Pool sekitar pukul 15.00 WIB dan Terminal Arjosari pukul 16.00 WIB.

Perjalanan Damri Royal Class ini adalah menggunakan armada bus dengan jenis Mercedes Benz OH 1626 berkapasitas 23 tempat duduk dengan konfigurasi kursi 2-1. Plt. Corporate Secretary Damri Siti Inda Suri mengatakan hadirnya layanan ini juga merupakan bagian dari pengembangan usaha Damri untuk memperkuat pelayanan pada pelanggan, serta memperluas konektivitas transportasi darat dan meningkatkan perekonomian provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Baca juga: Mudahkan Penumpang, DAMRI Kolaborasi dengan Dompet Digital ShopeePay dan DANA

“Damri senantiasa memperhatikan protokol kesehatan dengan mengacu pada standar operasional prosedur [SOP] yang mengedepankan prinsip D5K, yaitu Keselamatan, Kesehatan, Keamanan, Ketepatan, dan Kenyamanan pelanggan dan pramudi,” tutup Siti.






















Banyak Masukan, Tarif KRL Jabodetabek Ada Kemungkinan Tak Naik untuk di Bawah 25 Km

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter membuka ruang adanya kemungkinan Tarif KRL Jabodetabek tak jadi naik. Hanya saja, bukan untuk keseluruhan tarif mulai dari 25, 35 km, 45 km, dan 55 km pertama, melainkan untuk perjalanan KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line jarak dekat di bawah 25 km.

Baca juga: Tepis Tarif KRL Jabodetabek Naik Rp2.000 Bikin Penumpang Kabur, Pengamat: “Kalau Beralih Moda Lain Malah Lebih Mahal”

“Ada masukan, ‘kalau untuk jarak dekat beberapa stasiun di bawah 25 km gimana?’. Di bawah 25 km tetap bakal naik atau tidak bakal direview,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, dalam diskusi terkait kenaikan tarif KRL Jaboedetabek, Kamis (20/1).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan saat ini kenaikan tarif KRL Jabodetabek masih terus dikaji dan mendengar masukan dari berbagai pihak.

Angka kenaikan tarif sebesar Rp 2.000, lanjutnya, juga adalah angka yang paling direkomendasikan dari hasil kajian ATP (Ability to Pay) dan WTP (Willingness to Pay) penumpang selama beberapa tahun belakangan.

“Peningkatan layanan itu harus terus kita support. Setiap tahun kami melakukan survei dari 1,2 juta penumpang, ada sampling dilakukan setiap tahun siap ga sih kita dengan adanya penyesuaian tarif. Kemudian seberapa besar kita mau mengeluarkan uang kita dalam transportasi itu setiap tahun kita lakukan,” ujarnya.

“Ini masih dikaji terus ya, dari survei tersebut Rp2.000 adalah angka yang paling direkomendasi untuk penyesuaian tarif di 25 km awal. Tetapi untuk 10 km berikutnya tidak ada kenaikan,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, kalau kenaikan tarif sebesar Rp2.000 belum tentu cukup untuk rata-rata perjalanan satu orang penumpang. Di masa pandemi ini, Anne menyebut satu orang penumpang rata-rata disubsidi pemerintah lebih dari Rp14.000 per perjalanan.

Baca juga: Konservasi KRL Sudah Didepan Mata

Sebelumnya, tarif KRL Jabodetabek bakal naik mulai 1 April 2022 mendatang sebesar Rp2.000 untuk 25 km, 35 km, 45 km, dan 55 km pertama. Sedangkan untuk tarif 10 km berikutnya tetap di angka Rp1.000 alias tidak naik.

Sebagai informasi, tarif KRL Jabodetabek untuk 25 km pertama saat ini sebesar Rp3.000, naik Rp2.000 menjadi Rp5.000. Untuk 35 km, 45 km, dan 55 km pertama, masing-masing tarifnya sebesar Rp4.000 dan akan naik jadi Rp6.000, Rp5.000 dan akan naik jadi Rp7.000, serta Rp6.000 dan akan naik jadi Rp8.000.

Waspada! Ini Tujuh Tempat Tempat Paling Kotor di Bandara

Tahukan, jika di kabin pesawat banyak tempat kotor yang mungkin Anda tidak ketahui. Tempat-tempat ini disebut paling kotor karena bisa dikatakan jarang dibersihkan secara sempurna. Apalagi di masa pandemi, rasanya setelah memegang sesuatu, seseorang akan membersihkannya dengan mencuci tangan atau menyemprotkan hand sanitizer.

Baca juga: (Video) Kursi Pesawat Dekat Jendela Paling Kotor Diantara yang Lainnya

Nah, ternyata tempat kotor tidak hanya ada di kabin pesawat, tetapi ternyata di bandara juga ada. Mungkin Anda akan bertanya, di mana saja? Berikut tempat terkotor di bandara yang dirangkum KabarPenumpang.com dari news.com.au (18/1/2022).

Air mancur minum di bandara untuk penumpang

1. Area bermain anak-anak
Banyak permainan di sini seperti seluncuran, jungkat jungkit atau gym untuk anak. Biasanya tempat ini akan digunakan oleh orang tua yang membawa anak mereka sembari menunggu keberangkatan pesawat. Namun, ternyata 67 persen bagian dari permainan anak terdapat bakteri setelah para peneliti menyeka dan dilakukan penelitian.

2. Baki jinjing keamanan
Ini pasti Anda gunakan untuk meletakkan jaket, tas laptop, tas kecil atau barang lainnya. Jika Anda bayangkan, berapa banyak tangan yang berkeringat membawa baki plastik abu-abu itu. Meski tidak perlu melakukannya, ternyata Tim Finlandia menemukan bahwa setengah dari baki yang mereka usap ada jejak virus pernapasan.

“Kami menemukan frekuensi tertinggi virus pernapasan pada nampan plastik yang digunakan di area pemeriksaan keamanan untuk menyimpan barang bawaan dan barang-barang pribadi,” tulis penulis penelitian.

Mereka juga mencatat bahwa virus cenderung bertahan lebih lama pada permukaan plastik yang tidak berpori.

3. Alat pembayaran ritel
Ketika Anda berbelanja dengan kartu, Apakah yakin tidak ada bakteri atau kuman? Nyatanya, saat para peneliti mengusap alat pembayaran kartu di bandara, terdapat virus setelah dilakukan penelitian.

4. Kaca sekat imigrasi
Tidak ada alasan untuk menyentuk plexiglass di imigrasi saat dokumen diperiksa. Apalagi sepertiga dari yang diperiknya peneliti ternyata kurang higienis.

5. Air mancur minum (water fountain)
Siapa yang sering minum langsung dari air mancur minum di bandara? Bila Anda sering melakukannya, ketahuilah, bahwa dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh InsuranceQuotes.com, ada sebanyak 18 tes dan di enam permukaan dari tiga bandara utama AS selama musim perjalanan liburan yang sibuk dan ditemukan bahwa tombol air minum ini adalah salah satu tempat paling kotor di dunia. Para peneliti memiliki rata-rata 19.181 bakteri hidup dan sel jamur per inci persegi. Sebagai perbandingan, sebagian besar kursi toilet rumah tangga memiliki rata-rata 172 unit pembentuk koloni (CFU) yang terdengar menakutkan.

6. Kursi ruang tunggu
Anda tahu bagaimana itu disebut ruang tunggu gerbang? Anda mungkin ingin menjadikannya sebagai gerbang. Data InsuranceQuotes.com mengungkapkan rata-rata 21.630 CFU pada sandaran tangan kursi di area boarding di gerbang.

Baca juga: Meski Terlihat Bersih, Kursi dan Meja Lipat di Kabin Pesawat Dipenuhi Bakteri

7. Kios check in yang terkomputerisasi
Jika memungkinkan, kami sarankan untuk check in di ponsel atau komputer di rumah sebelum Anda tiba di bandara. Karena begitu Anda berada di terminal, semuanya adalah layar sentuh dan jari orang asing. Hal-hal ini menjadi sangat kotor, sangat cepat dan, terlepas dari upaya terbaik mereka, maskapai penerbangan tidak dapat memastikan setiap kios dihapus setiap saat.

Boleh Benci Boleh Suka, Kendaraan Otonom Akan Terus Berkembang

Bagaimana era pengemudi mobil ketika semua kendaraan sudah otonom alias tanpa pengemudi? Apakah akan hilang begitu saja atau tetap ada pengemudi saat kendaran bermasalah agar bisa dikemudikan dengan manual? Rasanya ini bisa saja terjadi dan pengemudi tak lagi mengemudikan kendaraan mereka karena semuanya sudah otomatis.

Baca juga: Project Vektor, Mobil Otonom untuk Kota Pintar Buatan Jaguar Land Rover

Mungkin beberapa di antara Anda ada yang suka dan yang benci dengan ide ini. Namun sepertinya lebih banyak yang membenci mobil tanpa pengemudi di jalan meski masih perlu waktu sebelum mencapai otonomi tingkat 6 yang sepenuhnya direbahkan dan pengemudi bisa bersantai.

Sekarang ini, Tesla dan lainnya tengah mengumpulkan segunung data di dunia yang dihasilkan oleh mobil semi otonom yang diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut. Sedangkan para desainer juga mulai mengantisipasi hari di mana mereka akan terlepas dari kendala kemudi serta roda kemudi dengan menciptakan konsep yang mendefinisikan ulang mobil baik di bagian luar maupun dalam.

KabarPenumpang.com melansir laman newatlas.com (11/1/2022), mobil tanpa pengemudi akan mengubah cara berpikir seseorang tentang kendaraan. Pod taksi cenderung menjadi norma bagi kebanyakan orang dan anak-anak yang lahir pada tahun 2022 mungkin tidak akan belajar mengemudi sama sekali.

Namun, mereka yang memiliki kecenderungan dan sumber daya pasti akan memiliki beberapa desain ruang tamu mewah di atas roda untuk dipilih selama dekade berikutnya. Selain itu, jika bus berbentuk kotak, kereta api, dan taksi yang menjadi tulang punggung transportasi umum modern dapat digunakan, pod transportasi komunal mungkin merupakan urusan yang cukup bermanfaat.

Namun pergeseran dari kepemilikan pribadi dan efisiensi kota-kota yang terhubung di mana kemacetan lalu lintas adalah masa lalu juga dapat membebaskan desainer untuk berinovasi dengan cara yang mengejutkan. Kendaraan self driving juga akan memudahkan Anda untuk melewati jalanan kota.

Baca juga: Dikeluhkan Pengguna, Tesla Kunci Akses Video Games Saat Mobil Berjalan

Sehingga bagi siapa yang perlu menjadi pengemudi off-road berpengalaman, atau pilot dalam hal ini, ketika algoritma yang sangat terlatih dapat melakukan pekerjaan itu. Campervan akan membawa Anda ke tujuan Andadan bahkan mungkin mendaki gunung sementara di pasar taksi udara yang sedang naik daun, eHang China telah menyelesaikan puluhan ribu penerbangan uji otonom.

Pengiriman KRL Konservasi, Terima Kasih Telah Mewarnai Jalur Jabodetabek

Pengiriman KRL konservasi akhirnya tiba. Rabu (19/1) dunia Railfans kembali dihebohkan informasi tentang pengiriman KRL konservasi dari Depo KRL Depok ke Stasiun Pasir Bungur.

Baca juga: Konservasi KRL Sudah Didepan Mata

Tepat pada pukul 16.00 WIB media sosial Whatsapp mulai ramai dengan pertanyaan benar tidaknya soal pengiriman KRL konservasi. Tak hanya itu, mereka pun tetap penasaran ke lokasi dimana KRL tersebut berangkat meski informasinya tidak valid. Tak hanya Railfans dari wilayah selatan (jalur Bogor), tapi Railfans dari wilayah Jakarta, Tangerang bahkan Bekasi pun meluncur ke Stasiun Depok.

Informasi semakin kuat tatkala beberapa Railfans yang menunggu di Stasiun Depok pun berbuahkan hasil. Ternyata informasi yang mereka dapatkan soal pengiriman KRL konservasi tersebut benar – benar valid. Akhirnya segelintir Railfans mulai beradatangan ke Stasiun Depok meski malam sudah semakin larut. Entah ada berapa Railfans yang datang ke stasiun untuk tidak ketinggalan momen yang kembali mereka dapatkan.

Rangkaian KRL Konservasi Tiba di Jalur 2 Stasiun Depok
Hampir pergantian hari dari Rabu menghadap Kamis tepatnya pukul 23.58 WIB akhirnya rangkaian pun tiba. PAP (Pengawas Peron) Stasiun Depok sudah siap membawa Lampu Hansin menyambut kedatangan rangkaian KRL konservasi masuk di jalur 2. Seraya rangkaian kereta api masuk, Railfans pun sudah bersiaga dengan bidikan kamera berada di peron jalur 1 dan 2 ujung sebelah utara stasiun untuk mengambil gambar lokomotif yang membawa rangkaian. Urutan rangkaian KRL konservasi yang dibawa tahap pertama adalah Lokomotif CC 201 89 02 ( Depo Induk Tanah Abang ) + 1081 + 1082 + 1083 + 1084 + B 0 14 19 + B 0 14 29 + k1 0 99 11 + k1 0 99 02.

Sebelum rangkaian tersebut berangkat, Railfans benar – benar antusias memotret sebanyak – banyaknya seakan tak mau kehabisan momen sedikit pun yang terlewat. Tepat pukul 00.08 WIB PAP berjalan menuju arah lokomotif dan akhirnya membunyikan pluit sambil menaikkan lampu Hansin indikasi warna hijau. Feeeeng …. suara suling lokomotif dibunyikan kemudian perlahan roda baja memutar menggesek rel hingga rangkaian kereta api berjalan. Akhirnya rangkaian KRL konservasi meninggalkan Jabodetabek untuk selama – lamanya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Momen Hadir Secara Bersamaan
Disaat rangkaian KRL konservasi meninggalkan Stasiun Depok, masuk di jalur 1 terdapat KRD Penolong Djoko Tingkir. Informasi bahwa KRD Penolong ini akan menarik KRL seri 5000 ( 5817 – 5017 ). Namun Railfans tidak mengambil gambar di peron stasiun, melainkan diluar stasiun untuk mendapatkan momen yang berbeda. Diketahui bawa KRL seri 5017 ini sudah lama sekali berada di Stasiun Depok Baru tepatnya jalur 2. Karena KRL tersebut juga akan di konservasi ke Stasiun Pasir Bungur.

Baca juga: Konservasi KRL Bekas Pakai Tinggal Menghitung Hari

Dengan berjalan dibawah 30 kilometer per jam mata lampu KRD Penolong menyorot Stasiun Depok dan memasuki jalur 4. Dengan perlahan KRL tersebut berjalan sampai akhirnya masuk di Depo KRL Depok untuk disimpan terlebih dahulu sampai menunggu giliran untuk di konservasi. Diketahui bahwa nomor urutan KRL seri 5000 adalah 5817-5246-5632-1092-1093-5927-5251-5017. Masih ada beberapa rangkaian KRL lagi yang akan dikonservasi tinggal menunggu waktu selanjutnya. (PRAS – Cinta Kereta Api)