Dapat Tepuk Tangan dan Nyanyian dari Penumpang, Pengemudi Bus ini Rupanya Rajin Menyapa

Bak artis terkenal, seorang pengemudi Kowloon Motor Bus di Hong Kong menerima pujian dari banyak orang. Ini karena pengemudi bermarga Lee tersebut selalu menyapa setiap penumpang yang naik ke dalam bus yang dikemudikannya. Padahal Lee baru menjadi pengemudi Kowloon Motor Bus selama lima bulan.

Baca juga: Jepang Uji Coba Bus dengan Teknologi 5G Antara Stasiun

“Aku terkejut. Saya tidak mengharapkan reaksi luar biasa seperti itu,” kata Lee dalam sebuah postingan yang diunggah Kowloon Motor Bus di Facebook yang dikutip KabarPenumpang.com dari thestandard.com.hk (6/12/2021).

Pihak operator bus mengatakan, Lee sering kali mendapat tepuk tangan sejak dirinya bergabung dengan perusahaan itu. Bahkan, rekan seprofesinya menyanyikan lagu pujian bagi Lee atas tindakannya.

Tak hanya itu, seorang penumpang yang memposting di halaman Facebook “Tmpier” mengatakan, bahwa dirinya bertemu dengan pengemudi bus yang tampan. Dia kemudian bercanda bila dirinya sangat terkesan dengan sang pengemudi hingga ingin menikah dengannya.

“Dia (pengemudi) bahkan menyapa setiap penumpang, setiap satu dari mereka,” tulis postingan tersebut.

Dikatakan si penumpang, Lee mengemudikan bus 59M dan bertemu dirinya saat naik dalam bus tersebut beberapa hari lalu. Lee bukan hanya ramah pada penumpang, dia pun memberikan kenyamanan pada penumpang yang menggunakan kursi roda. Dia akan menghentikan bus di tempat yang memudahkan penumpang berkursi roda untuk turun.

Dalam postingan itu pun dituliskan bahwa Lee meminta maaf pada penumpang lain saat dirinya berhenti di tempat penumpang berkursi roda turun. Penumpang itu mengatakan bahwa dia tidak tahu apakah pengemudinya begitu baik kepada penumpang sepanjang waktu sejak dia pulang kerja lebih awal dari biasanya hari itu, tetapi dia “akan mengingat pengemudi itu seumur hidupnya.”

Postingan itu menjadi viral di dunia maya, dengan banyak netizen berbagi pengalaman mereka dengan pengemudi yang tampaknya sama.

“Dia sangat baik dan sopan. Saya melihatnya mengemudi 60X pada hari Minggu, menyapa setiap penumpang,” kata salah satu penumpang lainnya.

Baca juga: Guinness World Records Berduka Atas Wafatnya Pengemudi Bus Terpendek di Dunia

“Saya pernah melihatnya sekali pada kesempatan yang sama dengan penumpang kursi roda di 59M. Pengemudi muda itu benar-benar baik. Saya tidak tahu apakah itu orang yang sama,” tambah yang lain.

Bantu Penumpang dari Groper, Pengemudi Bus Dapat Surat Pujian dari Kepolisian

Mungkinkah seorang pengemudi bus bisa menjadi detektif dadakan untuk membantu penumpangnya yang dilecehkan penumpang lain? Jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Hal ini karena menyangkut pekerjaan dan rasa ingin membantu pada orang lain. Namun, biasanya banyak pengemudi yang membantu dibandingkan mengacuhkan penumpang yang dilecehkan oleh penumpang lainnya.

Baca juga: Penumpang Tandai Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dengan Stempel Anti-Groping

Itu seperti yang dilakukan Tatsunori Koga yang adalah pengemudi bus di Jepang. Saat itu pada Jumat (19/11/2021) sore, pria berusia 25 tahun tersebut tengah bekerja dan duduk di kursinya. Dia bukanlah duduk di kantor, melainkan dibelakang kemudi bus karena dirinya seorang pengemudi bus untuk Meitetsu Bus Company yang berbasis di Nagoya, Jepang.

KabarPenumpang.com melansir soranews24.com (4/12/2021), sore itu sekitar pukul 16.00 waktu setempat, Koga menepikan bus yang dikemudikannya di halte bus daerah Moriyama Nagoya. Sama dengan bus kebanyakan, bus yang dikemudikan Koga mengharuskan penumpang turun dari pintu bagian depan kendaraan.

Namun, saat perhentian itu, ada seorang gadis berusia 18 tahun yang berjalan dekat kursi kemudi Koga. Dia tidak turun tetapi melaporkan adanya pelecehan seksual atau groping kepada Koga.

“Seseorang menyentuhku,” dia memulai saat air mata menggenang dimatanya dan mulai menangis.

Ketika Koga mendengarkan yang gadis itu utarakan, penumpang lain berusian 60-an menyelinap melewati gadis itu dan turun dari bus dengan sikap acuh tak acuh.

Itu dia,” kata gadis itu sambil menunjuk pria itu sambil terus menjaga jarak antara dirinya dan bus.

Koga mengaku, saat itu dirinya harus mencari tahu kebenaran yang terjadi. Dia kemudian mengejar dan mendekati pria itu, tetapi pria lanjut usia tersebut mengatakan dirinya hanya tidak sengaka menabrak gadis tersebut.

Sayangnya Koga tak percaya, kemudian kembali bertanya dan saat itu mobil polisi melintas. Dia menghentikannya dan petugas mengambil alih hal tersebut setelah Koga menceritakan apa yang terjadi.

Setelah ditangani polisi, pria itu mengakui kejahatannya dan mengatakan, “Saya ingin melihat bagaimana dia akan bereaksi.”

Untuk diketahui, salah satu yang membuat penangkapan groper sulit adalah mereka sering menyerang saat kendaraan sedang ramai, seperti yang dilakukan pria itu saat bus Koga penuh dengan penumpang pada tahap awal jam sibuk. Seringkali pada saat korban menyadari bahwa kontak tersebut disengaja, groper sudah mendapatkan kegembiraannya dan melarikan diri di perhentian berikutnya, kemudian benar-benar menghilang dari tempat kejadian sebelum korban bahkan dapat melaporkan kejadian tersebut ke figur yang berwenang.

Namun, berkat kesediaan cepat gadis itu untuk maju dan tanggapan cepat Koga, groper ditangkap dan ditahan. Pada awal bulan ini, Koga menerima surat pujian dari Bangsal Moriyama di Kepolisian Prefektur Aichi.

Baca juga: Tak Mau Naik di Gerbong Khusus Wanita, Ternyata Ini Alasan Para Wanita Jepang

Setelah menerimanya, dia berkata, “Tindakan groper benar-benar tidak termaafkan, dan saya merasa kasihan pada korbannya. Demi warga sekitar, saya ingin terus bekerja untuk membuat bus kami menjadi bus yang mereka rasa aman untuk dikendarai,” membuktikan bahwa dia tidak hanya kadang-kadang terdengar seperti detektif, tetapi juga kadang-kadang terdengar seperti pahlawan super.

Bus DMV – Bisa Berjalan di Jalan Raya dan Rel, Siap Mengular di Akhir Tahun

Jepang mungkin bisa disebut sebagai negara yang bisa melakukan apa saja. Hal ini karena terlihat dari berbagai pengembangan yang sudah dilakukan, salah satunya adalah pada moda transportasi. Mungkin Anda bingung apa saja pengembangan transportasi di Jepang?

Baca juga: Kertalaya, Bus Rel Pertama di Indonesia

Salah satunya yakni kendaraan dual mode atau DMV (dual mode vehicle) yang dijadwalkan akan beroperasi di Negeri Sakura ini pada Hari Natal 25 Desember 2021. DMV ini mulai dikembangkan sejak 2002 lalu dan ini adalah bus yang juga bisa berjalan di rel kereta. Kemudian sistem tersebut dijalankan oleh perusahaan Asa Coast Railway Jepang.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (6/12/2021), saat ini sudah ada tiga kendaraan yang akan menempuh jarak sekitar 123 km atau sekitar 76 mil. Jarak ini melintas dari Awa Kainan Bunka Mura di prefektur Tokushima ke marian Umi ni Eki Toromu di prefektur Kochi.

DMV ini adalah bus bertenaga diesel yang dimodifikasi dan bisa membawa hingga 23 penumpang dengan 18 kursi dan empat lainnya berdiri termasuk di dalamnya pengemudi. Saat di jalan, DMV hanya bergerak dengan bannya seperti bus lainnya.

Meski begitu bus ini akan bisa melintasi rel trek khusus DMV dengan menekan sebuah tombol maka set roda untuk rel baja depan dan belakang menyebar dari bagian bawahnya. Ban depan kendaraan diangkat sepenuhnya dari lintasan, sedangkan set belakang tetap bersentuhan dengan rel untuk memberikan tenaga penggerak.

Bus kemudian dapat mengatur kecepatan mode rel tertinggi 80 km per jam (50 mph), meskipun dalam praktiknya akan tetap pada kecepatan jelajah 60 km per jam (37 mph). Di sepanjang rute tepi lautnya yang sebagian besar ditujukan untuk melayani pelancong dan DMV akan berganti moda dua kali.

Seluruh proses perubahan mode dilaporkan hanya membutuhkan waktu 15 detik. Untuk alasan keamanan, kendaraan tidak akan menggunakan jalur rel yang ada yang saat ini digunakan oleh kereta api. Menurut Asa Coast Railway, kemampuan DMV untuk menjalankan sebagian besar rutenya di atas rel harus membuatnya jauh lebih hemat bahan bakar dan lebih sedikit polusi daripada bus tradisional.

Itu juga harus membutuhkan lebih sedikit perawatan, ditambah itu mungkin bisa membantu mengangkut orang jika terjadi gempa bumi atau bencana lainnya, di mana jalan raya atau jalur kereta api tidak dapat dilalui. Perusahaan juga mengklaim bahwa DMV akan menjadi bus mode ganda pertama di dunia yang digunakan untuk umum.

Baca juga: Railbus Batara Kresna, Wahana Unik yang Melaju di Rel Bekas Trem

Meskipun ini mungkin benar, truk pemeliharaan kereta api telah menggunakan teknologi yang sama selama beberapa dekade. Selain itu, baik Unimog dan BladeRunner telah mengembangkan kendaraan pengangkut penumpang dan kargo mode ganda.

Inilah Goose, Kopilot Digital Masa Depan! Bakal Disertifikasi Tahun 2022

Profesi kopilot di masa depan bisa dibilang tak aman disebabkan teknologi. Saat ini, perusahaan Jerman, AeroSys, diketahui tengah mengembangkan Goose, teknologi kopilot digital masa depan. Bila tak ada aral melintang, tahun 2022 Goose sudah bisa beroperasi terbatas dan baru pada tahun 2024 kopilot digital ini ditargetkan bisa beroperasi secara komersial bersama maskapai.

Baca juga: Dukung Single Cockpit, Honeywell Luncurkan Sistem Kokpit Anthem Berbasis Cloud Pertama di Dunia

Seiring perkembangan teknologi, peran manusia di dunia penerbangan menjadi sangat terbatas. Dahulu, kokpit diisi oleh lima orang, termasuk pilot dan kopilot, radio operator, navigator, dan flight engineer. Tiga terakhir sudah lenyap digantikan teknologi. Kini, satu lainnya, yaitu kopilot/pilot, sudah diatur untuk disingkirkan di masa mendatang.

Belum lama ini, Cathay Pacific mengumumkan rencana menerbangkan armada Airbus A350 dengan satu pilot mulai tahun 2025 mendatang. Itu dilakoni di hampir seluruh penerbangan jarak jauh A350, dengan catatan proses sertifikasi berjalan lancar sesuai rencana. Dengan begitu, kebutuhan pilot maskapai Hong Kong itu bisa ditekan.

Saat ini, Cathay Pacific telah memulai mimpi berbalut Project Connect tersebut bersama Airbus untuk mengembangkan operasi penerbangan jarak jauh A350 dengan hanya satu pilot.

Kendati demikian, Cathay Pacific belum akan meluncurkan penerbangan A350 satu pilot usai mendapat sertifikasi dari regulator. Begitu juga dengan Goose, si kopilot digital. Keamanan akan menjadi proritas utama semua pihak dan masih mengkaji pendapat para penumpang terkait itu.

Dilansir Simple Flying, ide membuat kopilot digital Goose bermula dari keinginan pribadi Hahn, pilot profesional di AS, pada tahun 2019. Ketika itu, ia merancang hadrware untuk membantu memberi tahunya tentang potensi pelanggaran wilayah udara.

Teknisnya, perangkat yang dilengkapi GPS ini akan memberitahu Hahn melalui suara saat ia mendekati wilayah udara yang memerlukan izin sebelum memasukinya. Ini kemudian dikembangkan Hahn untuk memperiksa daftar checklists yang biasa digunakan.

Setelah dirasa sangat bermanfaat untuk diri sendiri, Hahn kemudian berbagi kisah tentang Goose si kopilot digital. Siapa sangka, ternyata mereka antusias dan beberapa meminta dibuatkan alat serupa. Dari situ, ide bisnis Hahn bekerja dan terbesit untuk fokus mengembangkan alat itu.

Sayangnya, itu terbentur dari segi pendanaan. Saat diputuskan untuk mencari investor pun, hampir tak ada yang mau dan percaya terhadap gagasan kopilot digital. Tak mau putus asa, Hahn datang ke DLR (Jerman Aerospace Center) dan diterima dengan tangan terbuka.

Saat ini, Goose, yang menjadi produk dari AeroSys, tengah menyempurnakan kopilot digital untuk membantu operasi single pilot. Ditargetkan, pada Agustus 2022 mendatang, Goose yang sudah disertifikasi bisa digunakan di pesawat-pesawat kecil. Pada tahun 2024, itu ditargetkan bisa beroperasi di maskapai komersial.

Baca juga: Menghilangkan Kopilot dari Dunia Penerbangan Sipil, Mungkinkah?

Sebagai kopilot digital, fungsi Goose sesuai dengan kopilot sungguhan. Ia dapat mengingatkan pilot tentang caranya terbang; mendengarkan komunikasi antara pilot dengan ATC berserta instruksinya, sehingga bilamana pilot tidak sesuai dengan instruksi yang diberikan, Goose akan memperingatinya; mengingatkan pilot saat mereka kehilangan fokus; dan lainnya.

Saat ini, Goose masih berupa hardware kotak kecil seukuran radio mini yang dicolok kabel sesuai kebutuhan. Ke depan, AeroSys sedang memutar otak agar itu ditanam langsung di pesawat menjadi satu kesatuan, bukan hardware yang terpisah. Andai ini terjadi, bagaimana dengan nasib pilot di masa mendatang? Menarik dinanti.

 

Dituding Qatar Airways Tak Serius Terkait Masalah Cat A350, Airbus Tempuh Jalur Hukum!

Airbus akhirnya buka suara terkait gonjang-ganjing permasalahan permukaan di bawah cat pesawat A350. Raksasa manufaktur pesawat asal Eropa itu menolak disebut ini masalah besar dan berdampak pada kelaikan.

Baca juga: Kepanasan, Cat Pesawat Airbus A350 Qatar Airways Meleleh! Maskapai Lain Senasib

Tak hanya itu, Airbus juga telah mempersiapkan langkah menuju ke ranah hukum atas tudingan maskapai yang menyebut bahwa Airbus tak serius dalam menanggapi masalah ini.

“Dalam menghadapi ongoing mischaracterisation of non-structural surface degradation pada armada pesawat A350 oleh salah satu pelanggannya, Airbus menjadi perlu untuk mencari penilaian hukum independen sebagai jalan ke depan untuk menyelesaikan perselisihan, yang tidak dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak selama diskusi langsung dan terbuka,” kata Airbus dalam keterangan resminya kepada KabarPenumpang.com.

“Keselamatan adalah prioritas utama Airbus. Temuan terkait surface paint-related telah dinilai secara menyeluruh oleh Airbus dan dikonfirmasi oleh European Aviation Safety Agency (EASA) karena tidak memiliki dampak kelaikan udara pada armada A350,” lanjutnya.

“Upaya pelanggan ini untuk salah mengartikan topik khusus ini sebagai masalah kelaikan udara merupakan ancaman terhadap protokol internasional tentang masalah keselamatan,” tambahnya.

Meski tak disebut dengan gamblang, mereka yang mengikuti pemberitaan ini tentu tahu untuk siapa pernyataan ini ditujukan. Siapa lagi kalau bukan Qatar Airways.

Dalam sebuah wawancara bersama Simple Flying, CEO Qatar Airways, nampak sangat murka bukan hanya masalah pada pesawat tersebut, tetapi juga cara Airbus menanggapi persoalan. Padahal, menurut Al Baker, ini adalah masalah besar yang berdampak pada kelaikan pesawat.

“Qatar Airways mengharapkan Airbus telah menetapkan akar permasalahan dan secara permanen memperbaiki kondisi yang mendasarinya demi kepuasan Qatar Airways dan regulator kami sebelum kami melakukan pengiriman lebih lanjut Pesawat A350,” ujarnya.

“Sayangnya saya tidak bisa menjelaskan detailnya. (Airbus) mengabaikan fakta bahwa ada masalah serius dengan yang kami hadapi dengan (A350). Mereka hanya mencoba bermalas-malasan dan menyeret kaki mereka alih-alih bekerja nyata dan memecahkan masalah yang dimiliki pesawat mereka,” jelasnya.

Airbus sendiri mengaku menyesal atas apa yang tengah direncanakannya (jalur hukum). Tetapi, mereka tak punya pilihan lain untuk mempertahankan reputasinya sebagai raksasa produsen pesawat global yang aktif dalam melakukan segala tindaka pencegahan, termasuk kaitannya dengan pelayanan ke maskapai.

Lebih lanjut, Airbus menegaskan bahwa pesawat A350 yang bermasalah pada permukaan bawah cat hingga dituding tak laik itu 99,5 persen andal dan membantu pemulihan ekonomi global pasca dihantam pandemi Covid-19.

Baca juga: Bermasalah, Qatar Airways Kandangkan 13 Unit Airbus A350, Al Baker Murka!

Sebelum benar-benar menyerang balik Qatar Airways atas tudingan negatifnya, Airbus bagaimanapun tetap ingin ini diselesaikan dengan cara damai dan konstruktif mengingat keduanya saling membutuhkan satu sama lain.

Terkait dengan penanganan masalah pada A350 sendiri, Airbus mengklarifikasi bahwa berbagai usulan EASA terkait Expanded Copper Foil (ECF) sudah ditindaklanjuti dengan apa yang disebut melakukan Perforated Copper Foil.

Intip Kemewahan Penthouse Berjalan Milik Justin Bieber

Justin Bieber salah satu musisi muda yang hingga kini namanya masih melejit di jagat musik dunia. Karena pekerjaannya, pemilik single Baby ini harus konser dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini kemudian membuat dirinya memamerkan sebuah tour bus yang akhirnya dijadikan rumah kedua.

Baca juga: Crazy Rich Asal Malang Punya Jet Pribadi dan Bus Mewah, Ini Dia Armadanya

Bisa dikatakan ini cukup mengejutkan publik dan para penggemarnya. Dirangkum KabarPenumpang.com dari GQ, Justin membeli bus tersebut sejak setahun lalu saat pandemi Covid-19. Demi menjaga jarak, bus ini pun akhirnya dibeli agar dirinya bisa bepergian. Dia membagikan bus miliknya di akun YouTube pribadinya dan memperlihatkan keseluruhan isi yang ada di dalamnya.

“Selama pandemi kita dianjurkan untuk jaga jarak. Jadi kita melakukan trip lewat jalur darat yang sangat keren. Bahkan kita sempat roadtrip dari rumahku di Kanada menuju tempat tinggalku di LA,” ujarnya.

Bus miliki Justin adalah bus Prevost RV yang dia rancang layaknya sebuah penthouse. Area pertama bus ini adalah ruang kerja yang adalah tempat Justin biasa menulis lagu atau sekedar mengecek email yang masuk. Kemudian disebelahnya ada ruang santai dengan sofa bed dan TV plasma raksasa. Ruang kerja juga digunakan untuk bersantai karena dilengkapi dengan berbagai macam benda seni termasuk foto sang isti Hailey Baldwin.

“Nah, di belakang ini adalah tempat tidurku,” ujarnya sambil berjalan menuju ruang lain yang difungsikan sebagai kamar tidur.

Justin bahkan mengaku, kamar tidur menjadi tempat dia paling sering menghabiskan waktu ketika dalam perjalanan. Di tempat tidur dia bersantai sembari menonton film. Tepat di sebelah kamar tidurnya, ada kamar mandi di mana toilet dan shower terpisah. Menjadi penthouse berjalan, bus milik Justin juga dilengkapi dengan sauna yang menggunakan teknologi infrared.

“Saat tur, aku harus memastikan tubuhku berada pada level optimal. Banyak hal yang terjadi saat tur. Kau melakukan pertunjukan selama 1,5 jam, yang mana itu sama dengan kegiatan seorang atlet profesional. Manggung membuat tubuhmu kelelahan,” katanya.

Baca juga: Inilah Journey, Bus Mewah dengan Interior ala Kondominium

Karena dirinya banyak melakukan perjalanan, ada beberapa lemari yang dibuat untuk menyimpan pakaian dan sepatu. Justin menjelaskan dirinya sangat menyukai ruang santai karena bisa berkumpul bersama kru, pemain band hingga para penarinya. Untuk membuat bus ini sebagai penthouse berjalan, Justin diperkirakan mengabiskan uang sebanyak US$1,5 juta (Rp21,76 miliar) hingga sekitar US$2,7 juta (Rp39,19 miliar).






















Terlepas dari Kasus Siskaeee, Ini Bahaya ‘Telanjang’ di Bandara untuk Kesehatan

Siskaeee akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pamer payudara di Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA, Kulon Progo, Yogyakarta. Sebelum Siskaeee, di belahan dunia lain, semisal Amerika Serikat (AS), kasus serupa dengan Siskaeee marak terjadi dan juga berurusan dengan petugas, meskipun tidak sampai ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Lebih Parah dari Siskaeee, Survei Membuktikan: 1 dari 10 Penumpang Berhubungan Seks di Bandara

Terlepas dari sudut pandang secara hukum, berpakaian setengah telanjang, telanjang, atau berpakaian sangat terbuka di bandara dan di pesawat sadar atau tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Di masa lalu, sekitar tahun 1945, bepergian dengan pesawat kemanapun masih terbatas pada kalangan atas saja dan harga tiketnya pun sangat mahal. Sebagai gambaran, perjalanan dari New York ke London dipatok seharga US$711. Cukup mahal untuk ukuran saat itu.

Di samping itu, bepergian dengan pesawat juga, secara tidak langsung, diharuskan mengenakan setelan yang rapi, seperti mengenakan jas, gaun, dan lain sebgainya, bak mau pergi ke pesta. Sangat prestisius. Ini berlaku di penerbangan manapun di seluruh dunia, bukan hanya di AS dan negara-negara maju saja.

Seiring berjalannya waktu, terlebih ketika Pan Am, maskapai legendaris AS, mempelopori kelas ekonomi modern jarak jauh dan membuat lebih banyak orang bepergian lintas benua dengan mudah dan murah. Gelombang wisawatan terus meningkat seiring banyaknya airlines global yang mengikuti jejak Pan Am.

Di tahun 1978, pemerintah AS menghapus aturan berbusana formal saat naik pesawat terbang. Traveler bisa memakai baju apa saja, dan akhirnya mulailah traveler memakai baju yang lebih terbuka di pesawat. Sejak saat itu, penumpang pesawat pun tak jarang yang memakai pakaian yang nyeleneh bahkan setengah telanjang.

Meski tidak dilarang petugas bandara, namun, maskapai penerbangan mempunyai standar busana tersendiri untuk penumpang.

Sekalipun alasannya karena norma kesopanan, namun, menurut beberapa pengamat, larangan berpakaian terbuka di bandara dan pesawat terkait dengan alasan kesehatan, seperti terkena penyakit kulit dan sebagainya.

“Pesawat-pesawat itu dibersihkan dua kali setahun. Mengapa Anda ingin kulit Anda menempel di kursi itu?” pakar perjalanan udara, George Hobica seperti dikutip dari nypost.com.

Senada dengan Hobica, profesor mikrobiologi dan patologi di NYU Grossman School of Medicine, Philip Tierno, Ph.D, mengatakan seluruh kuman penyebab pilek, flu, infeksi staph, dan norovirus, termasuk E. Coli penyebab infeksi serius, ditemukan bersembunyi di permukaan kabin pesawat, seperti kursi, meja, dinding, tirai, pintu toilet, dan lain sebagainya.

Celakanya, kursi pesawat tidak dibersihkan dengan sangat baik dan detail antar tiap penerbangan sehingga membuat kuman-kuman tersebut lebih bebar berkembang biak.

Baca juga: Diduga Gila, Wanita Telanjang Keluyuran di Bandara

Andai pun terhindar dari masalah kesehatan karena menggunakan pakaian you can see di pesawat dan di bandara, tetap saja, itu menjijikan, kata Hobica.

“Ribuan orang duduk di pesawat ini setiap minggu dan kemudian Anda duduk di dalamnya,” katanya

Disorot Gegara Rentetan Kecelakaan, TransJakarta Ternyata Punya Deretan Sopir Cantik

Enam kecelakaan bus dalam 40 hari membuat PT TransJakarta mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan, utamanya stakeholders.

Baca juga: Dianggap Terlalu Cantik Jadi Pengemudi Bus, Wanita Asal Inggris Tetap Pada Pendiriannya

Terlepas dari itu, bagi kalian penumpang aktif bus TransJakarta, utamanya perempuan yang berada bagian depan, pasti sudah akrab dengan pemandangan pramudi atau sopir cantik Tije. Profesi yang dahulu dilabeli sebagai pekerjaan kaum adam itu memang belakangan sudah tak berlaku lagi. Banyak perusahaan yang mulai menerima kehadiran wanita cantik sebagai sopir, termasuk TransJakarta.

Dari sederet sopir wanita cantik TransJakarta, tanpa mengesampingkan pramudi wanita lain, setidaknya ada enam yang menarik untuk dibahas.

1. Vidia

Dari kanal YouTube @Newbi55 Scania, Vidia adalah salah satu pramudi wanita cantik bus TransJakarta yang mengemudikan Steady Safe jenis Maxi. Sebelumnya, ia juga pernah mengemudikan bus Mercy Transjakarta.

2. Pusriadiatama

Hobi menyetir mengantarkannya mengambil profesi sebagai sopir. Dilihat dari kanal YouTube @ewbi55 Scania, sopir wanita cantik bus TransJakarta ini mulai bekerja dengan BUMD transportasi itu sejak tahun 2006. Namun pada tahun 2010, ia memutuskan hijrah ke operator PT Mayasari Bhakti. Selama mengemudikan bus Transjakarta, wanita asal Bogor ini beroperasi di Koridor 6 Ragunan-Dukuh Atas.

3. Lina

Paramudi cantik bus Transjakarta adalah Lina. Dilihat dari kanal YouTube @Brian sihombing, Lina adalah driver wanita busway Koridor 9 Pinang Ranti-Grogol.

4. Sarah

Sarah adalah paramudi Bus Transjakarta rute Cawang-Depok. Dikutip dari kanal YouTube @RUDE 11, driver wanita yang murah senyum ini sudah mengabdi di TransJakarta selama 15 tahun. Ia membawa unit Mercedes Benz 1526. Ia rela bangun pagi demi mengemban tanggung jawab dalam tugas untuk membahagiakan anak dan keluarga.

Baca juga: Guinness World Records Berduka Atas Wafatnya Pengemudi Bus Terpendek di Dunia

5. Mariyani

Berbeda dengan Pusriadiatama, sopir bus TransJakarta yang satu ini memutuskan bergabung menjadi pramudi lantaran merasa tertantang. “Laki-laki bisa kenapa saya enggak,” kata pramudi wanita cantik bus Transjakarta Koridor 1 Blok M-Kota, seperti dilihat dari kanal YouTube @Potretjurnalis.

6. Ira Puspita

Srikandi Busway yang satu ini bisa dibilang paling ekstrem. Bukan cara mengemudikannya, melainkan keputusannya menjadi pramudi wanita cantik bus Transjakarta. “Dulu rawat orang sakit, sekarang rawat mobil,” candanya dalam kanal YouTube @ewbi55 Scania. Ia memutuskan alih profesi menjadi pramudi karena bisa menghilangkan rasa bosan.

Di Rusia, Setiap Tahun Rata-rata ada 15 Insiden Terkait Push Back Car di Bandara

Fungsi dari aircraft towing atau push back car sudah lazim diketahui orang, yaitu untuk menarik atau mendorong pesawat dari apron ke area taxii. Namun, lantaran masih dioperasikan secara manual, maka acap kali penggunaan towing car berujung insiden. Meski bukan insiden maut, tapi akibat pengoperasian yang keliru pada push back car dapat menyebabkan kerugian besar pada maskapai dan pihak pengelola bandara.

Baca juga: Ban Towing Car di Bandara Internasional Hong Kong Meledak, Nyaris Hantam Petugas Ground Handling

Sebuah rangkuman menarik dirilis Rosaviatsiya – Agen Transportasi Udara Federal yang menjadi regulator penerbangan sipil di Rusia menyebutkan, bahwa setiap tahun terdapat rata-rata 15 insiden yang terkait pengoperasian push back car. Insiden yang dimaksud bukan karena masalah teknis dari kendaraan, melainkan lebih kepada humar error. Dikutip dari flightglobal.com (19/10/2021), 13 unit pesawat mengalami kerusakan selama sembilan bulan pertama di tahun 2021.

Rosaviatsiya menyebut pemicu insiden karena adanya pelanggaran prosedur, termasuk perintah ambigu (tidak jelas) yang diterima pengemudi, kemudian ada kegagalan untuk membersihkan rintangan pada rute, sampai kesalahan memberikan ruang manuver yang cukup di sekitar apron. Yang lainnya ada juga insiden yang disebabkan oleh kesalahan pilot atau awak pesawat.

“Aktivitas towing pesawat adalah salah satu jenis kegiatan ground handling yang punya risiko tinggi mengakibatkan kerusakan pada pesawat dan cidera pada personel jika terjadi penyimpangan prosedur,” ujar juru bicara Rosaviatsia dalam buletin Keselamatan Penerbangan Rusia yang dirilis 14 Oktober 2021.

Rosaviatsia menyatakan bahwa kegiatan penarikan pesawat membutuhkan peralatan, pelatihan, dan keterampilan yang benar. Rosaviatsia memberikan contoh insiden yang melibatkan Sukhoi Superjet 100 di Bandara Chelyabinsk pada November 2019. Pengemudi push back carr berusaha untuk bergerak tanpa menunggu perintah, pada saat yang sama, awak pesawat telah mengaktifkan rem parkir, yang mengakibatkan kerusakan serius pada nose gear. “Menurut penjelasan pengemudi push back car, Ia melihat isyarat tangan yang salah dari kru penarik sebagai perintah untuk mulai menarik,” kata Rosaviatsia.

Baca juga: Teknologi Aircraft Towing System Janjikan Penghematan Bahan Bakar dan Tekan Emisi C02!

Rosaviatsia mengatakan penyedia ground-handling – yang tidak selalu berhubungan langsung dengan operator pesawat – memiliki tanggung jawab untuk memastikan personelnya memiliki keterampilan yang diperlukan dan peralatan yang sesuai untuk memastikan keselamatan aktivitas penarik, dan berinteraksi dengan benar ke manajemen operator pesawat dan bandara.






















Hari Ini, 51 Tahun Lalu, Artem Mikoyan, Pencipta Jet Tempur “MiG-Series” Wafat

Pada hari ini, 51 tahun yang lalu, bertepatan dengan 9 Desember 1970, Artem Mikoyan, insinyur penerbangan Uni Soviet meninggal dunia. Meski namanya dikenal harum di negaranya dan negara-negara pecahan Uni Soviet berkat dedikasinya di bidang aviasi, tetapi, di negara barat, ia dituding mencuri desain mesin Rolls-Royce dan menerapkannya pada pesawat-pesawat buatannya.

Baca juga: Inilah Daftar Pesawat Buatan Uni Soviet dan Rusia Terlaris

Dilansir infofamouspeople.com, sebagaimana William Edward Boeing yang sukses mendirikan Boeing, Sergey Ilyushin yang sukses dirikan Ilyushin, Andrei Nikolayevich Tupolev yang juga sukses dirikan Tupolev, Pavel Sukhoi yang sukses dirikan Sukhoi, dan Oleg Antonov yang sukses dirikan Antonov, Artem Mikoyan juga merintis karir dari nol.

Sebelum sukses mendirikan Biro Desain Mikoyan-Gurevich dengan penamaan “MiG” seperti jet tempur MiG-15, MiG-17, MiG-19, MiG-21, MiG-23 sampai MiG-25 yang khas, Artem Mikoyan pernah bekerja di pabrik-pabrik sebagai operator peralatan mesin dan dinamo di Rostov sebelum akhirnya pindah ke Moskow untuk ikut wajib militer.

Pria pasangan dari Hovhannes Mikoyan dan Tamara Mikoyan ini diketahui lahir di Sanahin, Armenia. Kedua orang tuanya adalah rakyat biasa. Tak heran bila Artem Mikoyan hanya mencapai lulusan SD.

Usai ikut wajib militer, Mikoyan bergabung dengan Akademi Angkatan Udara Zhukovsky dan lulus pada tahun 1936 diikuti dengan keberhasilannya menciptakan pesawat pertama. Pasca lulus, karirnya terus meningkat. Ia bekerja di Polikarpov sebelum diangkat menjadi kepala biro desain pesawat baru di Moskow pada Desember 1939.

Bersama Mikhail Gurevich, Mikoyan membentuk biro desain Mikoyan-Gurevich, yang kemudian kondang memproduksi serangkaian pesawat tempur MiG.

Pada bulan Maret 1942, biro tersebut berganti nama menjadi OKB MiG (Osoboye Konstruktorskoye Büro), ANPK MiG (Aviatsionnyy nauchno-proizvodstvennyy kompleks), dan terakhir OKO MiG.

Di bawah biro desain tersebut, Artem Mikoyan dan Mikhail Gurevich terus berusaha mengembangkan pesawat tempur canggih pada zamannya, tetapi tidak ada yang memuaskan. Kendalanya diketahui ada pada mesin.

Setelah Perang Dunia II, dimana Uni Soviet dan sekutu keluar sebagai pemenang, Uni Soviet berusaha memanfaatkan teknologi Jerman.

Mereka mempunyai misi terselubung, mengumpulkan blue print desain mesin buatan Jerman, salah satunya BMW 109-003, untuk disadur dan dikembangkan sebagai mesin buatan sendiri. Ini membuahkan hasil dan mesin jet 003 diproduksi massal Uni Soviet mulai tahun 1947.

Akan tetapi, itu belum cukup. Akhirnya, Presiden Uni Soviet saat itu, Josep Stalin, disarankan untuk membeli mesin canggih dari Inggris. Namun, ia sempat pesimis karena tidak ada negara yang mau memberikan rahasia teknologinya ke mereka.

Singkatnya, Inggris justru setuju memberikan izin penjualan mesin Rolls-Royce Nene. Mesin ini akhirnya direkayasa ulang oleh Artem Mikoyan dan berhasil melahirkan mesin jet Soviet Klimov VK-1 dan dipasang di pesawat MiG-15, dan pengembangannya menjadi mesin dari pesawat generasi berikutnya, seperti MiG-17, -21, -23, dan -25.

Baca juga: Vickers VC10, Raja Udara yang Disadur Uni Soviet (Lagi) di Era Perang Dingin

Berkat dedikasinya itu, ia berhasil naik kelas sosial dan berandil besar terhadap istrinya, Anastas Ivanovich Mikoyan, menjadi seorang pejabat tinggi di Pemerintahan Uni Soviet. Mikoyan bahkan dua kali dianugerahi Pahlawan Buruh Sosialis, medali sipil tertinggi Uni Soviet.

Setelah melewati masa-masa sukses, ia wafat pada 9 Desember 1970 di Moskow pada usia 65 tahun (lahir pada 5 Agustus 1905).