Terminal 5 Bandara Changi Ditargetkan Rampung Tahun 2030

Dampak pandemi Covid-19 terhadap perjalanan udara internasional cukuplah besar. Banyak negara yang kehilangan pelancong dan berbagai hal lainnya yang tengah dilakukan negara tersebut. Ini juga terjadi pada negara tetangga Singapura, di mana rencana pengembangan proyek mega Terminal 5 (T5) Bandara Changi masih dalam kajian.

Baca juga: Demi Pembangunan Terminal 5, Bandara Changi Kutip Pajak Hingga S$15 Per Penumpang

Kementerian Transportasi (MOT) mengatakan pada hari Senin (17/1/2022) bahwa jeda dua tahun yang diumumkan pada Mei 2020 akan memungkinkan pihak berwenang untuk memiliki kejeasan lebih lanjut tentang laju pemulihan perjalanan udara sebelum memutuskan bagaimana proyek harus dilanjutkan.

“Kami sedang meninjau rencana ini saat kami terus membangun kembali hub udara kami, dan akan memberikan pembaruan pada T5 saat siap,” kata juru bicara MOT yang dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (18/1/2022).

Sebelum adanya pandemi, T5 dijadwalkan akan selesai sekitar tahun 2030. Diperkirakan akan mencakup area daratan yang setara dengan sekitar 667 lapangan sepak bola, dan ditujukan untuk menyediakan kapasitas di masa depan bagi bandara untuk menunggangi proyeksi pertumbuhan perjalanan udara.

Nantinya terminal ini akan menangani hingga 50 juta penumpang per tahun pada tahap awal. Ini, bersama dengan pekerjaan peningkatan Terminal 2 (T2), akan meningkatkan total kapasitas penanganan penumpang Bandara Changi sekitar 65 persen menjadi sekitar 14 juta penumpang per tahun.

Namun sebagai tanda bahwa pemulihan tidak berjalan secepat yang diharapkan, penghentian operasi di T2 diperpanjang. Untuk diketahui, terminal seharusnya ditutup selama 18 bulan sejak Mei 2020. Tetapi belum dibuka kembali bahkan setelah tanda 18 bulan berlalu pada November 2021.

Grup Bandara Changi mengatakan bahwa bandara berencana untuk melanjutkan operasi T2 secara bertahap, bersamaan dengan pemulihan lalu lintas. Juru bicara MOT mengatakan pada hari Senin bahwa lalu lintas penumpang di Bandara Changi telah mencapai sekitar 15 persen dari tingkat sebelum pandemi pada akhir Desember.

Dia menambahkan, pemulihan lebih lanjut diharapkan pada tahun 2022. Profesor Alan Tan dari National University of Singapore Law School, yang spesialisasinya termasuk hukum penerbangan, mengatakan bahwa penundaan lebih lanjut untuk T5 tidak akan mengejutkan, mengingat konstruksi dipengaruhi oleh kurangnya pekerja yang bersumber dari luar negeri serta masalah dalam rantai pasokan bahan bangunan.

Tapi Associate Professor Volodymyr Bilotkach, yang dari program gelar manajemen transportasi udara di Institut Teknologi Singapura, mengatakan dia tidak percaya rencana untuk T5 harus ditunda.

Baca juga: Sepi Penumpang, Singapura Bekukan Terminal 2 Bandara Changi Selama 18 Bulan

“T5 adalah tentang strategi di sini, cakrawala perencanaan dalam beberapa dekade, bukan tahun. Karena lalu lintas udara diperkirakan akan kembali ke lintasan pertumbuhannya setelah pandemi, T5 akan menjadi sangat penting untuk mempertahankan posisi Singapura di dunia kompetitif global,” katanya.

Balon Udara Jatuh di Bandara dan Nyaris Membakar Pesawat

Teror balon udara di dunia penerbangan tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga terjadi di Kolombia. Baru-baru ini, sebuah balon udara dilaporkan terjatuh di Bandara Internasional José María Cordova Medellin, Kolombia dan nyaris mengenai sebuah pesawat Boeing 737 Copa Airlines yang sedang parkir.

Baca juga: Meledak dan Terjun Bebas dari Ketinggian 300 Meter, Kecelakaan Balon Udara di Luxor Menjadi yang Paling Mematikan

Andai mengenai pesawat, bukan tak mungkin balon udara tak bertuan itu akan membakar pesawat bila tak cepat ditangani petugas.

Insiden balon udara jatuh di Bandara Internasional José María Cordova Medellin, Kolombia, bukan kali pertama terjadi. Pada Selasa, 28 Desember 2021, sekitar pukul 13.20 waktu setempat, sebuah balon udara jatuh di atas jet bridge atau garbarata, dan hampir membakar dua pesawat Viva Air dan Avianca.

Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan kerusakan atau gangguan operasional apapun karena respon cepat petugas.

Insiden berlanjut pada Minggu, 16 Januari 2022. Ketika itu, balon udara kedua jatuh di bandara. Berbeda dengan insiden pertama, balon udara kali ini berukuran agak besar.

Dalam video viral yang beredar di media sosial, nampak balon udara berwarna warni perlahan jatuh di Bandara Internasional José María Cordova Medellin, sangat dekat dengan pesawat Boeing 737 Copa Airlines yang sedang parkir.

Maskapai tersebut diketahui memang terbang antara lima dan enam kali sehari antara Kota Panama dan Medellin, menawarkan hampir 6.500 kursi per minggu. Beruntung, insiden ini tidak sampai membuat gangguang operasional dari maskapai tersebut.

Atas insiden tersebut, manajer Bandara Internasional José María Cordova Medellin, Fredy Jaramillo, mengatakan, “Kami mendesak tidak hanya orang-orang yang menerbangkan balon udara ini tetapi semua orang yang masih melakukan kegiatan ini, agar mereka melihat bahaya yang ditimbulkan oleh kegiatan itu. Kami meminta mereka untuk lebih bertanggung jawab.”

Sementara itu, secara terpisah, otoritas Bandara Internasional José María Cordova Medellin mengungkapkan, “Kami bersikeras bahwa kegiatan ini tidak boleh dilakukan, terutama di daerah yang sangat dekat dengan bandara, karena (balon udara) dapat menjadi risiko kecelakaan atau insiden, yang berdampak pada operasi.”

Baca juga: Ketika Rekor Balon Udara Keliling Dunia Harus Pupus Gegara Cina Tak Izinkan Melintasi Negaranya

Selain jatuh sembarang di Bandara Internasional José María Cordova Medellin, teror balon udara juga pernah menyasar Bandara Internasional Bogota.

Pada 31 Desember 2021, di malam pergantian tahun, sebuah pesawat Avianca flight AV29 diketahui menabrak balon udara yang dipenuhi dengan pernak-pernik ala tahun baru, seperti lampu, pita, dan balon, saat mendarat di bandara tersebut. Beruntung, balon udara tidak sampai terhisap mesin dan mengganggu penerbangan.

Stasiun Pasir Bungur – Tumpukan Menjulang Tinggi di Lokasi “Kuburan” Kereta

Ada pemandangan baru dan tak biasa di Desa Pasir Bungur, Purwadadi, Subang, Jawa Barat. Bukan gedung bertingkat atau rumah berlantai, melainkan tumpukan rangkaian kereta dan gerbong yang menjulang tinggi. Bisa terlihat jelas di area sekitar pemukiman warga bahkan dari jalur utama kereta api.

Baca juga: Empat Kuburan Kereta di Indonesia, Padukan Nilai Estetik Tanpa Kesampingkan Nuansa Mistik

Banyaknya rangkaian kereta maupun gerbong dibuang di lokasi ini. Mulai dari rangkaian kereta eksekutif, bisnis maupun ekonomi. Adapun rangkaian gerbong angkutan barang seperti gerbong datar bekas angkutan barang , batu balas, pasir dan semen. Banyaknya kereta dan gerbong dibuang merupakan masa berakhirnya (afkir) rangkaian tersebut atau sudah melewati TSGO (Tidak Siap Guna Operasi). Padahal kalah dilihat dari kacamata orang awam, masih laik jalan jika diperbaiki semaksimal mungkin. Tapi dilihat kru dari kereta api yang bekerja di bidangnya, tidak mau ambil risiko dan harus dikonservasi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Alasan Dipilihnya Stasiun Pasir Bungur
Sebenarnya banyak lokasi yang masih bisa untuk dijadikan tempat pembuangan akhir kereta/gerbong. Namun pihak dari PT KAI (Persero) memilih rute dan jangkauannya yang tidak terlalu jauh dan melewati jalur kereta api yang tidak banyak rintangan seperti tikungan besar, tanjakan maupun turunan terjal.

Terpilihnya Desa Pasir Bungur merupakan area bagus untuk memilih lokasi yang dijadikan ‘kuburan’ kereta. Walaupun tidak seluas lokasi pembuangan kereta/gerbong di Purwakarta, tapi area tersebut cukup untuk menumpuk rangkaian kereta. Berada disebelah timur Stasiun Pasirbungur terdapat rel tambahan untuk memasuki area pembuangan. Belum diketahui berapa luas wilayah yang dijadikan tempat pembuangan kereta dan gerbong ini. Yang pasti menurut petugas yang bekerja di lokasi tersebut bisa menampung puluhan bahkan hampir mendekati ratusan unit kereta.

Baca juga: Kuburan Tak Selalu Seram, Stasiun Purwakarta Saksinya

KRL Konservasi Turut Dipensiukan
Ada kereta kelas eksekutif, bisnis, ekonomi dan beberapa gerbong tak laik pakai, ada pula rangkaian KRL yang sudah pensiun dan diistirahatkan di Pasirbungur. Informasi beberapa KRL yang dipensiunkan karena tidak memiliki suku cadang lebih akan dibawa ke Pasirbungur dari Depo KRL Depok. Setelah rangkaian kereta penumpang jarak jauh, lokal dan gerbong angkutan barang, kini saatnya pengiriman KRL. KRL yang akan dikonservasi rencananya selesai pada akhir Januari 2022. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pesan Makanan via Ojek Online di Jogja, Pelanggan Temukan Pengemudi Ada di Meksiko

Pernah pesan makanan melalui aplikasi online? Sebagian besar dewasa ini sudah melek teknologi dan hal tersebut sudah lazim. Ini juga karena banyak yang malas untuk pergi keluar dan menggunakan aplikasi untuk memesan makanan.

Baca juga: Fake GPS, Jurus Pengemudi Online Akali Order Pelanggan

Tapi bagaimana jika Anda berada di Jakarta dan pengemudi di benua serta negara lain? KabarPenumpang.com mengutip dari suara.com, sebuah video memperlihatkan seorang pria yang memesan makanan melalui aplikasi dan di antar ojol atau ojek online.

@raynansyah

halo @shopeefood_id, kasian drivernya udah gratis ongkir tp harus nganter dr mexico😭😭 #fyp #fypシ

♬ I’m Addicted To- SUBAG GOO – SUBAG GOO

Video tersebut viral karena dirinya bingung melihat posisi atau lokasi pengemudi yang super jauh. Momen yang diunggah oleh akun TikTok @raynansyah, Senin (17/1/2022), pria ini memperlihatkan status pesanannya di aplikasi ojol. Pria tersebut berada di Yogyakarta dan memesan makanan melalui salah satu aplikasi ojek online.

“Nah, jadi kan restorannya di sini, aku di sini. Driverku di mana tebak,” ucapnya sambil menunjukkan petanya.

Setelah itu peta diperkecil dan melihat posisi pengemudi yang menerima pesanannya. Dia menggeser peta hingga menemukan sebuah gambar yang menunjukkan lokasi pengemudi yang menerima pesananannya. Ternyata lokasi pengemudi berada di Amerika Selatan tepatnya di Meksiko.

“Di Meksiko ga tuh,” tulisnya sambil menunjukkan posisi driver.

Pria ini kemudian tertawa lantaran melihat lokasi driver yang berada di Meksiko,  sementara dirinya berada di Yogyakarta.

“Halo (aplikasi pesan makanan online), kasian drivernya udah gratis ongkir tapi harus nganter dari Mexico,” tulisnya sebagai keterangan unggahan.

Tampaknya, peta tersebut sedang eror sehingga sang pengemudi seolah-olah terlihat berada di Meksiko. Status pesanan makanan milik pria ini tertulis bahwa pengemudi sudah tiba di restoran tempat ia memesan makanan. Melihat video tersebut, warganet lantas menuliskan beragam komentar.

“Meksiko-Jogja 15 menit (emoji menangis) pingin tak hih! naik cucunya buroq,” tulis seorang warganet.

“Drivernya di Mexico, sampe Indonesia makanan udah jamuran,” ujar salah seorang warganet.

“Drivernya lagi healing,” celetuk warganet.

“Kayaknya pakai vpn atau fake gmaps deh si pengemudi,” ujar warganet.

Baca juga: Duh! Terlalu Sering Gunakan GPS Bisa Turunkan Kinerja Otak

“Drivernya bisa jaih banget kayak jarakku sama dia,” komentar warganet.

“Driver di Meksiko dapet orderan di Indonesia, sampe Indonesia makanannya kembali ke asal,” imbuh yang lain.

Lokomotif CC206 KA Jayabaya Keluarkan Asap Putih Lalu Terbakar

Peristiwa pada 24 Januari 2017 tentu mengingatkan kita saat dikabarkan adanya lokomotif yang mengalami gangguan pada mesin hingga mengeluarkan api dan terbakar di bagian lokomotif.

Baca juga: General Electric CC206, Generasi Lokomotif Termodern PT KAI 

Kejadian hebat yang menimpa lokomotif seri CC 206 13 72 yang menarik KA Jayabaya rute Pasar Senen – Surabaya menyita perhatian warga disekitar yang melihatnya. Pada pukul 15.45 WIB lokomotif yang awalnya sempat mogok dan tertahan di kilometer 161 ini secara tiba – tiba mengeluarkan asap putih tebal dan sempat menguarkan api di bagian atas lokomotif. Kejadian ini berada di Desa Luwungregi, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.

Saat itu ada kebocoran pada air pendingin mesin yang masuk ke ruang bakar lokomotif. Sebelum kejadian masinis sudah merasakan kendala pada mesin lokomotif saat masuk ke Bulakamba. Masinis pun tak mau ambil risiko untuk melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya KA Jayabaya diberhentikan perjalanannya karena kehilangan daya tarik lalu mematikan mesin.

Karena lokomotif tidak bisa melanjutkan perjalanan, pihak dari Daerah Operasi (DAOP) 3 mengirim lokomotif dari Depo Lokomotif Cirebon untuk menarik KA Jayabaya. Pada pukul 19.00 WIB proses pergantian lokomotif pun dilakukan dengan cara melangsir dan menarik lokomotif yang rusak dan menggandeng kembali rangkaian KA Jayabaya. Serta semua beres, KA Jayabaya dapat melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Akhiri ‘Derita,’ Kini Masinis PT KAI Mulai Nikmati Lokomotif Ber-AC

Sempat ada kemacetan di perlintasan Desa Luwungragi, karena rangkaian kereta masih menutupi jalan raya. Sehingga lalu lintas kendaraan bermotor, sempat terganggu. Meski tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini, perjalanan KA Jayabaya mengalami keterlambatan untuk sampai ditujuan. Beruntung, perjalanan kereta api lainnya tidak terkena imbasnya karena jalur yang dilalui adalah jalur ganda. Jadi kereta api masih bisa lewat di jalur sebelahnya meskipun adanya sedikit keterlambatan. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Bagaimana Pesawat Apung/Pesawat Amfibi Mendarat?

Bandara nan megah dan mewah dengan fasilitas super lengkap sudah pasti tersedia di ibu kota sebuah negara. Namun, bagaimana dengan kota atau wilayah di pulau terluar? Jangankan bandara mewah, bandara perintis dengan menara ATC dan runway mumpuni pun sulit dihadirkan.

Baca juga: Hari Ini, 88 tahun Lalu, Wolfgang von Gronau Keliling Dunia Selama 111 Hari Pakai Pesawat Amfibi

Dalam kondisi tersebut, masyarakat di wilayah terpencil atau terluar itu tetap harus mendapat suplai bahan pokok.

Di samping itu, wisatawan, yang ingin merasakan sensasi hidup tenang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan dan melakuka olahraga air juga harus difasilitasi dan itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan pesawat apung atau pesawat amfibi. Lantas, bagaimana pesawat apung beroperasi, dalam hal ini lepas landas dan mendarat?

Dilansir Simple Flying, sebelum membahas lebih jauh, sebetulnya secara terminologi, pesawat amfibi dan pesawat apung berbeda. Pesawat apung adalah pesawat yang bisa mendarat di atas air berkat pelampung yang ada di bagian ‘landing gear’ atau undercarriage pesawat. Dengan begitu, badan pesawat apung tak menyentuh air saat mendarat.

Sedangkan pesawat amfibi justru sebaliknya, ia badan pesawat menyentuh air saat mendarat alias mendarat dengan badan pesawat yang sudah dilengkapi pelampung atau ponton. Selain itu, badan pesawat amfibi memang menawarkan daya apung, meski tetap harus diimbangi dengan pelampung di bagian sayap.

Bagi pecinta dirgantara, pesawat apung atau pesawat amfibi mungkin mempunyai tempat tersendiri. Sebab, selain mudah dioperasikan di segala medan, sensasi menumpangi apalagi mengendarai flying boat disebut sangat berkesan.

Meskipun jarang dijadikan untuk keperluan komersial oleh berbagai operator penerbangan, namun, penggunaannya untuk olah raga air dan rekreasi sudah cukup massif.

Di dunia ini, ada banyak pabrikan pesawat yang memproduksi pesawat amfibi. Bahkan, salah satunya didapuk menjadi peswat amfibi terbesar di dunia yang masih ada, mengingat dimensinya masih kalah dengan Hughes H-4 Hercules Flying Boat, pesawat amfibi terbesar yang pernah terbang. Pesawat amfibi itu adalah China Jiaolong AG600.

Sebelum Perang Dunia II, Sikorsky dan Short Brothers, di samping Boeing, menjadi salah satu pabrikan pesawat amfibi yang laris manis di pasaran.

Ketika itu, maskapai penerbangan besar tercatat mengoperasikan pesawat amfibi buatan keduanya, seperti Pan Am dan Qantas. Pan Am mengoperasikan Sikorsky S-36, S-38, S-40, dan S-42 sedangkan Qantas mengoperasikan pesawat amfibi Short Empire.

Setelah Perang Dunia II, pesawat amfibi atau pesawat apung sudah tidak lagi massif digunakan lantaran bandara di darat sudah tersedia.

Baca juga: Inilah 7 Pesawat Amfibi Terbaik, Nomor Tiga Bisa ‘Minum’ Avtur atau Bensin

Sebagaimana yang sudah disungguh di atas, pesawat amfibi dan pesawat apung memiliki definisi yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama pesawat yang memiliki kemampuan mendarat di atas air.

Cara pesawat mendarat dan lepas landas sebetulnya sama saja dengan cara pesawat pada umumnya mendarat dan lepas landas di bandara. Selain itu, flight kontrol-nya juga sama. Bedanya pesawat amfibi atau pesawat apung mendarat di atas air.

Cina Perluas Jaringan Kereta Api Berkecepatan Tinggi Menjadi 50.000 Km di Tahun 2025

Mungkin Cina sekarang bisa dikatakan memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi paling besar di dunia. Apalagi di tahun 2025, Negeri Tirai Bambu tersebut akan memperluas jaringan kereta tersebut hingga sekitar 32 persen. Sehingga nantinya Cina akan memperluasnya menjadi 50 ribu kilometer dan ini 12 ribu kilometer lebih panjang dari akhir tahun 2020 kemarin.

Baca juga: Cina Kembali Buka Jalur Kereta Berkecepatan Tinggi di Shandong

Peningkatan tersebut bahkan melebihi panjang gabungan jaringan kereta api berkecepatan tinggi di Spanyol, Jepang, Perancis, Jerman dan Finlandia tahun lalu yang mencapai 11.954 km. Jumlah gabungan lima negara itu hasil dari data internasional Union of Railways yang adalah sebuah badan industri transportasi kereta api internasional di Paris.

Dilansir KabarPenumpang.com dari scmp.com (20/1/2022), akhir tahun lalu, total jaringan kereta api berkecepatan tinggi Cina adalah 38 ribu kilometer dan ini delapan ribu kilometer lebih panjang dari target yang ditetapkan Beijing dalam rencana 2017. Namun menurut dokumen Dewan Negara menyebutkan sistem transportasi Cina masih tidak seimbang dan kurang berkembang.

“Ada kekurangan yang jelas dalam perkeretaapian antar kota dan perkotaan di kluster kota utama dan wilayah metropolitan,” bunyinya.

Di tengah meningkatnya hambatan ekonomi, Beijing telah berjanji untuk “membebani depan” pembangunan infrastruktur untuk menopang pertumbuhan tahun ini. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, badan perencanaan ekonomi utama negara itu, menyetujui dua jalur kereta api berkecepatan tinggi baru dengan panjang gabungan 826,8 km Jumat (21/1/2022) lalu, senilai 238 miliar yuan (US$37,5 miliar).

Menurut analis, pelemahan infrastruktur dan investasi properti menjadi penyumbang utama perlambatan ekonomi Cina pada semester kedua tahun lalu. Liu Shijin, wakil direktur Komite Urusan Ekonomi di Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Cina mengatakan, kunci untuk menstabilkan pertumbuhan tahun ini adalah investasi yang stabil, terutama di infrastruktur dan properti.

Lu Ting, kepala ekonom Cina dari Nomura, mengatakan bahwa Beijing kemungkinan akan mempercepat investasi dalam proyek-proyek infrastruktur, meskipun “ukurannya tidak mungkin cukup untuk menstabilkan pertumbuhan”. Perluasan kereta api berkecepatan tinggi terbaru adalah bagian dari dorongan untuk meningkatkan jaringan nasional menjadi 165.000 km pada tahun 2025 dari 146 ribu kilometer pada tahun 2020, menurut rencana lima tahun.

Dalam pedoman lain yang dikeluarkan Februari lalu, Cina mengatakan akan hampir menggandakan ukuran kereta api berkecepatan tinggi pada tahun 2035 dan meningkatkan seluruh jaringan menjadi 200 ribu kilometer pada tahun 2035. Rencana lima tahun yang baru mengatakan China bertujuan untuk memiliki cakupan penuh di bawah sistem Beidou di bidang utama transportasi domestik, sambil terus mempromosikan penerapannya dalam pengiriman laut global dan transportasi jalan.

Dokumen tersebut juga mendesak standarisasi yang lebih kuat dalam pengumpulan, pemrosesan, dan penggunaan data transportasi, sambil mencegah “ekspansi yang tidak teratur” dari ride-hailing, sebuah masalah yang dianggap lebih serius oleh pihak berwenang setelah tinjauan keamanan siber diluncurkan ke Didi Chuxing tahun lalu.

“Inovasi independen dari beberapa produk dan teknologi inti tidak kuat. Situasi keamanan transportasi masih serius,” kata rencana itu.

Baca juga: Jepang dan Cina Berlomba Dalam Teknologi Kereta Berkecepatan Tinggi

Namun tak hanya itu, Cina juga berencana memperluas penggunaan sistem navigasi satelit Beidou di dalam dan luar negeri. Itu dilakukan sambil memperketat kontrol data transportasi karena kemandirian teknologi dan keamanan nasional sudah menjadi prioritas kerja pemerintah.






















Mulai Kendur, Syarat Penumpang Internasional Masuk ke Australia Cukup Pakai Antigen

Australia dikenal ketat dalam mencegah penularan virus Corona. Tetapi tidak dengan sekarang ini. Mulai hari Minggu lalu, penumpang internasional bisa masuk Negeri Kangguru hanya dengan menunjukkan hasil tes negatif swab antigen atau rapid antigen test (RAT) dalam kurun waktu 24 jam dari keberangkatan.

Baca juga: Kapan Australia dan Selandia Baru Izinkan Warga dan Wisatawan Berdatangan? Ini Jawabannya

Sebelumnya, syarat penumpang internasional masuk ke Australia wajib menujukkan hasil negatif tes PCR 72 jam sebelum keberangkatan.

“Sementara tes PCR tetap menjadi tes standar mumpuni, RAT dalam waktu 24 jam adalah indikator yang dapat diterima apakah seorang pelancong mengidap Covid-19 sebelum terbang ke Australia,” kata Menteri Kesehatan Greg Hunt dan Menteri Dalam Negeri Karen Andrews dalam sebuah pernyataan bersama.

“Ini konsisten dengan gerakan di Australia untuk menerima RAT untuk tujuan diagnostik,” lanjutnya, seperti dikutip dari news.com.au.

Tak hanya itu, Pemerintah Australia juga mengendurkan syarat lain masuk ke negaranya. Disebutkan, penumpang internasional atau wisatawan yang tertular Covid-19 di luar negeri, bisa masuk ke Australia tujuh hari setelahnya, dengan menunjukkan hasil tes negatif antigen 24 jam dari keberangkatan.

Ini berbeda dibanding sebelumnya, yang mana penyintas Covid-19 tak bisa masuk ke Australia sebelum 14 hari sejak hari pertama dikonfirmasi positif virus Corona.

Meski begitu, sesampainya di Australia, mereka akan tetap menjalani karantina mandiri terlebih dahulu. Durasi dan biayanya bisa berbeda-beda di tiap negara bagian.

“Waktu antara menerima hasil tes positif dan dapat diizinkan untuk melakukan perjalanan ke Australia akan dikurangi dari 14 menjadi tujuh hari,” bunyi lain di pernyataan bersama Mendagri dan Menkes.

“Ini akan mengurangi waiting times bagi pelancong yang tertular Covid-19 di luar negeri untuk kembali ke Australia sejalan dengan persyaratan isolasi domestik yang baru,” tambahnya.

Meski cenderung kendur, Hunt berjanji akan terus memantau syarat perjalanan bagi penumpang internasional. Selain itu, mereka wajib untuk tetap memakai masker selama penerbangan dan mengikuti prosedur karantina yang berlaku.

“Wisatawan ke Australia tetap harus memakai masker selama penerbangan mereka dan mengikuti arahan pemerintah negara bagian dan teritori mengenai karantina dan pengujian pada saat kedatangan,” tegasnya.

Australia memang mulai cair terkait syarat masuk penumpang internasional. Sejak 1 November 2021, persyaratan karantina mandiri dan berbagai prosedur rumit lainnya bagi kedatangan internasional sudah tidak berlaku bagi mereka yang sudah mendapat vaksinasi dua dosis.

Perdana Menteri Scott Morrison menjelaskan, mulai 1 Desember mendatang, pemilik visa yang divaksinasi lengkap, termasuk pelajar internasional, pekerja terampil, dan wisawatan diizinkan masuk Sydney dan Melbourne.

Baca juga: Virgin Australia Luncurkan Konsep Kabin Baru, Ini Sederet Keunggulannya

Diharapkan langkah tersebut akan memberikan dorongan kepada industri yang bergantung pada tenaga kerja musiman, setelah laporan petani Australia harus gigit jari lantaran buah dan sayuran membusuk di ladang karena kekurangan pekerja asing.

Meski begitu, berbagai jasa tour dan wisata ke Australia masih ditutup sampai waktu yang belum ditentukan. Ini dianggap mampu menahan laju sporadis jutaan wisatawan yang tak sabar menjelajah penjuru Benua Australia.

Airbus A320neo Pertama dengan Airspace Cabin Sukses Dikirim ke Maskapai SWISS

Maskapai SWISS atau Swiss Air Lines sukses menerima pesawat Airbus A320neo pertama dengan konfigurasi Cabin Airspace. Ini sebetulnya bukan hal yang mengagetkan mengingat maskapai nasional Swiss tersebut adalah royal customer Airbus.

Baca juga: Airbus Pamerkan Video Airspace Cabin Vision 2030

“SWISS menerima pengiriman Airbus A320neo pertamanya yang menampilkan konfigurasi kabin Airspace baru,” kata Airbus dalam keterangan resminya kepada KabarPenumpang.com, Jum’at (20/1).

Pengiriman Airbus A320neo pertama dengan konfigurasi Cabin Airspace ke maskapai SWISS ini sekaligus mematahkan pemberitaan sebelumnya, dimana maskapai JetBlue-lah yang akan lebih dahulu menerima pesawat A320neo dengan Cabin Airspace pertama.

Pesawat Airbus A320neo pertama dengan konfigurasi Cabin Airspace memiliki sejumlah fitur baru, di antaranya slimmer sidewall panels yang lebih ramping untuk kenyamanan penumpang, kemudahan melihat pemandangan berkat jendela dengan bezel yang didesain ulang, dan nuansa jendela yang terintegrasi sepenuhnya.

Selain itu, fitur baru di Airbus A320neo pertama dengan konfigurasi Cabin Airspace juga mencakup kompartemen bagasi 60 persen lebih besar, teknologi full LED lighting, LED-lit ‘entrance area’,toilet baru tanpa sentuh, dan permukaan antimikroba di seluruh kabin.

Pesawat Airbus A320neo pertama dengan konfigurasi Cabin Airspace Vision 2030 memang sangat menarik bagi maskapai. Pesawat ini mengusung DNA Airspace Cabin Airbus, yaitu kenyamanan (ruang relaksasi), suasana (ruang inspirasi), layanan (ruang keluarga), dan desain (ruang keindahan).

Masing-masing dari empat DNA tersebut mempunyai detail tersendiri. Suasana (Ambience), menampilkan kabin yang senyap, kaya pencahayaan, dan sambutan lampu LED yang menakjubkan saat memasuki pesawat. Kenyamanan (comfort), menawarkan ruang kabin dan jendela yang lebih besar, kompartemen bagasi yang terbesar di kelasnya, dan kursi fleksibel untuk jarak jauh.

Lanjut ke layanan (services), Airbus menawarkan smart space solution, kabin bersih (termasuk di toilet sekalipun), seemless connectivity and entertainment. Adapun ke desain (design), Airbus mengusung konsep desain berkelanjutan, desain berkualitas, dan desain ramah keluarga.

Di antara berbagai hal baru dalam empat DNA Airspace di atas, mungkin konsep pada layanan jadi salah satu yang menonjol, dalam hal ini terkait toilet. Bagaimana tidak, selain dibuat serba tanpa sentuh, toilet di pesawat keluarga A320 Airbus nantinya akan dilengkapi dengan fitur higienis, seperti blower pengharum ruangan, full musik, full permainan cahaya menawan, dan lapisan anti-mikroba.

Baca juga: Bersiaplah, Ajang Crystal Cabin Awards Akan Hadirkan Desain Kabin Pesawat Masa Depan

Selain itu, pencahayaan di kabin utama juga cukup menarik. Permainan cahaya LED kaya warna di kabin akan memberikan pengalaman terbang baru, baik saat dalam kedaaan redup maupun terang.

Pada akhir Desember 2021, pesawat Keluarga A320neo telah menerima hampir 7.900 pesanan dari 120 lebih pelanggan di seluruh dunia.

Tantang AirAsia, Dua Maskapai Baru MYAirline dan SKS Airways Diizinkan Beroperasi di Malaysia

Regulator penerbangan sipil Malaysia, MAVCOM, telah mengizinkan dua maskapai baru, MYAirline dan SKS Airways, beroperasi. Keduanya, masing-masing mendapat izin terbang sebagai maskapai penerbangan penumpang berjadwal selama satu tahun dan tiga tahun.

Baca juga: AirAsia Group Bakal Ganti Nama Jadi Capital A, Begini Alasannya

“Rencana MYAirline adalah membangun bisnis maskapai penerbangan di Malaysia dan mungkin menantang AirAsia untuk mendominasi,” kata sumber yang tidak disebutkan namanya kepada Edge Markets.

Analis penerbangan CGS-CIMB Research Raymond Yap mengatakan, “Informasi yang dapat dipercaya bahwa maskapai Ultra LCC baru saat ini sedang dalam proses mendapatkan persetujuan peraturan untuk didirikan di Malaysia, setelah menandatangani kesepakatan untuk menyewa dua Airbus A320 dengan harga sewa murah.”

Disebutkan, maskapai MYAirline didirikan oleh pengusaha kenamaan Malaysia, Datuk Goh Hwan Hua. Sementar itu, pemegang saham mayoritas di maskapai ini adalah Zillion Wealth Bhd dan Trillion Cove Holdings Bhd. Goh adalah pemegang saham mayoritas di kedua bisnis tersebut.

Meski yakin mampu menantang AirAsia yang sudah lebih mapan, apalagi hanya berbekal dua pesawat Airbus A320, namun, konsep bisnisnya yang bermain di segmen Ultra LCC atau ULCC berpotensi sangat mengancam AirAsia sebagai LCC. Sayangnya, tak ada informasi kapan maskapai ini melakukan penerbangan perdana.

Baca juga: Bagaimana Cara Mendirikan Maskapai Baru Sampai Berhasil? Ini Jawabannya

Berbeda dengan maskapai baru MYAirline, maskapai baru lainnya yang diizinkan beroperasi, SKS Airways, bermain di ceruk pasar yang berbeda dengan MYAirline dan AirAsia.

Disebutkan, SKS Airways berencana menjalani penerbangan perdana akhir bulan Januari ini di rute Subang – Pangkor dan lebih fokus ke penerbangan perintis dengan pesawat-pesawat kecil seperti DHC6 Twin Otter.

Meski diisukan dimiliki oleh pemilik yang sama dengan maskapai baru lainnya, MYAirline, namun, dalam laman resminya, SKS Airways dimiliki oleh SKS Group yang berbasis di Johor, Malaysia, dan dimiliki oleh pengusaha properti Alan Sim See Kiong.

Selain melayani penerbangan komuter regional menggunakan Twin Otter, maskapai juga melayani penerbangan rekreasi ke rute-rute yang selama ini belum terlayani dengan baik.

Baca juga: 9 Maskapai Baru yang Lahir Selama Pandemi Covid-19, Dari Negara Mana Saja?

“Operasi kami terutama difokuskan pada resor berbasis pulau yang populer, resor pantai dengan koneksi ke kota-kota besar di Semenanjung Malaysia,” tulis SKS Airways dalam lama webnya.

“SKS Airways awalnya akan beroperasi menggunakan hingga empat DHC6 Twin-Otter, pesawat turboprop tangguh dan andal dengan kemampuan Short Take Off Landing (STOL). Pesawat-pesawat ini dianggap dapat diandalkan dalam menyediakan transportasi udara alternatif terutama ke resor pulau terpencil yang hanya dapat diakses melalui permukaan atau kapal,” tutupnya.