PO Surya Bali – Hadirkan Fasilitas Lengkap, Inilah Bus AKAP Andalan Rute Denpasar – Jepara

Busmania yang akrab dengan rute Jepara-Denpasar tentu sudah asing dengan nama Perusahaan Otobus (PO) yang satu ini, inilah PO Surya Bali yang memang bermarkas di Pulau Dewata yang Beralamatkan di Jalan Pidada 1, Ubung – Denpasar.

Baca juga: Fenomena “Bus Artis” – Dari Loyalis Bus Hingga Bikin Banyak Orang Penasaran

Didirikan oleh I Ketut Nik Suryana, PO Surya Bali awalnya hanya memiliki beberapa armada untuk bisnis pariwisata, sebelum pada akhirnya resmi memiliki trayek reguler Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan jalur Denpasar-Jepara dan juga sebaliknya. Hal ini berangkat dari peluang yang bagus dari jalur tersebut, dimana tingkat peminat transportasi bus dari Denpasar ke Kota Ukir Jepara maupun sebaliknya cukup menjanjikan.

Tagline “First Class Service” yang diusung Surya Bali di setiap armadanya jelas-jelas ingin menunjukkan bahwa pelayanan kepada penumpang adalah hal yang utama bagi perusahaan otobus ini.

Surya Bali hampir setiap tahun melakukan peremajaan pada armada-armadanya sehingga bisa mengikuti tren terkini. Fasilitas armada Surya Bali pun tak luput dari pengawasan manajemen. Mulai dari interior bus yang mewah, kursi dan bantal yang empuk, selimut tebal juga jarak antar kursi yang lega menjadi nilai lebih bagi Surya Bali dan tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang.

Untuk urusan entertainment, bisa dibilang semua serba ada di Surya Bali. Mulai dari LCD TV, WiFi gratis, colokan USB di tiap seat, dan coffee on the bus tersedia di Surya Bali. Dan armadanya sendiri, Surya Bali menggunakan body garapan karoseri Adi Putro dan ditopang dengan sasis Mercedes Benz dan juga Hino.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Setiap harinya bus ini melayani penumpang-penumpang Denpasar – Kudus – Jepara dan juga sebaliknya, melalui jalur utara Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi dan menyebrang ke pulau Bali. Bus ini memiliki banyak penumpang langganan, seringnya adalah pengukir kayu dari Jepara yang bekerja di Pulau Bali.

Salah satu ciri khas yang jarang sekali ditemukan di perusahaan otobus lainnya adalah dimana ketika penumpang istirahat makan, maka crew akan merapihkan semua selimut penumpang seperti semula. Hal ini tentu semakin menunjukkan bahwa Surya Bali merupakan perusahaan otobus yang benar-benar mengutamakan servis dan kenyamanan untuk penumpang.

Baca juga: Jajal Bus Mewah PO Pandawa 87 – Suites Class dengan Rute Terpanjang di Indonesia

Jika kalian berencana menuju ke Pulau Dewata dari Jepara atau sekitarnya, maka Surya Bali adalah bus yang wajib kalian coba. (Senna Aditya – Pecinta Bus Indonesia)

Bagaimana Hitungan Jam Penerbangan Pilot? Ini Jawabannya

Perhitungan jam kerja di masing-masing profesi berbeda-beda. Sebuah karyawan pada umumnya dihitung jam kerja saat absen masuk dan berakhir ketika absen pulang. Tetapi, tidak demikian dengan pilot. Mengingat pilot dibayar berdasarkan jam penerbangan, menjadi penting untuk mengetahui jam kerja pilot se-presisi mungkin. Lantas, bagaimana hitungan jam kerja atau jam penerbangan pilot dihitung?

Baca juga: Covid-19 Bikin Pilot Banyak Nganggur! Masihkah Jadi Profesi Idaman?

Sebelum penerbangan dimulai, pilot bisa dibilang sudah mulai bekerja. Pilot dan kopilot biasanya akan bertemu untuk membahas berbagai hal, seperti rute yang dilalui, bahan bakar minimum (bergantung pada jumlah awak, penumpang, kargo, cuaca, dan kemungkinan rintangan selama penerbangan), informasi cuaca, dan informasi bandara tujuan serta bandara yang dilalui sepanjang perjalanan.

Semua ini menjadi kewajiban pilot sebelum memulai penerbangan dan memegang peran vital terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan.

Menariknya, dalam aturan kerja bagi pilot yang dikeluarkan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA), semua itu (persiapan pra penerbangan) tidak hitung sebagai jam penerbangan pilot atau bisa dikatakan tak dihitung sebagai jam kerja.

FAA mendefinisikan waktu penerbangan sebagai periode dimana pesawat mempunyai kekuatan dan cukup mampu untuk bergerak. Jadi, tidak terbatas pada saat meluncur di runway dan cruising di udara saja, melainkan berbagai proses sebelum dan setelah itu, seperti taxiing, deicing, dan waiting time di apron.

Selama itu (taxiing, deicing, dan waiting time di apron) menyalakan mesin, maka itu disebut waktu penerbangan.

Berbeda dengan waktu penerbangan, tugas penerbangan atau jam penerbangan (jam terbang) dimulai saat pilot melapor persiapan sebuah penerbangan sampai pesawat terparkir rapi di apron pada penerbangan terakhirnya.

Penjelasan lainnya terkait hitungan jam penerbangan pilot, seperti dikutip dari Quora, itu dimulai saat push back sampai pintu pesawat terbuka. Selama itulah pilot dibayar dan cara mengkalkulasinya pun cukup mudah menggunakan aplikasi khusus, salah satunya LogTen Pro. Tetapi, perlu dicatat, bawah turunan dari itu (hitungan jam kerja pilot) ada lagi dan sudah dijelaskan detail dalam tulisan di bawah ini.

Baca juga: (1) Hidup Bak ‘Raja’, Inilah Rincian Umum Sistem Gaji Pilot! Pantas Saja Bergelimang Harta

Di luar itu, selama pilot memiliki waktu istirahat yang cukup sesuai standar FAA, maka, berbagai aktivitas non-terbang seperti stand by di bandara, pelatihan, terbang sebagai penumpang untuk mengambil sebuah penerbangan di bandara lain dihitung sebagai tugas penerbangan, bukan jam penerbangan.

Sebab, jam penerbangan terbatas pada penjelasan tadi, dimulai saat push-back dan berakhir saat pintu pesawat dibuka kru.

Trafik Penumpang Meningkat, Bandara Hasanuddin Kembali Beroperasi 24 Jam

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kembali beroperasi 24 jam. Penerapan jam operasional ini telah disepakati oleh sejumlah komunitas bandara seperti AirNav, Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, maskapai, dan ground handling sejak 10 Desember 2021 kemarin.

Baca juga: 10 Kecelakaan di Bandara Sultan Hasanuddin, Lion Air Penyumbang Terbanyak

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin merupakan bandara hub atau penghubung transportasi udara antara wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur. Dengan membuka kembali operasional bandara menjadi 24 jam, hal ini tentunya dapat diharapkan membantu meningkatkan trafik penerbangan tak hanya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, namun juga di beberapa bandara di Wilayah Tengah dan Timur Indonesia.

Terdapat beberapa bandara Wilayah Timur dan Tengah Indonesia yang berada di bawah naungan PT Angkasa Pura I diantaranya Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Frans Kaisepo Biak, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Sentani Jayapura, Bandara El Tari Kupang dan Bandara Internasional Lombok.

“Pengembalian jam operasional bandara adalah salah satu strategi manajemen untuk memulihkan trafik penerbangan. Saat ini rata-rata penumpang telah naik 1.000 penumpang per hari dari sebelumnya. Kami optimis kondisi penerbangan akan semakin membaik kedepannya,” ungkap Wahyudi, General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com.

Setelah penerapan operasional 24 jam, penumpang naik sekitar 7 persen dengan rata – rata 25.000 penumpang per hari dari sebelumnya. Tercatat 5 hari sebelum penerapan operasional 24 jam jumlah penumpang sebanyak 118.706 penumpang dan 5 hari setelah penerapan operasional 24 jam jumlah penumpang sebanyak 127.297 penumpang.

Baca juga: Moda Transportasi di Bandara Ngurah Rai dan Hasanuddin, Antara Fakta dan Harapan

Meningkatnya jumlah penumpang juga diiringi dengan jumlah pergerakan pesawat yang naik sekitar 4 persen. Tercatat 1.068 pergerakan sebelum penerapan operasional 24 jam dan 1.114 pergerakan pesawat setelah penerapan operasional 24 jam.






















Blak-blakan Pramugari Tangani Jenazah di Pesawat: Harus Hormat-Gunakan Kode Khusus

Kematian tak mengenal waktu dan tempat, termasuk di pesawat. Ketika itu terjadi, pramugari dan pramugara sudah pasti sibuk mengurusinya. Terkait jenazah di pesawat, pramugari Virgin Australia, Brieana Young, punya cerita menarik. Menurut pengakuannya, ketika penumpang meninggal di pesawat atau menjadi jenazah, ia harus diperlakukan dengan sehormat mungkin dan mendapat prosedur penanganan VIP.

Baca juga: Viral! Cerita Pramugari Tangani Penumpang Meninggal di Pesawat, Bikin Ngeri

“Kami ingin bersikap sehormat mungkin jika -kematian di pesawat- itu benar-benar terjadi,” katanya dalam podcast news.com.au “I’ve Got News For You,” seperti dikutip nypost.com.

“Mereka ditempatkan di tempat duduk khusus untuk pendaratan guna memastikan mereka aman di dalam pesawat, tetapi yang menarik adalah ketika pesawat mendarat, itu dianggap sebagai (akibat dari tindak) kriminal,” lanjutnya.

“Dengan begitu, polisi datang dan memeriksa seluruh sudut pesawat dan penumpang. Jadi jika -penumpang meninggal di pesawat- itu pernah terjadi dalam penerbangan Anda, perkirakan untuk berada di sana sebentar setelah Anda mendarat,” tambahnya.

Setiap tahun, ada ribuan penumpang meninggal di pesawat saat dalam penerbangan. Itu sebab, bagi Anda yang sering bepergian naik pesawat sesekali pasti pernah terbang bersama jenazah tanpa disadari.

Terlepas dari aware tidaknya penumpang terhadap kondisi penumpang lainnya selama di pesawat, hingga membuatnya tak tahu kalau ia terbang bersama jenazah, pramugari dan pramugara, termasuk pilot dan kopilot, menggunakan kode atau istilah khusus terhadap jenazah di dalam penerbangan.

Tergantung maskapai, kode atau sebutan khusus jenazah di pesawat bisa berbeda-beda. Sebab, itu tidak ada standar baku.

Disebutkan, sebutan atau kode panggil jenazah di pesawat adalah “a Jim Wilson”. Lainnya, ada juga yang menyebut HR atau “human remains.”

Kode tersebut bertujuan agar penumpang lain tak khawatir apalagi merasa takut terhadap arwah jenazah tersebut.

Meski begitu, tetap saja, beberapa insiden penumpang meninggal terdengar dan diketahui oleh penumpang.

Baca juga: Delapan Kisah Penumpang Gelap Sembunyi di Roda Pesawat, Empat Di Antaranya WNI

Suatu ketika, dalam sebuah penerbangan dari Turki ke Rusia, seorang wanita 50 tahun penderita diabetes meninggal di pesawat 45 menit setelah lepas landas dan membuat penumpang lain ketakutan. Ia meninggal lantaran kehabisan insulin. Jenazahnya kemudian dibaringkan di tempat duduk sendirian paling belakang.

Dalam kasus kematian penumpang lain di pesawat, karena tidak adanya kursi kosong, alhasil, penumpang harus rela duduk bersebelahan dengan jenazah dalam penerbangan.

Lama “Dikandang”, Kereta Karya Anak Bangsa Akhirnya Jalan Lagi

Ada pemandangan tak biasa di wilayah Daop 1 Jakarta. Kejadian yang jarang sekali terjadi dan yang begitu diharapkan akhirnya terwujud. Bagaimana tidak, informasi yang dibicarakan oleh penggemar kereta api wilayah Jabodetabek ini sudah ramai di media sosial mereka. Ya, uji coba rangkaian Kereta Inspeksi dan Kereta Ukur akhirnya diuji coba dijalur KA rute Jatinegara – Pasar Senen pp. Informasi terbilang mendadak ini mulai ramai di aplikasi chatting Whatsapp membicarakan soal uji coba rangkaian tersebut. Fakta atau Hoax?

Baca juga: INKA CC300, Mampu Lintasi Banjir, Inilah Lokomotif Diesel Karya Anak Bangsa 

Namun, setelah ditelaah ternyata informasi uji coba yang beredar ternyata fakta. Karena beberapa penggemar kereta api (Railfans) melihat aktifitas langsir di Depo Cipinang, Jakarta Timur dan menanyakan lintas mana yang akan dilewati. Lalu tersebarlah informasi tersebut sampai akhirnya dibeberapa sudut pinggir rel maupun di stasiun yang dilintasi uji coba kereta inspeksi tersebut Railfans sudah menyiapkan posisinya. Sekaligus menyiapkan kamera maupun ponselnya berharap dapat momen yang dijadikan koleksi pribadi.

Kereta Inspeksi Karya Anak Bangsa
Namanya momen Kereta Luar Biasa (KLB), Pasti gak akan ketinggalan terutama bagi penikmat konten kereta api. Kereta api yang diuji cobakan adalah Kereta Inspeksi bertenaga diesel dan juga lokomotif asli buatan Anak Bangsa Indonesia. Kelud merupakan nama gunung di Jawa Timur ini yang dinamai pada Kereta Inspeksi tersebut. Selain Kereta Inspeksi Kelud ada juga Kereta Ukur Galunggung yang juga merupakan nama gunung di Jawa Barat. Rangkaian uji coba berikutnya adalah Lokomotif dengan nomor seri CC 300 yang juga merupakan Karya Anak Bangsa.

Kereta Ukur Galunggung (SU 3 16 01) tiba di Stasiun Pasar Senen. (Foto: Sendy Prasetya)

Kereta dan lokomotif asli buatan PT INKA Madiun ini merupakan inspeksi yang biasanya dilakukan oleh Direkrorat Jendral Perkeretaapian. Atau dengan kata lain dijalankan jika ada inspeksi khusus dari Menteri Perhubungan. Sebagai informasi kereta dan lokomotif buatan INKA ini sudah lama tidak digunakan untuk inspeksi bahkan sudah setahun berdiam diri di Depo Cipinang.

Akhirnya Kembali Uji Coba
Sekian lama tidak hadir dilintas akhirnya kereta dan lokomotif ini uji coba. Uji coba tersebut melintasi rute Jatinegara – Pasar Senen. Namun, tidak sekaligus ketiganya langsung uji coba tapi satu persatu.

Kereta Inspeksi Kelud masuk jalur 5 Stasiun Pasar Senen. (Foto: Sendy Prasetya)

Uji coba pertama dilakukan dengan rangkaian Kereta Ukur Galunggung (SU 3 16 01). Kereta ukur ini berangkat dari Stasiun Jatinegara pada pukul 11.06 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 11.16 WIB. Kemudian berangkat kembali dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 11.25 WIB dan tiba di Stasiun Jatinegara 11.35 WIB.

Kemudian uji coba kedua adalah lokomotif seri CC 300 12 03 dengan membawa rangkaian Gerbong Datar (GD) dengan rute yang sama. Berangkat dari Stasiun Jatinegara pukul 12.18 WIB tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 11.29 WIB. Dan kembali lagi dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 12.25 WIB dan tiba di Stasiun Jatinegara pukul 13.06 WIB.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Baca juga: Ada Kereta Penggaris atau Kereta Ukur? Yuk Kenali Lebih Dekat

Dan uji coba tahap ketiga atau yang terakhir menggunakan rangkaian Kereta Inspeksi Kelud (S1 3 16 01 – S1 3 16 02). Kereta ini berangkat dari Stasiun Jatinegara pukul 13.50 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pada pukul 14.00. Kemudian berangkat lagi dari Stasiun Pasar Senen pukul 14.13 WIB dan tiba di Stasiun Jatinegara pukul 14.25 WIB. Diharapkan dengan adanya uji coba, rangkaian kereta dan lokomotif buatan asli Indonesia ini laik dan berfungsi dengan baik saat melakukan inspeksi. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Singapura dan Malaysia Tingkatkan 50 Persen Jumlah Penumpang Bus Antar Negara

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura pada Selasa (14/12/2021), mengumumkan bahwa warga Singapura yang divaksinasi bisa memasuki Malaysia mulai minggu depan melalui Causeway dan sebaliknya. Hal ini kemudian membuat dua operator bus di bawah skema Vaccinated Travel Lane atau VTL mengatakan, mereka akan mulai meningkatkan jumlah tiket yang dijual untuk perjalanan bebas karantina antara Singapura dan Malaysia.

Baca juga: Startup Singapura Luncurkan Aplikasi Sewa Minibus untuk Pekerja Migran

Jumlah tiket tersebut sebesar 50 persen yang akan mulai diberlakukan pada 20 Desember mendatang. KabarPenumpang.com melansir straitstimes.com (15/12/2021), saat ini diketahui hanya warga negara, penduduk tetap dan pemegang izin jangka panjang dari negara yang mereka masuki yang dapat melakukan perjalanan melalui VTL darat.

Salah satu operator bus yang ditunjuk, Causeway Link, mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan mengoperasikan sepuluh layanan lagi di setiap arah antara Larkin Sentral di Johor Baru dan Queen Street di Singapura. Peningkatan frekuensi akan dimulai dari 20 Desember dan operator saat ini mengoperasikan 16 layanan di setiap arah setiap hari.

Tiket telah tersedia untuk dibeli di situs web operator sejak pukul 08.00 pagi pada hari Rabu. Seorang juru bicara Causeway Link Handal Indah, mengatakan bahwa kuota tiket untuk pelancong VTL darat telah meningkat sebesar 50 persen. Di bawah aturan VTL saat ini, dua operator bus yang ditunjuk diizinkan untuk masing-masing menjual hingga 1.440 tiket per hari kepada orang-orang yang bepergian antara Malaysia dan Singapura.

Namun mulai minggu depan, Causeway Link mengatakan akan dapat menjual 720 tiket lagi untuk mengakomodasi peningkatan permintaan yang diperkirakan. Operator lain, Transtar yang berbasis di Singapura, mengatakan di halaman Facebook-nya pada hari Rabu bahwa mereka juga akan mengoperasikan lebih banyak layanan mulai 20 Desember.

Saat ini mengoperasikan 16 bus di setiap arah antara Woodlands dan Larkin Sentral. Mulai minggu depan, ia akan menyediakan delapan layanan bus lagi setiap hari di setiap arah. Namun MTI tidak memberikan rincian spesifik ketika ditanya pada hari Selasa apakah batas harian wisatawan VTL darat akan ditingkatkan mulai 20 Desember.

“Kami memantau permintaan VTL (darat) dengan hati-hati, dan akan menyesuaikan dan meninjau kapasitas VTL (darat) yang sesuai, dengan mempertimbangkan situasi kesehatan masyarakat di kedua negara,” ujar seorang juru bicara.

Semua pelancong yang memasuki Singapura harus mematuhi protokol pengujian yang berlaku dan langkah-langkah manajemen yang aman, kata MTI. Misalnya, semua pelancong yang memasuki Singapura harus menjalani tes antigen rapid test (ART) Covid-19 tujuh hari setelah kedatangan.

Baca juga: Imbas Lockdown, Singapura Sediakan Kamar Hotel untuk Pengemudi dan Teknisi Bus Asal Malaysia

Mereka harus meminum ART yang diberikan sendiri setiap hari sampai hari ketujuh setelah kedatangan mereka. Tes pada hari ketiga dan ketujuh harus dilakukan di pusat pengujian. Pelancong yang memasuki Malaysia akan dikenakan rezim pengujian Covid-19 setiap hari selama enam hari, di bawah aturan negara saat ini.

Stasiun Soham di Inggris Kembali Dibuka Setelah 56 Tahun

Bagaimana suatu negara akhirnya membuka layanan kereta api setelah lebih dari setengah abad? Ini terjadi di Jepang tepatnya di Stasiun Takanawa Gateway. Selain itu di stasiun Jepang ini banyak hal baru yang digunakan dan memodernisasi seperti kehadiran banyaknya robot yang digunakan.

Baca juga: Takanawa Gateway Menjadi Stasiun Modern dengan Robot Pemandu Penumpang

Namun Jepang ternyata bukanlah satu-satunya. Sebab, belum lama ini di Inggris juga menyambut penumpang pertamanya dalam 56 tahun. Stasiun ini ada di sebuah kota yakni Soham, Cambridgeshire di Inggris tetapi tidak ada staf yang bertugas. Stasiun Soham ini hanya memiliki satu peron atau peron tunggal.

KabarPenumpang.com melansir bbc.com (14/12/2021), nantinya stasiun tersebut akan menjadi bagian dari jalur Ipswich ke Peterborough, dengan kereta yang di jalankan oleh Greater Anglia. Kereta pertama yang berhenti di Soham pukul 06.49 GMT untuk Peterborough sejak stasiun itu ditutup pada tahun 1965 silam.

Walikota Cambridgeshire dan Peterbrough Nik Johnson diketahui akan membuka secara resmi Stasiun Soham tersebut. Otoritas gabungan mendanai pembukaan kembali stasiun yang sudah tutup selama 56 tahun itu sebesar £18,6 juta.

Di mana pembangunannya dilakukan oleh Network Rail sejak musim semi. Nantinya di stasiun ini juga akan dilengkapi dengan jembatan penyeberangan, parkir mobil dan sepeda serta mesin tiket.

Baca juga: Wuih, Ada Robot Desinfektan Beroperasi di Stasiun Takanawa Gateway

Stasiun terdekat ke Soham adalah sekitar lima mil jauhnya di Ely, yang juga memiliki jalur yang melayani Cambridge, Bandara Stansted dan London di selatan, dan King’s Lynn dan Norwich di utara.

Libur Nataru di Jepang, Penumpang Kereta Melonjak Hingga 81 Persen

Ketika varian virus corona mulai kembali menyebar, jumlah pemesanan kursi untuk kereta peluru shinkansen dan kereta Japan Railway Group lainnya justru meningkat. Ini terjadi selama akhir tahun dan periode liburan Natal dan Tahun baru dengan peningkatan hingga 81 persen dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Jumlah Penumpang Meningkat, MRT Jakarta Jalankan Protokol Bangkit

Enam perusahaan layanan penumpang JR Group mengatakan hal itu dan menyebutkan bahwa sebanyak 2,32 juta kursi sudah dipesan sejak Senin (13/12/2021) untuk periode keberangkatan dari 28 Desember 2021 hingga 5 Januari 2022. KabarPenumpang.com melansir dari laman the-japan-news.com (15/12/2021), permintaan perjalanan tersebut lebih banyak ke kampung halaman para penumpang.

Peningkatan ini juga terlihat seiring pulihnya situasi penyebaran virus corona di Jepang yang mulai tenang. Untuk diketahui, pemesanan kursi kereta untuk periode liburan musim dingin hanya mencapai 60 persen dari level yang ditandai dua tahun lalu atau sebelum penyebaran virus corona varian baru.

Jumlah kursi Shinkansen yang dipesan untuk periode liburan mendatang melonjak 89 perseb dari tahun sebelumnya menjadi 1,91 juta, dan 410 ribu kursi dipesan untuk kereta ekspres JR konvensional, naik 53% persen. Perusahaan JR mengatakan, pemesanan kursi untuk kereta api dari dan ke Tokyo akan mencapai puncaknya masing-masing pada 29-30 Desember dan 3 Januari, menurut perusahaan JR.

Baca juga: Sydney Central, Eksotisme Stasiun Tua di Antara Deru Penumpang Metropolitan

Jumlah pemesanan kursi Akita dan Yamagata Shinkansen meningkat lebih dari dua kali lipat. Kursi Tokaido Shinkansen akan terisi penuh untuk waktu sibuk. Perusahaan JR meminta pelanggan untuk mencoba menghindari periode padat.






















Begini Sensasi Nyaman Rebahan ala Suites Class PO Pandawa 87

Bagaimana sensasi naik bus Suites Class milik PO Pandawa 87? Mungkin banyak pecinta bus atau pengguna bus yang penasaran dengan kursi tidur milik Pandawa 87 ini. Nah, belum lama ini, tim KabarPenumpang.com mencoba untuk menikmati perjalanan dengan salah satu bus Suite Class milik Pandawa 87 tersebut.

Baca juga: Jajal Bus Mewah PO Pandawa 87 – Suites Class dengan Rute Terpanjang di Indonesia

Penasaran seperti apa? Bus Suites Class milik Pandawa 87 ini berangkat sekitar pukul 14.00 dari agen perwakilannya di daerah Bekasi Timur. Penumpangnya cukup ramai bahkan kursi yang tersedia sudah terjual tak tersisa meski bukan hari libur atau akhir pekan.

Dengan keterisian bus dengan jumlah tersebut, menunjukkan bahwa peminat transportasi darat yang satu ini cukup banyak. Apalagi Suites Class milik Pandawa 87 punya rute yang cukup panjang. Saat tim masuk ke dalam kabin bus, penumpang dibagikan welcome snack yang bisa dikatakan lebih dari cukup untuk mengganjal perut bila mengingat servis makanan yang termasuk dalam tiket diberikan di rumah makan di daerah Jawa Tengah.

Kemudian, Suites Class yang dilengkapi dispenser ini memudahkan penumpang yang ingin menyeduh teh, kopi atau mie cup untuk dinikmati selama perjalanan menuju ke Banyuwangi. Bahkan kehadiran kursi yang bisa direbahkan tersebut memberikan sensasi tersendiri dan membuat penumpang lebih nyaman dalam menikmati perjalanan mereka.

Tim merasakan bus melaju dengan kecepatan yang sedang dan ini semakin menambah kenyamanan bagi penumpang. Perjalanan bus ini melintasi tol TransJawa hingga ke Probolinggo dan melanjutkan perjalanan melalui jalur selatan menuju ke Banyuwangi via Lumajang-Jember.

Konsep Suites Class yang diusung dalam armada ini selain kenyamanan juga mengutamakan privasi. Terlebih disaat pandemi seperti ini dimana jarak antar penumpang sudah pasti berjauhan dalam armada ini. Servis makan cuma-cuma diberikan pukul 19.00 malam di Rumah Makan Raos Eco daerah Gringsing, Jawa Tengah.

Pilihan menu yang disajikan terbilang cukup variatif. Ada Nasi Rames, Nasi Goreng, Soto, dan Bakso. Penumpang diberikan waktu istirahat untuk makan dan juga sholat selama 45 menit. Setelahnya, bus melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi. Penumpang terlihat lebih banyak terlelap sepanjang perjalanan karena pembawaan driver bus yang halus dalam mengemudikan kendaraannya.

Baca juga: PO Bus AKAP Lakukan Sistem Borongan, Ternyata Berdampak Negatif

Sekitar pukul 06.00 pagi (H+1) bus sampai di tujuan akhir yaitu Terminal Brawijaya (Karangente), Banyuwangi. Untuk bus Pandawa 87 yang akan ke Jakarta, berangkat sekitar pukul 07.00 pagi dari terminal ini. (Senna Aditiya – Pecinta Bus)






















Unik, Kereta Shri Ramayana Yatra Punya Sertifikat Vegetarian

Sebagai salah satu negara Hindu terbesar di dunia, banyak masyarakat India yang berstatus vegetarian dan vegan. Bahkan ini juga merambah ke kereta api India yang mana penumpang kini bisa memesan makanan vegetarian. Sebab, Indian Railway Catering and Tourism Corporation (IRCTC) mengatakan, salah satu kereta Indian Railway yakni Shri Ramayana Yatra akan mendapatkan sertifikat vegetarian.

Baca juga: Hebat, Remaja 17 Tahun di India Temukan ‘Bug’ di Situs Pemesanan Tiket Kereta

Di mana sertifikat itu didapat dari Dewan Sattvik India yang adalah sebuah organisasi nirlaba yangtelah didirikan untuk mempromoskan sertifikat makanan vegetarian. Kereta Shri Ramayana Yatra juga patut mendapat sertifikat ini karena melintas dan berhenti di tempat keagamaan di seluruh India.

Dilansir KabarPenumpang.com dari hindustantimes.com (12/12/2021), tur ziarah bertema ‘Shri Ramayana Yatra’ oleh Dekho Apna Desh Deluxe AC Tourist train menjadi kereta ramah vegetarian pertama. Pernyataan itu mengatakan bahwa layanan kereta api ramah vegetarian secara khusus didedikasikan untuk vegetarian dan vegan yang taat bepergian ke tujuan suci dengan Indian Railway.

“Dapur dasar IRCTC, lounge eksekutif, dan platform juga akan disertifikasi vegetarian untuk memastikan perjalanan ramah vegetarian,” tambahnya.

Tur kereta api ‘Shri Ramayana Yatra’ akan mencakup tujuan seperti Ayodhya, Nandigram, Janakpur, Sitamarhi dan Varanasi. Durasi tur ini adalah 16 malam dan 17 hari dan pelancong dapat naik kereta ini di stasiun kereta api Safdarjung Delhi. Perhentian pertama kereta api tersebut adalah Ayodhya dimana pelancong akan mengunjungi kuil Shri Ram Janmbhumi dan kuil Hanuman serta Bharat Mandir di Nandigram.

Destinasi selanjutnya adalah Sitamarhi di Bihar dan mengunjungi tempat kelahiran Sita Ji dan Kuil Ram-Janki di Janakpur, yang tertutup jalan raya. Setelah ini, kereta akan pindah ke Varanasi, dan pelancong akan mengunjungi kuil di Varanasi, Prayag, Shringverpur dan Chitrakoot melalui jalan darat. Menginap semalam akan disediakan di Varanasi, Prayag dan Chitrakoot.

Salah satu pemberhentian kereta adalah Nasik. Di mana kunjungan kuil Trayambakeshwar dan Panchvati akan dibahas. Setelah Nasik, tujuan selanjutnya adalah Hampi yang merupakan kota Krishkindha kuno. Lalu yang akan menjadi tujuan terakhir tur kereta Shri Ramayana Yatra adalah Rameshwaram.

Kemudian nantinya setelah itu kereta akan kembali ke Delhi pada hari ke-17 Perjalanannya. Para tamu akan melakukan perjalanan sekitar 7500 Km di seluruh tur ini. IRCTC akan mempromosikan “perjalanan ramah vegetarian” dengan mendapatkan beberapa kereta “bersertifikat sattvik”, terutama yang berjalan di rute yang menghubungkan situs-situs keagamaan.

Baca juga: Rajdhani Express Kembali Beroperasi, Indian Railways: Tidak Ada Selimut dan Makanan

Dalam rilis tersebut, juga dikatakan IRCTC memiliki “pemahaman” dengannya dan telah memutuskan untuk mencari “sertifikasi” untuk beberapa kereta api yang pergi ke tujuan ziarah seperti Vande Bharat express ke Katra, perhentian akhir untuk kuil Vaishno Devi. Formula ini kemungkinan akan direplikasi di sekitar 18 kereta api, katanya.