Gantung Rambut di Pegangan Kereta, Aksi Pemain Sirkus Rusia Bikin Geger Shanghai Metro

Naik kereta dan tidak dapat duduk, biasanya penumpang akan memegang pegangan di tiang agar tidak terjatuh. Tetapi beda dengan seorang perempuan yang terlihat menggantungkan rambutnya di pegangan kereta komuter. Dalam sebuah rekaman video, penumpang wanita yang adalah seorang pemain akrobat asal Rusia itu menggaitkan rambutnya di pegangan tangan saat naik kereta api di Shanghai pada 21 Januari kemarin.

Baca juga: Wow.. Pramugari Lakukan Akrobatik Tutup Pintu Bagasi Kabin Gunakan Sepatu Hak Tinggi

Darina nama pemain akrobat itu terlihat memainkan ponsel dan kaki diangkat seperti duduk bersila. Dia adalah bagian dari Shanghai Circus dan mengaku berlatih akrobatnya selama waktu senggang. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (24/1/2022), karena sembari berlatih akrobat, Darina justru mendapat telepon dari manajer Shanghai Metro yang bingung apa yang dirinya lakukan dengan menggantung rambut.

“Saya telah berlatih gerakan ini selama setengah tahun. Saya ingin mengingatkan semua orang bahwa itu adalah trik yang berbahaya dan tidak boleh dicoba jika tidak terlatih,” ujar Darina.

Karena ulahnya yang sembari berlatih akrobat, membuat banyak orang di dalam kereta kebingungan atas aksinya tersebut. Mereka khawatir Darina melukai diri sendiri atau kulit kepalanya. Video itu kemudian dia bagikan di Douyin yang adalah TikTok versi Cina.

Video itu dibagikan juga di feed baru-baru ini tentang rambut yang digantung dan tidak menyangka rekaman tersebut akan mendapatkan begitu banyak perhatian. Untuk diketahui, Darina telah menjadi pemain sirkus sejak 2013 dan mengundang orang untuk menonton pertunjukannya.

Gantung rambut adalah aksi sirkus udara di mana para pemain digantung oleh rambut mereka. Beberapa orang percaya tindakan itu berasal dari Amerika Selataa, sementara yang lain percaya itu dimulai di Cina. Mereka melakukan pose akrobatik sementara rambut mereka diikat menjadi cincin gantung rambut dan beban berat orang tersebut didistribusikan secara merata ke seluruh kulit kepala.

Baca juga: Unik! Penumpang ini Lakukan Yoga Erotis Saat Mengudara dengan United Airlines

Setiap rambut mampu menahan berat hingga 3.5oz (100 gram) dan harus diatur dengan benar untuk mencegah kecelakaan atau cidera. Pemain akrobat sering mengkondisikan rambut mereka hingga lima kali sehari dan menggunakan vitamin rambut dalam upaya untuk melindunginya dan membuatnya tetap kuat.

Melongok Peralatan Tempur di Kabin KRL, Penasaran?

Naik Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line sudah menjadi keseharian warga Jabodetabek untuk melakukan perjalanan. Selain harganya terjangkau, naik KRL jug sangat praktis dan juga bisa menghemat waktu. Di setiap jam – jam sibuk KRL sangat dibutuhkan bagi para pencari nafkah, begitu juga pada saat hari libur KRL paling favorit digunakan hanya sekadar berwisata bahkan untuk menikmati perjalanan yang nyaman.

Baca juga: Mencoba Masuk ke Kabin Lokomotif, Kira-kira Ada Apa Aja Sih?

Tapi tahukah kalian dibalik perjalanan itu semua ada yang mengatur perjalanan KRL. Siapa lagi kalau bukan masinis. Masinis bertugas menjalankan lokomotif/KRL yang berada di bagian depan atau biasa disebut kabin. Agak sulit memang jika masuk ke ruang kabin untuk masinis KRL. Apalagi ruangan tersebut khusus untuk masinis saja, tidak boleh sembarang orang yang memasukinya, kecuali jika kalian para wanita yang hanya bisa melongok kabin masinis dari jendela kabin. Karena kereta paling depan dan belakang dikhususkan untuk penumpang wanita.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Nah, kali ini kita akan melihat peralatan apa saja sih yang ada di kabin KRL. Bagi yang mengetahui di kabin KRL hanyalah beberapa tuas untuk menjalankan KRL untuk maju, mundur dan pengereman. Namun, masih banyak lagi lho peralatan tempur yang harus digunakan masinis KRL untuk menjalankan keretanya agar aman dan lancar.
Kabin KRL eks Japan Railway (JR) East ini memiliki luas sekitar 3 meter persegi dengan kelengkapan peralatan yang disediakan untuk menjalankan KRL. Beberapa tuas seperti:

– Tuas tenaga (throtle) untuk menjalankan kereta
– Tuas maju – mundur
– Tuas untuk pengereman (Handle Break)
– Tuas untuk membuka dan menutup pintu
– Tombol lampu dan AC (Air Condisioner), jika seri KRL 205 berada di kotak samping kanan kabin
– Manometer yang berfungsi untuk mengukur tekanan udara dalam ruangan tertutup. Pastikan manometer berfungsi baik dan menunjukkan jarum angka 8 – 9
– Speedometer yang berfungsi untuk menunjukkan kecepatan kereta. Pada kabin KRL biasanya menggunakan dua speedometer. Ada yang menggunakan jarum dan versi angka digital
– Meteran dalam jenis Volt berfungsi untuk menunjukkan tegangan listrik aliran atas dengan tegangan listrik 1.500 Volt
– Radio Kabin berfungsi untuk berkomunikasi antara masini dengan petugas lainnya salah satunya komunikasi dengan PPK (Petugas Pelayan Kereta) yang ada dipaling belakang kereta
– Deadman Pedal yang mengharuskan masinis menginjak dan diangkat secara bergantian oleh masinis. Jika proses injak-angkat tak dilakukan karena masinis mengantuk atau tertidur, alarm akan berbunyi dan KRL akan berhenti otomatis.
– Klakson KRL dengan cara diijak.

Baca juga: Mirip Kasus di Indonesia, Masinis Pakistan Hentikan Lokomotif untuk Beli Cemilan

Dari semua komponen KRL yang disebutkan, masinis harus menguasai seluruhnya yang ada di kabin. Tak menutup kemungkinan sebelum KRL dijalankan, masinis juga melihat kelengkapan yang ada di kabin KRL. Jika sudah lengkap masinis langsung menjalankan KRL nya dan mengantar penumpang dengan selamat sampai tujuan. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Bakal Jadi Feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung, KRDE Akhirnya Uji Coba Lintas

Rangkaian KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik) yang akan dijadikan sebagai KA Feeder KCJB (Kereta Cepat Jakarta Bandung) akhirnya diuji coba lintas Yogyakarta – Kutoarjo, Selasa (25/1). Uji coba ini merupakan kali pertama untuk lintas jarak pendek. Rangakian KRDE dengan formasi 5 kereta ini berjalan dengan kecepatan 70 – 90 kilometer per jam. Walaupun kecepatan selama uji coba yang diijinkan adalah 50 – 100 kilometer per jam.

Baca juga: Ini Dia Wajah KA Feeder Bakal Calon KCJB (Kereta Cepat Jakarta Bandung)

Dengan livery warna merah dan putih ini masih tahap uji coba pertama. Sebelumnya KRDE ini melakukan uji coba di area Balai Yasa Yogyakarta. KRDE bernomor seri K3 2 12 06 – K3 2 12 10 ini merupakan eks rangkaian KRDE Prameks livery batik yang melayani rute Kutoarjo – Yogyakarta – Solo Balapan pp. Karena suku cadang mulai berkurang dan perjalanan KRD Prameks menggantikan sarana KRL, beberapa diantaranya hanya digunakan untuk perjalanan rute Yogyakarta – Kutoarjo pp.

Uji coba Feeder KCIC rencananya akan dilakukan beberapa hari kedepan guna melancarkan sistem bekerja mesin pada kereta bertenaga diesel ini. Kecepatan dan ketepatan pengereman pada KRDE ini tentu saja dilakukan. Meski jalur yang ditempuh tidak pada medan yang ekstrim, namun rangkaian ini tetap dilakukan dalam kecepatan yang maksimum. Perjalanan uji cobaKA Feeder ini berangkat dari Stasiun Lempuyangan 10.35 WIB tiba di Kutoarjo 11.27 WIB dan kembali dari Kutoarjo pukul 12.05 WIB tiba di Lempuyangan pukul 13.01 WIB.

Sebelumnya diketahui bahwa rangkaian KA Feeder KCIJB ini akan melayani penumpang yang hendak menggunakan rangkaian KCJB dari Bandung ke Jakarta maupun sebaliknya. KA Feeder diberangkatakan dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Rancaekek pulang – pergi.

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Penuh Masalah, Indonesia Balik Rangkul Jepang! Ahli: Sulit Integrasikan Cina-Jepang

Saat ini Stasiun Rancaekek juga tengah dilakukan renovasi untuk melayani penumpang yang hendak menuju stasiun KCJB yang berada di petak Rancaekek – Cimekar. Bangunan baru bagian selatan Stasiun Rancarkek juga nantinya akan dilengkapi fasilitas penunjang untuk memanjakan calon penumpang yang hendak naik KA Cepat Jakarta – Bandung. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Rekrutmen Karyawan Indian Railways Rusuh, Kereta Dibakar-Rusak Rel di Banyak Kota di India

Rekrutmen karyawan kereta api di India rusuh. Rekrutmen karyawan KAI-nya India yang diselenggarakan oleh Railway Recruitment Board (RRB) untuk pos Non-Technical Popular Categories (NTPC) dianggap penuh dengan kecurangan. Para pelamar yang didominasi mahasiswa pun mengamuk dan melampiaskan amarahnya dengan cara membakar kereta sampai merusak rel.

Baca juga: Malam Hallowen, Pria Berkostum Joker Tusuk Penumpang dan Membakar Kereta

Dilansir NDTV, saat ini, pemerintah telah menangguhkan proses rekrutmen karyawan baru BUMN kereta India atau Indian Railways dalam rangka Hari Kemerdekaan Nasional India. Pemerintah juga telah membentuk komite khusus untuk menginvestigasi dugaan kecurangan yang dilakukan oleh panitia.

Selain itu, Menteri Kereta Api Ashwini Vaishnaw, juga telah menghimbau para mahasiswa atau peserta rekrutmen agar tidak berlaku anarkis dan merusak fasilitas publik.

“Saya meminta mahasiswa untuk tidak main-main dengan hukum. Kami akan serius menanggapi keluhan dan kekhawatiran mereka,” katanya.

Ia menambahkan, semua pimpinan RRB telah diminta untuk mendengarkan masukan dari mahasiswa, mengumpulkannya, dan meneruskannya ke panitia penyelenggara rekrutmen sampai beberapa pekan ke depan. Karenanya, dihimbau agar para demonstran menyampaikan aspirasi mereka ke jalur resmi yang telah diakomodir pemerintah.

“Alamat email telah disiapkan untuk tujuan ini. Komite akan pergi ke berbagai bagian negara dan mendengarkan keluhan,” katanya.

Protes berujung anarkis dalam proses rekrutmen karyawan KAI-nya India untuk Kategori Populer Non-Teknis bermula dari ujian yang berlangsung pada tahun 2021 silam.

Awalnya, proses ujian tertulis dilangsungkan satu tahap. Para calon karyawan mendasari ini dari surat pemberitahuan tahun 2019. Namun kemudian ini berkembang jadi dua tahap dan dirasa tidak adil oleh mereka yang sudah lulus ditahap pertama tes NTPC CBT-1 yang baru diumumkan pada tanggal 15 Januari lalu. Dari sinilah protes besar-besaran terjadi.

Mereka menuduh, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perkeretaapian bermain-main dengan masa depan mereka.

Protes berujung anarkis tersebar di beberapa kota di negara bagian Bihar, India. Di kota Jehanabad, mahasiswa yang marah membakar patung Perdana Menteri Narendra Modi di rel kereta api dan meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah.

Di Sitamarhi, polisi melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan demonstran yang marah di stasiun kereta api. Protes juga dilaporkan dari distrik Patna, Nawada, Muzaffarpur, Sitamarhi, Buxar, dan Bhojpur. Beberapa perjalanan kereta bahkan terpaksa dibatalkan atau dijalankan pada rute alternatif pada hari Selasa karena protes terus berlanjut.

Baca juga: Kecanduan Film Porno, Petugas Kebersihan Kereta India Simpan Spycam di Toilet

Di zona East Central Railway (ECR), sebanyak 25 perjalanan kereta api dibatalkan, antara lain kereta Durg-Rajendra Nagar South Bihar Express, kereta penumpang Gaya-Jamalpur, Kereta Gaya-Howrah Express, dan Patna-Varanasi Express.

Indian Railways sendiri merupakan operator perkerataapian di India atau sejenis BUMN perkeretaapian di India semisal PT KAI di Indonesia. Sebagai pengelola jaringan kereta api terbesar keempat di dunia, Indian Railways memiliki banyak karyawan. Sampai tahun 2017, Indian Railways tercatat mempekerjakan sebanyak 1.308.000 karyawan.

Garuda Indonesia dan Tokopedia Luncurkan Merchandise Tematik “Jelajah Lintas Gaya”

Garuda Indonesia berkolaborasi dengan Tokopedia meluncurkan merchandise tematik “Jelajah Lintas Gaya” sebagai bagian dari upaya mempromosikan brand fashion lokal rintisan anak bangsa. Merchanside tematik tersebut terdiri dari ragam produk brand retail fashion lokal seperti Kalibre, Matoa, Taylor Fine Goods dan League yang mulai diperkenalkan pada Selasa (25/1).

Baca juga: Bila GoJek dan Tokopedia Melakukan Merger, Bakal ada Dampak Positif 

Melalui peluncuran tersebut, para pengguna jasa dapat membeli produk-produk eksklusif hasi kolaborasi tersebut diantaranya berupa backpack, waist bag, kaos, topi, jam tangan, pouch, sepatu, sandal dan aksesoris menarik lainnya yang menggabungkan karakter Garuda Indonesia dengan ciri khas masing-masing brand secara online melalui aplikasi Tokopedia maupun GarudaShop pada halaman website https://garudashop.garuda-indonesia.com.

Dalam siaran pers, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa kolaborasi ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Garuda Indonesia yang ke-73 sekaligus merupakan upaya berkelanjutan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung kehadiran dan gerakan bangga akan produk unggulan dalam negeri yang salah satunya kami lakukan dengan berperan aktif dalam mempromosikan brand fashion lokal.

Baca juga: Puji UMKM di Indonesia, Ratu Maxima Sebut GoJek dalam KTT G20 Roma

“Dengan visi yang sama untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui pemberdayaan produk unggulan dalam negeri, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa dalam mendapatkan ragam pilihan produk fashion dalam negeri yang berkualitas namun juga dapat membangkitkan semangat bangga akan karya anak bangsa.” Papar Irfan.

Cegah Kereta Tergelincir, LRT Jakarta Adopsi Teknologi “Sand Box”

Di Indonesia, saat ini tengah memasuki musim hujan dan membuat jalan basah serta licin. Kondisi ini juga terjadi di jalur atau rel kereta api yang terbuat dari baja. Kondisi basah dan licin tersebut berisiko membuat roda berputar di tempat atau selip.

Baca juga: Stasiun LRT Jakarta Kebakaran, Diduga Penyebabnya Ledakan Gas Nitrogen

Bahkan kereta bisa tergelincir dan masalah pun menjadi semakin besar. Untuk membuat jalur kereta ini tidak basah dan licin, ada hal yang harus dilakukan oleh para operator sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

KabarPenumpang.com mengutip dari Instagram LRT Jakarta, untuk mengatasi dan mengurangi risiko selip atau tergelincir pada kereta, maka digunakankan pasir. Light Rail Vehicle (LRV) yang dioperasikan PT LRT Jakarta ternyata memiliki sistem pemasir sendiri yang sudah canggh.

Pasir ini tersimpan pada wadah penampung atau Sand Boxyang mana akan langsung menaburkan pasir ke atas permukaan jalan rel. Pasir tersebut akan ditabur jika LRV mendeteksi adanya putaran roda yang tidak normal akibat selip atau tergelincir.

Nantinya perangkat komputerisasi LRV yang bernama TCMS akan memerintahkan sistem pemasir untuk bekerja, dan menaburkan pasir dari Sand Box ke jalan rel yang akan dilewatinya sambil bergerak secara otomatis. Namun demikian, masinis juga dapat mengoperasikan sistem pemasir ini secara manual.

Setiap LRV memiliki total empat unit Sand Box pada masing-masing ujung LRV.
Pasir yang digunakan merupakan pasir silika yang berbentuk butiran padat, sehingga dapat menambah gaya gesek untuk mencegah dan mengurangi risiko roda selip atau tergelincir, dan kereta dapat melaju sebagaimana biasa di atas permukaan rel yang basah dengan aman.

Baca juga: Di Tengah Pandemi dan Sepinya Penumpang, PT LRT Jakarta Justru Buka Lowongan

LRT Jakarta terus memastikan sistem pemasir selalu dalam keadaan laik demi keselamatan operasi LRV. Jadi, bagi Anda yang menggunakan layanan LRTJ saat kondisi hujan, jangan khawatir karena LRT Jakarta selalu menjaga kelaikan LRV dalam kondisi apapun.

Ternyata Negara Ini Jadi Benchmark KA Bandara di Indonesia

Wajah transportasi di Indonesia terus berbenah. Salah satunya dengan menghadirkan KA Bandara sebagai pilihan moda transportasi lain menuju bandara. Meski tergolong telat menghadirkan kereta perkotaan yang khusus melayani bandara, tetapi itu masih lebih baik dari pada tidak ada sama sekali. Namun, terlepas dari itu, sebetulnya KA Bandara di negara mana yang jadi benchmark KA Bandara di Indonesia?

Baca juga: Horeee! Awal Tahun 2022 Tarif KA Bandara Soekarno-Hatta Kembali dari Goceng

KA Bandara pertama di Indonesia pertama kali hadir di Bandara Kualanamu, Medan pada 25 Juli 2013. Setelah beberap tahun, KA Bandara Soekarno Hatta akhirnya resmi melayani penumpang pada 26 Januari 2017, disusul KA Bandara NYIA Kulonprogo yang beroperasi pertama kali pada 6 Mei 2019.

Di hari pertama beroperasi, KA Bandara Soekarno-Hatta melayani 4.300 penumpang. Seiring waktu berjalan, KA Bandara Soekarno-Hatta pernah mencapai traffic tertinggi sebelum pandemi virus Corona menerjang.

Direktur Utama PT Railink Anggoro Tri Wibowo, mengungkapkan, di masa keemasannya, KA Bandara pernah mencapai okupansi 100 persen alias full passenger di setiap keberangkatan. Selebihnya, KA Bandara Soekarno-Hatta stabil melayani di angka 70 persen dari kapasitas atau sekitar 8 ribu penumpang per hari.

“Pernah sebelum pandemi kami 100 persen okupansinya. Luar biasa sekali,” katanya kepada KabarPenumpang.com, Selasa, (26/1).

Setelah pandemi menerjang, praktis KA Bandara turut terdampak. Pada 1 April 2021, KA Bandara atau KRL Bandara melakukan gebarakan dengan meluncurkan KA Bandara Premium dimana tarifnya hanya sebesar Rp5 ribu untuk relasi dari Manggarai – Batu Ceper PP.

Meski relasinya terbatas dan tidak seperti KRL Jabodetabek, namun, KA Bandara Premium berhasil menyerap kebutuhan penumpang lain yang tak ingin berdesakan di KRL di antara dua wilayah itu.

Setelah layanan tersebut tersela oleh PPKM Darurat, mulai Januari tahun ini, KA Bandara memulai kembali layanan KA Bandara Premium.

KA Bandara Premium tentu saja tidak ada di negara-negara manapun yang menjadi benchmark PT Railink atau KA Bandara di Indonesia.

Anggoro menjelaskan, KA Bandara di Indonesia diakuinya berkiblat kepada KA Bandara atau KRL Commuter di beberapa negara, seperti Jepang, Italia, Perancis, Jerman, Belanda, dan lainnya. Meski secara kultur, Belanda dan Jepang lebih kuat, namun itu tidak lantas membuat PT Railink terpaku hanya pada kedua negara itu.

Sebaliknya, KA Bandara di Indonesia mengadopsi semua yang baik dari KA Bandara di negara-negara tersebut.

“Tidak ada kecenderungan (menjadikan satu negara sebagai benchmark KA Bandara). Semuanya kami adopsi. Seperti persinyalan kami dari Alstom (Perancis), dari Siemens (Jerman). Keretanya dari Kanada, dari Jepang juga,” katanya

Baca juga: Inilah KA Bandara Pertama di Dunia, Warisan Nazi Jerman

Kendati begitu, Jepang diakui memang mengambil porsi terbanyak untuk dijadikan benchmark. Tetapi, tetap, ada banyak layanan yang disesuaikan dengan budaya dan kebutuhan di Indonesia; termasuk KA Bandara Premium yang dioperasikan PT Railink.

“Tidak ada itu (KA Bandara Premium di Jepang dll). Tidak ada. Memang disesuaikan dengan budaya (dan kebutuhan) di sini,” tutupnya.

Bangun Jembatan Penyeberangan Multiguna, Dishub DKI Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Rekayasa lalu lintas di sekitaran Jalan Galunggung sisi utara mulai berlaku sejak adanya proyek pekerjaan kostruksi Jembatan Penyeberangan Multiguna atau JPM Dukuh Atas. JPM ini akan menghubungkan Stasiun LRT Dukuh Atas dengan Stasiun Sudirman yang dilakukan oleh PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Baca juga: Integrasi Transportasi di Jakarta Mulai Berjalan, Nantinya Semua Konektivitas Tiket Bakal Sempurna

Selama proses pengerjaan, kondisi lalu lintas yang semula memiliki tiga lajur akan menjadi dua lajur mix traffic dengan lajur TransJakarta. Oleh karena itu, para pengguna jalan diimbau untuk menghindari ruas jalur itu dan bisa menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan.

Untuk pembangunan ini, PT MITJ bersama dengan KSO Waskita dan Vision First bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keselamatan dan keamanan pengguna jalan di sekitar lokasi pembangunan. Kolaborasi besar dari seluruh stakeholedrs terkait ini diharapkan dapat mewujudkan transportasi terintegrasi yang lebih optimal dan terciptanya fasilitas integrasi fisik kelas dunia yang dapat meningkatkan penggunaan transportasi publik di Jabodetabek.

Selain itu, nantinya akan juga melakukan pengembangan kawasan integrasi atau biasa disebut dengan Transit Oriented Development (TOD). Untuk ini, MITJ bekerja sama dengan Urban Renaissance (UR) Agency. Keduanya melakukan tanda tangan Nota Kesepahaman pada Rabu (26/1/2022).

Kerjasama ini merupakan salah satu komitmen awal dan landasan bagi PT MITJ dan UR untuk bersinergi dalam mengeksplorasi peluang pengembangan TOD dan juga pengembangan sumber daya manusia untuk mewujudkan solusi transportasi yang terintegrasi dan berbasis konektivitas antar moda.

“Meskipun terhalang oleh jarak, kami berharap dengan terlaksananya kerjasama ini dapat membuka peluang PT MITJ untuk pengembangan TOD dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memajukan perekonomian dan memberikan kenyaman, serta meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi umum,” ujar Direktur Utama PT Tuhiyat yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers.

Baca juga: Jembatan Penyeberangan Multi Guna ‘Serambi Temu’ Koneksikan Beragam Moda Transportasi

Ke depannya PT MITJ berharap kerjasama ini dapat mengakselerasi inisiatif-insiatif strategis integrasi dan pengembangan TOD serta terjalinnya kerja sama yang sinergis dengan pemangku kepentingan demi mendukung kemajuan ekosistem transportasi di Jakarta dan sekitarnya.

Bikin Heboh, Penumpang Bawa Lobster Porsi Jumbo ke Kabin Pesawat

Membawa makanan dan minuman sendiri ke dalam kabin pesawat? Rasanya masih diperbolehkan asalkan dalam takaran yang wajar. Namun, bagaimana jika Anda melihat ada penumpang yang membawa makanan dengan porsi yang cukup mengagetkan?

Baca juga: Lagi Enak Makan Cemilan, Tiba-Tiba Seekor Anjing ‘Nimbrung’ di Celah Kursi Pesawat

KabarPenumpang.com melansir news.com.au (23/1/2022), belum lama ini seorang penumpang pesawat di kelas ekonomi tertangkap kamera karena membawa nampan aluminium. Dalam nampan itu berisi enam lobster yang dimasak dan lebih enak dari makanan pesawat yang ada.

Foto itu kemudian disebar ke grup awak kabin dan pramugari dengan menyebut itu adalah perilaku yang tidak pantas. Sedangkan yang lain menyebutkan porsi itu tak lazim tetapi tidak melanggar aturan yang ada.

Meski begitu, tidak semua orang menentang langkah berani seperti yang dikatakan oleh salah satu anggota kru, “Apakah itu menjengkelkan dan ekstra? Ya. Tapi tidak melanggar aturan apa pun sejauh yang saya tahu. Saya hanya memberi mereka kantong sampah ekstra, serbet, dan meminta kaki kepiting.”

Foto penumpang yang tengah minum dan menikmati senampan lobster itu diunggah di subreddit yang mana menjadi jelas bahwa sebagian besar Redditor terkesan dengan keberanian penumpang itu. Warganet mengatakan, dirinya bahkan tidak bisa membawa satu tube penuh pasta gigi ke dalam pesawat.

Yang lain menjawab: “Dia jelas membeli tiket untuk lobster.”

Baca juga: Buang Makanan dan Sisa Sampah di Lorong Kabin, Penumpang Dihujat Warganet

Seseorang di Reddit menunjukkan bahwa mereka pasti telah membeli makanan di terminal, “Itu mungkin makanan $200 dengan $20+ dalam botol kecil minuman keras. Tentu saja, maskapai dan bandara keren dengan itu. Mungkin datang dengan peralatan logam juga.”























Ada Strip Putih di Ujung Runway, Inilah Fungsi dan Artinya

Dimensi runway atau landasan pacu di setiap bandara berbeda-beda. Menurut International Civil Aviation Organization (ICAO), ada empat kode atau jenis runway di dunia. Masing-masing memiliki lebar dan panjang tersendiri, termasuk runway strip-nya yang juga berbeda-beda. Lantas, berapa lebar dan panjang runway berikut jumlah strip yang ada pada runway?

Baca juga: Berapa Detik Pesawat Melesat di Runway untuk Bisa Terbang? Ini Jawabannya

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu diketahui, lebar runway dan jumlah strip di ujung runway erat kaitannya dengan runway strip dan RESA.

Menurut Annex 14 Convention on International Civil Aviation (ICAO), zona aman di ujung landasan harus dimiliki setiap bandara. Sebelumnya, RESA atau Runway End Safety Area hanya rekomendasi tetapi mulai tahun 2005 silam RESA menjadi sebuah keharusan.

Dilansir skybrary.aero, RESA sendiri adalah permukaan di sekitar landasan pacu yang disiapkan untuk mengurangi risiko kerusakan pada pesawat jika terjadi undershoot, overshoot, atau overrun dari runway.

Namun, sebelum masuk ke RESA, Runway Strip juga menjadi instrumen tambahan penting di ujung landasan yang juga patut diketahui. Besaran dimensi runway strip berbeda-beda, tergantung dari bandara atau runway itu sendiri.

Bagi runway dengan Kode 3 (panjang mencapai 1200-1799 meter) dan 4 (1800 meter atau lebih), runway strip setidaknya harus diperpanjang di kedua sisi (melebar) masing-masing setidaknya 150 meter.

Dengan begitu, total lebar runway strip mencapai 300 meter. Adapun runway strip di luar area threshlod atau biasa juga disebut blast pad atau stopway, runway dengan kode tersebut (3 dan 4) wajib diperpanjang minimal 60 meter.

Sedangkan untuk runway dengan Kode 1 (panjang kurang dari 800 meter) dan 2 (800-1199 meter), persyaratannya jauh lebih ringan menjadi dikurangi 75 meter (tambahan lebar runway) serta blast pad dikurangi menjadi hanya 30 meter.

Terkait runway width atau lebar runway dan strip yang ada pada runway, masing-masing kode, mulai dari kode 1-4 runway memiliki besaran dan jumlah yang berbeda-beda pula.

Baca juga: Mengapa Area Sekitar Runway Ditanami Rumput? Inilah Jawabannya

Dikutip dari Boldmethod, runway dengan kode 1 memiliki lebar runway seluas 60 kaki dengan jumlah strip atau garis-garis di ujung runway mencapai empat. Runway kode 1 ada juga yang memiliki lebar seluas 75 kaki dengan total enam strip.

Sedangkan runway dengan kode 2, 3, dan 4, masing-masing lebarnya mencapai 100 kaki dengan total delapan strip, lebar 150 kaki dengan total 12 strip, dan lebar 200 kaki dengan total 16 strip.