Perjalanan Terjauh Kereta Api dari Portugal ke Singapura? Ini Kisaran Biayanya

Pernah tidak Anda membayangkan menikmati perjalanan kereta api jarak jauh dari Portugal ke Singapura? Kalau pernah artinya saat ini, bayangan itu bukan sebatas khayalan tetapi mungkin akan menjadi kenyataan.

Baca juga: Transoceánica – Bus dengan Rute Terjauh di Dunia, Tempuh Jarak 6.195 Km!

Hal ini karena jalur kereta api terpanjang di dunia sangat mungkin hadir. Di mana pada 2 Desember kemarin, jalur kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan Kunming di Cina ke Vientiane di Laos baru saja dibuka.

KabarPenumpang.com melansir euronews.com (14/12/2021), ini beraarti mereka yang mencari perjalanan ekstrim dengan kereta api, sekarang bisa pergi dari Beijing ke Bangkok yang kemudian ke Singapura. Perjalanan tersebut juga menciptakan jalur kereta api berkelanjutan terpanjang di dunia.

Sebelumnya, perjalanan kereta api yang terus menerus pada rute ini akan berakhir di Vietnam dan hanya menempuh jarak sekitar 16.898 km. Untuk kemudian melakukan perjalanan ke Singapura, penumpang harus naik bus dari Saigon, melalui Kamboja ke Bangkok.

Untuk memulai perjalan panjang ini, Anda akan melewati 13 negara berbeda dari Spanyol, Polandia, dan Belarusia di Eropa hingga Mongolia, Thailand dan Malaysia dalam perjalanan Asia. Di beberapa jalur, pelancong harus bermalam di sepanjang rute, misalnya di Lisbon, Madrid dan Paris, dan mereka harus menginap dua malam di Moskow dan dua malam di Beijing.

Perjalanan tersebut akan memakan waktu hingga 21 hari ketika dihitung oleh seorang penggemar kereta Inggris Mark Smith. Smith mengatakan, untuk perjalanan panjang ini dengan biaya visa dan tiket perjalanan yakni sekitar €1.200 atau sekitar Rp19,5 juta. Untuk diketahui, bepergian dengan kereta api juga akan mengurangi emisi karbon perjalanan secara signifikan.

Baca juga: Tak Hanya Cina dan Jepang, Ini Jalur Terpanjang Kereta Berkecepatan Tinggi di Eropa

Penerbangan satu arah dari Lisbon Portugal ke Bandara Changi di Singapura akan mengeluarkan sekitar 1,67 ton setara CO2. Sebagai perbandingan, melakukan perjalanan jauh dengan kereta api atau bus akan mengeluarkan sekitar 0,08 ton. Tetapi untuk melakukan perjalanan yang lengkap, pelancong harus menunggu karena dua perjalanan terpanjang yaitu Paris ke Moskow dan Moskow ke Beijing saat ini ditutup karena pandemi.

Restoran (Bus) Mewah Pertama di Taipei, Bukan Hanya Tentang Makan Tetapi Menikmati Landmark

Bus yang dialih fungsikan menjadi restoran mewah baru saja di luncurkan di Taipei. Ini adalah bus pertama yang akan melayanani tur yang sudah dipesan ke landmark kota, atraksi dan makanan untuk penumpang karena ini adalah bus restoran.

Baca juga: Melbourne Kini Punya Restoran Trem Keliling

CEO Bus Restoran Taipei Hsu Hao-yuan mengatakan, bahwa tiga tur sebelum peluncuran perdana, tiketnya sudah terjual habis. Selain itu, penumpang yang menikmati tur tersebut juga memberikan umpan balik yang positif.

CEO Taipei Restaurant Bus Hsu Hao-yuan (depan, kanan) dan Liu Yi-ting (depan, kiri), komisaris Departemen Informasi dan Pariwisata Taipei. Foto: CNA

Dilansir KabarPenumpang.com dari focustaiwan.tw (14/12/2021), Hsu mengaku, tur dengan bus restoran tersebut juga sudah penuh dipesan hingga akhir bulan. Dia menyebutkan satu-satunya kursi yang tersedia adalah untuk layanan makan malam, yaitu sekitar 70-80 persen dipesan.

Bus ini adalah bus tingkat atau double decker yang memiliki 26 kursi dengan tiga jadwal reguler yakni menawarkan layanan teh sore dana makan malam setiap Selasa dan Minggu serta hari Senin husus untuk pmemesanan perusahaan. Tur, yang dimulai dan berakhir di stasiun MRT Balai Kota Taipei, membawa penumpang melewati banyak landmark kota seperti Balai Peringatan Nasional Dr. Sun Yat-sen dan Taipei 101
.
“Penerimaan sangat baik. Itu di luar ekspektasi kami,” kata Hsu.

Shu mengatakan, saat ini, layanan bus menawarkan menu dari Regent Hotel, disiapkan di dapur di dek bawah bus, tetapi menu mungkin berubah, tergantung musim. Menu teh sore menawarkan daging sapi panggang dan brioche udang, pistachio macaroon dan raspberry madeleine, sedangkan makan malam lengkap termasuk pipi daging sapi Wagyu yang direbus dengan saus anggur merah dan salad Caesar.

“Awalnya, kami berencana untuk menyajikan mie daging sapi dan Din Tai Fung, makanan yang sangat disukai turis, tetapi karena perbatasan (Taiwan) tidak terbuka untuk turis, kami memutuskan untuk tidak melakukannya,” kata Hsu.

Bus restoran wisata Taipei . Foto: CNA

Dia mengatakan hanya satu bus yang beroperasi pada awal layanan, tetapi bus kedua dapat diperkenalkan dalam empat hingga enam bulan, tergantung pada situasinya. Liu Yi-ting, komisaris Departemen Informasi dan Pariwisata Taipei, mengatakan peluncuran tur bus restoran telah ditunda dari awal tahun karena pandemi Covid-19.

“Hari ini adalah hari pertama, dan kami berharap setiap perjalanan akan penuh dipesan, kata Liu. Sejauh yang saya tahu, ada banyak pertanyaan tentang bus untuk teh sore dan makan malam,” ujarnya.

Baca juga: Gunakan Bus Tingkat Berusia 20 Tahun, “Hanoi 75” Hadirkan Kuliner Khas Vietnam di Manchester

Ide meluncurkan bus restoran bertingkat muncul setelah survei di luar negeri, yang dilakukan dua tahun lalu, menemukan bahwa kota-kota internasional seperti Tokyo, Bangkok, London, dan Hong Kong semuanya memiliki layanan serupa, menurut Eric Hsu, chief operating officer dari Sanjin Integrated Marketing Co., Ltd., operator utama layanan bus Taipei.






















Puncak Libur Natal dan Tahun Baru 2022 KRL Commuter Line: Setiap Hari Senin

KAI Commuter memperkirakan puncak lonjakan penumpang selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2022 pada tahun ini terjadi setiap hari Senin. Hal itu sejalan dengan kebijakan pemerintah dimana Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan BUMN serta sebagian besar swasta tetap bekerja seperti biasa.

Baca juga: Depo Bekasi Ditutup, KRL Menginap di Cikarang

“Kami memperkirakan lonjakan penumpang terjadi setiap hari Senin. Pertimbangannya adalah itu awal dimulainya aktivitas dan kami (karyawan BUMN) juga diperintahkan masuk seperti arahan pemerintah,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba saat jumpa pers, Jumat, 17 Desember 2021.

Lantaran ASN, karyawan BUMN, dan sebagian besar swasta tetap bekerja seperti biasa, lanjut Anne, setiap hari, KRL Jebodetabek diprediksi tetap akan melayani sebanyak 400 – 550 ribu penumpang setiap hari, dimana lonjakan penumpang tertinggi terjadi setiap hari Senin.

Karena itu, Anne mengatakan pihaknya tetap mengoperasikan KRL Jabodetabek sebanyak 1.005 perjalanan tiap harinya dengan total 94 rangkaian sama seperti seperti sebelumnya alias tidak ada penambahan KRL di masa libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Jumlah disebut ini lebih banyak dari operasional PT KAI Commuter sebelum pandemi, yakni hanya sebanyak 960 perjalanan.

Selama periode Nataru, 1.005 perjalanan tersebut beroperasi sama seperti biasa, mulai dari pukul 04.00 – 22.00, termasuk di malam pergantian tahun, berbeda dengan malam pergantian tahun sebelum-sebelumnya dimana KRL Jabodetabek beroperasi sampai pukul 02.00 ini hari. Ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penumpukkan penumpang dan membatasi mobilitas masyarakat sebagaimana arahan dari pemerintah pusat.

Guna memberikan rasa aman bagi pengguna KRL, selama masa Angkutan Nataru 2021/2022 KAI Commuter menyiapkan sebanyak 3.888 personel pengaman yang terdiri dari 1.260 personel petugas pengawalan KRL dan 2.628 personel pengamanan stasiun.

“KAI Commuter juga menyediakan petugas Passengger Service dengan total 300 petugas untuk pelayanan kepada pengguna KRL di stasiun dan sebagai petugas operator Lost and Found di seluruh Stasiun KRL yang ada di Jabodetabek. Sedangkan untuk Petugas Pelayanan KRL, KAI Commuter menyediakan 378 petugas untuk melayani pengguna di dalam perjalanan KRL,” jelas Anne.

KAI Commuter juga bekerja sama dengan pengamanan eksternal dari TNI/Polri dengan menugaskan sebanyak 100 personel, tersebar di tiap rangkaian KRL dan di stasiun besar, seperti Jakarta Kota, Tanah Abang, Bogor, dan Manggarai.

Dalam menghadapi Covid-19 varian Omicron yang 70 persen lebih menular dibanding Covid-19 generasi awal, Anne menegaskan bahwa pihaknya selalu menerapkan standar protokol kesehatan tinggi sesuai arahan pemerintah.

Ia juga menyindir moda transportasi lain disebutnya sudah menerapkan 100 persen penumpang, berbeda dengan pihaknya yang masih mempertahankan kapasitas di bawah 50 persen.

Baca juga: GoTransit, Hubungkan GoJek dengan Pembelian Tiket KRL Jabodetabek

“KAI Commuter tetap memberlakukan aturan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah. Pertama, pengguna KRL harus sudah divaksinasi Covid-19, scan barcode, menggunakan masker double, dan menjaga jarak,” tambahnya.

“Apapun variannya, kami selalu menerapkan prokes tinggi dan bisa dilihat moda transportasi lain banyak yang sudah menerapkan 100 persen penumpang dan kami bertahan di bawah 50 persen,” tutupnya.

Ada Apa dengan Boeing 767 ANA Livery Fly! Panda, Simbol Hubungan Jepang-Cina?

Maskapai All Nippon Airways (ANA) terkenal dengan penggunaan livery unik, mulai dari Star Wars, kura-kura, hingga Flying Honu A380; termasuk livery Fly! Panda pesawat Boeing 767-300ER pada bulan Juli 2007 silam. Namun, pesawat dengan livery yang ketika itu lahir sebagai penanda 35 tahun hubungan diplomatik Jepang-Cina tersebut, kemana perginya saat ini?

Baca juga: Nyaris Berusia 40 Tahun, Boeing 767 Tertua di Dunia Masih Gagah Beroperasi

Dirilisnya livery Fly! Panda pada bulan Juli 2007 diketahui menandai dua hal penting. Pertama, ini menandakan 20 tahun ANA terbang ke Negeri Tirai Bambu itu. Adapun yang kedua menandakan 35 tahun hubungan diplomatik Jepang-Cina.

Dikutip dari Simple Flying, livery unik Fly! Panda ANA didesain bukan dari tangan-tangan profesional yang sudah malang-melintang selama puluhan tahun, melainkan hasil sayembara desain anak sekolah dasar di seantero Jepang.

Meski panitia pelaksana sayembara sempat dipusingkan dengan beberapa desain livery, pilihan akhirnya jatuh ke desain livery Fly! Panda karya desainer Takayuki Soeda. Selain menampilkan panda yang lucu dan menggemaskan, livery Fly! Panda juga menampilkan teks dalam tiga bahasa, Inggris, Mandarin, dan Jepang.

Ketika itu, dalam menanggapai livery Fly! Panda, Wakil Presiden Eksekutif Pemasaran dan Penjualan ANA, yang saat ini menjabat sebagai Chairman of the Board, Shinichiro Ito, mengatakan, “Dengan eksterior yang menarik dan interior bertema panda, makanan, dan seragam awak kabin, kami berharap dapat menangkap imajinasi pelanggan yang terbang ke China dan membuat mereka bersemangat seperti kami terbang ke tetangga sebelah kami”.

“Kami bangga dengan layanan kami. 20 tahun sejarah menghubungkan masyarakat dari kedua negara kami dan menantikan Olimpiade Beijing tahun depan sebagai titik tertinggi dalam perjalanan antara Jepang dan China,” tambahnya.

Sejak menggunakan livery Fly! Panda, pesawat Boeing 767-300ER ANA sudah terbang ke banyak negara di dunia, meliputi Beijing, Hong Kong, Guangzhou, Taipei, dan Vancouver.

Setelah delapan tahun berlalu, pada tahun 2015, pesawat tersebut kembali menggunakan livery standar maskapai dan jarang terlihat di udara.

Baca juga: ANA Luncurkan Staycation Dua Malam di Jepang dan Flight to Nowhere dengan Airbus A380

Akan tetapi, Planespotters.net mencatat, pesawat tersebut terus aktif terbang sampai Januari 2021 lalu. Setelahnya, pesawat digrounded selama enam bulan dan di bulan Juli pesawat dikabarkan terbang ke Tel Aviv untuk dikonfigurasi ulang sebagai pesawat kargo dan disewa oleh Cargo Aircraft Management, salah satu lessor jet kargo terbesar di dunia, dengan nomor registrasi N391CM.

Diperkirakan, pesawat tersebut akan tetap terus terbang selama beberapa tahun mendatang mengingat kebutuhan pesawat kargo masih terus tinggi.

Gegara Masker Penumpang Baku Hantam di Kereta Komuter, Videonya Langsung Viral

Masker menjadi barang penting di masa pandemi seperti saat ini. Namun, nyatanya masih banyak orang yang tidak mengenakannya meski berada di luar rumah dan dalam kumpulan orang banyak. Masalah tak menggunakan masker pun bisa menjadi ajang adu mulut hingga baku hantam.

Baca juga: Viral Foto Penumpang Kereta London Gunakan Masker untuk Tutupi Mata

Seperti yang baru saja terjadi dan videonya menjadi viral. KabarPenumpang.com melansir walesonline.co.uk (16/12/2021), sebuah rekaman video perkelahian kemudian viral setelah seorang penumpang kereta api berdebat tentang pemakaian masker.

Penumpang yang merekam video bernama Sophie Tasker dan mengatakan saat insiden dalam kereta di Yorkshire tersebut mengatakan, konfrontasi itu sangat menakutkan. Video tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan dalam video itu menunjukkan penumpang yang bepergian dari York ke Scarborough itu berteriak dan baku hantam.

Dalam potongan video, menunjukkan seorang pria berteriak pakai masker pada sekelompok penumpang dan mereka merespon dengan meneriakkan kembali “kamu memalukan”. Yang lainnya terdengar mencoba menenangkan situasi dan berkata, “Mari kita pikirkan anak-anak”.

Namun, argumen meningkat ke titik di mana orang terlihat berkelahi satu sama lain di lorong dan di atas kursi. Dalam klip terakhir, pria yang meminta orang untuk memakai masker berteriak pada satu pria “Anda punya satu kesempatan untuk pergi”. Perkelahian pecah setelah kereta meninggalkan stasiun York sekitar pukul 20.00 waktu setempat pada hari Sabtu (11 Desember).

“Pada dasarnya pria di sebelah kiri dengan kepala botak mulai mempertanyakan di mana masker yang digunakan orang yang berangkat dari York. Dia diberitahu bahwa dia membuat anak-anak kesal dengan berteriak, yang dia balas dengan pelecehan,” ujar Tasker.

Tasker mengatakan bahwa keluarga yang disuruh memakai masker pindah ke gerbong lain, pria yang mulai berdebat dengan orang lain yang tidak memakai masker. Ketika mereka mengatakan bahwa dibebaskan dari mengenakan masker, “dia masih terus bersumpah dan menyuruh mereka untuk membuktikannya”. Pria itu akhirnya dikawal dari kereta oleh polisi di Malton.

Baca juga: Pengemudi Uber Diserang dan Diejek oleh Penumpang Tak Bermasker

“Polisi Transportasi Inggris menerima laporan tentang perkelahian di dalam layanan antara stasiun York dan Malton pada pukul 8.13 malam pada hari Sabtu 11 Desember. Petugas mengetahui rekaman yang diposting di media sosial tentang insiden ini dan penyelidikan sedang berlangsung. Saksi atau siapa saja yang memiliki informasi diminta untuk menghubungi BTP dengan mengirim SMS atau menelepon 0800 40 50 40 mengutip referensi 628 11/12/21,” ujar juru bicara polisi Transportasi Inggris.






















Tok! Pesawat Airbus A380 Terakhir Dikirim ke Emirates, Era Pesawat Komersial Terbesar Usai

Airbus rampung mengirimkan pesawat superjumbo A380 ke Emirates, Kamis lalu. Ini bukan sekedar pengiriman pesawat biasa, melainkan menjadi penanda berakhirnya era pesawat komersial terbesar di dunia itu selama 14 tahun terakhir.

Baca juga: Orang Berpengaruh di Airbus Sebut (Dibohongi Soal) Mesin Jadi Sebab Kegagalan A380

Bagi Emirates, ini adalah pesawat A380 ke-123 yang diterima. Bila ditotal, Airbus hanya berhasil mengirim 250 pesawat A380, jauh dari prediksi sebelumnya yang mencapai 1.000 unit.

Pengiriman pesawat Airbus A380 terakhir kemarin ke Emirates juga ditandai dengan ‘upacara’ khusus. Tak lama setelah lepas landas dari pabrik Airbus di Hamburg, Jerman, pesawat melakukan farewell lap, berputar-putar selama beberapa waktu di atas kota pelabuahn tersebut, sebelum menuju Dubai, markas Emirates.

Serah terima pesawat antara Airbus dengan Emirates sengaja dibuat tertutup dan mengecewakan banyak orang, utamanya avgeek di Eropa, jauh berbeda dibanding kemewahan dari kemeriahan pada tahun 2005 silam saat peluncuran Airbus A380 ke hadapan publik.

Selain karena pandemi Covid-19 yang kembali mengganas usai kemunculan varian Omicron, serah terima dilaksanakan secara tertutup juga didasari concern perusahaan yang lebih fokus pada pesawat-pesawat twinjet-nya belakangan ini.

Baca juga: Mengharukan, Warga Iringi ‘Kepergian’ Airbus A380 Terakhir Saat Lewati Pedesaan Perancis

Meski era Airbus A380 dianggap sudah usai, Presiden Emirates, Tim Clark, justru memandang sebaliknya. Ia percaya, bahwa pesawat komersial terbesar di dunia masih memiliki banyak hal menarik untuk menarik penumpang duduk di kursinya.

“Ada (yang menyebut) penurunan ketertarikan dan antusiasme (penumpang untuk naik A380). Kami tidak sependapat dengan itu; kami menggunakan pesawat (A380) yang hebat ini untuk bekerja,” katanya.

“Kami memiliki apa yang saya pikir sebagai salah satu pesawat terindah yang pernah diterbangkan,” tutupnya, seperti dikutip dari Reuters.

Setelah pesawat Airbus A380 terakhir resmi dikirim, praktis, pabrik perakitan di Toulouse, Perancis, sempat terkatung-katung. Sebab, sebagian besar space di pabrik ini digunakan untuk merakit pesawat superjombo itu.

Baca juga: Blak-blakan, Ternyata Ini Rahasia Emirates Jadi Operator A380 Terbesar di Dunia

Namun, Airbus menyebut, space kosong yang ditinggalkan A380 akan digantikan dengan pesawat-pesawat narrowbody yang penjualannya jauh lebih baik. Demikian juga dengan pabrik Airbus di Hamburg.

Seperti diketahui, Airbus telah menghentikan produksi super-jumbo jet rakitannya, A380 pada awal tahun 2019 lalu. Sebelumnya, raksasa manufaktur asal Benua Biru ini mendapatkan pembatalan pesanan dari sejumlah maskapai yang telah atau hendak menggunakan armada widebody ini, mulai dari Qantas, Singapore Airlines, Etihad hingga pengguna terbesarnya, Emirates.

Banjiri Produk UMKM Indonesia di Luar Negeri, Smartcity.Storage Gandeng PT Mata Pensil Globalindo

Smartcity.Storage menggandeng PT Mata Pensil Globalindo dalam mendorong UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Indonesia Go Internasional, bersama VTP Logistic dan Indonesia In Your Hand. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan bisa membawa lebih banyak produk-produk UMKM di mancanegara.

Baca juga: Dinas Perhubungan dan DPRD Bengkalis Jajaki Teknologi Automatic Vehicle Classification dari PT Mata Pensil Globalindo

“Kami ingin membanjiri luar negeri dengan produk-produk buatan dalam negeri (Indonesia) di masa mendatang,” kata Amiranto Adi Wibowo, saat ditemui di kantor fulfillment center Smartcity.Storage di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis, (16/12).

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini, UMKM di Indonesia pada khususnya dan seluruh pelaku bisnis pada umumnya, mengalami kesulitan dalam memasarkan produk-produknya ke luar negeri, terutama berkenaan dengan gudang atau fulfillment. Karenanya, Smartcity.Storage hadir untuk menjembatani itu.

“Smartcity.Storage adalah sebuah sistem fulfillment center di dalam dan luar negeri khusus produk-produk UMKM Indonesia yang hendak menyimpan stok barang di luar negeri, dimana kami terintegrasi dengan marketplace kenamaan dunia seperti Amazon.com dan Bol.com,” tambahnya.

“Solusi kami berupa pengiriman, penyimpanan produk, promosi, dan penjualan. Keempat itu adalah isu utama bagi pelaku industri dan UMKM. Nah, Smartcity.Storage menjembatani mereka agar mempermudah dalam hal logistik salah satunya pengiriman melalui udara dan laut menggunakan VTP Logistic,” jelasnya.

“Setelah barang sampai di gudang di luar negeri, kami bersama Indonesia In Your Hand akan menjual barang tersebut sesuai dengan kebutuhan di negara tersebut,” tambahnya.

Bagi pelaku UMKM yang ingin mengirimkan ekspor ke luar negeri, mula-mula mereka harus mendaftarkan diri terlebih dahulu. Kemudian produknya dititipkan ke gudang di Jakarta. Data-data dari produk tersebut kemudian dikirim ke luar negeri dan dikurasi oleh Indonesia In Your Hand untuk dicarikan market yang sesuai dengan produk tersebut.

Setelah barang yang hendak diekspor menemui buyer potensial di sebuah negara dan sesuai spek yang dibutuhkan, maka barang tersebut bisa dikirim melalui rekanan Smartcity.Storage. Bagi UMKM yang belum mampu membayar biaya pengiriman, disediakan berbagai solusi untuk itu.

Begitu sampai di gudang di luar negeri, barang dijual di marketplace rekanan seperti Amazon.com dan Bol.com dan ludes terjual.

“Sejauh ini kami sudah pernah mengirim produk-produk dari UMKM Binaan rekanan, seperti peci, tas, tikar rotan, talenan kayu, ke Australia, Belanda, dan Kanada,” tutupnya.

Smartcity.storage disebutnya memiliki warehouse di beberapa negara di antaranya di kota Sydney-Australia, Auckland-New Zealand, Bedeque-Kanada, Madrid-Spanyol, Zutphen-Belanda, Helsinki-Finlandia serta Jakarta dan Makassar-Indonesia yang terintegrasi dengan marketplace setempat sehingga memudahkan proses penjualan yang akan mempertemukan produk-produk UMKM dengan para buyer.

Mengingat besar dan luasnya jangkauan barang yang akan dituju, Smartcity.Storage menggandeng PT Mata Pensil Globalindo dalam management fulfillment center atau multi warehouse baik domestik dan luar negeri secara real time, agar lebih sistematis, aman, dan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan dengan pendekatan teknologi.

Baca juga: PT Mata Pensil Globalindo Raih Hak Cipta Teknologi “Automatic Vehicle Classification”

Pendekatan teknologi yang dimaksud mencakup mentracking barang, manajemen gudang, cloud system peruntukan user dan klien, dan sebagainya.

Ke depan, Smartcity.Storage bertekad ingin membanjiri produk-produk UMKM Indonesia di luar negeri dengan berbagai strategi, seperti pendampingan produk, pengurusan izin ekspor, sertifikat produk, pembiayaan, dan sebagainya.

Buang Makanan dan Sisa Sampah di Lorong Kabin, Penumpang Dihujat Warganet

Perjalanan menggunakan pesawat bisa menjadi salah satu tantangan dan cobaan yang tidak nyaman bahkan melelahkan baik itu jarak pendek atau panjang. Apalagi jika Anda dihadapkan dengan penumpang yang menjengkelkan serta kasar dan harus dihadapi selama penerbangan berlangsung.

Baca juga: Diusir dari Penerbangan, Seorang Penumpang Viral di TikTok. Ternyata Begini Ulahnya

Hal ini biasanya membuat penerbangan tidak menyenangkan dan Anda bisa saja muak karena hal tersebut. Seorang pengguna Reddit merasakan hal tersebut saat dirinya naik pesawat belum lama ini. Dia duduk tepat dibelakang seorang pria yang tampak tidak senang dengan makanan yang disajikan dalam penerbangan tersebut.

Pria itu dicap “tidak dapat dipercaya” dan “berhak”. Foto: reddit.com@Headleygamy

Dilansir KabarPenumpang.com dari mirror.co.uk (9/8/2021), penumpang pria itu sepertinya sudah menikmati makanannya dan kemudian membuang sisa makanan serta bungkus kosong ke lorong samping tempat duduknya. Sehingga area sekitarnya tertutup sampah.

“Pria membuang makanannya ke lorong setelah dia makan apa yang dia inginkan,” ujar pengguna Reddit tersebut.

Postingan itu menerima beberapa komentar dari pengguna lain yang terkejut dengan tindakan pria itu. Bahkan banyak yang menyarankan agar dia dikeluarkan dari semua penerbangan di masa depan.

“Itu seharusnya otomatis ditambahkan ke daftar larangan terbang,” ujar seorang warganet.

Sementara yang lain berkata, “Luar biasa. Saat itulah Anda menepuk bahunya dan berkata, ‘Pak, saya yakin Anda menjatuhkan sesuatu’, atau gunakan metode menggosok hidung.”

Yang lain marah pada perilaku “sampah” pria itu dan bertanya-tanya berapa banyak “mimpi buruk” yang harus dia hadapi setiap hari.

“Mari kita lupakan sejenak betapa sampah ini dan fokus pada kepribadiannya. Bayangkan bekerja dengannya, bayangkan menjadi istri, bayangkan menjadi tetangga, atau siapa saja yang harus berurusan dengannya setiap hari. Sungguh mimpi buruk dari sikap yang buruk,” ujar yang lainnya.

Baca juga: Viral! Ngadu Diperkosa Penumpang, Pramugari American Airlines Malah Dipecat

Tak hanya itu, ada pula yang mengatakan, itu sebuah masalah dan membuat mereka yang juga penumpang pesawat marah.

“Bagaimana dia bisa begitu berhak!?” tulis yang lainnya.

Mengapa Mesin Jet Sangat Andal? Berikut Ulasannya

Meski gagal bersinar, peran pesawat De Havilland Comet dalam mempelopori terbukanya lembaran baru dunia dirgantara global menyambut era mesin jet patut diapresiasi. Sampai saat ini, mesin jet terus diandalkan oleh seluruh jenis dan tipe pesawat. Pertanyaannya, mengapa demikian?

Baca juga: Bagaimana Cara Mesin Pesawat Dipasang? Berikut Ulasannya

Jawaban atas pertanyaan itu sudah pasti tidak begitu mudah tetapi tidak pula begitu sulit sampai tidak bisa dijawab.

Mesin jet adalah bagian yang paling mahal dari sebuah pesawat terbang. Meskipun biaya maintenance, repair, and overhaul (MRO) atau perawatan mesin pesawat tergolong mahal, namun, itu tidak ada harganya bila dibandingkan pesawat mengalami kecelakaan ataupun di-grounded berkepanjangan lantaran kerusakan mesin.

Pasar aero-engine MRO setiap tahunnya bernilai lebih dari US$2,5 miliar atau lebih dari Rp35 triliun (kurs 14.021). Dari jumlah tersebut, maskapai banyak mengeluarkan uang untuk perawatan dan perbaikan bilah turbin, bantalan atau bearings, dan sistem kontrol mesin, dimana ketiganya didapuk sebagai bagian mesin yang paling mahal.

Secara umum, biaya perawatan mesin jet pesawat mencapai US$12 juta hingga lebih dari US$45 juta atau Rp633 miliar (kurs 14.021).

Meskipun didesain untuk bisa beroperasi di segala kondisi, mesin jet pesawat tetap saja sewaktu-waktu bisa mengalami kehausan, hasil dari gesekan, getaran, suhu panas ekstrem, dan korosi atau karat; termasuk di dalamnya akibat benda agak besar masuk ke dalam mesin, seperti burung atau bird strike dan sebagainya.

Dalam keadaan normal, mesin jet pesawat bisa tahan samapi 15 ribu jam terbang. Namun, pada tahun 2019, mesin Rolls-Royce Trent 700 menyelesaikan lebih dari 50.000 jam terbang bersama Aeroflot Airbus A330 tanpa perlu masuk ke hanggar untuk perbaikan, dan berhasil mencatatkan rekor dunia sebagai mesin dengan jam terbang terlama tanpa overhaul. Setelahnya, mesin harus mendapat perawatan berkala untuk keamanan.

Mesin jet, pada umumnya menggunakan turbin sehingga disebut mesin jet turbin atau turbojet atau dikenal juga sebagai turbofan dan turboshaft.

Baca juga: Ternyata Ini Pesawat Narrowbody dengan Mesin Terbesar di Dunia, Dioperasikan Citilink dan Lion Air

Dilansir highskyflying.com, seperti karburator motor, cara kerja mesin jet pesawat terbang juga tentu menggunakan udara. Bedanya ada proses pengompresan, mulai dari menghidap udara, menekan, ledakan, dan menghembuskan.

Langkah pertama adalah menghisap. Kipas di bagian depan mesin jet akan menghisap udara dan 80% dari udara akan melewati mesin dan meniupkan udara keluar dari belakang.

Itulah yang memberikan sebagian besar dorongan, yang mendorong pesawat ke depan. Kipas berputar melalui mesin inti yang mengambil 20 persen bagian udara lainnya dan mengompresnya. Proses pengompresan membuatnya semakin kecil.

Lalu, udara akan bercampur dengan bahan bakar dan kemudian dinyalakan melalui pengapian. Proses itulah yang menyebabkan adanya ledakan.

Bagian terakhir adalah saat kompresor semakin kecil maka turbinnya semakin besar yang menghasilkan lebih banyak tenaga. Udara akan melewati dan berputar di setiap langkahnya.

Mesin jet pesawat sampai bisa diandalkan seperti sekarang ini, tidak terlepas dari investasi dan disiplin terhadap perawatan.

Baca juga: Seberapa Jauh Pesawat Bisa Terbang Saat Mesin Rusak-Kehabisan Bahan Bakar di Udara?

Rolls-Royce, misalnya, sebagai produsen pesawat, mengaku sudah berhasil membangun mesin pertama untuk keperluan testbed, dengan menghabiskan kocek sebesar US$125 juta atau sekitar Rp1,8 triliun (kurs 14.527). Testbed itu dilakukan di fasilitas testbed indoor terbesar di dunia, Testbed 80, milik FINN company atau Farnborough International, Inggris. Itu baru testbed sudah mengeluarkan uang sebanyak itu.

Bagaimana dengan seluruh prosesnya, mulai dari awal sampai akhir dan mesin jet siap dipakai, sudah pasti investasinya sangat besar. Belum lagi MRO-nya yang mencapai US$12 juta hingga lebih dari US$45 juta atau Rp633 miliar (kurs 14.021) per tahun. Inilah yang pada akhirnya membuat mesin jet dapat begitu diandalkan pesawat modern sampai saat ini dan di masa yang akan datang.

Pemerintah Cina Tetapkan Aturan Perusahaan Ride Hailing untuk Berikan Asuransi Sosial dan Pendapatan Pengemudi

Dewasa ini, ride hailing makin banyak dipilih untuk menjadi moda angkutan penumpang. Hal tersebut kemudian membuat Cina mengharuskan operator ride hailing untuk memberikan asuransi sosial dan mengumumkan pendapatan pengemudi.

Baca juga: Didi dalam Masalah, Meituan Kembali Hadirkan Ride Hailing yang Sempat Tertidur

Cina mengatakan, ini untuk melindungi hak-hak pengemudi di industri ride hailing raksasanya. KabarPenumpang.com melansir dari laman reuters.com (30/11/2021), Kementerian transportasi Cina dalam sebuah pernyataan mengatakan, perusahaan ride hailing harus meningkatkan mekanisme distribusi pendapatan.

Dia juga menamambahkan, langkah-langkah anti monopoli akan ditingkatkan terhadap perusahaan-perusahaan semacam itu dan “ekspansi modal yang tidak teratur” akan dicegah di sektor ini. Untuk diketahui, aturan tersebut muncul setelah regulator Cina memberi tahu perusahaan termasuk Didi Global (DIDI.N), Meituan (3690.HK), Ele.me dan Tencent Holdings (0700.HK) Alibaba Group (9988.HK) pada bulan September untuk meningkatkan cara mereka mendistribusikan pendapatan dan memastikan waktu istirahat bagi pengemudi dan pengemudi pengantar makanan.

Mereka datang ketika Presiden Xi Jinping telah menyerukan Cina untuk mencapai “kemakmuran bersama”, berusaha untuk mempersempit kesenjangan kekayaan yang mengancam kenaikan ekonomi negara itu dan legitimasi pemerintahan Partai Komunis. Aturan baru juga bisa meningkatkan biaya bagi pengendara dan memengaruhi pendapatan mereka.

Industri di Cina mencapai volume transaksi keseluruhan 249,91 miliar yuan ($ 39,22 miliar) pada tahun 2020, menurut laporan oleh Internet Society of China. Bahka regulator di Cina telah menjatuhkan hukuman keras pada perusahaan teknologi terbesarnya tahun ini.

Regulator juga mengkritik mereka atas kebijakan yang mengeksploitasi pekerja dan melanggar hak-hak konsumen. Di mana hal tersebut sebagai bagian dari kampanye untuk melakukan kontrol lebih besar atas sebagian besar ekonomi setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan yang tak terkendali.

Baca juga: BYD dan Didi Luncurkan D1, Mobil Listrik Pertama yang Dirancang Khusus untuk Ride Hailing

Pada bulan Agustus, seorang pejabat kementerian transportasi mengatakan regulator akan mengenakan batasan persentase platform ride hailing yang dapat diambil dari biaya pengemudi. Sebelumnya, media pemerintah Cina juga mengkritik Didi, platform ride hailing yang dominan di negara itu, karena tidak membayar pengemudi dengan adil.