Persingkat Pekerjaan Cleaning Service, Kru Shinkansen Gunakan Alat Pendeteksi Basah

Sudah menjadi SOP (Standar Operasional Prosedur) bila setiap kereta yang tiba di titik pemberhentian akhir akan menjalani proses pembersihan. Begitu pun pada kereta cepat Tokaido Shinkansen, maka setelah digunakan akan dilakukan pembersihan oleh krunya. Setidaknya ada 44 orang awak yang membutuhkan waktu sepuluh menit untuk membersihkan serta memeriksa setiap 16 gerbong dengan jumlah 1.300 kursi.

Baca juga: Hotel di Osaka Tawarkan Kamar Spesial dengan Pemandangan Jalur Kereta Shinkansen

Namun, belum lama ini sebuah teknologi baru hadir untuk membantu pembersihan serta pemeriksaan kursi lebih cepat. KabarPenumpang.com melansir mainichi.jp (30/1/2022), teknologi itu adalah sebuah perangkat pendeteksi kursi basah yang memanfaatkan kecerdasan buatan.

Alat tersebut membantu awak pembersih untuk memeriksa semua kursi yang ada. Sehingga ketika kereta masuk ke stasiun dan akan kembali beroperasi, maka petugas pembersih turun tangan untuk melakukan tugas mereka.

Dalam waktu sepuluh menit, salah satu dari delapan kru mengumpulkan botol dan kaleng. Ada pula yang mengganti penutup sandaran kepala kursi, mengelap dan menyapu lantai, membuang sampah serta yang lainnya.

Prestasi kecepatan tersebut telah ditampilkan di televisi dan terkadang menginspirasi dan membuat pelancong asing bertepuk tangan. Tetapi memeriksa apakah joknya basah sangat memakan waktu dan tenaga. Rata-rata, sekitar dua dari 1.300 kursi di setiap kereta yang datang basah, karena minuman yang tumpah atau air hujan yang menetes dari payung.

Jika pembersihan sederhana tidak menyelesaikan masalah, sarung di kursi perlu diganti. Untuk memudahkan itu, maka para pekerja telah menggunakan sapu dengan elektroda di ujungnya, yang membunyikan alarm ketika menyentuh kursi dan mendeteksi kelembapan. Meski begitu petugas cleaning service harus membungkuk untuk menggunakan sapu di setiap kursi, yang sangat berat di punggung mereka.

Setelah pengembangan selama dua tahun, “Perangkat pendeteksi kursi basah” mulai digunakan pada 1 Desember 2021. Ini adalah batang yang dapat diperpanjang hingga 90 centimeter, dengan kamera termografi di ujungnya dan smartphone yang terhubung ke pegangannya.

Ketika para pekerja mengambil gambar kursi dengan kamera, yang kursi basah muncul dalam warna merah di smartphone, yang memainkan alarm. Semua ini memungkinkan pembersih tetap tegak dengan nyaman saat mereka memeriksa dua atau tiga kursi sekaligus. Petugas kebersihan secara bertahap mengurangi waktu yang mereka butuhkan untuk memeriksa dan membersihkan kereta.

Ketika setiap kursi harus diperiksa kelembabannya secara manual, dibutuhkan waktu 15 menit untuk mempersiapkan setiap kereta. Itu dipotong menjadi 12 menit ketika sapu dengan fungsi deteksi diperkenalkan pada Maret 2008. Tetapi para pekerja meningkatkan efisiensi mereka lebih jauh, membawa waktu turun menjadi 10 menit saat ini pada Oktober 2019.

Baca juga: Cek Fakta, Kereta Shinkansen Melesat 4.800 Km per Jam, Jakarta-Surabaya Cuma 15 Menit!

Mempersingkat pekerjaan juga memungkinkan JR Central menjalankan lebih banyak kereta api masuk dan keluar dari Stasiun Tokyo. Ketika prosedur pembersihan berubah dari 15 menjadi 12 menit, dan kemudian menjadi 10, perusahaan meningkatkan jumlah maksimum kereta peluru “Nozomi” per jam dari 8 menjadi 10, dan kemudian menjadi 12. JR Central berharap bahwa perangkat baru ini akan mengarah pada penghematan waktu yang lebih besar.

Ada Gangguan Pada Mesin, Feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Mogok Saat Uji Coba

Di penghujung Januari 2022, persisnya pada 31 Januari lalu, ada kabar Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Feeder KCJB (Kereta Cepat Jakarta Bandung) sempat mogok saat tengah diuji coba untuk mengetes perjalanan jauh dengan kecepatan maksimum 100 kilometer per jam melewati jalur lurus, tanjakan, turunan dan tikungan tajam.

KRDE ini diuji cobakan melintasi jalur kantong yaitu keberangkatan dari Stasiun Lempuyangan melewati Solo – Semarang – Tegal – Prupuk – Purwokerto – Kroya – Kutoarjo – Lempuyangan. Tim dari Balai Yasa Yogyakarta menguji coba KRDE ini untuk mengetes kehandalan mesin diesel elektrik jika menempuh perjalanan jauh.

Baca juga: Bakal Jadi Feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung, KRDE Akhirnya Uji Coba Lintas

Uji coba dilakukan pada pagi keberangkatan Stasiun Lempuyangan pada pukul 09.20 WIB menuju Stasiun Solo Balapan pada pukul 10.00 WIB. Kemudian rangkaian bertolak dari Solo sampai akhirnya tiba di Stasiun Semarang Tawang pukul 12.20 WIB. Rangkaian uji coba KRDE tidak berhenti di Senarang dan meneruskan perjalanan sampai akhirnya tiba di Stasiun Tegal pukul 14.51 WIB. Di Tegal tim dari Balai Yasa Yogyakarta lakukan pengecekan rangkaian guna antidipasi jika ada kerusakan terjadi.

Perjalanan kembali dilanjutkan sekitar pukul 15.30 WIB melewati stasiun Slawi dan tiba di Stasiun Prupuk. Di stasiun ini perjalanan mulai menanjak hingga ke Stasiun Linggapura sampai dengan Stasiun Patuguran. Uji coba KRDE sempat berhenti di Stasiun Prupuk guna pengecekan rangkaian kembali. Kurang lebih 10 menit berhenti, rangkaian kembali dijalankan.

Sebelum memasuki Stasiun Linggapura tepat di KM 303 – 304 rangkaian uji coba berjalan makin perlahan seakan tidak kuat menanjak melewati medan tersebut. Pada akhirnya rangkaian pun berhenti tepat di tikungan dekat Sinyal Masuk Stasiun Limggapura. Pengecekan oleh tim kembali dilakukan, hingga akhirnya KRDE tidak bisa melanjutlan perjalanan karena adanya gangguan pada mesin.

Hampir 3 jam KRDE tak menunjukkan tanda – tanda berjalan. Hingga saat itu beberapa kereta api yang akan melintas, mengalami keterlambatan dan melewati jalur kiri (jalur salah). Karena tidak sama sekali bergerak, pihak dari Depo Lokomotif Purwokerto akhirnya mengirim lokomotif penolong dengan nomor seri CC 206 13 79. Lokomotif ini digandeng dengan lokomotif dinas KA Ranggajati dari Surabaya Gubeng ke arah Cirebon. Saat tiba di Stasiun Linggapura, lokomotif penolong melepaskan dirinya lalu menggandeng KRDE itu sampai Stasiun Purwokerto.

Baca juga: Ini Dia Wajah KA Feeder Bakal Calon KCJB (Kereta Cepat Jakarta Bandung)

Keterlambatan kereta api yang melintas pun dirasakan. Seperti KA Ranggajati dari Surabaya, KA Joglosemarkerto, dan KA Semen dari Arjawinangun. Setelah KRDE tiba di Purwokerto lokomotif penolong pun melepas rangkaian dsn kembali ke Depo Lokomotif Purwokerto. Setelah beberapa jam pengecekan kembali, KRDE uji coba akhirnya diberangkatkan dari Stasiun Purwokerto sekitar pukul 10 malam dan tiba di Lempuyangan melewati pukul 12 malam atau sudah pergantian hari yang harusnya tiba pukul 8 malam. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Gandeng Jet Investment Group SÀRL, PT DI Tingkatkan Penjualan Pesawat Turboprop CN-235

PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan Jet Investment Group SÀRL sepakati kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) untuk Penjualan dan Pengembangan pesawat turboprop CN-235. Dokumen MoU ditandatangani oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan dan Chairman & CEO Jet Investment Group SÀRL, Yves-Michel DELOCHE, disaksikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Hanggar Fixed Wing PT DI, Bandung.

Baca juga: Hari Ini, 42 Tahun Lalu, Airbus-PT DI Bersinergi Kembangkan Pesawat Kebanggaan Indonesia CN-235 

PT DI dan Jet Investment Group SÀRL akan bekerja sama dalam hal pemenuhan rencana pengadaan pesawat CN-235 untuk kurun waktu 10 (sepuluh) tahun kedepan, baik oleh Jet Investment Group SÀRL sendiri maupun calon customer potensial dari Jet Investment Group SÀRL, dibarengi dengan upaya bersama dalam meningkatkan kapasitas produksinya.

Adapun pesawat CN-235 tersebut rencananya akan dikembangkan dengan konfigurasi Fire Fighting untuk memenuhi misi pemadaman kebakaran hutan dengan metode water bombing di atas target area, serta konfigurasi Medical Evacuation, baik untuk kebutuhan sipil maupun militer, berikut dengan penguatan layanan purna jualnya.

Jet Investment Group SÀRL adalah Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan pesawat terbang dan penyedia solusi khusus untuk pembiayaan terhadap setiap pengadaan baik untuk Pemerintah maupun Korporasi.

“Dengan Jet Investment kita akan memasarkan bersama, mereka punya jaringan dan kemampuan financing, sehingga ini akan memacu perluasan pasar penjualan CN-235 PT DI. Kami dari Kemhan menilai CN-235 ini sangat potensial, dalam program pertahanan kita yang sudah disetujui Presiden, tidak lama lagi akan ditandatangani kontrak pengadaan 10 unit CN-235, bahkan saya rencanakan untuk tambah lagi, karena kita akan butuh lebih banyak lagi CN-235 supaya industri pertahanan kita kuat. Kita juga optimis PT DI akan berkembang pesat dalam waktu yang singkat,” kata Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan RI, dikutip dari siaran pers PT DI (2/2/2022).

Baca juga: Hari Ini, 37 Tahun Lalu, CN-235 Pesawat Turboprop Kebanggaan Indonesia Terbang Perdana 

PT DI sebagai industri pertama-tama akan mengevaluasi investasi yang diperlukan untuk memenuhi rencana pengadaan dan peningkatan kapasitas pesawat CN-235 tersebut, dimana Jet Investment Group SÀRL akan mendukung pelaksanaan promosi dan penjualannya, serta menyediakan solusi pembiayaan kepada calon customer.

Ini Spesifikasi Lokomotif DF4B Cina untuk Dukung Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung terus dikebut dan membutuhkan lokomotif dari Cina. Sampai saat ini, Kereta Cepat Indonesia–China tercatat sudah kedatangan empat lokomotif diesel-listrik DF4B-9129, DF4B-7553, DF4B-7552, dan DF4B-1295.

Baca juga: Dukung Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Lokomotif dari Cina Mendarat di Tanjung Priok

Lokomotif yang diproduksi mulai tahun 1984 di pabrik Dalian dan pabrik Ziyang ini didatangkan untuk menarik angkutan gerbong terbuka yang mengangkut batu balas di jalur Depo Tegalluar, Bandung, Jawa Barat. Sebab, loko yang ada saat ini lebar sepurnya berbeda dengan sepur Kereta Cepat Jakarta Bandung yaitu 1.435 mm.

Dilansir dari berbagai sumber, lokomotif diesel-listrik DF4 atau Dongfeng seri B atau DF4B adalah lokomotif diesel-listrik generasi ketiga. Dibanding generasi kedua, yang memiliki banyak perbedaan dari segi desain dan mesin, loko DF4B dari segi desain sangat mirip dengan loko generasi pertama. Bedanya hanya pada mesin 16V240ZJB yang mengalami peningkatan kemampuan.

Di negeri asalnya, lokomotif DF4B dioperasikan sebagai angkutan penumpang dan barang. Angkutan penumpang biasanya dilayani oleh loko DF4B berjuluk “orange”. Adapun angkutan barang dilayani oleh loko berjuluk “Watermelon” dan “Armed Police”. Loko terakhir inilah yang didatangkan ke Indonesia untuk mendukung pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Formasi 3 unit lokomotif (kanan ke kiri: DF4B-9129, DF4B-7553, dan DF4B-7552) siap dikirim ke Depo Kereta Cepat Tegalluar, Bandung, Jawa Barat. (Foto : Twitter/@bbbekti)

Lokomotif DF4B diketahui memiliki panjang badan 20.490 mm, lebar 3.309 mm, tinggi 4.755 mm, dan berat 138 ton.

Mesin 16V240ZJB yang ditingkatkan dari DF4 generasi pertama dan generasi kedua, mampu melesat minimum di kecepatan 21,6 km per jam dan maksimum di kecepatan 100 km per jam untuk lokomotif barang. Sedangkan untuk lokomotif penumpang, itu bisa melesat sampai 120 km per jam.

Oleh China Railway, lokomotif DF4 dan turunannya dioperasikan di hampir seluruh sepur di Cina. Loko ini menjadi yang paling umum digunakan seantero Cina sejak tahun 1969 sampai setidaknya 2007 silam. Seiring perkembangan teknologi, loko ini mulai kehilangan pamor dan digantikan dengan kereta cepat yang berkembang sangat pesat di Negeri Tirai Bambu.

Lokomotif DF4B-7552 dan DF4B-7553 yang datang pada 28 Januari lalu merupakan lokomotif buatan pabrik Dalian, seperti DF4B-1295. Sedangkan lokomotif DF4B-9129 merupakan lokomotif buatan pabrik Ziyang. Kedua pabrik ini kini menjadi bagian dari CRRC dengan nama CRRC Dalian dan CRRC Zhuzhou.

Baca juga: Bakal Jadi Feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung, KRDE Akhirnya Uji Coba Lintas

Usai tiba di Tanjung Priok, lokomotif bertolak ke Bandung dengan singgah terlebih dahulu di sebuah gudang penyimpanan di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Dari Cakung lokomotif diangkut melalui jalan tol Purbaleunyi hingga ke Depo Kereta Cepat Tegalluar Bandung.

Ini tentu berbeda dengan lokomotif DF4B-1295 pada 21 November 2021 lalu. Ketika itu, lokomotif ini langsung bertolak dari Tanjung Priok, Jakarta menuju Bandung, Jawa Barat tepatnya di Rancaekek dan tiba di Depo Kereta Cepat Tegalluar pada keesokan harinya.

Ternyata Ada Alasan Lain Soal Penutupan Perlintasan Sebidang Kemayoran, Apa Itu?

Penutupan perlintasan sebidang (JPL 16) di Jalan Bungur Besar 17, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat ini dimulai awal Februari, Selasa (1/2). Tak ada lagi warga berkendara yang melintas di perlintasan ini.

Baca juga: Mengenal Bandar Udara Kemayoran, Bandara Internasional Pertama di Indonesia

Saat tim kabarpenumpang.com menelusuri perlintasan, hanya suara sirene pintu perlintasan saja yang terdengar cukup keras saat keret api melintas. Palang pintu di perlintasan ini memang belum di copot, mengingat warga yang berjalan kaki masih terlihat melewati area ini. Jadi warga yang hendak menyeberang masih terbantu dengan suara sirene jika kereta api akan lewat.

Tak hanya itu, bantalan dan rel kereta api pun terlihat di bagian tengah menutupi jalan raya dengan panjang sekitar 5 meter. Rel kereta api itu sengaja tergeletak di ujung jalan raya guna menghindari arus lalu lintas yang mencoba melewati perlintasan tersebut. Rel dan bantalan terpasang di sisi barat dan timur pintu perlintasan. Selain itu spanduk informasi masih tentang penutupan perlintasan pun masih terpasang di sekitar pagar area rel kereta api.

Sebelum dilakukan penutupan, beberapa warga yang sering melewati area tersebut mengeluh dengan adanya penutupan perlintasan ini. Alasannya perjalanan atau akses yang ditempuh cukup jauh dan membutuhkan waktu yang agak lama dengan kendaraan bermotor. Karena sedari dulu mereka sudah biasa melewati jalan ini dengan alasan perjalanan lebih singkat dan cepat.

Sempat ada spanduk penolakan yang terpasang dari warga sekitar perlintasan dan berharap membatalkan penutupan perlintasan sebidang ini dengan alasan tidak adanya sosialisasi terlebih dahulu terhadap warga sekitar perlintasan. Namun PT KAI tetap memberlakukan penutupan tersebut karena ada alasan tersendiri.

Penutupan jalan menggunakan rel dan bantalan yang utuh supaya tidak di geser warga. (Foto: Sendy Prasetya)

Alasan Penutupan Perlintasan Sebidang
Jika diperhatikan saat menggunakan KRL lintas loop (central) sudah terlihat perubahan pada tiap stasiun, seperti perpanjangan pada peron stasiun. KRL yang melintas di jalur tersebut berjumlah 8 hingga 10 kereta tiap rangkaiannya. Jalur central ini meliputi Manggarai – Sudirman – Karet – Tanah Abang – Duri – Angke – Kampung Bandan – Rajawali – Kemayoran – Pasar Senen – Gang Sentiong – Kramat – Pondok Jati – Jatinegara. Semua stasiun yang melewati jalur itu sudah memiliki peron panjang yang muat hingga 10 bahkan nantinya 12 kereta.

Untuk Stasiun Kemayoran sendiri jika diperhatikan untuk peronnya masih berfungsi hanya untuk 8 kereta saja. Jika KRL memiliki rangkaian 10 kereta, bagian 1 kereta dibelakang tidak mencapai peron. Ternyata berbagai pendapat muncul terutama pada penggemar kereta api. Terlihat ketika KRL 10 kereta paling belakang tidak memasuki peron Stasiun Kemayoran. Ada pemikiran bahwa alasan penutupan perlintasan JPL 16 ini bisa jadi untuk memperpanjang peron yang semula hanya bisa 8 kereta, nantinya bakalan mencapai 10 bahkan 12 kereta.

Baca juga: Menara ATC Tintin – Cagar Budaya yang Tergerus Modernisasi Ibu Kota

Begitu pula rencana pengoperasian KRL jalur 3 dan 4 dengan rute Kemayoran, Ancol, Tanjung Priok. Rencana dijalankan KRL tersebut guna memudahkan penumpang dari arah Jatinegara ke Pasar Senen dengan tujuan Tanjung Priok cukup melewati Stasiun Kemayoran dan Ancol. Penumpang tak perlu lagi transit atau berpindah KRL di Stasiun Kampung Bandan. KRL pun akan segera dioperasikan dengan rute Jatinegara – Tanjung Priok rencananya setelah dibangunnya peron jalur 3 dan 4 Stasiun Kemayoran. Kita tunggu saja progres kedepannya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Terminal A Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Beroperasi Layani Penumpang

Terminal A Bandara Adisutjipto Yogyakarta kembali beroperasi sebagai terminal keberangkatan per 1 Februari 2022. PT Angkasa Pura I menjelaskan pembukaan kembali Terminal A di Bandara Adisutjipto Yogyakarta setelah sebelumnya operasional keberangkatan penumpang dilaksanakan melalui Terminal B sejak awal tahun 2020 lalu.

Baca juga: Pembangunan Capai 90 Persen, Maret 2020 Seluruh Penerbangan di Bandara Adisutjipto Pindah ke YIA

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan, setelah Terminal A kembali beroperasi maka Terminal B akan dinonaktifkan untuk kegiatan operasional pelayanan penumpang. Dia menyebutkan, difungsikannya kembali Terminal A ini bersamaan dengan optimalisasi layanan kepada pengguna jasa bandara serta penerapan protokol kesehatan secara ketat. Secara luasan area, Terminal A memiliki luas hingga 9.899 m2, berbanding dengan luasan Terminal B yang hanya mencapai 6.162 m2.

“Dengan kapasitas terminal yang lebih besar, maka level pelayanan penumpang dan implementasi protokol kesehatan dapat semakin optimal,” kata Faik Fahmi yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers.

Sebelumnya, Terminal A Bandara Adisutjipto dinonaktifkan sejak awal 2020, serta kemudian dimanfaatkan sebagai area pemasaran produk UMKM dan industri kreatif di Yogyakarta dalam bentuk TILAS (Titik Lawas Adisutjipto) sejak 29 Mei 2021. Ditilik dari data, sebanyak 140.011 penumpang pesawat udara dan 3.125 pesawat udara telah terlayani di Bandara Adisutjipto selama tahun 2021.

Meskipun angka tersebut jauh di bawah statistik di tahun 2020, di mana 1.523.153 penumpang dan 14.958 pesawat udara terlayani, namun terdapat trend pertumbuhan jumlah penumpang dan pesawat udara di Bandara Adisutjipto di paruh kedua tahun 2021. Setelah sempat mengalami penurunan jumlah penumpang yang sangat drastis di bulan Juli 2021 karena pemberlakuan kebijakan PPKM Darurat, jumlah penumpang dan pesawat udara yang terlayani di Bandara Adisutjipto mengalami pertumbuhan signifikan di semester kedua tahun 2021, dengan rataan pertumbuhan penumpang bulanan di semester kedua hingga 82,6 persen, dan rataan pertumbuhan bulanan jumlah pesawat udara di semester kedua 2021 hingga 50 persen.

Bahkan, jumlah penumpang yang terlayani di semester kedua 2021 mengalami pertumbuhan dibandingkan jumlah di semester pertama, yaitu 79.398 penumpang berbanding 60.613 penumpang, atau tumbuh 31 persen.

Baca juga: Bandara Adisutjipto Gunakan Bahasa Jawa untuk Pemberitahuan kepada Penumpang

“Dengan area yang lebih luas dan kapasitas boarding area yang lebih besar, tentunya Terminal A dapat lebih mengakomodir trend pertumbuhan penumpang yang terjadi di Bandara Adisutjipto. Selain itu, Terminal A dilengkapi dengan 8 parking stand pesawat yang akan memudahkan pengoperasian sisi udara, serta parkir kendaraan yang luas. Di Terminal A juga dilengkapi dengan TILAS yang menjadi nilai tambah,” tutup Faik Fahmi.

Stasiun Cikarang Mulai Layani Penumpang Kereta Jarak Jauh

Stasiun Cikarang pada 1 Februari 2022 kemarin, sudah mulai melayani penumpang kereta api jarak jauh baik yang berangkat maupun yang tiba. Pelayanan ini kemudian membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta menyiapkan berbagai fasilitas pendukung.

Baca juga: Stasiun Cikarang Kini Punya Fasilitas Baru untuk Penumpang KA

Fasilitas tersebut yakni loket Go Show, layanan pelanggan, pintu boarding, ruang tunggu dan fasilitas lain. Daop 1 Jakarta juga menyediakan layanan tes Antigen bagi calon penumpang kereta api jarak jauh yang beroperasi pukul 09.30 sampai dengan 17.30 WIB.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)


Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, penumpang yang naik dari stasiun ini dapat membeli tiket melalui aplikasi KAI Access atau berbagai chanel resmi penjualan tiket KA. Mau tahu kereta apa saja yang berhenti di Stasiun Cikarang ini? Nah berikut daftarnya.

– KA 104 Gaya Baru Malam Selatan dari Stasiun Pasarsenen tujuan Surabaya Gubeng, jam kedatangan pukul 11.37 WIB, keberangkatan kembali pukul 11.39 WIB (mulai 3 Januari 2022).

– KA 152 Argo Parahyangan Tambahan dari Stasiun Gambir tujuan Bandung, jam kedatangan pukul 14.03 WIB, keberangkatan kembali pukul 14.05 WIB.

– KA 110A Brantas dari Stasiun Pasarsenen tujuan Blitar, jam kedatangan pukul 14.10 WIB, keberangkatan kembali pukul 14.12 WIB.

– KA 128 Gumarang dari Stasiun Pasarsenen tujuan Surabaya Pasarturi, jam kedatangan pukul 16.31 WIB, keberangkatan kembali pukul 16.33 WIB.

– KA 7008 Sembrani Tambahan dari Stasiun Gambir tujuan Surabaya Pasarturi, jam kedatangan pukul 22.00 WIB, keberangkatan kembali pukul 22.09 WIB (mulai 3 Januari 2022, berjalan setiap Kamis sd Minggu).

– KA 103 Gaya Baru Malam Selatan keberangkatan dari Stasiun Surabaya Gubeng tujuan Pasarsenen, jam kedatangan pukul 00.46 WIB, keberangkatan kembali pukul 00.48 WIB (mulai 3 Januari 2022).

– KA 127 Gumarang dari Stasiun Surabaya Pasarturi tujuan Pasarsenen, jam kedatangan pukul 01.55 WIB, keberangkatan kembali pukul 01.57 WIB.

– KA 109A Brantas dari Stasiun Blitar tujuan Pasarsenen, jam kedatangan pukul 00.58 WIB, keberangkatan kembali pukul 01.00 WIB.

– KA 7007 Sembrani Tambahan dari Stasiun Surabaya Pasarturi tujuan Gambir, jam kedatangan pukul 05.02 WIB, keberangkatan kembali pukul 05.04 WIB (mulai 3 Januari 2022, berjalan setiap Kamis sd Minggu).

Baca juga: Jangan Salah Peron, Ini Rute KRL di Stasiun Jatinegara

– KA 53F Argo Parahyangan Tambahan dari Stasiun Bandung tujuan Gambir, jam kedatangan pukul 21.23 WIB, keberangkatan kembali pukul 21.25 WIB.

Korean Air Manfaatkan Teknologi Kecerdasan Buatan di Rute Tersibuk di Dunia

Korean Air benar-benar memanfaatkan perkembangan teknologi sebaik mungkin. Maskapai nasional Korea Selatan itu sudah sejak beberapa waktu belakangan ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk mendukung operasional penerbangan di rute tersibuk di dunia, antara Gimpo-Jeju.

Baca juga: Kerahkan Kawanan Drone, Korean Air Pangkas Waktu Inspeksi Pesawat Sampai 60 Persen

Teknologi AI dan machine learning saat ini digunakan hampir di seluruh lini bisnis perusahaan, mulai dari tarif tiket, schedule, rute, memantau sisa makanan, sampai penggunaan bahan bakar. Setiap tindakan, kebijakan, dan prosedur dari semua departemen juga terpautau secara real time dengan cloud computing.

Ada banyak contoh dimana Korean Air memanfaatkan cloud computing atau teknologi AI dengan sangat maksimal. Salah satunya di rute antara Banara International Gimpo dan Bandara International Jeju.

Setiap tahunnya, ada sekitar 15 juta pengunjung tiba di Pulau Jeju. Tahun lalu, setidaknya ada 85.880 penerbangan Korean Air antara kedua bandara tersebut. Angka ini setara dengan sekitar 235 penerbangan sehari.

Dalam kondisi normal (di luar pandemi Corona) penerbangan yang hanya berjarak 450 km ini memberangkatkan pesawat sekitar 10 menit sekali ke dan dari Jeju-Seoul. Dengan catatan tersebut, rute ini juga menjadi rute domestik yang paling kompetitif ke-10 dalam hal jumlah maskapai penerbangan yang beroperasi.

Baik dalam kondisi normal (di luar pandemi Corona) maupun saat pandemi Corona, Pulau Jeju tetaplah pulau yang kerap mengalami perubahan cuaca dengan sangat cepat dan berpotensi mengganggu lalu lintas penerbangan. Angin topan bisa kapan saja datang, terlebih di musim panas.

Karenanya, maskapai harus bisa merencanakan penerbangan semaksimal mungkin, dalam artian bisa memprediksi kapan harus atau tidak membatalkan penerbangan secepat mungkin untuk menghindari ketidaknyamanan penumpang sekaligus selangkah lebih maju untuk mengatur schedule lain.

Dahulu, proses ini biasanya manual dan dilakukan oleh pekerja yang berpengalaman. Namun, itu dulu, saat ini, prosesnya sudah melibatkan teknologi kecerdasan buatan dengan akurasi mencapai 90 persen.

Baca juga: Sah, Korean Air Pensiunkan Seluruh Pesawat Airbus A380 dan Boeing 747!

“Sebelumnya, kami menggunakan spreadsheet Excel untuk memahami jika akan ada pengalihan. Gimpo-Jeju adalah rute tersibuk di dunia dan kami memiliki banyak pengalihan karena cuaca di Jeju. Ini adalah sebuah pulau, dan angin datang dari setiap sudut yang berbeda, tergantung pada perubahan iklim,” kata CMO & CIO Korean Air, Kenneth Chang, dikutip dari Simple Flying.

“Sebelumnya, ATC kami secara manual mencoba menebak apakah akan ada pengalihan pada hari tertentu, jam tertentu, atau penerbangan tertentu. Kami sekarang dapat memanfaatkan infrastruktur cloud dan teknologi AI/ML yang kami gunakan untuk data kami, dan mengeluarkan rekomendasi. Apa yang kami temukan adalah akurasinya mendekati 90 persen,” lanjutnya.

Perusahaan Kereta Api Berafiliasi dengan Hotel Tingkatkan Minat Pelanggan

Pandemi Covid-19 membawa dampak besar bagi pariwisata di seluruh dunia. Ini juga membuat banyak hotel atau penginapan harus tutup. Karena hal ini perusahaan kereta api dan hotel di Jepang mulai bekerja sama.

Baca juga: Unik, Hotel di Tokyo Tawarkan Kamar Hotel Lengkap dengan Simulator Kereta Api

Keduanya berharap untuk membangun kembali basis pelanggan mereka setelah dipukul pandemi dua tahun belakangan ini. Di antara hotel yang memanfaatkan kekuatan perusahaan kereta afiliasi mereka adalah Sotetsu Fresa Inn Kyoto-Shijokarasuma di daerah Shimogyo Kyoto.

KabarPenumpang.com melansir asahi.com (6/1/2022), itu adalah sebuah perusahaan grup Sagami Railway Company yang berbasis di Yokohama. Kedua industri ini bekerja sama membuat tamu yang masuk ke ruang khusus menemukan kereta yang direproduksi tepat di depan mereka.

Sedangkan replikanya terbuat dari kayu berdasarkan gambar desain asli dengan katup dan rem serta pwngukur kecepatan sama dengan seri 7000 yang sudah pensiun dan kereta lainnya dari Sagami Railway.

Para pelancong bisa menyaksikan pemandangan di sepanjang rel melalui monitor dari kursi pengemudi untuk merasakannseolah-olah mereka tengah mengoperasikan kereta api. Tak hanya itu, ada lebih dari 80 item seperti gunting gerbang tiket yang sebelumnya digunakan di stasiun serta simbol di bagian depan kereta seri 7000.

Biaya untuk menikmati ini mulai dari 12 ribu yen per malam. Yoshiyuki Maeda manajer Sotetsu Fresa Inn Kyoto-Shijokarasuma yang menggambarkan dirinya sebagai mantan pecinta kereta api mengatakan dia mengusulkan paket akomodasi yang unik.

“Saya menghabiskan satu setengah tahun mengembangkan konsep kamar sebagai gagasan saya. Saya mendesain ruangan sedemikian rupa sehingga ruang dapat diwujudkan di mana orang tua dan anak-anak dapat bermain bersama melalui barang-barang yang terhubung dengan rel sekarang karena orang-orang menahan diri untuk tidak keluar untuk kegiatan rekreasi selama krisis virus corona” kata Maeda.

Yokohama Bay Hotel Tokyu di Yokohama, berafiliasi dengan Tokyu Railways Co., mendirikan simulator penggerak kereta realistis di dalam ruang tamu pada April 2021. Perangkat ini memungkinkan pengunjung mengoperasikan kereta melalui pengontrol yang sebelumnya digunakan pada seri 8090 Tokyu Railways.

Paket ini menjadi sangat dicari sejak diluncurkan, dengan kamar yang dipesan penuh selama berbulan-bulan. Meskipun awalnya direncanakan berakhir pada akhir Agustus, penawaran telah diperpanjang hingga akhir Maret 2022 setelah memperhitungkan popularitas ruangan yang meningkat.

Banyak operator hotel lainnya, termasuk Fraser Residence Nankai, Osaka, yang terhubung dengan Nankai Electric Railway Co., dan Asakusa Tobu Hotel di Taito Ward Tokyo, yang berafiliasi dengan Tobu Railway Co., telah memasang kamar bertema kereta api. Perusahaan yang dibiayai oleh perusahaan kereta api bukan satu-satunya fasilitas perbankan pada pecinta kereta api untuk menarik pelanggan.

Royal Park Hotel Kyoto Umekoji, yang dibuka pada Maret 2021 di Shimogyo Ward di dekat Museum Kereta Api Kyoto, menyediakan penawaran bertema kereta api untuk memikat penggemar kereta api dan keluarga.

Kamar didekorasi tidak hanya dengan foto dan mobil model kereta peluru seri N700, kereta uji yang dikenal sebagai Doctor Yellow dan Shinkansen seri 500, tetapi juga dengan video game untuk mensimulasikan perjalanan kereta. Paket termasuk tiket masuk museum, memungkinkan para tamu untuk menikmati sepenuhnya gimmick bertema kereta api baik di dalam maupun di luar hotel.

Terletak di dekat Stasiun JR Shin-Osaka, di mana banyak kereta lewat setiap hari, Osaka Corona Hotel di kota Jepang barat telah memulai layanan yang penggunanya dapat melihat Shinkansen berjalan tepat di depan mereka melalui jendela dari kamar mereka. Di bawah paket ini, para tamu dapat mengambil foto luar biasa dari kereta peluru yang melaju cepat di sepanjang Jalur Tokaido Shinkansen dari dekat.

Baca juga: Hotel di Osaka Tawarkan Kamar Spesial dengan Pemandangan Jalur Kereta Shinkansen

Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan kampanye Go To Travel yang ditangguhkan untuk mendorong orang melakukan perjalanan, tetapi bagaimana industri pariwisata






















Tingkatkan Tur Kota Budaya, Bus Tingkat Merah Kembali Menjelajahi Wrexham

Setiap empat tahun, sebuah kota kecil diberi gelar Kota Budaya di Inggris membantu meningkatkan profilnya, meningkatkan ekonomi lokalnya dan menyoroti segala hal yang baik tentang lokasi tersebut. Wrexham lolos ke babak kompetisi berikutnya untuk menjadi Kota Budaya Inggris 2025.

Baca juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London

Bus tur kota Budaya Wrexham di Inggris kembali melanjutkan perjalanannya pada 16 Januari 2022 kemarin. Bus ini akan mengunjungi lokasi di sekitar wilayah itu. Tur daerah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan untuk tawaran #Wrecsam2025.

Dalam perjalanan wisatanya ini bus yang digunakan ada dua dan semuanya double decker atau bus tingkat berwarna merah kebanggaan Inggris. Kedua bus tersebut akan mengunjungi dan berhenti di berbagai daerah di Wrexham.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber bordercountiesadvertizer.co.uk (16/1/2022), kedua bus ini akan mengangkut artis dan mereka akan turun di lokasi berbeda untuk mengadakan pertunjukan singkat. Kemudian setelah selesai, para artis serta pengisi acara lainnya akan kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan ke lokasi lainnya.

Dalam perjalanan bus tur kota budaya ini, setiap masyarakat di daerah tersebut untuk menikmati kehadiran bus merah yang akan menjelajah serta berhenti di kota mereka. Hugh Jones, Anggota Utama untuk Komunitas, Tempat, dan Kemitraan di Dewan Borough Kabupaten Wrexham menambahkan, bus bisa menjadi cara baru untuk memberkan edukasi dan acara lainnya.

“Bus adalah cara baru untuk terlibat dengan seluruh komunitas Wrexham, tanpa mendorong pertemuan besar atau perjalanan yang tidak perlu. Meskipun kami ingin memiliki keterlibatan yang lebih besar, kami harus menunggu sampai aman untuk melakukannya,“ jelas Jones.

Dia mengatakan, menjadi Kota Budaya Inggris pada tahun 2025 akan menjadi alat yang fantastis dalam pemulihan masa depan dari covid

“saya mendorong semua orang untuk belajar lebih banyak tentang kompetisi dan manfaat yang akan dibawanya ke Wrexham. Sementara itu, saya akan terus mengawasi selama beberapa hari ke depan untuk bus budaya merah besar,” tambahnya.

Baca juga: Si Jangkung Merah dari Inggris Pernah Jadi Primadona Transportasi Jakarta

Selain itu, nantinya masyarakat yang melihat kehadiran bus merah double decke r yang digunakan untuk tur budaya itu, mereka harus memfoto dan membagikannya di media sosial menggunakan tagar #Wrecsam2025.