Di India, 24 Gajah Liar Tewas Tertabrak Kereta Api Sejak 1978

Gajah liar, biasanya mencari makan di hutan dekat habitat mereka. Namun para gajah liar ini terkadang tidak sadar dengan kehadiran moda transportasi yang melintas dekat tempat mereka mencari makan. Sehingga membuat gajah kehilangan nyawa karena tertabrak moda transportasi seperti kereta.

Baca juga: Cegah Gajah Tertabrak Kereta, India Hadirkan Sensor Pengaktif Lampu di Sepanjang Rel

Salah satu negara yang paling banyak menewaskan gajah karena memiliki jalur kereta di hutan dekat habitat gajah adalah India. Bahkan kematian gajah ini tercatat sejak tahun 1978 hingga saat ini ada 24 kejadian dalam 20 kecelakaan kereta api antara Palakkad dan Podanur.

Sebuah komite yang berisi tujuh anggota divisi Proyek Gajah mengatakan hal tersebut dalam laporan yang mereka serahkan kepada Kementerian Lingkungan, Hutan dan Perubahan Iklim. Berdasarkan arahan Southern Bench of National Green Tribunal (NGT), komite yang dipimpin oleh pensiunan PCCF Harikumar dari Kerala, dibentuk untuk meninjau langkah-langkah yang diambil oleh Departemen Perkeretaapian dan Kehutanan untuk mengurangi kematian gajah di rel kereta api di Kerala dan Tamil Nadu.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari newindianexpress.com (31/1/2022), aktivis RTI R Pandiraja mengatakan, ada pemeriksaan yang dilakukan antara pertigaan KA Pallakkad dan Madukkarai pada 4 September 2021. Dari 24 gajah, masing-masing 12 ekor terbunuh di Tamil Nadu dan Kerala. Dari 20 kecelakaan, 15 terjadi antara Juli dan Desember di jalur kereta api B dan sisanya terjadi di jalur kereta api A serta 18 kecelakaan terjadi pada malam hari.

“Antara 2002 dan 2021, 23 gajah mati di bagian itu dalam 19 insiden. Dari tahun 2006 hingga 2010, kecelakaan telah terjadi setiap tahun. Namun, tidak ada kecelakaan yang tercatat antara tahun 2011 hingga 2015. Tetapi kematian empat gajah pada tahun 2016 diikuti oleh lima gajah dalam dua tahun berikutnya (2019-20) memerlukan tindakan oleh departemen Perkeretaapian dan Kehutanan Tamil Nadu dan Kerala,” kata laporan itu.

Karena hal ini, komite telah merekomendasikan 16 langkah yang di antaranya membangun dua underpass di Jalur B di sisi Tamil Nadu. Selain itu membersihkan vegetasi secara teratur di kedua sisi trek, membangun jalur landai berukuran lebar minimal 50 meter yang memungkinkan kawanan gajah lewat dengan mudah, untuk menghindari kematian gajah di rel kereta api.

“Pergeseran beberapa KA penumpang yang beroperasi pada malam hari dari Jalur B ke Jalur A perlu dijajaki. Pengembangan selanjutnya untuk KA tambahan direncanakan akan diarahkan di Jalur A dan setiap jalur baru menuju Jalur B harus dihindari,” saran komite.

Mengutip temuan tersebut, Pandiraja mendesak pejabat departemen kehutanan Tamil Nadu dan Kerala untuk segera bertindak. Koridor setinggi 16 km yang dibangun di Pench Tiger Reserve, Maharashtra, sukses. Di jalur yang sama, koridor layang harus dibangun, dengan dana dari Kereta Api, sepanjang 20 km antara Madukkarai dan Palakkad agar gajah bisa bebas berjalan.

“Pemerintah Serikat harus, dalam anggaran, mengalokasikan dana untuk melakukan studi kelayakan. Sebagai tindakan sementara, departemen kehutanan Tamil Nadu dan Kerala dapat menjajaki kemungkinan untuk memasang kamera optik, inframerah dan sistem pencitraan berbasis radar untuk memantau pergerakan gajah,” tambahnya.

Baca juga: Petugas Keamanan Sita Lokomotif yang Tewaskan Dua Ekor Gajah di India

Rekomendasi komite juga menyebutkan bahwa mereka menemukan lokasi untuk pagar surya dan memasang lampu bertenaga surya di sisi Tamil Nandu. Untuk diketahui, laporan tersebut tidak mencatat kematian gajah di wilayah tersebut antara tahun 1980 hingga 2000. Selain itu, laporan tersebut juga tidak mencatat kematian tiga gajah yang tertabrak kereta api di Madukkarai pada 26 November 2021, sebagaimana dilansir TNIE.






















Dukung Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Lokomotif dari Cina Mendarat di Tanjung Priok

Informasi bahwa lokomotif dari Cina kembali mendarat di Indonesia akhirnya tiba juga. Sebanyak 3 unit lokomotif bernomor DF4B-9129, DF4B-7553, dan DF4B-7552 ini tiba di Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (28/1). Warna hijau pekat dengan garis kuning pada lokomotif merupakan ciri khas dari China Railway, namun saat tiba di Jakarta warna tersebut agak pudar karena menempuh perjalanan cukup jauh dan termakan oleh cuaca yang dilewatinya.

Baca juga: “Pasumai,” Lokomotif Ramah Lingkungan dengan Pilihan Tenaga Listrik Pantograf atau Baterai 

Ketiga lokomotif ini ternyata datang bersamaan dengan angkutan gerbong terbuka yang dikirim dari Cina juga. Rencananya gerbong terbuka ini digunakan untuk angkutan batu balas di jalur Depo Tegalluar, Bandung, Jawa Barat. Kedatangan lokomotif DF4B dan gerbong barang ini adalah untuk mendukung proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bukan untuk menarik rangkaian reguler. Rangkaian reguler Jakarta – Bandung pp tetap menggunakan kereta cepat dengan seri CR400AF.

Dikutip dari artikel redigest.web.id, lokomotif DF4B-7552 dan DF4B-7553 merupakan lokomotif buatan pabrik Dalian, seperti DF4B-1295. Sedangkan lokomotif DF4B-9129 merupakan lokomotif buatan pabrik Ziyang. Kedua pabrik ini kini menjadi bagian dari CRRC dengan nama CRRC Dalian dan CRRC Zhuzhou.

Ternyata lokomotif ini mendapati julukan “watermellon” yang dalam arti Bahasa Indonesia adalah semangka. Karena warnanya seperti pada buah semangka. Julukan tersebut dikutip dari seorang yang mengunggah di sosial media Youtube bernama Mubin Mustari. Dalam videonya, saat bertolak dari Tanjung Priok lokomotif tidak langsung dibawa ke Bandung. Tetapi singgah di sebuah gudang penyimpanan di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Dari Cakung lokomotif diangkut melalui jalan tol Purbaleunyi hingga ke Depo Kereta Cepat Tegalluar Bandung.

Baca juga: Mencoba Masuk ke Kabin Lokomotif, Kira-kira Ada Apa Aja Sih?

Sebelumnya, sebuah lokomotif DF4B dengan nomor DF4B-1295 sudah tiba pada 22 November 2021 lalu di Jakarta. Kemudian lokomotif ini bertolak dari Tanjung Priok, Jakarta menuju Bandung, Jawa Barat tepatnya di Rancaekek pada Jumat (21/1) lalu kemudian tiba di Depo Kereta Cepat Tegalluar pada keesokan harinya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Elon Musk ‘Sogok’ Mahasiswa Rp71 Juta Agar Tutup Akun Twitter dan Berhenti Lacak Jet Pribadinya

Elon Musk kedapatan berusaha ‘menyogok’ mahasiswa berusia 19 tahun, Jack Sweeny, yang juga seorang avgeeks, sebesar US$5.000 atau Rp71 juta (kurs 14.400). Orang terkaya di dunia itu geram lantaran Jack terus melacak pergerakan jet pribadi Musk, Gulfstream G650 ER. Ia meminta agar Jack berhenti melacak jet pribadinya dan menutup akun Twitter @ElonJet.

Baca juga: Elon Musk: Normal Baru, Kendaraan Listrik Mampu Menempuh Jarak Sejauh 500 Km

Sayangnya, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah. Dalam direct message atau DM Twitter balasan Jack Sweeny, ia meminta ditambahkan “0” di belakang menjadi US$50.000. Menurutnya, itu mungkin akan bermanfaat untuk aktivitas perkuliahannya atau mungkin bisa membeli Tesla Model 3.

Dilansir Simple Flying, seperti kebanyakan orang super kaya di dunia, mereka tidak bepergian naik pesawat komersial, melainkan berpergia pakai pesawat jet pribadi; termasuk Elon Musk. Orang terkaya di dunia kelahiran Afrika Selatan itu diketahui memiliki jet pribadi Gulfstream G650 ER.

Pesawat dengan nomor registrasi N628TS itu dikirim ke Elon Musk pada tahun 2016 dan menjadi andalannya dalam bepergian selama lima tahun terakhir.

Jet pribadi Elon Musk diblokir dari seluruh web flight tracking. Tapi, bukan berarti itu tidak terlihat. Pemintaaan blokir di sini dalam artian tail number tidak terlihat oleh pengguna. Namun, dengan Transponder ADS-B dan skill teknologi informasi kelas kakap, pesawat apapun dan dimanapun bisa dilacak; tak terkecuali pesawat jet pribadi Elon Musk yang selalu dilacak oleh Jack Sweeny lewat akun Twitter @ElonJet.

Mahasiswa tingkat awal itu diketahui sudah sejak kecil melacak pergerakan pesawat. Ia memang lahir dari keluarga dirgantara, dimana ayahnya adalah seorang insan penerbangan. Entah bagaimana ceritanya, ia pun membuat akun Twitter @ElonJet yang khusus menampilkan pergerakan pesawat jet pribadi Elon Musk.

Siapa sangka, akun tersebut ternyata mencuri perhatian sang pria berharta US$276 miliar. Lewat fitur direct message atau DM Twitter, Elon meminta ke Jack agar menutup akun @ElonJet dengan imbalan sebesar US$5.000. Ia beralasan bahwa ini bisa mengancam keselamatannya.

Namun, Jack Sweeny menolaknya dan meminta imbalan yang sepadan, yaitu Tesla Model 3. Elon pun membalas yang intinya ia tak setuju dengan permintaan gila dari Jack.

Jack Sweeny tak tinggal diam, ia terus menjawab dengan santai pesan dari Elon Musk. “US$50k akan bermanfaat untuk aktivitas perkuliahan saya dan mungkin memungkinkan saya untuk membeli mobil bahkan mungkin Tesla Model 3.”

Elon Musk dilaporkan belum membalas DM dari akun Twitter yang telah difollow oleh 130 ribu pengguna itu. Itu pun tak luput dari ejekan Jack Sweeny.

Baca juga: Elon Musk Hadirkan Solusi Transportasi Canggih Berbasis Travelator

“Elon belum membalas DM-nya, saya pikir dia sedang berlibur di Hawaii jika Anda mengecek ElonJet,” katanya.

Sampai saat ini, Jac Sweeny telah mengembangkan sekitar selusin akun bot lain yang melacak perjalanan para raksasa teknologi terkenal, termasuk Bill Gates dan Jeff Bezos.

Sebanyak 48 Unit KRL Tidak Terpakai Selesai Dikirim ke Pasir Bungur

Pengiriman KRL yang sudah tidak terpakai dari Depo KRL Depok menuju “peristirahatan terakhir” di Stasiun Pasir Bungur akhirnya selesai dilakukan. Sebanyak 48 unit KRL dari berbagai seri (seri 1000, 5000 dan 8500) bertahap dioper ke Pasir Bungur.

Baca juga: Stasiun Pasir Bungur – Tumpukan Menjulang Tinggi di Lokasi “Kuburan” Kereta

Alasan rangkaian ini sudah tidak layak pakai adalah dari suku cadang yang tidak bisa dilanjutkan untuk perjalanan angkutan penumpang. KRL yang bisa digunakan dan laik jalan dengan menggunakan teknologi VVVF. Sistem kelistrikan VVVF (Variable Voltage Variable Frequency), yang merupakan komponen dalam sistem kontrol yang mempunyai fungsi antara lain mengontrol tegangan dan frekuensi untuk mengatur kecepatan kereta serta mengkonversi tegangan listrik dc menjadi tegangan listrik ac, sehingga energi listrik ac yang dihasilkan dapat digunakan motor traksi untuk menggerakkan kereta.

Pengiriman Dilakukan Tiap Tengah Malam
Berawal pada hari Rabu (19/1) pengiriman dilakukan pada waktu dini hari atau saat pergantian hari mengingat jalur kereta yang dilalui saat tengah malam terpantau sepi. Setiap rangkaian KRL yang dikirim berkecepatan 30 – 40 kilometer per jam. Ini dimaksudkan agar rangkaian KRL yang dikirim tidak terjadi kerusakan pada komponen KRL karena sudah lama tidak terpakai.

Jadwal pengiriman dilakukan pada pukul 00.05 WIB dari Stasiun Depok dan tiba di Stasiun Pasir Bungur pada pukul 05.10 WIB. Langsiran di Depo KRL Depok dilakukan tiap sore hari sedangkan langsiran KRL di Stasiun Pasirbungur dilakukan saat rangkaian tiba dijalur 1. Langsiran dilakukan dengan cara mendorong dari peron jalur 1 menuju jalur khusus untuk lakukan penumpukan.

Baca juga: 122 Gerbong Tua Terbakar, Stasiun Cikaum Terkenal Sebagai “Kuburan Kereta”

Kloter terakhir atau tahap 12 konservasi dilakukan pada Senin (31/1) yaitu menggunakan rangkaian KRL seri 8512 – 8925 – 8829 – 8612. Tahap ini menggunakan seri KRL yang pernah mengalami tragedi anjlok di kawasan Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat pada 10 Maret 2019 lalu. Kerusakan terjadi di unit seri 8612 yang berada di sisi kanan kereta. Rangkaian KRL seri ini sengaja dilakukan pengiriman tahap akhir karena dilakukan pengecekan terlebih dahulu agar saat diperjalanan tidak terjadi kerusakan meski perjalanan menempuh tidak lebih dari 50 kilometer per jam. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Tanggapan Lion Air Soal Video Viral Petugas Lempar Bagasi Penumpang

Video petugas Lion Air melempar bagasi penumpang dari dekat pintu belakang pesawat ke tangga viral. Dalam video tersebut, petugas tampak melempar bagasi penumpang ke tangga, dibiarkan menggelinding, dan kemudian dimasukkan ke dalam baggage cart dan ditarik baggage towing truck menuju conveyor belt atau baggage handling system di terminal.

Baca juga: Parade Kendaraan Besar di Apron Bandara, Inilah Jenis dan Fungsinya

Corporate Communication Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro, mengatakan, pihaknya masih melakukan investigasi terkait video tersebut. Tetapi, sekilas, ada kejanggalan dalam video itu.

Dalam video tersebut, petugas berbaju hitam nampak mendapat kiriman dari petugas lainnya di kabin penumpang. Sekilas, kabin penumpang di bagian dekat pintu juga dipenuhi kargo.

Menurut Danang, ini janggal. Sebab, bagasi penumpang seharusnya tidak berada di dalam kabin penumpang, melainkan di lambung pesawat.

“Sepengetahuan kami, bagasi penumpang tidak ditempatkan di dalam kabin pesawat. Pengaturan dan penempatan bagasi penumpang berada di bagian bawah pesawat,” katanya kepada KabarPenumpang.com.

Insiden oknum petugas ground support equipment (GSE) Lion Air melempar bagasi ke tangga tentu mendapat sorotan tajam dari warganet. Salah satu warganet pun menghubung-hubungkan kejadian yang menimpa sanak saudaranya. Disebutkan, roda koper milik saudara yang menumpangi Lion Air mengaku patah.

“Pernah dengar sodara cerita koper rodanya pada patah, ternyata ini jawabannya,” kata salah satu netizen.

Lainnya menanggapi bahwa orang tuanya, yang membeli oleh-oleh sepulang berlibur, mengalami kenyataan pahit. Oleh-oleh yang dibawanya hancur.

“Mamak ku waktu itu pernah bawa oleh-oleh pada hancur semua. Bating aja terus,” tulisnya di Twitter.

Dalam kondisi normal, seharusnya bagasi penumpang berada di lambung pesawat. Petugas GSE kemudian menurunkan satu per satu bagasi dari dalam kargo ke belt conveyor loader (BCL) atau lift loader atau biasa juga disebut cargo & loader transporter untuk kemudian dibawa ke conveyor belt.

Baca juga: Tips Penerbangan: Bahaya, Jangan Terlalu Banyak Muat Informasi di Label Koper Bagasi

Namun, di tengah pandemi virus Corona seperti sekarang ini, dimana penerbangan penumpang belum mencapai titik normal, tak sedikit maskapai yang memanfaatkan tingginya penerbangan kargo dengan membuat kargo ke dalam kabin penumpang.

Meski begitu, cara menurunkan kargonya pun tetap sama, diturunkan satu per satu bagasi dari dalam kargo ke belt conveyor loader (BCL) atau lift loader atau biasa juga disebut cargo & loader transporter untuk kemudian dibawa ke conveyor belt, bukan dilempar, dibuang, atau dibanting.

Air Koryo, Flag Carrier Korea Utara dengan Predikat Bintang 1 Versi Skytrax

Jika Indonesia punya flag carrier Garuda Indonesia, Singapura punya Singapore Airlines, hingga Jerman dengan Lufthansa-nya, maka Korea Utara juga punya flag carrier yang bernama Air Koryo. Jika negaranya saja sudah menarik untuk dibahas, maka sudah barang tentu ada fakta unik yang terselip dari maskapai milik Pemerintah Korea Utara ini. Adapun pengoperasian dari Air Koryo ini meliputi Asia, Afrika, dan Eropa dan berpusat di Bandara Internasional Sunan, Pyongyang.

Baca Juga: Bukan Nama Anak Artis, Ini Dia Fakta Unik Seputar El Al Airlines

Penasaran kan dengan fakta-fakta unik dari Air Koryo? Berikut KabarPenumpang.com rangkum sejumlah fakta dari Air Koryo, dikutip dari berbagai laman sumber.

Maskapai Bintang 1
Sepanjang sejarah penerbangan, tidak ada maskapai yang pernah menerima bintang 1 dari Skytrax kecuali Air Koryo. Maskapai ini sudah mendapatkan penilaian buruk ini kurang lebih selama tujuh tahun berturut-turut dengan beberapa faktor yang melatarbelakanginya, seperti kondisi kabin yang sudah tua, hingga pengawasan awak kabin yang dinilai terlalu ketat.

Beragam cara coba dilakukan pihak maskapai untuk memperbaiki reputasi mereka yang kadung dipandang buruk oleh masyarakat – melayani lebih banyak makanan dan minuman di dalam kabin hingga mendatangkan armada baru.

Menggunakan Armada Asli Rusia
Jika dibeberkan, maka semua armada dari Air Koryo merupakan produksian Rusia. Mulai dari Antonov An-24R/RV, Antonov An-148-100B, Ilyushin Il-18D, Ilyushin Il-62M, Tupolev Tu-134B-3, Tupolev Tu-154B, Tupolev Tu-204-100B, hingga Tupolev Tu-204-300. Jadi, jangan harap Anda bisa menemukan armada Boeing atau Airbus di dalam tubuh maskapai berkode ICAO KOR ini ya!

Adapun alasan di balik semua ini adalah pihak Korea Utara yang terkena sanksi dari PBB, dan pada akhirnya sanksi tersebut juga berimbas pada Air Koryo.

Baca Juga: Inilah Fakta Ryanair, Maskapai Penerbangan Berbiaya Murah yang Penuh Kontroversi

Burger Misterius ala Air Koryo

Sumber: Los Angeles Times

Selain masalah pelayanan, makanan yang dihidangkan kepada penumpang juga memegang peranan penting dalam masalah penilaian maskapai. Nah, Air Koryo punya satu makanan khas, yang juga kadung dicap buruk oleh para pengguna layanannya, yaitu burger. Tidak seperti kebanyakan burger yang pernah Anda makan, burger di Air Koryo benar-benar tidak menggugah nafsu makan Anda. Bagaimana tidak, menurut laman gotravelyourway.com, daging burger ini keras, rotinya apek, dan dikombinasikan dengan beberapa potong selada serta kerju olahan. Apakah Anda ingin mencobanya?

 

Inilah Surcar Airlines, Maskapai Amfibi Baru di Spanyol

Tidak lama lagi, jagat dirgantara Spanyol akan diramaikan dengan kehadiran maskapai baru Surcar Airlines. Maskapai ini tidak bermain diceruk pasar penerbangan komersial pada umumnya yang sudah dikuasai Iberia, juga bukan maskapai penerbangan perintis. Tetapi lebih spesifik dari itu sebagai maskapai amfibi atau maskapai seaplane di Kepulauan Canary.

Baca juga: Bagaimana Pesawat Apung/Pesawat Amfibi Mendarat?

Surcar Airlines nantinya akan melayani sebanyak 15 ribu penumpang per tahun antara satu pulau ke pulau lainnya di Kepulauan Canary dengan total durasi penerbangan di bwah 30 menit.

Dalam sebuah pernyataan, Surcar Airlines mengungkapkan pihaknya akan mengoperasikan pesawat amfibi karena dirasa paling cocok untuk meningkatkan konektivitas dan pengembangan ekonomi di seluruh pulau.

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui bahwa seaplane ada dua jenis, pesawat amfibi dan pesawat apung. Sekilas memang terdengar sama, namun keduanya berbeda.

Pesawat apung adalah pesawat yang bisa mendarat di atas air berkat pelampung yang ada di bagian ‘landing gear’ atau undercarriage pesawat. Dengan begitu, badan pesawat apung tak menyentuh air saat mendarat.

Sedangkan pesawat amfibi justru sebaliknya, ia badan pesawat menyentuh air saat mendarat alias mendarat dengan badan pesawat yang sudah dilengkapi pelampung atau ponton. Selain itu, badan pesawat amfibi memang menawarkan daya apung, meski tetap harus diimbangi dengan pelampung di bagian sayap.

Dilansir Simple Flying, Surcar Airlines mengklaim menawarkan konektivitas yang lebih cepat antar pulau di Kepulauan Canary. Antara pulau Santa Cruz dan Las Palmas, misalnya, maskapai tersebut mampu melahap waktu kurang dari 30 menit dan mengurangi emisi C02 hingga 30 persen.

Pesawat amfibi memang belum marak di Spanyol, namun, di beberapa kota di negara yang berada di lingkaran kutub utara, seperti Kopenhagen, Vancouver, dan Seattle, masyarakatnya sudah menggunakan pesawat amfibi selama 30 tahun, salah satunya Nordic Seaplanes. Maskapai ini diketahui mengoperasikan dua pesawat amfibi DHC-6-300 Twin Otter, registrasi HB-LWB dan OY-NSA.

Bila tak ada aral melintang, Surcar Airlines akan memulai uji coba terbang pada 3 Februari mendatang. Setelah itu berhasil, maskapai akan fokus melayani rute Santa Cruz de Tenerife-La Palma dan Santa Cruz de Tenerife-Las Palmas de Gran Canaria.

Kepulauan Canary diketahui memiliki traffic yang cukup tinggi. Data Cirium menunjukkan, ada 4.226 penerbangan terjadwal antara delapan bandara di kepulauan tersebut oleh enam maskapai, Neos, Binter Canarias , Canary Fly, Canaria Airlines, Transavia, dan TUIfly.

Di Indonesia, sekalipun memiliki jumlah pulau yang lebih banyak dibanding Spanyol, nyatanya, penerbangan seaplane justru sama sekali belum terlaksana.

Menurut pengamat penerbangan Alvin Lie, belum hadirnya maskapai amfibi, maskapai apung, atau maskapai amfibi di Indonesia tak terlepas dari infrastruktur yang tersedia.

Baca juga: Hughes H-4 Hercules Flying Boat, Pesawat Amfibi (Gagal) dengan Rentang Sayap Terbesar

“Apakah pasarnya cukup utk menghidupi pelayananan tersebut? Biaya operasi dan perawatan tersebut tidak murah. Pilot langka. Infrastruktur navigasi dan bandara juga sangat terbatas,” katanya kepada KabarPenumpang.com.

Ia tak bisa memprediksi kapan maskapai penerbangan amfibi hadir di Indonesia. Namun, ia menyebut, maskapai amfibi di Indonesia akan hadir seiring tersedianya infrastruktur. “Sampai Pemerintah serius fasilitasi pengembangan dan sediakan infrastruktur,” tutupnya.

Melihat Segitiga Pemutar Lokomotif yang Masih Bertahan di Ujung Timur Jawa

Jika berkunjung ke ujung timur Pulau Jawa dengan kereta api pasti tiba di stasiun akhir yaitu Stasiun Ketapang. Stasiun yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Kalipuro, Banyuwangj, Jawa Timur ini merupakan stasiun akhir jalur kereta api yang memghubungkan dari Banten hingga Surabaya dan berkahir di Banyuwangi.

Baca juga: “Banyuwangi Baru,” Stasiun di Paling Ujung Timur Pulau Jawa

Stasiun Ketapang, sebelumnya dikenal sebagai Stasiun Banyuwangi Baru, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan pada ketinggian +7 meter dpl. Stasiun ini memiliki 4 jalur utama yang dilintasi kereta api. Jalur 1 dan jalur 2 biasanya untuk keberangkatan kereta api jarak jauh dan menengah, seperti KA Mutiara Timur (Ketapang – Surabaya Gubeng), KA Tawang Alun (Ketapang – Malang Kota Lama), KA Sri Tanjung (Ketapang – Surabaya Gubeng – Lempuyangan).

Selain stasiun yang memiliki jalur KA yang luas untuk penyimpanan kereta dan gerbong, Ketapang juga memiliki Depo Lokomotif dan Kereta di samping timur stasiun. Pengecekan rutin selalu dilakukan meskipun lalu lintas kereta api di wilayah ini tidak terlalu ramai.

Putar Lokomotif di Segitiga Pemutar
Setiap stasiun besar di wilayah Daerah Operasi (Daop) pasti memiliki tempat putar lokomotif atau biasa disebut thurntable (meja putar). Namun ada beberapa stasiun besar di wilayah Daop yang tidak memiliki thurntable, salah satunya adalah Stasiun Ketapang. Tidak memiliki thurntable bukan berarti tidak bisa memutar lokomotif. Beberapa meter dari Stasiun Ketapang dan Depo terdapat jalur khusus untuk pemutar lokomotif. Jika diperhatikan jalur ini berbentuk segitiga. Itulah sebabnya area tersebut dinamakan segitiga pemutar.

Biasanya lokomotif yang memasuki segitiga pemutar adalah lokomotif yang posisi kabin masinisnya berada di belakang. Sama halnya saat lokomotif memasuki thurntable, bagian belakang kabin lokomotif diputar menjadi ke bagian depan.

Baca juga: Mau Melintasi Selat Bali? Kenali Dulu Tarif Ferry Ketapang – Gilimanuk

Di segitiga pemutar Ketapang, rel yang digunakan tipe R33 dan R42 yang memiliki ketebalan cukup baik untuk dilintasi lokomotif walaupun untuk langsir. Segitiga pemutar ini paling jarang ditemui dimanapun namun masih bisa dilihat di Semarang, Solo dan terakhir Ketapang. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Naik Maskapai Berbiaya Hemat, Ternyata Banyak Penumpang Ajukan Pertanyaan ‘Bodoh’ ke Awak Kabin

Bepergian dengan maskapai berbiaya hemat, berarti Anda sudah tahu tidak akan mendapat layanan atau servis seperti di penerbangan full service. Namun, ternyata masih banyak penumpang yang berpikir mereka bisa mendapatkan hal tersebut dengan bertanya pada awak kabin.

Baca juga: Gara-gara Pakaian, TikToker Diteriaki Awak Kabin Sebelum Masuk Pesawat

Dua awak kabin Ryanair

Padahal awak kabin mengatakan bahwa itu adalah pertanyaan bodoh. Nah, dua orang awak kabin mengunggah video ke TikTok dan mengungkapkan pertanyaan paling bodoh yang diajukan oleh seorang penumpang. Kedua pemuda ini mengatakan apa yang ditanyakan penumpang, “Permisi, di mana hiburan dalam pesawat?”

KabarPenumpang.com melansir thesun.co.uk (26/1/2022), ini cukup menggelikan apalagi penumpang itu ikut dalam penerbangan maskapai murah dan pergi dengan penerbangan jarak pendek, di mana hiburan tidak diberikan. Kedua awak kabin itu kemudian memainkan lagu ‘The Boy is Mine’ di latar belakang dan mengucapkan kata-kata “Anda tampaknya bingung” untuk menyoroti betapa bodohnya pertanyaan itu.

Video keduanya ini bahkan ditonton lebih dari 280 ribu kali dan awak lainnya memenuhi kolom komentar dengan pertanyaan paling bodoh yang mereka ajukan di tempat kerja.

Sedangkan pertanyaan lainnya, “Bisakah saya menaruh bekal makan siang saya di lemari es Anda?”

“Bisakah Anda mengisi daya ponsel saya?” ujar yang lainnya.

Mantan awak kabin Ryanair, Jemma Behan mengatakan, seorang wanita bertanya apakah ia bisa dipindahkan dari beberapa botol oksigen karena dia “alergi terhadap oksigen”. Sedangkan Fiona Mallion, mantan awak kabin Ryanair lainnya mengatakan, dirinya sering ditanyai oleh para pelancong apakah mereka dapat ditingkatkan ke kelas satu.

Karena maskapai berbiaya hemat, maka tidak ada kelas satu di dalamnya. Maskapai berbiaya hemat. Ketika dia ditanya pertanyaan itu, dia menjawab, “Tapi itu semua kelas satu!”

Baca juga: Hanya Gunakan Riasan Sederhana, Pramugari ini Bagi Rutinitas Pagi di TikTok

Seorang awak kabin Ryanair membagikan hal terburuk yang dapat Anda lakukan saat terbang. Bahkan awak kabin Ryanair lainnya mengungkapkan bahwa mereka memiliki bekas luka dari hal berbahaya yang selalu dilakukan penumpang.

Kondektur Kereta Jepang Dianiaya Penumpang, JR East Hadirkan Bodycam untuk Bukti Kekerasan

Jepang bukan hanya memiliki sisi terang yang begitu jelas terlihat di kota Tokyo dan kota besar lain dengan gegap gempitanya. Tetapi punya sisi gelap yang cukup aneh dalam budaya Negeri Sakura itu. Penasaran apa? Salah satunya adalah banyak orang diketahui sering menyerang kondektur kereta api secara mengejutkan.

Baca juga: Operator Kereta Komuter di Jepang Hadirkan Aplikasi Anti Pelecehan Seksual

KabarPenumpang.com melansir soranews24.com (28/1/2022), hasil ini didapat dari investigasi yang dilakukan oleh pihak Kementerian Pertahanan, Infrastruktur, Transportasi dan pariwisata. Di mana pada tahun 2020 lalu, ada 439 serangan fisik yang dilaporkan terhadap staf kereta api di seluruh negeri.

Meski jumlah penumpang berkurang pada puncak Covid-19, setidaknya ada satu kondektur yang diserang per hari di Jepang. Penyebab dari penyerangan itu pun tidak sepenuhnya jelas. Tetapi alkohol menjadi peran terbesar terkait penyerangan tersebut.

Padahal poster yang ada di stasiun dengan mengingatkan penumpang untuk tidak memukul staf sudah ada, ternyata hal itu tidak membantu. Maka, JR East akan membekali staf dengan bodycam mulai awal tahun fiskal berikutnya tepatnya pada April mendatang. Bodycam tersebut ditujukan paling utama bagi kondektur yang bekerja shift malam.

Nantinya kamera yang di pasang di dada tersebut diharapkan memberikan bukti yang lebih kuat dalam kasus penyerangan terhadap karyawan dan pada akhirnya menjadi pencegah. Selain itu, JR East mengatakan bahwa kamera ini dapat berguna untuk memberikan dukungan jarak jauh secara real-time selama keadaan darurat dari bentuk masalah lain pada kendaraan yang bergerak.

Pada tahun 2020, mereka melakukan eksperimen dengan umpan langsung dari kamera tubuh di kereta Shinkansen untuk memastikan efektivitasnya pada kecepatan tinggi. Komentar online menyatakan dukungan untuk gagasan tersebut, tetapi banyak yang mengangkat kekhawatiran tentang apakah privasi karyawan itu sendiri akan dilindungi jika mereka diharuskan memakai kamera sepanjang waktu saat bertugas.

“Itu ide yang bagus. Saya sering naik kereta dan terkadang melihat sekelompok staf berkerumun, hanya untuk mendengar bahwa itu ada hubungannya dengan kekerasan,” ujar seorang warganet.

“Saya pikir bagus untuk memberikan bukti tentang apa yang harus dihadapi orang-orang ini. Sangat menyedihkan bahwa ini terjadi,” kata yang lainnya.

Baca juga: Dalam Dua Hari, Tiga Kondektur Kereta di India Diserang Penumpang Tak Bertiket

Ada pula yang mengatakan, penggunaan bodycam terdengar mahal tetapi tetap harus dilakukan. Bahkan warganet lainnya menyebutkan bahwa hal itu sudah terlambat 30 tahun. Meskipun melindungi kondektur kereta api dari pemabuk yang kejam adalah penting, masalah berulang penyerang kekerasan di kereta api juga merupakan masalah besar. Sayangnya itu berarti kondektur kereta terkadang didorong ke garis depan pertahanan bersama polisi dan keamanan dalam hal keselamatan penumpang.