Patahkan Rekor Emirates, Singapore Airlines Punya Penerbangan A380 Terpendek dari Singapura ke Kuala Lumpur

Airbus, Superjumbo jet A380 dikenal sebagai pesawat yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh dan memiliki kapasitas angkut penumpang yang banyak. Pesawat ini pertama kali digunakan secara komersial sejak Oktober 2007. Pada tahun 2019 Emirates membuka penerbangan jarak terpendek di dunia yakni hanya 350 km dari Dubai ke Muscat dengan menggunakan pesawat superjumbo jet tersebut.

Baca juga: Emirates Operasikan A380 dengan Rute Terpendek di Dunia, Jaraknya Setara Jakarta – Pangandaran!

Ini kemudian membuat rekor terbaru di mana Airbus A380 digunakan untuk perjalan jarak pendek. Namun belum lama ini tenyata ada yang mematahkan rekor jarak terpendek tersebut yakni Singapore Airline yang menerbangkan armada A380 nya dari Singapura menuju ke Kuala Lumpur dengan jarak hanya 184 mil atau sekitar 296 km.

Jarak itu kini menjadi yang terpendek di dunia dan hanya menempuh waktu 40 menit dari Singapura menuju ke ibukota Malaysia tersebut. Pesawat A380 milik SIA ini diketahui berhenti beroperasi selama hampir 20 bulan karena pandemi.

SIA mengatakan, bahwa superjumbo jet A380 milik mereka akan dikerahkan secara “ad hoc” pada rute penerbangan SQ106 (SIN-KUL) dan SQ105 (KUL-SIN) tiga kali seminggu dari 4 November hingga 2 Desember 2021. Kemudian A380 juga akan terbang dengan rute Singapore Airlines SQ126 (SIN-KUL) dan SQ125 (KUL-SIN) empat kali seminggu dari 5 November hingga 3 Desember.

Selain untuk penerbangan jarak pendek, maskapai ini mengumumkan rencana mengaktifkan kembali superjumbo jet pada penerbangan pergi dan pulang dari Singapura ke London pada pertengahan November lalu. Seorang juru bicara SIA mengatakan penerbangan A380 Kuala Lumpur dijadwalkan “untuk persyaratan operasional.”

Mengumumkan kembalinya A380 minggu lalu, kepala urusan publik global Singapore Airlines, Siva Govindasamy, mengatakana Singapore Airlines mengakui daya tarik abadi A380 bagi penumpang, dan itulah sebagian alasan maskapai mengembalikan pesawat ke rotasi.

“A380 adalah pesawat yang luar biasa. Beberapa orang hanya memesan A380 khusus untuk terbang di atasnya,” kata Govindasamy.

KabarPenumpang.com melansir simpleflying.com (22/12/2021), berikut ini sepuluh rute terpendek Airbus A380 yang dioperasikan oleh maskapai dunia. Singapore Airlines: Singapura ke Kuala Lumpur, 184 mil (296km); Air France: Paris CDG ke London Heathrow, 216 mil (348km); Emirates: Dubai ke Muskat, 217 mil (349km).

Baca juga: Rute Penerbangan Terpendek Lufthansa Setara Jakarta-Bandung Kini Dilayani Pakai Bus

Kemudian ada Emirates: Dubai ke Doha, 235 mil (378km); Emirates: Dubai ke Bahrain, 303 mil (488km); British Airways: London Heathrow ke Frankfurt, 408 mil (657km); Emirates: Dubai ke Kuwait, 530 mil (853km); Asiana: Seoul Incheon ke Osaka Kansai, 535 mil (862km) dan Emirates: Dubai ke Riyadh, 543 mil (874km).

Yang terakhir adalah China Southern: Ibukota Beijing ke Shanghai Pudong, 681 mil (1.096km).

Dilengkapi Taman Mini, Stasiun Jatinegara Kini Jadi Instagramable

Jalan–jalan keliling Jabodetabek emang paling asyik naik kendaraan umun, teruntuk Kereta Rel Listrik. Selain tarifnya murah kita juga bisa kemana – mana cukup dengan tempelkan kartu dengan saldo yang cukup. Tapi pernahkan kalian berkunjung sejenak ataupun transit KRL di Stasiun Jatinegara?

Baca juga: Stasiun Jatinegara, Gerbang Keluar Masuk Jalur Kereta di Ibu Kota

Stasiunnya besar, jalurnya banyak, lalu lintas kereta apinya pun banyak tanpa henti. Mulai dari KA penumpang sampai dengan KA barang semua lewat stasiun yang berada di kawasan Jakarta Timur ini. Tapi kira – kira kalian ngeh ga sih, kalo Stasiun Jatinegara itu sekarang sudah ada taman mini.

Bukan Taman Mini Indonesia Indah, bukan pula taman mini yang penuh wahana permainan, melainkan taman mini yang ditanami berbagai macam tumbuhan hias. Ya, taman tersebut berada di lantai 2 Stasiun Jatinegara. Jika kita transit atau berpindah peron untuk naik KRL berikutnya, pasti terlihat taman mini tersebut. Stasiun Jatinegara yang dulunya bernama Meester Cornelis ini memang sudah banyak sekali perubahan. Salah satunya bangunan stasiun yang terlihat modern. Namun jika melihat dari depan, bangunan Stasiun Jatinegara lama masih berdiri kokoh tak mau kehilangan saksi bisu sejarah jaman perkeretapian dulu.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Penghijauan di Stasiun Jatinegara
Stasiun yang ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya ini tidak lengkap jika keindahan stasiunnya ditambah. Dengan inisiatif dan kreatif dari PT KAI akhirnya stasiun ini pun dibuat penghijauan dengan membangun taman mini. Karena terlihat luas pada lantai 2 stasiun, taman mini tersebut pun dibangun. Berbagai macam tanaman hias juga turut menghiasi sudut stasiun, seperti di jendela stasiun, samping elevator, samping ruang PAP (Pengawas Peron) dan juga ditempat wudhu mushola stasiun.

Yang paling terlihat indah dan bagus adalah taman mininya
Pihak stasiun sengaja membuat taman mini tersebut agar terlihat indah dan segar dimata. Karena rutinitas dan kepenatan dalam bekerja sehari – hari, saat berkunjung di Stasiun Jatinegara bisa merefleksikan pikiran cukup dengan duduk di bebatuan taman. Taman mini ini juga sangat Instagramable dan cocok banget untuk kaum remaja yang biasa posting di media sosial dengan latar belakang penghijauan. Tàk perlu keluar stasiun untuk mencari pemandangan penghijauan yang indah, karena lokasinya masih di dalam stasiun.

Baca juga: Tidak Ada ‘Belatung’ di Stasiun Randublatung

Taman berikutnya terdapat di lantai satu stasiun. Jika kita berada di peron jalur 1 dan 2, ada sebuah taman dan juga kolam berisi ikan hias yang menambah suasana layaknya diperumahan mewah. Kucuran air membasahi dinding batu hingga ke kolam ikan ini, menambah modernnya stasiun ini. Jadi bagaimana, mau mencoba swafoto di taman Stasiun Jatinegara secara cuma – cuma? Kuy lah ke Stasiun Jatinegara. (Pras – Cinta Kereta Api)

Kirim Gerbong Batubara Kini Tak Lagi via Truk

Rangkaian gerbong batubara yang masih gres alias baru buatan PT INKA ini akhirnya dikirim juga ke pulau seberang, yakni Pulau Sumatera tepatnya di Bandar Lampung. Ya, gerbong dengan bertuliskan kode GB ini memiliki berat 50 ton setiap gerbongnya.

Baca juga: Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara

Sebanyak 20 gerbong batubara yang dikirim dari Madiun menuju Bandar Lampung. PT INKA memang sedang memperbanyak gerbong batubara untuk kawasan Lampung dan sekitarnya, guna untuk menggantikan gerbong batubara yang ada namun sudah hampir tidak layak pakai. Serta menambahkan kekurangan rangkaian gerbong tersebut karena muatan yang terus bertambah.

Dikirim via Jalur Kereta
Rangkaian batubara dikirim sudah tidak melalui jalan aspal alias tidak menggunakan truk trailer dari Madiun menuju Surabaya. Namun inovasi kali ini rangkaian gerbong batubara dikirim melalui jalur kereta api. Perjalanan dari Stasiun Madiun menuju Stasiun Tanjung Priok hingga ke Stasiun Pasoso memakan waktu sekitar 14 jam. Rangkaian gerbong batubara diberangkatkan dari Stasiun Madiun pada pukul 08.15 WIB menggunakan lokomotif CC 203 95 10.

Kecepatan yang ditempuh rangkaian tersebut bisa mencapai maksimum 75 km/jam. Sepanjang perjalanan rangkaian ini berjalan lancar dan aman. Hanya sempat di Stasiun Gundih, Jawa Tengah Berhenti Luarbiasa Biasa (BLB), menurut informasi rangkaian batubara menunggu aman jalur menuju Semarang yang terdapat lori dinas kereta api dijalur yang sama. Rangkaian menunggu hampir 1 jam, kemudian bisa diberangkatkan kembali.

Melewati jalur utara yang eksotik dengan pemandangan laut biru di kawasan Gringsing, Batang, Jawa Tengah
(Foto: Al Amin Railfans Batang)

Memasuki Stasiun Semarang Poncol pukul 1 siang dan sempat berhenti untuk pergantian masinis. Tidak lama waktu berselang, rangkaian pun diberangkatkan kembali. Perjalanan lintas utara Jawa ini, menempuh kecepatan 60 – 70 km/j. Beberapa perjalanan yang seharusnya berhenti di beberapa stasiun yang seharusnya BLB karena penyusulan kereta api, tetap berjalan langsung.

Tiba di Stasiun Arjawinangun, rangkaian batubara kembali berhenti untuk pergantian masinis untuk mengarah sampai Jakarta. Akibat jarang berhenti di bebrerapa stasiun yang seharusnya di BLB kan, rangkaian gerbong ini terjadwal perjalanan lebih awal. Yang seharusnya tiba di Stasiun Arjawinangun pukul 17.29 WIB menjadi 1 jam lebih awal berangkat pada pukul 16.15 WIB.

Baca juga: 27 September 1825, Kereta Penumpang dengan Lokomotif Uap Pertama Kali Mengular

Alhasil setiba di Stasiun Jatinegara rangkaian ini masuk sekitar pukul 8 malam, yang seharusnya masuk pada pukul 10 malam. Beberapa Railfans yang semula ragu datang untuk mengabadikan momen sekali seunur hidup ini, akhirnya bisa datang. Karena jam kedatangan masuk Stasiun Jatinegara sekitar 2 jam lebih awal. Rangkaiam gerbong tersebut menuju Stasiun Tanjung Priok dan selanjutnya berjalan menuju Terminal/Stasiun petikemas Pasoso untuk dibawa ke Bandar Lampung menggunakan jalur laut. (Pras – Cinta Kereta Api)

Horeee! Awal Tahun 2022 Tarif KA Bandara Soekarno-Hatta Kembali dari Goceng

Bagi yang ingin bepergian keluar kota bahkan keluar negeri dari Bandara Soekarno Hatta kini bisa bernafas lega. Karena saat awal tahun 2022 tarif KRL Bandara akan kembali berlakukan tarif mulai dari Rp5.000,- aja. Siapa sih yang tidak mau naik KRL Bandara yang berjalan ekspres, interior nyaman, dan terjangkau. Layanan tarif murah ini kembali dilakukan agar animo masyarakat sebagai pengguna KRL bisa terwujud. KRL Bandara ini nantinya akan dibagj kelasnya, ada kelas Premium dan Eksekutif.

Baca juga: Inilah KA Bandara Pertama di Dunia, Warisan Nazi Jerman

Layanan Kelas Premium dan Eksekutif
KRL Bandara bisa dijangkau dari beberapa stasiun yang dilintasi KRL Commuter Line. Seperti Stasiun Manggarai, Sudirman BNI City, Duri, dan Batu Ceper. Selebihnya KRL Bandara berjalan langsung. Layaknya KRL Ekspres saat jaman Divisi Jabodetabek sekitar tahun 2000-an, KRL Bsndara tetap melaju cepat dengan kecepatan maksimal 60 – 70 km per jam.

Nah, layanan KRL Bandara awal tahun 2022 nanti akan dibagi dalam dua kelas, yaitu Premium dan Eksekutif. Untuk layanan kelas Premium tarif tiket yang diinformasikan mulai dari Rp5.000,- sampai dengan Rp30.000,-. Sedangkan layanan kelas Eksekutif dengan tarif mulai dari Rp10.000 hingga Rp70.000,-

Adapun rute stasiun dan tarif untuk layanan kelas Premium seperti berikut:
– Rute untuk tarif Rp 5.000
Manggarai – Duri pp.
Manggarai – Sudirman BNI City pp.
Manggarai – Batu Ceper pp.
Sudirman BNI City – Duri pp.
Sudirman BNI City – Batu Ceper pp.
Duri – Ceper pp.

– Rute untuk tarif Rp 25.000,-
Bandara Soekarno Hatta – Batu Ceper pp.

– Rute untuk tarif Rp 30.000,-
Bandara Soekarno Hatta – Duri pp.
Bandara Soekarno Hatta – Sudirman BNI City pp.
Bandara Soekarno Hatta – Manggarai pp.

Kemudian untuk layanan kelas Eksekutif rute stasiun dam tarifnya sebagai berikut:
– Rute untuk tarif Rp 10.000,-
Manggarai – Duri pp.
Manggarai – Sudirman BNI City pp.
Sudirman BNI City – Duri pp.

– Rute untuk tarif Rp 25.000,-
Duri – Batu Ceper pp.

– Rute untuk tarif Rp 35.000,-
Batu Ceper – Manggarai pp.
Batu Ceper – Sudirman BNI City pp.
Batu Ceper – Bandara Soekarno Hatta pp.

– Rute untuk tarif Rp 70.000
Bandara Soekarno Hatta – Duri pp.
Bandara Soekarno Hatta – Sudirman BNI City pp.
Bandara Soekarno Hatta – Manggarai pp.

Tarif murah yang diberlakukan oleh PT KAI Bandara ini sebenarnya sudah dimulai pada April 2021 lalu. Antusiasmue masyarakat memang terlihat saat diberlakukan tarif mulai dari harga goceng ini. Saat weekend misalnya, tak sedikit penumpang KRL ingin merasakan kenyamanan bahkan mendaoatkan tiket murah tersebut.

Suasana interior KRL Bandara Kelas Eksekutif. (Foto: Sendy Prasetya)

Seperti yang dilakukan Railfans. Dengan alasan ingin ngegabut, mereka rela mengeluarkan uang Rp 5.000 hanya untuk bolak – balik naik KRL Bandara dengan rute Manggarai – Batu Ceper pp. Namun lain cerita bagi para pekerja kantoran di saat weekdays. Mereka rela naik KRL Bandara untuk mengejar waktu. Tidak seperti KRL Commuter Line, KRL Bandara ini hanya berhenti di stasiun tertentu saja.

Baca juga: Tarif Cuma Rp5 Ribu, Railink Optimis Okupansi KA Bandara Naik 20 Persen

Perbedaan Layanan Kelas Premium dan Eksekutif
Lalu apa sih yang membedakan layanan Kelas Premium dan Eksekutif. Ternyata perbedaanya ada pada interior KRL Bandara ini. Jika layanan kelas Eksekutif memiliki interior yang standar, yaitu kursi menghadap kearah lajunya kereta dan bisa diatur sandarannya dengan masing – masing kursi 2+2. Namun untuk layanan Kelas Premium, bagian interior terlihat lebih luas karena kursi dibuat menyamping layaknya KRL Commuter Line. Kursi kelas Premium ini tidak bisa di atur sandarannya karena terhalang dinding kereta.

Jam operasional kelas Premium pun tidak sebanyak kelas Eksekutif, berikut ini adalah jam operasionalnya:

Manggarai Sudirman BNI City Duri Batu Ceper Bandara Soetta
06.37 06.46 07.01 07.22 07.33
10.37 10.46 11.01 11.22 11.33
14.37 14.46 15.01 15.22 15.33
17.07 17.16 17.31 17.52 18.03
19.37 19.46 20.01 20.22 20.33

Suasana interior KRL Bandara Kelas Premium. (Foto: Sendy Prasetya)

Bandara
Soetta Batu
Ceper Duri Sudirman
BNI City Manggarai
07.49 08.01 08.25 08.38 08.45
11.49 12.01 12.25 12.38 12.45
15.49 16.01 16.25 16.38 16.45
18.19 18.31 18.55 19.08 19.15
20.49 21.01 21.25 21.38 21.45
*Sumber: KAI Bandara

Untuk pembelian tiket KRL Bandara pun kini tidak sesulit yang dibayangkan. Naik KRL Bandara bisa menggunakan Kartu Multi Trip, Kartu Bank Elektronik, pembelian melalui aplikasi KAI Bandara dan pembelian langsung di stasiun. (Pras – Cinta Kereta Api)

Zero Over Dimension Over Loading – Jadi Tanggung Jawab Moral Seluruh Pengguna Jalan

Indonesia akan mulai melakukan zero over dimension over loading atau ODOL yang  mulai diterapkan pada Januari 2023 mendatang. Sayangnya hal ini besar kemungkinan baru terealisasi di tahun 2025. Pasalnya, para pelaku industri dan pemerintah ODOL dimundurkan karena dunia industri masih belum pulih akibat imbas pandemi yang terjadi dua tahun ini.

Baca juga: Lebih Cepat dari Jadwal, Sydney Trains Berhasil Mencapai Nol Emisi

Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Kemampuan Industri Dalam Negeri Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito, mengatakan, saat ini industri nasional dalam masa recovery yang dapat dilihat dari pertumbuhan yang mengalami kenaikan mulai TW III tahun 2020 namun di waktu yang sama juga mengalami penurunan. Ia mengatakan, kebutuhan truk pada beberapa industri seperti semen, keramik dan kaca, pulp and paper, makanan dan minuman meningkat hingga 65 sampai 112 dari jumlah awal.

Ignatius mengatakan, penambahan jumlah armada bukan hanya memerlukan perluasan lahan parkir, tetapi penambahan kebutuhan bahan bakar minyak. Menurutnya diperkirakan peningkatan atau tambahan kebutuhan solar untuk angkutan ini.

Ignatius mengatakan, Kemenperin mendukung pemberlakuan Kebijakan Zero ODOL. Namun dalam penerapannya memerlukan perencanaan yang tepat sasaran agar tidak berdampak negatif dan menimbulkan shock terhadap makro perekonomian dan khususnya pada perkembangan industri.

Ia menjelaskan, Industri kehilangan momentum sekitar dua tahun dalam persiapan pelaksanaan kebijakan Zero ODOL secara penuh pada tahun 2023 karena adanya pandemi Covid-19. Untuk itu, perlu dipertimbangkan untuk melakukan penyesuaian kembali waktu pemberlakuan Zero ODOL pada tahun 2025.

Keinginan penundaan juga disampaikan Rachmat Hidayat dari Gabungan Asosiasi Perusahaan Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI). Menurutnya, pihaknya mengapresiasi Kemenperin, sebab dengan pandemi pada dua tahun terakhir ini industri makan minum sangat terpukul dan saat ini hanya sekadar survival.

“Saat ini masih recovery dan membutuhkan waktu untuk pulih,” jelasnya.

Rachmat mengharapkan, pihaknya tidak menolak Zero ODOL, tetapi sangat mengharapkan agar pelaksanaannya ditunda sampai 2025. Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Ditjen Perhubungan Darat, Kemenhub, Popik Montansyah, mengatakan, sebenarnya persiapan kebijakan Zero ODOL ini sangat siap, karena dimulai tahun 2017.

Baca juga: Banjir Kereta Bawah Tanah Cina, Penumpang Terjebak di Antara Ketinggian Air dan Oksigen yang Menipis

Bahkan kebijakan Zero ODOL tidak perlu ada jika semua pihak mengikuti aturan yang ada sehingga tidak ada pelanggaran ketentuan keamanan. Popik menjelaskan berbagai dampak dari kelebihan muatan dan dimensi, mulai dari kecelakaan sampai dengan kerugian akibat kerusakan industri. Popik menegaskan, pewujudan zero ODOL merupakan upaya dan komitmen bersama sebagai bentuk tanggung jawab moral bagi seluruh pengguna jalan.

ODOL merupakan sebuah kondisi dimana barang dimuat di dalam kendaraan truk pengangkut barang mengalami kelebihan muatan dan dimensi dalam proses pengiriman barang.

Ada Fitur PeduliLindungi di Aplikasi Grab, Pengguna Bisa Nikmati Promo Hingga 50 Persen

Kini aplikasi PeduliLindungi digunakan untuk apa pun. Bahkan ketika bepergian ke luar daerah aplikasi ini memudahkan seorang pelancong karena tidak lagi perlu membawa surat hasil negatif Covid karena tercantum dengan jelas tanggal dan hasilnya.

Baca juga: Ini Beragam Masalah yang Dirasakan Pengguna Aplikasi PeduliLindungi

Namun, kini beberapa startup mulai memasukkan aplikasi PeduliLindungi dalam fitur mereka. Salah satunya seperti Grab yang menghadirkan fitur PeduliLindungi. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Grab menghadirkan fitur ini untuk memudahkan penggunanya menemukan opsi lain untuk scan barcode di suatu tempat yang dikunjungi.

Selain memudahkan, Grab juga memberikan keuntungan baru bagi pengguna yakni mendapatkan promo potongan harga untuk GrabFood slef pick up di merchant yang ada di lokasi saat Anda check in. Ada pula diskon hingga 50 persen untuk layanan GrabBike dan GrabCar (Protect) setelah check out dari lokasi tersebut.

Cara untuk mendapatkan diskon ini pun mudah, Anda cukup menambahkan kode promo GRABPEDULI setiap melakukan pemesanan makanan maupun perjalanan. Ridzki Kramadibrata President of Grab Indonesia menjelaskan bahwa, sinergi dengan PeduliLindungi adalah kolaborasi dalam menganggulangi situasi Covid-19.

“Seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kegiatan bisnis, kita semua diajak untuk semakin mematuhi protokol kesehatan. Kita masih harus hidup berdampingan dengan situasi ini dan untuk dapat menanggulanginya, kita harus bersatu dan berkolaborasi,” terangnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/12/2021).

Ridzki menambahkan, pengguna Grab tidak perlu khawatir terkait keamanan informasi pribadi. Ini karena data akan langsung dikirim ke sistem PeduliLindungi tanpa terseimpan di aplikasi Grab. Dia menjelaskan, inovasi dan promo Grab ini adalah bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalama menekan penyebaran Covid-19.

Bahkan dia mengaku, Grab adalah mitra swasta pertama yang mendukung program vaksinasi nasional pada Februari 2021 kemarin. Sampai saat ini, lanjut Ridzki, Grab Indonesia telah menjalankan program vaksinasi di 54 kabupaten dan kota di Indonesia bagi mitra pengemudi, mitra merchant, serta masyarakat umum.

Grab juga terus melakukan kolaborasi dengan mitra-mitra dan juga pemerintah untuk dapat meningkatkan kewaspadaan diri agar dapat menghentikan penyebaran virus ini. Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menambahkan, pihaknya telah melakukan upaya-upaya pengetatan dan juga mendorong keterlibatan swasta untuk bersama-sama mencegah adanya gelombang 3.

“Dukungan swasta seperti Grab tentunya bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ungkap Budi.

Dia pun berharap inovasi dan promo yang dihadirkan Grab membuat masyarakat semakin menaati protokol kesehatan yang berlaku.

Baca juga: “PeduliLindungi,” Andalkan Bluetooth untuk Deteksi Penumpang Terinfeksi Covid-19

“Ditambah dengan inovasi dan promo dari Grab, saya berharap masyarakat semakin menaati protokol untuk check in dan check out. Integrasi resmi ini juga sekaligus menjaga keamanan data, karena semua data akan langsung dikirim kepada PeduliLindungi,” tutupnya.

Adopsi Teknologi Siemens, VGF Ganti Sistem Kontrol Digital di Jaringan Metro dan Trem Jerman

Penyedia transportasi umum Frankfurt VGF akan menggantikan sistem kontrol kereta api konvensional yang digunakan saat ini oleh jaringan metro dan trem. Mereka akan menggantinya dengan sistem digital baru yang canggih dan memberikan kontrak penting tersebut pada Siemens Mobility.

Baca juga: Hadirkan Resolusi Digital, Thales Persembahkan Inovasi Baru di Industri Kereta Api

Di mana akan menggunakan digitalisasi sistem kontrol kereta api atau DTC yang bukan proyek biasa untuk jaringan transportasi umum Frankfurt di Jerman, tetapi juga menjadi kota pertama yang menerapkannya secara nasional. KabarPenumpang.com melansir dari laman railway-news.com (17/12/2021), Stefan Majer, Anggota Kabinet Transportasi kota mengatakan, DTC ini juga menandai pertama kalinya sistem kontrol kereta berbasis komunikasi (CBTC) digunakan di Jerman.

“Teknologi ini akan menghubungkan metro dan trem secara nirkabel dan digital satu sama lain secara real time. Hal ini akan memungkinkan kereta api untuk beroperasi pada interval yang lebih pendek dan, pada gilirannya, memungkinkan VGF untuk secara signifikan memperluas kapasitasnya tanpa harus mengubah atau membangun jalur kereta api atau stasiun baru,“ ujar Stefan.

Dia menekankan ada kemungkinan berhubungan proyek dengan Frankfurt MIND(+) yang adalah proyek paralel. DTC dapat dihubungkan ke lalu lintas individu melalui komputer lalu lintas pusat kota. Ini akan memungkinkan kontrol lalu lintas yang terintegrasi penuh untuk pertama kalinya di pusat kota besar di Frankfurt dan Jerman sehingga tidak kurang dari tonggak sejarah dalam transisi mobilitas negara itu.”

“Kami akan mengubah sistem kontrol kereta api untuk seluruh jaringan metro kami menjadi DTC, diikuti oleh jaringan trem. Untuk mencapai ini, kami membutuhkan mitra yang kuat dan kompeten yang kami temukan di Siemens Mobility. Kami sangat senang dapat melanjutkan kemitraan dengan Siemens yang telah menjadi model yang sukses pada tahun 1899, ketika Frankfurt menggunakan 181 trem klasik Siemens,” kata CEO VGF Michael Rüffer berkata.

Untuk diketahui, pada hari Senin, 13 Desember 2021, Menteri Urusan Ekonomi, Energi, Transportasi dan Perumahan Hessian, Tarek Al-Wazir, secara resmi memberikan dana sebesar €95,5 juta atau sekitar Rp1,5 triliun kepada VGF untuk mendanai bersama proyek tersebut, bersama dengan Pemerintah Federal dan negara bagian Hesse.

Sistem kontrol kereta digital seperti DTC Frankfurt dikenal di industri sebagai sistem Communication Based Train Control (CBTC). Kesembilan jalur sistem metro Frankfurt akan diubah menjadi kontrol kereta digital pada tahun 2031. Konversi akan dimulai dengan “rute B” (jalur U4 dan U5), termasuk perpanjangan U5 ke Europaviertel, dan saat ini direncanakan untuk mulai beroperasi pada tahun 2025.

Baca juga: Antena MIMO+ Tingkatkan Konektivitas Mobile Broadband di Kereta Api

CBTC berfungsi sebagai sistem sinyal dan pesan yang kompleks yang memungkinkan pertukaran permanen antara kereta api dan infrastruktur kereta api secara real time. Berbagai komponen di jalur rel dan di dalam kereta memungkinkan komunikasi data dua arah berbasis radio ini antara kereta api dan infrastruktur sehingga terus-menerus mengirimkan informasi yang relevan dengan rute ke kereta api.

Laos Terima Kembali Pelancong Asing Mulai Tahun Baru 2022

Seperti banyak negara yang menutup akses pelancong asing di masa pandemi. Laos yang berada di kawasan Asia Tenggara juga melakukan hal tersebut. Namun negara ini baru saja mengumumkan akan kembali membuka diri bagi pelancong asing pada di Tahun Baru 2022 mendatang.

Baca juga: Sebelum Diterpa Ledakan Besar, Lebanon Tahun 60-an Pernah Jadi Destinasi Favorit Pramugari dan Pilot

Pembukaan kembali negara Laos bagi pelancong asing sendiri karena industri pariwisata telah tutup selama lebih dari 18 bulan untuk mencegah Covid. Meski begitu, Laos membuka kembali negaranya bagi pelancong yang sudah mendapat vaksinasi penuh dan mendaftar dalam perjalanan yang dipesan sebelumnya bisa mulai menikmati negara ini 1 Januari 2022.

Dilansir KabarPenumpang.com dari france24.com (18/12/2021), pelancong nantinya akan bisa langsung mengunjungi ibu kota Vientiane, hotspot ekowisata Vang Vieng dan Luang Prabang yang terdafrar sebagai warisan Dunia UNESCO. Selain itu, destinasi lainnya akan mulai dibuka pada bulan April dan Juli tahun depan.

Ini karena vaksinasi di masyarakat Laos mulai meningkat. Sayangnya pelancong asing yang bisa masuk ke Laos masih dibatasi yakni hanya dari 17 negara yang di antaranya Asia Tenggara, Eropa serta Cina, Amerika Serikat, Australia dan Kanada.

Hampir sama dengan negara lainnya, pelancong yang akan mengunjungi Laos harus menunjukkan hasil tes negatif Covid. Untuk diketahui, negara komunis yang tertutup tersebut, bulan ini membuka rel kereta api buatan Beijing senilai $6 miliar yang menghubungkan ibu kotanya dengan kota Kunming di barat daya Cina.

Otoritas kesehatan sekarang bergegas untuk memberikan suntikan vaksin Covid kepada orang-orang yang tinggal di tempat-tempat wisata di sepanjang jalur kereta untuk mengantisipasi masuknya pelancong. Laos menerima sekitar 4,7 juta turis asing setiap tahun sebelum pandemi.

Karena Covid melanda, pelancong asing di Laos turun hingga 80 persen pada tahun 2020 dan membuat perekonomian lesu meski kasus Covid di negara ini sedikit pada awal pandemi. Menurut Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Laos turun menjadi 0,4 persen pada 2020, terendah dalam tiga dekade.

Harapan untuk rebound pada tahun 2021 pupus setelah jumlah infeksi meroket dalam beberapa bulan terakhir. Alex Tran, pemilik Hotel Camellia di Vang Vieng, mengatakan pendapatan turun 95 persen karena penutupan perbatasan.

Baca juga: Dukung Pemulihan Pariwisata di Bali, Angkasa Pura I Berikan Stimulus Bagi Penerbangan Internasional

“Banyak hotel di Vang Vieng kosong dan ditutup sementara selama sekitar dua tahun karena tidak ada turis. Tidak ada cukup pelancong domestik untuk menopang sektor ini. Setelah Tahun Baru, semuanya diharapkan menjadi lebih baik,” kata Tran.

Stasiun Payakabung Jadi Tempat Unboxing Kereta Ukur Terbaru

PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan uji coba kereta baru berikutnya pada 12 November 2021 lalu dilintas Madiun – Walikukun pp. Uji coba dinamis ini dilakukan beberapa kali dilintas yang sama. Ini guna pengecekan rangkaian selama dilakukan uji coba lintas, supaya saat melakukan inspeksi semua aman dan terkendali.

Baca juga: Ada Kereta Penggaris atau Kereta Ukur? Yuk Kenali Lebih Dekat

Kereta Ukur bernomor seri SU3 21 01 ini memiliki kecepatan maksimum 120 km per jam dengan panjang kereta 20.000 mm dan lebar kereta 2.990 mm. Uji coba dilakukan dengan lancar sesuai jadwal.

Unboxing di Payakabung
Rangkaian buatan Inka dengan tulisan dibagian body “Kereta Ukur” ini memang dikhususkan untuk inspeksi dijalur Divisi Regional (Divre) III Sumatera Selatan. Jika dijalur KA Pulau Jawa dan Sulawesi sudah ada Kereta Ukur, saatnya Sumatera Selatan melayani Kereta Ukur untuk inspeksi di wilayah Divre III lintas Kertapati, Prabumulih, Lubuk Linggau dan wilayah Divre IV lintas Tarahan, Tanjung Karang, Kotabumi, Prabumulih.
Sebelumnya, jalur kereta api di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan sudah memiliki Kereta Ukur Geometri yang fungsinya sama dengan Kereta Ukur terbaru buatan Inka yang memiliki alat ukur jalan rel yang lebih canggih.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Kereta Ukur SU3 21 01 ini tiba di Stasiun Payakabung (PYK), Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Minggu (12/12) lalu. Seperti gambar tangkapan layar unggahan Railfans Sumatera Selatan dari video youtube: Muhammad Abduh ini memperlihatkan beberapa petugas membuka kain terpal warna oranye yang didalamnya dilapisi terpal putih transparan. Bak kiriman paket yang dibungkus rapih, Kereta Ukur ini dengan perlahan dibuka bungkusnya. Kereta Ukur yang terlihat berada dijalur simpan Stasiun Payakabung.

Baca juga: Cara Mudah Pelajari Kodefikasi Batas Kecepatan Kereta Api

Dengan adanya Kereta Ukur keluaran tahun 2021 yang canggih ini, diharapkan jalur kereta api dilintas Sumatera Selatan dan Lampung lebih baik lagi dan dihindarkan dari kejadian yang tidak diinginkan. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Kemenhub Keluarkan Ketentuan Baru Perjalanan Penumpang Mulai 24 Desember Hingga 2 Januari 2022

Di masa Angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengelurakan ketentuan baru yang tertuang dalam SE Kemenhub No.112/2021. Surat edaran ini mulai berlaku sejak 24 Desember 2021 sd 2 Januari 2022.

Baca juga: Rekor! Penumpang KAI Commuter Capai 500 Ribu Orang Lebih, Puncak Libur Nataru?

Isi surat edaran tersebut diantaranya wajib melampirkan hasil negatif test RT-PCR 3×24 jam bagi penumpang anak usia dibawah 12 tahun. Selain itu penumpang anak juga harus didampingi orang tua. Untuk membantu calon penumpang memenuhi syarat perjalanan Kereta Api (KA) khususnya anak dibawah 12 tahun, PT KAI Daop 1 Jakarta bekerjasama dengan PT RNI kini menyediakan layanan RT-PCR di Stasiun Gambir dan Pasar Senen dengan tarif Rp195 ribu.

Penumpang scan check in sebelum keberangkatan di stasiun kereta api melalui aplikasi Peduli LIndungi. Foto: PT KAI

Pemeriksaan RT-PCR di Stasiun mulai beroperasi pada Kamis 23 Des 2021 sampai dengan 2 Januari 2022 mendatang. Kepala Humas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa mengatakan, adapun jam operasional layanan RT-PCR di Stasiun Gambir berlangsung pada pukul 06.00 hingga 21.00 WIB dan untuk Stasiun Pasar Senen pukul 05.00 hingga 22.30 WIB.

“Bagi pelanggan anak dibawah 12 tahun yang ingin memanfaatkan layanan tersebut cukup menunjukkan tiket atau kode booking yang telah terbayar lunas. Daop 1 Jakarta menghimbau para pelanggan yang akan menggunakan layanan RT-PCR di stasiun agar memperhitungkan waktu antara  pengambilan sampel PCR dan jadwal keberangkatan KA, sebab hasil RT-PCR paling cepat 12 jam dari pengambilan sampel,” ujar Eva yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers.

Eva mengatakan, hasil test akan diinfokan melalui email atau WhatsApp yang telah terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi. Adapun sesuai ketentuan SE Kemenhub No.112/2021 terdapat sejumlah ketentuan khusus untuk pengguna jasa yang akan berangkat pada periode 24 Desember 2021 sd 2 Januari 2022 sebagai berikut:

  1. Calon penumpang usia di bawah 12 Tahun
    – Menunjukkan hasil negatif RT-PCR 3×24 jam
    – Wajib Didampingi orang tua

2. Calon penumpang Usia 12 samapai dengan 17 Tahun
– Penumpang wajib, vaksin minimal Dosis pertama. Jika belum dapat divaksin dikarenakan alasan medis, dapat menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis atau dokter rumah sakit pemerintah sebagai pengganti vaksin.
– Menunjukkan hasil negatif Rapid Test Antigen 1×24 jam atau RT-PCR 3×24 jam

Baca juga: Catat! Ini Daftar Kereta Api Tambahan Saat Angkutan Nataru

3. Calon penumpang usia di atas 17 Tahun
– Wajib Vaksin Dosis Lengkap (Vaksinasi Dosis kedua). Jika belum lengkap maupun dikarenakan alasan medis, maka tidak dapat melakukan perjalanan.
– Menunjukkan hasil negatif Rapid Test Antigen 1×24 jam atau RT-PCR 3×24 jam
KAI senantiasa mengikuti dan mematuhi seluruh ketentuan dari pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 pada moda transportasi KA.