Tradisi Penumpang KRL Jika di Stasiun Manggarai

Menggunakan moda transportasi Kereta Rel Listrik (KRL) bagi masyarakat itu merupakan suatu yang lazim dilakukan setiap hari. Ini karena perjalanannya yang lebih praktis, amab, nyaman dan murah. Namun saking nyamannya penumpang KRL pun di fasilitasi pada setiap perjalanan, misalnya tersedianya kios – kios makanan dan minuman di hampir setiap stasiun, termasuk di stasiun – stasiun besar yang melayani pemberhentian KRL.

Baca juga: Dilengkapi Taman Mini, Stasiun Jatinegara Kini Jadi Instagramable

Stasiun Manggarai Sebagai “Pusatnya” Jajanan
Kalian tentu tak asing dengan Stasiun Manggarai dengan KRL. Ya, stasiun terintegrasi jantungnya perjalanan KRL Jabodetabek ini selalu ramai dengan penumpang yang melakukan transit atau pindah KRL dari rute satu ke rute yang lain. Stasiun Manggarai kini memliki bangunan baru bertingkat bagi penumpang yang ini melakukan perjalanan dari Jakarta ke Depok/Bogor ataupun sebaliknya.

Namun selain itu, stasiun yang terbilang cukup sibuk ini juga memiliki aneka kios untuk memenuhi kebutuhan penumpang KRL. Kios tersebut melayani penumpang KRL untuk makan dan minum setiap harinya. Berbagai jajanan yang mudah ditemukan menjadikan Stasiun Manggarai ini layaknya pusat kuliner. Harganya terjangkau dan nikmat dilidah menambah suasana yang makin ramai dari pagi hingga malam hari.

Tradisi Penumpang KRL Duduk Ngampar
Tak peduli pagi, siang bahkan malam stasiun ini syarat akan penumpang KRL yang transit. Tidak menutup kemungkinan mereka pun mampir ke kios makan dan minum hanya sekedar mengisi perut. Namun diantara itu semua para penumpang menikmati jajanan yang mereka beli tidak melulu duduk ditempat yang disediakan oleh pihak stasiun. Kebanyakan mereka lebih menikmati duduk ngampar atau duduk dilantai. Ya, tradisi ini memang terlihat bagi warga Indonesia bahkan dunia duduk seperti ini memang lebih enak dilakukan daripada diatas kursi, apalagi jika sedang makan.

Banyaknya penumpang yang duduk ngampar seperti ini terlihat sekali di Stasiun Manggarai, mungkin juga dibeberapa stasiun lain di Jabodetabek. Penumpang yang asyik makan bahkan sambil ngobrol bersama rekannya membuat suasana lebih nyaman dan tenang dengan duduk ngampar.

Sebenarnya mereka yang duduk dilantai itulah yang sedikit mengganggu aktifitas baik petugas maupun penumpang yang mondar – mandir di peron stasiun. Namun, karena mereka duduk dilantai tidak ditengah alias merapat ke dinding stasiun, petugas yang berada di Stasiun Manggarai pun tak mempermasalahkan aktifitas duduk mereka selama tidak mengganggu aktifitas penumpang lain.

Tanda larangan denda yang terpampangi Stasiun MRT Bundaran HI. (Foto : Sendy Prasetya)

Duduk Dilantai Bakal Kena Denda
Lain Stasiun Manggarai, lain pula stasiun yang dimiliki MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu). Jika penumpang KRL bisa menikmati duduk dilantai stasiun jabodetabek selama tak mengganggu penumpang lain, beda halnya dengan stasiun di MRT. Jangan coba – coba penumpang MRT yang ingin duduk tapi dilantai, ini akan dikenai sanksi berupa denda.

Baca juga: Terowongan Stasiun Manggarai, Optimalkan Keselamatan Calon Penumpang

Karena di setiap stasiun sudah ada stiker pengunguman yang ditempel didinding stasiun bertuliskan: “Dilarang duduk di lantai. Denda bagi penumpang yang melanggar Rp 500.000,00”. Jadi penumpang MRT memang terlihat lebih tertib dan terukur. Karena jika ada yang sedikit saja melanggar peraturan, memang tidak langsung terkena denda namun pihak petugas keamanan stasiun tak segan – segannya menegur untuk tidak melakukan pelanggaran yang terulang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Sebelum Naik Bus AKAP, Sebaiknya Ketahui Dulu Tarif Tiketnya

Semakin banyaknya perusahaan otobus yang menawarkan jasa angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), tentu menjadi berkah tersendiri bagi para pengguna moda transportasi ini. Berbagai layanan ditawarkan, berbagai servis diberikan dan bahkan kedua hal ini terkadang terasa beti alias beda tipis antara perusahaan otobus yang satu dengan yang lainnya.

Baca juga: PO Surya Bali – Hadirkan Fasilitas Lengkap, Inilah Bus AKAP Andalan Rute Denpasar – Jepara

Jika Anda ingin bepergian menggunakan transportasi bus hal yang pertama perlu ketahui adalah tarif operator untuk rute yang dintuju. Hal ini untuk menghindari anda kena calo tiket di terminal. Meskipun terminal bus sekarang semakin aman dari calo, tapi masih ada beberapa kasus penumpang bis yang tertipu calo. Biasanya harga tiket tiap operator bus dengan kelas dan rute yang sama, hanya beda tipis bahkan bisa jadi sama antar operator bus.

Hal yang perlu anda perhatikan ketika memilih bus untuk bepergian adalah layanan kelas bus. Perusahaan otobus akap biasanya menawarkan beberapa kelas dalam armadanya. Antara lain, ac vip, ac eksekutif, super eksekutif, social distancing seat (kelas ini muncul saat pandemi) dan sleeper class. Tentukan dahulu kelas yang ingin anda naiki, sesuaikan dengan kebutuhan anda.

Fasilitas-fasilitas di dalam bus juga jadi hal yang perlu anda pertimbangkan selanjutnya. Bisa jadi anda bepergian membawa balita yang perlu air hangat untuk membuat bubur instant atau susu formula, maka perlu dipilih bus yang melengkapi armadanya dengan dispenser.

Atau mungkin anda seorang perokok berat, meski hal ini tidak memiliki urgensi berarti, tapi bagi beberapa perokok berat, berlama-lama tanpa merokok bisa jadi membuat diri tersiksa.

Maka pilihlah bus yang menyediakan ruangan merokok. Hal ini bisa mengakomodir hobi merokok anda dan juga pejumpang lain tidak akan terganggu dan merasa tidak nyaman karena asap rokok anda.

Pilih juga bus yang langsung sampai tujuan dan tidak menggunakan sistem transit pindah armada atau oper-operan. Tentu ini akan menambah kenyamanan anda ketika bepergian naik bus.

Informasi-informasi mengenai bus sangat mudah anda dapatkan sekarang ini, termasuk dari youtube karena disana banyak penggemar bus yang menuangkan perjalanan mereka naik bus ke dalam video.

Baca juga: Inilah Parade PO Bus AKAP yang Usianya Tembus Setengah Abad

Dimana video-video tersebut secara lengkap menyajikan mulai dari nomor agen penjual tiket bus, jam keberangkatan, tempat istirahat, harga tiket, dan fasilitas-fasilitas dalam bus tersebut. (Senna Aditya – Pecinta Bus Indonesia)

Silenton Redamkan Bising dan Tersambung pada Earbud

Menggunakan earbud di masa kini menjadi suatu hal yang biasa. Sebab di masa pandemi, banyak pekerja yang sering berkomunikasi secara daring baik telepon maupun video. Sehingga earbud menjadi salah satu barang penting yang sering digunakan.

Baca juga: Bingung Pilih Earphone atau Headphone? Pilih Earbud UE Dong!

Bahkan earbud sekarang memiliki teknologi peredam bising dan biasanya memblokir semua kebisingan termasuk suara orang. Tetapi perangkat Silenton diklaim bisa menyaring sebagian besar suara dan tetap mengizinkan suara melalui earbud pihak ketiga.

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari newatlas.com (23/12/2021), Silenton diproduksi oleh perusahaan Korea Selatan Suhyun Tech. Yang mana transceiver Silenton dirancang agar bisa dijepit di kerah, topi, kalung atau tempat lain dekat dengan mulut penggunanya.

Penggunaannya pun cukup mudah karena ini terhubung secara nirkabel melalui Bluetooth ke smartphone atau earbud (headphone). Mikrofon pada perangkat akan menangkap suara sekitar, yang dianalisis melalui algoritme berbasis AI pada mikroprosesor terintegrasi.

Menurut para desainer, hasilnya adalah suara orang-orang di sekitar diteruskan melalui earbud, sementara semua suara lainnya berkurang 25 desibel. Pengurangan kebisingan itu dilakukan dengan cara tradisional, di mana perangkat menghasilkan gelombang suara yang persis di luar fase dengan suara yang tidak diinginkan, membatalkannya.

Sistem ini dilaporkan juga berfungsi untuk mengisolasi suara pengguna sambil memblokir suara latar belakang, saat mereka menerima panggilan telepon melalui mikrofon Silenton. Dan ya, earbudnya juga masih bisa digunakan untuk mendengarkan musik. Pengisian daya baterai lithium-polimer 3,7 V/230 mAh perangkat selama satu jam diklaim baik untuk penggunaan hingga 23 jam.

Baca juga: Akhirnya Penumpang Bisa Gunakan Headphone Bluetooth Pribadi di Pesawat!

Jika Anda tertarik, Silenton saat ini menjadi subjek kampanye Kickstarter. Dengan asumsi itu mencapai produksi, janji sebesar US$89 akan memberi Anda satu harga eceran yang direncanakan adalah $149. Untuk diketahui, bahwa fungsi serupa ditawarkan oleh beberapa earbud yang berdiri sendiri, seperti model Olive Pro dan IQbuds.

Airseas Pasang Layang-layang Otomatis Hemat Bahan Bakar Pertamanya di Kapal Kargo

Perusahaan Perancis Airseas telah memasang layang-layang Seawing otomatis setengah ukuran pertamanya ke kapal kargo yang disewa oleh Airbus, dan akan memulai uji coba enam bulan yang dimulai Januari 2022. Layang-layang ukuran penuh diperkirakan menghemat hingga 20 persen pembakaran bahan bakar dan emisi.

Baca juga: Yara Birkeland, Inilah Kapal Kargo Tanpa Awak dan Bebas Emisi Pertama di Dunia

Ville de Bordeaux senilai US$30 juta, 154 meter (505-ft), dimiliki dan dioperasikan oleh Louis Dreyfus, saat ini disewakan jangka panjang kepada Airbus, yang menggunakannya untuk memindahkan struktur pesawat besar antara pabrik manufaktur yang didistribusikan di sekitar Eropa dan pabrik perakitan terakhirnya di Toulouse.

Sekarang, telah dilengkapi dengan layang-layang parafoil seluas 500 meter persegi (5.400 kaki persegi), ditambah semua peralatan dek dan jembatan yang diperlukan untuk menjalankan sistem Seawing. Seawing menyebar secara otomatis, pertama muncul dari penyimpanan di troli, kemudian naik dari dek di tiang untuk menangkap angin, dan akhirnya dilepaskan dengan kabel panjang untuk menahan angin kencang dan stabil di ketinggian sekitar 200 meter (656 kaki) di atas permukaan laut.

Pada titik ini, ia memulai lintasan angka delapan dengan kecepatan lebih dari 100 kpj (62 mph), dipantau dan dikendalikan oleh sistem otomatis yang berjalan di kapal yang diprogram untuk menempatkan layang-layang untuk daya traksi maksimum. Komputer Seawing juga berinteraksi dengan sistem navigasi kapal, memantau kondisi angin ke depan dan merutekan ulang kapal untuk mengambil jalur seefisien mungkin tanpa mempengaruhi waktu kedatangannya.

Layang-layang yang akan menjalani pengujian berukuran setengah dari layang-layang seluas 1.000 meter persegi yang pada akhirnya akan digunakan untuk operasi komersial. Airseas memperkirakan sistem ukuran penuh akan memotong konsumsi diesel dan emisi pengiriman dengan luar biasa 20 persen.

Grup Skysails Jerman telah menguji perangkat serupa hingga ukuran 400 meter persegi (4.300 kaki persegi), menemukan bahwa perangkat tersebut menggantikan daya hingga dua mega watt dari mesin utama dalam kondisi angin yang baik. Airseas mengatakan sistem Seawing dapat dipasang kembali ke hampir semua jenis kapal, hanya membutuhkan sekitar dua hari untuk konversi dan tidak menghalangi operasi kargo di pelabuhan.

“Kami tentu tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang ekonomi dari sistem semacam ini; biaya bahan bakar untuk kapal barang besar sangat besar, dan penghematan 20 persen akan menambah angka yang signifikan dengan sangat cepat,“ ujar Airseas yang dikutip KabarPenumpang.com dari newatlas.com (16/12/2021).

Menariknya, sepertinya Anda bisa mendapatkan penurunan konsumsi bahan bakar yang lebih signifikan hanya dengan memperlambat beberapa knot; sebuah studi tahun 2009 menemukan bahwa kapal kontainer 8.000 TEU membakar sekitar 225 ton bahan bakar per hari dengan kecepatan 24 knot (27,6 mph, 44,4 kpj), tetapi dapat menurunkannya hingga 33 persen jika bergerak sedikit lebih lambat pada kecepatan 21 knot (24,2 mph, 38,9 kpj).

Namun, dengan jangkauan dan penyimpanan energi yang membuktikan tantangan signifikan untuk dekarbonisasi pengiriman jarak jauh, sistem bebas emisi seperti ini dapat memberikan peningkatan jangkauan bersih 20 persen ke kapal bertenaga hidrogen atau amonia yang benar-benar dapat menggunakannya.

“Satu dekade lalu, kami memulai proyek ambisius untuk menyalurkan keahlian penerbangan kami yang unik untuk menciptakan industri perkapalan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Saya sangat bangga melihat visi itu menjadi kenyataan, dengan Seawing pertama kami siap membuat perbedaan nyata bagi planet kita,” kata Vincent Bernatets, CEO dan Co-Founder Airseas dan mantan insinyur di Airbus.

Baca juga: Kapal Kontainer Raksasa Melintang di Terusan Suez, Lalu Lintas Kapal Dunia Terganggu

Instalasi pertama ini menandai tonggak penting tidak hanya untuk Airseas, tetapi juga untuk angin dan teknologi propulsi terbarukan lainnya secara umum. Mengingat urgensi krisis iklim, dunia perlu melihat pengurangan emisi karbon yang drastis sekarang. Dalam pengiriman, kami dapat mencapai ini dengan menggunakan set lengkap alat yang kami miliki saat ini. Penggerak angin adalah salah satunya dan akan memainkan peran penting dalam membantu pengiriman mencapai transisi dekarbonisasi yang sangat dibutuhkan.

Hadirkan Kereta Bertenaga Surya, Jerman Selidiki Potensi Fotovoltaik di Jaringan Rel

Adopsi tenaga surya untuk dunia kereta api? Sepertinya ini bukan hal yang baru dan belum lama ini sebuah proyek fotovoltaik mulai dikembangkan di sepanjang rel kereta api untuk memasok listrik langsung ke jaringan arus traksi. Jerman Enerparc yang merupakan pengembang proyek surya tersebut telah membangun pembangkit listrik fotovoltaik pertama di Jerman Utara untuk tujuan itu.

Baca juga: Polandia Punya Fasilitas Pencucian Kereta dengan Tenaga Surya

Namun ternyata, proyek semacam ini sama sekali bukanlah keberhasilan yang pasti. Hal tersebut karena ada beberapa kekhasan teknis dan hukum yang harus diperhatikan. Dilansir KabarPenumpang.com dari pv-magazine.com (21/12/2021), Pusat Penelitian Transportasi Kereta Api Jerman (DZSF) di Otoritas Kereta Api Federal Jerman menugaskan TÜV Rheinland untuk menyelidiki potensi aplikasi fotovoltaik semacam itu pada dan dalam infrastruktur kereta api melalui proyek penelitian selama 14 bulan.

Sebuah tim interdisipliner spesialis rel dan surya akan menyelidiki aplikasi fotovoltaik mana yang kompatibel dengan infrastruktur rel untuk memasok tenaga surya langsung ke jaringan listrik rel. Selain itu, harus ditentukan seberapa banyak fotovoltaik dapat meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam arus traksi.

“Jika dimungkinkan untuk menghasilkan energi di sepanjang jaringan arus traksi yang tersebar luas dan mengalirkannya secara langsung, sehingga memanfaatkan infrastruktur yang ada dengan lebih baik dan mengurangi kehilangan energi melalui konversi dan transportasi berulang, moda transportasi kereta api dapat lebih meningkatkan gas rumah kacanya. keseimbangan,” jelas Jürgen van der Weem, pakar teknologi kereta api di TÜV Rheinland.

Tak hanya itu, ada berbagai opsi untuk fotovoltaik untuk diintegrasikan ke dalam perkeretaapian, seperti di trackbed atau di penghalang kebisingan. Seperti tantangan khusus terletak pada memberi makan tenaga surya yang dihasilkan langsung ke jaringan 15 KV fase tunggal. TÜV Rheinland akan mengimplementasikan proyek dalam tiga arah.

Pertama, TÜV Rheinland ingin menyelidiki potensi pasar untuk proyek-proyek tersebut serta menilai semua aspek teknis dan komponen untuk umpan langsung ke jaringan traksi saat ini dan menganalisis proyek yang ada. Pada langkah kedua, institut Jerman ingin menentukan area di dalam dan di dalam infrastruktur rel di Jerman yang dapat digunakan untuk aplikasi tersebut, serta kemungkinan feed in power dan hasil energi.

Untuk tujuan ini, TÜV Rheinland akan mengandalkan database operator kereta api Jerman Deutsche Bahn serta peta radiasi matahari. Namun, tidak hanya umpan langsung ke jaringan arus traksi yang akan dipertimbangkan, tetapi juga konsumen internal di sektor perkeretaapian yang dekat dengan titik pembangkitan.

Baca juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api

Pada fase ketiga proyek, para ahli TÜV Rheinland akan menetapkan persyaratan utama untuk proyek PV yang terhubung ke jaringan traksi kereta api. Dalam konteks ini, mereka akan dapat memberikan rekomendasi khusus untuk penyesuaian yang diperlukan terhadap peraturan perkeretaapian untuk integrasi sistem fotovoltaik pada dan di dalam infrastruktur rel, dengan mempertimbangkan feed-in langsung. Proyek ini juga akan berusaha untuk menyoroti hambatan dan batasan yang ada dan mengembangkan rekomendasi untuk penghapusannya.

Dangdut, Tontonan Favorit dalam Perjalanan Bus Antar Kota

Seringkali ketika bepergian dengan bus antar kota, tontonan hiburan yang disajikan hampir serupa antara bus akap satu dengan yang lainnya. Musik dangdut, merupakan tontonan yang bisa dibilang wajib di dalam bus akap.

Baca juga: Bus Party Bikin Happy, Tapi Bisa Gagalkan Upaya Singapura Cegah Penularan Covid-19

Jika anda sering menaiki bus akap tujuan jateng atau jatim, maka nama-nama seperti Cak Sodiq, Cak Brodin, Via Vallen, Nella Kharisma, mungkin sudah sangat tidak asing bagi anda bahkan jauh-jauh hari sebelum mereka mondar-mandir di tv swasta.

Memang tidak ada yang tau pasti sejak kapan musik-musik dangdut seperti jadi hiburan wajib di dalam bus antar kota. Biasanya ketika perjalanan dimulai, crew bus langsung menyalakan hiburan dangdut untuk para penumpangnya.

Hentakan musik yang agresif, ditambah suara merdu sang biduan, dan juga video klip yang menarik mata adalah perpaduan yang sering dinikmati oleh para penumpang bus antar kota.

Orkes Monata, Sagita, Arista dan lainnya adalah nama-nama beken dalam tren ini. Video klip yang berisikan tingkah jahil pemain musik merupakan hal yang menarik untuk disaksikan ketika bepergian menggunakan bus antar kota.

Tanpa disadari hal ini menjadi sebuah tren dari masa ke masa, dari satu biduan ke biduan lainnya mulai familiar namanya di telinga penumpang bus antar kota.

Bagi sebagian driver selain menghibur, musik dangdut ini juga bisa sebagai sarana penghilang rasa kantuk. Bahkan dikatakan menambah kenyamanan dalam mengemudi bus antar kota.

Di sisi penumpang, tingkah atraktif personil orkes tak jarang bisa membuat perjalanan bahkan menjadi tidak membosankan. Terkadang lagu-lagu yang dinyanyikan biduan terngiang dan tak jarang menjadi lagu kesukaan penumpang bus bahkan ketika sudah turun dari bus tersebut.

Baca juga: Inilah Journey, Bus Mewah dengan Interior ala Kondominium 

Banyak nama-nama orkes dan biduan yang justru lebih dahulu terkenal lewat tontonan di bus antarkota ketimbang di layar tv swasta. Fenomena musik dangdut dan perjalanan menggunakan bus antar kota memang seperti dua hal tidak bisa dipisahkan. Akan terus bermunculan nama-nama biduan baru, dan judul-judul lagu yang baru dan hal ini tentu masih akan berlanjut. (Senna Aditya – Pecinta Bus Indonesia)

Cegah Kantuk ala Pengemudi Bus Antar Kota

Sebagai pengemudi bus antar kota, mengantarkan penumpang sampai tujuan dengan selamat adalah tugas utama. Tak jarang perjalanan dari satu kota ke kota lainnya bahkan memakan waktu lebih dari 12 jam.

Baca juga: Ketua KNKT: Depnaker Perlu Turun Tangan Tinjau Jam Kerja Pengemudi Shuttle

Seringkali terjadi kecelakaan tunggal bus antar kota dimana hal tersebut disebabkan karena driver bus mengantuk. Oleh sebab itu dibutuhkan kondisi prima dari seorang driver bus.

Meskipun dalam satu armada biasanya terdapat dua driver yang bertugas secara bergantian, terkadang rasa kantuk tetap tidak bisa dihindari. Rasa kantuk pun seringkali datang secara tiba-tiba.

Jalan tol yang panjang dan waktu mengemudi yang cukup panjang bisa membuat seorang driver bus menjadi terlena dan terkadang terlelap sesaat. Hal ini tentu sangat berbahaya dan kemungkinan besar menimbulkan kecelakaan.

Tuntutan sampai di tempat tujuan tepat waktu, dan menjaga keselamatan penumpang secara bersamaan tentu membuat seorang driver bus perlu punya siasat tersendiri. Di sebagian bus antar kota tidak memperbolehkan driver untuk menghisap rokok, padahal menghisap rokok dipercaya bisa mengurangi rasa kantuk meskipun tidak ada penelitian ilmiahnya.

Kurnia Adhi Samudra, seorang driver bus mengatakan kepada tim KabarPenumpang.com tentang pengalamannya menghadapi rasa kantuk saat berkendara.

“Tol Panjang bikin kita terlena terkadang, gak waspada dan kurang awas. Jalan tol yang panjang pastinya bikin bosan dan ngantuk” ucap Kurnia.

“Kalo ngerokok sih gak bikin ngantuk ilang, saya biasanya kalo lagi nyetir lebih milih makan permen terutama yang asem asem. Kalo makanan ringan yang seperti kacang kulit, justru repot makannya dan bikin tangan sibuk sendiri” imbuhnya.

“Kalau ada temen ngobrol ya ngobrol sama crew atau penumpang, itu bisa jadi obat ngantuk. Kalo sendiri ya itu tadi saya makan permen asem, atau minum minuman yang asem.”

Baca juga: Waspadai Gejala Microsleep, Inilah Antisipasi Rujukan dari KNKT

“Selain itu, kalo pas saya jatah istirahat ya saya gunakan buat tidur, jadi giliran jatah bawa bus lagi saya udah fit. Soalnya kalo kita gak tidur, terus ngantuk dan cuci muka, itu cuma segar awalnya aja, kena ac bis juga ngantuk lagi. Intinya ya kalo mengantuk sedikit, jangan dipaksakan” kurnia menambahkan. (Senna Aditya – Pecinta Bus Indonesia)

Mitsubhisi Kembangkan Emirai XS Drive yang Bisa Pantau Pengemudi dan Penumpang

Mitsubishi baru saja menggunakan konsep EMirai untuk memamerkan teknologi otomotif yang kini tengah berkembang. Yang terbaru ialah Emirai XS Drive yang bisa memantau pengemudi dan penumpang sembari menggunakan lampu depannya untuk menyoroti potensi bahaya di jalan.

Baca juga: Di Tengah Wabah Virus Corona, Mitsubishi SpaceJet Sukses Terbang Perdana

Emirai XS Drive ini lebih digambarkan sebagai concept cabin. Sebab XS Drive ini dilengkapi kamera inframerah yang memotret pengemudi dan penumpang. KabarPenumpang.com melansir newatlas.com (21/12/2021), sejauh mana pengemudi pergi, maka satu kamera dan perangkat lunak berbasis pembelajaran mesin terkait dilaporkan mampu mendeteksi kantuk atau penyakit mendadak melalaui proses yang berbeda.

Proses tersebut adalah sistem memantau ekspresi wajah pengemudi, mengawasi berbagai hal seperti mata tertutup atau mulut terbuka. Kemudian sistem akan melacak fluktuasi halus dalam warna kulit seseorang sehingga dapat mendeteksi perubahan detak jantung serta pernapasan pengemudi.

Jika sistem menentukan bahwa pengemudi telah kehilangan kesadaran atau tidak dapat mengemudi dengan aman, sistem akan memperingatkan mereka untuk menepi. Jika itu tidak berhasil, xS Drive bahkan dapat mengendalikan mobil, menariknya secara otomatis dan memarkirnya.

Kamera inframerah juga dapat mendeteksi berapa banyak penumpang yang hadir, memanfaatkan ketinggian wajah mereka dan lokasi titik kerangka tubuh bagian atas mereka untuk menentukan ukuran tubuh setiap orang. Sensor lain, yang memancarkan gelombang radio dan menganalisis pantulannya, dapat mendeteksi keberadaan bayi atau anak kecil di area kabin yang tidak dapat dilihat oleh kamera.

Jika pengemudi memarkir mobil dan keluar, tanpa sadar meninggalkan bayinya, sistem akan memperingatkan mereka. Kombinasi kamera mobil yang menghadap ke depan dan modul radar gelombang milimeter juga mampu mengubah lampu depan ke arah tikungan atau kemiringan ke atas di jalan, membiarkan pengemudi melihat apa yang akan datang.

Baca juga: Beginilah Tampilan Anyar Mitsubishi Fuso Setelah 20 Tahun Tidak Ganti ‘Muka’

Aspek sistem xS Drive ini juga memfokuskan lampu depan pada bahaya seperti pejalan kaki, dan bahkan dapat memproyeksikan simbol peringatan pengemudi ke jalan di depan mobil dan peringatan tersebut dapat mencakup peringatan bahwa kendaraan lain mendekat dari belakang. Saat ini tidak ada kabar kapan atau apakah teknologi ini dapat masuk ke kendaraan produksi Mitsubishi. Konsep Emirai xS Drive sendiri bisa dilihat di Consumer Electronics Show, bulan depan di Las Vegas.

Ubah Bus Sekolah Jadi Rumah Berjalan, Kakak Beradik Habiskan $35 Ribu

Sebuah bus sekolah kembali direnovasi dan dijadikan rumah bergerak oleh seorang wanita yang saudara laki-lakinya lumpuh sehingga harus terus menggunakan kursi roda. Alex Scribner menghabiskan lebih dari $35 ribu untuk membeli dan merombak isi dari bus sekolah tersebut serta menambahkan lift agar memudahkan akomodasi saudara laki-lakinya.

Baca juga: Habiskan Rp10 Juta, Pria Asal Malaysia Ubah Daihatsu Hijet S85 Jadi Campervan

Dia juga menambahkan area dapur, kamar mandi dan dua tempat tidur untuk mereka istirahat. Untuk diketahui, Alex membeli dan merenovasi bus sekolah tersebut setelah tahun 2016 lalu mendapat kabar dari sang ibu bahwa Sam Scribner kecelakaan.

Tetapi saudara perempuannya tidak akan membiarkan cacatnya menghentikannya. Mereka membeli bus sekolah dan Alex merenovasinya sendiri sehingga dapat mengakomodasi disabilitas Sam. Foto: Media drum world

Sam terjatuh dari tempat tidur gantung dan membuat lehernya patah sehingga kaki dan lengannya tidak bisa bergerak. Namun, kini meski Sam dalam kondisis cacat dan duduk di kursi roda, mereka melakukan perjalanan keliling dunia bersama dan hidup penuh waktu di dalam bus.

“Ketika Sam berada di ICU, suatu malam dia hanya bergulat dengan kehidupannya sekarang, dan dia benar-benar berjuang dengan semua hal yang tidak akan pernah dia lakukan. Dan saya ingat mengatakan kepadanya bahwa kami akan melakukan perjalanan. Bagaimanapun itu akan terjadi, kami akan melakukan perjalanan dan melihat bola benang terbesar dan hal-hal bodoh seperti itu,” kenang Alex yang dikutip KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (21/12/2021).

Alex mengatakan, dua tahun setelah kecelakaan, dia menjadi pengasuh utama Sam dan mereka memiliki beberapa teman yang tinggal di sebuah van. Mereka akrab serta tertarik dengan tinggal nomaden dan belum tahu akan seperti apa untuk mewujudkanya. Alex menambahkan, untuk hidup nomaden mereka bahkan sampai melakukan penelitian.

“Apa yang awalnya menarik perhatian saya ke bus sekolah tidak hanya kami memiliki lebih banyak rekaman persegi, kami akan diharapkan dapat memasang lift di bus sekolah. Saya menawarkannya kepada saudara laki-laki dan orang tua saya, dan begitulah cara kami membeli bus sekolah pertama kami pada tahun 2019,” ungkapnya.

Setelah bekerja di bus untuk sementara waktu, Alex dan Sam bertemu orang lain di kursi roda yang ingin melakukan hal yang sama tetapi tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya. Jadi mereka memutuskan untuk menjual bus padanya dan memulai dari awal.

“Bus pertama, saya mulai merenovasinya dan saya menyelesaikannya sepertiga saat kami bertemu seseorang di Instagram. Dan Sam dan saya telah berbicara dan kami benar-benar menginginkan ini bukan hanya untuk diri kami sendiri tetapi sebagai pilihan bagi siapa saja yang ingin mencoba kehidupan ini,” Alex menjelaskan.

Alex menghabiskan satu setengah tahun hidupnya untuk memperbaiki bus kedua, dia melakukan semua pekerjaannya sendiri. Secara total, mereka menghabiskan lebih dari $35 ribu untuk renovasi, tetapi mereka tidak sendirian. Orang-orang dari seluruh dunia ikut serta dan membantu mereka termasuk perusahaan seperti Home-Depot.

“Kami berdua tidak punya uang atau rencana nyata, begitu kami memikirkan bus, kami benar-benar berkomitmen dan berdedikasi untuk melihatnya. Bus pertama yang kami pakai layaway, kami membaginya dan menghabiskan empat bulan menabung untuk membelinya seharga $6.000,” kata Alex.

Baca juga: Gegara Pandemi, Perusahaan Bus di Jepang Ubah Armadanya Jadi Tempat Sauna

Bus Alex dan Sam secara resmi siap dipindahkan pada Mei 2021, dengan fasilitas yang membuat kehidupan Sam di dalam bus senyaman mungkin. Alex menambahkan, yang terpenting saat ini Sam bisa bergerak dan bermanuver di dalam bus.

Volvo, Jawara Bus Tenaga Monster di Jalanan Indonesia

Kehadiran bus Volvo di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Rekam sejarah menunjukkan sejak tahun 80-an bus dengan mesin Volvo sudah masuk di Indonesia. Volvo B55 adalah penopang bus tingkat di kota-kota besar Indonesia pada masa itu. Bus merek volvo memang terkenal menjual kenyamanan bagi para penggunanya.

Baca juga: Pengemudi Bus AKAP Malam, Korbankan Waktu Demi Antar Penumpang

Pada tahun 2000 masuk Volvo jenis B7R dan varian ini mendulang sukses di Indonesia. Berbarengan dengan merek Scania, bus Volvo menjadi simbol kenyamanan dalam dunia bus Indonesia. Sayangnya, terkendala suku cadang yang susah dan mahal, alih-alih berumur panjang, nyatanya banyak bus Volvo yang justru rusak dan terbengkalai di pool bus.

Pada tahun 2018 bus atau setelah 18 tahun, mesin atau sasis serta bus Volvo kembali meramaikan pasar bus Indonesia. Ini adalah Volvo jenis B11R dengan triple axle (tiga sumbu roda) yang masuk ke pasaran Indonesia. Ada dua varian dari bus ini yang masuk ke pasaran Indonesia, yakni B11R 370 dan B11R 430.

Perbedaan antara keduanya ada di tenaga mesin, transmisi, juga gerak sumbu ketiga. Peruntukan antara B11R 370 dan B11R 430 pun berbeda. Jika B11R 370 bus diperuntukan untuk bus kota seperti transjakarta sedangkan B11R 430 yang memiliki tenaga lebih besar, diperuntukan bagi bis antar kota antar provinsi.

Untuk perusahaan otobus antar kota yang memiliki varian B11R 430 pun bisa dibilang lumayan banyak seperti Gunung Harta, Rosalia Indah, Sudiro Tungga Jaya, Borlindo, Pandawa 87, Bejeu dan Laju Prima. Varian Volvo ini tentu dikatakan memberikan kenyamanan juga keamanan bagi para penumpangnya, terutama di perjalanan yang jauh.

Kecanggihan sistem pengereman yang dimiliki bus jenis ini memungkinkan bus tetap stabil dan tidak selip apabila melakukan pengereman mendadak saat bus berada pada kecepatan tinggi. Selain itu, sistem suspensi pada bus ini ditopang oleh suspensi udara dengan kontrol secara elektronik dan bisa menyesuaikan keras atau lembutnya suspesi dengan kontur jalan yang dilalui.

Baca juga: Sajian di Rumah Makan PO Bus AKAP, Jurus Pemikat Loyalitas Penumpang

Meski penggunanya belum bisa dikatakan banyak, nyatanya penumpang mulai melirik varian sasis ini apabila ingin bepergian dengan bus. (Senna Aditya – Pecinta Bus)